You are on page 1of 1

TAKJIL DI SURAU TERPENCIL

Takjil di Salebung

K

onon, Sliwung desa yang dikenal rawan. Orang Situbondo, biasa memanggil Salebung. Letaknya, di tepian sungai Sampean Baru, yang pernah menumpahkan banjir bandang dan menenggelamkan kota Situbondo, dua tahun lalu. Tak luput, Sliwung juga porak poranda. Pemukiman penduduk ikut diseret arus, hingga tak tersisa. Di seberang sungai yang jadi fasilitas MCK warga itu, ada daerah yang disebut dengan Kotakan. Sebuah area yang dikenal tempat prostitusi terselubung. Letaknya, di pinggir jalan raya yang menghubungkan Jember – Situbondo. Sliwung, menurut kepala desanya, Suriwan, tempat yang dulu tak aman. Sliwung yang diapit gunung dan sungai, sempat menjadi sarang para maling sapi. “Awal jadi kepala desa, saya dihadiahi pembunuhan seorang tuna netra yang dibakar karena dituduh sebagai dukun santet”, terang Suriwan yang sudah sepuluh tahun menjabat kepala desa. Kasus-kasus lain pun, mulai beruntun. Dari maling,

perselingkuhan, hingga perjudian. Tapi Suriwan bergeming. Perlahan, ia menata Sliwung yang dibagi menjadi tiga pedusunan. Dusun Sliwung Krajan, Sliwung Utara, dan Belibis. Dasuki, seorang warga Sliwung Utara mengakui, banyak yang berubah di bawah kepemimpinan Suriwan. Sliwung tak lagi jadi tempat pelarian para maling. Kebiasaan tawuran usai adu layang-layang, mulai hambar diusir rasa malu dan rugi pada diri sendiri. “Terus terang, penjudi yang paling banyak di desa ini ya di Sliwung Utara ini”, ungkap Suriwan di depan warga Sliwung Utara. Penegasan Pak Tinggi pun, disambut gelak tawa warganya. “Tapi sungguh sulit saya mencegah. Saya hanya wanti-wanti, yang penting desa ini aman. Itu dulu yang saya kejar”, tandasnya. Sliwung, dari karakter alamnya mayoritas kering. Dari 500 hektar luas Sliwung, hanya 40 hektar yang dapat dijadikan area pertanian. Itu pun, mengandalkan air tadah hujan. Sudah pasti, ekonomi sulit membelit desa ini.

Profesi warga Sliwung pun aneka rupa. Tak melulu bertani, tapi juga menarik becak bagi yang tak punya lahan. Namun mbecak, juga makin sulit karena tergusur becak Jepang (sepeda motor). Pendapatan mereka terus mengecil seiring hari. Kian terpuruk, tatkala ditimpuk harga sembako yang melambung. Terlebih jelang lebaran begini. Akhir pekan lalu, Al-Azhar Peduli Ummat, menggelar buka puasa bersama warga korban banjir Situbondo 2007, di Mushola Nurul Hidayatullah. Kini, mereka sudah menempati rumah bantuan pemerintah yang dibangun permanen. Acara berlangsung meriah, diikuti lebih dari 300 orang. Buka puasa itu, agak istimewa bagi mereka, karena bertepatan malam Jumat dan malam 21 Ramadan. Sesuatu yang tak direncanakan sebelumnya. Di Sliwung, malam-malam tertentu memiliki makna khusus. Mereka, juga menaruh penghormatan khusus pada kyai-kyai. Dua kyai yang mereka kagumi dan selalu dipajang fotonya di tiap rumah warga, adalah Kyai Cholil As’ad dan Kyai Fawaid As’ad. “Buru semangken bede abuka areng-sareng, mulai dimin sobung”, (baru sekarang ada buka

FOTO: ARSAWENING

Semangat

untuk Kemandirian Dhuafa

ZAKAT

Tunaikan Zakat, Infak, Sedekah Anda di seluruh Kantor Cabang CIMB Niaga di Indonesia dengan nomor rekening a.n YPI Al-Azhar: Zakat: 502.01.00063 - 00.0 Infak: 502.01.00062 - 00.4
Semangat Ramadhan 1430 H di dukung oleh :

16 September 2009
anak-anak Sliwung menanti buka puasa dengan ceria.

Mulai pukul 14.00 WIB

saya terima langsung
Hanya di Al-Azhar Peduli Ummat

Zakat Anda

puasa bersama, dari dulu tidak pernah) kata Dasuki di depan para jamaah, dengan bahasa Madura. Ia seorang ustad sederhana yang mengajar ngaji di Sliwung Utara. Waktu banjir lalu, rumahnya juga ikut lenyap ditelan banjir. Hari ini, Sliwung juga sedang musim kemarau. Kehidupan di perbukitan desa itu, menguning dan kering. Ramadan, dilalui dengan panas luar biasa. Semoga, Idul Fitri nanti, menghadirkan keberkahan dan kesejukan di bumi Salebung.●
Sunaryo Adhiatmoko | Al-Azhar Peduli Ummat

Telp. 021-722 1504, 720 4733 JEMPUT ZAKAT: 0816 147 1011 (24 Jam) Jabodetabek
www.alazharpeduli.com

Al-Azhar Peduli Ummat Komplek Masjid Agung Al-Azhar. Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110