You are on page 1of 3

Pengelolahan Area Kamar Mayat Dan Post Mortem

No. Dok :

Revisi ke : 0

Hal 1 dari 1

Ditetapkan oleh :

RS PUPUK KALTIM
BONTANG – KALTIM

PROSEDUR

I.

Tanggal

(Pokja)

Dr. Nurul Fathoni
Direktur Medis

PENGERTIAN
Pengelolaan limbah dari kamar mayat dan area bedah mayat yang benar dapat memutus
mata rantai transmisi kuman dari jenazah yang terinfeksi

II.

TUJUAN
1. Untuk memutus mata rantai transmisi kuman / mikroorganisme dari jenazah yang
terinfeksi
2. Untuk meminimalkan infeksi di Rumah Sakit dengan

III.

KEBIJAKAN

1.
2.
IV.

LANGKAH-LANGKAH
1. Petugas yang menangani jenazah jika pasien meninggal dalam masa penularan harus
memakai Alat Pelindung Diri lengkap, jenazah harus terbungkus dalam kantong jenazah
(tidak mudah tembus dan bocor), pindahakan sesegera mungkin ke kamar jenazah setelah
meninggal, keluarga pasien melihat jenazah menggunakan APD, jenazah tidak boleh
dibalsem, jika diotopsi dilakukan oleh petugas khusus, jenazah yang sudah dibungkus
tidak boleh dibuka lagi, transportasi oleh mobil khusus, tidak lebih dari 4 jam jenazah
disemayamkan
2. Ketika pemotongan paru, hindari gergaji listrik, lakukan dibawah air, hindari cipratan
ketika mengeluarkan jaringan paru

gunakan nampan untuk instrument dan peralatan ( sekali pakai). tempat pemakan harus diberitahu bahwa kematian akibat penyakit menular. pemotongn kuku. UNIT TERKAIT . hindari penggunaan pisau bedah dan gunting yang ujungnya runcing. Perawatan jenazah sebelum pemakaman. perapian rambut.3. pemandian. pembersihan.pencukuran dilakukan petugas khusus V. Terapkan kewaspadaan standar dengan gunakan peralatan sedikit mungkin ketika otopsi. upayakan petugas seminimal mungkin dan dapat menjaga diri masing-masing 4.

Dok : P/PRT/ Revisi ke : 2 Hal 2 dari 2 Kabag .Kasie No.