LEMBAR RENUNGAN AAP 2015

UMAT PAROKI
KELUARGAKU
RAHIM BELAS KASIH & PENGAMPUNAN
PERTEMUAN PERTAMA
KELUARGA ADALAH RAHIM ILAHI

KOMISI KATEKETIK KEUSKUPAN BOGOR
JL. A Yani No. 30. BOGOR

PROSES PERTEMUAN
A. PEMBUKA
1. Lagu Pembuka: (Madah Bakti No. 317)
2. Tanda Salib dan Salam:
P: † Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh
Kudus.
U: Amin.
P: Semoga kasih Allah menyertai kita
sekalian.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
3. Kata Pembuka:
P: Saudara-Saudari terkasih dalam Kristus,
Selamat berjumpa kembali dalam acara
pendalaman iman Aksi Adven Pembangunan
(AAP). Pada Masa Adven Tahun 2015 ini,
Gereja Keuskupan Bogor, melalui Bapa
Uskup Paskalis Bruno Syukur, mengajak kita
sekalian mempersiapkan diri memyambut
Natal dengan hati penuh syukur atas anugerah
yang diberikan Tuhan kepada kita. Tema AAP
yang ditetapkannya adalah: ”Keluargaku
Rahim Belaskasih dan Pengampunan”.
Tema umum ini diurai menjadi tiga sub tema,

yaitu: (1) Keluarga Rahim Ilahi, (2) Keluarga
Mengolah Konflik dalam Terang Injil, dan (3)
Keluarga Merayakan Rahmat Belaskasih dan
Pengampunan.
Di dalam pertemuan pertama ini, dengan sub
tema “Keluarga Rahim Ilahi”, kita diajak
untuk lebih menyadari bahwa keluarga kita
masing-masing merupakan rumah atau tempat
pertama dan utama “pendidikan kerahiman
ilahi”; tempat tinggal dan bertumbuhkembangnya pribadi-pribadi yang
mencerminkan diri sebagai citra Allah.
Dengan kesadaran ini, kita meneguhkan
kembali pilihan kita menjalani panggilan
hidup berkeluarga kita masing-masing.
Mari siapkan hati dan pikiran kita, agar
renungan yang kita lakukan ini memberi
manfaat bagi kehidupan keluarga dan Gereja
kita.
(Hening sejenak)
4. Doa Pembuka:
P : Marilah berdoa.

Allah Bapa Yang Penuh Kasih, sejak kekal
Engkau menaruh belaskasih kepada manusia
dan dalam keluarga kami masing-masing.
Kami mohon, bukalah hati dan pikiran kami,
agar semakin sadar bahwa kami adalah
Gambar dan Rupa-Mu sendiri. Semoga oleh
Sabda-Mu yang akan kami renungkan,
mendorong kami semakin menampakkan
kerahiman ilahi-Mu dalam keluarga kami.
Demi Yesus Kristus, Pengantara kami.
U : Amin.
B. MENGGALI ARTI “KELUARGA SEBAGAI
RAHIM ILAHI”
5. Dialog:
Saudara-Saudari terkasih,
Dalam Kata Pembuka tadi, telah disebut tema
pertemuan kita hari ini, yaitu “Keluarga
sebagai Rahim Ilahi”. Menurut SaudaraSaudari, apa arti “Keluarga sebagai Rahim
Ilahi”?

Umat dapat mengemukakan pendapat tentang
“Keluarga sebagai Rahim Ilahi”, secukupnya,
dalam suasana dialog, tidak berkembang
menjadi adu pendapat atau debat.
Kita akan menggali lebih dalam makna
“Keluarga sebagai Rahim Ilahi” setelah kita
mendengarkan Sabda Tuhan.
C. MEMBACA DAN MENDALAMI SABDA
6. Bacaan Kitab Suci:
Bacaan pertama: Kej. 1:26-28
26
Berfirman Allah: ”Baiklah Kita menjadikan
manusia menurut gambar dan rupa Kita,
supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut
dan burung-burung di udara dan atas ternak
dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang
melata yang merayap di bumi. 27Maka Allah
menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya
dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya
mereka. 28Allah memberkati mereka, lalu
Allah berfirman kepada mereka:
”Beranakcuculah dan bertambah banyak,
penuhilah bumi dan taklukanlah itu,

berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burungburung di udara, dan atas segala binatang yang
merayap di bumi.
Bacaan kedua Lukas 1: 5- 25
5
Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah
seorang imam yang bernama Zakharia dari
rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari
ket urunan Harun, na manya Elisa be t.
6
Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan
hidup menurut segala perintah dan ketetapan
Tuhan dengan tidak bercacat. 7Tetapi mereka
tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul
dan keduanya telah lanjut umurnya. 8Pada
suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya,
Zakharia melakukan tugas keimaman di
h a d a p a n T u h a n . 9Sebab ketika diundi,
sebagaimana lazimnya, untuk menentukan
imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk
untuk masuk ke dalam Bait Suci dan
membakar ukupan di situ. 10Sementara itu
seluruh umat berkumpul di luar dan
sembahyang. Waktu itu adalah waktu
11
pembakaran ukupan.
Maka tampaklah
kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan
berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran
ukupan. 12Melihat hal itu ia terkejut dan

menjadi takut. 13Tetapi malaikat itu berkata
kepadanya:” Jangan takut, hai Zakharia, sebab
doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu,
akan melahirkan seorang anak laki-laki
bagimu dan harus engkau menamai dia
Yohanes. 14Engkau akan bersukacita dan
bergembira, bahkan banyak orang akan
bersukacita atas kelahirannya itu. 15Sebab ia
akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan
minum anggur atau minuman keras dan ia
akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari
Rahim ibunya. 16Ia akan membuat banyak
orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah
mereka, 17dan ia akan berjalan mendahului
Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk
membuat hati bapak-bapak berbalik kepada
anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka
kepada pikiran orang-orang benar dan dengan
demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat
yang layak bagi-Nya. 18Lalu kata Zakharia
kepada malaikat itu:” Bagaimanakah aku tahu,
bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah
tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”
19
Jawab malaikat itu kepadanya:” Akulah
Gabriel yang melayani Allah dan aku telah
diutus untuk berbicara dengan engkau dan
untuk menyampaika n kabar baik ini

kepadamu. 20Sesungguhnya engkau akan
menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata
sampai kepada hari, di mana semuanya ini
terjadi, karena engkau tidak percaya akan
perkataanku yang akan nyata kebenarannya
pada waktunya.” 21Sementara itu orang banyak
menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi
heran, bahwa ia begitu lama dalam Bait Suci.
22
Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata
kepada mereka dan mengertilah mereka,
bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di
dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat
kepada mereka, sebab ia tetap bisu. 23Ketika
selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia
pulang ke rumah. 24Beberapa lama kemudian
Elisabet, isterinya mengandung dan selama
lima bulan ia tidak menampakkan diri,
katanya: 25Inilah suatu perbuatan Tuhan
bagiku, dan sekarang Ia berkenan
menghapuskan aibku di depan orang.”
7. Pendalaman Iman:
P : Saudara-Saudari terkasih dalam Kristus,
Setelah kita membaca dan mendengarkan
dua bacaan Kitab Suci, sekarang marilah

kita mendalami iman kita akan Kristus
dari kedua bacaan tersebut, dan juga dari
pengalaman dan pengamatan kita dari
berbagai persoalan hidup berkaitan dengan
tema ”Keluarga Rahim Ilahi”.
Pertanyaan pendalaman:
a) Apa pesan dari bacaan pertama Kej.
1:26-27 bagi kita, manusia?
b) Apa saja persoalan-persoalan keluarga
yang tidak mencerminkan diri selaku
citra Allah? Dan mengapa persoalan
itu bisa terjadi?
c) Menurut Saudara-Saudari, manakah
fungsi keluarga, agar dapat
menghayati dengan baik dan benar
bahwa keluarga adalah Rahim ilahi?
d) Dari baca kedua, manakah usaha yang
dapat kita teladani dari keluarga
Bapak Zakharia dan Ibu Elisabet,
dalam menghayati keluarga adalah
Rahim Ilahi?
8. Benang Merah Pendalaman Iman:
(oleh pemandu)

9. Lagu Pengantar Renungan : “Di Doa Ibuku
Namaku Disebut”
Di waktu ku masih kecil
gembira dan senang.
Tiada duka ku kenal,
tak kunjung mengerang.
Di sore hari nan sepi
ibuku bertelut,
sujud berdoa ku dengar
namaku disebut.

reff :
Di doa ibuku
namaku disebut.
Di doa ibu ku dengar
ada namaku disebut.

