You are on page 1of 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Suhu tubuh adalah suatu keadaan kulit dimana dapat diukur dengan
menggunakan thermometer yang dapat di bagi beberapa standar penilaian suhu, antara
lain : normal, hipertermi, hipotermi, dan febris.Suhu tubuh kita sering kali berubahubah tanpa kita tau sebab-sebabnya dan mekanismenya,dikarenakan hal tersebut
dalam makalah ini kami akan membahas tentang mekanisme perubahan suhu tubuh.

1.2.

Rumusan masalah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

1.3.

Bagaimana perubahan suhu tubuh yang terjadi pada manusia?
Bagaimana sistem dan mekanisme perubahan pada suhu tubuh ?
Darimana asal panas dalam tubuh manusia ?
Bagaimana sistem pengaturan suhu tubuh?
Apa fungsi dari reseptor suhu?
Bagaimana penjalaran sinyal suhu tubuh pada system saraf?
Apa factor yang mempengaruhi suhu tubuh?
Apa saja yang mengganggu pengaturan suhu tubuh?

Tujuan
1. Menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang mekanisme perubahan
suhu tubuh.
2. Dapat mengetahui tentang asal panas suhu tubuh manusia, system pengaturan
suhu tubuh,reseptor suhu, penjalaran sinyal suhu tubuh pada system saraf.
3. Mengetahui tentang faktor yang mempengaruhi suhu tubuh serta gangguan suhu
suhu tubuh.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Termoregulasi Suhu Tubuh

1

Termoregulasi adalah Suatu pengaturan fisiologis tubuh manusia mengenai
keseimbangan produksi panas dan kehilangan panas sehingga suhu tubuh dapat
dipertahankan secara konstan. Suhu tubuh adalah perbedaan antara jumlah panas yang
dproduksi oleh proses tubuh dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan luar. Adapun
tempat pengukuran suhu tubuh:suhu inti yaitu suhu jaringan dalam relatif konstan seperti
rektum, membran timpani, esofagus, arteri pulmoner, kandung kemiih dan suhu
permukaan seperti kulit, aksila, oral. Rasa suhu mempunyai dua submodalitas yaitu rasa
dingin dan rasa panas. Reseptor dingin/panas berfungsi mengindrai rasa panas dan
refleks pengaturan suhu tubuh. Reseptor ini dibantu oleh reseptor yang terdapat di dalam
system syaraf pusat. Dengan pengukuran waktu reaksi, dapat dinyatakan bahwa
kecepatan hantar untuk rasa dingin lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan hantaran
rasa panas.
Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat. Banyak faktor yang dapat
menyebabkan fluktuasi suhu tubuh. Untuk mempertahankan suhu tubuh manusia dalam
keadaan konstan, diperlukan regulasi suhu tubuh. Suhu tubuh manusia diatur dengan
mekanisme umpan balik (feedback) yang diperankan oleh pusat pengaturan suhu di
hipotalamus. Apabila pusat temperatur hipotalamus mendeteksi suhu tubuh yang terlalu
panas, tubuh akan melakukan mekanisme umpan balik. Mekanisme umpan balik ini
terjadi bila suhu inti tubuh telah melewati batas toleransi tubuh untuk mempertahankan
suhu, yang disebut titik tetap (set point). Titik tetap tubuh dipertahankan agar suhu tubuh
inti konstan pada 37°C. Apabila suhu tubuh meningkat lebih dari titik tetap, hipotalamus
akan merangsang untuk melakukan serangkaian mekanisme untuk mempertahankan suhu
dengan cara menurunkan produksi panas dan meningkatkan pengeluaran panas sehingga
suhu kembali pada titik tetap.
Dengan anestesi blok rasa dingin/panas dapat diblok sehingga objektif maupun
subjektif rasa dingin dan panas dapat dipisah yaitu:
1. Rasa suhu kulit yang tetap ( rasa suhu static )
Bila seseorang berendam di air hangat maka mula-mula rasa hangat akan
dialami oleh orang tersebut. Lama-kelamaan rasa hangat tidak lagi dirasakan dan
kalau ia keluar dari air dan masuk kembali maka ia akan merasakan hangat kembali.
Hal ini terjadi karena suhu tubuh beradaptasi secara penuh terhadap suhu kulit yang
baru. Adaptasi penuh ini terjadi pada uhu netral (suhu nyaman). Rasa hangat yang

