You are on page 1of 27

MAKALAH PENYAKIT AKIBAT KERJA

Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Penyakit Akibat Kerja
Dosen Pengampu : Drs. Herry Koesyanto, M.Kes
Disusun Oleh :
Nur Isnandari 6411411126

Rombel 03

JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014

1. Penyakit Akibat Tekanan Udara
a. Definisi
Pada tempat kerja, penyakit tidak hanya terdapat di industry, pertanian,
kehutanan atau perkebunan yang tekanan udaranya nrmal. Pada tekanan udara
tinggi atau tekanan udara rendah dapat menyebabkan terjadinya penyakit atau
gangguan kesehatan. Tekanan udara tinggi dapat dijumpai pada pekerja yang
harus menyelam di laut. Sedangkan untuk gangguan akibat tekanan udara
yang rendah dapat terjadi pada pekerjaan dalam sector penerbangan dan pada
pekerja yang bekerja di tempat yang tinggi di atas permukaan laut karena
kekurangan oksigen dalam udara pernapasan.
Tekanan udara ekstrim adalah tekanan udara yang lebih besar (tinggi)
atau tekanan udara yang lebih rendah dari tekanan udara normal (1 atm).
Semua pengaruh yang dapat timbul merupakan risiko bahaya bagi para
pekerja sehingga harus diperhatikan sebaik-baiknya sebelum melakuan
pekerjaan tersebut, untuk menghindarkan atau mencegah akibat atau
kecelakaan dan penyakit akibat pekerjaan tersebut.
b. Nilai Ambang Batas
Nilai tekanan udara normal yaitu 1 atm. Nilai Ambang Batas untuk
tekanan uadara adalah :
Udara
Oksigen
Kedalaman (Ft) Durasi (Men)
Kedalaman (Ft) Durasi (Men)
40
120
10
240
50
78
15
150
60
55
20
110
70
43
25
75
80
35
30
45
90
30
35
25
100
25
40
10
110
20
120
18
130
15
Karpovich dan Sinning : Phsyology of Muscular Activity , p 263.

yang dapat mengganggu seluruh sistem organ tubuh dengan penyebab yang sama yaitu terbentuknya gelembung Nitrogen dalam jaringan dan darah. Osteonekrosis disbarik Osteonekrosis merupakan suatu kelainan yang diakibatkan terjadinya kehilangan suplai darah pada tulang yang terjadi secara sementara atau permanen. d. Patogenesis Bebasnya nitrogen dalam tubuh dari lautan menjadi gas. 2.c. Dekompresi Merupakan penyakit dengan berbagai tingkatan keluhan dan gejala. Barotrauma Barotrauma ditunjukkan oleh adanya kerusakan berbagai jaringan tibuh akibat ketidakseimbangan antara tekanan dalam rongga-rongga udara di dalam tubuh dengan jaringan atau cairan tubuh di sekitarnya. Narkosis terjadi beberapa menit setelah mencapai kedalaman tertentu. 5. Darah membawa nutrisi yang penting dan oksigen ke tulang. 4. CO2 DAN CO Kemampuan pengikatan Hemoglobin (Hb) terhadap CO 200 kali lebih besar daripada oksigen sehingga mengakibatkan eliminasi CO yang sangat lambat dan mengakibatkan Hb tidak dapat mengankut oksigen. Jenis Penyakit Penyakit yang bisa ditimbulkan akibat tekanan udara antara lain : 1. Narkosis Narkosis disebakan oleh kenaikan tekanan parsial dari gas yang inaktif dalam metabolism yakni nitrogen. 3. Gas nitrogen dalam tubuh ini mengakibatkan penutupan pembuluh darah sehingga terjadi degenerasi dan kelumpuhan sebagai akibat lebih lanjut dari penutupan pembuluh darah sehingga terjadi .

Penyakit Akibat Radiasi Elektronik a. Nilai Ambang Batas NAB paparan gelombang elektromagnetik pada pekerja di tempat kerja berdasarkan penelitian yang telah dialakukan mengenai pengaruh gelombang mikro terhadap tubuh manusia menyatakan bahwa untuk daya sampai dengan 10 Mw/cm2 masih termasuk dalam nilai ambang batas aman (Wardhanan. 2000). Pemeriksaan kesehatan secara berkala 2.e. Semakin pesatnya kemampuan teknologi dan pemakaian alat elektronik. cahaya. Penyakit akibat gangguan radiasi dapat terjadi pada pekerja dalam banyak sector lingkungan kerja baik industry. Pencegahan Pencegahan yang dapat dilakukan dapat berupa : 1. Definisi Radiasi pada dasarnya adalah suatu cara perambatan energy dari sumber energy ke lingkungannya tanpa membutuhkan panas. Ada dua jenis radiasi yaitu partikel alpha dan beta yang berasal dari material radioaktif. b. Memonitor kadar karbondioksida 6. Mematuhi prosedur kerja yang berlaku 5. Mempersiapkan kondisi fisik sebelum melakukan pekerjaan 3. serta jenis kedua yaitu gelombang elektromagnetik atau photon. pekerja berisiko terpajan oleh berbagai frekuensi gelombang elektromagnetik (Electromacnetic Filed=EMF) yang kompleks. dan gelombang radio. perkantoran maupun sector informal yang menggunakan perlatan dengan teknologi yang berbasis elektromagnetik. Mempersiapkan kondisi alat sebelum melakukan pekerjaan 4. Jenis Penyakit . c. Beberapa contoh perambatan panas.

