You are on page 1of 14

COOPERATIVE LEARNING 1

BLOK SISTEM REPRODUKSI
“HIPEREMESIS GRAVIDARUM”

DISUSUN OLEH:
Angga Dwi Saputra
Minchatul Fitri

(135070200111005)
(135070200111006)

Esthi Dwi Yuliawati

(135070200111007)

Anjang Feronika P

(135070200111008)

Aulia Dian T

(135070200111010)

Arinda Rizky F

(135070200111011)

Raodatus Sholehah

(135070200111012)

Cicilia Gorreti Putri

(135070200111013)

Fitria Marina Sandy

(135070218113021)

Yulia Rochmawati

(135070218113027)

KELOMPOK 2 / REGULER 2 2013
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2015
DEFINISI

Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berat dan berlebihan selama kehamilan. Di masa kini. 2004). muntah. Gejalanya biasanya dimulai pada gestasi minggu 9-10. penurunan berat badan. metabolik. 2004).3-2% kehamilan. Pada 1-10% kehamilan. Hiperemesis berat yang harus dirawat inap terjadi dalam 0. hiperemesis gravidarum jarang sekali menyebabkan kematian. dan nutrisi tanpa masalahmasalah medis lainnya (Barbara. yang mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit.Hiperemesis gravidarum adalah suatu keadaan (biasanya pada hamil muda) dimana penderita mengalami mual-muntah yang berlebihan. Kadar hCG yang tinggi pada awal kehamilan b. . gejala dapat berlanjut melewati 20-22 minggu. Kasus yang lebih berat sering memerlukan tinggal di rumah sakit sehingga ibu dapat menerima cairan dan nutrisi melalui jalur intravena (IV). Disfungsi tiroid (Straight. dan gangguan elektrolit. Defisiensi metabolik atau nutrisi c. istirahat dan antasida. 2001). Menurut American Pregnancy Association Hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang ditandai dengan mual parah. ETIOLOGI Etiologi Hiperemesis Gravidarum belum terlalu jelas tapi kemungkinan disebabkan oleh a. Ambivalen terhadap kehamilan atau stres d. tapi masih berhubungan dengan morbiditas yang signifikan. sedemikian rupa sehingga mengganggu aktivitas dan kesehatan penderita secara keseluruhan (Achdiat & Chrisdiono. dan berakhir pada minggu 12-14. memuncak pada minggu 11-13. 2004) EPIDEMIOLOGI Mual dan muntah terjadi dalam 50-90% kehamilan. Hiperemesis gravidarum merupakan mual-muntah berlebihan sehingga menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari dan bahkan dapat membahayakan hidupnya (Manuaba. Kasus ringan diobati dengan perubahan pola makan.

8. kecil untuk masa kehamilan.10. Mual dan muntah mengganggu pekerjaan hampir 50% wanita hamil  yang bekerja. 0. Sekitar seperempat pasien hiperemesis gravidarum membutuhkan  perawatan di rumah sakit lebih dari sekali. Berdasarkan pemaparan mengenai bahaya hiperemesis gravidarum dan tinginya kejadian yang terjadi di RSUD Ujungberung tersebut.9. Hiperemesis gravidarum terjadi di seluruh dunia dengan angka kejadian yang beragam mulai dari 1-3% dari seluruh kehamilan di indonesia. 2011 Dari ditemukan hasil pre sebanyak survei 200 juga kasus hiperemesis menemukan kejadian hiperemesis gravidarum pada trimester 2.1 Literatur juga menyebutkan bahwa perbandingan insidensi hiperemesis gravidarum secara umum adalah 4:1000 kehamilan. Wanita dengan hiperemesis gravidarum dengan kenaikan berat badan dalam kehamilan yang rendah (7 kg) memiliki risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan neonatus dengan berat badan lahir rendah.8% di Canada. 10. prematur.5-2%. peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Angka Kejadian Hiperemesis Gravidarum di Rumah Sakit Ujungberung pada periode 1 Januari 201031 Desember 2011.2% di Pakistan dan 1.5% di California. Hiperemesis gravidarum menjadi penyebab kematian maternal yang signifikan pada masa sebelum 1940.Dari hasil pre survei yang peneliti lakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Ujungberung pada periode 1 Januari 2010-31 Desember gravidarum. sekarang hiperemesis tidak lagi menjadi penyebab utama mortalitas ibu. prevalensi hiperemesis gravidarum adalah 0. dan nilai Apgar 5 menit kurang dari 7. 0.3% dari seluruh kehamilan di Swedia. 0.9% di Turki. Hiperemesis yang berat dapat menyebabkan depresi. 0. 2. biasanya hiperemesis gravidarum menghilang pada minggu ke 12.11 di Amerika Serikat.8% di China. PATOFISIOLOGI Terlampir .9% di Norwegia. tetapi hiperemesis masih menjadi penyebab morbiditas ibu yang signifikan.

2001) MANIFESTASI KLINIS Berikut ini adalah manifestasi klinis berdasarkan pembagian tingkat hyperemesis gravidarum. yang dapat menyebabkan luka pada lambung (Mansjoer. Hal ini dapat berakibat refluks asam (keluarnya asam dari lambung ke tenggorokan) dan lambung bekerja lebih lambat menyerap makanan sehingga menyebabkan mual dan muntah  Faktor psikologis. Kehamilan multipel 4. yaitu: Tingkat I: - Muntah berlebihan 10x/24 jam - Dehidrasi ringan sehingga tenggorokan menjadi kering hal ini menstimulus saraf untuk berespon menjadi haus (keinginan minum) . Mempengaruhi bagian otak yang mengontrol mual dan muntah  Perubahan saluran cerna. saluran cerna terdesak karena memberikan ruang untuk perkembangan janin.  Peningkatan level estrogen. Selama kehamilan. Stress dan kecemasan dapat memicu terjadinya morning sickness  Diet tinggi lemak. Risiko HG meningkat sebanyak 5 kali untuk setiap penambahan 15 g lemak jenuh setiap harinya  Helicobacter pylori. Hormon ini meningkat cepat pada triwulan pertama kehamilan dan dapat memicu bagian dari otak yang mengontrol mual dan muntah. Penelitian melaporkan bahwa 90% kasus kehamilan dengan HG juga terinfeksi dengan bakteri ini. Penyakit trofoblastik 5.FAKTOR RESIKO Faktor risiko untuk hiperemesis gravidarum adalah: 1. Kehamilan sebelumnya dengan hiperemesis gravidarum 2. Berat badan tinggi 3. Nuliparitas Faktor risiko terjadinya hiperemesis gravidarum diantaranya adalah :  Level hormon ß-hCG yang tinggi.

- Nyeri pada epigastrium hal ini terjadi karena asam lambung meningkat dan terjadi regurgitasi ke esophagus - Nadi meningkat 100x/menit - Berat badan menurun karena nafsu makan berkurang hal ini akibat dari muntah yang berlebihan - Tonus melemah - Tekanan darah menurun - Lidah kering karena terjadi dehidrasi - Mata tampak cekung - Tampak lemah dan lemas karena nafsu makan menurun sehingga kebutuhan kalori yang digunakan sebagai energy untuk melakukan aktivitas tidak terpenuhi Tingkat II: - Tampak lemah dan apatis - Dehidrasi sedang - Turgor kulit turun karena dehidrasi - Lidah mengering dan kotor karena dehidrasi yang tidak diimbangi dengan konsumsi cairan sesuai kebutuhan - Tampak icterus karena fungsi hepar terganggu - Nadi meningkat karena volume darah ke jaringan menurun - Hemokonsentrasi disertai oliguria (pengeluaran urin berkurang) hingga anuria (tidak dapat buang air kecil) - Badan keton dalam keringat dan air kencing meningkat - Berat badan menurun - Gangguan buang air besar - Napas berbau aseton yang khas Tingkat III: .

Pemeriksaan diagnostik Hiperemesis gravidarum adalah : a. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Pemeriksaan diagnostik dilakukan untuk menegakkan diagnosis dan menyingkirkan diagnosa banding. sehingga terjadilah . - Asidosis karena kelaparan dan atau alkalosis karena kehilangan hydrogen klorida. Laboratorium  Urinalysis Pada urinalysis akan menunjukkan ketonuria yang berasal dari oksidasi lemak yang tak sempurna.- Keadaan umum menurun - Kesadaran menurun somnolen hingga koma - Icterus yang semakin nyata terjadi timbunan aseton yang berlebihan sehingga bau napas seperti aseton - Komplikasi yang mungkin tampak (Enselopati Wernicke) karena terjadi penurunan kadar vitamin B kompleks - Nystagmus (perubahan arah bola mata) - Diplopia (gambar tampak ganda) - Perubahan mental - Muntah mungkin berkurang - Keadaan umum menurun - Tekanan darah menurun - Nadi meningkat - Suhu meningkat - Dehidrasi - Muntah dapat disertai darah karena terjadi rupture pada esophagus hal ini berakibat pecahnya mukosa lambung (Mallory Welss Syndrome) kemudian terjadi perdarahan pada esophagus dan lambung.

Asidosis. Pemeriksaan darah lengkap Leukosit meningkat jika terjadi infeksi. asam hidroksi butirik dan aseton dalam darah. pylori yang merupakan bakteri tahan asam. Elektrolit. b. PENATALAKSANAAN . Kalium  turun karena adanya muntah dan dehidrasi. BUN. Kultur bakteri Pada kultur bakteri mungkin akan menunjukkan positif bakteri H. Pada wanita hamil. dapat pylori pH yang pH menyebabkan yang menimbulkan gejala gastrointestinal. kreatinin Pada pemeriksaan ini akan ditemukan kadar natrium dan klorida darah turun karena dehidrasi seluler dan plasma. pada urinalysis akan menunjukkan peningkatan masa jenis urin karena adanya  proteinurea .ketosis dengan tertimbunnya asam aseton-asetik. Imaging  USG USG dilakukan untuk mendeteksi adanya kehamilan ganda maupun mola hidatidosa. Perubahan hormon pencernaan infeksi akumulasi subklinis diduga H. Bakteri ini berkoloni di lambung dan mengeluarka toksin yang menyebabkan mual dan muntah. pylori bisa merupakan akibat dari perubahan lambung karena disebabkan peningkatan pada saluran manifestasi   peningkatan cairan steroid. energi akan lebih banyak digunakan sehingga lemakpun dipecah menjadi energi. Manifestasi infeksi H. Pada kasus hiperemis gravidarum dengan hipertiroid 50-60% terjadi penurunan kadar TSH. Pada Hiperemesis gravidarum. Enzim hepar Enzim hepar akan mengalami peningkatan (tapi biasanya  kurang dari 300) TSH dan T4 Wanita dengan Hiperemesis gravidarum biasanya memiliki kadar HCG yang tinggi dapat merangsang reseptor TSH sehingga menyebabkan transient hyperthyroidism. Selain ketonuria. Hal ini menyebabkan kadar T4 meningkat.

Memang suatu kenyataan bahwa gejala . Ketika dirawat dan dilakukan isolasi. 1997). Kasuskasus yang berat perlu dirawat dan ditempatkan di dalam kamar isolasi. sampai pada hospitalisasi. 1997).obatan diperlukan jika mual dan muntah tidak dapat diatasi.gejala yang dialami mulai berkurang. informasi.benar terbebas dari keluhan mual dan muntah ini (Williams. bahkan kadang. Penatal aksaan umum dimulai dari intervensi nonfarmakologi. dan edukasi tentang berbagai masalah berkaitan dengan kehamilan untuk mengurangi stress yang dialami ibu (Manuaba. yaitu dengan farmakologi. petugas kesehatan harus mengerti bahwa penatalaksanaan yang adekuat dengan menggabungkan terapi nonfarmakologi dan terapi farmakologi ( Smith. terapi obat. atau sebelum pengaruh terapi dapat diharapkan (Prawirohardjo. 2006)  Terapi nonfarmakologi 1.kadang penderita sudah tidak muntah lagi sebelum terapi dimulai. terapi antiemetic. pengaruh yang kuat pada kualitas kehidupan seorang wanita dan aman bagi bayi. Secara keseluruhan penatalaksanaan untuk hiperemesis gravidarum harus tergantung pada angka kesakitan yang dirasakan ibu. pendekatan petugas yaitu terapi dengan pendekatan terapi nonfarmakologi dan terapi farmakologi. et al. 2006). Dengan demikian wanita yang bersangkutan dibebaskan dari lingkungan yang mungkin menjadi sumber kecemasan baginya. 1998).gejala yang terjadi wajar dalam kehamilan muda dan akan hilang dengan sendirinya menjelang kehamilan 4 bulan sangat penting artinya (Prawirohardjo. Penatalaksanaan dimulai dari perubahan pola makan dan pola hidup sampai penggunaan supplement vitamin. petugas dapat memberikan komunikasi. Bantuan moral dengan meyakinkan wanita bahwa gejala. Konsultasi pada psikiater juga .. Pertimbangan nonfarmakologi yang dan ada terapi .Jarang ada terapi untuk mual dan muntah pada kehamilan yang menyebabkan calon ibu benar . Pengobatan psikologis Pendekatan psikologik sangat penting dalam pengobatan hiperemsis gravidarum.

2008) Menghindari bau sangat penting dilakukan. Perubahan tingkah laku Perubahan tingkah laku yang direkomendasikan untuk pasien yang menderita hiper emesis gravidarum yaitu untuk meningkatkan waktu istirahat. Rekomendasi umum yang dapat dipilih adalah makan makanan lunak dan manis. tinggi karbohidrat. 3.jalan mencari udara segar. kemungkinan karena peningkatan hormon estrogen. 2. menghindari gerak yang tiba. minum minuman mengandung gas diantara makanan lebih baik daripada dengan makanan untuk menghindari distensi lambung: makan rendah lemak.terkadang diperlukan bila ibu mengalami depresi. 2008). mungkin konseling keluarga dan individu. 2003). dan tidak mengkonsumsi tablet besi (Mesics. menghindari makanan berminyak dan makanan asin untuk rasa. Bau yang menusuk hidung umumnya adalah bau makanan tapi kadang- kadang juga bau parfum atau bahan kimia.tiba. rendah lemak. dicurigai mengalami kekerasan dalam rumah tangga. menghindari menggosok gigi segera setelah makan.Penderita hiperemesis gravidarum harus didukung secara psikologis. dan mengurangi pekerjaan harian dan rangsangan lingkungan (Mesics. Meminimalkan bau dan peningkatan udara segar adalah kunci untuk menghindari mual (Mesics. termasuk penentaraman hati. 2008). atau memiliki penyakit jiwa (Quinlan & Hill. 2008). 4. Penggunaan akupresure dan jahe . Terlalu sensitif terhadap bau terjadi pada kehamilan. jalan. 2006). dan berdiri sesaat setelah makan akan mengurangi muntah (Mesics. Makan porsi kecil tapi sering Keluhan mual dan muntah ini dapat diminimali sasi dengan makan porsi kecil tapi sering dan berhenti sebelum kenyang dan menghindari makanan yang mungkin akan memicu atau memperparah gejala (Williams. Mesics (2008) juga merekomendasikan makan dalam porsi kecil tapi sering setiap 2 sampai 3 jam. tinggi protein. menghindari makanan berbau menyengat.

