KERTAS KERJA PERSEORANGAN (KKP

)

RENCANA KERJA PENINGKATAN KINERJA PENYEBARAN INFORMASI PADA BIDANG PENGOLAHAN DATA DAN DISEMINASI INFORMASI DINAS INFORMASI DAN KOMUNIKASI KOTA TANGERANG

Disusun Oleh:

M. Agun Djumhendi J, S.Sos
NIP. 19710814 199003 1 002

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN TK. III ANGKATAN X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI BANTEN
iii

TAHUN 2010

iv

KONSULTASI JUDUL
DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT III ANGKATAN X TAHUN 2010
1. 2. 3. 4. Nama Unit Kerja Jabatan Tugas Pokok : M. Agun Djumhendi J, S.Sos : Badan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang : Kepala Bidang Pengolahan Data Dan Diseminasi Informasi : Memimpin, merencanakan, mengatur dan

KERTAS KERJA PERSEORANGAN (KKP)

mengendalikan kegiatan penyelenggaraan sebagian tugas Dinas dalam lingkup pengolahan data, penyebarluasan informasi dan promosi Daerah, pengendalian opini publik, serta pembinaan multi media dan lembaga informasi dan promosi Daerah melalui multi media

5.

Fungsi / Uraian tugas

: Penyelenggaraan penyebarluasan informasi : Kurangnya SDM Dalam Penyebaran Informasi : Terwujudnya SDM aparatur dalam Penyebaran Informasi yang kompeten : RENCANA KERJA PENINGKATAN KINERJA PENYEBARAN INFORMASI PADA BIDANG PENGOLAHAN DATA DAN DISEMINASI INFORMASI DINAS INFORMASI DAN KOMUNIKASI KOTA TANGERANG

6. 7. 8.

Isu Aktual Perumusan sasaran Judul yang diusulkan

Anyer, 30 Pebruari 2010 Fasilitator, Peserta,

Sindhu Setiatmoko

M. Agun Djumhendi J, S.Sos

i

LEMBAR PERSETUJUAN

RENCANA KERJA PENINGKATAN KINERJA PENYEBARAN INFORMASI PADA BIDANG PENGOLAHAN DATA DAN DISEMINASI INFORMASI DINAS INFORMASI DAN KOMUNIKASI KOTA TANGERANG

Disusun Oleh : Nama NIP JABATAN UNIT KERJA : : : M. Agun Djumhendi J, S.Sos Kepala Bidang Pengolahan Data Dan Diseminasi Informasi Badan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang

: 19710814 199003 1 002

Anyer – Serang, 2 Maret 2010 TELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI :

PEMBIMBING

PENULIS

Sindhu Setiatmoko, SE. M.Si

M. Agun Djumhendi J, S.Sos

i

LEMBAR PENGESAHAN

RENCANA KERJA PENINGKATAN KINERJA PENYEBARAN INFORMASI PADA BIDANG PENGOLAHAN DATA DAN DISEMINASI INFORMASI DINAS INFORMASI DAN KOMUNIKASI KOTA TANGERANG

Disusun Oleh : Nama NIP JABATAN UNIT KERJA : : : M. Agun Djumhendi J, S.Sos Kepala Bidang Pengolahan Data Dan Diseminasi Informasi Badan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang

: 19710814 199003 1 002

Telah disahkan berdasarkan hasil pedalaman (seminar) yang telah dilaksanakan pada 2 Maret 2010 : Narasumber/Moderator PENULIS

Nazarudin, S.Pd

M. Agun Djumhendi J, S.Sos

Mengetahui PenanggungJawab Diklatpim Tk. III

Batara D. Lubis, SE., M.Si. i

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, syukur kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Berilmu, karena dengan limpahan rahmat-Nya Inayah Nya serta ridlo Nya, maka Kertas Kerja Perseorangan (KKP) dapat tersusun dengan sebaik-baiknya. Terkait dengan materi diklat dan silabus pembelajaran DIKLATPIM III maka ada kewajiban peserta diklatpim untuk menyusun KKP ini dengan judul sesuai tupoksi yaitu

I NFORM ASI PADA BI DANG PENGOLAHAN DATA DAN DI SEM I NASI I NFORM ASI DI NAS I NFORM ASI DAN K OM UNI K ASI K OTA TANGERANG ”,
Ijinkan pada momen yang baik ini penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada yang terhormat : Pertama, Bapak Walikota Tangerang atas pemberian ijin dan kesempatan penulis mengikuti Diklapim III ini Kedua, Bapak Kepala Badan Diklat Provinsi Banten beserta staf. Selanjutnya Bapak Kepala Dinas Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang yang memberikan dorongan pada penulis. Serta Bapak dan ibu Widyaiswara Badan Diklat Provinsi Banten dan bapak Widyaiswara Pembimbing penulisan KKP ini atas arahan dan bimbingannya.

“RENCAN A K ERJA PENI NGK ATAN K I NERJA PENYEBARAN

i

ii

Teristimewa pada Istri dan anak-anak tercinta yang senantiasa mendukung kegiatan mengikuti Diklat PIM III dalam doa dan munajatnya. Demikianlah, akhirnya semoga penyusunan KKP ini bermanfaat bagi instansi penulis dan semua pihak. Terima kasih.