Patogenesis Radiasi di tempat kerja pada pekerja yang terpapar secara terumenerus dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi pekerja. perubahan pada jaringan mata termasuk retina dan lensa mata. Menggunakan APD 7. Efek psikologis Merupakan efek kejiwaan yang ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik pada pekerja di tempat kerja misalnya timbulknya stress dan ketidaknyamanan dalam bekerja karena penyinaran radiasi elektromagnetik secara berulang-ulang.Menurut National Radiological Protection Board (NPRB) UK. Pencegahan Pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya dengan melakukan : 1. Definisi . Asma Akibat Kerja a. ada dua kemungkinan yang dapat terjadi e. Jika radiasi mengenai tubuh manusia. tumor. Pemeriksaan berkala 3. gangguan pada reproduksi. 2. Mematuhi prosedur krja 4. hilang ingatan dan kepala pening. Pemeriksaan sebelum penempatan 2. Inggris menyatakan bahwa efek yang ditimbulkan oleh radiasi gelombang elektromagnetik pada pekerja di tempat kerja dibagi menjadi dua yaitu : 1. Efek fisiologis Efek fisiologis merupakan efek yang ditimbulkan oleh radiasi gelombang elektromagnetik pada pekerja yang mengakibatkan gangguan kesehatan khususnya pada organ-organ tubuh manusia berupa kanker otak dan pendengaran. d.

yaitu asma yang timbul dalam 24 jam . yaitu : 1. platinum. Jenis Penyakit Klasifikasi asma ditempat kerja menurut The American College of Chest Physicians tahun 1995. indistri mebel. pekerja pengangkutan dan pengepakan the. pekerja farmasi. b. yaitu asma yang terjadi melalui mekanisme imunologis. dibedakan atas 2 jenis tergantung ada tidaknya masa laten : a. Asma akibat kerja dengan masa laten yaitu asma yang terjadi melalui mekanisme imunologis. Asma akibat kerja dengan masa laten. c. yaitu asma yang disebabkan paparan zat di tempat kerja. pekerja penggilingan dan tukang roti. tukang cat dan pekerja yang berhubungan dengan polivinil klorida (pvc). tukang kayu. Pada kelompok ini terdapat masa laten yaitu masa sejak awal pajanan sampai timbul gejala.Asma akibat kerja adalah suatu penyakit yang ditandai oleh gangguan aliran nafas dan hipersensitiviti bronkus yang terjadi akibat suatu keadaan di lingkungan kerja dan tidak terjadi pada rangsangan di luar tempat kerja. Asma Akibat Kerja. operator gergaji. Nilai Ambang Batas c. pembut enzim deterjen. Biasanya terdapat pada orang yang sudah tersensitisasi yang bila lagi bahan tersebut maka akan menimbulkan asma. b. Gejala seperti ini dikenal dengan istilah Irritant induced asthma atau Reactive Airways Dysfunction Syndrome (RADS). perajin. Pada kelompok ini terdapat masa laten yaitu sejak awal pajanan sampai timbul gejala. Asma akibat kerja tanpa masa laten yaitu asma yang timbul setelah pajanan dengan beban ditempat kerja dengan kadar tinggi dan tidak terlalu dihubungkan dengan reaksi imunologis. Pekerja yang memiliko risiko terbesar antara lain pekerja yang bersentuhan dengan biji-bijian dan padia-padian seperti pekerja gudang makanan ternak.

asap yang menetap sedikitnya dalam 3 bulan. esonofil dan makrofag menandai inflamasi saluran nafas yang menyebabkan perubahan fungsioanal Asma Akibat Kerja hiperresponsif saluran nafas.setelah satu kali pajanan dengan bahan iritan konsentrasi tinggi seperti gas. akut dan kronis obstruksi aliran udara. Terikatnya IgE kereseptorannya. Asma yang diperburuk di tempat kerja yaitu asma yang sudah ada sebelumnya atau sudah mendapat terapi asma dalam 2 tahun sebelumnya dan memburuk akibat pajanan zat di tempart kerja. Patofisiologis Asma Akibat Kerja yang disebabkan bahan dengan berat molekul tinggi Bahan dengan berat molekul tinggi dikenali ileh Antigen Presenting Cell (APC) dan menghasilkan rspon imunologi CD4 Tipe 2 yang mnghasilkan antobodi IgE spesifik oleh sel B yang dirangsang oleh Interleukin IL-4/IL-13. Patogenesis 1. dan sitokin Th2 (IL-5) menginduksi dan mengaktifkan sel-sel inflamasi yaitu sel mast. d. yaitu . 2.

