FOSIL

Teori Evolusi menyatakan bahwa setiap jenis makhluk hidup berasal dari satu nenek moyang yang sama. Berdasarkan hal ini dapat diartikan bahwa spesies yang ada sebelumnya lambat laun mengalami perubahan menjadi spesies lain, dari spesies primitif menjadi maju. Di samping itu, Leonardo da Vinci (1452–1519) menyatakan bahwa fosil merupakan bukti adanya kehidupan pada masa lampau. Oleh karena itu, diharapkan dengan mempelajari fosil, teori Evolusi dapat dibuktikan. Jika anggapan itu benar, maka akan terdapat sejumlah fosil yang mengarah terjadinya evolusi makhluk hidup. Fosil berasal dari bahasa Latin fossilis, artinya menggali. Istilah fosil

diartikan sebagai sisa-sisa binatang dan tumbuhan yang telah membatu. Fosil merupakan catatan sejarah penting sebagai petunjuk adanya evolusi. Dengan membandingkan struktur tubuh hewan masa lampau yang telah menjadi fosil dengan hewan sekarang dapat disimpulkan bahwa keadaan lingkungan di masa lampau berbeda dengan sekarang. Tokoh yang mempelajari fosil dan hubungannya dengan evolusi adalah: Leonardo da Vinci (Italia 1452-1519) Orang yang pertama kali berpendapat fosil merupakan bukti adanya makhluk hidup di masa lampau. George Cuvier (Perancis 1769-1832) Ia merupakan ahli anatomi perbandingan. Ia
Gambar 1.1
Leonardo da Vinci

mengadakan studi perbandingan antara fosil-fosil dari berbagai lapisan bumi dan makhluk hidup yang ada sekarang. Cuvier menyimpulkan bahwa pada masa tertentu telah diciptakan makhluk-makhluk hidup yang berbeda dari masa ke masa. Setiap masa diakhiri kehancuran kataklisma. Darwin Mengatakan bahwa makhluk hidup pada lapisan alam. Paham ini dikenal dengan

Gambar 1.2
George Cuvier

bumi tua mengadakan perubahan bentuk untuk menyesuaikan diri dengan lapisan bumi yang lebih muda. Oleh sebab itu, fosil pada lapisan bumi muda berbeda dengan fosil di lapisan bumi tua.

Adapun beberapa fosil yang telah ditemukan sebagai berikut.

Gambar 1.3 Penemuan Fosil dan Perkiraan Usianya
Sumber : Sembiring, Langkah dan Sudjino. Biologi (2009)

Setelah mempelajari fosil-fosil yang ditemukan arkeolog, para ahli geologi membuat rekaman peristiwa pemunculan organisme. Coba cermati salah satu rekaman peristiwa dalam tabel 1.1 berikut. Skala Waktu Geologi
Zaman Periode Kuarter Episode Sekarang Pleistosen Pleisen Miosen Oligosen Eosen Paleosen Cretaseus Mesozoikum Jurrasik Triassik Perminan
Umur (Juta Tahun)

Peristiwa Penting dalam Sejarah Kehidupan Waktu bersejarah Abad es, manusia muncul Ditemukan manusia kera nenek moyang manusia Penyebaran lanjutan Mamalia dan Angiospermae Mamalia modern, termasuk kera Peningkatan dominansi Angiospermae dan peningkatan keanekaragaman Mamalia Penyebaran besar-besaran Mamalia, burung dan serangga penyerbuk Pemunculan tumbuhan berbunga (Angiospermae): dinosaurus punah Gymonspermae mendominasi bentang lahan; dinosaurus dan Mamalia pertama Pembentukan gunung Penyebaran Reptilia, munculnya Mamalia menyerupai Reptilia dan ordo serangga modern;