Anyer, Pebruari 2010 Penulis,

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................ I DAFTAR ISI ...................................................................................... III DAFTAR TABEL .................................................................................. IV BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1 A. Latar Belakang..................................................................... 1 B. Isu Aktual............................................................................ 3 C. Lingkup Bahasan ................................................................. 3 BAB II GAMBARAN KEADAAN .............................................................. 4 A. Kondisi Saat Ini.................................................................... 4 1. Data Pendukung .............................................................. 4 2. Visi dan Misi .................................................................... 7 3. Tujuan ............................................................................ 8 4. Sasaran ........................................................................... 8 5. Tugas Pokok dan Fungsi ................................................. 10 B. Kondisi yang Diinginkan...................................................... 11 BAB III ANALISIS DAN RENCANA KERJA ............................................. 17 A. Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal ............................. 17 B. Komparasi Urgensi Faktor Internal dan Faktor Eksternal........ 18 C. Evaluasi Faktor Internal Dan Eksternal ................................. 20 Penetapan Faktor Kunci Keberhasilan (FKK) ......................... 22 D. Peta Posisi Kekuatan Organisasi .......................................... 24 Penentuan Peta Posisi Kekuatan Organisasi .......................... 24 E. Formulasi Strategi .............................................................. 25 Perumusan dan Penetapan Strategi ..................................... 25 F. Rencana Kerja ................................................................... 27 Penyusunan Rencana Kerja ................................................. 27 Rencana Pelaksanaan Kegiatan ........................................... 29 BAB IV PENUTUP.............................................................................. 31 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 32 BIODATA .......................................................................................... 33

iii

DAFTAR TABEL

Tabel

halaman

Tabel 1 Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) ..................................... 9 Tabel 2 Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2011 ............................. 14 Tabel 3 Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal ................................ 18 Tabel 4 Matriks Komparasi Urgensi Faktor Internal .............................. 19 Tabel 5 Matriks Komparasi Urgensi Faktor Eksternal ............................ 19 Tabel 6 Evaluasi Faktor Internal Dan Eksternal ................................... 22 Tabel 7 Faktor Kunci Keberhasilan (FKK) ............................................. 23 Tabel 8 Formulasi Strategi SWOT....................................................... 27 Tabel 9 Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan, Program dan Kegiatan .... 28 Tabel 10 Rencana Kegiatan Operasional Tahun 2011............................ 29 Tabel 11 Penjadualan Kegiatan ........................................................... 30

iv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No. 5 Tahun 2008 Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah (Lembaran Daerah No.6 Tahun 2008) serta Peraturan Walikota Tangerang No.28 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas pokok untuk mengatur urusan pemerintahan daerah di bidang informasi dan komunikasi berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Dinas Informasi dan Komunikasi adalah pelaksana tugas di bidang informasi dan komunikasi yang dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam bentuk pemberian pelayanan informasi dan komunikasi pembangunan kepada

masyarakat. Lebih lanjut lagi Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang mempunyai peran penting dalam mewujudkan kota Tangerang sebagai kota tujuan pembangunan. Beberapa produk peraturan tatalaksana di bidang informasi, komunikasi dan manajemen pemerintahan pada beberapa SKPD di Kota Tangerang masih mengedepankan pendekatan birokratisasi, hal ini lah yang menuntut Badan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota

1

2

Tangerang

untuk

perlunya

mengedepankan

pola

pelaksaan

penyebaran informasi dan komunikasi yang lebih dekat dan dapat menjangkau semua unsur masyarakat. Bagi Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang perubahan ke arah perbaikan bukan saja untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensinya programnya saja tetapi lebih jauh untuk meningkatkan eksistensinya di dalam lingkungan perubahan yang cepat dan persaingan dengan persaingan global yang sangat cepat. Perlunya dilakukan penataan dan penyempurnaan kembali tatalaksana di bidang informasi, komunikasi untuk menciptakan birokrasi yang kuat, efektif dan berdaya saing teknoologi tinggi mendorong adanya perencanaan strategis sebagai kebutuhan nyata bagi Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi. Termasuk di dalamnya adalah penyebaran informasi yang perlu dikelola oleh aparatur yang profesional dan handal. Oleh karena itu Bidang Pengolahan Data Dan Diseminasi Informasi ke depan harus mampu mengantisipasi ancaman dan hambatan kesatuan bangsa, politik dan perlindungan masyarakat secara lebih responsif dan proaktif. Dari uraian tersebut, akhirnya penulis mengangkat topik Kertas Kerja Perseorangan (KKP) ini dengan judul: “Rencana Kerja

3

Peningkatan

Kinerja

Penyebaran

Informasi

Pada

Bidang

Pengolahan Data Dan Diseminasi Informasi Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang.”

B. Isu Aktual Isu aktual yang kami angkat dalam KKP ini yaitu: Kurangnya

SDM Dalam Penyebaran Informasi.