mengurangi debu rumah dan tempat kerja. paparan ujung syaraf menyebabkan inflamasi neurogenik. b. Pada Asma Akibat Kerja tipe ini juga berperan suatu respon imunologi campuran CD4 / CD8 Tipe 2/ Tipe 1 atau rangsangan dari CD8 spsefisik. Pencegahan Primer a. Menurunkan pajanan. Pemeriksaan kesehatan sebelum mulai bekerja untuk mengetahui riwayat kesehatan dan menentukan individu dengan risiko tinggi. c. modifikasi proses untuk meunrunkan sensitisasi. dan penglepasan mediator inflamasi dan sitokin diikuti dengan aktivasi nonspesifik sel mast. Kerusakana sel epitel bronkus akan menghilangkan faktor relaksasi dari bronkus. Banyak bahan dengan berat molekul rendah tidak secara konsisten merangsang antigen IgE spesifik. e. Pencegahan 1. automatisasi proses (robot). memperbaiki ventilasi. . dapat berupa substitusi bahan. Penyuluhan tentang perilaku kesehatan di lingkungan kerja. Patofisiologis Asma Akibat Kerja yang disebabkan bahan iritan dengan konsentrasi tinggi. 3. Inhalasi dengan iritan konsentrasi tinggi menyebabkan kerusakan apitel jalan nafas. Patofisiologis Asma Akibat Kerja yang disebabkan bahan dengan berat molekul rendah Bahan dengan molekul rendah tertentu juga menginduksi antobodi IgE spseifik. Sitokin Th2 (IL-5) dan Th1 (IFN-) dan kemokin proinflamasi lainnya MCP-1.2. Signal berbahaya karena kerusakan sel epitel bronkus mengaktivasi sel imunokompeten. otot polos dan fibroblast dapat menginduksi regenerasi jaringan dan remodeling. Pada pekerja yang menderita irritant induced asthma. kerusakan sel epiel mengaktifkan sel imunokompeten. bekerja sebagai Hapten dan beriktan dengan protein tubuh membentuk antigen fungsional. Sekresi ari faktor pertumbuhan sel-sel epitel. TNF akan mengatifkan sel-sel inflamasi.

d. Setelah paparan tunggal. Definisi Gangguan pendengaran akibat bising/GPAB (Noise-Induced Hearing Loss/NIHL) adalah bentuk permanen dari ketulian yang muncul akibat paparan suara yang keras. Gangguan Pendengaran Akibat Bising a. 2. Istilah GPAB mengacu kepada penurunan ketajaman pendengaran yang berhubungan dengan paparan kebisingan. GPAB di tempat kerja (Occupational Noise-Induced Hearing Loss) adalah ketulian yang terjadi perlahan dalam jangka waktu lama (beberapa tahun) sebagai hasil paparan terus-menerus atau bising kuat/keras sekali/intermiten (Hellman & Associates. 2011. Kontrol administrasi untuk mengurangi pekerja yang terpajan ditempat kerja dengan rotasi pekerjaan dan cuti. denga melakukan emeriksaan secara berkala yang bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit asma akibat kerja. yaitu dengan menghindarkan penderita dari pajanan lebih lanjut. 3. bisa timbul tuli permanen irreversible. 2011). yang mengarah pada pergeseran ambang pendengaran permanen (Thorne. 8. tetapi jika suara cukup kuat atau diulang. Menggunakan alat proteksi pernapasan. untuk mencegah penyakit menjadilebih buruk lagi. e. Pencegahan tersier. Hilangnya pendengaran bisa saja permanen dan keadaan ini digambarkan sebagai pergeseran ambang batas permanen (Permanent Threshold Shift/PTS). Paparan kebisingan dapat menyebabkan pergeseran ambang batas pendengaran yang bersifat sementara (temporary threshold shift/TTS) atau . Keadaan ini dapat bersifat sementara dan digambarkan sebagai pergeseran ambang batas sementara (Temporary Threshold Shift/TTS) walaupun belum ada definisi yang pasti tentang durasi paparan kebisingan yang mungkin berkisar dari jam hingga hari. American Hearing Research Foundation. terjadi perubahan temporer pada pendengaran yang reversible. Pencengahan Sekunder. 2012).

