You are on page 1of 26

LI 1.

Memahami dan Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi Sistem Limbik
LO.1.1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Sistem Limbik

Sistem limbik merupakan bagian otak yang berkaitan dengan emosi dan instink. Dalam
struktur hirarki otak sistem limbik berada di tengah, antara diensefalon (batang otak) dengan
cerebrum. Sistem limbik mempunyai fungsi pengendali emosi, perilaku instinktif, drives,
motivasi, dan perasaan. Baik korteks cerebri maupun sistem limbik , keduanya mempunyai
akses ke area motorik batang otak, sehingga memungkinkan manusia belajar beradaptasi dan
mengontrol perilaku instinktif mereka.
Dari pengertian tersebut, dapat diambil pemahaman bahwa emosi merupakan perasaan
kompleks (menyenangkan atau tidak menyenangkan) pada organisme, melibatkan perubahan
aktivitas organ tubuh terutama organ visceral, berada di bawah kontrol sistem saraf otonom,
yang mendorong munculnya respon atau perilaku tertentu.
Komponen-komponen emosi diantaranya :
1.
2.
3.
4.

Stimulus (real atau khayalan)
Afek atau perasaan (feeling)
Perubahan aktivitas otonom organ visceral
Dorongan aktivitas atau perilaku tertentu

Emosi dasar seperti rasa senang, marah, takut, dan kasih sayang, memiliki fungsi untuk
mempertahankan hidup dan jenis suatu organisme (manusia dan hewan). Sebagai contoh, bila
seseorang melihat harimau yang akan menyerang, maka akan timbul rasa takut sehingga
orang tersebut berlari atau mencari perlindungan untuk menyelamatkan diri.
Bangunan utama sistem limbik :
1. Amigdala
Berbentuk seperti buah almond. Letaknya sebagian di depan dan sebagian di atas
cornu inferior ventriculus lateralis. Berfungsi dalam :
a. Jika dipacu, terjadi perubahan suasana hati
b. Kalau dirusak, terjadi sikap agresif
c. Melalui hipothalamus, mempercepat kerja endokrin, sex dan reproduksi.

1

2. Septum (dinding)
Merupakan bagian dari nuclei tel-enchepalon yang dibentuk oleh : cortex area septi,
gyrus para terminalis dan gyrus subcallosum. Terletak diantara septum pellucidum
dengan communissura anterior.
3. Hipokampus
Meliputi :
a. Hippocampus
Merupakan substansia grissea yang melengkung ke atas sepanjang dasar cornu
inferior ventriculus lateralis. Ujung depannya membentuk pes hippocampi.
Dilapisi ependim, dibawahnya ada alveus (berupa substansia alba) yang kemudian
akan membentuk fimbria. Fimbria kemudian berlanjut menjadi crus fornix yang
mengelilingi thalamus dan menyetu lagi membentik corpus fornix. Berfungsi
dalam proses belajar dan ingatan sekarang.
b. Gyrus dentatus
Merupakan berkas substansia grissea yang terletak diantara fimbria hippocampi
dengan gyrus gippocampi. Saling mengunci satu sama lain dengan hippocampus.
c. Subiculum s.gyrus subcallosum
Terlatak antara hippocampus dengan gyrus para hippocampus
4. Girus singulatus
5. Thalamus anterior
6. Hipotalamus
Terletak paling depan di dienchepalon. Terbagi dalam dua kelompok nuclei, yaitu
yang medial dan lateral yang dipisahkan oleh collumna fornix dan tractus
mammillothalamicus. Hipotalamus adalah bagian otak yang berisi sejumlah nukleus
kecil. Hipotalamus terletak di bawah thalamus, tepat di atas batang otak. Dalam
terminologi neuroanatomy, membentuk bagian ventral diencephalon tersebut. Semua
otak vertebrata yang mengandung hipotalamus. Pada manusia, itu adalah kira-kira
ukuran badan. Fungsi dari hipothalamus antara lain :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Mengontrol sistem saraf otonom
Mengontrol kerja endokrin
Mengontrol suhu tubuh
Mengontrol intake air dan makanan
Mengontrol emosi dan perilaku
Mengontrol irama sikardian
Mengontrol tidur

7. Nucleus anterior thalami
Terletak disekelinling foramen interventriculare. Menerima input dari hippocampus
via fornix lalu melanjutkannya ke gyrus cingulli.
8. Nucleus medio dorsalis thalami
Menerima input dari nuclei thalami anterior, cortex prefrontalis, area subcallosum dan
ganglia basalis lalu mengirimkan output ke cortex prefrontalis.terletak di sekeliling
ventriculus tertius.
9. Ganglia Basalis
2

Komponen limbik antara lain hipotalamus. pusat rasa senang. Hipotalamus . Sistem Limbik penting bagi pembelajaran dan ingatan jangka pendek tetapi juga menjaga homeostatis di dalam tubuh (tekanan darah. memelihara homeostasis. suhu tubuh dan kadar gula darah). Bagian utama sistem limbik adalah hipothalamus dan struktur-strukturnya yang berkaitan. amigdala. tempat bermuaranya cinta. Sementara perangsangan di zona periventrikuler hipotalamus menimbulkan rasa tidak senang. Pada hewan kucing rangsangan listrik di area tersebut membangkitkan pola perilaku ketakutan dan agresifitas. mampu memobilisasi tubuh untuk bereaksi 3. sistem limbik berhubungan dengan hipotalamus yang berperan penting dalam emosi dan respon terhadap stres atau pusat stres (flight or fight) 2.Kumpulan massa abu-abu yang berada pada bagian dalam hemisfer celebri (massa putih/serabut saraf) dan terdiri dari nucleus caudatus. respek dan kejujuran. Terlibat dalam emosi ketahanan hidup dari hasrat seksual atau perlindungan diri. Sistem limbik itu sendiri diartikan keseluruhan lintasan neuronal yang mengatur tingkah laku emosional dan dorongan motivasional. mengendalikan hormon. 3 . rasa lapar. LeDoux mengistilahkan sistem limbik ini sebagai tempat duduk bagi semua nafsu manusia. panik. dan kejinakan (tameness) pada binatang. Bagian otak ini sama dengan yang dimiliki hewan mamalia sehingga sering disebut dengan otak mamalia. takut. dan perilaku tulus lainnya. merupakan pusat rasa ganjaran dan rasa hukuman.1. rasa haus. Sistem limbik menyimpan banyak informasi yang tak tersentuh oleh indera. seksualitas. dan rasa terhukum. metabolisme dan juga memori jangka panjang. Nukleus caudatus adalah massa kelabu yang memanjang bagian cranial tepat di sisi lateral ventrikel lateralis dan berbentuk seperti buah per memanjang ke belakangmempunyai ekor dan berakhir pada amygdala. Dialah yang lazim disebut sebagai otak emosi. pengendalian tambahan terhadap beberapa perilaku instinctif Sistem Limbik atau otak tengah. rasa puas. hipocampus dan korteks limbik. Sistem limbik berfungsi mengendalikan emosi. menguasai aksi yang memuaskan kebutuhan dasar dan emosi. Terlihat melingkari putamen dan melakukan hubungan commisura dengan putamen – commisura asosiasi.limbik secara harfiah diartikan sebagai perbatasan. LO. yang posisinya sedikit lebih ke depan dan terdiri atas Talamus dan Ganglia Basal atau otak tengah. membungkus batang otak ibarat kerah baju. Memahami dan Menjelaskan Fisiologi Sistem Limbik Sistem limbik terletak di bagian tengah otak. yang diwujudkan dalam perilaku baik seperti menolong orang. Carl Gustav Jung menyebutnya sebagai Alam Bawah Sadar atau ketaksadaran kolektif. thalamus.2. Peran sistem limbik 1. ketenangan (placidity). Perangsangan kuat di nuclei anterior dan nuclei ventromedial hipotalamus menimbulkan rasa senang.

