You are on page 1of 16

CARE

n e w s l e t t e r
Edisi Rabiul Awal 1429 H, Maret - April 2008

Komplek Masjid Agung Al Azhar, Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp. 021 7221504, Fax. 021 7265241

Kesalehan Korporasi

Fokus

Kilas Program

Posyandu Keliling

Hamka Membedah Infaq

Tafsir

3

Karena hasil transaksi bisnis perusahaan dinikmati bersama para pesahamnya, maka kewajiban perusahaan pun harus mereka tanggung bareng. Termasuk kewajiban kepada Allah SWT dalam bentuk zakat?

12

Bersinergi dengan kantor cabang Solo, FUI, dan DKD Magelang, Al Azhar Peduli Ummat meluncurkan “Mobil Sehat”. Ambulance milik FUI dimodifikasi jadi Posyandu yang siap mengunjungi daerah rawan kesehatan ibu anak.

14

Almarhum Buya Hamka, ulama kharismatik yang dikenal luas ilmunya mengurai sisi filantropi manusia di Tafsir Al-Azhar. Ternyata, berinfaq tak sekadar butuh ikhlas semata. Ada sopan santun yang harus dipenuhi dalam berniaga dengan Allah.

Assalamu’alaikum

“M
M. Anwar Sani
Direktur Eksekutif Al Azhar Peduli Ummat

Zakat dari Pencakar Langit

ereka ini karyawan-karyawan pilihan!” puji Kiskenda, Presiden Direktur Telkomsel saat memberi sambutan dalam acara penyerahan dana yang terhimpun melalui program “Infaq 4000” kepada LAZ-LAZ yang menjadi mitra penyalur, beberapa waktu lalu. Pujian dialamatkan pada “Majlis Ta’lim Telkomsel” yang menggagas program kesalehan sosial korporasi itu. Selain menggagas program-program filantropi, Majlis Ta’lim Telkomsel bertanggungjawab menghimpun zakat karyawan dan menyalurkannya melalui lembaga-lembaga amil zakat. Majlis Ta’lim Telkomsel tidak sendiri. Dewasa ini, di beberapa korporasi besar telah berdiri unit-unit pengumpul zakat karyawan. “Biar karyawan gampang menunaikan kewajibannya,” ujar seorang pengurus BAMUIS BNI. Malah, banyak juga korporasi yang menerapkan kebijakan memotong langsung gaji karyawan sebesar 2,5 persen guna membayar zakat. Tentunya kebijakan itu diterapkan setelah karyawan mufakat. PT. Telkom Kandatel Jakarta Selatan misalnya, telah menerapkan kebijakan itu. “Memang perusahaan tidak mewajibkan. Karyawan boleh juga membayar sendiri zakatnya melalui lembaga zakat lain. Tapi ketika kami tawarkan, banyak sekali karyawan yang minta gajinya dipotong langsung dengan zakat profesi,” ungkap Benny Artono, GM PT. Telkom Kandatel Jakarta Selatan. Walau kesadaran berzakat orang kantoran (karyawan) mulai tumbuh menggembirakan, sayangnya tidak banyak yang mengerti bahwa korporasi itu sendiri sebenarnya merupakan “obyek wajib zakat”. Menurut hasil Muktamar Internasional I tentang Zakat di Kuwait (29 Rajab 1424 H), perusahaan tergolong syakhsan i'tibaran (badan hukum yang dianggap orang) sehingga wajib mengeluarkan zakat. Logikanya, jika hasil transaksi bisnis perusahaan dinikmati para pemegang sahamnya, maka kewajiban perusahaan pun mereka tanggung bersama. Termasuk kewajiban kepada Allah SWT dalam bentuk zakat. Bisa jadi, potensi zakat korporasi menempati porsi terbesar dari seluruh potensi zakat nasional. Jika potensi ini tergali, niscaya gedung-gedung pencakar langit (yang menjadi jantung sirkulasi uang) tidak lagi menjadi monumen kesenjangan sosial akut di negeri ini. Sebab, zakat yang pada ketentuannya hanya disalurkan kepada delapan golongan mustahik (dan lebih afdhal jika penyalurannya melalui amil atau lembaga yang khusus mengelola dana zakat), tidak mungkin rancu dengan “biaya promosi” perusahaan seperti yang sering terlihat dalam praktik penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR). Semoga ini bukan sebats wacana. Donatur yang dimuliakan Allah, berbekal amanah yang Anda sandangkan di pundak kami, Al Azhar Peduli Ummat tengah membangun sebuah gedung yang akan berfungsi sebagai “Education Centre” bagi anak yatim dan dhuafa. Gedung itu kami namakan “Rumah Gemilang”, segemilang tujuan yang hendak dicapai. Gawean besar yang kami targetkan akan selesai dalam tempo satu tahun ke depan ini telah dimulai dengan peletakkan batu pertawa di atas tanah wakaf seluas 1.600m2 di Sawangan, Depok pertengahan Maret lalu. Selain itu, untuk meningkatkan layanan zakat, kami juga telah membuka kantor cabang baru di Padang, Sumatera Barat. Di bidang kesehatan, Balai Pengobatan Gratis di Cigombong telah beroperasi. Selain itu, kami meluncurkan program “Posyandu Keliling” hasil sinergi dengan Kantor Cabang Solo, Front Ummat Islam, Klaten, dan LAZ Dana Kemanusiaan Dhuafa, Magelang. Semua itu, tiada lain tujuannya, adalah untuk mendayagunakan zakat yang Anda tunaikan untuk kemaslahatan ummat. Do’a dan partisipasi Anda kami harapkan.
Dewan Pertimbangan: H. Ir. Adiwarman A Karim, SE, AK, MAEP H. Drs. Rusydi Hamka; H. Mahfud Makmun; H. Nasroul Hamzah, SH. Komisi Pengawas: H. Drs. Soebroto Tirtoatmodjo; H. Arlinus Sampono; Agus Heryanto, SH; Dra. Massaina Daud; Drs. H. Tulus. Badan Pelaksana: H. Mursjid Mahmud; H. Chairul Anwar, SE; Hj. Aty Nurchamid. Direktur Eksekutif: M. Anwar Sani. Supervisor Keuangan: Suryaningsih. Supervisor Fundraising: Dwi Kartikaningsih, SEI Direktur Program: Joko Windoro, Pendayagunaan: Saripudin, Iwan. Komunikasi Media: Muhammad Taufik. Percetakan: Azzahra Graphic (Isi di luar tanggungjawab percetakan)

Edisi Rabiul Awal 1429H

CARE newsletter

H. Mursjid Mahmud M. Anwar Sani Joko Windoro Aya Hasna Dwi Kartikaningsih

Penanggungjawab Pemimpin Redaksi Redaktur Pelaksana Kontributor Iklan

Komplek Masjid Agung Al Azhar Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp. 021 7221504, Fax. 021 7265241 Iklan (Dwi K): 0819 32922223

Fokus

Kesalehan Korporat
K
edermawanan perusahaan sudah jadi tren global. Bank-bank di Eropa misalnya, hanya mau menyalurkan kredit kepada korporat yang telah mengamalkan CSR (corporate social responsibility) dengan baik. Begitu pula New York Stock Exchange, memiliki Dow Jones Sustainability Index untuk menilai saham-saham yang dikategorikan memiliki corporate sustainability dengan salah satu kriterianya implementasi CSR. Pun, London Stock Exchange punya Socially Responsible Investment Index, dan Financial Times Stock Exchange sejak tahun 2001 punya FTSE 4Good. Belakangan, pasar modal Asia pun yakni Hangseng Stock Exchange (Hongkong) dan Singapura Stock Exchange, mengikuti jejak (Majalah SWA, 11 Januari 2006). Majalah BusinessWeek Amerika pada 2004 melakukan survei di 500 perusahaan terbesar di Amerika. Dari total 218 responden, sebanyak 214 (98%) responden setuju bahwa perusahaan berderma adalah baik. Di Indonesia, pemerintah melalui PP No 3/ 1983 menugaskan BUMN agar turut membantu pengembangan UMKM (Usaha Menengah dan Kecil Masyarakat). Sebagai tindak lanjutnya, terbit salah satunya Kepmen BUMN No. Kep-236/ MBU/2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Pelaksanaan Bina Lingkungan (PKBL). Dana PKBL diambil dari penyisihan laba bersih BUMN sebesar 1-3 persen. Tapi ketika CSR hendak diwajibkan melalui UU Perseroan terbatas pada 2007, sejumlah pengusaha menolaknya. Menurut Franky Sibarani, ketua GPMMI (Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia), kewajiban CSR akan membebani kinerja perusahaan, menurunkan daya saing usaha, dan tidak kondusif buat iklim investasi dalam negeri (Sindo, 16/7/2007).