2

ambang rasa hangat tinggi sedangkan untuk rasa dingin rendah. Stimulasi saraf simpatis oleh suhu dingin akan meningkatkan konsentrasi mengativasifosforilasioksidatif cAMP di di sel mitokondria brownfat. kecepatan perubahan suhu dan luas kulit yang terpapar tehadap rangsangan suhu. Kulit wajah daerah yang paling peka terhadap rasa suhu. Rasa suhu kulit yang berubah ( rasa suhu dinamik ) Pada pengindraan suhu kulit yang berubah tiga parameter tertentu. 2. brownfat ditemukan pada skapula. 4. terutama terkait dengan sekresi hormon tiroid.2. banyak dipersarafi saraf simpatis. Kepadatan titik-titik rasa dingin paling tinggi. Kecepatan perubahan suhu berpengaruh terhadap timbulnya rasa panas/dingin. Termogenesis menggigil (shiveringthermogenesis). dan kaya dengan suplai darah. Titik rasa dingin dan panas Pada permukaan kulit bagian-bagian yang peka terhadap rangsangan dingin dan panas terlokasi pada titik-titik tertentu. 3. Aktivitas otot. aksila. Pada bayi baru lahir. ukurannya lebih kecil. Titik rasa dingin lebih banyak dibandingkan dengan titik rasa panas. Kepadatan titik-titik rasa suhu lebih rendah dibandingkan dengan titik rasa raba/tekan. Brown fat berbeda dengan lemak biasa. Suhu awal kulit. mengandung lebih banyak mitokondria. terjadi penggunaan energi menjadi kerja dan menghasilkan panas. 3. dan area ginjal. melalui yang kemudian lipolisis. Termogenesistak-menggigil (non-shiveringthermogenesis) Hal ini terjadi pada bayi baru lahir Sumber energi pembentukan panas ini ialah brownfat. Bila suhu meninkat ambang rasa hangat menurun dan ambang rasa dingin meningkat. Asal Panas Pada Tubuh Manusia Pembentukan panas (heatproduction) dalam tubuh manusia bergantung pada tingkat metabolisme yang terjadi dalam jaringan tubuh tersebut. Luasnya daerah kulit yang terpapar juga berpengaruh pada rasa timbulnya panas/dingin. 2. 2. BMR.mantap akan dirasakan bila suhu berada di atas 36C dan rasa dingin dirasakan pada suhu 17C. Hasil akan dari fosforilasioksidatif ialah terbentuknya panas yang kemudian akan dibawa dengan cepat 3 . Hal ini dipengaruhi oleh: 1. Pada suhu kulit yang rendah.

maka akan terjadi mekanisme homeostasis yang membantu memproduksi panas melalui mekanisme feedback negatif untuk dapat meningkatkan suhu tubuh ke arah normal (Tortora. Hipotalamus posterior (PH/ POA) berfungsi meningkatkan penyimpanan panas. dan evaporasi air.3 Fisiologi Terkait Dengan Mekanisme Pengaturan Suhu Bagian otak yang berpengaruh terhadap pengaturan suhu tubuh adalah hipotalamus anterior dan hipotalamus posterior. Radiasi ialah emisi energi panas dari permukaan tubuh dalam bentuk gelombang elektromagnetik melalui suatu ruang. Brown fat ini merupakan sumber utama diet-inducedthermogenesis. Hipotalamus anterior (AH/POA) berperanan meningkatkan hilangnya panas. Pengeluaran panas (heatloss) dari tubuh ke lingkungan atau sebaliknya berlangsung secara fisika. Thermoreseptor di kulit dan hipotalamus mengirimkan impuls syaraf ke area preoptic dan pusat peningkata panas di hipotalamus. konveksi. yang sebaliknya merangsang Thyrotroph di kelenjar pituitary anterior untuk melepaskan TSH (Thyroidstimulating hormon). diantaranya adalah : 1.hipotalamus menyalurkan impuls syaraf dan mensekresi TRH. 2000). menggigil. Impuls syaraf dihipotalamus dan TSH kemudian mengaktifkan beberapa organ efektor. piloerektil.oleh vena yang juga banyak terdapat di sel brownfat. meningkatnya produksi panas. meningkatkan sekresi hormon tiroid dan mensekresiepinephrine dan norepinephrine serta meningkatkan basal metabolisme rate. Impuls syaraf dari pusat peningkatan panas merangsang syaraf sipatis yang menyebabkan pembuluh darah kulit akan mengalami vasokonstriksi. Berbagai organ fektor akan berupaya untuk meningkatkan suhu tubuh untuk mencapai nilai normal. vasodilatasi dan menimbulkan keringat. Evaporasi ialah perpindahan panas melalui ekskresi air dari permukaan kulit dan saluran pernapasan saat bernapas. Vasokonstriksi menurunkan aliran darah hangat. konduksi. 2. Konduksi ialah perpindahan panas antara obyek yang berbeda suhunya melalui kontak langsung obyek tersebut. menurunkan aliran darah. sehingga perpindahan panas dari 4 . serta sel neurosekretory hipotalamus yang menghasilkan hormon TRH (Thyrotropinreleasing hormon) sebagai tanggapan. Jika terjadi penurunan suhu tubuh inti. Permukaan tubuh dapat kehilangan panas melalui pertukaran panas secara radiasi. Konveksi ialah perpindahan panas melalui aliran udara/ air.

Skema mekanisme feedback negatif menghemat atau meningkatkan produksi panas menurun. Impuls syaraf dari pusat penurun panas menyebabkan dilatasi pembuluh darah di kulit.organ internal ke kulit. dan tidak terjadi menggigil. dan kelebihan panas hilang ke lingkungan melalui radiasi dan konduksi bersamaan dengan peningkatan volume aliran darah dari inti yang lebih hangat ke kulit yang lebih dingin. Hormon sebaliknya. produksi panas tubuh 4. metabolisme rate berkurang. Pada waktu yang bersamaan. 2. bila suhu tubuh berkisar antara 36 – 37. Peningkatan kadar hormon tiroid secara perlahan-lahan meningkatkan metabolisme rate. Tingginya suhu darah merangsang termoreseptor yang mengirimkan impuls syaraf ke area preoptic.5 – 40°C  Hipertermi. bila suhu tubuh lebih dari 40°C 5 . Tonus otot meningkat. produksi panas. menghasilkan peningkatan metabolisme selular. bila suhu tubuh antara 37. dan terjadi siklus yang berulangulang yang disebut menggigil. Pusat peningkatan panas merangsang bagian otak yang meningkatkan tonus otot dan memproduksi panas. Selama menggigil maksimum. Respon ini melawan efek penghasil panas dan membantu mengembalikan suhu tubuh kembali normal. Kelenjar tiroid memberikan reaksi terhadap TSH dengan melepaskan lebih hormon tiroid kedalam darah. Kulit menjadi hangat. bila suhu tubuh kurang dari 36°C  Normal. dapat meningkat 4x dari basalrate hanya dalam waktu beberapa menit. Tingginya suhu darah merangsang kelenjar keringat kulit melalui aktivasi syaraf simpatishipotalamik.4 Macam – macam suhu tubuh Macam-macam suhu tubuh menurut (TamsuriAnas 2007) :  Hipotermi. Jika suhu tubuh meningkat diatas normal maka putaran mekanisme feedback negatif berlawanan dengan yang telah disebutkan diatas. dimana meningkatkan produksi 3. dan peningkatan suhu tubuh. panas. Saat air menguap melalui permukaan kulit.5°C  Febris / pireksia. dimana sebaliknya merangsang pusat penurun panas dan menghambat pusat peningkatan panas. kulit menjadi lebih dingin. Melambatnya kecepatan hilangnya panas menyebabkan temperatur tubuh internal meningkatkan reaksi metabolic melanjutkan untuk 2. Impuls syaraf di nervussimpatis menyebabkan medulla adrenal merangsang pelepasan epinephrine dan norepinephrine ke dalam darah.

hipotermi. hipertermi. antara lain: 1. yang memungkinkan percepatan pemindahan panas dari tubuh ke kulit hingga delapan kali lipat lebih banyak. The mercury-in-glassthermometer 2. rongga abdomen. 3. Suhu tubuh rata-rata (meanbodytemperature) merupakan suhu rata-rata gabungan suhu inti dan suhu kulit. Suhu inti (coretemperature) Suhu inti menggambarkan suhu organ-organ dalam (kepala. Vasodilatasi ini disebabkan oleh hambatan dari pusat simpatis pada hipotalamus posterior yang menyebabkan vasokontriksi sehingga terjadi vasodilatasi yang kuat pada kulit. seperti kranial. Suhu kulit (shelltemperature) Suhu kulit menggambarkan suhu kulit tubuh. b. Suhu ini biasanya dapat berfluktuasi sebesar 20°C sampai 40°C. dada. selain itu. yaitu suhu yang terdapat pada jaringan dalam. dikenal suhu inti (core temperatur). Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh meningkat yaitu : a. The electrical digital readingthermometer 3. A radiometerattachedtoanauriscope-likehead (untuk pengukuran suhu timfani) 2.6 Mekanisme Tubuh Ketika Suhu Tubuh Berubah 1. antara lain : normal. Berkeringat 6 . Suhu ini berfluktuasi dipengaruhi oleh suhu lingkungan. dan lemak. abdomen) dan dipertahankan mendekati 37C. 2.5 Sistem Pengaturan Suhu Tubuh Suhu tubuh adalah suatu keadaan kulit dimana dapat diukur dengan menggunakan thermometer yang dapat di bagi beberapa standar penilaian suhu. Vasodilatasi Vasodilatasi pembuluh darah perifer hampir dilakukan pada semua area tubuh. Suhu ini biasanya dipertahankan relatif konstan (sekitar 37°C). dan febris. Pengukuran suhu tubuh Ada beberapa macam thermometer untuk mengukur suhu tubuh: 1. jaringan subkutan. dan rongga pelvis. toraks. batang tubuh. jaringan subkutan.Berdasarkan distribusi suhu di dalam tubuh. yaitu suhu yang terdapat pada kulit. Suhu dapat di bagi. ada suhu permukaan (surface temperatur). 2.

sedangkan peningkatan suhu akan mematikan system pemanas tersebut. Peningkatan pembentukan panas Pembentukan panas oleh sistem metabolisme meningkat melalui mekanisme menggigil. Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh menurun. Vasokontriksi terjadi karena rangsangan pada pusat simpatis hipotalamus posterior. namun tidak persis sama 7 . Vasokontriksi kulit di seluruh tubuh b. Penurunan pembentukan panas Beberapa mekanisme pembentukan panas. seperti termogenesis kimia dan menggigil dihambat dengan kuat. Mekanisme Pengaturan suhu tubuh Suhu tubuh diatur oleh hipotalamus yang terletak diantara dua hemisfer otak. Penurunan suhu lingkungan akan mengaktifkan pemanas.Rangsangan simpatis menyebabkan otot erektorpili yang melekat pada folikel rambut berdiri. yaitu 37°C. c. Pengeluaran keringat dirangsang oleh pengeluaran impuls di area preoptik anterior hipotalamus melalui jaras saraf simpatis ke seluruh kulit tubuh kemudian menyebabkan rangsangan pada saraf kolinergic kelenjar keringat. Peningkatan suhu tubuh sebesar 1°C akan menyebabkan pengeluaran keringat yang cukup banyak sehingga mampu membuang panas tubuh yang dihasilkan dari metabolisme basal 10 kali lebih besar. berdirinya bulu ini akan berfungsi sebagai isolator panas terhadap lingkungan. tetapi pada binatang tingkat rendah. yaitu : a.Pengeluaran keringat melalui kulit terjadi sebagai efek peningkatan suhu yang melewati batas kritis. pembentukan panas akibat rangsangan simpatis. 3. 2. yang merangsang produksi keringat. Mekanisme ini tidak penting pada manusia. Kelenjar keringat juga dapat mengeluarkan keringat karena rangsangan dari epinefrin dan norefineprin. Pengeluaran keringat merupakan salh satu mekanisme tubuh ketika suhu meningkat melampaui ambang kritis. pengeluaran keringat menyebabkan peningkatan pengeluaran panas melalui evaporasi. c. Suhu yang nyaman merupakan set point untuk operasi system pemanas. Fungsi hipotalamus adalah seperti termostart. Pada umumnya penjalaran sinyal suhu hampir selalu sejajar. serta peningkatan sekresi tiroksin.

Reseptor berfungsi sebagaipengubahenergy. sinyal akan menjalar dalam traktus lissaueri sebanyak beberapa segmen diatas atau dibawah dan selanjutnya akan berakhir terutama pada lamina I. Berdasarkan Lokasi Sumber Rangsang: 1. tidak meliputi selubung / selaput myelin dan dapat di temukan pada reseptor rasa nyeri (freenerveending) atau nociresetor. Sesudah ada percabangan satu atau lebih neuron dalam medulla spinalis maka sinyal akan menjalarkan keserabut termal asenden yang menyilang ke traktus sensorik anterolateral sesi berlawanan dan akan berakhir di (1) area reticular batang otak dan (2) kompleks vetro basal thalamus. HUBUNGAN ANTARA RESEPTOR DENGAN EFEKTOR Dalam system syaraf. Dihipotalamus mengandung dua pusat pengaturan suhu. 2.cahaya.sedangkan alat penghasil tanggapan disebut efektor. KHEMORESEPTOR adalah reseptor yang berfungsi memantau pH. mengubah bentuk suatuenergy menjadi bentuk tertentu. 3. III radiks dorsalis sama seperti untuk rasa nyeri. kelembapan.kadar gula dalam darah dan kadar kalsium dalam cairan tubuh atau darah. II. Sewaktu memasuki medulla spinalis. dan di dalam reseptor semua energy di ubah menjadi energy listrik dan selanjutnya akan membawa ke perubahan elektrolit sehingga timbul potensial aksi. 2. Hipotalamus bagian anterior berespon terhadap peningkatan suhu dengan menyebabkan vasodilatasi dan karenanya panas menguap. Apabila 8 . Sedangkan hipotalamus bagian posterior berespon terhadap penurunan suhu dengan menyebabkan vasokontriksi dan mengaktivasi pembentukan panas lebih lanjut.7 Reseptor Suhu Setimulus dapat datang dari lingkungan luar salinitas.reseptor biasanya berhubungan dengan syaraf sensorik (AFFERENT) sedang efektor erat dengan syaraf motorik(EFERENT). Reseptor saraf yang paling sederhana hanya berupa ujung dendrit dari suatu sel syaraf (neuron) . Setelah dari thalamus sinyal di hantarkan ke hipotalamus. EKSTERORESEPTOR adalah reseptor yang berfungsi menerima rangsang dari lingkungan di luar tubuh Reseptor penerima gelombang suara (pada alat pendengaran) dan cahaya (dalam alat pengelihatan).seperti sinyal nyeri. suhu udara. Alat penerima rangsang reseptor. INTERORESEPTOR adalah reseptor yang berfungsi untuk menerima rangsang dari dalam tubuh. 4.

Produksi panas meningkatseiring dengan pertumbuhan bayi memasuki masa anak-anak. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai factor yaitu : 1. Hormon lain adalah testoteron. Neuron-neuron postganglionik melepaskan norepinephrine (NE) dan juga merangsang pelepasan hormon epinephrine dan norephinephrine (NE) oleh medulla adrenal sehingga meningkatkan metabolisme rate dari sel tubuh. mekanisme kontrol suhu masih imatur. 9 . makin besar pula potensial local yang di hasilkan sehingga dapat melampoi batas ambang perangsangan pada membrane potensial generator. 6. setiap peningkatan 1 % suhu tubuh inti akan meningkatkan kecepatan reaksi biokimia 10 %.suaturesektor menerima rangsangan yang sesuaimakamembrane reseptor akan mengalami peritiwa potensial aksi. 2. Usia Pada saat lahir. Makin besar rangsangan yang di terima. 5.Lansia sensitif terhadap suhu yang ekstrem akibat turunnya mekanisme kontrolsuhu (terutama kontrol vasomotor). Exercise Semakin beratnya exercise maka suhunya akan meningkat 15 x. Sistem syaraf Selama exercise atau situasi penuh stress. regulasi suhu akannormal setelah anak mencapai pubertas. sedangkan pada atlet dapat meningkat menjadi 20 x dari basalratenya. Suhu tubuh Meningkatnya suhu tubuh dapat meningkatkan metabolisme rate. dan hormon pertumbuhan dapat meningkatkan metabolisme rate 5-15%. Jika rangsangan yang diterima reseptor cukup kuat potensial reseptor yang timbul akan lebih kuat. Asupan makanan Makanan dapat meningkatkan 10 – 20 % metabolisme rate terutama intake tinggi protein. 2. 3. insulin. bagian simpatis dari system syaraf otonom terstimulasi.8 Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Tubuh Setiap saat suhu tubuh manusia berubah secara fluktuatif. 4. Hormon (Thyroxine dan Triiodothyronine) adalah pengatur pengatur utama basal metabolisme rate.