Seringlah kini ku kenang
di masa yang berat,
di kala hidup mendesak
dan nyaris ku sesat.
Melintas gambar ibuku
sewaktu bertelut.
Kembali sayup ku dengar
namaku disebut.
Sekarang dia telah pergi
ke rumah yang senang,
namun kasihnya padaku
selalu ku kenang.
Kelak di sana kami pun
bersama bertelut,
memuji Tuhan yang
dengar
namaku disebut.

D. RENUNGAN: (oleh pemandu)
E. DOA-DOA TANGGAPAN:

10. Refleksi diri dan doa mohon pertobatan:
P : Saudara-Saudari yang terkasih dalam
Kristus.
Marilah pada kesempatan yang baik ini,
kita mawas diri sejenak. Kita bersyukur
karena sejak semula Allah menciptakan
kita menurut gambar dan rupa-Nya
sendiri. Artinya Ke-ilahian-Nya ada di
dalam diri kita, dan kita menyebutnya
Allah yang Maharahim.
Kerahiman ilahi terus menyertai kita
dalam perjalanan hidup keluarga kita
masing-masing. Menyadari kerahiman
Allah, mari kita refleksikan diri kita
masing-masing lalu mohon pengampunan
dari Allah, atas kelalaian, kesalahan dan
dosa-dosa kita, terutama karena kita
kurang menghayati kerahiman ilahi
dalam diri kita dan dalam keluarga kita.
(hening sejenak)
P:

Tuhanlah yang mengampuni segala
kesalahan kita dan menyembuhkan
segala penyakit kita.

U : Tuhan itu pengasih dan penyang.
P : Dialah yang meluputkan hidup kita dari
kematian dan memahkotai kita dengan
kasih setia dan rahmat
U : Tuhan itu pengasih dan penyayang.
P : Tuhan tidak akan murka terus menerus,
tidak untuk selamanya mengobarkan
amarah-Nya.
U : Tuhan itu pengasih dan penyang.
P:

Ia tidak memperlakukan kita setimpal
dengan dosa kita, dan tidak membalas
sepadan kesalahan kita.

U : Tuhan itu pengasih dan penyayang.
P : Semoga Allah yang Mahapengasih dan
Mahapenyayang, mengasihani kita,
menghancurkan sumber dosa di dalam
hati kita, dan mengantar kita ke hidup
yang kekal.

U:

Amin.

11. Doa Umat:
P : Ya Allah yang Maharahim, kami ingin
hidup bahagia di dalam keluarga kami,
dan menjadikan keluarga kami RahimMu yang kudus. Oleh karena itu, dengan
rendah hati kami sampaikan doa-doa
permohonan kami:
1. Ya Allah, bukalah hati dan pikiran
kami sebagai keluarga-keluarga
Katolik supaya kami semakin
menyadari tugas mulia dari-Mu
untuk memelihara keluarga kami
masing-masing sebagai rahim ilahi.
Kami mohon,
U : Kabulkanlah doa kami, ya
Tuhan.
2. Ya Bapa, tanamkanlah cinta kasih
sejati di dalam diri kami masingmasing, juga di dalam keluarga
kami. Bantulah kami untuk
menghayati cinta-Mu di dalam
hidup keluarga kami dengan

mencintai anggota-anggota keluarga
kami. Kami mohon,
U : Kabulkanlah doa kami, ya
Tuhan.
3. Ya Bapa, tolonglah keluargakeluarga yang mengalami kekerasan
di dalam rumah mereka, baik
kekerasan verbal maupun kekerasan
fisik. Utuslah kepada mereka Roh
Cinta Kasih dan Pengampunan, dan
kuduskanlah mereka kembali di
dalam kerahiman-Mu. Kami
mohon…
U : Kabulkanlah doa kami, ya
Tuhan.
4. Ya Bapa, semoga keluarga-keluarga
Katolik selalu hidup oleh imannya
akan Yesus Kristus, Putera-Mu,
seperti Keluarga ZakhariaElisabeth-dan-Yohanes Pembaptis.
Kami mohon,
U : Kabulkanlah doa kami, ya
Tuhan.