Profesional
Sedangkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Liem Bian Koen, menyebut pewajiban itu sebagai ''aturan tidak lazim'' yang akan menimbulkan biaya tambahan sehingga pasti ditentang pengusaha (Sindo, 17/7/2007). Biar anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. RUU tentang Perseroan Terbatas yang mewajibkan CSR pada Pasal 74, akhirnya diundangkan. Pemerintah mencoba berbagi beban?

dan

Tidak Tepat Sasaran
Kritik atas CSR juga dikemukakan Firmansyah, peneliti pada Centre for Media Studies, UIN Jakarta. Menurutnya, PKBL selain tak banyak diketahui publik, pemanfaatannya juga kurang efektif. Bersifat top down. Bahkan sejumlah pengamat menyebut, tak sedikit dana PKBL dimanfaatkan untuk biaya operasional beberapa eksekutif perusahaan dengan dalih CSR. Menkop UMKM Suryadarma Ali mengakui, sebagian dari penyaluran dana tidak tepat sasaran. Sebab, “Kurang selektif atau mungkin terpusat hanya pada daerah di mana BUMN itu berada. Padahal, daerah lain memerlukan dana itu," katanya usai rapat dengan Dewan Perwakilan Daerah (5/12/2006). Sementara itu, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono, menyoroti akuntabilitas penyaluran dana PKBL. Menurutnya, selama ini akuntabilitas pengelolaan dana PKBL sulit dipertanggungjawabkan karena pengelolaannya dilakukan tiap-tiap BUMN. Akuntabilitas itu meliputi sisi pengawasan penyaluran dan penggunaan dana. Adi tak menampik bahwa pengelolaan dana PKBL tidak luput dari politisasi karena dana itu melibatkan masyarakat di level grass root. Apalagi tren jumlah dana PKBL terus meningkat jelang Pemilu 2009. "Politisasi itu pasti ada, tapi
Zakat Orang Kantoran

3

Fokus
sulit dibuktikan," tandas Adi. Karena itu, Milton Friedman tanpa basa-basi menolak CSR korporat. Pada 1970 ia menyatakan bahwa satu-satunya kewajiban sosial perusahaan adalah meraih keuntungan dengan cara yang benar, yaitu mematuhi segala aturan main. Dalam bahasa motto sebuah perusahaan bir Eropa: Profit with dignity. Tulis Friedman di The New York Times: "...there is one and only one social responsibility of business-to use its resources and engage in activities designed to increase its profits so long as it stays within the rules of the game, which is to says, engages in open and free competition without deception or fraud." diberikan kepada Dita Indah Sari, aktivis perburuhan Indonesia berhaluan kiri. Tapi, Dita ternyata menolak hadiah sebesar 50 ribu USD dari Reebok. "Kita tidak dapat menolerir cara perusahaan multinasional memperlakukan tenaga kerja dunia ketiga,” tutur Dita, seperti dikutip Amy Goodman dan David Goodman, dalam bukunya ''Perang Demi Uang: Kebusukan Media, Politikus, dan Pebisnis Perang'' (Profetik, 2005).

Kewajiban Korporat dalam Islam

Dalam ajaran Islam, kedermawanan perusahaan diwadahi dan dilembagakan sebagai zakat (profesi) pengusaha maupun perusahaan. Menurut hasil Muktamar Internasional I tentang Zakat di Pendapat lain mengatakan, harta perusahaan yang Kuwait (29 Rajab 1424 H), kena zakat hanyalah keuntungan kongsi. Salah satu yang perusahaan tergolong syakhsan mengamalkannya adalah PT Korma Jaya, produsen kecap i'tibaran (badan hukum yang cap ''Korma''. Perusahaan kecil di Jakarta ini, di botol dianggap orang) atau kecapnya melilitkan label berbunyi: ''2,5% Keuntungan syakhshiyyah hukmiyyah menurut Mustafa Ahmad Zarqa untuk Zakat''. dalam bukunya al-Fiqh al-Islamy fi Tsaubihi al-Jadid (1948). Senada dengan itu, miliuner bidang Hasil transaksi bisnis perusahaan dinikmati telekomunikasi asal Meksiko, Carlos Slim Helu, bersama para pesahamnya, demikian pula yang memiliki kekayaan hampir 60 miliar USD kewajiban perusahaan mereka tanggung dan terpilih menjadi orang terkaya di dunia tahun bersama. Termasuk kewajiban kepada Allah SWT 2007 versi majalah Fortune, mencemooh CSR dalam bentuk zakat. yang dilakukan perusahaan Bill Gates dan para Jadi, simpul Muktamar, kewajiban zakat juga dermawan lain seperti Warren Buffett. berlaku atas perusahaan tanpa mengurangi kewa"Kemiskinan,'' kata Helu dengan sinis, ''tidak jiban zakat atas tiap pengusaha secara pribadi. diatasi dengan pemberian sumbangan. Tentu saja, kewajiban perusahaan itu Membangun usaha yang benar adalah lebih sebelumnya harus sudah menjadi kese-pahaman berguna bagi masyarakat, dibanding berkeliling dan kesepakatan para pemegang saham. Lalu seperti Sinterklas." dituangkan dalam aturan perusahaan yang Memang, banyak contoh ambiguitas bersifat mengikat. Dengan demikian, semua korporat dalam soal CSR dan kelakuan ikhlas dan ridha saat perusahaan berzakat. bisnisnya. Perusahaan sepatu Reebok misalnya, UU No 38/1999 tentang Pengelolaan Zakat, setiap tahun menganugerahkan penghargaan Bab IV pasal 11 ayat (2) bagian (b), menyebut di buat para pejuang hak asasi manusia (HAM) di antara objek zakat yang wajib dikeluarkan seluruh dunia. Pada 2002, kehormatan itu zakatnya adalah perdagangan dan perusahaan.

Ratih Sang, Dewan Pengawas YPI Al Azhar:

“Itu Penting”
ZAKAT PROFESI yang dikeluarkan melalui LAZ atau Unit Pengumpul Zakat Perkantoran itu sangat bagus karena memudahkan karyawan menunaikan zakat. Saya melihat maraknya korporasi mendirikan LAZ atau UPZ sebagai fenomena menggembirakan. Ini sangat menunjang kampanye zakat sehingga menggelinding lebih baik dan membawa kemanfaatan yang lebih meluas. Dengan dikelola LAZ atau UPZ, zakat bisa terakumulasi sehingga pemanfaatanya (untuk mustahik) lebih tertata. Ini lebih bagus daripada korporasi hanya memberikan dana yang bersifat karitas kepada orang atau lembaga yang datang meminta. Saya juga setuju sekali jika gaji karyawan langsung dipotong untuk membayar zakat. Artinya, gaji karyawan yang dibawa pulang itu sudah “bersih” dari hak mustahik yang 2,5 %. Tetapi saya melihat antara zakat profesi dengan corporate social responsibility berada pada wilayah berbeda. Kalau CSR itu terkait langsung dengan perusahaan, sedangkan zakat profesi subyeknya adalah individu karyawan. Rasanya tidak ada kerancuan antara zakat profesi dengan CSR. CSR sebagai wujud kepedulian korporasi kepada lingkungan, dan lebih luasnya kepedulian kepada keterpurukan bangsa ini sebenarnya ideal. Tetapi akan lebih bagus jika korporasi juga menyadari bahwa badan usaha termasuk obyek wajib zakat. Kampanye atas hal ini sangat penting! [A]
4
Zakat Orang Kantoran

Fokus
Muktamar di Kuwait tadi menganalogikan zakat perusahaan kepada zakat perdagangan. Nishab-nya senilai 85 gram emas. Harta perusahaan yang wajib dizakati meliputi komoditi perdagangan, uang, dan piutang, setelah dikurangi kewajiban seperti utang. Jadi, pola perhitungan zakat perusahaan didasarkan pada laporan keuangan (neraca) dengan mengurangkan kewajiban atas aktiva lancar. Atau seluruh harta (di luar sarana dan prasarana) plus keuntungan usaha, dikurangi pembayaran utang dan kewajiban lainnya, lalu dikeluarkan 2,5% sebagai zakatnya. Demikian yang dikemukakan Abu Ubaid berdasarkan kekuatan dalil dan alasannya. Pendapat lain mengatakan, harta perusahaan yang kena zakat hanyalah keuntungan kongsi. Salah satu yang mengamalkannya adalah PT Korma Jaya, produsen kecap cap ''Korma''. Perusahaan kecil di Jakarta ini, di botol kecapnya melilitkan label berbunyi: ''2,5% Keuntungan untuk Zakat''. Sedekah perusahaan baik yang diwajibkan agama (zakat korporat) maupun diharuskan oleh UU tentang PT tahun 2007 (CSR) serta zakat profesi pemilik dan karyawan, boleh saja langsung diberikan sendiri kepada para mustahik, dengan syarat dan kriteria mustahik yang sejalan dengan firman Allah SWT dalam surat at-Taubah ayat 60. Namun, tetap sejalan dengan firman Allah tersebut dan juga berdasarkan tuntunan Nabi Muhammad saw, akan lebih utama jika zakat disalurkan lewat amil zakat yang amanah, bertanggung jawab dan tepercaya yang meng-khususkan diri pada pengelolaan ZIS. Ini dimaksudkan agar distribusi zakat itu tepat sasaran, sekaligus menghindari penumpukan zakat pada mustahik tertentu yang kita kenal sementara mustahik lainnya karena kita tidak mengenalnya-tak mendapatkan haknya. [aya hasna]

HM. Amien Rais,

Mantan Ketua MPR RI:

“Harusnya 20 Persen!”
GAGASAN mengenai zakat profesi sudah lama muncul di pikiran saya. Waktu itu saya sedang sekolah di Amarika Serikat. Di sana ada sistem pajak yang dinamakan “pajak progresif”. Artinya, semakin kaya seseorang, semakin tinggi pajak yang harus dikeluarkan. Juga, semakin mudah pendapatan diperoleh, maka semakin tinggi pajak dikeluarkan. Contohnya pajak tontonan dan pajak hiburan, di sana kadang-kadang lebih dari 30 persen. Ketika Muhammad Ali melakukan pertandingan tinju, sekalipun resminya bayaran yang diberikan 5 juta (US $ -red), tapi terima betul-betul sekitar 2 juta. Yang 3 juta ditarik negara sebagai pajak. Karena itulah saya tergerak, kalau kita mau menegakkan keadilan sosial dan ekonomi dalam Islam, mestinya diterapkan semacam zakat progresif juga. Jadi, kaum profesional yang mendapatkan income dengan sangat mudah, dalam jumlah yang sangat banyak, kalau zakatnya masih 2,5 persen itu kira-kira belum sesuai dengan keadilan Islam. Seorang petani saja, yang melakukan usaha pertaniannya dengan susah payah, kena pajak pertanian antara 5 sampai 10 persen. Saya kira pajak kaum profesional yang pakai dasi, naik turun mobil Mercy kemudian ruangannya ber-AC, memainkan telepon dan laptop kemudian mendapatkan bayaran setiap hari, saya kira pajak (zakat -red) nya bukan 2,5 persen. Pajaknya harus 20 persen. Ini memang ijtihad sangat pribadi. Terpulang kepada para ulama untuk mendiskusikannya. Tapi ruh atau jiwa yang saya sampaikan adalah demi keadilan. Sebab, benang merah Al Qur’an adalah keadilan. [A]

Imam Puji Hartono, BUMN

Corporate Secretary Perusahaan Pengelola Aset (PPA):

seperti Perusahaan Pengelola Aset punya kewajiban meleksanakan PKBL yang sifatnya inklusif. Jadi bukan hanya diperuntukkan bagi umat Islam saja. Besarnya sampai 3 persen dari keuntungan usaha. Jadi ini berbeda dengan zakat korporat. Zakat kan alokasinya jelas untuk 8 asnaf. Tetapi seperti halnya CSR, PKBL biasanya hanya diimplementasikan di lingkungan sekitar lokasi perusahaan. Maksudnya sebagai tanggungjawab sosial atas ekses-ekses yang terjadi akibat aktivitas perusahaan itu. Ini tentu jangkauannya tidak seluas zakat, walau sebenarnya sesuai tuntunan agama, zakat juga diberikan mulai dari lingkungan terdekat dahulu. Saya sangat mendukung zakat profesi karena landasan fiqhnya jelas dan kuat. Misalnya, kita bisa merujuk pada fiqh kontemporer yang ditulis Yusuf Qardhawi. Tapi untuk zakat korporat, terus terang zaya belum memahami landasan fiqhnya. Apakah itu memang telah ada yurisprudensinya di masa Rasulullah? Atau adakah rujukan di negara-negara Islam? Ini penting sebab dasar hukum negara kita bukan Islam. Semangatnya (zakat korporat -red) tentu saja ok. Hanya perlu landasan yang lebih kuat untuk implementasinya. Contoh sederhanya, zakat korporat itu pahalanya untuk siapa? Siapa pula yang punya legalitas untuk memungutnya? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang perlu dicari jawabannya. [A] Zakat Orang Kantoran

“Semangatnya Ok.”

5

Kilas Program Peletakan Batu Pertama:

Rumah Gemilang

100 Tahun Hamka:

100 Kaki Palsu untuk Manta
DALAM rangkaian peringatan 100 Tahun Buya Hamka, Panitia bersama Al Azhar Peduli Ummat menyerahkan bantuan 100 buah kaki palsu untuk mantan penderita kusta (Manta) Sitanala, Sabtu, (8/3). Biaya pembuatan 100 kaki palsu yang dibuat Ali Saga, Manta pakar prothese, berasal dari penyaluran zakat karyawan PT. Telkomsel dan dana Pembinaan Lingkungan (PKBL) Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Jumlah dana yang telah disalurkan untuk bantuan kaki palsu dan program pemberdayaan Manta mencapai Rp. 70 juta lebih. [A]

SABTU (14/3) proyek prestisius pembangunan Rumah Gemilang dimulai. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Mutasyar Al Azhar, H. Rusydi Hamka di Kampung Kebon Kopi, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Depok. Acara yang berlangsung khidmad juga diisi taushiyah poetik (pembacaan puisi hikmah) oleh Ratih Sang, anggota Dewan Pengawas YPI Al Azhar. Dalam sambutannya, wakif berwasiat agar Rumah Gemilang kelak menjadi wujud sebuah “pesantren” seperti seharusnya dimiliki oleh sebuah yayasan pesantren (YPI Al Azhar -red). Rumah Gemilang akan berfungsi sebagai “Education Centre” gratis bagi yatim dan dhuafa. Berbagai diklat keterampilan dan pengembangan kepribadian akan menjadi program utama pemberdayaan yatim-dhuafa. Pembangunan direncanakan selesai dalam satu tahun. [A]

Laporan Keuangan dan Daftar Donatur
Daftar Donatur ZAKAT Per 31 Januari 2008 Penerimaan & Pendayagunaan ZIS Bulan Januari 2008
PENERIMAAN ZIS # Akad 1. Saldo Dana Per 31 Desember 2007 2. Zakat a. Zakat Maal b. Zakat Fitrah 3. Infaq a. Infaq Umum b. Infaq Khusus 4. Khusus a. Bagi Hasil Bank b. Kemanusiaan c. Akikah d. Wakaf Tunai Total Penerimaan Januari 2008: PENDAYAGUNAAN ZIS # Kategori 1. Zakat Layanan Mustahik Pemberdayaan: a. Pemberdayaan Pesantren b.Pemberdayaan Pengrajin/Pdg Kecil Peduli Pendidikan dan Dakwah: a. Beastudi Yatim Dhuafa Berprestasi b.Pembinaan Rohani Pasien dan LP c. Program Hafidzul Quran d. Dakwah e. Beastudi Pendidikan Layanan Jenazah Gratis: a. Akomodasi Layanan dan Sosialisasi Poliklinik Umum dan Gigi Gratis: a. Layanan Kesehatan (rutin) b.Peduli Kesehatan (event) 2. Infaq Khusus: Penyaluran Peduli Sitanala Penyaluran Qurban 3. Infaq Umum: Sosialisasi ZIS dan Kurban Penyaluran Infaq Sosialisasi Kurban Penyaluran Wakaf Tunai 4. Kemanusiaan/Peduli Bencana 5. Operasional Lembaga: I. Pengelola: a. Operasional Lembaga b. Inventaris Kantor II. Administrasi Bank III. Penguatan Jaringan dan Manajemen Total Pendayagunaan Januari 2008: Saldo Per 31Januari 2008 Donasi (Rp) 2.362.590.568 173.206.778 95.233.445 1.277.206 7.500.000 1.040.000 50.750.000 2.691.597.997 # 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 Donatur Donasi (Rp) Trsf WSID: Della Mia Kalumata, BCA 100.000 Trsf WSID: Madyarini Nurul AN, BCA 50.000 Trsf WSID: Suprayogi, BCA 200.000 Trsf WSID: Muhammad Ridwan ST, BCA 120.000 Trsf WSID: Mifta Soleha, BCA 37.500 Trsf WSID: Nur Firman, BCA 50.000 Trsf WSID: Woro Palupi Adhadi, BCA 100.000 Trsf WSID: I Made Mahendra, BCA 75.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 100.000 Trsf WSID: Fuad Dharmawan, BCA 75.000 Trsf WSID: Rr Endang Wahyunin, BCA 50.000 Trsf WSID: Deddy Iswandi, BCA 175.000 Trsf WSID: Irawaty, BCA 50.000 Supriyanto, Jaksel 200.000 Imran Johny, Tangerang 170.000 Muhamad Fadli, Depok 100.000 Trsf ATM: Ajar Setiadi, BCA 300.000 Trsf WSID: Mukmin Waskito, BCA 50.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 350.000 Trsf WSID: Fairizal ST, BCA 720.000 Trsf WSID: Hetty Nurhayati SE, BCA 50.000 Trsf WSID: Ida Hafnia, BCA 100.000 Trsf WSID: Dessy Ratmayanti, BCA 75.000 Trsf WSID: Mas Achmad Daniri, BCA 500.000 Trsf WSID: Arbi Wibowo, BCA 800.000 Trsf WSID: Dicky, BCA 50.000 Trsf WSID: Fatrio Riza R, BCA 100.000 Trsf WSID: Bhaskoro, BCA 112.500 Trsf WSID: M. Gilang. A, BMI 55.000 Trsf WSID: Al-Muhajirien, BMI 754.000 Trsf WSID: Hamba Allah 01403, BSM 350.000 Trsf WSID: Hamba Allah P1146177, BSM 4.000.000 Trsf WSID: Lameth Dwi Rartant, BCA 83.185 Trsf WSID: Waseso Yalanto, BCA 115.600 Trsf WSID: Sisca Johanna Espe, BCA 390.000 Trsf WSID: Deden Rahadian, BCA 210.000 Trsf WSID: Moch Solikhin SE, BCA 100.000 Trsf WSID: Ida Hafnia, BCA 50.000 Trsf WSID: Wiranjani Ade Suwa, BCA 51.000 Darmawaty Malik, Jaksel 1.000.000 Rizki Adi Pratama Bin H. Krisna Budi,Jaksel 200.000 Trsf WSID: F. Armani, BMI 150.000 Trsf WSID: Amirudin, BCA 35.000 Trsf WSID: Rina Utami SH, BCA 900.000 Trsf WSID: Chandra Purbantara, BCA 125.000 Trsf WSID: Diny Linawati, BCA 100.000 Trsf WSID: Agus BS, BCA 100.000 Trsf WSID: Hamdi Syarifudin D, BCA 750.000 Trsf WSID: Rama Budisetyo, BCA 500.000 Trsf WSID: Catharina Kusumori, BCA 56.250 Trsf WSID: Kirana Ratnamukti, BCA 50.000 Trsf WSID: Ida Hafnia, BCA 50.000 Trsf WSID: Ratri Handayani, BCA 225.000 Trsf WSID: Maya Ratna Sari, BCA 302.500 Trsf WSID: Triono Jayanegara, BSM 5.875.000 Sylvia Rachmayati, Jaksel 500.000 Octo Nasution, Jaksel 250.000 Trsf WSID: Chairul Anwar, BCA 100.000