C. Lingkup Bahasan Lingkup bahasan adalah batasan pembahasan, diperlukan untuk membatasi penulisan hanya seputar masalah yang akan dipecahkan. Secara konsepsional, lingkup bahasan penulisan KKP ini dibatasi pada masalah peningkatan Kinerja dalam menunjang

penyelenggaraan pemerintah yang menjadi fokus kajian Penyebaran Informasi Tangerang. pada Badan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota

4

BAB II GAMBARAN KEADAAN

A. Kondisi Saat Ini 1. Data Pendukung Percepatan penyampaian informasi pada era sekarang ini merupakan suatu tuntutan yang harus direalisasikan oleh lembagalembaga pengolah informasi, karena tuntutan masyarakat modern sekarang ini haus akan informasi yang cepat, tepat dan akurat, sehingga kebutuhan akan pelayanan informasi tersebut dapat terpenuhi. Berdasarkan fenomena tersebut, berbagai penyajian informasi dibutuhkan oleh masyarakat khususnya masyarakat Kota Tangerang, maka dibutuhkanlah media yang dapat diakses oleh berbagai level masyarakat seperti surat kabar sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi. Surat kabar yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Tangerang adalah

Benteng News yang berbahasa inggris dan Surat Kabar Kota
Benteng. Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola e-Government perlu terus di upgrade agar tidak tertinggal dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang sangat pesat, maka diperlukan pendidikan dan pelatihan yang sering disesuaikan kebutuhan Pemerintah Daerah Kota Tangerang. Hal ini sudah

5

dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kota Tangerang dengan mengadakan Bintek Bank Data Daerah pada tahun 2005 dengan peserta 29 orang. Kemudian pada tahun 2007 dilakukan Bintek Operator di Kecamatan dan KPDE dengan peserta 30 orang. Pada tahun 2008 sampai bulan Oktober dilakukan pelatihan Bintek E-Proc untuk SKPD dan Vendor dengan 48 peserta. Masih ada beberapa bintek yang telah dan akan dilakukan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia. Ketersediaan infrastruktur jaringan juga menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Pada tahun 2005 telah tersedia 22 jaringan intranet yang dipasang di gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, kemudian pada tahun 2006 ada tambahan 8 jaringan yang dipasang di gedung Pusat Pemerintahan, gedung Pemerintahan Cisadane, dan gedung PU. Pada tahun 2007 ada tambahan 4 jaringan yang dipasang di beberapa kecamatan, dan pada tahun 2008 (sampai oktober) ada tambahan 10 jaringan yang berupa Instalasi jaringan Access Point pada SKPD. Sehingga jumlah keseluruhan jaringan yang ada sampai Oktober 2008 adalah 44 jaringan. Pada akses internet terjadi pengadaan kecepatan hingga mencapai 512 Kbps pada tahun 2007 yang sebelumnya pada tahun 2006 belum tersedia dan pada tahun 2008 sudah menjadi 1 Gbps.

6

Dalam tahap perencanaan, data akan membantu dalam menetapkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi. Jika data yang disediakan tidak akurat, maka perencanaan yang dibuat juga tidak dapat memenuhi kebutuhan yang ada, bahkan mungkin justru akan berdampak negatif. Pada sisi monitoring dan evaluasi, data akan membantu dalam mengidentifikasi sejauh mana program-program yang diimplementasikan dapat memberikan dampak yang positif. Salah satu sarana pendukung dari Infrastruktur Informasi adalag Bank Data Daerah yang telah dibangun pada tahun 2004 dan dikembangkan lagi pada tahun 2005. Bank Data Daerah

digunakan/berfungsi untuk pemanfaatan data internal untuk konsumsi aparatur. Selain itu Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dapat memberikan nilai tambah dalam upaya memberikan

pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Dalam lingkungan pemerintahan, penerapan teknologi informasi memunculkan istilah elektronik goverment (e-goverment). Untuk Community Access

Point pada tahun 2005 tersedia sebanyak 5 buah, pada tahun 2006
ada penambahan 8 buah dan pada tahun 2007 ada penambahan 3 buah lagi sehingga sampai pada tahun 2008 masih 16 buah.

7

Terkait dengan isu aktual yang diangkat penulis dalam Kertas Kerja Perseorangan (KKP) ini yakni “Kurangnya SDM Dalam

Penyebaran Informasi, maka terdapat beberapa kelemahan dan
ancaman yang dapat menyebabkan kinerja Badan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang belum dapat tercapai secara optimal yang tercanang dalam perencanaan srategis organisasi. Kelemahan dan ancaman tersebut akan dapat menyebabkan kegagalan dalam upaya mewujudkan visi dan misi. Setelah diidentifikasi secara mendalam, adapun kelemahan dan ancaman tersebut antara lain : 1. Celah hukum dalam penerapan TI. 2. Instrumen regulasi belum mendukung. 3. Belum adanya sinkronisasi data antar SKPD. 4. Penguasa informasi mengekang kebebasan pendapat. 5. Maraknya cyber crime. 6. Pemerintahan anti kritik. 2. Visi dan Misi a. Visi Badan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang memiliki visi yaitu : “PELOPOR PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI YANG MAJU DALAM TATA LAKSANA PEMERINTAHAN DAN KOMUNIKASI PUBLIK YANG BAIK”

8

b. Misi Untuk mewujudkan visi tersebut Badan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang menetapkan misi sebagai berikut: a. Mengembangkan dan mengelola database dan informasi daerah secara optimal untuk Kota Tangerang yang informatif b. Mendorong terwujudnya sistem kinerja administrasi dan

koordinasi pemerintahan yang optimal melalui dukungan teknologi informasi dan komunikasi c. Mengembangkan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi bagi peningkatan pelayanan publik. Misi yang relevan dengan judul KKP ini adalah misi :

Mengembangkan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi bagi peningkatan pelayanan publik.

3. Tujuan Dalam Rencana Strategi Badan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang, tujuan yang hendak dicapai terkait dengan judul yang diangkat adalah Meningkatkan profesionalisme

aparatur dalam Penyebaran Informasi.

