You are on page 1of 1

TEPI MANUSIA

Di Botomuzoi, Dia Mengabdi
sendirian ke sebuah kecamatan terpencil di Pulau Nias, Sumatera Utara. Empat bulan sekali barulah dia boleh menjenguk keluarga di Jakarta. Duabelas KK Muslim yang disebut Anwar Sani berdasarkan laporan M Yusuf Sisus Lombu dari Yayasan Peduli Muslim Nias (YPMN), bermukim di Kecamatan Botomuzoi. Kecamatan ini terletak 25 km diselatan Gunungsitoli, ibukota Nias. Mereka semua memeluk Islam ketika merantau dan menikah dengan muslimah setempat di Sumatera Barat, Tapanuli, dan Karo. Kembali ke Nias, mereka tinggal berdekatan dan menjadi komunitas kecil yang terisolasi. Mereka miskin, dan semakin lengkap kemiskinannya lantaran tak punya pembimbing agama maupun sarana ibadah. Pasca gempa 2004, Duhusokhi Waruwu, seorang di antara para Mualaf, nekad menemui CamatBotomuzoi, Ajran Chaniago. Dia minta pemerintah membangunkan sebuah mushola kecil untuk mereka. Dia juga menyediakan tanah wakafnya. Jamaah tarawih Masjid Islamiyah dan Al Furqan di Gunungsitoli, mewujudkan impian warga Botomuzoi. Dengan dana Rp 12,5 juta, pembangunan Mushola An Nur dimulai. Walau didukung Bupati dan peletakan batu pertama dilakukan Dandim Nias, pembangunan Mushola An Nur tak berlanjut. Hampir tiga tahun mushola mangkrak. Sampai kemudian YPMN dan Al Azhar Peduli Ummat turun tangan. Kehadiran Ustadz Qoimuddin pada 2008, sungguh membahagiakan warga Botomuzoi. Sang Ustadz pintar menempatkan diri. Dia tidak minta didatangi, tapi rajin bersilaturahim dari rumah ke rumah warga yang jaraknya cukup berjauhan. Meskipun harus menempuh medan yang berat, terutama di musim hujan. Ustadz yang tadinya mau dikirim ke pedalaman Papua ini, tahu betul bagaimana merebut hati dan mencerahkan iman warga terpencil. Tak heran, dalam waktu singkat, 2 KK tetangga komunitas mualaf Botomuzoi, ikut bersyahadat. ‘’Alhamdulillah saat ini sudah 20 KK Muslim yang kami bina,’’ katanya belum lama ini ketika mudik dan mampir ke Kantor Al Azhar Peduli Ummat. Setiap Ahad, jamaah Botomuzoi sekeluarga berhimpun di Mushola An Nur untuk mengikuti pengajian Ustadz. Sempat menimbulkan kehebohan, tatkala Ustadz Qoimuddin hendak menyelenggarakan sholat Idul Fitri untuk pertama kalinya di Botomuzoi. Penduduk Nias yang mayoritas non-muslim, seakan terhenyak melihat perkembangan komunitas Botomuzoi yang tak mereka sangka-sangka. Apalagi nanti bila Masjid Jami’ An Nur yang gagah selesai dibangun para donator Al Azhar Peduli Ummat. Namun, tantangan eksternal semacam itu hal biasa buat Ustadz yang pernah tiga tahun membina 100 KK Mualaf di perbatasan Timtim-Timor Leste. ‘’Yang saya prihatinkan adalah kemiskinan jamaah An Nur. Sampai saat ini masih ada yang tidak mampu membangun rumahnya se-

‘’D

uabelas KK Mualaf terkucil di Pulau Nias tanpa pembimbing. Apakah mau kita biarkan saja?’’ tantang Direktur Eksekutif Al Azhar Peduli Ummat, Anwar Sani, kepada Ustadz Qoimuddin Sarabiti. ‘’Tidak!’’ jawab Ustadz asal Flores itu. ‘’Kalau begitu, Anda berangkat ke sana. Kami yang akan membiayai seluruhnya,’’ kata Anwar Sani, tanpa bisa ditolak lagi oleh Qoimuddin. Percakapan pada tahun 2008 itu, segera mengubah hidup Sang Ustadz. Dari Metropolitan Jakarta bersama seorang istri dan enam putra-putri, ia memutuskan hijrah

telah gempa, sehingga harus hidup menumpang pada orang lain,’’ tutur Ustadz Qoimuddin dengan nada sedih. Karena itu, selain berharap agar masjid cepat kelar dibangun, Ustadz Qoimuddin juga meminta Al Azhar menyalurkan dana bantuan ekonomi produktif untuk jamaah binaannya. ‘’Agar mereka punya penghasilan dari berdagang,’’ katanya. Ustadz Qoimudin juga berharap kepada kaum muhsinin untuk membangunkan rumah singgah bagianak-anak Botomuzoi yang bersekolah. ‘’Ini semacam asrama sederhana buat mereka, agar sekolah dan ngaji jalan semuanya,’’ tutur Ustadz. Request tersebut dibarengi dengan komitmen da’i berdarah biru Flores ini untuk melanjutkan masa pengabdian. Tahun ini, masa tugasnya memang habis. ‘’Saya siap mewakafkan hidup saya untuk dakwah,’’ katanya sambil meneken MoU penugasan kembali untuk dua tahun ke depan.
sunaryo adhiatmoko | Al-Azhar Peduli Ummat

CIMB Niaga Syariah: 5020 1000 63000 Bank Mandiri: 126 000 711 1130

Tunaikan Zakat Anda Melalui Rekening a.n. YPI Al-Azhar

www.zisbersma.org

021-7221504 www.alazharpeduli.com