Jumlah (Rp) 70.943.000 2.800.000 2.500.000 5.000.000 13.395.000 10.441.450 29.079.250 5.500.000 31.755.000 8.544.450 28.676.000 53.596.600 96.855.000 21.513.200

59.828.214 6.751.000 617.661 4.660.000 452.425.825 2.239.172.172

Daftar Donatur
Daftar Donatur ZAKAT Per 31 Januari 2008
# 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 Donatur TRSF WSID :Vita Rita Wahyunin, BCA Trsf WSID: Ida Hafnia, BCA Trsf WSID: Jojo Bagio Nugraha, BCA Trsf WSID: Setor Tunai H6459544, BSM Trsf WSID: Hamba Allah 01408, BSM Trsf WSID: Hamba Allah 104410, BSM Trsf WSID: Nizam R.H., Permata Sya. Trsf WSID: Dedi Damhudi, BCA Trsf WSID: Adi Prakoso, BCA Trsf WSID: Hamba Allah, BCA Trsf WSID: Ivonny Hawari Drg, BCA Hamba Allah, BSM Nurdianti,Cikarang Trsf WSID: Royhan Syarif, BCA Trsf WSID: Erwin Nurul Zacky, BCA Trsf WSID: Ida Hafnia, BCA Trsf WSID: Anton Dessy, BCA Trsf WSID: Sri Endah Soedorow, BCA Trsf WSID: Hamba Allah 01411, BSM Trsf WSID: Ririn Utami, Permata Sya. Trsf WSID: Nuning Hayrani, BCA Trsf WSID: Aswin W Sastroward, BCA Trsf WSID: Hamba Allah, BCA Trsf WSID: Farid Ferdiansyah, BCA Trsf WSID: Syarifatul Ulfah, BCA Trsf WSID: Melinda, BCA Trsf WSID: Ida Hafnia, BCA Trsf WSID: Umar Issa Zubaidi, BCA Trsf WSID: Henri Yadi, BCA Trsf WSID: Susilo W, BMI Trsf WSID: Hamba Allah 01414, BSM Hamba Allah, Depok Dhanika Astri Pratita, Jaksel Trsf ATM: Usep Rusnandar, BCA Trsf WSID: Ngatilah, BCA Trsf WSID: Royhan Syarif, BCA Dian Susanti A, Jakbar Kirono Krishnayani, Jakarta TRSF WSID :Anton Dessy, BCA Mardi Wasito, Bekasi Suyoto, Tangerang Trsf WSID: Dwi Amanda Ramadha, BCA Trsf WSID: Rafik, BSM Trsf WSID: Aji Erlangga, BSM Trsf WSID: Ida Hafnia, BCA Trsf WSID: Dwi Amanda Ramadha, BCA Setor tunai: Hamba Allah, BSM Setor tunai: Hamba Allah H6913552, BSM Djuang Fadjar, Jaksel Mersi Ayu, Bekasi Abdul Gani, Tangerang Ny.Soetartiningsih, Jaksel Bayu, Jaksel Nila Komalasari, Jaksel Farrel Ramadhani Trsf WSID: Adi Pranata, BCA Trsf WSID: Suswati, BCA Trsf WSID: Dave Damilan, BCA Trsf WSID: Karina Ariani Hafi, BCA Trsf WSID: Santy, BCA Trsf WSID: M Andri Hakim, BCA Trsf WSID: Lameth Dwi Rartant, BCA Trsf WSID: Idwan Sjachtum, BCA Trsf WSID: Arifmuda Trisnoteg, BCA Trsf WSID: Reviyanti Puspita, BCA Trsf WSID: Karyawan UAI, BSM Trsf WSID: Triani Astanari, Permata Sya. Donasi (Rp) 12.500 50.000 1.000.000 750.000 310.000 230.000 5.000.000 70.000 200.000 750.000 800.000 50.000 250.000 15.000 50.000 50.000 500.000 50.000 50.000 100.000 100.000 100.000 150.000 75.000 38.000 40.000 50.000 500.000 150.000 2.500.000 60.000 750.000 1.000.000 272.500 150.000 30.000 750.000 1.500.000 500.000 125.000 40.000 200.000 750.000 100.000 50.000 50.000 200.000 40.000 1.300.000 200.000 5.000.000 1.000.000 112.500 170.000 300.000 150.000 50.000 150.000 800.000 150.000 100.000 10.000 200.000 1.100.000 375.000 2.826.958 105.000 # 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 Donatur Sakinah, Jakbar TRSF WSID :Indra Arnaz, Danamon Sya. Trsf WSID: Dina Purwan, Danamon Sya. Maharani Binti Soelaiman S.S, Jaksel Evie, Jaksel Trsf WSID: Yoga Prakasa, BCA Trsf WSID: Widya Y., Permata Sya. Trsf ATM: Arie Arnady, BCA Trsf WSID: Fanny Angelia, BCA Trsf WSID: Dery Landhika Fran, BCA Trsf WSID: Rini Surantini, BCA Trsf WSID: Suswati, BCA Trsf WSID: Tania Latinina, BCA Trsf WSID: Risky Firmansyah, BCA Trsf WSID: Tetty, Danamon Sya. Trsf WSID: Santi Syacita, Permata Sya. Trsf WSID: Kania Lalita K.,Permata Sya Trsf WSID: Hamba Allah, Permata Sya. Trsf WSID: Syarif Hidayat, Permata Sya. Trsf WSID: Santi Syacita, Permata Sya. Lolita, Tangerang Zaenab Darnis,Ny, Jaksel Oce Fahrizal Sulaeman, Jaksel Ny. Pretty Zen, Jaksel Bhaskoro Ekoputro, Jaksel Sandi Nur Arif, Jabar Dayan, Jaksel Arief Suryo, JakartaTimur Trsf WSID: Nina Herlina Saleh, BCA Trsf WSID: Benny Rahardjo, BCA Trsf WSID: Fernantomo Heruwib, BCA Trsf WSID: Dedi Supriadi, BCA Trsf WSID: Cassandra Adenan, BCA Trsf WSID: Tofa Chandra Bayu, BCA Trsf WSID: Adieb Grace Laksmi, BCA Trsf WSID: Rifky Mandaru Wida, BCA Trsf WSID: Suprayogi, BCA Trsf WSID: Irke Silvani Riasa, BCA Trsf WSID: Irke Silvani Riasa, BCA Trsf WSID: Farah Ziska, BCA Trsf WSID: Hamba Allah, BCA Trsf WSID: Trianto Irawan, BCA Trsf WSID: Lameth Dwi Rartant, BCA Trsf WSID: Ida Hafnia, BCA Trsf WSID: Suswati, BCA Trsf WSID: Kamaria, BCA Trsf WSID: Kusnandar, BCA Trsf ATM: Arie Arnady, BCA Trsf ATM: Rifki Wandi, BCA Trsf ATM: Anjar S, BCA Trsf WSID: Dietha, BSM Trsf WSID: Hamba Allah 01428, BSM Trsf WSID: Hamba Allah, Permata Sya. Trsf WSID: Dyah Woro N., Permata Sya Ida Lestari, Jaksel Rizki Adi P. Bin H. Krisna Budi, Jaksel Hamba Allah, Jaksel Yuanita, Jaksel Trsf WSID: Emi Faulinawati, BCA Trsf WSID: Mudayat, BCA Trsf WSID: Risa Amelia, BCA Trsf WSID: Roniwati, BCA Trsf WSID: Adi Prakoso, BCA Trsf WSID: Hamba Allah, BMI Imron Johny, Tangerang Wisaksana Djawi, Jaksel Trsf WSID: YM AMJP, BMI Donasi (Rp) 300.000 50.000 90.000 5.000.000 150.000 200.000 150.000 2.000.000 250.000 20.000 200.000 50.000 250.000 50.000 50.000 100.000 100.000 130.000 120.000 50.000 250.000 1.000.000 60.000 200.000 125.000 25.000 50.000 87.500 50.000 520.000 150.000 100.000 60.000 550.000 500.000 2.340.000 300.000 200.000 150.000 150.000 50.000 250.000 83.185 100.000 20.000 500.000 25.000 2.000.000 500.000 300.000 100.000 400.000 50.000 150.000 900.000 200.000 238.450 1.500.000 200.000 57.900 150.000 120.000 100.000 500.000 100.000 400.000 757.250

8

Zakat Orang Kantoran

Daftar Donatur
Daftar Donatur ZAKAT Per 31 Januari 2008
# 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 Donatur Donasi (Rp) Trsf WSID: Riza, BMI 80.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 200.000 Trsf WSID: Hamba Allah H 6945433, BSM 300.000 Hamba Allah 10 79.565.000 Soesilowati, Jaksel 150.000 Setor tunai: Hamba Allah H6935528, BSM 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah Pindah Buku, BSM 100.000 Trsf WSID: Bambang S., Permata Sya. 200.000 Trsf WSID: Lelly A., Permata Sya. 120.000 Dra. Darmawati Malik, Jaksel 1.000.000 # 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 Donatur Rusdiawan, Jaksel Suaida, Jaksel Karyawan&Guru YPI Al-Azhar, Jaksel H. Luthfi, Cianjur Trsf WSID: Hamba Allah, BRI Sya. Trsf WSID: Hamba Allah, BRI Sya. Trsf WSID: Hamba Allah, BRI Sya. Trsf WSID: Hamba Allah, BRI Sya. Trsf WSID: Hamba Allah, BRI Sya. Donasi (Rp) 250.000 125.000 7.973.575 40.625 50.000 10.000 28.300 30.000 10.000

Jumlah: 173.206.778

Daftar Donatur INFAQ Per 31 Januari 2008
# 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 Donasi (Rp) Donatur 18.000 Trsf WSID:Desi Sembiring, BCA 200.000 Trsf WSID:Nini Murniati, BCA 30.000 Trsf WSID:Irma Yanti, BCA 300.000 Trsf WSID:Zulkifli Zaini, BSM 100.000 Trsf WSID:Hamba Allah 038097, BSM 100.000 Trsf WSID:Hamba Allah 038170, BSM 100.000 Trsf WSID:Aan L. Permanawati, BCA 100.000 Trsf WSID:Muhammad Firman, BCA 500.000 Trsf VIA ATM :Iznindar, BCA 50.000 Trsf WSID:Sulastri, BCA 30.000 Trsf WSID:Sisca Johanna Espe, BCA 15.000 Trsf WSID:Johan Yudhiasto, BCA 50.000 Trsf WSID:Rini Purwaningsih, BCA 100.000 Trsf WSID:Asih, BCA 100.123 Trsf WSID:R Yuda Indrawan, BCA 10.000 Trsf WSID:Hamba Allah, Danamon Sya. 50.000 Trsf WSID:Vita Ariesdiana, Permata Sya. 100.000 Trsf WSID:Wahyu Prasetyo, BCA 100.000 Trsf WSID:Brigitta Wahyu, BCA 50.000 Trsf WSID:Alfino Romansjah S, BCA 100.000 Trsf WSID:Bekti Setyawati, BCA 400.000 Trsf VIA ATM :Ajar, BCA 100.000 Trsf WSID:Suryatini, BCA 200.000 Trsf WSID:Andri C Utomo, BCA 500.000 Trsf WSID:Meyta Arlina Budia, BCA 50.000 Siti Aisyah, Jaktim. 50.000 Trsf WSID:Irawaty, BCA 1.000.000 Trsf WSID:Novion Rahman, BCA 25.000 Trsf WSID:Hamba Allah, BCA 200.000 Trsf WSID:Wartati, BCA 40.000 Trsf WSID:Woro Widyaningsih, BCA 100.000 Trsf WSID:Dyah Nariswari S, BCA 100.000 Trsf WSID:Sahrial Agung Nugr, BCA 500.000 Trsf WSID:Hamba Allah, BCA 100.000 Trsf WSID:Ririn Utami, Permata Sya. 100.000 Trsf WSID:Aleksander Hartawa, BCA 500.000 Trsf VIA ATM :Iznindar, BCA 500.000 IMZ, Tangerang 160.000 Trsf WSID:Euis Trianasari, BCA 50.000 Trsf WSID:Endang Morina Iraw, BCA 100.000 Trsf WSID:Almira S, BCA 5.898.975 Reksadana Fortis Investment, BSM 20.000 Trsf WSID:Fanny Angelia S, BCA 1.000.000 Trsf WSID:Evi Fatimah, BCA 10.000 Trsf WSID:Johan Yudhiasto, BCA 25.000 Sukantini,Bekasi 100.000 Dien Kamelia, Jaksel. 50.000 Trsf WSID:Susilo W, BSM 250.000 Akmal Aziz, Jaksel. 200.000 Tommy,Jakarta 100.000 Hamba Allah,Jakarta 300.000 Masniari Siregar,Jakarta 100.000 Trsf WSID:Fayza Aldinafitri, BCA 250.000 Trsf WSID:Meurah Gustina Put, BCA # 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 Donatur Trsf WSID:Rahman Ardhianto, BCA 150.000 Trsf WSID:PT. Amythas Experts, BCA 5.000.000 Trsf WSID:Nurhayati Djamas, BSM 150.000 Trsf WSID:Rahman Satria, BCA 500.000 Sakinah, Jakarta Barat 200.000 Nita Anida, Jaksel. 400.000 Trsf WSID:Arifin Jayadiningr, BCA 500.000 Trsf WSID:Gamma Insan Nur FE, BCA 140.083 Trsf WSID:Ahmad Firna, Danamon Sya. 25.000 Muhammad Nizar (Fahria), Jaksel. 2.000.000 Mysha Haziqah Putrina Anwar, Jaksel. 60.000 Trsf WSID:Aminuddin Hamzah, BCA 215.000 Trsf WSID:Hamba Allah, BSM 57.000.000 Trsf WSID:Ekowidyarso, Danamon Sya. 50.000 Trsf WSID:Ermon Awal IR, BCA 150.000 Trsf WSID:Hj. Enny Rosilawati, BCA 300.000 Achmad Mansur, Jaksel. 500.000 Oce Fahrizal Sulaeman, Jaksel. 40.000 Arief Suryo, Jaktim. 12.500 Trsf WSID:Ari Ikaputranto, BCA 25.000 Trsf WSID:Achmad Bardianto, BCA 112.700 Trsf WSID:Vita Ariesdiana, Permata Sya. 50.000 Trsf WSID:Hamba Allah, Permata Sya. 50.000 Ida Lestari, Jaksel. 520.000 Elly Nurlaily, Jaktim. 100.000 Trsf WSID:Hadiah Trinoviyant, BCA 200.000 Trsf WSID:Rika Virgia Yusnit, BCA 100.000 Trsf WSID:Widodo Dwi Susanto, BCA 200.000 Trsf WSID:Tri Utami Widowati, BCA 50.000 Pungky Sukmawati, Jaksel. 5.000.000 Setor tunai: Hamba Allah H7021254, BSM 100.000 Trsf WSID:Anna Meuthia, Permata Sya. 200.000 Trsf WSID:Dwisatio Ariyanto, Permata Sya. 16.064 Supriyanto, Jaksel. 20.000 Supriyanto, Jaksel. 5.000.000 Amanah,Bekasi 20.000 Sudarwati, Jaksel. 20.000 Hardiningsih, Jaktim. 20.000 Soekarni Binti Samidjo, Jaksel. 20.000 Ahmad Hudori, Tangerang 20.000 Trsf ATM :Usep Rusnandar, BCA 50.000 Nurdiani, Jaksel. 60.000 Nurdiana Harahap, Jaksel. 140.000 Agus Suryawan, Tangerang 20.000 Agus Wibowo, Depok Timur 50.000 Sari Puspita, Jaksel. 20.000 Budi Sayekti, Jaksel. 20.000 Siti Rucha, Jaksel. 120.000 Efi Rismawati, Jaksel. 60.000 Trsf WSID:Irina Laksmiwa, BRI Sya. 50.000 Trsf WSID:Haida Harun, BRI Sya. 60.000 Trsf WSID:Hamba Allah, BRI Sya. 15.000 Trsf WSID:Haida Harun, BRI Sya. 50.000 Jumlah: 95.233.445 Zakat Orang Kantoran

9

Daftar Donatur
Daftar Donatur WAKAF TUNAI Per 31 Januari 2008
# 1 2 3 4 5 6 Donatur Trsf WSID: Ricky Akhmad,B M I Trsf ATM : Ajar Setiadi,B C A Hamba Allah 10 Sukantini,Bekasi Nurdiana Harahap, JakSel Ani Ario, Ciputat Jumlah Donasi (Rp) 200.000 100.000 50.000.000 250.000 100.000 100.000 50.750.000

Memberdayakan Dhuafa:
Al Azhar Peduli Ummat
Jl. Sisingamangaraja, Keb. Baru, Jaksel

Mitra Anda

Daftar Donatur KEMANUSIAAN Per 31 Januari 2008
# 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Donatur Donasi (Rp) TRSF WSID: Hamba Allah 058749, BSM 50.000 Henita Sary,Bogor 200.000 TRSF WSID: Hamba Allah Pindah Buku, BSM 100.000 TRSF WSID: Hamba Allah H6803354, BSM 251.000 Karyawan Indomobil 406.000 Ibu Mujilem, Jakarta Selatan 50.000 Hamba Allah, Jakarta 100.000 Hamba Allah, Jakarta Selatan 270.000 TRSF WSID: Hamba Allah, BSM 50.000 TRSF WSID: Hamba Allah SA, BSM 50.000 Setor Tunai: Hamba Allah H418009, BSM 150.000 TRSF WSID: Hamba Allah 088656, BSM 50.000 TRSF WSID: Arum Primaresti S.,Permata Sya. 200.000 Setor Tunai: Hamba Allah H6817910, BSM 201.000 Kirono Krishnayani,Jakarta 500.000 TRSF VIA ATM :Bpk. Dede, BCA 1.000.000 TRSF WSID :Jaja Priadi, BSM 250.000 TRSF WSID :Hamba Allah 048148, BSM 50.000 TK & SD Al-Azhar Keb. Lama 672.000 Farida Arifin,Jakarta Selatan 150.000 TRSF WSID :Bambang S.,Permata Sya. 50.000 TRSF WSID :Hamba Allah 035682, BSM 100.000 TRSF WSID :Hamba Allah,Permata Sya. 50.000 TRSF WSID :Iswandar, BRI Syariah 50.000 TRSF WSID :Dr. H. Kamal Ilyas, BRI Sya. 2.500.000 Jumlah 7.500.000

BRI Syariah Danamon Syariah Permata Syariah Bank Muamalat BNI Syariah BSM BCA BII Syariah

723 3116 00161 005 834 0324 097 100 1666 310 00009 10 009 154 0697 002 011 7001 070 303 1011 270 00 3413

a.n. Yayasan Pendidikan Islam Al Azhar

Al Azhar Peduli Ummat Kancab. Padang:
Jl. Khatib Sulaiman 25, Ulai Karang, Padang BNI Syariah Bank Nagari

020 002 4434 2100 0105 003

a.n. Yayasan Pendidikan Bung Hatta

Al Azhar Peduli Ummat Kancab. Solo Baru:
Komplek Al Azhar 28 Solo Baru Jl. Raya Solo Baru, Sukoharjo

Bank Syariah Mandiri 012 014 4500
a.n. LAZ Al Azhar 28

BCA BNI Syariah
a.n. Yayasan Makarima

015 215 4028 282 828 293

Daftar Donatur AQIAH Per 31 Januari 2008
No 3 Donatur Masha Haziqah Putrina Anwar, JakSel Donasi (Rp) 1.040.000 Jumlah 1.040.000

Al Azhar Peduli Ummat Kancab. Sentra Primer Jl. Sentra Primer Baru Timur Pulo Gebang Jakarta Timur Bank Syariah Mandiri
a.n. Masjid Raya Sentra Primer

221 000 3715

Dompet Kemanusiaan Dhuafa (DKD) Magelang
Jl. A. Yani no. 114, Magelang

Bank Muamalat
a.n. Nasrodin

502 00051 22 201 01 0149

BMT Umat Sejahtera
a.n. Arif Hariyadi

LAZ MAsjid Raya Batam Jl. Engku Putri, Batam Centre Lantai Dasar Masjid Raya Batam BSM Bank Muamalat BTN Syariah
a.n. Masjid Raya Batam

038 003 2752 411 000 3415 708 2000 551

10

Zakat Orang Kantoran

Kilas Program

Posyandu Keliling Al Azhar Peduli Ummat

Indonesia
FUI sebagai lembaga nirlaba yang kiprahnya dalam pendampingan masyarakat pasca musibah gempa 2006 di Klaten sulit ditandingi lembaga lain. Jalin Sinergi Galang Partisipasi Sebagai jejaring relawan, FUI menghubungi Al Azhar Peduli Ummat untuk mendayagunakan mobil mabulans itu. Gayung bersambut. Gagasan lama untuk meluncurkan program “mobil sehat” pun bertunas. “Idenya sederhana; bagaimana dana zakat bisa bermanfaat sebesar-besarnya untuk umat. Posyandu Keliling akhirnya dipilih karena program ini aplikatif dan sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Joko Windoro, Direktur Program Al Azhar Peduli Ummat. Kunci berkah, menurut hadits Nabi, jika segala sesuatu dilakukan berjamaah. Melalui FUI, Al Azhar Peduli Ummat menjalin sinergi dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak PKU Muhammadiyah Klaten sebagai penyedia tenaga medis dan obatobatan. Untuk memperluas wilayah operasi, sinergi diperluas dengan menggamit Al Azhar Peduli Ummat Solo Baru dan Dana Kemanusiaan Dhuafa (DKD) Magelang, dan Al Azhar Peduli Ummat Jakarta. Sabtu, 29 Maret ini rapat koordinasi digelar di markas DKD. Sementara itu ambulans sedang masuk bengkel untuk dicat ulang dan sedikit perbaikan. “Kami akan segera mengunjungi desa-desa binaan di sekitar Klaten, Yogyakarta, Solo, dan Magelang. Jadwal dan segala urusan teknis sedang digodok,” tutur Kabul, Korlap FUI. “Idealnya, seluruh jejaring Al Azhar Peduli Ummat masing-masing bisa menggulirkan layanan ini. Sementara, karena moda operasional yang ada masih terbatas, kami mengerjakannya secara keroyokan,” papar Joko. Nah, Anda pun bisa ikut “bancakan” aksi kepedulian yang sarat kemuliaan ini dengan menyalurkan infaq shadakah melalui Al Azhar Peduli Ummat Jakarta dan Solo, serta DKD Magelang. Silakan. [A]
Zakat Orang Kantoran

Anak Sehat

Posyandu, program kesehatan yang karakteristiknya ideal untuk masyarakat, banyak yang mati suri. Al Azhar Peduli Ummat menghidupkannya lagi.

“E

ntah apa sebabnya, sekarang Posyandu tidak ada lagi di sini. Mau bawa anak ke Puskesmas di dekat Kantor Kecamatan jauh, mesti ngojek. Jadi ya sudah, yang penting anak tidak sakit,” keluh Sri Manah (36), istri perajin kayu sonkeling di Dusun Cempluk, Mangunan, Imogiri, Yogyakarta. Sri baru melahirkan anak ke dua. Bayi kecil berusia hampir satu tahun itu sepintas terlihat kurus. Berat tubuhnya mungkin tidak sesuai dengan umurnya. Sri tidak tahu berapa berat bayinya. Ia tidak pernah agi menimbang si bayi. Dulu, kata Sri, sebulan sekali di pedukuhan itu ibu-ibu PKK didampingi petugas Puskesmas Imogiri rutin membuka Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Ini program kesehatan masyarakat ala Orde Baru yang sungguh patut dilestarikan. Selain bisa menimbang bobot anak untuk memantau pertumbuhan dan mencatatnya pada Kartu Menuju Sehat (KMS), di Posyandu anakanak juga mendapat subsidi asupan gizi: segelas susu, semangkuk bubur ayam plus telur atau bubur kacang hijau, suplemen vitamin, dan sebagainya. Semuanya gratis. Pasca krisis ekonomi 1998 lalu, Posyandu banyak yang mati suri. Sri pun mengaku rindu pada Posyandu. Posyandu Keliling Al Azhar Peduli Ummat Seperti ditakdirkan mengobati kerinduan Sri Manah dan ribuan ibu-ibu lain di pelosokpelosok negeri, kabar gembira datang ke Markas Komando Front Ummat Islam, Klaten, pertengahan Januari lalu. Jejaring Relawan Al Azhar Peduli Ummat itu diundang secara khusus mengikuti lelang mobil bekas kendaraan operasional Pemda Klaten yang hendak diganti armada baru. 26 di antaranya mobil ambulans eks Puskesmas. “Walau agak tua, dua mobil yang kami menangkan dalam lelang kondisinya masih bagus. Sangat laik operasional,” ujar H. Basuna, Ketua FUI Klaten. Harga lelang, kata Basuna, sangat murah karena Pemda mengakui reputasi

11

Daftar Donatur

LAZ nan Terkembang di Ranah Minang

S

abtu (1/3), menjadi hari istimewa bagi gerakan Kampanye Zakat Nasional. Pagi yang cerah itu, LAZ Al Azhar Peduli Ummat Padang resmi didirikan. Persemian berlangsung di SD-TK Islam Al Azhar 32, Jl. Khatib Sulaiman 25, Ulai Karang, Padang, Sumatera Barat. LAZ baru ini merupakan kantor cabang LAZ Al Azhar Peduli Ummat yang pusatnya berkedudukan di Komplek Masjid Agung Al Azhar, Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. “Alhamdulillah, tiga tahun berkiprah di dunia ZISWAF, Al Azhar Peduli Ummat telah mendapatkan kepercayaan publik sedemikian luas sehingga perlu mengembangkan diri dengan membuka kantor cabang di Padang ini,” ujar M. Anwar Sani, Direktur Eksekutif Al Azhar Peduli Ummat usai peresmian. Al Azhar Peduli Ummat Padang merupakan cabang ke empat setelah setahun sebelumnya berdiri Al Azhar Peduli Ummat Solo Baru, di Solo, Jawa Tengah. Anwar Sani menambahkan, selain dua kantor cabang, Al Azhar Peduli Ummat memiliki jejaring berupa Unit-unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah-sekolah dan masjid Al Azhar di Jakarta dan Batam. Selain itu terbangun pula networking dengan LAZ lain, yakni Dompet Kemanusiaan Dhuafa, Magelang, Jawa Tengah dan Al Azhar Peduli Ummat Sentra Primer yang berkedudukan di Masjid Raya Al Azhar, Sentra