Senozoikum Tertier

0,01 1,8 5 23 34 57 65 144 208 245 286

Carboniferous Devonian Silurian Ordovisian Cambrian

360 408 438 505

Paleozoikum

544 700 1500 2500 Precambrian 3500 4600 Sumber : Sembiring, Langkah dan Sudjino. Biologi (2009)

punahnya invertebrata laut primitif Perluasan hutan tanaman berpembuluh Diversifikasi kan bertulang; Amphibia dan serangga pertama Melimpahnya vertebrata tak berahang; kolonisasi tanah oleh tumbuhan dan Arthropoda; asal usul tumbuhan berpembuluh Vertebrata pertama (hewan tak berahang); melimpahnya ganggang laut Asal mula sebagian besar filum Invertebrata Asal mula hewan Fosil eukariotik tertua Terakumulasinya oksigen di atmosfer Fosil prokariotik tertua Perkiraan asal mula Bumi

Fosil-fosil jarang ditemukan dalam keadaan lengkap (utuh), umumnya merupakan suatu bagian atau beberapa bagiantubuh makhluk hidup. Faktor-faktor yang menyebabkan jarang ditemukan fosil dalam keadaan lengkap, yaitu: a. b. c. d. terjadinya lipatan batuan bumi; pengaruh air, angin, dan bakteri pembusuk; hewan pemakan bangkai; jenis organisme, ada organisme yang tidak mungkin menjadi fosil, misalnya Amoeba; e. keadaan lingkungan yang tidak memungkinkan suatu bagian tubuh organisme menjadi fosil.

A. PENEMUAN FOSIL KUDA Fosil paling lengkap di berbagai lapisan bumi adalah hasil temuan penyidik Amerika, Marsh, dan Osbom berupa fosil kuda. Perubahan yang ditunjukkan fosil-fosil kuda merupakan petunjuk kebenaran evolusi, yaitu perubahan secara berangsur-angsur dalam jangka waktu lama yang disebabkan oleh pada setiap zaman geologi ditemukan fosil-fosilnya secara lengkap. Fosil jenis kuda pertama diperkirakan hidup puluhan juta tahun yang lalu. Kuda pertama hidup kira-kira 60 juta tahun yang lalu pada zaman Eosin. Oleh para ahli, kuda pertama ini diberi nama Hyracotherium (Eohippus). Dari

kerangka fosil diketahui bahwa kuda ini hanya sebesar kucing. Jumlah jari kaki belakangnya tiga. Jika dibandingkan Hyracotherium (Eohippus) dengan Equus (kuda zaman sekarang) tampak sekali perbedaannya. Dari Gambar 1.4, kita dapat mempelajari bagaimana proses evolusi kuda berlangsung. Teori evolusi ditunjukkan dengan sederetan fosil yang ditemukan dalam lapisan bumi tua ke muda yang menunjukkan perubahan secara berangsur-angsur.

Gambar 1.4 Evolusi Kuda dimulai dari 60 juta tahun yang lalu sampai sekarang
Sumber : Sembiring, Langkah dan Sudjino. Biologi (2009)

Tabel 1.2 Perubahan yang Terjadi dari Eohippus hingga Equus

B. CARA MENENTUKAN UMUR FOSIL Fosil dapat digunakan sebagai petunjuk kehidupan masa lalu. Umumnya, fosil tertimbun di lapisan tanah tertentu pada masa lalu. Untuk menentukan umur fosil pada lapisan tanah tersebut para ahli menggunakan analisis radioaktif. Unsur radioaktif yang sering digunakan untuk menentukan umur fosil adalah uranium, kalium, dan natrium. Unsur uranium mengalami radiasi spontan yang menyebabkan massanya berkurang terus sampai akhirnya menjadi plumbum (Pb) 206 yang stabil. Perubahan dari uranium (U) menjadi plumbum (Pb) memerlukan waktu 7.600.000.000 tahun. Hal ini berarti, jika di dalam fosil diketahui kadar Pb nya, maka umurnya dapat dihitung dengan rumus:

Selain uranium, perubahan kalium (K) menjadi argon (Ar) sering digunakan untuk menentukan umur fosil. Perubahan K menjadi Ar memerlukan waktu 600 juta tahun. Hal ini berarti, fosil atau batuan yang dapat dianalisis adalah fosil yang berumur hingga 600 juta tahun. Lebih dari 600 juta tahun menggunakan uranium. Unsur lain yang digunakan adalah Nitrogen 14 (N14) yang mengalami perubahan menjadi karbon radioaktif C14. Waktu yang digunakan untuk mengubah N14 menjadi C14 adalah 24.000 tahun. Hal ini berarti, fosil yang dapat dianalisis dengan metode ini adalah fosil yang berumur maksimal 24 ribu tahun.

C. TEORI EVOLUSI BIOLOGI Alexander Ivanovich Oparin (Gambar 2.1)

mengemukakan bahwa evolusi zat-zat kimia terjadi sebelum di bumi terdapat kehidupan. Seperti sebelumnya, zat anorganik berupa air, metana, karbon dioksida, dan amonia terkandung dalam atmosfer bumi. Zat anorganik tersebut membentuk zat-zat organik akibat adanya radiasi dari energi listrik yang berasal dari petir. Suhu di bumi terus menurun. Ketika sampai pada Gambar 2.1 Alexander titik kondensasi, terjadi hujan yang mengikis batuan di bumi yang banyak Ivanovich Oparin mengandung zat-zat anorganik. Zat-zat anorganik tersebut terbawa ke lautan yang panas. Di lautan ini terbentuk sup purba atau sup primordial. Sup purba terus berkembang selama berjuta-juta tahun. Di dalam sup purba, terkandung zat anorganik, RNA, dan DNA. RNA yang dibutuhkan dalam proses sintesis protein dapat terbentuk dari DNA. Akibatnya, terbentuklah sel pertama. Sel pertama tersebut mampu membelah diri sehingga jumlahnya semakin banyak. Sejak saat itulah evolusi biologi berlangsung. a. Terbentuknya Makhluk Hidup Prokariotik Sejarah kesuksesan makhluk hidup prokariotik dimulai sedikitnya pada 3,5 miliar tahun yang lalu. Prokariotik merupakan bentuk kehidupan pertama dan paling sederhana. Mereka hidup dan berevolusi di bumi selama 2 miliar tahun. Prokariotik dianggap paling primitif, karena selnya hanya memiliki membran sel. DNA, RNA hasil transkripsi, dan molekul-molekul organik berada dalam sitoplasma tanpa dibatasi membran. Prokariotik pertama kemungkinan merupakan kemoautrotof yang menyerap molekul organik bebas dan ATP di sup purba melalui sintesis abiotik. Seleksi alam menyebabkan prokariotik yang dapat mengubah ADP menjadi ATP melalui glikolisis bertambah. Akhirnya, prokariotik yang dapat melakukan fermentasi

berkembang dan hal tersebut menjadi cara hidup organisme di bumi karena belum tersedianya O2. Beberapa Archaebacteria dan beberapa bakteri obligat anerob yang sekarang hidup melalui fermentasi, mirip dengan prokariotik terdahulu.

b. Terbentuknya Organisme Fotoautotrof Ketika kecepatan konsumsi bahan organik oleh fermentasi prokariotik melebihi kecepatan sintesis untuk menggantikan molekul organik,