P : (Marilah kita sampaikan intensi pribadi
dalam hati kita masing masing-masing.)
P : Ya Bapa, kami percaya bahwa Engkau
selalu setia kepada kami umat-Mu,
walaupun kadang-kadang kami tidak
setia kepada-Mu. Kiranya Engkau
mengabulkan doa-doa permohonan kami
ini, karena kami memohon semua itu di
dalam Kristus, Tuhan dan Pengantara
kami.
U : Amin.
F. ORATIO DOMINICA:
P:

Atas petunjuk penyelamat kita, dan menurut
ajaran ilahi, maka marilah kita berdoa…

U:

Bapa Kami ...

U:

Ya Bapa, bebaskalah kami dari segala yang
jahat dan berilah kami damai-Mu, supaya
dalam keluarga kami semakin menghayati
kerahiman ilahi, sambil mengharapkan
kedatangan penyelamat kami, Yesus Kristus.

U:

Sebab Engkaulah Raja, yang mulia dan
berkuasa untuk selama-lamanya.

G. PENUTUP
12. Doa Penutup:
P : Marialah berdoa.
Ya Allah yang kekal dan kuasa, kami
bersyukur kepada-Mu, karena Engkau
telah mencurahkan Roh-Mu untuk
menyertai kami dalam merenungkan dan
berbagi pengalaman iman tentang
keluarga sebagai rahim ilahi. Semoga
butir-butir kerahiman ilahi-Mu yang
kami perbincangkan tadi, semakin
berakar dan berbuah dalam hidup
keluarga kami, karena Kristus yang kami
nantikan dalam HARI RAYA NATAL.
Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara
kami, yang bersama Dikau dalam
persatuan Roh Kudus, hidup dan
berkuasa, Allah sepanjang segala masa.
U : Amin.

13. Mohon Berkat:
P : Allah yang Maharahim, mengakhiri
pertemuan pendalaman iman ini, kami
mohon berkat-Mu atas diri dan keluarga
kami masing-masing, agar kami selalu
setia kepada-Mu.
Dan semoga Allah yang Maharahim
memberkati kita semua: (+) Dalam nama
Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U : Amin.
14. Kata Penutup dan Pengutusan:
P:

Sa udara -Sauda ri s ekali an, ibadat
pendalaman AAP kita kali ini sudah
selesai, marilah kita hidup dalam
kerahiman Tuhan.

U : Syukur kepada Allah.
15. Lagu Penutup: judul lagu (Madah Bakti No.
325)

LEMBAR RENUNGAN AAP 2015
UMAT PAROKI
KELUARGAKU
RAHIM BELAS KASIH & PENGAMPUNAN
PERTEMUAN KEDUA

KELUARGA MENGOLAH KONFLIK DALAM
TERANG INJIL

KOMISI KATEKETIK KEUSKUPAN BOGOR
JL. A Yani No. 30. BOGOR

PROSES PERTEMUAN
A. PEMBUKA
1. Lagu Pembuka: PS No. 442
2. Tanda Salib dan Salam:
P : † Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh
Kudus.
U : Amin.
P : Cinta kasih Allah Bapa dan Putera-Nya,
Yesus Kristus, serta penghiburan Roh
Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
3. Pernyataan Tobat:
P : Saudara-Saudari, sebelum kita
me ndengarkan Sabda Allah dan
merenungkannya, marilah kita
menyiapkan diri dengan mohon ampun
kepada Allah atas dosa-dosa kita.
---hening sejenak--P

: Tuhan Yesus Kristus, Engkau
memanggil kami supaya berbuat yang
benar.
Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.
P

: Engkau menanggung dosa kami supaya
kami bebas dari kekuasaan dosa dan
dapat hidup menurut kehendak Allah.
Kristus, kasihanilah kami.
U : Kristus, kasihanilah kami.
P

: Engkau menderita bagi kami supaya
kami selamat dan mengikuti jejak-Mu
Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
P

: Sem oga Al la h ya ng Ma ha ra him
mengasihani kita, mengampuni dosa
kita, dan mengantar kita ke hidup yang
kekal.
U : Amin.
4. Doa Pembukaan
P

