You are on page 1of 23

TI 3103 PEMODELAN SISTEM

MATERI: SILABUS, SATUAN ACARA PENGAJARAN DAN TATA TERTIB

TI 3103 P EMODELAN S ISTEM M ATERI : S ILABUS , S ATUAN A CARA

Rachmawati Wangsaputra

TI 3103 Pemodelan - Minggu-1 SI 2013/2014

1

TI 3103 Pemodelan - Minggu-1 SI

2012/2013

2
2

Esensi Kuliah

Esensi Kuliah
Abstract World 2 Identify Project problem for proposal analysis 1 Summarize 3 problem Describe situation The
Abstract World
2
Identify
Project
problem for
proposal
analysis
1
Summarize
3
problem
Describe
situation
The OR/MS
relevant
system
Process
115)
Formulation
or problem scoping
4
Build a
5
mathematical
Find
model
preferred
solution
Modeling &
Designing
6
Test
validity and
Solution
7
performance
Analyse
audit
sensitivity
of solution
Implementation
Follow up
Plan
Project
solution use
11
implementation
report
Establish
8
control over
Implement
solution
solution
Documentation
9
10
and user’s
manuals
Qualitative
Quantitative
4
Concrete World

Daellenbach

dan McNickle, Chapter 6, hal.

Abstract World 2 Identify Project problem for proposal analysis 1 Summarize 3 problem Describe situation The

Model sistem yg

Relevan dgn masalah

(Pemodelan Sistem)

Model sistem yg Relevan dgn masalah (Pemodelan Sistem)
Model sistem yg Relevan dgn masalah (Pemodelan Sistem)

PEMODELAN SISTEM: SILABUS RINGKAS

  • Sistem dan Konsep Sistem

  • Berpikir Sistem

  • Pemodelan sistem untuk pemecahan masalah

TI 3103 Pemodelan - Minggu-1 SI

2012/2013

7

PEMODELAN SISTEM: S ILABUS R INGKAS  Sistem dan Konsep Sistem  Berpikir Sistem  Pemodelan

TUJUAN INSTRUKSIONAL

(1) mahasiswa memahami dan mampu merumuskan masalah,

(2) mahasiswa memahami dan mampu memecahkan masalah melalui pendekatan model baik secara deskriptif maupun preskriptif

(3) memahami kompleksitas aspek implementasi model sebagai pemecahan masalah

TI 3103 Pemodelan - Minggu-1 SI

2012/2013

8

T UJUAN I NSTRUKSIONAL (1) mahasiswa memahami dan mampu merumuskan masalah, (2) mahasiswa memahami dan mampu

ENGINEERING / REKAYASA

“ the profession in which a knowledge of the mathematical and

E NGINEERING / R EKAYASA “ the profession in which a knowledge of the mathematical and

natural science gained by study, experience and practice is applied with judgment to develop ways to utilize, economically, the materials and forces of nature for the benefit of mankind

E NGINEERING / R EKAYASA “ the profession in which a knowledge of the mathematical and
E NGINEERING / R EKAYASA “ the profession in which a knowledge of the mathematical and

The engineers applies the knowledge to design and develop usable components / devices, structures, processes or system

The Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET)

E NGINEERING / R EKAYASA “ the profession in which a knowledge of the mathematical and

WHAT IS A DESIGN?

.

  • Definition of design is not unique

    • Creating something new that has never been done before

    • Very broad meaning and practiced not only by engineers but also by artists, architects song composer etc.

Sumber: Bahan kuliah Prof. Djoko Suharto

W HAT IS A D ESIGN ? .  Definition of design is not unique 

DEFINITION OF ENGINEERING DESIGN

  • The engineers applies the knowledge to design and develop usable components/devices, structures, processes or system (usually something new that has never been done before) that can perform a specific duty optimally and subject to certain solution constraints.

Sumber: Bahan kuliah Prof. Djoko Suharto

DEFINITION OF ENGINEERING DESIGN  The engineers applies the knowledge to design and develop usable components/devices,

INDUSTRIAL ENGINEERING ?

Industrial Engineering (IE) is concerned with the Design, Improvement and Installation of Integrated Systems of People, Material, Information, Equipment and Energy. IE draws upon Specialized Knowledge and Skill in the

Mathematical, Physical and Social Sciences together with the Principles and Methods of Engineering Analysis and Design

to Specify, Predict and Evaluate the Results to be obtained from such System

Object Knowledge Skill Result Job TI-1101 Pengantar Teknik Industri - Bagian 1 12
Object
Knowledge
Skill
Result
Job
TI-1101 Pengantar Teknik Industri -
Bagian 1
12

TUJUAN INSTRUKSIONAL

1. mahasiswa mampu Berpikir Sistem (memahami dan menerapkan) dalam menyelesaikan masalah, yaitu: mahasiswa mampu mendefinisikan masalah, mendefinisikan sistem yang relevan dengan masalah yang dihadapi, memodelkan sistem relevan dgn masalah dalam model matematik, memverifikasi dan memvalidasi model, melakukan analisis dan memberikan solusi dari masalah

yang dibahas dan membuat rencana implementasi solusi tsb.

2. mahasiswa mampu memodelkan sistem yg relevan dgn problem (masalah riil dalam lingkup bidang Teknik Industri) dan memberikan solusi dari problem yang dihadapi.

TI 3103 Pemodelan - Minggu-1 SI 2012/2013

13

TUJUAN INSTRUKSIONAL 1. mahasiswa mampu Berpikir Sistem (memahami dan menerapkan) dalam menyelesaikan masalah, yaitu: mahasiswa mampu

BERPIKIR SISTEM DALAM REKAYASA:[PENGANTAR]

  • Dunia tempat kita hidup merupakan dunia dari sistem dan masalah muncul berasal dari dalam suatu sistem.

  • Penting bagi Sarjana Teknik (khususnya Teknik Industri) untuk memahami sistem dan memandang dunia dengan lensa sistem, sehingga suatu masalah dapat dilihat secara komprehensif.

  • Memandang masalah dengan lensa berpikir sistem memungkinkan sarjana teknik memahami elemen dan interaksinya dari perspektif berbeda (rekayasa, ekonomi, sosial, lingkungan) dan pada tingkatan hirarki)yang berbeda (lokal, regional dan global).

  • Realita permasalahan rekayasa membutuhkan tidak hanya perspektif rekayasa, tapi juga perspektif lainnya - ekonomi, sosial, lingkungan.

B ERPIKIR S ISTEM D ALAM R EKAYASA :[P ENGANTAR ]  Dunia tempat kita hidup

KARAKTERISTIK PROYEK REKAYASA

  • Pendekatan antar-disiplin

  • Solusi yang menyeluruh

  • Menyeimbangkan risiko dan kesempatan

  • Tanggungjawab teknis dan sosial

  • Akuntabilitas untuk proses dan produk

  • Mempertimbangkan kepentingan (aspek bisnis dan teknis) dari seluruh pemangku kepentingan.

K ARAKTERISTIK P ROYEK R EKAYASA  Pendekatan antar-disiplin  Solusi yang menyeluruh  Menyeimbangkan risiko

KEBUTUHAN UNTUK BERPIKIR SISTEM

  • Proyek rekayasa memerlukan cara pandang yang menyeluruh (komprehensif)

  • Dibutuhkan pendekatan holistik untuk mengevaluasi dan menyelesaikan permasalah rekayasa.

  • A systems thinking approach helps engineers evaluate and solve problems in a more holistic, sustainable

manner.

K EBUTUHAN UNTUK BERPIKIR SISTEM  Proyek rekayasa memerlukan cara pandang yang menyeluruh (komprehensif)  Dibutuhkan

INTEGRASI BERPIKIR SISTEM DALAM PENDIDIKAN TEKNIK

  • Sangat penting bagi Sarjana Teknik (terutama Teknik Industri) memiliki kemampuan menerapkan berpikir sistem sebagai suatu metoda dalam mencari solusi yang menjamin kelangengan untuk permasalahan rekayasa.

  • The American Society of Engineering Education recommends that: Engineering faculty should use systems approaches, including interdisciplinary teams, to teach pollution prevention, life cycle analysis, industrial ecology, and other sustainable engineering concepts.”

  • Pendidikan Teknik harus dilengkapi dengan kemampuan berpikir sistem untuk memahami aspek-aspek sistem dan elemen-elemennya, interaksi/interkoneksi, dan analisa sistem dengan tingkat kerumitan yang berbeda-beda.

I NTEGRASI B ERPIKIR S ISTEM D ALAM P ENDIDIKAN T EKNIK  Sangat penting bagi

14 KETRAMPILAN BERPIKIR SISTEM

  • 1. Solving complex, ill-defined problems

  • 2. Using an holistic/systems approach for design

  • 3. Designing systems and/or processes according to specified criteria

  • 4. Developing and applying mathematical/physical conceptual models

  • 5. Documenting, analyzing and reflecting on engineering outcomes

  • 6. Ensuring occupational health and safety

  • 7. Communicating with others in engineering teams

  • 8. Managing engineering projects

  • 9. Operating professionally within a business environment

    • 10. Working with people from other disciplines and cultures

    • 11. Meeting legal, professional and ethical responsibilities

    • 12. Communicating with the wider community

    • 13. Meeting social and environmental responsibilities

    • 14. Working according to the principles of sustainable development

14 K ETRAMPILAN B ERPIKIR S ISTEM 1. Solving complex, ill-defined problems 2. Using an holistic/systems

REFERENSI

  • 1. Daellenbach, H. G. and McNickle, Systems and Decision Making, John Wiley & Sons, Chichester-England, 2005.

  • 2. Garajedaghi, J., Systems Thinking: Managing Chaos and Complexity: A Platform for Designing Business Architecture, Amsterdam: Elseiver, 2006.

  • 3. Murthy, D.N.P., Page, M.W. and Rodin, E.Y., Mathematical Modelling, Pergamon Press, 1990.

  • 4. Senge, P.M., The Fifth Discipline: the art and practice of the learning organization. Australia: Random House, 1990.

TI 3103 Pemodelan - Minggu-1 SI

2012/2013

19

REFERENSI 1. Daellenbach, H. G. and McNickle, Systems and Decision Making , John Wiley & Sons,

TATA-TERTIB PEMBELAJARAN

  • Bersepatu pada setiap kegiatan akademik.

  • Matikan (offline) HP.

  • Siap di kelas sebelum pelajaran dimulai.

  • Penyerahan tugas tepat waktu.

  • Arsipkan (copy) dari setiap tugas yang dikumpulkan.

  • Baca dan pahami buku aturan akademik ITB!

  • Diizinkan untuk minum di kelas (aroma tidak mengganggu kelas) tidak boleh makan

TI 3103 Pemodelan - Minggu-1 SI 2012/2013

20

T ATA - TERTIB PEMBELAJARAN  Bersepatu pada setiap kegiatan akademik.  Matikan ( offline )

EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN

  • Penilaian:

    • UTS: 25%

    • UAS: 30%

    • Tugas dan Quiz: 45%

      • Tugas wajib dikumpulkan tepat waktu

TI 3103 Pemodelan - Minggu-1 SI 2012/2013

21

E VALUASI H ASIL P EMBELAJARAN  Penilaian:  UTS: 25%  UAS: 30%  Tugas

TATA-TERTIB PEMBELAJARAN

  • Students are expected to be honest and ethical in their academic work.

  • Academic Dishonesty is defined as an intentional act of deception in which a student seeks to claim credit for the work or effort of another person or uses unauthorized materials or fabricated information in any academic work.

TI 3103 Pemodelan - Minggu-1 SI

2012/2013

22

T ATA - TERTIB PEMBELAJARAN Students are expected to be honest and ethical in their academic

TUGAS-1

T UGAS -1