Primer, Cakung, Jakarta Timur. “InsyaAllah Surabaya akan menyusul membuka kantor cabang berikut,” tambah Anwar Sani. Peresmian dilangsungkan dengan menggelar tabligh akbar yang dimeriahkan dimeriahkan berbagai acara seperti “Tari Gelombang”, “Vocal Group Accapela”, dan “Pidato dalam Tiga Bahasa” oleh siswa-siswi SD Islam Al Azhar 32. Tampilnya Ustadz Hafiz, pemeran Bang Salim dalam sinetron Si Entong, sebagai pembawa acara turut memeriahkan peresmian. Dalam sambutannya, Mukhayar, Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta yang menaungi SD-TK Islam Al Azhar 32, menyatakan zakat merupakan salah satu jawaban atas problem kemiskinan. Menurut dia, zakat merupakan instrumen dalam sistem ekonomi Islam yang bersendikan keadilan, yakni bahwa di antara harta orang-orang kaya (muzakki) terdapat bagian milik kaum dhuafa (mustahik) yang harus diserahkan kepada yang berhak dengan menimbang azas kepatutan dan keseimbangan. Kota Zakat Padang dan wilayah Minangkabau (Sumatera Barat) lainnya merupakan salah satu pusat kebudayaan Islam Nusantara yang telah melahirkan tokoh-tokoh besar Islam semisal Tuanku Imam Bonjol dan keluarga ulama khraismatik Tuanku Muhammad Amrullah yang berputra Haji

Komplek Masjid Agung Al Azhar Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta 12110 Telp: TKIA1 021 7395980 SDIA1 021 7243933 SMPIA1 021 7246790 SMAIA1 021 7395980 SMAIA1 021 7392647

TK1, SD1, SMP1, SMA1,dan SMA3 Islam Al Azhar

Jl. Dr. Muwardi No.182 Bypass, Cianjur (0263 271338,280615)

TK&SD 18 Islam Al Azhar

Jl. Pomad, Kel. Karadenan, Cibinong, Bogor (0251 650004,660584)

TK&SD 27 Islam Al Azhar

TK&SD 2 Islam Al Azhar
Jl. Mujair no.1 Pasar Minggu TKIA2 (021 7820223) SDIA2 (021 78839503)

TK&SD 19 Islam Al Azhar
Komplek Masjid Raya Al Azhar Jl. Sentra Primer Baru Timur Pulo Gebang, Cakung (021 4801363,4801362)

SMP&SMA 2 Islam Al Azhar
Jl. Siaga Raya Pejaten Barat SMPIA2 (021 7971451) SMAIA2 (021 7971445)

12

Zakat Orang Kantoran

Sketsa
Abdul Karim Amrullah yang merupakan ayah dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah alias Hamka. Kota yang sarat nuansa Islam ini pun terpilih menjadi penyelenggara Konferensi Zakat Asia Tenggara ke IV beberapa waktu lalu. Sebagai pusat budaya Islam, tidak mengherankan kalau penghimpunan dan pendayagunaan ZISWAF di Sumatera Barat, khususnya Padang dinilai paling berhasil. Badan Amil Zakat Padang merupakan lembaga zakat plat merah paling pro aktif mengkampanye-kan zakat. Itulah salah satu alasan mengapa Padang dipilih sebagai tuan rumah Konferensi Zakat Asia Tenggara beberapa waktu lalu. Padang telah menjadi salah satu pusat gerakan Kampanye Zakat Nasional, LAZ-LAZ pun tumbuh subur di sana. Bambang Siswanto, Kepala SD Islam Al Azhar 32 dalam sambutannya mengharapkan kehadiran Al Azhar Peduli Ummat Padang hendaknya tidak dipandang sebagai pesaing dalam upaya penghimpunan ZISWAF. “Kita berharap, dengan banyaknya LAZ yang ada di Padang, bisa terjalin sinergi sehingga dapat menjadi basis ekonomi ummat,” kata Bambang. Agus Nafi, Pengurus Al Azhar Peduli Ummat yang mengemban amanah sebagai Manajer Al Azhar Peduli Ummat Padang menyatakan, hal utama yang harus segera dilakukan adalah sosialisasi lembaga serta membangun kemitraan dengan lembaga dan instansi terkait. Selain itu, LAZ yang dipimpinnya akan langsung mengambil peran dalam pendayagunaan ZISWAF. “Program-program pendayagunaan yang selama ini dilakukan kantor pusat dan mendapat kepercayaan muzakki serta bermanfaat nyata bagi mustahik akan diterapkan secara gradual di Padang. Demikian juga beberapa program kantor pusat yang menyasar mustahik di Padang akan dilanjutkan dan dikoordinasi Al Azhar Peduli Ummat Padang,” ujar Agus Nafi. Agus berharap dapat segera membangun kepercayaan masyarakat Padang untuk menunaikan zakat sehingga program pendayagunaan bisa secepatnya juga dirasakan manfaatnya oleh mustahik di Padang dan Sumatera Barat. Semoga. [A]

Zakat Orang Kantoran

13

Tafsir

Infaq di Jalan Allah
“Perumpamaan orang-orang yang membelanjakan harta benda mereka di jalan Allah, adalah laksana satu biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Dan Allah akan menggandakan (pahala) kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui”. (Q.S. al-Baqarah/2: 261.)

Dr. H. Shobahussurur, M.A

S

Sidang pembaca yang dirahmati Allah. Menanggapi banyaknya permintaan untuk menyajikan rubrik kajian Tafsir Al Qur’an (khususnya berkenaan dengan ZISWAF dan Ekonomi Islam), maka mulai edisi ini redaksi mengubah rubrik Hikmah menjadi rubrik Tafsir yang merupakan kajian intensif Tafsir AlAzhar karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka). Rubrik ini diasuh oleh Ketua Takmir Masjid Agung Al-Azhar, Dr.H. Shobahussurur, MA. Selain menyajikan kajian, pengasuh InsyaAllah akan menjawab pertanyaanpertanyaan seputar ZISWAF dan Ekonomi Islam melalui rubrik Konsultasi. Kirimkan pertanyaan melalui faximile redaksi atau e-mail: komunikasimedia@google.com. Semoga bermanfaat.

etiap orang mencintai harta benda. Cinta harta (mencari, memiliki, menguasai, kemudian mempergunakannya) adalah naluri yang melekat pada setiap orang. Hanya saja di antara manusia ada yang terlalu berlebihan dalam mencintai hartanya, sehingga berat sekali mendermakan sebagian untuk kesejahteraan masyarakat. Mereka dihinggapi penyakit hati akut, yaitu pelit, bakhil, dan kikir. Sebagaimana disinyalir dalam al-Quran, bahwa manusia diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir, ketika ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, apabila mendapat kebaikan berupa harta benda ia amat kikir (Q.S. al-Ma’ârij/70: 20). Buya Hamka menegaskan bahwa cinta harta berlebihan hingga menimbulkan sifat bakhil, kikir, dan pelit, pertanda syirik melekat di dalam hati. Harta benda dipersekutukan dengan Allah. Cinta harta mengalahkan kecintaan kepada Allah. Seseorang dalam pandangan Islam berhak memiliki dan mencintai hartanya. Namun kecintaannya itu tidak boleh berakibat pada kerusakan diri sendiri dan kerusakan orang lain. Sebab di dalam hartanya itu sesungguhnya terdapat bagian orang lain (mustahiq) dan oleh karenanya harus dikeluarkan untuknya. Di dalam al-Quran banyak sekali ayat-ayat yang mendidik manusia agar bersikap murah hati, murah tangan, mudah memberi dan bederma. Bederma untuk berbagai kepentingan, terutama demi menegakkan jalan Allah, menunjukkan tingkat keimanan kepada Allah. Jalan Allah mengandung pengertian yang sangat luas, yang semuanya itu memerlukan pengurbanan harta benda. Termasuk di dalamnya berkurban untuk kepentingan dakwah Islam, mengangkat kemiskinan, pendidikan agama, membangun atau memperbaiki masjid, mushallah, madrasah, rumah yatim piatu, rumah sakit, dan lain-lain. Mendermakan harta itu diistilahkan dengan infâq (membelanjakan), baik dalam bentuk zakat (infaq wajib), maupun shadaqah, wakaf, hadiah, hibah dan lain-lain (infaq sunnah). Mengeluarkan harta merupakan pengorbanan demi kebaikan masyarakat. Seruan berinfaq dalam al-Quran, demikian dijelaskan oleh Buya Hamka, ada yang bersifat tarhîb, yakni bentuk ancaman kepada orang bakhil yang enggan mengeluarkan hartanya. Mereka diancam siksa yang pedih bersama hartanya di neraka. Ada pula yang bersifat targhîb, yakni rayuan dan janji gembira bagi siapa yang mengeluarkan hartanya akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Tujuh Ratus Kali Lipat
Buya Hamka memberikan contoh menarik tentang satu kebajikan yang akan mendapat balasan dari Allah sebanyak tujuh ratus kali lipat, sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. al-Baqarah/2: 261. Umpamanya ada seorang hartawan dermawan yang mendirikan sebuah sekolah dasar di sebuah desa miskin dan terpencil, sehingga anak-anak di kampung itu tidak perlu lagi sekolah ke kampung lain. Kemudian sekolah dasar itu diisi ratusan murid. Tahun demi tahun sekolah itu meluluskan banyak pelajar yang kemudian melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi di tempat lain, hingga akhirnya kaum terpelajar itu mendirikan sekolah-sekolah lagi dan mengabdi di masyarakat. Orang seperti itu pasti mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Walaupun dia hanya mendirikan satu buah sekolah, namun berkembang menjadi sekolah-sekolah dan meluluskan ratusan bahkan ribuan pelajar. Kalaulah Allah menyebutkan hasil itu tujuh ratus, tidak selalu dimaksudkan persis tujuh ratus, malah bisa beriburibu. Tentu saja yang mampu memahami penjelasan di atas sehingga dengan sadar mengorbankan harta, hanyalah orang kuat imannya, orang

14

Zakat Orang Kantoran

Tafsir
yang cintanya kepada Allah mengalahkan cintanya kepada harta benda. Sedangkan orang yang dikuasai nafsu serakah, diperbudak harta, pasti berat menyumbangkan satu biji, meskipun dijelaskan akan dilipatgandakan sampai tujuh ratus bahkan lebih. Orang dermawan yakin bahwa Allah Maha Luas sumber rizkiNya. Bila dia mengorbankan sebagian harta untuk jalan Allah, maka Allah pasti menggantikan dengan yang lebih luas. Orang dermawan menginfaqkan hartanya dengan penuh ikhlash semata-mata mengharapkan ridha-Nya. pemberian yang telah lalu, dengan sikap sinis mempertanyakan kedatangannya untuk minta sumbangan lagi, padahal dulu dia telah menyumbang. Contoh lain, orang yang telah membantu seorang fakir miskin sehingga berhasil keluar dari kemiskinan dan bahkan sukses dalam hidupnya. Yang memberi bantuan itu lantas menyebut-nyebut bantuannya dengan mengatakan: “Kalau bukan karena bantuan saya dulu, tidaklah dia bahagia seperti sekarang ini”. Infaq yang diberikan juga akan siasia bila dikeluarkan setelah terlebih dahulu menyakiti orang yang diberi. Bantuan diberikan setelah memakimaki, atau marah-marah. Atau meremehkan dan menghinakan orang yang meminta, meskipun akhirnya memberi ala kadarnya. Buya memberi nasehat agar kita memiliki sopan santun dalam berinfaq. Keikhlasan adalah kunci utama. Hendaknya kita berinfaq dengan hati tulus, memandang orang yang meminta sumbangan di jalan Allah sebagai sarana dari Allah buat membuka pintu hati dan bungkusan uang agar dikeluarkan kepada jalan yang baik. Jika tidak memiliki harta untuk disumbangkan, maka qaul ma’rûf (katakata yang baik) jauh lebih baik daripada memberi sumbangan tapi diikuti sikap menyakitkan (Q.S. al-Baqarah/2: 263). Buya juga menyarankan hendaklah menutup rahasia orang yang meminta bantuan. Sebab ada orang yang malu membuka rahasia kesusahannya kepada orang lain. Kalau tidak karena terpaksa, pasti dia tidak akan meminta bantuan. Berikanlah bantuan kepada orang seperti itu secara diam-diam dan tutup rahasianya. [A]

Sopan Santun Berinfaq
Keikhlasan berinfaq di jalan Allah dibuktikan dengan tidak usah mengungkitungkit harta (mannan) yang sudah diberikan, dan tidak pula dengan cara menyakiti (adza), seperti dalam firman Allah: “Orang-orang yang membelanjakan hartabenda mereka di jalan Allah kemudian tidak diikuti apa yang telah mereka belanjakan itu dengan mengungkit-ungkit dan tidak dengan menyakiti, untuk mereka di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita” (Q.S. al-Baqarah/2: 262). Buya Hamka menjelaskan bahwa mengungkit-ungkit dan menyakiti dalam berinfaq tanda tidak ikhlash. Sebagai contoh, orang yang telah memberikan sumbangan mendirikan sekolah. Namun karena sekolah itu belum jadi, pihak panitia datang lagi kepada orang itu untuk meminta sumbangan berikutnya. Tiba-tiba diungkit-ungkit

Konsultasi
Assalamu’alaikum wr.wb. Ustadz, saya adalah seorang da’i yang menyampaikan dakwah melalui dongeng bermuatan hikmah. Sebagai pendongeng “profesional” saya mendapat honor penampilan antara 2 juta-3 juta rupiah sekali tampil. Dalam sebulan rata-rata saya mendapat ‘job’ mendongeng 6 kali. Hasil dari pekerjaan tersebut saya habiskan untuk berinfaq melalui “dakwah bil dongeng” di daerahdaerah bencana, yayasan-yayasan pengasuh anak yatim, dan sebagainya secara gratis. Sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari, saya mendapat maisyah dari pelatihan-pelatihan, mengajar, dan sebagainya. Dengan pola eknomi seperti itu, saya kesulitan menghitung jumlah zakat yang harus dikeluarkan. Mohon bantuan Ustadz. Jazakullah khairan katsira, wasalamu’alaikum wr.wb. BS, Pendongeng di Yogyakarta Penghasilan yang Anda peroleh dikenal dalam fiqh dengan al-mal al-mustafad, yakni harta (honor) yang Anda peroleh sebagai mendongeng. Harta ini juga wajib dikeluarkan zakatnya seperempatpuluh bagian (2,5%) setelah mencapai nisab, yaitu apabila nilainya telah mencapai setara 85 gram emas. Syarat ke dua, harta tersebut harus mencapai haul, yakni berada dalam kekuasaan Anda sepenuhnya selama satu tahun. Teknisnya, zakat yang terakumulasi selama satu tahun, dikeluarkan seperempatpuluh bagian pada akhir tahun. Akhir tahun dimaksud ujung tempo 12 bulan dari harta mulai terkumpul, bukan akhir kalender. Dengan pola pembelanjaan harta untuk kegiatan dakwah yang Anda lakukan, memang sulit menjaga harta terakumulasi selama satu tahun dan tetap berada dalam kekuasan Anda (nisab). Oleh karena itu, ulama berpendapat zakat boleh dikeluarkan setiap mendapat honor/gaji/pendapatan atas usaha lainnya. Ini dikenal sebagai zakat profesi. Besarnya dihitung 2,5 persen dari honor/gaji/pendapatan atas usaha lainnya setelah dikurangi kebutuhan pokok. Pada zaman Rasulullah SAW, zakat jenis ini termasuk ke dalam zakat atas hasil tanaman. Bila pendapatan Anda habis atau tersisa tetapi tidak mencukupi jumlah minimum wajib zakat (haul), maka Anda tidak termasuk orang yang wajib berzakat. Wallahua’lam.

Zakat Orang Kantoran

15

Tabungan BritAma Syariah
BritAma Syariah adalah tabungan BRI Syariah berdasarkan prinsip titipan (atau wadi’ah yad dhamanah). BritAma Syariah diperuntukan bagi Anda yang menginginkan kemudahan dalam transaksi keuangan. Dana tabungan tersebut akan kami investasikan secara aman pada usaha produktif (usaha mikro, kecil, dan menengah). Melalui akad pembiayaan. Dengan demikian InsyaAllah dana Anda akan bermanfaat untuk kemaslahatan ummat dan menjadi harta yang barokah dunia akhirat.

Keunggulan
Melalui BritAma Syariah, InsyaAllah Anda akan memperoleh manfaat dan kemudahan bertransaksi, antara lain: Aman karena dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Dapat bertransaksi di seluruh jaringan Kantor Cabang BRI Syariah Dengan Kartu ATM BRI Syariah, Anda mudah melakukan transaksi di lebih dari 1.000 ATM BRI di seluruh Indonesia. InsyaAllah diberikan BONUS yang menarik setiap bulan.

Persyaratan Pembukaan Mudah
Calon Nasabah Perorangan Identitas berupa KTP asli dan foto copy Mengisi Furmulir pembukaan rekening Setoran awal hanya Rp 200.000 Setoran selanjutnya hanya Rp 50.000 Saldo minimum Rp 100.000

Fasilitas ATM BRI Syariah, a.l:
Informasi Saldo Tarik Tunai Transfer antar rekening (BRI Syariah-BRI) Pembayaran tagihan telepon dan listrik Pembayaran kartu kredit BRI Fasilitas lain sedang di kembangkan untuk memenuhi kebutuhan Anda

Calon Nasabah Perusahaan Idendtitas berupa KTP asli dan dan foto copynya dari pengurus perusahaan SIUP/Akta Pendirian Usaha/NPWP asli dan Foto copynya Setoran awal hanya Rp 200.000 Setoran selanjutnya hanya Rp 50.000 Saldo minimum Rp 100.000
Gunting di sini

Dapatkan Souvenir menarik setiap pembukaan tabungan BritAma Syariah dengan membawa kupon ini ke kantor kami di bawah ini: Kedoya (021) 5830 3565 Pal Merah (021) 5367 8860 Cipulir (021) 6819 6654