You are on page 1of 2

Standard Operasional Procedur ( SOP) Ruang UGD

PENANGANAN KASUS GE

SOP
Puskesmas
Plus Sape
Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Prosedur

Unit terkait

No. Kode
Terbitan
No. Revisi
Tgl. Mulai Berlaku

:
:
:
:

Halaman

:1-1

Ditetapkan Oleh Kepala


Puskesmas Plus Sape

Jainuddin, SKM
NIP : 19690810 1990 03 1 014

Mengetahui gejala , tanda tingkat dehidrasi


dan prinsip tindakan atau
( rehidran )
Sebagai acuan tatalaksana penderita GE agar petugas menyatakan tanda ,
gejala , tingkat dehidrasi dan mampu menghitung kebutuhan cairan.
Sikap petugas harus mampu menyatakan tanda gejala dan tingkat dehidrasi
serta mampu mengukur kebutuhan cairan bagi penderita.
1.
Gejala yang menonjol dari GE adalah muntah dan berak serta berulang,
sehingga berakibat kehilangan cairan / dehidrasi.
2.
Dehidrasi secara klinik dibedakan 3 langkah :
a Dehidarasi ringan
Kehilangan cairan 2 5 % BB
b Dehidrasi sedang
Kehilangan cairan 5 -8 % BB
Gambaran klinik : Turgor kulit tidak elestis, suara serak, nadi
cepat, nafas cepat, pre shok
c Dehidrasi Beratat
Kehilangan cairan : 8 10 % BB
Gambaran klinik : syok, apatis, syonotik, kejang, sampai koma
3.
Prinsip tindakan adalah Rehidrasi sesuai dengan tingkatan dehidrasi:
a Dehidrasi ringan dilakukan rehidrasi peroral.
b Dehidrasi sedang dan berat dilakukan rehidrasi parenteral dengan
Infus cairan.
4.
Penderita di MRS kan
Dalam 3 jam pertama diharapkan penderita berubah status tingkat
dehidrasi menjadi dehidrasi ringan.
Rawat Inap, BP, Pustu/Polindes
Mengetahui

Kepala Puskesmas Plus Sape

Koordinator Ruang IGD

Nirfawati, AMK

Standard Operasional Procedur ( SOP) Ruang UGD

Jainuddin, SKM
NIP : 19690810 1990 03 1 014

Nip : 19831011 200501 2 008