berkembanglah prokariotik yang dapat membuat molekul organiknya sendiri. Pada prokariotik awal, pigmen yang dapat menyerap cahaya digunakan untuk menyerap kelebihan energi cahaya (terutama dari sinar ultraviolet) yang membahayakan bagi sel yang hidup di permukaan. Selanjutnya, pigmen ini mampu melakukan transfer elektron untuk sintesis ATP. Prokariotik ini mirip dengan Archaebacteria yang disebut bakteri halofik. Pigmen yang menangkap cahaya dikenal dengan bakteriorhodopsin yang dibuat pada membran plasma. Prokariotik lain memiliki pigmen yang dapat menggunakan cahaya untuk transfer elektron dari hidrogen sulfida (H2S) menjadi NADP+ dan dapat memfiksasi CO2 . Akhirnya, Eubacteria memiliki cara untuk menggunakan H2O sebagai sumber elekton dan hidrogen. Bakteri ini adalah Cyanobacteria pertama yang mampu membuat molekul organik dari air dan CO2. Cyanobacteria berkembang dan mengubah bumi dengan melepaskan O2 sebagai efek fotosintesis. Cyanobacteria berkembang antara 2,5 miliar hingga 3,4 miliar tahun yang lalu. Mereka hidup bersama prokariotik lain membuat koloni. Fosil koloni ini disebut stromatolit yang banyak ditemukan di perairan air tawar dan air laut (Gambar 2.2). Gambar 2.2 Fosil Stromatolit berusia 2,7 miliar tahun

c. Bangkitnya Organisme Eukariotik Eukariotik berkembang sekitar 1,2 miliar tahun yang lalu. Hal yang sangat membedakan eukariotik dengan prokariotik adalah adanya organel-organel yang memiliki membran. Bagaimana sel eukariotik yang kompleks dapat terbentuk dari prokariotik yang sederhana? Sistem membran organel-organel pada eukariotik dapat terbentuk dari invaginasi yang terspesialisasi. Pada eukariotik terdahulu, invaginasi (pelekukan ke dalam) dapat terjadi sehingga membentuk membran inti dan retikulum endoplasma (Gambar 2.3).

Gambar 2.3 Kemungkinan Pembentukan Membran Inti dan Retikulum Endoplasma

Proses lain yang disebut endosimbiosis menjelaskan pembentukan mitokondria,

kloroplas, dan beberapa organel eukariotik lain. Teori ini dikemukakan oleh Lynn Margulis. Endo berarti di dalam dan simbiosis berarti hidup bersama.

Endosimbiosis terjadi ketika sel simbion hidup secara permanen di dalam sel lain (sel inang) dan interaksi ini menguntungkan keduanya (Gambar 2.4). Berdasarkan teori ini, eukariotik berkembang setelah sel fotosintesis muncul dan oksigen melimpah di atmosfer. Kloroplas dan mitokondria tampaknya Gambar 2.4 Proses Endosimbiosis

merupakan evolusi sel prokariotik yang melakukan endosimbiosis dengan sel

prokariotik besar. Nenek moyang mitokondria kemungkinan besar adalah sel prokariotik heterotrof yang mampu menggunakan oksigen dan menghasilkan energi. Adapun nenek moyang kloroplas kemungkinan adalah Cyanobacteria. Sel eukariotik hasil endosimbiosis ini sekarang kita kenal dengan nama Protista. Makhluk hidup eukariotik satu sel ini sangat beranekaragam. Beberapa Protista dapat berfotosintesis, sebagian lagi bersifat heterotrof dan dapat aktif bergerak. Sebagian mirip jamur dan mendapatkan makanan dengan menyerap secara absorpsi. Makhluk hidup eukariotik banyak sel, seperti rumput laut, tumbuhan dan hewan kemungkinan berasal dari Protista yang berkoloni. mengalami Koloni Protista dan tersebut saling

spesialisasi

bergantung satu sama lain, namun semakin efisien dalam melakukan aktivitasnya. Hal ini terus terjadi hingga kehidupan memasuki daratan dan muncullah makhluk hidup banyak sel yang lebih kompleks. Bukti-bukti diperkuat oleh evolusi ini semakin molekuler

sistematika

berdasarkan perbandingan DNA organisme (Gambar 3.1). Perbandingan gen RNA Gambar 3.1 Perbandingan DNA mengidentifikasikan proteobacteria adalah bahwa kerabat alpha dekat

mitokondria dan Cyanobacteria adalah kerabat dekat kloroplas. Sistematika molekuler memberikan cara baru mengungkap evolusi dan kekerabatan makhluk hidup.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful