You are on page 1of 13

IDENTIFIKASI AMILUM SECARA KIMIAWI DAN MIKROSKOPI

A. TUJUAN
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui dan dapat
membedakan macam-macam amilum yang umum digunakan dalam sediaan
farmasi.

B. ALAT DAN BAHAN


1. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu ;
a) Gegep
b) Rak Tabung
c) Tabung Reaksi
d) Deck Glass
e) Kaca Objek
f) Mikroskop
2. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu ;
a) Amilum oryzae (pati beras)
b) Amilum triciti (pati gandum/ jagung/ maizena)
c) Amilum manihot (pati tapioca)
d) Amilum solani (pati kentang)
C. KLASIFIKASI DAN DESKRIPSI
1. Klasifikasi Tanaman
a) Pati Beras (Amilum oryzae)
Regnum

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi

: Angiospermae

Kelas

: Monokotil

Ordo

:Poales

Famili

: Poaceae

Genus

: Oryza

Spesies

: Oryza sativa L

b) Pati Jagung (Amilum triciti)


Regnum

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi

: Angiospermae

Kelas

: Monocotylidoneae

Ordo

: Poales

Family

: Poaceae

Genus

: Zea

Spesies

: Zea mays L

c) Pati Tapioka (Amilum Manihot)


Regnum

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi

: Angiospermae

Kelas

: Dycotilidoneae

Ordo

: Eupharbiale

Family

: Eupharbiceae

Genus

: Manihot

Spesies

: Manihot escullenta

d) Pati Kentang (Amilum solani)


Regnum : Plantae
Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae
Kelas

: Dycotilidoneae

Ordo

: Solanales

Family

: Solanaceae

Genus

: Solanum

Spesies

: Solanum tuberosum L

2. Deskripsi Tanaman
a) Padi (Oryza sativa)
Padi banyak varietasnya yang ditanam di sawah atau di ladang,
sampai ketinggian 1200 m dpl. Tanaman semak semusim ini berbatang
basah tingginya 50 cm-1,5 m. Batng tegak, lunak, beruas, berongga, kasar,
warna hijau. Daun tunggal berbentuk pita yang panjangnya 15-30 cm,
lebar mencapai 2 cm, perabaan kasar, ujung runcing, tepi rata, berlepah,
pertulangan sejajar, hijau. Rongga majemuk berbentuk malai.Buahnya
buah batu, terjurai pada tangkai, warna hijau.Setelah tua menjadi kuning,
biji keras, bulat telur, putih atau merah.Butir-butir padi yang sudah lepas
dari tangkainya disebut gabah dan yang sudah dibuang kulit luarnya
disebut beras.Bila dimasak maka namanya menjadi nasi.Umumnya beras
berwarna putih, walaupun ada beras yang berwarna merah.Tangkai butir
padi setelah dirontokkan disebut merang.Padi yang termasuk keluarga
rumput-rumputan ditanam bijinya secara lengkung.
b) Jagung (Zea mays)
Rumput berumah satu, tegak dengan system perakaran terdiri dari
akar serabut.Batang biasanya tunggal.Daun tumbuh berseling pada sisi
yang berlainan pada buku, dengan helaian daun yang bertumpang tindih,
aurokel diatas 5 helaian daun manita, memanjang. Per bunga jantan dan
betina terpisah pada satu tumbuhan yang sama : bunga jantan merupakan
malai terminal. Pembuahan yang marak dalam bentuk tungkai.Biji
biasanya lonjong, warna bervariasi dari putih hingga kuning merah atau
keunguan hingga hitam.
c) Singkong (Manihot utilisima)
Merupakan jenis tanaman perdu yang bisa dipanen setelah 6-7
bulan dari masa penanaman. Daun berbentuk seperti jari, memiliki
lembaran yang menjuntai mirip dari manusia dengan lebar 2-4 cm. Dan
panjang 7-12 cm. Memiliki garis tengah 2-3 cm, dengan panjang 50-80 cm.
Berwarna kekuning-kuningan ataupun alga ada yang berwarna putih.

d) Kentang (Solanum tuberosum)


Kentang mempunyai sifat menjalar.Batang berbentuk segiempat,
panjang bisa mencapai 50-120 cm, dan tidak berkayu.Batang dan daun
berwarna

hijau

kemerah-merahan

atau

keungu-unguan.Bunganya

berwarna kuning keputihan atau ungu. Akar tanaman menjalar dan


berukuran sangat kecil bahkan sangat halus.

D. HASIL PENGAMATAN
1.

Identifikasi Amilum Secara Kimiawi

No.

Amilum

1.

Amilum Zea

Perubahan Warna
Sebelum Dipanaskan

Setelah Dipanaskan

Ungu

Putih kekuningan

Ungu kecokelatan

biru

Ungu

Putih

Biru Pekat

Putih

Biru Pekat

Putih

mays L. + I2

2.

Amilum
Solanum
tuberosum
L. + I2

3.

Amilum
Oryza sativa
L. + I2

4.

Amilum
Manihot
utilisima + I2

5.

Amilum
Metroxylon
sagu Rottb.
+ I2

2. Identifikasi Secara Mikroskopi


No.
1.

Simplisia

Mikroskopis

keterangan
1. Butir Segi banyak
2. Hilus

Jagung
(Zea mays L.)

Butir bersegi banyak, tunggal/majemuk bentuk


bulat telur. Hilus di tengah tidak terlihat jelas.
Tidak ada lamella.
2.

1. L amella
2. Hilus

Kentang
(Solanum

tuberosum L.)

Butir tunggal, tidak beraturan atau bulat telur.


Butir majemuk jarang, terdiri 2-4. Hilus berupa
titik pada ujung yang sempit. Lamella konsentris
jelas.
3.

1. Butir Segi banyak


2. Hilus

Beras
(Oryza

sativa

L.)
2

Butir bersegi banyak, tunggal atau majemuk


bentuk bulat. Hilus di tengah tidak terlihat jelas,
tidak ada lamella konsentris.

4.

Sagu

(Metroxylon

1. Butir Bulat telur


2. hilus

sagu Rottb.)
2

Butiran bulat atau butir telur, tunggal. Amilum


bertipe kosentrik, terdapat hilus dan lamela,
namun hilus dan lamelanya tidak terlalu jelas
kelihatan.
5.

1. Hilus
2. Butir Bulat

Ubi
(Manihot
utilisima)

Butir tunggal, agak bulat/bersegi banyak. Hilus di


tengah berupa titik, garis lurus/bercabang 3.
Lamella tidak jelas, konsentris. Butir majemuk
sedikit, terdiri dari 2/3 butir tunggal bentuk tidak
sama.

E. PEMBAHASAN
Identifikasi suatu senyawa pada suatu sampel dapat diuji secara
kualitatif maupun kuantitatif. Kualitatif merupakan suatu uji yang
menerangkan ada tidaknya suatu zat dalam senyawa sampel, sedangkan
kuantitatif merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui kadar
atau jumlah suatu zat dalam sampel. Secara kuantitatif digunakan instrumentinstrumen untuk menghitung kadarnya, sedangkan secara kulitatif digunakan
pereaksi-pereaksi yang akan membentuk perubahan berupa warna, bentuk dan
bau.
Amilum merupakan gabungan 2 jenis polisakarida yaitu amilopektin
dan amilosa. Amilosa merupakan polimer glukosa rantai panjang yang tidak
bercabang sedangkan amilopektin merupakan polimer glukosa dengan
susunan yang bercabang-cabang. Komposisi kandungan amilosa dan
amilopektin ini akan bervariasi dalam produk pangan dimana produk pangan
yang memiliki kandungan amilopektin tinggi akan semakin mudah untuk
dicerna.Monomer dari amilum merupakan glukosa yang saling terikat dengan
ikatan OH glikosidik. Amilum diperoleh tumbuhan dari proses fotosintesis
yang disimpan dalam bentuk umbi dan sebagainya. Pada percobaan ini
dilakukan pengidentifikasian amilum pada amilum jagung, beras, ubi jalar
dan pati kentang secara kimiawi dn mkroskopis.
Identifikasi kimiawi dilakukan dengan menggunakan larutan iodium
sedangkan secara makroskopik dilakukan dengan menggunakan mikroskop.
identifikasi dengan menggunakan larutan iodium dilakukan dengan
mencampurkan sejumlah amilum dengan larutan iodium, dari pencampuran
ini baik pada sampel pati jagung, kentang, ubi dan beras diperoleh perubahan
warna amilum menjadi merah bata.