2004. Nilai Ambang Batas Nilai Ambang Batas Kebisingan telah direkomendasi menurut ACGIH (American Conference of Governmental Industrial Hygienist) dan ISO (International Standard Organization) sebesar 85 dB(A). menghasilkan pergeseran ambang batas permanen (Attias. et al. maka lama kerja menjadi setengahnya. Selama 16-48 jam setelah paparan kebisingan. Nelson.permanen (permanent threshold shift/PTS). 2008. Adelman.. b. et al. umumnya akan terjadi pemulihan jika kondisi dan kerusakan tidak terlalu parah. 2009). Rentang waktu dari kerusakan sementara dapat beberapa hari atau bahkan minggu setelah paparan kebisingan. sedang menurut OSHA (Occupational Safety and Health Administration) sebesar 90 dB(A) untuk waktu kerja 8 jam/hari. setiap kenaikan tingkat intensitas bising sebesar 5 dB (the rule of 5 dB). kerusakan akan bersifat permanen dan sel-sel akan mati.. . Jika tidak dapat pulih dalam jangka waktu beberapa minggu. tergantung pada intensitas dan durasi suara. sedangkan Nilai Ambang Batas Kebisingan menurut ISO. Nilai Ambang Btas Kebisingan menurut ACGIH. maka lama kerja yang diperkenankan menjadi setengahnya. setiap kenaikan tingkat intensitas kebisingan sebesar 3 dB (the rule of 3 dB).

Berdasarkan Surat Keputusan Mentri Tenaga Kerja Nomor KEP. Sedangkan untuk kebisingan yang melampaui NAB. waktu pajanan ditetapkan sebagai berikut : .51/MEN/1999 mengenai Nilai Ambang Batas kebisingan ditetpkan sebasar 85 desi Bell A (dBA).

penyakit jantung coroner dan lainlain. susah tidur. Gangguan pendengaran (ketulian) . kurang konsentrasi. yaitu berupa peningkatan tekanan darah. emosi serta paparan dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit psikosomatik seperti gastritis. 2. Gangguan fisiologis. Gangguan keseimbangan. 3. berupa gangguan fisiologis seperti kepala pusing. berupa rasa tidak nyaman. mual dan lain-lain.c. konstruksi pembuluh darah kecil terutama bangian kaki. peningkatan nadi. Gangguan psikologis. Jenis Penyakit Dampak yang dapat ditimbulkan pada pekerja akibat kebisingan antara lain : 1. Gangguan komunikasi 4. dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris. basal metabolism. 5.

b. 2010). 2006). 2011). . Besarnya PTS dipengaruhi oleh faktor :  Tingginya level suara  Lama pemaparan  Spektrum suara  Temporal Pattern  Kepekaan individu  Pengaruh obat-obatan  Keadaan sehat d. Tuli menetap (Permanent Treshold Shift=PTS) Biasanya akibat paparan yang lama (kronis). pekerja akan mengalami penurunan daya dengar yang sifatnya sementara. et al. Mizuo. Brown & Eschacht. Biasanya waktu pemaparan terlalu singkat. setelah cukup istirahat daya dengarnya akan pulih kembali. Tuli Sementara (Temporary Treshold=TTS) Diakibatkan oleh pemaparan terhadap bising dengan intensitas tinggi. Miyamoto & Shimizu. 2005.. Gangguan pendengaran akibat bising juga merupakan interaksi dari faktor lingkungan dan faktor genetik (Laer. Seidman & Standring. 2003. Patogenesis Mekanisme dasar terjadinya gangguan pendengaran akibat bising merupakan kombinasi dari faktor mekanis dan metabolik yakni adanya paparan bising kronis yang merusak sel rambut koklea dan perubahan metabolik yang menyebabkan hipoksia akibat vasokontriksi kapiler oleh karena bising (Ferrite & Santana.a. Paparan bising menyebabkan pembentukan 8-isoprostaglandin F2α (8isoPGF2α) didalam koklea yang merupakan marker terjadinya proses reaktif oksigen dan berpotensi menyebabkan vasokonstriksi sehingga menurunkan aliran darah ke koklea/Cochlear Blood Flow (CBF) (Miller.

kolaps sel-sel penunjang. Daerah yang pertama terkena adalah sel-sel rambut luar separti stereosilia pada sel-sel rambut luar menjadi kaku. sepanjang tepi ligamentum spiralis. Gelombang bunyi tersebut menimbulkan regangan pada partisi koklea dan menyebabkan fleksi membran basilaris. 2009). Pencegaha Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain : 1. hilangnya jaringan fibrosit dan kerusakan serabut saraf (Daniel. Kerusakan yang terjadi pada struktur organ tertentu bergantung pada intensitas dan lama paparan. kerusakan pada stria vaskular. sehingga mudah dimengerti bahwa sel penunjang pada bagian tengah membran basilaris bersama sel rambut luar dan sel rambut dalam mudah terjadi kerusakan akibat pajanan bising (Alberti.Penilaian tuli akibat bising secara histopatologi menunjukkan adanya kerusakan organ Corti di koklea terutama sel-sel rambut. 1991). Dengan bertambahnya intensitas dan durasi paparan akan dijumpai lebih banyak kerusakan seperti hilangnya stereosilia. sel rambut luar dan membran basilaris akibat pajanan bising menurut gelombang bunyi yang datang akan tersebar secara merata berbentuk radial. Dengan melakuakan pengendalian yaitu : a. Akibat dari keadaan di atas bagian tengah membran basilaris yang tidak ditopang oleh penunjang lain akan bergetar lebih kuat dibandingkan struktur lain. e. 2007. Pengendalian teknis  Pemilihan equipment/process yang lebih sedikit menimbulkan bising  Mantainance alat . Kujawa. Pada bagian tengah ini pula terletak bagian basal sel rambut luar yang mempunyai hubungan erat dengan pilar sel rambut dalam. Mekanisme hidrodinamika pada kerusakan sel rambut dalam.