: Marilah kita berdoa --bersama-sama

P + U: Allah B a p a kami yang Maharahim,
kami bersyukur kepada-Mu atas
kesempatan bertemu kembali sebagai

keluarga-Mu. Kami mohon terang
Roh Kudus-Mu bagi kami semua yang
hadir di sini untuk menuntun kami
a g a r k a m i mampu mendengarkan,
menghayati, dan mengamalkan sabdaMu, khususnya di dalam kehidupan
ke luar ga kami ma sing-ma s ing.
Semoga dalam menantikan kelahiran
Putera-Mu, Yesus Kristus, k a m i
semakin dikuatkan dalam iman kami
dengan nasihat-nasihat Injil Suci-Mu.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan
kami, yang hidup dan berkuasa
bersama dengan Ro h Kudus, Allah
sepanjang segala masa. Amin.
B. MEMBACA DAN MENDALAMI SABDA
5. Bacaan Kitab Suci:
Yesus pada umur dua belas tahun dalam
Bait Allah (Lukas 2: 41-52):
41
Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke
Yerusalem pada hari raya Paskah. 42 Ketika
Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah
mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada
hari raya itu. 43Sehabis hari-hari perayaan itu,

ketika mereka berjalan pulang, tinggallah
Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tuaNya. 44Karena mereka menyangka bahwa Ia
ada di antara orang-orang seperjalanan
mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan
jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum
keluarga dan kenalan mereka. 45Karena
mereka tidak menemukan Dia, kembalilah
mereka ke Yerusalem sambil terus mencari
Dia. 46Sesudah tiga hari mereka menemukan
Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di
tengah-tengah alim ulama, sambil
mendengarkan mereka dan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. 47Dan
semua orang yang mendengar Dia sangat
heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab
yang diberikan-Nya. 48Dan ketika orang tuaNya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu
kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah
Engkau berbuat demikian terhadap kami?
Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari
E n g k a u . " 49Jawab-Nya kepada mereka:
"Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah
kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam
rumah Bapa-Ku?" 50Tetapi mereka tidak
mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada
m e r e k a . 51Lalu Ia pulang bersama-sama

mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam
asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan
semua perkara itu di dalam hatinya. 52Dan
Yesus makin bertambah besar dan bertambah
hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin
dikasihi oleh Allah dan manusia.
6. Pendalaman Iman:
Dialog interaktif pengalaman dan kitab suci
1. Konflik apa yang terjadi dalam peristiwa
bacaan Injil?
2. Bagaimana Yusuf dan Maria mengolah
konflik yang terjadi dalam keluarganya?
3. Bagaimana sikap/tanggapan kita bila kita
menghadapi masalah dalam keluarga
kita? Apa yang dapat kita teladani dari
peristiwa keluarga Yusuf dan Maria?
C. RENUNGAN (oleh pemandu)
D. DOA-DOA TANGGAPAN:
1. Doa Umat:
P : Allah Bapa yang maha baik, Engkau
menghendaki agar keluarga-keluarga
katolik yang telah Engkau bangun
melalui perkawinan sah dan sacramental

dapat hidup bahagia. Bapa dengarkanlah
doa dan permohonan umatMu ini.
L : Ya Bapa semoga para mepimpin gereja
mampu menanamkan sabda-Mu dalam
diri kami sehingga kami menjadi pelaku
sabda-Mu yang setia
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L : Ya Bapa semoga keluarga-kelurga yang
sedang mengalami konflik mampu
menyelesaikan permasalahan mereka
dalam terang injil, kami mohon
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L : Ya Bapa semoga para orang tua mampu
memimpin keluarga mereka dalam terang
dan roh kebijaksanaanMu, Kami mohon
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L : Ya Bapa semoga anak-anak yang
dilahirkan dalam keluarga mampu
mengembirakan hati orang tua mereka
dan menjadi sumber suka cita bagi
keluarga, Kami mohon
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Ya Bapa semoga setiap keluarga
senantiasa memperbaharui diri dalam
Kristus yang lahir ke dunia.
Kami
mohon...
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L : Allah Bapa di surga, demikianlah
permohonan kami semoga keluarga
Nazaret tetap menjadi teladan bagi kami
semua, dengan pengantara Kristus Tuhan
kami
U : Amin
2. Doa Masa Adven (PS No. 86)
P : Marilah kita berdoa bersama-sama
Ya Allah Bapa yang mahakudus kami
bersyukur ke hadirat-Mu karena lewat
masa penantian ini Engkai menjanjikan
Juruselamat yakni Yesus Kristus PuteraMu. KedatanganNya dinubuatkan oleh
para nabi, dan dinantikan oleh Perawan
Maria dengan cinta mesra. Dialah Edam
baru yang memulihkan persahabatan
kami dengan Dikau. Ia menolong yang

lemah, dan menyelamatkan yang
berdosa.
Ia membawa damai sejati bagi kami dan
me m b ua t s e m a ki n ba ny a k or a n g
mengenal Engkau, dan berani
melaksanakan kehendak-Mu. Ia datang
sebagai manusia biasa, untuk
melaksanakan renaca-Mu dan
membukakan jalan keselamatan bagi
kami. Pada akhir zaman Ia akan datang
dengan semarak dan mulia untuk
menyatakan kebahagiaan yang kami
nantikan.
Kami mohon kelimpahan rahmat-Mu,
agar selama hidup di dunia ini kami
seslalu siap siaga dan penuh harap
menantikan kedatangan-Nya yang mulia,
agar pada saat Ia datang nanti, kami Kau
perkenankan ikut berbahagia bersama
Dia dan seluruh umat kesayangan-Mu.
Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami,
kini dan sepanjang masa. Amin.
3. Doa Bapa Kami

P : Saudara-saudara marilah dengan hati
yang mantap kita memohon datangnya
Kerajaan Allah di dunia ini dengan
mengucapkan doa yang diajarkan oleh
Yesus sendiri….
U : Bapa Kami…..
4. Doa Penutup
P : Allah Bapa kami yang maha baik, kami
bersyukur atas segala rahmat yang Kau
berikan kepada kami sehingga kami
dapat berbagi pengalaman iman dalam
mengolah konflik kehidupan kami
khususnya persoalan-persoalan dalam
rumah tangga. Semoga kami sebagai
pribadi dalam keluarga mampu
menyadari kerahiman ilahi sehingga
kerahiman ilahi itu tumbuh dan berakar
dalam rumah tangga kami masingmasing. Demi Kristus Tuhan dan
pengantara kami.
U : Amin
5. Berkat Pengutusan

P : Marilah kita mohon berkat Tuhan,
supaya segala upaya kita menyiapkan
perayaan Natal mencapai hasil seperti
yang kita harapkan dan supaya keluarga
kita semakin menghayati nasehat-nasehat
injil.
---hening sejenak--P : Semoga dalam masa persiapan Natal,
Allah meneguhkan iman kita
U : Amin
P : Semoga Allah mendorong kita supaya
lebih giat mengamalkan nasehat-nasehat
injil kepada sesama, khususnya di dalam
keluarga masing-masing.
U : Amin
P : Semoga kita semua yang hadir disini
diberkati Dalam Nama Bapa dan Putra
dan Roh Kudus
U : Amin
6. Lagu Penutup: PS No. 443

LEMBAR RENUNGAN AAP 2015
UMAT PAROKI
KELUARGAKU
RAHIM BELAS KASIH & PENGAMPUNAN
PERTEMUAN KETIGA
KELUARGA MERAYAKAN RAHMAT BELAS KASIH DAN
PENGAMPUNAN

KOMISI KATEKETIK KEUSKUPAN BOGOR
JL. A Yani No. 30. BOGOR

PROSES PERTEMUAN
A. PEMBUKA.
1. Lagu Pembuka: PS No. 613
2. Tanda Salib:
P: † Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh
Kudus.
U: Amin
P: Semoga kasih Allah menyertai kita
sekalian.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
3. Kata Pembuka:
P: Saudara- saudari terkasih dalam Kristus,
kita berjumpa lagi dalam acara pendalaman
AAP. Peretemuan ketiga ini dengan tema:
Keluarga Merayakan Rahmat Belaskasih dan
Pengampunan. Mari kita mempersiapkan hati
dan pikiran kita untuk mengikuti pendalaman
ini.
(Hening sejenak)
4. Doa Pembuka:

P : Marilah berdoa
Allah Bapa Yang Penuh Kasih, melalui Yesus
yang lahir di kandang domba, Engkau
berkenan hadir dan tinggal di dalam Keluarga
Kudus Nazareth. Kami mohon hadirlah dan
tinggallah bersama keluarga kami agar kami
pun dapat merayakan rahmat belas kasih dan
pengampunan dalam sukacita Natal. Demi
Kristus, Tuhan dan Pengantara kami yang
hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam
persekutuan dengan Roh Kudus, Alllah
sepanjang segala masa.
U : Amin.
B. MEMBACA DAN MENDALAMI SABDA
5. Bacaan Kitab Suci
Kelahiran Yesus (Lukas 2:1-7)
1
Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan
suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua
orang di seluruh dunia. 2Inilah pendaftaran
yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius
menjadi wali negeri di Siria.3Maka pergilah
semua orang mendaftarkan diri, masing-

masing di kotanya sendiri. 4Demikian juga
Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke
Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem,
--karena ia berasal dari keluarga dan
keturunan Daud- 5supaya didaftarkan bersamasama dengan Maria, tunangannya, yang sedang
mengandung. 6Ketika mereka di situ tibalah
waktunya bagi Maria untuk bersalin, 7dan ia
melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya
yang sulung, lalu dibungkusnya dengan
lampin dan dibaringkannya di dalam palungan,
karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah
penginapan.
Gembala-gembala (Lukas 2: 8-20)
8
D i daerah itu ada gembala-gembala yang
tinggal di padang menjaga kawanan ternak
m e r e k a p a d a w a k t u m a l a m . 9Tiba-tiba
berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat
mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar
meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10
Lalu kata malaikat itu kepada mereka:
"Jangan takut, sebab sesungguhnya aku
memberitakan kepadamu kesukaan besar
untuk seluruh bangsa: 11Hari ini telah lahir
bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di
kota Daud. 12 Dan inilah tandanya bagimu:

Kamu akan menjumpai seorang bayi
dibungkus dengan lampin dan terbaring di
dalam palungan." 13Dan tiba-tiba tampaklah
bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah
besar bala tentara sorga yang memuji Allah,
katanya: 14"Kemuliaan bagi Allah di tempat
yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi
di antara manusia yang berkenan kepadaN y a . " 15Setelah malaikat-malaikat itu
meninggalkan mereka dan kembali ke sorga,
gembala-gembala itu berkata seorang kepada
yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem
untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti
yang diberitahukan Tuhan kepada kita." 16Lalu
mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai
Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang
berbaring di dalam palungan.17Dan ketika
mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan
apa yang telah dikatakan kepada mereka
tentang Anak itu. 18Dan semua orang yang
mendengarnya heran tentang apa yang
dikatakan gembala-gembala itu kepada
mereka. 19Tetapi Maria menyimpan segala
p e r k a r a i t u d i d a l a m h a t i n y a dan
m e r e n u n g k a n n y a . 20M a k a k e m b a l i l a h
gembala-gembala itu sambil memuji dan
memuliakan Allah karena segala sesuatu yang

mereka dengar dan mereka lihat, semuanya
sesuai dengan apa yang telah dikatakan
kepada mereka.
6. Pendalaman iman :
P : Saudara-Saudari terkasih dalam Kristus.
Setelah kita membaca dan bacaan Injil
tesrebut sekarang marilah kita mendalami
isi dan pesan Injil tersebut, juga
pengalaman iman kita dalam menjalani
hidup berkeluarga.
Pertanyaan pendalaman:
a) Rahmat belas kasih apa yang dialami
oleh Keluarga Kudus Nazareth pada
teks Lukas 2:1-20?
b) Menurut saudara sekalian sudahkah
keluarga Katolik merayakan rahmat
belas kasih dan pengampunan?
Sharingkan pengalamannya!
c) Sebagai satu keluarga, apa yang harus
kita lakukan dalam merayakan rahmat
belas kasih dan pengampunan?