Bila dibadingkan dengan sampel pati pembanding, diperoleh warna


yang memiliki intensitas yang lebih besar dibandingkan dengan intensitas
warna yang dihasilkan pada pencampuran amilum dengan larutan iodium.
Perbedaan intensitas warna yang dibentuk disebabkan oleh ukuran partikel
serbuk amilum buatan dengan pembanding. Amilum pembanding yang
digunakan amilum yang diproduksi oleh pabrik dan dijual dipasaran
sedangkan serbuk amilum buatan merupakan amilum yang dibuat secara
manual dengan menggunakan peralatan biasa. Pembuatan dengan skala
pabrik menggunakan penyaring untuk serbuk amilum dengan ukuran mesh,
hal ini menyebabkan adanya keseragaman ukuran partikel dengan ukuran
yang sangat halus, sehingga ukuran 1 kg serbuk dari pabrik dengan 1 kg
serbuk yang dibuat dengan manual akan berbeda jumlah partikelnya. Ketika
ad larutan maka molekul larutan akan mengikat partikel terlarut. Dalam hal
ini larutan iodine akan mengikat partikel amilum. Perbedaan ukuran partikel
antara pembanding dengan sampel menyebabkan hanya sedikit molekul
glukosa yang bereaksi dengan iodine pada pati sampel, sedangkan pada pati
pembanding ukuran partikelnya lebih kecil sehingga lebih banyk amilum
yang bereaksi dengan iodine sehingg warna yang terbentuk lebih pekat
dibandingkan warna yang terbentuk dari reaksi amilum dengan iodium.
Identifikasi

selanjutnya

dilakukan

secara

makroskopik

dengan

menggunakan mikroskop. Serbuk diberikan akuades agar mudah diamati di


mikroskop dengan memberikan resolusi yang tinggi dan dipanaskan sebentar
diatas Bunsen lalu diamati bentuknya pada mikroskop. Pemanasan dilakukan
untuk membantu penguraian polisakarida amilum menjadi glukosa. Prinsip
mikroskop yaitu mengamati bentuk suatu senyawa dengan menggunakan
bantuan cahaya yang berasal dari lampu atau cahaya maupun dari cahaya
elektromagnetik. Hasil pengamatan ini diperoleh setiap amilum memiliki
bentuk kristal molekul yang beragam dan kristal molekul amilum terhalus
yaitu amilum singkong dan kristal molekul amilum terkasar yaitu amilum
beras.

Hasil pengamatan yang dilakukan. Amilum pada kentang merupakan


amilum setengah majemuk diadelf, yaitu butir amilum mempunyai lebih dari
satu hilus yang masing-masing dikelilingi lamella dan diluarnya dikelilingi
lamela bersama, dan bersifat eksentrik. Sedangkan pada sagu, hilus dan
lamela tidak terlalu jelas saat dilakukan pengamatan dibawah mikroskop.
Amilum Manihot, Bentuknya berupa butir tunggal,butir agak bulat atau
bersegi banyak butir kecil, terdapat butir pati,dan juga hilus yang berupa garis
dan titik, terdapat juga lamella tapi tidak jelas,yang berupa butir majemuk
sedikit. Amilum maydis, tidak punya lamella (tidak terlihat), Bentuknya
berupa butir bersegi banyak, bersudut, atau butir bulat,kemudian terdapat
butir pati dan hilus yang berupa rongga atau celah. Amilum solani, berbentuk
butir tunggal, tidak beraturan, atau bulat telur, terdapat butir pati juga lamella
yang tidak terlihat jelas. Amylum oryzae, Bentuknya yaitu butir bersegi
banyak, tunggal atau majemuk bentuk bulat telur, terdapat butir telur dan
hilus yang tidak terlihat jelas dan tidak terdapat lamella. Amilum sagu,
berwarna coklat muda dan berbentuk serbuk, baunya khas dan rasa tawar.
Amilum sagu yaitu amilum bertipe kosentrik, terdapat hilus dan lamela,
namun hilusnya tidak terlalu jelas kelihatan jika dibandingkan hilus pada
kentang.
Deskripsi simplisia pati beras yaitu pada pemerian memiliki sifat
berwarna putih, tidak berbau, tidak berasa. Secara makroskopik, berupa
serbuk berwarna, putih dan sangat halus, dan secara mikroskopi terlihat
butiran persegi banyak, tunggal atau majemuk, hillus tidak terlihat jelas dan
tidak ada lamella konsentrasi. Pada deskripsi simplisia pati jagung
pemeriannya berwarna putih, tidak berbau, tidak berasa. Secara makroskopik
berupa salut warna putih dan, secara mikroskopik anatomi jaringan yang
teraman yaitu butiran pati ada yang tunggal halus terlihat. Pada deskripsi
simplisia pati ubi memiliki pemerian