Nilai Ambang Batas Nilai Ambang Batas (NAB) bergantung pada jenis senyawa yang digunakan serta paparan yang akan ditimbulkan. b. pekerja dalam proses produksi perkakas. pemanasan tungku. Definisi Logam keras adalah suatu istilah yang dipakai untuk karbida-karbida logam dipadatkan dari tungstreen yang sangat keras (didalamnya telah ditambahkan sejumlah kecil titanium. . Penyakit Debu Logam Keras a. serta pekerja lain yang bertugas di dekat tempat kerja yang memiliki risiko tinggi terkena pajanan. Penggunaan APD sepert earplug. vanadium. 9. pengasahan perkakas dan bagian mesin. earmuff dan helmet. Pekerja yang memiliki risiko tinggi terkena penyakit debu logam keras antara lain pekerja yang terlibat dalam produksi karbida dalam proses mencampur. pengerjaan dengan mesin. b. molydebrum. penggerindaan persisi. Melakukan pemeriksaan secara berkala 3. Pemasangan peredam bunyi pada alat produksi  Mengisolasi tempat yang menjadi sumber bising dengan melakukan peredaman. membuat bubuk. Pengendalian Administratif  Menerapkan sistem shift  Mengurangi jam kerja  Melakukan training 2. membentuk. tantalum. atau karbida kronium) yang diikat bersama kobalt (termasuk besi dan nikel).

Pencegahan Untuk mencegah timbulnya penyakit yang diakibatkan oleh logam keras upaya yang dapat dilakukan antara lain : 1.c. Penyakit paru dan saluran pernafasan yaitu bronkhopulmoner merupakan penyakit yang disebabkan oleh debu logam keras. Debu yang terabsorbsi kemudian didistribusikan ke bagian-bagian tubuh melalui udara pernafasan dengan partikel debu yang lain. dan dyspnea pada pengerahan tenaga. Pengguanaan APD berupa respirator selama paparan dengan kadar debu tinggi. Jenis Penyakit Debu logam keras dapat menimbulkan berbagai efek antara lain berbagai gejala iritatif termasuk batuk. 4. Patogenesis Absorbsi logam keras hanya terjadi lewat paru-paru. Melakukan pemeriksaan berkala yang dilakukan dalam periode waktu setiap tahun yang bertujuan untuk deteksi dini adanya penyakit yang timbul akibat logam keras. Partikel debu yang tak larut akan tertahan dalam jaringan paru. Penyakit Infeksi dan Parasit a. meliputi pemeriksaan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. sementara itu komponen yang larut dibawa oleh aliran darah ke bagian tubuh lain. fibrosis intestinal difus juga dapat terjadi. Definisi . rhinitis. 10. Pengendalian teknis yang dilakukan dengan cara menutup mesin-mesin dan ventilasi pembuangan lokal sehingga akan mengurangi kadar debu agar sesuai dengan NAB. 3. d. Hanya kobalt uang diekskresi dalam jumlah kecil melalui kemih. 2. Melakukan pemeriksaan sebelum penempatan. dyspnea mirip asma. e.

klamidia. Ensefalitis 2. rumah sakit. d. jamur. Pemeriksaan secara berkala. nutrisi dan multiplikasi serta adanya reservoir oblogat serta vektor biantang pada kasus parasite. Jenis Penyakit Penyakit yang dapat ditimbulkan akibat infeksi dan parasite antara lain : 1. protozoa. dan cacing. pkerjaan yang berhubungan dengan penanganan binatang dan produk-produknya dan pekerjaan lapangan dimana terdapat kontak dengan binatang. laboratorium. Agen penyebab infeksi dan parasit antara lain. Agen dapat masuk ke dalam tubuh pekerja melalui udara. dll. iklim. c. Antraks 4. Melakukan pemeriksaan sebelum penempatan. Infeksi jamur kulit 5. 2. kulit. Pendidikan kesehatan terhadap pekerja . bakteri. b.Paparan terhadap mikroorganisme dan parasite infektif hidup dan produk toksiknya tidak dipungkiri dapat terjadi di tempat kerja. 3. ruang otopsi. berupa pemeriksaan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. gigitan serangga maupun makanan dan minuman. Rabies. Penyakit infeksi dan parasit ini memiliki risiko tinggi pada pekerja pertanian. Tuberculosis 3. Pencegahan Pencegahan yang dapat dilakukan dengan cara : 1. tempat-tempat kerja di Negara beriklim panas dan belum maju. Patogenesis Mekanisme terjadinya penyakit infeksi dan parasite akibat kerja dapat melalui berbagai cara bergantung dari jenis agen yang menginfeksi. klinik. virus. Kemampuan hidup dari masing-masing parasite bergantung pada faktor-faktor fisik.