Demam Demam merupakan mekanisme pertahanan yang penting.Demam ( peradangan ). Suhu tubuh yang normal adalah mendekati suhu tubuh inti yaitu sekitar 37 0 C. Panas yang diproduksikan harus sesuai dengan panas yang hilang.penurunan aktivitas kelenjar keringat. 7. Walaupun terjadi perubahan suhu tubuh. metabolisme meningkat dan konsumsi oksigen bertambah. 2.5 – 0. penurunan metabolism. Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C. tetapi tubuh mempunyai mekanisme homeostasis yang dapat dipertahankan dalam rentang normal. Lingkungan Mekanisme kontrol suhu tubuh akan dipengaruhi oleh suku disekitar. 8.9 Gangguan Pengaturan Suhu Tubuh 1. Metabolisme tubuh meningkat 7% untuk setiap derajat kenaikan suhu. Stres Stress fisik dan emosi meningkatkan suhu tubuh melalui stimulasi hormonal dan persyarafan 10. suhu tubuh manusia mengalami fluktuasi sebesar 0.Selama demam. Frekuensi jantung dan pernapasan meningkat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh 10 . Peningkatan dan penurunan jumlah pirogen berakibat puncak demam dan turun dalam waktu yang berbeda. Olahraga Aktivitas otot memerlukan peningkatan suplai darah dan metabolisme lemak dankarbohidrat. Kadar Hormon Suhu tubuh wanita lebih fluktuatif dibandingkan pria 9.7 0 C.penurunan jumlah jaringan subkutan. Demam juga merupakan bentuk pertarungan akibat infeksi karena virus menstimulasi interferon (substansi yang bersifat melawan virus). 11. suhu terendah pada malam hari dan suhu tertinggi pada siang hari.Pola demam berbeda bergantung pada pirogen. Peningkatan ringan suhu sampai 39°C meningkatkan sistem imun tubuh.

Heatstroke dengan suhu yang lebih besar dari 11 . 2. amfetamin. Klien beresiko termasuk yang masih sangat muda atau sangat tua.terhadap nutrient. yang memiliki penyakit kardiovaskular. antikolinergik. Tindakan pertama yaitu memindahkan klien ke lingkungan yang lebih dingin serta memperbaiki keseimbangan cairan dan elektrolit. dan antagonis reseptor beta-adrenergik) dan mereka yang menjalani latihan olahraga atau kerja yang berat (mis. Heatstroke Paparan yang lama terhadap sinar matahari atau lingkungan dengan suhu tinggi dapat mempengaruhi mekanisme pengeluaran panas. pekerja konstruksi dan petani). 3. atlet. Tanda dan gejala kurang volume cairan adalah hal yang umum selama kelelahan akibat panas. delirium. kram otot. Tanda dan gejala heatstroke termasuk gamang. Kelelahan akibat panas Kelelahan akibat panas terjadi bila diaforesis yang banyak mengakibatkan kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan. hipotiroidisme. 4. Hipertermiamalignan adalah kondisi bawaan tidak dapat mengontrol produksi panas. yang terjadi ketika orang yang rentan menggunakan obat-obatan anastetik tertentu. Penderita heatstroke tidak berkeringat karena kehilangan elektrolit sangat berat dan malfungsi hipotalamus. Setiap penyakit atau trauma pada hipotalamus dapat mempengaruhi mekanisme pengeluaran panas. mual. diabetes atau alkoholik. kedaruratan yang berbahaya panas dengan angka mortalitas yang tinggi. Hipertermia Peningkatan suhu tubuh sehubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk meningkatkan pengeluaran panas atau menurunkan produksi panas adalah hipertermia. Disebabkan oleh lingkungan yang terpajan panas. Metabolisme yang meningkat menggunakan energi yang memproduksi panas tambahan. konfusi. Tanda lain yang paling penting adalah kulit yang hangat dan kering. dan bahkan inkontinensia. sangat haus. Yang termasuk beresikoadalah orang yang mengkonsumsi obat yang menurunkan kemampuan tubuh untuk mengeluarkan panas (mis. gangguan visual. Kondisi ini disebut heatstroke. fenotiazin. diuretik.