berwarna putih, tidak berbau, tidak

berasa. Secara makroskopik berupa serbuk berwarna putih dan sangat halus,
dan secara mikroskopik berupa butiran tunggal dan jaringan berkelompok .
agak bulat dan persegi banyak, berbentuk topi baja, halus terletak di tengah

bentuk jenis dan bercabang tiga dengan lamella tidak jelas. Pada deskripsi
simplisia kentang memiliki pemerian

berwarna putih, tidak berbau, tidak

berasa. Secara makroskopik bahan berupa serbuk, agak kasar, berwarna putih,
tidak berbau, tidak berasa, dan secara mikroskopik butiran berbentuk bulat
telur atau tidak beraturan dengan ukuran 30-150 mm. Hilus terdapat sebagai
titik pada bagian yang sempit, lamella terlihat dengan jelas.
Amilum digunakan sebagai bahan penyusun dalam serbuk dan sebagai
bahan pembantu dalam pembuatan sediaan farmasi yang meliputi bahan
pengisi tablet, bahan pengikat, dan bahan penghancur. Sementara suspensi
amilum dapat diberikan secara oral sebagai antidotum terhadap keracunan
iodium dam amilum gliserin biasa digunakan sebagai emolien dan sebagai
basis untuk supositoria. Di dalam tubuh, amilum dapat dihidrolisis sempurna
dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa. Hidrolisis juga
dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase, dalam air ludah dan dalam
cairan yang dikeluarkan oleh pankreas terdapat amilase yang bekerja terhadap
amilum yang terdapat pada makanan kita oleh enzim amilase, amilum diubah
menjadi maltosa dalam bentuk maltosa.
Pati digunakan sebagai bahan yang digunakan untuk memekatkan
makanan cair seperti sup dan sebagainya. Dalam industri, pati dipakai sebagai
komponen perekat, campuran kertas dan tekstil, dan pada industri kosmetika.

F. PENUTUP
1.

Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa untuk membedakan macam-macam amilum dilakukan dua
pengujian yaitu secara mikroskopis dan secara kimiawi, untuk uji secara
mikroskopis dapat diamati perbedaan bentuk pati dari tiap-tiap amilum
dan secara kimiawi yaitu mendeteksi kandungan amilum dengan
perubahan warna sampel menjadi biru tua setelah ditetesi dengan
pereaksi I2.

2.

Saran
Saat mengamati amilum dibawah mikroskop, sebaiknya medium
yang digunakan jangan terlalu banyak, karena akan mempengaruhi
penampang yang diamati. Jika terlalu banyak medium, globul air akan
mempersulit kita untuk mengamati hilus dan lamella yang terbentuk.

DAFTAR PUSTAKA
Badan POM, 2010, Acuan Sediaan Herbal, Volume Kelima Edisi Pertama, Badan
Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, Jakarta.
Dirjen POM, 1989 dan 1995, Materi Medika Indonesia, Departeman Kesehatan
Republik Indonesia, Jakarta.
Dirjen POM, 2009, Farmakope Herbal Indonesia, Edisi Pertama, Departeman
Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Rochani, Siti, 2007, Bercocok Tanam Jagung, Bandung: Azka Press.
Setiadi, 2009, Budi Daya Kentang, Jakarta: Penebar Swadaya.