You are on page 1of 2

Amandemen adalah perubahan resmi dokumen resmi atau catatan

tertentu, terutama untuk memperbagusnya. Perubahan ini dapat
berupa penambahan atau juga penghapusan catatan yang salah,
tidak sesuai lagi. Kata ini umumnya digunakan untuk merujuk
kepada perubahan pada konstitusi sebuah negara (amandemen
konstitusional).

Apa sih sebenarnya amandemen UUD 45 itu ?. Amandemen diambil dari bahasa
Inggris yaitu "amendment". Amends artinya merubah, biasanya untuk masalah
hukum. The law has been amended (undang-undang itu telah di amandemen). Jadi
yang dimaksud dengan Amandemen UUD 45, artinya misalnya pasal-pasalnya dari
UUD 45 itu sudah mengalami perubahan yang tertulis atau maknanya, barangkali.
Kapan UUD 45 itu dimandemen ?. Perlu diketahui ada perbedaan antara rancangan
UUD yang dibuat oleh pantia BPUPKI dengan naskah UUD 45 yang disetujui dan
ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Jadi anggaplah dasar UUD 45 yang belum
diamandemen adalah UUD 45 yang tercantum dalam ketetapan Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI) no.1. No.2 kan memilih Soekarno Htta menjadi
Presiden dan Wakil Presiden. No.3 berbunyi : Pekerjaan Presiden untuk sementara
waktu dibantu oleh sebuah Komite Nasional. Dan memang dalam Aturan Peralihan
UUD 45, pasal IV tercantum : Sebelum Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan
perwakilan rakyat dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-
undang Dasar ini, segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan
sebuah Komite Nasional. Dengan perkataan lain saat itu Presiden berkuasa tampa
batas karena beliau berfungsi ya sebagai eksekutif, ya sebagai pimpinan legislatif. Ini
kurang demokratis, padahal Republik Indonesia saat itu harus menunjukkan sifatnya
yang didukung rakyat. Kalau tidak, maka Belanda bakal berkaok-kaok membenarkan
bahwa Pemerintahan Soekarno, fasistik ala Jepang. Makanya konstitusi kita dicermati
harus diamandemen. Bagaimana caranya ?. Sejarah menggambarkan bahwa
muncullah petisi (kurang lebih 50 orang) untuk merubah KNIP (yang tadinya sekadar
badan pembantu Presiden) menjadi sebuah badan legislatif. Karena apa ?. Karena
untuk memunculkan apa yang tertulis dalam undang-undang yaitu terbentuknya MPR
dan DPR, sulit direalisir saat itu. Jadi mengapa tidak KNIP saja yang dirubah jadi
MPR sementara. Pada tanggal 22 Agustus 1945, PPKI yang berubah menjadi PK
(Panitia Kemerdekaan) menetapkan pembentukan Komite nasional, Partai Nasional
Indonesia (Staat partij, bukan PNI partai politik) dan Badan Keamanan Rakyat. dan
pada tanggal 29 Agustus 1945, anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)
terbentuk dengan ketuanya Mr Kasman Singodimedjo. Wakilnya ada 3 orang yaitu
masing-masing, Sutardjo Kartohadikoesoemo (I), Mr Johanes Latuharhary (II) dan
Adam Malik (III). Dalam sidangnya yang pertama dibalai Muslimin Jakarta, pada
tanggal 16 Oktober 1945, KNIP keadaannya kacau. Semua ingin bicara dan merasa
perlu ikut bicara. Meskipun demikian hasilnya ada juga yaitu meminta hak legislatif
kepada Presiden sebelum terbentuknya MPR dan DPR. Seperti telah disebutkan
diatas, sejumlah 50 orang dipimpin Soekarni membuat petisi untuk merubah fungsi
dan status KNIP. Sejumlah anggota kabinet seperti Amir Sjarifudin dan Hatta bisa
menyetujui (Soekarno tidak hadir dalam sidang KNIP pertama ini). Maka Wakil
presiden Mohammad Hatta menerbitkan Maklumat wakil Presiden no.X tapi dengan
kop : Presiden Republik Indonesia. Isinya : Memutuskan : Bahwa KNIP sebelum
terbentuknya MPR dan DPR diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan
GBHN serta menyetujui bahwa pekerjaan KNIP sehari-hari berhubung dengan
gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah Badan Pekerja yang dipilih diantara
mereka dan yang bertanggung jawab kepada KNIP. Siapakah yang diangkat menjadi
ketua BP KNIP itu ?. Dialah Sutan Sjahrir. Dan Wakilnya diangkat Amir Sjarifudin.
Sekretaris Mr Soewandi. Jumlah anggota BP KNIP adalah 15 orang. Maka mulailah
bekerja BP KNIP ini dan kantornya di Jalan Cilacap Jakarta (sekarang dipakai UBK).
Salah satu produk hukum yang dibuat oleh BP KNIP adalah maklumat no.5 tentang
pertanggung jawaban menteri-menteri dan susunan dewan kementerian baru.
Dokumen ini amat penting karena tampa disadari merupakan rancangan perubahan
konstitusi yang amat mendasar. Konsekwensinya kalau disetujui, maka terjadilah
perubanah sistim kabinet presidentiel, menjadi kabinet ministriel . Lucunya Soekarno-
Hatta menyetujui. Bahkan Soekarno meminta Sjahrir bertindak sebagai Perdana
menteri. Kabinet Sjahrir terbentuk dan serah terima terjadi pada tanggal 14 November
1945. Anehnya ketika berlangsungnya sidang KNIP kedua (foto diatas, bertempat di
Sekolah Tinggi Obat-obatan dimuka CBZ) Sjahrir masih sebagai ketua BP KNIP dan
sudah serah terima dengan kabinet lama. Padahal saat itu dia sudah Perdana menteri.
Demikianlah kisah sejarah dalam negeri yang namanya Republik Indonesia ini.
Rupanya amandemen bukan barang baru. Tidak aneh kalau Amin Rais Cs
melakukannya tahun 2002. (Disarikan dari berbagai sumber). Tanpa bermaksud
menyetujui tulisan dalam detik kom diatas. Mungkin untuk menyiasati tantangan yang
muncul yang menggoyahkan sendi negara, para politikus, tidak segan-segan
mengamandemen peraturan-perundangan yang sedang berlaku. Bukankah dalam
politik, siapa kuat dialah yang menang ?.