40. dan tidak responsif terhadap stimulus nyeri. disritmia jantung akan berlangsung.5°C per rektal ~ Berat 17. Terjai kerusakan neurologis yang permanen kecuali jika tindakan pendinginan segera dimulai. klien menjadi tidak sadar. takikardia dan hipotensi. frekuensi jantung.7°C 37.36. pupil tidak reaktif. dan tekanan darah turun.5°C per rektal ~ Sangat berat 4.0 .5°C per rektal ~ Sedang 28. depresi. Tingkatan hipotermia: ~ Ringan 34.2°C 37.0 . Tanda vital menyatakan suhu tubuh kadang-kadang setinggi 45°C. hilang ingatan. kehilangan kesadaran. 5.5°C mengakibatkan kerusakan jaringan pada sel dari semua organ tubuh.5°C 37.5°C 37.27.5°C per rektal Hipotermiaaksidental biasanya terjadi secara berangsur dan tidak diketahui selama beberapa jam.33. Hipotermia Pengeluaran panas akibat paparan terus-menerus terhadap dingin memengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi panas sehingga akan mengakibatakanhipotermia. Ketika suhu tubuh turun menjadi 35°C. Jika suhu tubuh turun dibawah 34. Otak mungkin merupakan organ yang terlebih dahulu terkena karena sensitivitasnya terhadap keseimbangan elektrolit.4°c. pernapasan.0°C 12 . dan tidak mampu menilai. orang yang mengalami hipotermia mengalami gemetar yang tidak terkontrol.6 . mulut/ oral: termometer didiamkan selama 2-3 menit Adapun suhu tubuh normal menurut usia dapat dilihat pada tabel berikut: USIA 3 Bulan 6 Bulan 1 Tahun 3 Tahun 5 Tahun SUHU(DERAJAT CELCIUS) 37. ketiak/ axilae: termometer didiamkan selama 10-15 menit 2.0 . Jika hipotermia terus berlangsung. Jika kondisi terus berlanjut. Kita dapat mengukur suhu tubuh pada tempat-tempat berikut: 1.16. anus/ dubur/ rectal: termometer didiamkan selama 3-5 menit 3.

kelembaban. integritas kulit. Pengkajian Data Subjektif  pasien mengemukakan derajat temperatur tubuhnya meningkat atau menurun  pasien mengekspresikan perasaan panas atau hangat atau dingin & menggigil  pasien mengatakan alat bantu apa yang dia gunakan bila kedinginan (misal : sweater atau selimut)  pasien dapat mengemukakan faktor resiko terjadinya hipertermi atau hipotermi.6°C 36.0°C 2.7°C 36.7°C 36. riwayat penyakit kronis seperti penyakit paru dan jantung.10.8°C 36.4°C 36. Misal : masalah metabolisme karena kanker atau ketidakseimbangan hormon. Askep Termoregulasi 1. remitten atau relapsing Data Objektif :  perubahan yang terjadi pada permukaan kulit baik warna.  Pasien mengemukakan lamanya hipertermi atau hipotermi dialami yaitu andermitten . secara lokal atau sistemik. obat obat yang dikonsumsi faktor resiko lain yang dapat diidentifikasi adalah lingkungan dimana pasien berada atau tinggal.7 Tahun 9 Tahun 11 Tahun 13 Tahun Dewasa >70 Tahun 36.  tingkat kesadaran  berat badan  status hidrasi dan nutrisi 13 .

2. Diagnosa Keperawatan 1) resiko perubahan suhu tubuh yang berhubungan dengan :  Pakaian tidak sesuai  Cidera sistem saraf pusat  Paparan terhadap lingkungan ( panas dingin)  Kerusakan sistem termoregulasi 1) Termoregulasi tidak efektif yang berhubungan dengan :  Imaturitas  Perubahan fisiologis  Penuaan  Cedera sistem saraf pusat  Suhu lingkungan 2) hipotermia yang berhubungan dengan :  Penurunan kecepatan metabolik  Pakaian tidak adekuat  Paparan terhadap lingkungan dingin  Ketidakmampuan untuk menggigil  Konsumsi obat atau alkohol  Inaktifitas 14 .

Intervensi 1) Pendidikan kesehatan pada klien tentang penyebab. cara mengatasi. pasien dapat diberikan selimut atau pakaian ekstra  Berikan intake cairan yang adekuat  Observasi tanda tanda vital  Selama terjadi peningkatan suhu  Berikan pakaian tipis 15 . dan mencegah gangguan termoregulasi 2) Penatalaksanaan pasien panas Selama menggigil :  Untuk meningkatkan rasa nyaman. Penuaan 3) hipertermia yang berhubungan dengan :  Peningkatan laju metabolik  Pakaian tidak sesuai  Paparan terhadap lingkungan panas atau dingin  Tidak dapat berkeringat  Medikasi  Aktifitas berat dan banyak  Proses infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri 3.

 Berikan intake cairan yang adekuat  Tingkatkan istirahat pasien  Jaga kelembaban bibir dan mukosa hidung  Berikan cooling sponge bath  Tingkatkan sirkulasi udara untuk meningkatkan rasa nyaman pasien  Lakukan tindakan pencegahan injury pasien gelisah atau terjadi kejang  Dorog pasien untuk mendapatkan intake oral  Batasi aktifitas  Pakaikan baju dan selimut yang tipis Selama terjadi peningkatan suhu  berikan pakaian tipis  berikan intake cairan yang adekuat  tingkatkan istirahat pasien  jaga kelembaban bibir dan mukosa hidung  berikan cooling sponge bath  tingkatkan sirkulasi udara untuk meningkatkan rasa nyaman pasien  lakukan tindakan pencegahan injury pasien gelisah atau terjadi kejang  dorong pasien untuk mendapatkan intake oral 16 .

 batasi aktifitas  pakaikan baju dan selimut yang tipis 4. dan mencegah gangguan termoregulasi 2) penatalaksanaan pasien panas selama menggigil :  memberikan selimut atau pakaian ekstra  memberikan intake cairan yang adekuat  mengobservasi tanda tanda vital Selama terjadi peningkatan suhu :   memberikan pakaian tipis memberikan intake cairan yang adekuat  meningkatkan istirahat pasien  menjaga kelembaban bibir dan mukosa hidung  memberikan cooling sponge bath  meningkatkan sirkulasi udara untuk meningkatkan rasa nyaman pasien  melakukan tindakan pencegahan injury pasien gelisah atau terjadi kejang  mendorong pasien untuk mendapatkan intake oral  membatasi aktifitas 17 . cara mengatasi. Implementasi 1) memberikan pendidikan kesehatan pada klien tentang penyebab.

secara lokal atau sistemik.1 Kesimpulan 18 . Data Objektif :  kondisi nampak normal pada permukaan kulit baik warna. memakaikan baju dan selimut yang tipis 5. Evaluasi Data Subjektif :  pasien mengemukakan derajat temperatur tubuhnya normal  pasien mengekspresikan perasaan nyaman dan tidak menggigil  pasien mengatakan sudah tidak menggunakan alat bantu yang dia gunakan bila kedinginan (misal : sweater atau selimut)  pasien dapat mengemukakan faktor resiko terjadinya hipertensi atau hipotermi sudah tidak dirasakan lagi. Remiten : demam memuncak dan turun tanpa kembali ke tingkat suhu normal. Relaps : periode episode demam diselingi dengan tingkat suhu normal. Suhu kembali normal paling sedikit sekali dalam 24 jam. kelembaban. BAB III PENUTUP 3. episode demam dan normotemia dapat memanjang lebih dari 24 jam. Intermiten : demam memuncak secara berseling dengan suhu normal.  tingkat kesadaran pasien berada pada composmentis  berat badan sesuai dengan bb idealnya  status hidrasi dan nutrisi baik dan normal Pola demam : Terus menerus : tingginya menetap lebih dari 24 jam bervariasi 1oC – 2oC.

Pengeluaran panas (heat loss) dari tubuh ke lingkungan atau sebaliknya berlangsung secara fisika. Alat penerima rangsang disebut reseptor. dan evaporasi air. konduksi. dan febris. Jakarta : Salemba Medika Supatmi. aktivitas otot.2 Saran Sebaiknya kita selalu menerapkan cara hidup sehat.sedangkan alat penghasil tanggapan disebut efektor. system saraf. 3. Suhu tubuh dipengaruhi oleh exercize. hipotermi. gender iklim (lingkungan). asupan makanan. usia.agar tubuh kita selalu sehat dan tidak mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Fundamental Keperawatan buku 2 Edisi 7. Permukaan tubuh dapat Kehilangan panas melalui pertukaran panas secara radiasi. Yulia. Yogyakarta: PT Citra Aji parama 19 . konveksi. (2008). hormone. hipertermi. antara lain : normal. DAFTAR PUSTAKA Potter & Perry. stress. Panduan Praktek Keperawatan Kebutuhan Dasar Manusia. (2010).Suhu tubuh adalah suatu keadaan kulit dimana dapat diukur dengan menggunakan thermometer yang dapat di bagi beberapa standar penilaian suhu.agar suhu tubuh selalu dalam keadaan normal dan dapat menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar kita.

pdf 20 .http://staff.ui.ac.id/system/files/users/kuntarti/material/thermoregulation.