Akne (jerawat) akibat kerja. 4. mempunyai ciri-ciri klinisa yang sama dengan eczema bukan akibat kerja. c. Dermatosis solaris akut. Ciri=ciri dari . Presentasi dermatosis akibat kerja dari seluruh penyakit-penyakit akibat kerja sekitar 50%-60%. Penyakit Kulit Akibat Kerja a. melainkan juga tumor atau alergi. kimia maupun biologis. Menggunakan APD seperti sarung tangan. masker ataupun baju pelindung sesuai dengan jenis pekerjaan. 5. istilah dermatosis lebih tepat daripada dermatitis. Bentuknya mirip dengan kebanyakan dermatosis yang lain dan penyebabnya tidak mudah dikenali. Dermatitis kontak alergi. banyak penyebabnya antara lain agen sebagai penyebab penyakit kulit tersebut antara lain berupa agen-agen. 2. Melakukan penanganan kasus dengan tepat terhadap pekerja yang sudah terinfeksi. seperti mengisolasi. yang sangat dipermudah oleh zat-zat fotodinamik yang digunakan dalam pekerjaan tersebut. Mirip dengan jerawat pada umumnya. 3. Jenis Penyakit Jenis-jenis penyakit kulit akibat kerja antara lain : 1. Penyakit kulit yang dianggap sebagai penyakit kulit akibat keerja.4. maka dari itu penyakit tersebut mendapatkan perhatian yang culup. Definisi Penyakit kulit akibat kerja atau yang didapat sewaktu melakukan pekerjaan. sebab kelainan kulit akibat kerja tidak usah selalu suatu peradangan. 11. 6. Dermatitis kontak iritan primer. baik akut maupun kronis. Melakukan prosedur kerja secara tepat. Patogenesis Dermatosis akibat kerja adalah segala kelainan kulit yang timbul pada waktu bekerja atau disebabkan oleh pekerjaan. adalah dermatosis akibat kerja yang paling sering ditemukan. tetapi terutama menyerang bagian yang kontak dengan agen. b.

hendaknya disediakan APD dan penggunaannya diharuskan untuk digunakan selama jam kerja. Eliminasi kontak kulit dengan bahan penyebab. Penyakit Akibat Udara Mampat a. 4. Kontak kulit dengan agen hendaknya dibatasi dengan pengendalian teknologi. topeng wajah). Pakaian pelindung (apron. Bilamana mungkin allergen kuat sensitizer dan karsilogen hendaknya diganti dengan zat-zat yang kurang berbahaya. berwarna kemerah-merahan disertai rasa gatal pada kulit. 12. . 6.demratosis itu sendiri adalah kulit mengelupas. 4. 2. d. 5. Udara mampat di tempat kerja dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada pekerja. Alat Pelindung Diri (APD). berupa pelindung mata dan muka atau pelindung kulit dan tubuh. 3. Penyediaan fasilitas dasar untuk kebersihan diri. Mengganti bahan-bahan berbahaya dengan yang tidak berbahaya. 3. sarung tangan. Penilaian bahan-bahan yang akan digunakan di perusahaan. Pemeriksaan pra kerja. 2. Definisi Udara mampat adalah udara pada tekanan yang lebih tinggi daripada tekanan permukaan laut atau yang disebut atmosfer normal. Pendidikan. Penyakit akibat udara mampat di tempat kerja memiliki risiko tinggi pada pekerja dalam terowongan udara mampat dan operasi caisson serta para penyelam. Sedangkan upaya penanggulangan secara umum untuk mencegah penyakit kulit akibat kerja antara lain : 1. Pencegahan Pencegahan dermatosis akibat kerja yang dapat dilakukan antara lain : 1. Hygiene personal dan perusahaan. 5.

paru-paru meletus dan emboli udara otak. c. 3. 13.b. Penyakit getaran adalah penyakit atau gangguan kesehatan yang timbul akibat getaran. Pemeriksaan sebelum penempatan. nitrogen yang larut dalam darah membentuk gelembung-gelembung yang menyebabkan gangguan sirkulasi jaringan setempat. Patogenesis Efek dari udara mampat dapat menyebabkan barotrauma atau fisiologis akibat peningkatan tekanan parsial gas-gas komponennya. Penyakit Akibat Getaran a. keracunan oksigen apabila oksigen digunakan saat dekompresi dan osteonecrosis akibat disbarisme atau nekrosis aseptic. d. sakit dekompresi. Menaati segala peraturan atau prosedur kerja yang telah ditetapkan. Pencegahan Pencegahan yang dapt dilakukan antara lain : 1. Pada tekanan atmosfer normal sekitar 12 ml nitrogen dalam darah. Barotrauma timbul akibat adanya perbedaan tekanan antara kedua sisi membrane timfani dan efek utama yaitu sakit dekompresi yang diakibatkan oleh pembentukan gelembung-gelembung nitrogen dalam darah. Apabila dekompresi meuju tekanan atmosfer terlalu cepat. b. yang meliputi pemeriksaan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Nilai Ambang Batas . Pemeriksaan secara berkala yang bertujuan untuk melakukan deteksi dini. 2. Jenis Penyakit Penyakit atau gangguan yang dapat ditimbulkan akibat udara mampat antara lain barotrauma telinga tengah dan sinus. Definisi Getaran adalah gerakan yang teratur dari benda atau media dengan arah bolak-balik dari kedudukan keseimbangan (KEP-51/MEN/1999).