Pemijatan taktil dengan lembut. meningkatkan gizi dan berat badan ibu (Tiran. (2006) juga menyatakan terapi alternatif yang biasa digunakan adalah penggunaan jahe. taktil dapat melapangkan memberikan pemikiran kepada ibu bahwa tubuhnya dapat berfungsi kembali. Smith. lambat dapat dilakukan pada tangan dan kaki atau pada seluruh tubuh (Mesics. 5. 2006) mengkaji terapi. Jahe memiliki keuntungan sebagai sebuah terapi alternatif untuk penatalaksanaan variasi mual dan muntah dalam kehamilan. 2008). Mesics (2008) juga membantu menyebutkan untuk bahwa meningkatkan pemijatan relaksasi. Tetapi walaupun terapi dan produk alternatif sering diuraikan sebagai “yang alami”. Smith. kepercayaan bukanlah dasar yang ilmiah. et al.  Terapi farmakologi Tujuan dari perawatan hiperemesis gravidarum adalah mengurangi mual dan muntah. (2006) menyatakan bahwa ada alternatif pengobatan lain yang dapat digunakan untuk pengobatan hiperemesis gravidarum. dapat membantu secara umum untuk relaksasi dan penurunan stress. Pemijatan taktil merupakan terapi alternatif dan saling melengkapi untuk hiperemesis gravidarum. 2008).terapi alternatif antara lain penggunaan akupuntur pada titik P6 dan bubuk jahe yang diberikan 250 mg 3-4 kali sehari. Hospitalisasi . 1. kemujaraban dan keamanan produk tidak diatur oleh FDA. Wanita memilih produk herbal yang tidak mepunyai catatan keamanan yang tersedia pada resep yang ada. dan daun raspberry. et al. peppermint. mungkin karena kesalahan kepercayaan bahwa alami adalah sama dengan aman. Herbal dan zat kimia lebih sering dipertimbangkan lebih aman untuk umum. dalam Williams. menggantikan cairan dan elektrolit. Pemijatan Terapi pemijatan juga berperan untuk meningkatkan serotonin dan dopamine dan menurunkan kadar kortisol. walaupun demikian. Dosis yang biasa digunakan untuk jahe adalah 1-2 gr/hari peroral 3-4 dibagi perdosis selama 3 minggu.Murphy dan Chez (2000.

Dalam keadaan muntah yang berlebihan dan dehidrasi ringan. salah satunya adalah obat.1. Pemberian obat-obatan Obat. 2008). Setelah ketonuria dan mual dan muntah teratasi.obatan yang digunakan dalam penatalaksanaan hiperemesis gravidarum adalah dapat dilihat pada Tabel 2. penderita hiperemesis gravidarum sebaiknya dirawat sehingga dapat mencegah komplikasi dari hiperemesis gravidarum (Mansjoer. 2. perlu perawatan di rumah.Jika mual dan muntah yang dialam diikuti oleh dehidrasi. diperlukan perawatan di rumah sakit untuk rehidrasi dan penggantian vitamin dan mineral yang disebut sebagai terapi antiemetik. 2001). .obatan per oral (Mesics.

Penghentian kehamilan Pada beberapa kasus. dan organik Delirium. ikterus. merupakan menyebabkan . perdarahan yang dapat kebutaan. malah mengakibatkan keadaan ibu bertambah buruk sehingga diperlukan pertimbangan untuk melakukan penghentian takhikardi.3. manifestasi komplikasi kehamilan. pengobatan hiperemesis gravidarum tidak berhasil. anuria.

A. DI RSUD Bandung: UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG FAKULTAS KEDOKTERAN 2012 . 2012.penghentian kehamilan dapat dilakukan (Prawirohardjo. Manuaba. DAFTAR PUSTAKA ARIL CIKAL Y. 1998). 1997. HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN UJUNGBERUNG HIPEREMESIS PADA PERIODE GRAVIDARUM 2010- 2011.

Chrisdiono.google. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Pengantar Kuliah Obstetri. Pirngadi. .G. 2010.pdf Manuaba. Ida B. Available From: http://digilib. Kapita Selekta Kedokteran.id/handle/123456789/27054. Jakarta Achadiat. Diunduh dari: http://repository. Prosedur Tetap Obstetri dan Ginekologi. Ferri. Manuaba. 2004.co.Akbar.unimus. 2 Ed. Perbandingan Kejadian Infeksi Helicobacter Pylori pada Hiperemesis Gravidarum Dengan Hamil Normal.usu. available on 12 November 2015. http:books. F. Diakses pada 20 November 2015 Mansjoer. Fajar. Tesis. Adam MalikRSUP dr. Medan : Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara RSUP dr. 2004. Arif dkk. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.G. 2013. 2007. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. 1998. Aidil.ac. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Elsevier. Manuaba.id.ac. 2001. Ida B. Ferri’s Clinical Advisor 2013 : 5. Chandranita. Ida B. Manuaba.id/files/disk1/137/jtptunimus-gdlsulistiyow-6838-3-bab2. [Cited 2015 19 November]. Anonim. Manuaba.G. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetric Dan Ginekologi. M.