4. Sasaran Dalam Rencana Strategi Badan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang mempunyai sasaran yang hendak

9

dicapai yaitu: Terwujudnya SDM aparatur dalam Penyebaran

Informasi yang kompeten.
Kerangka pengukuran kinerja pencapaian sasaran yang digunakan dalam penulisan ini didasarkan pada Laporan hasil pelaksanaan kerja dijelaskan pada tabel Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS). Tabel 1 Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS)
Instansi: Badan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang

Sasaran

Indikator Sasaran

Rencana Tingkat Capaian (Target)

Persentase Realisasi Capaian (%) Target (%)

Terwujudnya SDM aparatur dalam Penyebaran Informasi yang kompeten

- Meningkatnya kemampuan operator TI

100%

70

70

10

5. Tugas Pokok dan Fungsi Ditegaskan bahwa Bidang Pengolahan Data Dan Diseminasi Informasi mempunyai tugas pokok : memimpin, merencanakan, mengatur dan mengendalikan kegiatan penyelenggaraan sebagian tugas Dinas dalam lingkup pengolahan data, penyebarluasan informasi dan promosi Daerah, pengendalian opini publik, serta pembinaan multi media dan lembaga informasi. Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, Bidang Pengolahan Data Dan Diseminasi Informasi mempunyai fungsi : 1. Penyelenggaraan penyusunan usulan Rencana Kerja,

kinerja, dan anggaran tahunan Bidang Pengolahan Data Dan Diseminasi Informasi; 2. Penyelenggaraan pengolahan data dan penyiapan

informasi bagi masyarakat mengenai kegiatan dan hasil penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan

pembinaan kemasyarakatan di Daerah; 3. Penyelenggaraan penyebarluasan informasi dan promosi Daerah melalui multi media; 4. Penyelenggaraan pengendalian opini publik; 5. Penyelenggaraan pembinaan di bidang multi media; 6. Penyelenggaraan pembinaan di bidang lembaga informasi.

11

B. Kondisi yang Diinginkan Dari seluruh uraian mengenai gambaran kinerja sekarang Badan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang secara keseluruhan, maka perlu disampaikan beberapa harapan (outlook) terkait dengan adanya tujuan, sasaran, kebijaksanaan, program dan kegiatan pada unit kerja dimana penulis menjabat yang masih perlu ditingkatkan kinerjanya. Adapun tujuan dan sasaran yang diharapkan oleh penulis dalam pemecahan masalah ke depan yaitu: Tujuan : Meningkatkan profesionalisme aparatur dalam Penyebaran Informasi. Sasaran : Terwujudnya SDM aparatur dalam Penyebaran Informasi yang kompeten.

Kebijakan operasional : Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam penyebaran informasi secara profesional.

12

Sasaran tersebut akan diwujudkan melalui program dan kegiatan sebagai berikut : Program : Optimalisasi SDM penyebaran informasi. Dan ada dua kegiatan berupa: a. Melaksanakan Bimbingan teknis berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). b. Menyelenggarakan Pelatihan teknis operator multimedia. Berdasarkan pada hasil pengukuran dan evaluasi kinerja sebagaimana telah disampaikan dapat penulis simpulkan bahwa salah satu kegiatan dari berbagai kegiatan yang perlu ditingkatkan

kinerjanya adalah kegiatan Melaksanakan Bimbingan teknis berbasis

teknologi informasi dan komunikasi (TIK) karena kegiatan tersebut
paling rendah capaian realisasi indikator kinerjanya. Kerangka pengukuran yang digunakan dalam penulisan ini didasarkan pada Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Nomor 239/X/6/Y/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah (LAKIP).

13

Gambaran harapan dapat kita tabulasikan dalam Rencana Kerja Tahunan 2011 yang dapat dilihat pada tabel berikut :

14

Tabel 2 Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2011
Sasaran Uraian Indikator Rencana Tingkat Capaian (Target) Program Uraian Kegiatan Indikator Kinerja Satuan Target Ket.

Terwujudnya SDM aparatur dalam Penyebaran Informasi yang kompeten.

• • •

Meningkatnya kemampuan operator TI Meningkatnya kualitas informasi yang lebih aktual Tersajikannya opini yang benar

100 100 100

Optimalisasi SDM penyebaran informasi

Melaksanakan Bimbingan teknis berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK)

Input / Masukan Dana SDM Output / Keluaran Terlaksananya Bimbingan teknis berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Outcome / Hasil Meningkatnya produktivitas penyebaran informasi % 100 Kali / th 1 Rp jt Orang 20 6

Menyelenggarakan Input / Masukan Pelatihan teknis Dana operator SDM multimedia Output / Keluaran Terselenggaranya Pelatihan teknis operator multimedia Outcome / Hasil Meningkatnya produktivitas penyebaran informasi

Rp jt Orang

40 5

Kali / th

2

%

75

Teori / konsep sebagai acuan yang relevan Secara umum, sumber daya diartikan segala sesuatu yang berwujud phisik ataupun non fisik yang dapat menjadi bahan pokok maupun penunjang dalam suatu proses kegiatan yang

mempengaruhi kualitas

ataupun kuantitas

output.