Hipokampus . waktunya sangat singkat (extremely shortterm)/ingatan segera (immediate memory) (item hanya dapat disimpan dalam beberapa detik). 4. kembali lagi ke korteks. daerah pengatur utama untuk sistem limbik. maka neuron tersebut akan merupakan suatu kumpulan sel. namun merupakan bagian penting dari jaras pengatur keluaran sistem limbik. Dengan demikian dapat disimpan dan dikembalikan lagi oleh berbagai sensasi. dalam Guyton diterangkan Fungsi Perilaku dari Hipotalamus dan Sistem Limbik (Guyton. Ingatan di hipocampus mempunyai beberapa fase yaitu : 1. Sebagai contoh perangsangan 4 . pikiran atau emosi yang mengaktifasi beberapa neuron dari kumpulan sel tersebut. Ingatan jangka pendek (short term) (items dapat ditahan dalam beberapa menit-hari) 3. Aktifasi berulang terhadap neuron yang membentuk loop tersebut akan menyebabkan synaps diantara mereka secara fungsional berhubungan. Perangsangan pada zone tipis dari nuklei paraventrikuler yang terletak sangat berdekatan dengan ventrikel ketiga (atau bila disertai dengan perangsangan pada area kelabu dibagian tengah mesensefalon yang merupakan kelanjutan dari bagian hipotalamus biasanya berhubungan dengan rasa takut dan reaksi terhukum. merupakan bagian sistem limbik yang berperan dalam pengaturan perlaku sosial. Ingatan jangka panjang dihasilkan oleh perubahan struktural pada system saraf. 3. 1997:937) 1. melakukan penyimpanan awal memori jangka panjang dan menguatkan kembali informasi yang baru dipelajari. Lingakaran tersebut dapat dari korteks ke thalamus atau hipokampus. berhubungan dengan semua tingkat limbik. Hipotalamus. Kerusakan hipokampus bilateral dapat menyebabkan amnesia anterograd. seperti pengasuhan anak. mencatat informasi. sementara pengangkatan amigdala dapat menyebabkan respon pasif dan pemalu. Hipotalamus mewakili kurang dari 1 persen masa otak. Perasangan nukleus ventromedial dan area sekelilingnya bila dirangsang menimbulkan rasa kenyang dan menurunkan nafsu makan dan binatang menjadi tenang. Bagaimana kerja Hipotalamus dan sistem limbik. Sekali terjadi hubungan. Menurut Hebb perubahan struktural tersebut terjadi di sinaps.Amigdala . yang bila tereksitasi pada neuron tersebut akan terjadi aktifasi seluruh kumpulan sel tersebut. bagian sistem limbik yang apabila mendapat rangsangan dapat menimbulkan respon agresifitas atau mengamuk. 2. Ingatan jangka panjang (long term) (penyimpanan berlangsung beberapa jam sampai seumur hidup. Perangsangan pada hipotalamus lateral tidak hanya mengakibatkan timbulnya rasa haus dan nafsu makan tapi juga besarnya aktivitas emosi binatang seperti timbulnya rasa marah yang hebat dan keinginan berkelahi. merupakan struktur sistem limbik yang menonjol dan berperan penting dalam proses belajar dan memori. Dorongan seksual dapat timbul bila ada rangsangan pada beberapa area hipotalamus. 2. Girus singulatus . yang terjadi karena aktifasi berulang terhadap lingkaran neuron (loop of neuron). Khususnya pada sebagian besar bagian anterior dan posterion hipotalamus.

bila daerah ini dirangsang dengan listrik pada binatang percobaan akan menghentikan makannya dan benar-benar mengabaikan makanannya. dan terjadi kegemukan yang hebat.1 % sampai 2. sehingga hal ini diperkirakan merupakan factor predisposisi penyebab timbulnya skizofrenia. Di Indonesia sendiri angka penderita skizofrenia 25 tahun yang lalu (PJPTI) diperkirakan 1/1000 penduduk dan proyeksi 25 tahun mendatang mencapai 3/1000 penduduk. Karena skizofrenia cenderung menjadi penyakit menahun (kronis) maka angka insiden penyakit ini ( incidence rate ) . Kemungkinan besar skizofrenia adalah suatu gangguan yang heterogen. Kes. dimana perangsangan pada hipotalamik lateral berhubungan dengan pusat lapar. bila daerah ini rusak maka pada percobaan binatang.3 Memahami dan Menjelaskan Etiologi Skizofrenia Karema belum ada definisi yang pasti tentang skizofrenia .5 % sampai 1 %. akan terjadi kehilangan nafsu makan menyebabkan kematian karena kelaparan (lethal starvation). Pada umumnya. tergantung didaerah mana study dilakukan . Etiologi skizofrenia diuraikan menjadi dua kelompok teori yaitu : 1) Teori Somatogenetik Teori yang menganggap bahwa penyebab skizofrenia karena factor kelainan organik atau badaniyah . penurunan tekanan arteri.1. Perangsangan efek neurogenik pada sistem kardiovaskular meliputi kenaikan tekanan arteri. Memahami dan Menjelaskan Skizofrenia LO.2. dianggap lebih rendah dari angka prevalensi ( prevalence rate ) dan diperkirakan mendekati 1 per 10. makasampai saat ini etiologi skizofrenia masih belum jelas dan masih dan penelitian para sarjana. . perangsangan bagian posterior dan lateral hipotalamus meningkatkan tekanan arteri dan frekuensi denyut jantung. Memahami dan Menjelaskan Definisi Skizofrenia Skizofrenia adalah sekelompok gangguan psikologi dengangangguan dasar pada kepribadian dan distorsi khas proses pikir yang ditandai dengan proses pikir penderita yang lepas dari realita sehingga terjadi perubahan kepribadian seseorang yang reversible dan menujukehancuran serta tidak berguna sama sekali ( Dep.2. LO. Penderita skizofrenia banyak ditemukan dikalangan golongan ekonomi rendah .2.0 % . Memahami dan Menjelaskan Epidemiologi Skizofrenia Study epidemiologi menyebutkan bahwa perkiraan prevalensi skizofrenia secara umum berkisar antara 0. sedangkan perangsangan area preoptik sering menimbulkan efek yang berlawanan.2. Sedangkan prevalensi skizofrenia antara 0. Terjadinya serangan skizofrenia pada umumnya sebelum usia 45 tahun dan berlangsung paling sedikit 1 bulan.Kardiovaskular hipotalamus. Seseorang yang mempunyai kepekaan spesifik bila mendapat tekanan tertentu dari lingkungan akan timbul gejala skizofrenia . peningkatan atau penurunan frekuensi denyut jantung. Yang menonjol pada gangguan skizofrenia adalah adanya stressor psikososial yang mendahuluinya. LI 2. Pengaturan gastrointestinal. LO. Bila area ventromedial ini rusak secara bilateral maka. 1995 ). Pusat kenyang terdapat di nukneus ventromedial. 2) Teori Psikogenik 5 . maka binatang tersebut jadi rakus.000 orang per tahun .

dapat berkontribusi terhadap penyebab skizofrenia. berkisar dari infeksi virus. kemudian mati akibat proses toksik yang disebabkan neurotransmisi excitatory yang berlebihan. infeksi atau malnutrisi. proses autoimun dan masalah-masalah lain yang menyebabkan gangguan pada otak di awal perkembangan janin. Hipotesis dopamin Formulasi paling sederhana dari hipotesis dopamin skizofrenia menyatakan skizofrenia disebabkan oleh aktivitas dopaminergik yang berlebihan. kelaparan. antara lain teori yang menyatakan bahwa skizofrenia disebabkan oleh suatu interaksi beberapa gen penyebab skizofrenia. Jika neuron. dan kehilangan neuron inhibitory GABA-ergic dapat menyebabkan hiperaktivitas neuron-neuron dopaminergic. hipersensitivitas reseptor dopamin terhadap dopamin atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme ini. D. Hipotesis degeneratif saraf (neurodegenerative hypothesis) Sejumlah proses degeneratif saraf dihipotesiskan. stres psikologik dan hubungan antar manusia yang mengecewakan Selain itu banyak teori yang diajukan sebagai teori etiologi skizofrenia. Hipotesis glutamat Glutamat dianggap terlibat karena penggunaan fensiklidin. degenerasi dari neuron-neuron yang kritis. Teori dasar ini tidak mengelaborasi apakah hiperaktivitas dopaminergik itu sehubungan dengan terlalu banyak pelepasan dopamin. kelaparan atau stres G. suatu antagonis glutamat menghasilkan suatu sindroma akut yang serupa dengan skizofrenia. Hipotesis gamma-aminobutiryc acid (GABA) Neurotransmiter asam amino inhibitory gamma-aminobutiryc acid (GABA) dikaitkan dengan patofisiologi skizofrenia didasarkan pada penemuan bahwa beberapa pasien skizofrenia mempunyai kehilangan neuron-neuron GABA-ergic di hipokampus. hipoksia. Dan ada pula teori yang menyatakan bahwa skizofrenia disebabkan oleh metabolisme yang disebut dengan “ inborn error of metabolissm “ A. pemaparan prenatal terhadap anoksia. seperti sitokin. Elektrofisiologi 6 . Hipotesis serotonin Hipotesis ini menyatakan serotonin yang berlebihan sebagai penyebab gejala positif dan negatif pada skizofrenia C.neuron tereksitasi ketika memperantarai gejala-gejala positif.toksin.Teori yang menganggap skizofrenia disebabkan oleh suatu gangguan fungsional. E. Dan penyebab utamanya adalah konflik. ini membawa ke stadium residual burn out dan gejala-gejala negative. F. Sebagai contoh skizofrenia meningkat pada orang-orang dengan riwayat semasa janin mengalami komplikasi obstetrik saat dalam kehamilan ibu. Sebagian menyatakan bahwa problem didapatkan dari lingkungan otak janin. Hipotesis perkembangan saraf (neurodevelopmental hypothesis) Banyak teori-teori tentang skizofrenia menyatakan gangguan ini berasal dari abnormalitas dalam perkembangan otak. Skizofrenia dapat berawal dengan proses degeneratif yang didapat yang berpengaruh dengan perkembangan saraf. GABA memiliki efek regulatory pada aktivitas dopamin. Faktor-faktor ini juga akhirnya dapat mengurangi faktor-faktor pertumbuhan saraf dan merangsang proses-proses tetentu yang membunuh neuron-neuron yang kritis. proses kehilangan neuronal yang dikenal sebagai excitotoxicity akibat aksi berlebihan dari neurotransmiter glutamat. toksin. B. terlalu banyak reseptor dopamin. infeksi virus. trauma. berkisar dari apoptosis abnormal yang diprogram secara genetik.

Metabolisme Ada yang menyangka bahwa skizofrenia disebabkan oleh suatu gangguan metabolisme. H. d. peningkatan sensitivitas terhadap prosedur aktivasi (aktivitas spike yang sering setelah kurangnya tidur. 7 . f. e.Studi-studi elektrofisiologi menunjukkan bahwa banyak pasien skizofrenia mempunyai rekaman elektrofisiologik abnormal.8%. Psikoneuroendokrinologi Banyak laporan menggambarkan perbedaan neuroendokrin pada pasien skizofrenia dan kelompok kontrol. suatu maladaptasi. adanya keretakan atau disharmoni antara proses berfikir. c. Teori Sigmund Freud Terjadi kelemahan ego. perasaan dan perbuatan. Menurut Maramis (1994). penurunan aktivitas alfa.9 – 1. adanya antibodi brain-directed (antibrain) (Stahl. bagi anak dengan salah satu anggota keluarga yang menderita Skizofrenia 7 – 16%. yang dapat timbul karena penyebab psikogenik ataupun somatik. Endokrin Skizofrenia mungkin disebabkan oleh suatu gangguan endokrin. yaitu pada diensefalon atau kortex otak. Teori ini dikemukakan berhubung dengan sering timbulnya skizofrenia pada waktu pubertas. Superego dikesampingkan sehingga tidak bertenaga lagi dan Id yang berkuasa serta terjadi suatu regresi ke fase narsisisme. mencakup penurunan produksi Tcell interleukin-2. faktor-faktor yang berisiko untuk terjadinya Skizofrenia adalah sebagai berikut : a. yaitu jiwa yang terpecah-belah. reaktivitas humoral dan seluler abnormal terhadap neuron. karena penderita dengan skizofrenia tampak pucat dan tidak sehat. bagi saudara kandung 7 – 15%. Angka kesakitan bagi saudara tiri ialah 0. Keturunan Faktor keturunan menentukan timbulnya skizofrenia. dibuktikan dengan penelitian tentang keluarga-keluarga penderita skizofrenia dan terutama anak-anak kembar satu telur. g. Teori Adolf Meyer Skizofrenia tidak disebabkan oleh suatu penyakit badaniah tetapi merupakan suatu reaksi yang salah. Oleh karena itu timbul suatu disorganisasi kepribadian dan lama-kelamaan orang itu menjauhkan diri dari kenyataan (otisme). pengurangan jumlah dan respons limfosit perifer. 2008). bagi kembar dua telur (heterozigot) 2 – 15%. I. waktu kehamilan atau peuerperium dan waktu klimakterium. b. penurunan luteinizing hormone dan follicle-stimulating hormone. Eugen Bleuler Skizofrenia. Susunan saraf pusat Ada yang berpendapat bahwa penyebab skizofrenia ke arah kelainan susunan saraf pusat. Contohnya: abnormalitas dexamethason suppression test. bagi kembar satu telur (monozigot) 61 – 86%. Psikoneuroimunologi Sejumlah abnormalitas berkaitan dengan skizofrenia. peningkatan aktivitas theta dan delta). bila kedua orang tua menderita Skizofrenia 40 – 68%.

Gangguan afektif. adalah yang paling khas. Sebagai tambahan : Halusinasi dan atau waham harus menonjol. Memahami dan Menjelaskan Klasifikasi Skizofrenia 1. mendengung. atau “Passivity” (delusion of passivity). antara lain keturunan. Skizofrenia Hebefrenik Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia. pencuriga. Diagnosis hebefrenia untuk pertama kali hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset biasanya mulai 15-25 tahun). kekuatan ego paranoid cenderung lebih besar dari pasien katatonik dan terdisorganisasi. dan perilaku menunjukkan hampa tujuan dan hampa perasaan. atau merupakan manifestasi somatik dari gangguan psikogenik. Pasien skizofrenik paranoid biasanya berumur lebih tua daripada pasien skizofrenik terdisorganisasi atau katatonik jika mereka mengalami episode pertama penyakitnya. atau bunyi tawa. maladaptasi. penyakit badaniah seperti lesi otak. pendidikan yang salah. Skizofrenia sebagai suatu sindrom yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam sebab. Untuk diagnosis hebefrenia yang menyakinkan umumnya diperlukan pengamatan kontinu selama 2 atau 3 bulan lamanya. Skizofrenia itu suatu gangguan psikosomatik. gejala-gejala pada badan hanya sekunder karena gangguan dasar yang psikogenik. atau lain-lain perasaan tubuh halusinasi visual mungkin ada tetapi jarang menonjol. Pasien yang sehat sampai akhir usia 20 atau 30 tahunan biasanya mencapai kehidupan social yang dapat membantu mereka melewati penyakitnya. Kecerdasan mereka tidak terpengaruhi oleh kecenderungan psikosis mereka dan tetap intak. Kepribadian premorbid menunjukkan ciri khas : pemalu dan senang menyendiri (solitary). untuk memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini memang benar bertahan : Perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. tetapi waham dikendalikan (delusion of control). arterosklerosa otak dan penyakit yang lain belum dikettahui. tekanan jiwa. atau bersifat seksual.h. i. Afek pasien dangkal (shallow) dan tidak wajar (inappropriate). ada kecenderungan untuk selalu menyendiri (solitary). sering disertai oleh cekikikan (giggling) atau perasaan 8 .4. Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah. Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa. Pasien skizofrenik paranoid kadangkadang dapat menempatkan diri mereka secara adekuat didalam situasi social. serta mannerisme. atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi pluit. Waham dapat berupa hampir setiap jenis. LO. 2. dan perilakunya dibandingkan tipe lain pasien skizofrenik. respon emosional. dan tak ramah. berhati-hati. dan keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam.2. namun tidak harus demikian untuk menentukan diagnosis. serta gejala katatonik secara relatif tidak nyata / menonjol. Juga. Pasien skizofrenik paranoid tipikal adalah tegang. dorongan kehendak dan pembicaraan. Skizofrenia Paranoid Memenuhi kriteria diagnostik skizofrenia. Pasien skizofrenik paranoid menunjukkan regresi yang lambat dari kemampuanmentalnya. dipengaruhi (delusion of influence). Mereka juga dapat bersifat bermusuhan atau agresif.

Pasien yang jelas skizofrenik tidak dapat dengan mudah dimasukkan kedalam salah satu tipe. Seringkali. tinggi hati (lofty manner). Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia b. serta gangguan proses pikir umumnya menonjol. kelelahan. Menampilkan posisi tubuh tertentu (secara sukarela mengambil dan mempertahankan posisi tubuh tertentu yang tidak wajar atau aneh). 3. Skizofrenia tak terinci (Undifferentiated). Pada pasien yang tidak komunikatif dengan manifestasi perilaku dari gangguan katatonik. yang tidak dipengaruhi oleh stimuli eksternal). Skizofrenia Katatonik Memenuhi kriteria umum untuk diagnosis skizofrenia. Gangguan afektif dan dorongan kehendak. Fleksibilitas cerea / ”waxy flexibility” (mempertahankan anggota gerak dan tubuh dalam posisi yang dapat dibentuk dari luar). mannerisme. Tidak memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofrenia paranoid. Halusinasi dan waham mungkin ada tetapi biasanya tidak menonjol (fleeting and fragmentary delusions and hallucinations). Kriteria diagnostic menurut PPDGJ III yaitu: a.puas diri (self-satisfied). filsafat dan tema abstrak lainnya. Gejala katatonik dapat dicetuskan oleh penyakit otak. Penting untuk diperhatikan bahwa gejala-gejala katatonik bukan petunjuk diagnostik untuk skizofrenia. atau oleh sikap. dan pengulangan kata-kata serta kalimat-kalimat. Adanya suatu preokupasi yang dangkal dan bersifat dibuat-buat terhadap agama. hebefrenik. serta dapat juga terjadi pada gangguan afektif. Dorongan kehendak (drive) dan yang bertujuan (determination) hilang serta sasaran ditinggalkan. yaitu perilaku tanpa tujuan (aimless) dan tanpa maksud (empty of purpose). atau alkohol dan obat-obatan. 4. 9 . Negativisme (tampak jelas perlawanan yang tidak bermotif terhadap semua perintah atau upaya untuk menggerakkan. Rigiditas (mempertahankan posisi tubuh yang kaku untuk melawan upaya menggerakkan dirinya). gangguan metabolik. dan Gejala-gejala lain seperti “command automatism” (kepatuhan secara otomatis terhadap perintah). senyum sendirir (self-absorbed smiling). atau pergerakkan kearah yang berlawanan). Selama stupor atau kegembiraan katatonik. sehingga perilaku penderita memperlihatkan ciri khas. mengibuli secara bersenda gurau (pranks). Satu atau lebih dari perilaku berikut ini harus mendominasi gambaran klinisnya : stupor (amat berkurangnya dalam reaktivitas terhadap lingkungan dan dalam gerakan serta aktivitas spontan) atau mutisme (tidak berbicara): Gaduh gelisah (tampak jelas aktivitas motorik yang tak bertujuan. Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu (rambling) serta inkoheren. Perawatan medis mungkin ddiperlukan karena adanya malnutrisi. atau katatonik. makin mempersukar orang memahami jalan pikiran pasien. atau cedera yang disebabkan oleh dirinya sendiri. tertawa menyeringai (grimaces). Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia residual atau depresi pasca skizofrenia. c. PPDGJ mengklasifikasikan pasien tersebut sebagai tipe tidak terinci. diagnosis skizofrenia mungkin harus ditunda sampai diperoleh bukti yang memadai tentang adanya gejala-gejala lain. hiperpireksia. pasien skizofrenik memerlukan pengawasan yang ketat untuk menghindari pasien melukai dirinya sendiri atau orang lain. keluhan hipokondrial. dan ungkapan kata yang diulang-ulang (reiterated phrases).

5. afek yang menumpul. Gangguan ini kurang jelas gejala psikotiknya dibandingkan subtipe skizofrenia lainnya. dan posisi tubuh. dan Gejala-gejala depresif menonjol dan menganggu. Apabila pasien tidak lagi menunjukkan gejala skizofrenia diagnosis menjadi episode depresif. depresi kronis atau institusionalisasi yang dapat menjelaskan disabilitas negative tersebut. persyaratan berikut ini harus dipenuhi semua : Gejala “negative” dari skizofrenia yang menonjol misalnya perlambatan psikomotorik. sikap pasif dan ketiadaan inisiatif. pikiran yang tidak logis. penarikan social. Skizofrenia simpleks sering timbul pertama kali pada masa pubertas. Makin lama ia makin mundur dalam pekerjaan atau pelajaran dan akhirnya menjadi pengangguran. 7. Waham dan halusinasi jarang sekali terdapat. Sedikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang jelas di masa lampau yang memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofenia. dan disertai dengan perubahan-perubahan perilaku pribadi yang bermakna. perawatan diri dan kinerja sosial yang buruk. Pada permulaan mungkin penderita mulai kurang memperhatikan keluarganya atau mulai menarik diri dari pergaulan. diagnosis harus tetap salah satu dari subtipe skizofrenia yang sesuai. dan pengenduran asosiasi ringan adalah sering ditemukan pada tipe residual. aktivitas menurun. dan bila 10 . Jenis ini timbulnya perlahan-lahan sekali. tidak berbuat sesuatu. komunikasi non-verbal yang buruk seperti dalam ekspresi muka. Skizofrenia Residual Untuk suatu diagnosis yang meyakinkan. Gejala utama pada jenis simpleks adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. Jika waham atau halusinasi ditemukan maka hal tersebut tidak menonjol dan tidak disertai afek yang kuat. kemiskinan dalam kuantitas atau isi pembicaraan. Gangguan proses berpikir biasanya sukar ditemukan. Tidak terdapat dementia atau penyakit / gangguan otak organik lain. modulasi suara. kontak mata. Skizofrenia Simpleks Diagnosis skizofrenia simpleks sulit dibuat secara meyakinkan karena tergantung pada pemantapan perkembangan yang berjalan perlahan dan progresif dari : gejala “negative” yang khas dari skizofrenia residual tanpa didahului riwayat halusinasi. Bila gejala skizofrenia diagnosis masih jelas dan menonjol. bermanifestasi sebagai kehilangan minat yang mencolok. tanpa tujuan hidup. Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu satu tahun dimana intensitas dan frekuensi gejala yang nyata seperti waham dan halusinasi telah sangat berkurang (minimal) dan telah timbul sindrom “negative” dari skizofrenia. Penumpulan emosional. atau manifestasi lain dari episode psikotik. waham. dan penarikan diri secara sosial. tanpa adanya kumpulan lengkap gejala aktif atau gejala yang cukup untuk memenuhi tipe lain skizofrenia. Depresi Pasca-Skizofrenia Diagnosis harus ditegakkan hanya kalau : Pasien telah menderita skizofrenia (yang memenuhi kriteria diagnosis umum skizzofrenia) selama 12 bulan terakhir ini. dan telah ada dalam kurun waktu paling sedikit 2 minggu. perilaku eksentrik. Beberapa gejala skizofrenia masih tetap ada (tetapi tidak lagi mendominasi gambaran klinisnya). memenuhi paling sedikit kriteria untuk episode depresif. tipe residual ditandai oleh bukti-bukti yang terus menerus adanya gangguan skizofrenik. Menurut DSM IV. 6.

8. atau penjahat. Sindroma juga dinamakan skizofrenia ambang (borderline schizophrenia) di masa lalu. Konsep skizofrenia laten dikembangkan selama suatu waktu saat terdapat konseptualisasi diagnostic skizofrenia yang luas. Dalam pemakaian lain istilah digunakan untuk perjalanan penyakit yang memburuk secara progresif atau adanya system waham yang tersusun baik. panfobia. klinisi harus berhati-hati dalam memeriksa pasien untuk adanya suatu penyebab medis atau neurologist dari gejala tersebut. Istilah “skizofrenik oneiroid” telah digunakan bagipasien skizofrenik yang khususnya terlibat didalam pengalaman halusinasinya untuk mengeluarkan keterlibatan didalam dunia nyata. d. Arti ganda dari istilah ini menyebabkannya tidak sangat berguna dalam mengkomunikasikan informasi. terdapat penggolongan skizofrenia lainnya (yang tidak berdasarkan DSM IV TR). dan kompulsi selanjutnya menunjukkan gejala gangguan pikiran dan psikosis. Tidak seperti pasien yang menderita gangguan kecemasan. mereka mengalami kecemasan yang mengalir bebas (freefloating) dan yang sering sulit menghilang. halusinasi. panambivalensi dan kadang-kadang seksualitas yang kacau. Oneiroid. Sebagai contohnya. Skizofrenia Tipe I. Diagnosis adalah mirip dengan diagnosis gangguan skizofreniform didalam DSM-IV. Pseudoneurotik. Klinisi Perancis melaporkan bahwa kirakira empat puluh persen diagnosis delirante berkembang dalam penyakitnya dan akhirnya diklasifikasikan sebagai media skizofrenia. pasien yang awalnya menunjukkan gejala tertentu seperti kecemasan. skizofrenia laten sering merupakan diagnosis yang digunakan gangguan kepribadian schizoid dan skizotipal. Keadaan oneiroid adalah suatu keadaan mirip mimpi dimana pasien mungkin pasien sangat kebingungan dan tidak sepenuhnya terorientasi terhadap waktu dan tempat. Jika terdapat keadaan oneiroid. b. Bouffe delirante (psikosis delusional akut). pasien harus sangat sakit mental untuk mendapatkan diagnosis skizofrenia. tetapi pada konseptualisasi diagnostik skizofrenia yang luas. Konsep diagnostik Perancis dibedakan dari skizofrenia terutama atas dasar lama gejala yang kurang dari tiga bulan. Skizofrenia laten. f.tidak ada orang yang menolongnya ia mungkin akan menjadi pengemis. Parafrenia. Didalam penjelasan klinis pasien. Istilah ini seringkali digunakan sebagai sinonim untuk “skizofrenia paranoid”. e. dan bertambah banyaknya 11 . perilaku aneh. obsesi. Sekarang. fobia. antara lain : a. Skizofrenia dengan sebagian besar simptom yang muncul adalah simptom positif yaitu asosiasi longgar. pelacur. c. Kadang-kadang. Pasien tersebut ditandai oleh gejala panansietas. Pasien tersebut mungkin kadang-kadang menunjukkan perilaku aneh atau gangguan pikiran tetapi tidak terus menerus memanifestasikan gejala psikotik. mereka jarang menjadi psikotik secara jelas dan parah. Skizofrenia lainnya Selain beberapa subtipe di atas. pasien yang sekarang ini tidak terlihat sakit berat dapat mendapatkan diagnosis skizofrenia.

pembicaraan. yang bermakna sangat khas bagi dirinya. biasanya bersifat mistik dan mukjizat.Mendiskusikan perihal pasien di antara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang berbicara atau Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh. Disertai dengan kelainan otak struktural pada pemeriksaan CT dan respon buruk terhadap pengobatan. Memahami dan Menjelaskan Kriteria Diagnosis Menurut PPDGJ dan DSM IV PEDOMAN DIAGNOSTIK BERDASARKAN PPDGJ III A. Halusional Auditorik : Suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap prilaku pasien .5. yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahi. kemiskinan pembicaraan atau isi pembicaraan. Thought echo = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras) dan isi pikiran ulangan. penghambatan (blocking). anhedonia. Thought insertion or withdrawal = isi pikiran yang asing dari luar masuk kedalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (Withdrawal) 3.merujuk ke pergerakan tubuh/anggota gerak atau kepikiran. Delusion perception = pengalaman inderawi yang tidak wajar. penarikan sosial. Waham-waham menetap jenis lainnya.misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu 12 . dan defisit perhatian. B. Skizofrenia dengan sebagian besar simptom yang muncul adalah simptom negative yaitu pendataran atau penumpulan afek. (tentang dirinya= secara jelas . Delusion of control = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar atau Delusion of influence = waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatantertentu dari luar atau Delusion of passivity = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar. walaupun isinya sama. D. Disertai dengan struktur otak yang normal pada CT dan respon yang relatif baik terhadap pengobatan. Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam atau kurang jelas): 1. C. 2. dandanan yang buruk. Thought broadcasting = isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau umumnya mengetahuinya.2. tidak adanya motivasi. g. LO. namun kualitasnya berbeda. Skizofrenia tipe II. tindakan atau penginderaan khusus). defek kognitif.

13 . Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality) dari beberapa aspek perilaku pribadi (personal behavior). tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi neureptika.atau kekuatan dan kemampuan diatas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca atau berkomunikasi dengan mahluk asing atau dunia lain) Atau paling sedikitnya dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas: 1. atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan terus menerus. Disorganized speech (ketidakmampuan untuk mengorganisasi ide dalam berbicara). apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas. Halusinasi yang menetap dari panca indera apa saja . dan stupor. 4. mutisme. Arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolation) yang berakibat inkoherensia atau pembicaraan yang tidak relevan atau neologisme. negativisme. c. KRITERIA DIAGNOSIS MENURUT DSM IV 1. 3. Waham atau delusi. Simptom-simptom tersebut antara lain: a. biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunya kinerja sosial. bermanifestasi sebagai hilangnya minat. Halusinasi. bicara yang jarang dan respons emosional yang menumpul tidak wajar. tidak berbuat sesuatu. dan penarikan diri secara sosial. ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan (over-valued ideas) yang menetap. hidup tak bertujuan. b. Karakteristik symptom Terdapat dua atau lebih dari simptom-simptom berikut ini dengan porsi waktu yang signifikan sekurang-kurangnya selama satu bulan. 2. Gejala negatif seperti sikap apatis. posisi tubuh tertentu (posturing) atay fleksibilitas cerea. sikap larut dalam diri sendiri (self absorbed attitute). Perilaku katatonik seperti keadaan gaduh gelisah (excitement). Adapun gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik prodromal).

Periode pengamatan kurang dari satu tahun. Substance/general medical condition exclusion Gangguan tidak dapat diatribusikan sebagai dampak psikologis dari zat-zat tertentu (misalnya. karena tidak ada periode depresi major dan manic. F20. e. 5. atau avolition. 4.20 Skizofrenia Paranoid Pedoman diagnostic 1.X5 remisi sempurna. F20. alogia. 6. F. penyalahgunaan zat. Relationship to a pervasive developmental disorder Jika ada riwayat gangguan autisme atau gangguan perkembangan lain yang dapat berhubungan. Socialoccupational dysfunction Fungsi pada bidang sosial seperti hubungan interpersonal. dan sekurang-kurangnya satu bulan untuk simptom-simptom pada poin pertama. X4 remisi tak sempurna. atau gabungan keduanya yang terjadi bersamaan dengan periode simptom muncul. A. Durasi atau jangka waktu Gejala-gejala gangguan terjadi secara terus menerus sekurang-kurangnya selama enam bulan. F20. serta dua atau lebih simptom positif dan simptom disorganized dalam bentuk ringan. F20.X0 Berkelanjutan.X8.X1 Episodik dengan kemunduran progresif. dignosis tambahan untuk skizofrenia dibuat hanya jika simptom delusi atau halusinasi juga muncul sekurang-kurangnya selama satu bulan. Perjalanan Gangguan Skizofrenik dapat diklasifikasi dengan menggunakan kode lima karakter berikut: F20. atau jika periode mood terjadi pada saat periode simptom muncul. lainnya. Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia 2. seperti afek datar. F20. dan merawat diri menurun sejak timbulnya gangguan. Simptom-simptom negatif. Sebagai tambahan: 14 . 3.X3 Episode berulang . di mana pada periode residual ditandai dengan adanya simptom-simptom negatif. Disorganized behavior (ketidakmampuan untuk mengorganisasi perilaku) atau perilaku katatonik. Schizoaffective and mood disorder exclusion Tidak termasuk gejala yang ada pada penderita skizoafektif dan gangguan mood.d. F20 X2 episodik dengan kemunduran stabil. F20. jangka waktunya relatif singkat dibandingkan dengan jangka waktu periode simptom yang muncul pada perioderesidual.X9. 2. dan mungkin juga termasuk simptom residual. dan pengobatan medis) atau pada kondisi medis umum. pekerjaan.

atau lain-lain perasaan tubuh. keluhan hipokondriakalI dan ungkapan dan ungkapan kata yang diulang-ulang 15 . serta gejala katatonik secara relatif tidak nyata / tidak menonjol. serta manerisme. F20. tertawa menyerigai. dipengaruhi (delusion of influence) atau passivity (delussion of passivity). manneriwme. dorongan kehendak dan pembicaraan.1 Skizofrenia Hebefrenik Pedoman Diagnostik 1. namun tidak harus demikian untuk memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini 4. tetapi waham dikendalikan (delusion of control). atau bunyi tawa (laughing). mengibuli secara bersenda gurau (pranks). (c) Waham dapat berupa hampir setiap jenis. Diagnosis hebefrenik untuk pertama kali hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset biasanya 15-25 tahun). ada kecenderungan untuk menyendiri (solitaris) dan perilaku menunjukan hampa tujuan dan hampa perasaan. sering disertai oleh cekikikan (gigling) atau perasaan puas diri (selfsatisfied). untuk memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini memang benar bertahan :perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diramalkan. Untuk meyakinkan umumnya diperlukan pengamatan kontinu selama 2 atau 3 bulan lamanya. Afek pasien yang dangkal (shallow) tidak wajar (inaproriate). dan keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam. atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi pluit (whistling). B. atau bersifat seksual . Kepribadian premorbid menunjukan pemalu dan senang menyendiri (solitary). Memenuhi Kriteria umum diagnosis skizofrenia 2. senyum-senyum sendiri (self absorbed smiling) atau sikap tinggi hati (lofty manner). Gangguan afektif. (grimaces). adalah yang paling khas. mendengung (humming). (b) Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa. halusinasi visual mungkin ada tetapi jarang menonjol. 3.Halusinasi dan/ waham arus menonjol (a) Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah.

Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia paranoid. dan proses pikir yang mengalamu disorganisasi dan pembicaraan yang tak menentu (rambling) dan inkoherens 5. F20. perawatan diri. sikap pasif dan ketidak adaan inisiatif.3 Skizofrenia Tak terinci (undifferentiated ) Pedoman diagnostik : 1. Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia residual atau depresi pasca skiszofrenia D. Gangguan afektif dan dorongan kehendak. filsafat. dorongan kehendak (drive) dan yang bertujuan (determnation) hilang serta sasaran ditinggalkan. komunikasi non verbal yang buruk. katatonik. Gejala “Negatif” dari skizofrenia yang menonjol misalnya perlambatan psikomotorik. aktifitas menurun. Sedikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang jelas dimasa lampau yang memenuhi kriteria untuk diagnosa skizofrenia 16 . Adanya suatu preokupasi yang dangkal. hebefrenik. Memenuhi kriteria umu untuk diagnosa skizofrenia 2. persyaratan berikut harus di penuhi semua: 1. 2. seperti ekspresi muka.5 Skizofrenia Residual Pedoman diagnostik: Untuk suatu diagnostik yang menyakinkan . 3. F20. dan bersifat dibuat-buar terhadap agama. dan posisi tubuh. serta gangguan proses pikir biasanya menonjol.(reiterated phrases). sehingga prilaku tanpa tujuan (aimless) dan tanpa maksud (empty of purpose) Tujuan aimless tdan tampa maksud (empty of puspose). halusinasi dan waham biasanya ada tapi tidak menonjol ) fleeting and fragmentaty delusion and hallucinations. C. kemiskinan dalam kuantitas atau isi pembicaraan. modulasi suara. dan tema abstrak lainnya. afek yang menumpul. dan kinerja sosial yang buruk. kontak mata. makin mempersukar orang memahami jalan pikirannya.

tidak berbuat sesuatu tanpa tujuan hidup. konsentrasi berkurang. ansietas. Skizofrenia simpleks sulit dibuat secara meyakinkan karena tergantung pada pemantapan perkembangan yang berjalan berlahan dan progresif dari: (1) gejala negatif yang khas dari skizofrenia residual tanpa didahului riwayat halusinasi waham. Simptom positif seperti curiga mulai berkembang di akhir fase prodromal dan berarti sudah mendekati menjadi fase psikosis. ansietas. Pada fase ini. Psikosis : 17 . bermanifestasi sebagai kehilangan minat yang mencolok. gangguan tidur. Dan (2) disertai dengan perubahan-perubahan perilaku pribadi yang bermakna. 3. F20. atau manifestasi lain dari episode psikotik. Prodomal : simptom psikotik mulai nyata (isolasi sosial. Skizofrenia terdiri dari 3 fase : 1. Tidak terdapat dementia. E. dan deficit perilaku.3. Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu satu tahun dimana intensitas dan frekuensi gejala yang nyata seperti waham dan halusinasi telah sangat berkurang (minimal) dan telah timbul sindrom negatif dari skizofrenia 4. dan penarikan diri secara sosial. individu mengalami kemunduran dalam fungsi. curiga). depresi kronis atau institusionla yang dapat menjelaskan disabilitas negatif tersebut. Gangguan ini kurang jelas gejala psokotiknya dibanding dengan sub type skisofrenia lainnya.6 Skizofrenia Simpleks Pedoman diagnostik 1. atau penyakit/gangguan otak organik lainnya.fungsi mendasar ( pekerjaan dan rekreasi) dan muncul symptom nonspesifik seperti gangguan tidur. Premorbid : semua fungsi masih normal 2.

misalnya bangun tidur dan membersihkan rumah. Sebagian penderita. berkeyakinan bahwa dia orang terkenal. Sedangkan yanng lainnya mungkin menganggap suara/bisikan tersebut bersifat negatif/ buruk atau memberikan perintah tertentu. Simptom negative menjadi lebih parah sampai tak bisa mengurus diri. Pikiran mudah kacau sehingga tidak bisa mendengarka n musik/ menonton televisi lebih dari beberapa menit. sulit mengingat/ mempelajari sesuatu yang baru. memiliki keyakinan agama yang berlebihan. sehingga sulit membaca. Contohnya merasa ada seseorang yang berkomplot melawan.2. melihat. misalnya waham. berlangsung 2. Tidak dapat berkosentrasi. Stabil : terlihat residual. Memahami dan Menjelaskan Patofisiologi Skizofrenia 18 . Fase Akut : dijumapi gambaran psikotik yang jelas. mencoba mencelakai atau mengikuti. lebih suka menghabiskan waktu sendirian dan merasa terisolasi.a. Stabilisasi : 6 – 18 bulan c. Gejala kognitif Mengalami problema dengan perhatian dan ingatan. yaitu keyakinan yang tidak masuk akal. Penderita akan kehilangan ketertarikan pada semua aspek kehidupan. Misalnya saat mengatakan sesuatu dan lupa apa yang telah diucapkan. percaya ada makhluk asing yang mengikuti dan yakin dirinya diculik/ dibawa ke planet lain.6 bulan Gejala skizofrenia: a. Pikiran paranoid. halusinasi. gangguan proses piker. Penderita akan kehilangan ketertarikan untuk berteman. Halusinasi. seperti daftar belanjaan. Berlangsung 4 – 8 minggu b. berkeyakinan bahwa radio atau televisi memberi pesan-pesan tertentu. c. LO. Menarik diri dari masyarakat (social withdrawal). b. perlu usaha keras untuk melakukannya. menonton televisi dari awal hingga selesai. Gejala negative Motivasi rendah (low motivation). mendengar suara/ bisikan bersifat menghibur atau tidak menakutkan. Gejala positif Delusi/waham. yaitu kecurigaan yang berlebihan.6. Energinya terkuras sehingga mengalami kesulitan melakukan hal-hal biasa dilakukan. yaitu mendengar. merasakan. Contohnya berpikir bahwa dia selalu diawasi lewat televisi. sulit mengingat sesuatu. mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada. pikiran kacau. Miskin perbendaharaan kata dan proses berpikir yang lambat.

6. Penelitian molekuler yang melibatkan perubahan halus dalam protein-G. 2. 19 . 5. dan proses subselular lainnya mungkin mengidentifikasi gangguan biologis dalam skizofrenia. Kelainan primer dapat terjadi dalam satu neurotransmitter dengan perubahan sekunder dalam neurotransmitter lainnya. Hipotesa dopaminergik . 4. Penurunan ukuran hipokampus mungkin berhubungan dengan penurunan uji neuropsikologi dan respon yang lebih buruk terhadap antipsikotik generasi pertama (FGAs).Adapun Patofisiologi dari skizofrenia antara lain : 1. Merupakan hipotesa yang paling dianggap benar.atau hipoaktivitas dari proses dopaminergik pada daerah otak tertentu. Kekurangan aktivitas glutamatergic menghasilkan gejala-gejala mirip dengan hiperaktif dopaminergik dan mungkin yang terlihat pada skizofrenia. Psikosis dapat berasal dari hiper. penurunan ukuran otak. dan asimetri otak telah dilaporkan. pasien skizofrenia dengan scan otak yang abnormal memiliki konsentrasi 5-HT darah yang lebih tinggi. Abnormalitas Serotonin (5-HT) . Peningkatan ukuran ventrikular. metabolism protein. 3. Disfungsi glutamatergik . Saluran glutamatergic berinteraksi dengan saluran dopaminergik.

Dalam meta-analisis dari 27 studi MRI memanjang membandingkan pasien skizofrenia dengan subjek kontrol. B. Obat antipsikotik klorpromazin dan reserpin. ada penurunan volume otak di daerah medial temporal. dan perubahan yang terlihat pada hippocampus.Anatomi. Perubahan lobus prefrontal dikaitkan dengan meningkatnya keparahan gejala psikotik. Kelainan diidentifikasi termasuk hilangnya volume otak secara keseluruhan baik materi abu-abu dan putih dan peningkatan volume ventrikel lateral. A. neurotransmitter. tetapi mereka 20 . Sebagai contoh. dan kelainan sistem kekebalan tubuh telah terlibat dalam patofisiologi skizofrenia. ventrikel yang agak lebih besar. kelainan anatomi Studi neuroimaging menunjukkan perbedaan antara otak orang dengan skizofrenia dan mereka yang tidak gangguan ini. Dan pencitraan otak menunjukkan penurunan volume seluruh otak dan prefrontal kiri dan kanan dan volume lobus temporal di 17 dari 146 orang yang berada di risiko genetik tinggi untuk skizofrenia. skizofrenia dikaitkan dengan kelainan otak struktural yang berkembang dari waktu ke waktu. Magnetic resonance imaging (MRI) studi menunjukkan kelainan anatomi dalam jaringan daerah neokorteks dan limbik dan interkoneksi saluran putih-materi. Sebuah meta-analisis studi menggunakan difusi tensor imaging (DTI) untuk memeriksa materi putih menemukan bahwa 2 jaringan traktat putih-materi berkurang dalam skizofrenia. Kelainan sistem neurotransmitter Kelainan sistem dopaminergik diperkirakan ada pada skizofrenia. yang secara struktural berbeda satu sama lain.

juga telah dikaitkan dengan peradangan. seperti phencyclidine dan ketamin. Dengan demikian. dalam jumlah besar bagian. Pemeriksaan psikometri. dan merupakan antagonis dopamin D2 yang lemah. Peradangan dan fungsi kekebalan tubuh Fungsi kekebalan tubuh terganggu dalam skizofrenia. Multiaksial : Aksis I : Gangguan klinis Aksis II : Gangguan keperibadian khas dan Retardasi mental Aksis III : Kondisi medic umum Aksis IV : Masalah Psikososial dan lingkungan Aksis V : Penilaian fungsi secara global Pemeriksaan penunjang : 1. CT scan 7. Sebagai contoh. amfetamin) memperburuk gejala psikotik. EKG 6. tidak diragukan lagi terlibat. sistem neurotransmitter lain. asam ini mengatur aktivitas reseptor NMDA dan juga terlibat dalam regulasi dopamin. Obat-obatan yang mengurangi tingkat penembakan dopamin mesolimbic D2 neuron yang antipsikotik. Dengan demikian. menyebabkan gejala positif. Banyak penelitian berfokus pada N-metil-D aspartat (NMDA) subclass dari reseptor glutamat karena NMDA antagonis. C. EEG 21 .7. pasien skizofrenia mengalami peningkatan kadar sitokin proinflamasi yang mengaktifkan jalur kynurenine. dan aktivitas hyperdopaminergic dalam sistem mesolimbic. Enzim hepar 5. Penunjang dan Diagnosis Banding Skizofrenia Pemeriksaan Fisik : 1. dimana triptofan dimetabolisme menjadi asam kynurenic dan quinolinic. gangguan hypoglutamatergic. Beberapa peneliti menganggap skizofrenia. Fungsi hepar 3. dapat menyebabkan gejala psikotik pada subyek sehat. Kegiatan Hypodopaminergic dalam sistem mesocortical. 2. Memahami dan Menjelaskan Pemeriksaan Fisik. mungkin agen antipsikotik yang paling efektif. Aktivasi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh (misalnya. serotonin.berbagi sifat antidopaminergic. yang umum pada populasi skizofrenia. Darah rutin 2. dari infeksi prenatal atau stres setelah melahirkan) dapat menyebabkan berlebihnya sitokin inflamasi dan perubahan selanjutnya struktur dan fungsi otak. Faal ginjal 4.2. LO. peradangan mungkin berhubungan baik dengan psikopatologi skizofrenia dan gangguan metabolik terlihat pada pasien dengan skizofrenia. dan gamma-aminobutyric acid (GABA). Resistensi insulin dan metabolisme gangguan. Clozapine. dan obat-obatan yang merangsang neuron ini (misalnya. menyebabkan gejala negatif. dapat hidup berdampingan. seperti norepinefrin.

Keadaan paranoid involusional (F22. Epilepsi dan psikosis yang diinduksi oleh obat-obatan 2. delusi dan perubahan pola fikir yang terjadi pada Skizofrenia. Stelazine ( trifluoperazine).Diagnosa Banding : 1. serta sedikit menimbulkan efek samping bila dibandingkan dengan antipsikotik konvensional. Prolixin (fluphenazine) 2. Clozaril memiliki efek samping yang jarang tapi sangat serius dimana pada kasus-kasus yang jarang (1%). Oleh karena itu. Clozaril dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berguna untuk melawan infeksi. Thorazine ( chlorpromazine). Para ahli merekomendaskan penggunaan Clozaril bila paling sedikit 2 dari obat antipsikotik yang lebih aman tidak berhasil. Pemilihan jenis obat anti psikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan dan efek samping obat. Cara penggunaan 1. Zyprexa (olanzopine) 3. pasien yang mendapat Clozaril harus memeriksakan kadar sel darah putihnya secara reguler.8) 3. Memahami dan Menjelaskan Tatalaksana Skizofrenia Penatalaksanaan skizofrenia dan halusinasi a) Terapi Somatik (Medikamentosa) Antipsikotik bekerja mengontrol halusinasi. antara lain : Risperdal (risperidone).0) LO. dengan dosis ekivalennya dimana profil efek samping belum tentu sama. Apabila obat anti psikosis tertentu tidak memberikan respon klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang memadai. Navane (thiothixene). 2. Terdapat 3 kategori obat antipsikotik yang dikenal saat ini. Clozaril Clozaril dapat membantu ± 25-50% pasien yang tidak merespon (berhasil) dengan antipsikotik konvensional. Apabila dalam riwayat penggunaan obat anti psikosis sebelumnya jenis obat antipsikosis tertentu yang sudah terbukti efektif dan ditolerir dengan baik efek sampingnya. Walaupun sangat efektif. Trilafon (perphenazine).8. antipsikotik konvensional sering menimbulkan efek samping yang serius. Newer Atypcal Antipsycotic Obat-obat yang tergolong kelompok ini disebut atipikal karena prinsip kerjanya berbeda. Pergantian obat disesuaikan dengan dosis ekivalen. Beberapa contoh newer atypical antipsycotic yang tersedia. 4. Contoh obat antipsikotik konvensional antara lain : Haldol (haloperidol). Namun. Antipsikotik Konvensional merupakan obat antipsikotik yang paling lama penggunannya. Paranoid (F22. 3. Mellaril (thioridazine). Seroquel (quetiapine). dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang. Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan: 22 . dapat diganti dengan obat psikosis lain (sebaiknya dari golongan yang tidak sama). yaitu : 1.2.

keluraga dimana pasien skizofrenia kembali seringkali mendapatkan manfaat dari terapi keluarga yang singkat namun intensif (setiap hari). diare. Setelah periode pemulangan segera. sampai mencapai dosis efektif (mulai peredaan sindroma psikosis). 2. Terapi kelompok Terapi kelompok bagi skizofrenia biasanya memusatkan pada rencana. dan hubungan dalam kehidupan nyata. 4. dan kepekaan. dievaluasi setiap 2 minggu dan bila perlu dinaikkan. kemampuan memenuhi diri sendiri. 5. Namun kehangatan yang berlebihan tidak tepat dan kemungkinan dirasakan sebagai usaha untuk suapan. Perilaku adaptif didorong dengan pujian. Dengan demikian.10 % dengan terapi keluarga. Mulai dosis awal dengan dosis anjuran. 6. dinaikkan setiap 2-3 hari. latihan praktis. frekuensi perilaku maladaptif atau menyimpang seperti berbicara lantang. Peran tenaga medis antara lain dengan perintah sederhana. mual muntah. dosis maintanance. dosis malam lebih besar) sehingga tidak begitu mengganggu kualitas hidup pasien 5. tapering off (dosis diturunkan tiap 2-4 minggu). d. ketulusan hati. b. Keadaan ini akan mereda dengan pemberian anticholinergic agent (injeksi sulfas atrofin 0. Terapi perilaku dengan menggunakan hadiah dan latihan ketrampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial. dipertahankan sekitar 8-12 minggu (stabilisasi). diturunkan setiap 2 minggu. Pada penghentian yang mendadak dapat timbul gejala Cholinergic rebound yaitu: gangguan lambung. didalam cara yang jelas mendorong sanak saudaranya yang terkena skizofrenia untuk melakukan aktivitas teratur terlalu cepat. masalah. Seringkali. dan komunikasi interpersonal. c. stop. dipertahankan 6 bulan sampai 2 tahun (diselingi drug holiday 1-2 hari/mingu). Psikoterapi Re-edukatif 23 . meningkatkan rasa persatuan. Terapi berorintasi-keluarga Terapi ini sangat berguna karena pasien skizofrenia seringkali dipulangkan dalam keadaan remisi parsial.25 mg IM dan tablet trihexypenidil) b) Terapi Psikososial 1. dosis optimal. Terapi kelompok efektif dalam menurunkan isolasi sosial. Angka relaps tahunan tanpa terapi keluarga sebesar 25-50 % dan 5 . dan meningkatkan tes realitas bagi pasien skizofrenia. pusing. Psikoterapi individual Penelitian tentang efek psikoterapi individual dalam pengobatan skizofrenia telah memberikan data bahwa terapi individual membantu dan menambah efek terapi farmakologis.a. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa terapi keluarga adalah efektif dalam menurunkan relaps. Onset efek primer (efek klinis) : sekitar 2-4 minggu Onset efek sekunder (efek samping) : sekitar 2-6 jam Waktu paruh 12-24 jam (pemberian 1-2 kali perhari) Dosis pagi dan malam dapat berbeda untuk mengurangi dampak efek samping (dosis pagi kecil. 3. manipulasi. kesabaran. Rencana yang terlalu optimistik tersebut berasal dari ketidaktahuan tentang sifat skizofrenia dan dari penyangkalan tentang keparahan penyakitnya. atau eksploitasi. khususnya lama dan kecepatannya. topik penting yang dibahas didalam terapi keluarga adalah proses pemulihan. anggota keluarga. dan postur tubuh aneh dapat diturunkan. berbicara sendirian di masyarakat. gemetar dan lain-lain.

Pada fase akut : mengurangi atau menghilangkan gejala psikotik dan meningkatkan fungsi.9. gizi buruk. prilaku yang sangat kacau termasuk ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar. kelainan otak struktural. Psikoterapi Psikodinamik Jenis psikoterapi ini dimaksudkan untuk menganalisa dan menguraikan proses dinamika kejiwaan yang dapat menjelaskan seseorang jatuh sakit dan upaya untuk mencari jalan keluarnya.6. Sasaran terapi: bervariasi. Psikoterapi Re-konstruktif Jenis psikoterapi ini dimaksudkan untuk memperbaiki kembali kepribadian yang telah mengalami keretakan yang menjadi kepribadian utuh seperti semula sebelum sakit.supported housing. keamanan pasien karena gagasan bunuh diri atau membunuh. dengan bentuk dan sifat yang berbeda antara satu dengan lainnya. LO. Dengan psikoterapi ini diharapkan penderita dapat memahami kelebihan dan kelemahan dirinya dan mampu menggunakan mekanisme pertahana diri yang baik. dan perawatan medis yang buruk serta komplikasi obat. basic education. Jenis psikoterapi ini dimaksudkan untk memberikan pendidikan ulang yang maksudnya memperbaiki kesalahan pendidikan di waktu lalu dan juga dengan pendidikan ini dimaksudkan mengubah pola pendidikan lama dengan yang baru sehingga penderita lebih adaptif terhadap dunia luar. Pada fase stabilisasi: mengurangi resiko kekambuhan dan meningkatkan adaptasi pasien terhadap kehidupan dalam masyarakat. berdasarkan fase dan keparahan penyakit. Memahami dan Menjelaskan Hukum Ibadah Mahdhoh pada Pasien Gangguan Psikotik Jenis ‘Ibadah Ditinjau dari jenisnya. Prognosis yang lebih baik bagi orang-orang yang tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. menstabilkan medikasi. Psikoterapi Kognitif Jenis psikoterapi ini maksudkan untuk memulihkan kembali fungsi kognitif rasional sehingga penderita mampu membedakan nilai – nili moral etika. LI 3 . Respon gejala positif cukup baik untuk obat antipsikotik. ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua jenis. social skills. program rehabilitasi : living skills. 9. 24 . mana yang halal dan haram dan lain sebagianya. 7. mana yang boleh dan tidak. dan gejala kognitif menonjol berhubungan dengan prognosis yang buruk.2. dan kurang olahraga. mana yang baik dan buruk. c) Perawatan di Rumah Sakit (Hospitalization) Indikasi utama perawatan rumah sakit adalah untuk tujuan diagnostik. Faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap peningkatan mortalitas memasukkan isu-isu gaya hidup seperti merokok. Memahami dan Menjelaskan Prognosis Skizofrenia Pemulihan sepenuhnya sangat jarang. Orang dengan skizofrenia memiliki risiko mati 5% dari bunuh diri. Onset dini penyakit. tetapi gejala lainnya yang cukup sulit dihilangkan. riwayat keluarga skizofrenia. 8. work program.

4: 64). Shalat. Shalat dan haji adalah ibadah mahdhah. Shalat semuanya harus menghadap ke arah ka’bah. Salah satu tujuan diutus rasul oleh Allah adalah untuk memberi contoh: 64 ‫وماارسلنا من رسول ال ليطاع باذن ال … النسآء‬ Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul kecuali untuk ditaati dengan izin Allah… (QS. Tawhiedul wijhah (menyatukan arah pandang). yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini adalah kepatuhan atau ketaatan. ‫رواه البخاري‬. akal hanya berfungsi memahami rahasia di baliknya yang disebut hikmah tasyri’. Ibadah Mahdhah. d. Adzan. itu bukan menyembah Ka’bah. Shalatlah kamu seperti kamu melihat aku shalat. jadi merupakan otoritas wahyu. Azasnya “taat”. Iqamat. Bersifat supra rasional (di atas jangkauan akal) artinya ibadah bentuk ini bukan ukuran logika.Sunnah. tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya. Tayammum. dan ibadah mahdhah itu salah satu sasarannya adalah untuk mengekpresikan ke Esaan Allah itu. Umrah. Mandi_hadats. Jenis ibadah yang termasuk mahdhah. artinya penghambaan yang murni hanya merupakan hubung an antara hamba dengan Allah secara langsung. Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah. semata-mata untuk kepentingan dan kebahagiaan hamba. Membaca_al-Quran. adzan. baik dari al-Quran maupun al. maka tatacaranya. Haji.1. b. keabsahannnya bukan ditentukan oleh mengerti atau tidak. sehingga dalam pelaksanaannya diwujudkan dengan: a. melainkan wilayah wahyu. Nabi bersabda: ‫ خذوا عنى مناسككم‬.Janazah Hikmah Ibadah Mahdhah Pokok dari semua ajaran Islam adalah “Tawhiedul ilaah” (KeEsaan Allah) . tetapi syarat sah 25 . Tajhiz al. I’tikaf. Hamba wajib meyakini bahwa apa yang diperintahkan Allah kepadanya. dan salah satu misi utama diutus Rasul adalah untuk dipatuhi. atau tidak. tilawatul Quran. Shalat. Shiyam(Puasa). ‘Ibadah bentuk ini memiliki 4 prinsip: a. Tatacaranya harus berpola kepada contoh Rasul saw. karena bukan wilayah akal. bukan untuk Allah. adalah : Wudhu. melainkan ditentukan apakah sesuai dengan ketentuan syari’at. maka ditetapkan oleh syarat dan rukun yang ketat. dan ibadah mahdhah lainnya. dia adalah batu tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi madharat. ‫ صلوا كما رايتمونى اصلى‬. Ambillah dari padaku tatacara haji kamu c. Atas dasar ini.

membungkuk (ruku’). tak peduli bahasa ibunya apa. sebagai perwujudan Allah yang diibadati itu Esa. Demikian halnya ketika thawaf dan sa’i.shalat menghadap ke sana untuk menyatukan arah pandang. c. sebagai perwujudan Allah yang diibadati hanya satu. harus satu bahasa. Semua orang yang shalat gerakan pokoknya sama. Tawhiedul harakah (Kesatuan gerak). Tawhiedul lughah (Kesatuan ungkapan atau bahasa). apakah dia mengerti atau tidak. arah putaran dan gerakannya sama. dari sejak turunnya hingga kini al-Quran adalah bahasa al-Quran yang membaca terjemahannya bukan membaca al-Quran 26 . sujud dan duduk. Di mana pun orang shalat ke arah sanalah kiblatnya (QS. demikian juga membaca al-Quran. 2: 144). Karena Allah yang disembah (diibadati) itu satu maka bahasa yang dipakai mengungkapkan ibadah kepadanya hanya satu yakni bacaan shalat. b. terdiri dari berdiri.