Istirahat : massaging. Pemeriksaan berkala 14. Pakai gloves (VIP) 5. shaking 4.NAB getaran alat kerja yang kontak langsung maupun tidak langsung pada lengan dan tangan tenaga kerja ditetapkan sebesar 4 meter per detik kuadrat (m/det2). Jaga agar paparan tak melampaui NAB 2. Pencegahan 1. Vaskular dan sirkulasi 2. Osteoarthritis 4. c. Jaga agar badan tetap hangat 6. Hindari faktor risiko 7. Hernia Nucleus Pulposus d. Penyakit Akibat Debu Mineral . Patogenesis Penyakit akibat getaran biasanya muncul setelah paparan selama 3-5 tahun yang menyebabkan gangguan pada aliran darah di daerah ginjal dan saluran kencing. Atur waktu kera-istirahat (1 jam-10 mnt) 3. swinging. Jenis Penyakit 1. Sistem saraf 3. e. serta kerusakan permanen pada sendi atau tulang yang menyebabkan arthritis. Sedangkan untuk paparan akut dapat menyebabkan peradangan atau inflamasi kemudian timbuk gangguan finsi ginjal dan saluran kencing.

Retenst Partikel debu dengan diameter 5-15 um yang mengendap pada saluran pernafasan dapat dibersihkan oleh gerakan mukosiliar. Definisi Bentuk-bentuk mineral Kristal utama yang dianggap sebagai silika bebas adalah kuarsa. pengerokan wadah rebus. tetapi partikel .a. Batu-batuan umumnya mengandung silika bebas yang terbawa udara Berasal dari peledakan. Nilai Ambang Batas c. porselin dan enamel serta pekerjaan-pekerjaan yang menggunakan pasir. pengeboran dan penggilingan batuan. antrakosilikosis. pabrik keramik. penghancuran. pembentukan. dan kristobalit. Jenis Penyakit Jenis penyakit yang dapat ditimbulkan akbata pajan debu mineral yaitu pneumokiniosis karena debu mineral pembentuk jaringan parut (silicosis. d. penyemprotan pasir di tempat pengecoran dan pembersihan bangunan. yaitu : 1. pencetakan. penggerindaan. penghalusan dan pemolesan batu. Debudebu mineral tersebut apabila masuk ke dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan kesehatan atau penyakit akibat kerja. Patogenesis Ada dua tahapan debu mineral dapat masuk dalam saluran pernafasan. b. asbetosis) dan silikotuberkulosisi yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian. tridmit. Risiko tinggi terkena pajanan debu mineral yaitupada pekerja tambang dan ekstraksi batu-batu keras.

maka partikel yang dilepaskan akan diambl leh sel lain. Apabila sel-sel yang berisi debu tersebut mati.berdiameter 0. sel-sel lain ini akan terbunuh sehingga akan tercipta suatu reaksi derajat rendah yang berkelanjutan yang mengarah pada pembentukan jaringan parut setempat (nodul-nodul) seringkali terjadi di saluran nafas terminal. Pencegahan Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain : 1. Namun. Debu silika bebas berbeda dalam hal kemampuan mematikan sel. Eliminasi Eliminasi partikel-partikel kuarsa terutama saat bercampur dengan debu lain dapat terjadi selama beberapa hari pertama setelah inhalasi leaet bronkus dan trachea. Debu tertahan meningkat dalam peninggian tingkat paparan.5-5 um yang sampaidi saluran pernafasan terminal atau lebih jauh mungkin tertahan. Partikel debu yang tertahan di paru-paru diambil oleh makrofag yaitu fagosit mononuclear dan diangkut ke saluran nafas kemudian dibersihkan ke parenkim paru. . misalkan pada proses sandlasting yaitu proses meratakan permukaan logam dengan debu pasir yang disemprotkan dengan tekanan tinggi diganti dengan bubuk alumina. Mekanisme perlindungan normal yaitu dengan melapisi partikel debu dengan suatu glikoprotein kaya besi tampaknya tidak efektif pada kasus partikel silika bebas. paparan terhadap debu yang tinggi pada masa lalu dan adnya penyakit paru terutama tuberculosis. dan aktivasi ini dapat diperlambat oleh adanya debu-debu lain dan zat kimia yang mempengaruhi permukaan partikel kuarsa. Partikel tertahan dalam partikel partu tersebut jarang diangkut melalui kelenjar limfe sehingga menyebabkan kerusakan pada paru dan kelnjar limfe. 2. Substitusi yaitu melakukan menggantian bahan dengan bahan yang tidak berbahya. e.

Nilai Ambang Batas 1. Penggunaan APD seperti masker yang terstandarisasi. Definisi Radiasi adalah perpindahan energi oleh gelombang atau partikel. Mengurangi kadar silika bebas dalam mangan. tapi tidak cukup untuk membangkitkan ion. Radiasi Ionisasi Nilai Batas Dosis (NBD) radiasi tahunan yang mengacu pada IAEA Safety Series No. Radiasi Ionisasi adalah bentuk-bentuk radiasi yang pada interaksi dengan materi mengakibatkan partikel-partikel bermuatan listrik (ion). neufrons. sinar laser. 115 tentang Standar Keselamatan Internasional Proteksi terhadap Radiasi Pengion dan Keselamatan Sumber Radiasi. Contoh: sinar ultra-ungu (ultra-violet). 3. b. 15. 2. sinar gama. Ada dua jenis radiasi yaitu : 1.2. sinar beta. Penyakit akibat radiasi dapat ditimbulkan oleh kecelakaan radiasi yaitu suatu kondisi yang tidak direncanakan termasuk kesalahan operasi. Radiasi non Ionisasi adalah bentuk-bentuk radiasi dengan energi yang cukup untuk mengeluarkan elektron. sinar X. . kerusakan ataupun kegagalan fungsi alat yang menjurus timbulnya kondisi paparan radiasi dan atau kontaminasi yang melampaui batas keselamatan. Contoh: sinar alfa. Penyakit Akibat Radiasi Ionisasi a. sinar infra merah (infra-red). gelombang mikro (microwaver). denga cara ventilasi umum dan lokal.

2. Nilai Ambang Batas Frekuwensi Radio dan Gelombang Mikro . Waktu Pemajanan Radiasi Sinar Ultra Ungu yang diperkenankan kep51/MEN/1999 b. Radiasi Non-Ionisasi a.

4.3. Reproduksi. Apabila molekul pecah atau terdisosiasi karenanya. Hal inilah yang menjadi dasar meningkatnya risiko kanker karena terpapari dengan radiasi pengion. Frekuensi Radio dan Gelombang Mikro: Gangguan Sistem Syaraf. Contoh: efek karsinogenik. Jenis Penyakit 1) Radiasi Ionisasi Efek somatik timbul secara langsung pada tenaga kerja terpapar. Pencegahan 1. akan terbentuk fragment berupa radikal bebas dan ion. erythema merupakan bercak merah abnormal pada kulit. Contoh: Katarak. yang secara kimia tidak stabil. baik dari radiasi alam maupun buatan. Efek genetik timbul pada keturunannya. Pada kondisi sel rusak yang tumbuh secara abnormal dapat menjadi apa yang kita kenal sebagai kanker. Memposisikan diri sejauh mungkin dari sumber radiasi . Efek Stochastic merupakan efek yang kemungkinan terjadinya dianggap merupakan fungsi dari dosis yang diterima diperkirakan tanpa ambang batas. Efek Non Stochastic merupakan efek berat ringannya sesuai dosis dan memiliki NAB. maka secara proporsional akan mengurangi dosis radiasi yang diterima. 2. 5. 2) Radiasi non-Ionisasi Sinar Ultra Ungu: konjungtivitis fotoelektrika pada mata. dugaan Leukimia dan Katarak. Radikal bebas sangat reaktif dan dengan mudah dapat bereaksi atau mengoksidasi atom lain dalam suatu sel jaringan yang menyebabkan sel menjadi rusak. Mengurangi waktu berada di sekitar sumber radiasi Dengan sesingkat mungkin berada dekat dengan sumber radiasi. Patogenesis Radiasi menyebabkan terionisasi atau tereksitasinya atom dan molekul sel di dalam jaringan tubuh. Yang perlu mendapat perhatian adalah apabila terjadi kerusaan sel yang menyebabkan pertumbuhan sel abnormal.

. Dengan menjauhkan sumber radiasi dengan faktor dua. dekontaminasi sumber radioaktif sebelum bekerja. Menjauhkan jarak sumber radiasi dengan faktor tiga akan menurunkan intensitas radiasi menjadi sepersembilannya. Menggunakan perisai yang sesuai Perisai yang tepat dapat menurunkan secara eksponential paparan radiasi gamma dan menghalangi hampir semua sinar radiasi-beta.Besarnya paparan radiasi akan menurun. 3. akan menurunkan intensitasnya menjadi seperempatnya. maka kurangi aktivitas zat radioaktif dengan cara: Untuk sumber dengan waktu paruh pendek tunggu sampai meluruh. 4. untuk mengurangi bahaya radiasi eksterna. atau pindahkan zat radioaktif yang tidak perlu dan bisa dipindahkan ke lokasi lain. sebanding dengan kebalikan kuadrat jarak terhadap sumber. Selain dengan ketiga strategi di atas.