Sedangkan

Informasi menurut Gordon B. Davis, ( Moekijat, 1996 ) “ Information is data that has been processed into a form that is meaningful to the recipient and is of real or perceived value in current or prospective decisions.” ( Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata tau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau yang akan datang ). Sedangkan George R. Terry mengatakan bahwa “Information is meaningful data that conveys usable knowledge”. (Informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna) Dengan demikian Sumber Daya Informasi adalah sumber daya yang berwujud data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna. Apakah suatu sumber daya informasi itu berguna atau tidak, maka bergantung pada : 1. Tujuan Si Penerima Apabila informasi itu tujuannya untuk memberi bantuan, maka

15

16

informasi itu harus membantu si penerima dalam apa yang diusahakannya untuk memperolehnya. 2. Ketelitian Pengolahan dan Penyampaian Data Dalam penyampaian pengolahan data, inti dan pentingnya informasi harus dipertahankan.

BAB III ANALISIS DAN RENCANA KERJA

A. Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal Pakar dan pemikir manajemen Jepang modern, Kenichi Ohmae (dalam Wahyudi, 1996: 4-5) menyatakan bahwa berpikir secara strategik akan menghasilkan penyelesaian yang lebih kreatif dan berbeda bentuknya dari pada hanya berdasarkan berpikir mekanik dan intuisi. Dalam KKP ini digunakan analisis SWOT dengan langkah pertama adalah mengidentifikasi dan menilai keadaan faktor-faktor stratejik untuk mengetahui mana yang menjadi kekuatan dan mana yang menjadi kelemahan; serta mencermati peluang pendorong dan ancaman guna menentukan Faktor Kunci Keberhasilan yang

diberdayakan dan akan diperbaiki dalam mencapai sasaran. Adapun faktor internal dan eksternal yang berhasil diidentifikasi adalah sebagai berikut:

17

18

Tabel 3 Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal
No S1. S2. S3. No O1. O2. O3. FAKTOR INTERNAL KEKUATAN – S KELEMAHAN - W Adanya komitmen Walikota Belum adanya sinkronisasi data W1. terhadap transparansi antar SKPD Adanya anggaran infrastruktur Celah hukum dalam penerapan TI W2. yang cukup Tersedianya jumlah aparatur yang Instrumen regulasi belum W3. memadai mendukung FAKTOR EKSTERNAL PELUANG – O Paradigma e-Learning dan eGovernment Perkembangan TI sangat cepat Banjirnya informasi di dunia maya T1. T2. T3. ANCAMAN - T Pemerintahan anti kritik Penguasa informasi mengekang kebebasan pendapat Maraknya cyber crime

B. Komparasi Urgensi Faktor Internal dan Faktor Eksternal Penilaian Faktor Internal Dan Eksternal Faktor Kunci Keberhasilan adalah faktor yang memiliki total nilai bobot (TNB) terbesar diantara faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sasaran yang akan dicapai. Faktor Kunci Keberhasilan juga disebut sebagai kekuatan kunci atau faktor strategis. Untuk menilai tingkat urgensi tiap faktor penulis

menggunakan metode subyektif. Metode subyektif yaitu suatu metode untuk menentukan urgensi / tingkat kepentingan satu faktor tanpa membandingkan faktor satu dengan faktor lainnya, guna menentukan faktor mana yang lebih urgen. Pembobotan dilakukan dengan menggunakan skala Likert (1-5).

19 Adapun hasil penilaian terhadap tingkat urgensi faktor disajikan dalam matriks berikut. Tabel 4 Matriks Komparasi Urgensi Faktor Internal
No Faktor Internal Faktor yang lebih urgen
a b c d e f Total NF Bobot Faktor (BF)

a b c d e f

Adanya komitmen Walikota terhadap transparansi Adanya anggaran infrastruktur yang cukup Tersedianya jumlah aparatur yang memadai Belum adanya sinkronisasi data antar SKPD Celah hukum dalam penerapan TI Instrumen regulasi belum mendukung

STR ENGTHS

a a a a a a a b a b d a e c e a f c d Jumlah f b b e f

5 2 2 2 2 2 15

0,333 0,133 0,133 0,133 0,133 0,133 1,00

d c c e d f

W EAK NESSES

Tabel 5 Matriks Komparasi Urgensi Faktor Eksternal
Faktor yang lebih urgen No Faktor Eksternal
a b c d e f Total NF Bobot Faktor (BF)

a b c d e f

Paradigma e-Learning dan eGovernment Perkembangan TI sangat cepat Banjirnya informasi di dunia maya Pemerintahan anti kritik Penguasa informasi mengekang kebebasan pendapat Maraknya cyber crime

OPPOR TUNI TI ES

b a a e a b b b b b a b d e c a b d d f e b e d e a b c f e Jumlah

3 5 1 2 3 1 15

0,200 0,333 0,067 0,133 0,200 0,067 1,00

THR EATS

Catatan: Pembobotan menggunakan Skala Likert 5 = Sangat Tinggi urgensinya, 4 = Tinggi, 3 = Cukup, 2 = Kurang, 1 = Sangat Kurang.