d) Sudahkah kita bersikap peka terhadap
orang-orang yang belum dapat
merasakah rahmat belas kasih dan
pengampunan? Kira-kira apa yang
harus kita berikan bagi mereka?
(tindakan-tindakan konkritnya)
C. RENUNGAN (oleh pemandu)
D. DOA-DOA TANGGAPAN:
7. Doa Umat :
P : Ya Bapa yang Maha Rahim, kami
sekeluarga rindu merayakan rahmat belas
kasih dan pengampunan. Oleh sebab itu
dengarkanlah permohonan-permohonan
kami ini:
P: Ya Bapa, bukalah hati dan pikiran kami
untuk dapat menyadari rahmat kasih-Mu
di tengah-tengah keluarga kami. Kami
mohon…
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P: Ya Bapa, berkatilah dan bantulah
keluarga kami agar mampu mewujudkan

sikap saling mengampuni dengan rela
hati. Kami mohon…
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P: Ya Bapa, semoga keluarga-keluarga yang
mengalami luka batin akibat pertikaian,
pe rc er ai an, da n ke ker as an da pa t
menemukan kembali rahmat belas kasih
dan pengampunan dalam keluarga. Kami
mohon kiranya Engkau berkenan
menuntun mereka ke dalam persatuan
kembali di dalam keluarga. Kami
mohon…
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P: Ya Bapa, semoga keluarga-keluarga
Ka tolik selalu dapat mene lada ni
kehidupan Keluarga Kudus Nazareth
dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
Kami mohon…
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
P: (Marilah kita sampaikan intensi dalam hati
kita masing masing-masing)
P: Ya Bapa, kami percaya bahwa Engkau
selalu mengalirkan rahmat belaskasih dan
pengampunan bagi kami manusia yang

lemah ini. Oleh karena itu kiranya
kabulkanlah doa-doa kami ini, demi
Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U: Amin.
8. Doa Masa Adven (PS No. 86)
P : Marilah kita berdoa bersama-sama
Ya Allah Bapa yang mahakudus kami
bersyukur ke hadirat-Mu karena lewat
masa penantian ini Engkai menjanjikan
Juruselamat yakni Yesus Kristus PuteraMu. KedatanganNya dinubuatkan oleh
para nabi, dan dinantikan oleh Perawan
Maria dengan cinta mesra. Dialah Edam
baru yang memulihkan persahabatan
kami dengan Dikau. Ia menolong yang
lemah, dan menyelamatkan yang
berdosa.
Ia membawa damai sejati bagi kami dan
me m b ua t s e m a ki n ba ny a k or a n g
mengenal Engkau, dan berani
melaksanakan kehendak-Mu. Ia datang
sebagai manusia biasa, untuk
melaksanakan renaca-Mu dan
membukakan jalan keselamatan bagi

kami. Pada akhir zaman Ia akan datang
dengan semarak dan mulia untuk
menyatakan kebahagiaan yang kami
nantikan.
Kami mohon kelimpahan rahmat-Mu,
agar selama hidup di dunia ini kami
seslalu siap siaga dan penuh harap
menantikan kedatangan-Nya yang mulia,
agar pada saat Ia datang nanti, kami Kau
perkenankan ikut berbahagia bersama
Dia dan seluruh umat kesayangan-Mu.
Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami,
kini dan sepanjang masa. Amin.
9. Doa Bapa Kami
P

:

U :

Kita satukan seluruh doa syukur dan
permohonan kita dengan doa yang
diajarkan Yesus kepada kita.
Bapa Kami…..

10. Doa Penutup:
P : Marilah berdoa.

Ya Allah yang kekal dan kuasa, kami
bersyukur kepada-Mu, karena Engkau
telah mencurahkan Roh-Mu untuk
menyertai kami dalam merenungkan dan
berbagi pengalaman iman tentang hidup
berkeluarga dalam merayakan rahmat
belas kasih dan pengampunan. Kami
mohon semoga butir-butir peristiwa Natal
yang kami perbincangkan tadi, semakin
berakar dan berbuah dalam hidup keluarga
kami. Bantulah kami untuk dapat
menerima dan menghadirkan Engkau
dalam keluarga kami, sehingga dalam
Dikau kami dapat saling berbagi belas
kasih dan mengampuni kesalaha dengan
rela hati. Demi Kristus Tuhan dan
Pengantara kami, yang bersama Dikau
dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan
berkuasa, Allah sepanjang segala masa.
U : Amin.

11. Mohon Berkat:
P : Tuhan beserta kita
U : sekarang dan selama-lamanya
P : Semoga kita semua diberkati oleh Allah
yang Maha Kuasa, dalam nama Bapa
dan Putera dan Roh Kudus
U : Amin
12. Lagu Penutup: PS No. 644

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.