You are on page 1of 5

INTERNATIONAL BUSINESS ASSIGNMENT

1. Choose the country (list of countries you can choose: Indonesia, Malaysia, USA,
France, Germany, China, Russia, Great Britain, Switzerland, Japan.
2. Describe globalisation and international trade and recognise the key drivers of the
country.
2.1 Describe the role of the country in economic and political regional groupings
such as the EU, NAFTA, ASEAN, MERCOSUR, ECOWAS, and other trade
blocs.
2.2 Describe the role of the country in international institutions such as the World
Trade Organisation (WTO), World Bank, International Monetary Fund (IMF),
Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), the G20 and
other facilitating/transitional/policy-making bodies and forums.
2.3 Describe import and export of the country (based on BOP information).
3. Describe the influence of environmental and sociocultural forces on international
business of the country (use Hofstedes Research on National Culture).
ANSWER:
1. We choose Japan
2. Globalisation and International Trade
2.1 The role of Japan in ASEAN
In 2001 , Japan's trade with ASEAN (exports + imports ) reached 14 % of Japan's
trade kesuluruhn . Japan's direct investment in ASEAN in 2002 approximately 11
% of Japanese investment abroad.
Japan also contributed significantly to the development of ASEAN through ODA
( official aid for development , inter- governmental level ), which is focused on
the consolidation of social and economic infrastructure datya human resource
education . Realization ODA to ASEAN in 2000 about 32 % of bilateral ODA
given keseluruhn Japan .
On August 25, 2005 taggal , Japan and ASEAN make an agreement of free trade
agreements , this agreement Japan to lower tariffs on imports from the 10 ASEAN
countries by 90 % and increased to 93 % in the next 10 years

Pada tahun 2001, perdagangan Jepang dengan ASEAN (ekspor+impor) mencapai


14% dari kesuluruhn perdagangan Jepang. Jepang berinvestasi langsung di
ASEAN pada tahun 2002 sekitar 11% dari investasi Jepang di luar negeri.
Jepang juga memberikan andil yang cukup besar bagi pembangunan ASEAN
melalui ODA (bantuan resmi bagi pembangunan, tingkat antar pemerintah) yang
dipusatkan pada konsolidasi prasarana ekonomi sosial serta pendidikan sumber
datya manusia. Realisasi bantuan ODA bagi ASEAN tahun 2000 sekitar 32% dari
keseluruhn ODA bilateral yang diberikan Jepang.
Pada taggal 25 Agustus 2005, Jepang dan ASEAN membuat kesepakatan
perjanjian perdagangan bebas, dalam perjanjian ini Jepang menurunkan tarif
impor dari 10 negara ASEAN sebesar 90% dan dinaikkan hingga 93% dalam 10
tahun kedepan.
2.2 The role of Japan in World Bank
The birth of fast trains in Japan can not be separated from the role of the World
Bank . In 1961 , a World Bank loan funds flowed into Japan National Railways to
help realize the first Shinkansen in Japan . The loan was granted to finance the
construction of a fast train line Tokyo - Osaka called New Tokaido Line . The
project is known as the most advanced railway project in the world at that time .
The World Bank provides loans with a value of US $ 80 million . World Bank
loan to help 15 % of the total project cost of US $ 548 million . Loans in 1961
was given the right 9 years since Japan became a member of the World Bank .
Lahirnya kereta cepat di Jepang tidak lepas dari peran Bank Dunia. Pada 1961,
dana pinjaman dari Bank Dunia mengucur ke Japan National Railways untuk
membantu mewujudkan Shinkansen pertama di Jepang. Pinjaman itu diberikan
untuk membiayai proyek pembangunan jalur kereta cepat Tokyo-Osaka atau
disebut New Tokaido Line. Proyek ini disebut sebagai proyek kereta api paling
canggih di dunia pada waktu itu. Bank Dunia memberi pinjaman dengan nilai
mencapai US$ 80 juta. Pinjaman Bank Dunia membantu 15% dari total biaya
proyek sebesar US$ 548 juta. Pinjaman pada 1961 tersebut diberikan tepat 9
tahun sejak Jepang bergabung menjadi anggota Bank Dunia.

2.3 Import and Export of Japan (based on BOP information)


BOP Information adalah

3. The influence of environmental and sociocultural forces on international business of


Japan (based on Hofstedes Research on National Culture)
a. Individualism versus Collectivism
b. Power Distance
In Japan using High Power Distance as in Japan upholds respect to the older , and
very polite . So when someone who has been senior to lead a company or
organization , there will be high power distance between subordinates and their
superiors.
Di Jepang menggunakan High Power Distance karena di Negara Jepang
menjunjung tinggi hormat kepada yang lebih tua, dan sangat sopan santun.
Sehingga ketika seseorang yang sudah senior memimpin sebuah perusahaan atau
organisasi maka akan terjadi high power distance antara bawahan dengan
atasannya.
c. Uncertainty Avoidance
Japan is the country with the highest score in the act of avoidance of uncertainty (
uncertainty avoidance ) . In Japan a lot of institutions that to minimize risk and
ensure financial security in order to avoid the risk of uncertainty
Jepang adalah Negara dengan skor tertinggi dalam tindakan penghindaran
ketidakpastian (uncertainty avoidance). Di Negara Jepang banyak sekali
lembaga-lembaga yang bertujuan untuk meminimalkan risiko dan menjamin
keamanan keuangan agar terhindar dari risiko ketidakpastian.

d. Masculinity versus Femininity


Japan, including the State masculine culture is a culture that has competitiveness ,
assertiveness , ambition high . Japanese men and women assertive and focus on
their respective careers in order to earn money , and maybe a little concerned with
others .
Jepang termasuk Negara budaya maskulin yaitu budaya yang memiliki daya
saing, ketegasan, ambisi yang tinggi. Pria dan wanita Jepang tegas, dan fokus
pada karir masing-masing agar mendapatkan uang, dan mungkin sedikit peduli
dengan orang lain.
e. The Fifth Dimension: Long-Term versus Short-Term Orientation
Long-term orientation tend to take the long view for planning and life , focusing
on the years and decades . Japan country adheres to a long -term orientation
( Long - Term Orientation) , which proved to traits such as discipline , loyalty ,
hard work , respect for education , respect for the family , focus groups , and
control over individual desires .
Orientasi jangka panjang cenderung mengambil pandangan lama untuk
perencanaan dan hidup, berfokus pada tahun dan dekade. Negara Jepang
menganut orientasi jangka panjang (Long-term Orientation), yang terbukti
dengan ciri-ciri seperti disiplin, loyalitas, kerja keras, menghargai pendidikan,
menghargai untuk keluarga, fokus pada kelompok, dan kontrol atas keinginan
individu.