20 C. Evaluasi Faktor Internal Dan Eksternal Langkah selanjutnya setelah dilakukan penilaian urgensi faktor adalah melakukan evaluasi faktor Internal dan eksternal sebagai berikut :   Nilai Faktor (NF) ditentukan dari tabel 4 dan 5. Bobot Faktor (BF). Tiap faktor dibobot tingkat urgensinya. Tingkat urgensinya dinyatakan dalam Bobot Faktor (BF) dan satuan ukurannya adalah %. Rumus BF = NF/∑ NF x 100%. ditentukan dari tabel 4 dan 5.  Nilai Dukungan Faktor (ND). Tiap faktor sebenarnya merupakan input yang harus dikelola dengan baik agar memberikan dukungan yang istimewa atau selalu maksimal sehingga menjadi unggul dalam meraih sukses yang lebih besar. ND tiap faktor diukur dengan skala nilai 1-5.  NBD (Nilai Bobot Dukungan) ditentukan dengan rumus: NBD = ND X BF.  Nilai Keterkaitan (NK) adalah nilai Keterkaitan suatu faktor dibandingkan dengan faktor lainnya dan dengan skala 1-5.  Nilai Rerata Keterkaitan (NRK) adalah jumlah nilai NK dibagi 11 sebagai rata-rata keterkaitan. Rumus NRK = ∑ NK / (∑NK-1).  Nilai Bobot Keterkaitan (NBK) tiap faktor dihitung dengan rumus : NBK = NRK X BF.

21  Total Nilai Bobot (TNB). TNB tiap faktor dapat dihitung dengan memakai rumus : NBD + NBK = TNB.  Faktor Kunci Keberhasilan (FKK) merupakan peringkat prioritas dari TNB terbesar dari masing-masing faktor. Disini hanya ada dua FKK yang diambil sebagai bahan untuk analisis berikutnya. Berikut tabel evaluasi faktor internal dan eksternal menjelaskan bagian ini.

22 Tabel 6 Evaluasi Faktor Internal Dan Eksternal
No Faktor Internal NF Nilai Keterkaitan BF ND NBD % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 NRK NBK TNB FKK

Strengths
1 Adanya komitmen Walikota terhadap transparansi 2 Adanya anggaran infrastruktur yang cukup 3 Tersedianya jumlah aparatur yang memadai 5 2 2

33,3 5 1,67 13,3 1 0,13 4

4 4 5 1 3 5 2 3 2 3 4 5 4 2 2 4 3 3 4 5 3 4 4 4 3 3 4

3 3 2

3 3 4

1,06 2,73 0,46 0,59 0,48 0,88 4,20

I

13,3 3 0,40 4 4

II

W eaknesses
4 Belum adanya sinkronisasi data antar SKPD 5 Celah hukum dalam penerapan TI 6 Instrumen regulasi belum mendukung Faktor Eksternal 2

13,3

2 0,27 5 5 5 0,40 1 4 3 3

3 2 1 2 2 1 2 4 3 5 4 4 3 4 2 2 4 2

1 4 4

3 3 3

0,35 0,62 0,46 0,86 0,40 0,53 2,01

II I

2 13,33 3 2 13,33 1

0,13 3 2 4 2 4

15

100

Opportunities
7 Paradigma e-Learning dan eGovernment 8 Perkembangan TI sangat cepat 9 Banjirnya informasi di dunia maya 3 20,00 3 5 1

0,60 5 2 4 1 3 4

2 2 1 4 3 3 2 5 4

1 1 5

3 3 3

0,53 1,13 0,91 2,58 0,22 0,28 3,99

II I

33,3 6,7

5 1,67 2 4 4 2 5 2 2 1 0,07 3 3 3 2 4 2 2 3

Threats
10 Pemerintahan anti kritik 11 Penguasa informasi mengekang kebebasan pendapat 12 Maraknya cyber crime 2 13,33 2 3 20,00 3 1

0,27 2 3 3 1 4 1 1 3 5 0,60 3 4 4 2 3 4 4 2 4 3

3

2 4

3 3 2

0,34 0,61 0,67 1,27 0,16 0,3 2,18

II I

6,67

2 0,13 3 3 2 1 4 1 1 1 5 2 4

15 100

Penetapan Faktor Kunci Keberhasilan (FKK) Berdasarkan besarnya TNB tiap faktor dapat dipilih faktor yang memiliki TNB paling besar sebagai Faktor Kunci Keberhasilan

23 (FKK) organisasi atau unit kerja dalam mencapai misi. FKK itu merupakan faktor-faktor strategis. Dari tiap kategori strengths, weaknesses, opportunities, and threats masing-masing di pilih 2 FKK berdasarkan urutan TNB. Cara menentukan FKK dilakukan dengan proses sebagai berikut :      FKK dipilih dari nilai TNB terbesar. Bila nilai TNB sama, pilih nilai NBD terbesar. Bila nilai NBD sama, pilih nilai NBK terbesar. Bila nilai NBK sama, pilih nilai BF terbesar. Bila masih sama, maka pilih berdasarkan pengalaman dan pertimbangan rasional. Adapun dua kekuatan terpilih dari masing-masing faktor dapat disimak dalam tabel berikut. Tabel 7 Faktor Kunci Keberhasilan (FKK)
Urutan FKK FAKTOR INTERNAL Kekuatan – Strengths Kelemahan – Weakness

1.

Adanya komitmen Walikota terhadap transparansi

1.

Celah hukum dalam penerapan TItur masih kurang

Urutan FKK

FAKTOR EKSTERNAL Peluang – Opportunities Ancaman – Threats

1.

Perkembangan TI sangat cepat

1.

Penguasa informasi mengekang kebebasan pendapat

24 D. Peta Posisi Kekuatan Organisasi Penentuan Peta Posisi Kekuatan Organisasi Sesuai dengan kriteria tersebut di atas, maka berdasarkan hasil evaluasi yang dipilih dari SWOT adalah S W O T : Adanya komitmen Walikota terhadap transparansi : Celah hukum dalam penerapan TI : Perkembangan TI sangat cepat : Penguasa informasi mengekang kebebasan pendapat. Berdasarkan Total Nilai Bobot (TNB) semua faktor, maka dapat dipetakan posisi kekuatan organisasi seperti gambar berikut: Gambar 1 Peta Kekuatan Organisasi S = 4,20 K. II 2,19 Kuadran I

T = 2,18 1,81 K. IV K. III

O = 3,99

W = 2,01

25 Gambar di atas menunjukkan posisi kekuatan Bidang Pengolahan Data Dan Diseminasi Informasi berada pada kuadran I yaitu strategi SO (menggabungkan

Strength

dan

Opportunities ) atau mendayagunakan seluruh kekuatan
dengan memanfaatkan peluang. Hal ini artinya, Unit kerja memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan faktor Adanya

komitmen

Walikota

terhadap

transparansi

dengan

memanfaatkan peluang Perkembangan TI sangat cepat. E. Formulasi Strategi Perumusan dan Penetapan Strategi Perumusan Strategi Penyusunan strategi dengan pendekatan formulasi strategi matriks SWOT adalah berdasar pada prinsip pemberdayaan sumber daya unggulan organisasi atau faktor-faktor kunci keberhasilan organisasi. Caranya adalah dengan memadukan, kekuatan atau kunci

mengintegrasikan,

menginteraksikan

antar

keberhasilan, agar tercipta kesatuan arah dan sinergi dalam mencapai tujuan. Teknik menginteraksikan faktor-faktor kunci keberhasilan agar terjadi sinergi mencapai tujuan dapat digunakan matriks SWOT. Beberapa ahli menganggap, ada empat strategi utama yang dapat dirumuskan dalam empat kuadran SWOT yakni: a. Strategi ekspansi dirumuskan pada kuadran I. Dalam kuadran I ini dapat diinteraksikan, dipadukan kekuatan kunci dan peluang kunci sebagai suatu strategi SO kearah

26 ekspansi atau pengembangan, pertumbuhan, perluasan dalam bidang tertentu, dalam mencapai tujuan atau peluang-peluang yang menjanjikan. b. Strategi diversifikasi dirumuskan pada kuadran II. Dalam kuadran II ini dapat diinteraksikan kekuatan kunci dan ancaman kunci sebagai suatu strategi ST untuk melakukan mobilisasi kekuatan kunci, dalam menciptakan diversifikasi, inovasi, pembaharuan, modifikasi di bidang tertentu dalam upaya mencegah ancaman kunci. c. Strategi stabilitas / rasionalisasi dirumuskan pada

kuadran III Dalam kuadran III ini dapat diinteraksikan kelemahan kunci dan peluang kunci sebagai suatu strategi WO untuk menciptakan stabilitas atau rasionalisasi dalam bidang tertentu dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan. d. Strategi defensif / survival dapat dirumuskan pada kuadran IV. Dalam kuadran IV ini dapat diinteraksikan kelemahan kunci dan ancaman kunci sebagai suatu strategi WT yang dapat

menciptakan suatu keadaan yang defensif atau survival, efisiensi yang menyeluruh atau penciutan kegiatan operasional agar dapat bertahan atau keadaan tidak semakin terpuruk akibat desakan yang kuat dari ancaman kunci.

27 Berdasarkan matriks SWOT dapat disusun suatu formulasi strategi dengan menginteraksikan faktor-faktor internal dan faktorfaktor eksternal yang menjadi Faktor Kunci Keberhasilan seperti dalam diagram Formulasi strategi SWOT berikut : Tabel 8 Formulasi Strategi SWOT Faktor Internal Adanya komitmen Walikota Celah hukum dalam terhadap transparansi penerapan TI O Strategi SO Strategi WO Atasi celah hukum dalam penerapan Teknologi Informasi Strategi WT Atasi celah hukum dalam penerapan Teknologi Informasi demi kebebasan pendapat S W

Faktor Eksternal

Perkembangan TI sangat cepat

Dayagunakan komitmen transparansi melalui penerapan Teknologi Informasi
Strategi ST

T

Penguasa informasi Dayagunakan komitmen mengekang transparansi untuk kebebasan pendapat mengatasi Penguasa informasi mengekang kebebasan pendapat

F. Rencana Kerja Penyusunan Rencana Kerja Untuk menjamin strategi terlaksana dengan baik dalam mencapai sasaran kinerja, maka perlu disusun suatu kebijakan operasional sebagai pedoman atau acuan dalam menjabarkan strategi ke dalam program dan kegiatan. Kebijakan operasional

28 merupakan acuan, pedoman yang memberikan arah program, kegiatan yang akan dilakukan dan sumber daya yang diberdayakan dalam mencapai sasaran kinerja yang telah ditetapkan. Kerangka pengukuran pencapaian sasaran yang digunakan dalam penulisan ini didasarkan pada Surat Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Nomor 239/X/6/Y/2003. Tabel Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) di bawah ini dapat menjelaskan uraian di atas. Untuk menjamin strategi terlaksana dengan baik dalam mencapai sasaran kinerja, maka perlu disusun suatu kebijakan operasional sebagai pedoman atau acuan dalam menjabarkan strategi ke dalam program dan kegiatan. Berikut tabel yang menjelaskan uraian di atas Tabel 9 Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan, Program dan Kegiatan
Tujuan
Meningkatkan profesionalisme aparatur dalam Penyebaran Informasi

Sasaran
Terwujudnya SDM aparatur dalam Penyebaran Informasi yang kompeten

Strategi
Dayagunakan kom itm en transparansi m elalui penerapan Teknologi I nform asi

Kebijakan
Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam penyebaran informasi secara profesional

Program
Optimalisasi SDM penyebaran informasi

Kegiatan
1. Melaksanakan Bimbingan teknis berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) 2.Menyelenggarakan Pelatihan teknis operator multimedia

29 Rencana Pelaksanaan Kegiatan Dalam menyusun rencana kegiatan dapat digunakan matriks rencana kegiatan. Dalam matriks rencana kegiatan seyogyanya mencakup : a. apa tujuan dan sasaran yang akan dicapai serta indikatornya; b. bagaimana cara mencapainya; c. siapa yang akan diberi tanggung jawab melaksanakan; d. kapan waktu pelaksanaan (kapan mulai dan selesai); serta e. berapa anggaran yang diperlukan. Adapun rencana kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 10 Rencana Kegiatan Operasional Tahun 2011
Penanggung Waktu jawab (hari) Kabid PDDI 1 minggu Biaya (Rp) 2jt Target Kinerja % 80%

Kegiatan Melaksanakan Bimbingan teknis berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK)

Rincian Kegiatan Persiapan 1. Rapat persiapan 2. Pembagian tugas 3. Pencairan dana Pelaksanaan Melaksanakan Bimbingan teknis berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Evaluasi 1. Pemantauan 2. Penilaian 3. Pelaporan

Kabid PDDI

Tiap 2 bulan sekali

36jt

90%

Kepala Dinas

Tiap saat

2Jt

90%

30 Sedangkan jadual kegiatan tahunannya dijelaskan pada tabel berikut: Tabel 11 Penjadualan Kegiatan
No Kegiatan

1

2

3

4

Th. 2011 - Bulan ke

5

6

7

8

9

10 11 12

1. Rapat persiapan 2. Pembagian tugas 3. Pencairan dana 4. Melaksanakan Bimbingan teknis berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) 5. Pemantauan (tiap bulan) 6. Evaluasi (akhir bulan) 7. Pelaporan (semesteran)

√ √ √ √ √ √ √

√ √

√ √

√ √

√ √

√ √

√ √ √

√ √

√ √

√ √

√ √

√ √ √

BAB IV PENUTUP

Dari uraian yang telah disampaikan pada bab-bab di depan maka dapat disimpulkan beberapa hal antara lain sebagai berikut: Dengan menggunakan formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) maka diharapkan peserta Diklat PIM III dapat mencermati analisis capaian indikator kinerja organisasi. 1. Sasaran dalam renstra yang ingin dicapai adalah Terwujudnya SDM aparatur dalam Penyebaran Informasi yang kompeten. 2. Sasaran di atas hanya dapat tercapai apabila memenuhi tiga Indikator yaitu: a). Meningkatnya kemampuan operator TI, b). Meningkatnya kualitas informasi yang lebih aktual dan c). Tersajikannya opini yang benar. 3. Salah satu strategi hasil pilihan analisis SWOT adalah Dayagunak an

k om itm en I nform asi.

transparansi

m elalui

penerapan

Tek nologi

4. Program yang dilaksanakan adalah Optimalisasi SDM penyebaran informasi dengan Kegiatan yang perlu segera dilaksanakan adalah: a. Melaksanakan Bimbingan teknis berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) b. Menyelenggarakan Pelatihan teknis operator multimedia.

31

32 DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pemerintahan Daerah yang telah diubah dengan UU Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Nomor 389/X/6/Y/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah (LAKIP)

Garis-garis Besar KKP Diklat Kepemimpinan Tingkat III, Tim Kajian
Aktualisasi, Badan Diklat Provinsi Banten, cetakan 2008. Adiwidjaja, dkk, 2004, Kertas Kerja Perseorangan (KKP), Bahan Ajar Modul Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan X Tahun 2010 Provinsi Banten, Lembaga Administrasi Negara – Republik Indonesia 2008. Entang, MA Dipl. Ed. dkk, Isu Aktual Sesuai Tema, Bahan Ajar Modul Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan X Tahun 2010 Provinsi Banten, Lembaga Administrasi Negara – Republik Indonesia 2008 Sianipar, JPG dkk, 2003, Teknik Analisis Manajemen (TAM), Bahan Ajar Modul Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan X Tahun 2010 Provinsi Banten, Lembaga Administrasi Negara – Republik Indonesia 2008. Sudirman, dkk, 2003, AKIP dan Pengukuran Kinerja, Bahan Ajar Modul Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan X Tahun 2010 Provinsi Banten, Lembaga Administrasi Negara – Republik Indonesia 2008.

33 BIODATA

1. Nama

: M. Agun Djumhendi J, S.Sos

2. Tempat dan Tgl. Lahir : Tangerang, 14 Agustus 1971 3. Alamat Rumah : Jl. Belimbing Raya No. 8 Kota Tangerang HP. 089 9951 0992 4. Alamat Kantor : Jl. Satria Sudirman No. 1 Telp. 021 – 55764955 5. Jabatan Sekarang : Kepala Bidang Pengolahan Data Dan

Diseminasi Informasi 6. Jabatan Sekarang : Kepala Bidang Pengolahan Data Dan

Diseminasi Informasi 7. Unit Organisasi : Badan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful