You are on page 1of 16

CARE

n e w s l e t t e r
Edisi Rabiul Akhir 1429 H, April - Mei 2008

Komplek Masjid Agung Al Azhar, Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp. 021 7221504, Fax. 021 7265241

Melahirkan Hamka Baru

Fokus

3

Syafi’i yang hafal Al Qur’an di usia 9 tahunan lalu menjadi mujtahid sejak 14 tahun, kelewat muluk buat Rumah Gemilang Indonesia. Tetapi siapa tahu, kita mungkin bisa melahirkan kembali seorang Hamka.

Proyek Rumah Gemilang Indonesia punya tujuan mengkilap: membekali anak yatim dan dhuafa dengan pendidikan berkualitas. Dan semua itu gratis. Upgrading keterampilan berbasis imtaq dan iptek bagi mereka diharapkan bisa melahirkan insan mandiri. Mungkin impian untuk melahirkan Imam

Assalamu’alaikum

D
M. Anwar Sani
Direktur Eksekutif Al Azhar Peduli Ummat

Sebutir Benih di Tangan

onatur yang dimuliakan Allah, di tengah wacana panas RUU Zakat (yang salah satu pasalnya menyebutkan bahwa LAZ akan diubah setatusnya menjadi Unit Pengumpul Zakat BAZ Daerah di mana LAZ berada), yang mendapat tentangan banyak aktivis zakat, Al Azhar Peduli Ummat justru menggelar Temu Jejaring dan Upgrading Amil di Diklat Al-Azhar, Cigombong, Sukabumi, pada Sabtu dan Ahad (12-13/04). Hasilnya, ditandatangani “Deklarasi Cigombong” oleh Al Azhar Peduli Ummat bersama 5 LAZ jejaring ditambah “Yayasan Klaten Peduli Ummat” yang akan dilahirkan Front Ummat Islam Klaten. Salah satu poin penting deklarasi: meningkatkan kampanye zakat nasional dan menetapkan target penghimpunan ZISWAF periode 2008-2009 sebesar Rp. 12 Miliar. Deklarasi bernada optimis itu terdengar bagai nada sumbang di tengah orkestra “penanggalan baju zakat”, seruan yang digemakan beberapa kalangan untuk menghadang pemberlakuan RUU Zakat. Bukan hendak menjebal dari main stream sikap LAZ, tetapi kami berpendapat, adalah sikap yang tidak bijak jika kampanye zakat nasional yang sekian tahun diperjuangkan dengan (meminjam istilah empu zakat, Mas Erie Sudewo) “berdarahdarah” oleh lembaga-lembaga amil zakat harus menjalanai euthanasia karena perbedaan pandangan kondisional: siapa yang berwenang mengelola zakat. Di satu sisi, pemerintah (cq. Departemen Agama/Badan Amil Zakat) merasa lebih memiliki kewenangan. Ini tidak salah. Ketika Muaz Bin Jabbal diutus menjadi amil ke Yaman oleh Rasulullas SAW, tugas itu berlanjut hingga masa khalifah Umar Bin Khatab di mana Muaz telah menjadi Gubernur Yaman. Maknanya, sejak kewajiban zakat terlembagakan, amil memang merupakan instrumen negara (Daullah). Yang menjadi kontroversi, secara yudikatif patutkah Republik Indonesia yang jelas-jelas menyatakan diri bukan negara (berazas) Islam dipersamakan dengan Daullah Islamiyah, sehingga pengelolaan zakat (yang merupakan salah satu instrumen syariah) layak diklaim oleh negara? Apatah lagi bicara soal integritas. Tingkat korupsi di negara ini demikian hebat sehingga menempatkan RI pada peringkat atas negara terkorup sedunia. Parahnya, perilaku korup justru diperagakan dengan vulgar oleh penyelenggara negara/ birokrasi, sehingga pada struktur sosial paternalistik ia demikian cepat menjadi budaya bangsa. Dengan kondisi demikian, pesimisme pun membuhul: mampukah negara menumbuhkan kepercayaan muzakki untuk menunaikan kewajibannya? Ini sungguh rawan. Pelembagaan pengelolaan zakat yang selama ini dibangun oleh LAZ telah meningkatkan kepercayaan muzakki. Dana zakat yang terhimpun dan dikelola profesional pun terbukti mampu menjadi jaring pengaman sosial yang efektif. Jika kepercayaan yang dibangun itu runtuh, struktur jaring pengaman sosial akan ambrol. Di tengah krisis berkepanjangan yang tak jelas ujungnya, kondisi demikian sungguh mengkhawatirkan keutuhan bangsa. Juga, ingatlah hadits Nabi: “Bila suatu kaum enggan mengeluarkan zakat, Allah akan menguji mereka dengan kekeringan dan kelaparan.” (H.R. Thabrani) Sekali lagi, Deklarasi Cigombong adalah wujud militansi Al Azhar Peduli Ummat dalam menggelorakan kesadaran berzakat. Sambil berharap dan berperan aktif dalam mencari solusi yang pas atas kontroversi RUU Zakat, gerakan zakat tidak boleh dihentikan. Semangat juga semakin ditingkatkan dalam menggawangi programprogram pendayagunaan dana ZISWAF yag bersendikan keberpihakan kepada dhuafa. Salah satunya, pembangunan “Rumah Gemilang Indonesia”: education center gratis bagi yatim dan dhuafa yang alhamdulillah telah dimulai sejak awal April. “Lonceng Kematian LAZ” barangkali telah berdentang sebagaimana ditulis Mas Erie di Republika (11/4). Tetapi, sampai hari ini Al Azhar Peduli Ummat tetap yakin bahwa penegakan zakat sebagai salah satu instrumen syariah adalah kewajiban LAZ yang tetap harus dijalankan. Rasulullah mengajarkan: Andai pun besok kiamat datang, sebutir benih di tangan harus tetap ditanam!
Dewan Pertimbangan: H. Ir. Adiwarman A Karim, SE, AK, MAEP H. Drs. Rusydi Hamka; H. Mahfud Makmun; H. Nasroul Hamzah, SH Komisi Pengawas: H. Drs. Soebroto Tirtoatmodjo; H. Arlinus Sampono; Agus Heryanto, SH; Dra. Massaina Daud; Drs. H. Tulus Badan Pelaksana: H. Mursjid Mahmud; H. Chairul Anwar, SE; Hj. Aty Nurchamid Direktur Eksekutif: M. Anwar Sani Corporate Secretary: Suryaningsih Supervisor Fundraising: Dwi Kartikaningsih, SEI; Cecep Ajid Bustomi Manajer Program: Joko Windoro Pendayagunaan: Saripudin, Iwan Rahmat Keuangan:Uci Komunikasi Media: Muhammad Taufik, Herwibawa Percetakan: Azzahra Graphic (Isi di luar tanggungjawab percetakan)

CARE newsletter
Edisi Rabiul Akhir 1429H

H. Mursjid Mahmud M. Anwar Sani Joko Windoro Herwibawa Aya Hasna

Penanggungjawab Pemimpin Redaksi Redaktur Pelaksana Redaksi Kontributor

Komplek Masjid Agung Al Azhar Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp. 021 7221504, Fax. 021 7265241 Iklan (Dwi K): 0819 32922223

Fokus

B

Melahirkan Hamka Baru
Inggris, dan Jerman, seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx, dan Pierre Loti. Kini, setelah seratus tahun berlalu, seorangpun Hamka baru belum jua terlahirkan lagi. Padahal, tak ada yang berubah dengan potensi fitri manusia. Maxwell Malt, peneliti Amerika, mengemukakan kehebatan manusia yang mampu mengoptimalkan keunggulan potensi dirinya. Bila manusia dapat mengaktifkan 7% saja dari sel otaknya, maka profil kecerdasan orang itu adalah: menguasai 12 bahasa dunia, menyandang 5 deret gelar kesarjanaan, dan hapal ensiklopedi lembar-demi lembar, huruf demi huruf, yang satu setnya terdiri dari beberapa puluh buku. Ternyata kita telah menelantarkan banyak potensi itu. Lihat saja, menurut catatan Organisasi Buruh Internasional (ILO) tahun 2004, pada dekade terakhir ini Indonesia telah menjadi salah satu pengirim pekerja migran “tanpa keahlian”, dan saat ini menjadi pengekspor terbesar kedua setelah Filipina. Tahun 2007, hampir 80% TKI (tenaga kerja Indonesia) yang dikirim adalah TKW (tenaga kerja wanita) tak terdidik dan bekerja sebagai pembantu rumahtangga. Bandingkan dengan migran India. Sekitar 30% dokter di Amerika adalah warga keturunan India. Tak kurang dari 250 warga India mengisi 10 sekolah bisnis paling top di AS. Sekitar 40%

aru saja kita menggelar haflah seabad Buya Hamka. Ulama, politisi, filsuf, dan sastrawan besar, adalah sederet mahkota yang tersemat atas diri beliau. Itu tecermin dari penghargaan nasional maupun internasional yang pernah diterimanya, semisal Doctor Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar, Mesir (1958) dan dari Universitas Kebangsaan Malaysia (1974). Juga gelar Datuk Indomo dan Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia. Salah satu spirit dari kerinduan pada Hamka adalah: Pentingnya pendidikan luar sekolah. Hamka kecil memang sempat bersekolah di SD Maninjau hingga Darojah Dua (Jawa: Ongko Loro). Tapi setelah itu —sampai menjadi orang besar, ia tidak pernah “makan sekolahan’’. Ia berguru pada ayahnya sendiri yang mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Hamka juga ngangsu kawruh pada sejumlah ulama top di berbagai daerah seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, RM Surjoparonto, dan Ki Bagus Hadikusumo, HOS Tjokroaminoto, Haji Fachrudin. Dengan kemahiran Bahasa Arabnya, Hamka melahap sendiri karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti, dan Hussain Haikal. Melalui penguasaan bahasa asing pula, Hamka menelaah karya sarjana Perancis,

Rumah Gemilang Indonesia: Wujudkan Mimpinya

3

Fokus
dan mistik. Regulasi pendidikan nasional memang mengakui pendidikan informal dan non-formal. UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Bab VI tentang jalur, jenjang dan jenis pendidikan bagian kesatu (umum) pasal 15 yang berbunyi: Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus. Belakangan, pemerintah pun gencar mengkampanyekan pendidikan kejuruan, yang berorientasi skill kerja. Namun, hal ini agaknya lebih untuk mendiskriminasi peserta didik. Yang dhuafa silakan ke kejuruan saja, sedangkan yang berduit hayo mangga masuk pekerja Microsoft juga berasal dari India pendidikan sekolah negeri favorit. (Kompas, 4/9/2004). ITB misalnya, menetapkan biaya SPP Di Indonesia, marga Punjabi menguasai reguler (S1) untuk tahun ajaran 2007/2008 kerajaan bisnis produksi film dan sinetron. sebesar Rp 3,25 juta/semester. Bahkan Sekolah Manooj Punjabi misalnya, mengeruk keuntungan Bisnis Manajemen dikenakan biaya sebesar Rp terbesar dari suksesnya film Ayat-Ayat Cinta. 625.000,00/SKS. IPB, yang dulu dikenal sebagai ITB misalnya, menetapkan biaya SPP reguler kampus rakyat, kini memang tidak (S1) untuk tahun ajaran 2007/2008 sebesar Rp 3,25 menaikkan SPP yang sudah menjadi juta/semester. Bahkan Sekolah Bisnis Manajemen cukup mahal. Tapi, mahasiswa dan masyarakat dibebani dengan dana dikenakan biaya sebesar Rp 625.000,00/SKS penerimaan mahasiswa baru, biaya pengembangan institusi dan fasilitas, biaya wisuda, uang asrama, sewa fasilitas, Untuk memproduksi film ini, ia keluar modal kendaraan, uang parkir, dan sebagainya. sekitar Rp 8 M. Dua pekan pertama filmnya meledak, dan ia sudah meraih untung sedikitnya Rumah Gemilang Indonsia Rp 24 M. Belum lagi penghasilan dari penjualan Untuk melahirkan Hamka-Hamka baru, hak siar di luar negeri. Tak heran bila Punjabi pendidikan luar sekolah baik yang ngiler untuk membikin Ayat versi sekuel atau diselenggarakan pemerintah maupun extended. masyarakat, mesti lebih serius. Sebagai contoh, Punjabi bukan orang sekolahan. Tapi, Forum Lingkar Pena (FLP) bentukan sastrawati terlepas dari penilaian etis, mereka punya skill Helvy Tiana Rosa, telah membidani banyak untuk mengeruk uang dengan menjual produk penulis muda di berbagai daerah di dalam budaya pop bertema gosip, haha-hihi, asmara,

Syahrul Gunawan,

Artis Peduli Pendidikan:

“Yang Terbaik untuk Dhuafa”
TINGGINYA kebutuhan hidup membuat masyarakan miskin serba kekurangan, jangankan untuk sekolah atau menempuh pendidikan, untuk makan sehari-hari saja mereka masih sulit. Maka dari itu, ini menjadi tugas kita untuk membantu mereka agar memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan. Saya salut dengan lembaga-lembaga yang peduli terhadap pendidikan dhuafa seperti Al Azhar Peduli Ummat yang ingin mendirikan Rumah Gemilang Indonesia sebagai wahana pendidikan kaum dhuafa. Sudah saatnya kita semua bersama-sama memberikan pendidikan untuk mereka. Sebab, sekarang dunia pendidikan Indonesia masih jauh tertinggal. Bagaimana dengan nasib mereka jika tidak mendapat kesempatan belajar. Saya pikir jenis sekolah yang cocok untuk kaum dhuafa, anak terlantar atau anak putus sekolah adalah sekolah kejuruan. Sebab dari mereka lebih banyak yang berpikir dari pada sekolah mending langsung kerja saja. Nah untuk memaksimalkan pekerjaan itu mereka setidaknya menambah pengetahuannya melalui sekolah kejuruan yang sesuai dengan bidang kerja yang mereka inginkan. Sehingga mereka lebih siap untuk memasuki era industri atau membuat lapangan kerja sendiri. [hw]

4

Rumah Gemilang Indonesia: Wujudkan Mimpinya

Fokus
maupun luar negeri. Sekolah mereka ya forum-forum itu, baik temu darat maupun silaturahim di dunia maya. Al Azhar Peduli Ummat, lewat proyek Rumah Gemilang Indonesia (RGi), mengajak para dermawan budiman untuk sedikit mengikuti jejak Madrasah Al Muntashiriah di Baghdad, Irak; atau Madrasah An-Nuriah di Damaskus. Mungkin tidak sampai memberikan tunjangan bulanan siswa berupa emas senilai satu dinar (4,25 gram emas). Mungkin tidak semampu Khalifah Umar Ibnu Khattab yang menggaji tiga guru anak-anak di kota Madinah masing-masing 15 dinar sebulan. Namun demikian, RGi yang didesain sebagai pusat pendidikan informal gratis bagi yatim dan dhuafa, akan memberikan bekal terbaik berbasis skill kerja dan entrepreneurship. Tak urung tujuannya adalah mengoptimalkan potensi peserta didik seperti dipaparkan Maxwell Malt. Untuk memberikan yang terbaik, lembaga penyelenggara pendidikan informal yang punya kompetensi akan digandeng dalam kemitraan. Bukankah hebat jika (misalnya) FLP punya kelas khusus di RGi sehingga bisa intensif membekali peserta didik dengan keterampilan kepenyairan? Selain akselerasi keterampilan praktis, RGi juga membekali peserta didik dengan pendalaman iman dan taqwa. Untuk itu, selain menggandeng lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan berkompeten, RGi akan memiliki kelas khusus kajian agama yang wajib diikuti peserta didik. Ini bisa saja menjadi porsi lembaga pendidikan dakwah semisal Pendidikan Mubaligh Al Azhar. Mungkin impian untuk melahirkan Imam Syafi’i yang hafal Al Qur’an di usia 9 tahunan, lalu menjadi mujtahid sejak 14 tahun, kelewat muluk buat Rumah Gemilang Indonesia. Tetapi, mengupgrade anak yatim dan dhuafa putus sekolah dengan imtaq dan iptek untuk menjadi insan mandiri, rasanya bukan hal yang mustahil. Siapa tahu, kita mungkin bisa melahirkan kembali seorang Hamka. [Aya Hasna/jw]

Hamdan Zoelva,

Pemerhati Pendidikan:

“Ingkari Amanah Kemerdekaan”
TAMPAKNYA para pendiri bangsa ini tahu betul bahwa hanya dengan pendidikan kehidupan bangsa ini bisa menjadi tonggak kemajuan. Sehingga langkah pencerdasan bangsa ini dimasukan dalam Undang Undang Dasar dan menjadi amanah utama dari sebuah kemerdekaan. Tapi mengapa amanah ini tidak dijalankan dengan baik oleh Pemerintah sekarang. Sekarang, untuk sekolah saja rakyat menjadi luar biasa sulitnya. Kalau kita tidak melakukan pencerdasan bangsa, bisa dipastikan bahwa Indonesia akan tertinggal dan tak akan mampu bersaing dengan negara manapun. Saat ini saya tidak melihat ada perhatian yang baik di sektor pendidikan. Padahal, dalam UUD tegas mengatakan bahwa 20 persen dana pendidikan berasal dari APBN. Tapi selama ini yang sampai hanya 9 persen, bahkan akan diturunkan lagi. Ini berarti Pemerintah tidak memiliki semangat yang kuat untuk memajukan dunia pendidikan dan telah menyia-nyiakan pertumbuhan ekonomi karena konsentrasinya tidak pada sektor pendidikan sebagai aspek pencerdasan kehidupan bangsa. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jika ingin melakukan perubahan, Pemerintah jangan hanya mewujudkan keinginannya sendiri atau kelompok mereka saja. Tapi lakukan perubahan yang baik untuk seluruh rakyat dengan meluaskan sektor pendidikan untuk rakyat. [hw] Rumah Gemilang Indonesia: Wujudkan Mimpinya

5

Kilas Program
Kantor Pendayagunaan dan Komunikasi Media

Memaknai Sebuah Slogan
TIDAK TEPAT kalau acara kecil di sebuah ruko di Jl. Radio Dalam No. 9B, Gandaria, Jakarta Selatan itu dinisbahkan sebagai syukuran. “Kami harus berhitung benar saat memutuskan menambah jumlah amil dan menghijrahkan beberapa personil ke kantor baru ini,” ungkap M. Anwar Sani, Direktur Eksekutif Al Azhar Peduli Ummat. Pagi itu, Senin (7/4) segenap anggota Badan Pelaksana dan Pengurus Al Azhar Peduli Ummat berkumpul untuk meresmikan penggunaan kantor baru di Radio Dalam. Di sanalah markas baru untuk Divisi Program dan Pendayagunaan, Komunikasi Media, dan Fundraising. Kantor pusat ditempati Corporate Secretary dan Keuangan. Ekspansi itu tak terhindarkan lagi. Kantor pusat yang berada di komplek Masjid Agung AlAzhar nan sempit tidak memadahi lagi untuk seluruh aktivitas lembaga. Padahal, dengan meningkatnya layanan dan kepercayaan masyarakat, jumlah amil yang semula cuma tujuh orang sudah harus ditambah. “Semua ini tak lain untuk semakin meningkatkan layanan, baik bagi muzakki maupun mustahik,” tandas Sani. Menurut Joko Windoro, Manager Program, keputusan itu strategis. “Di masjid, kami bisa berkonsentrasi mengembangkan potensi kelembagaan yang dikawal Mbak Ningsih sebagai Corsec. Divisi Layanan Mustahik dipertahankan keberadaannya di pelataran masjid sebagai salah satu sarana pembinaan mustahik. Sedangkan kantor Radio Dalam saya yakin representatif untuk pengembangan program pendayagunaan dan fundraising,” ujar Joko. Semoga motto Mitra Muzakki Sahabat Mustahik semakin berisi. [hw]

Laporan Keuangan dan Daftar Donatur
Daftar Donatur ZAKAT Per 31 Februari 2008 Penerimaan & Pendayagunaan ZIS Bulan Februari 2008
PENERIMAAN ZIS # Akad 1. Saldo Dana Per 31 Januari 2007 2. Zakat a. Zakat Maal b. Zakat Fitrah 3. Infaq a. Infaq Umum b. Infaq Khusus 4. Khusus a. Bagi Hasil Bank b. Kemanusiaan c. Fidyah d. Wakaf Tunai Jumlah Total: PENDAYAGUNAAN ZIS # Kategori 1. Zakat Layanan Mustahik Pemberdayaan: a. Pemberdayaan Pesantren b.Pemberdayaan Pengrajin/Pdg Kecil Pendidikan dan Dakwah: a. Beastudi Yatim Dhuafa Berprestasi b.Pembinaan Rohani Pasien dan LP c. Program Hafidzul Quran d. Dakwah e. Beastudi Pendidikan Layanan Jenazah Gratis: a. Akomodasi Layanan dan Sosialisasi Poliklinik Umum dan Gigi Gratis: a. Layanan Kesehatan (rutin) b.Peduli Kesehatan (event) 2. Infaq Khusus: Penyaluran Peduli Sitanala Penyaluran Qurban 3. Infaq Umum: Sosialisasi ZISWAF Penyaluran Infaq Sosialisasi Kurban Penyaluran Wakaf Tunai 4. Kemanusiaan/Peduli Bencana 5. Operasional Lembaga: I. Pengelola: a. Operasional Lembaga b. Inventaris Kantor II. Administrasi Bank III. Penguatan Jaringan dan Manajemen Total Pendayagunaan Februari 2008: Saldo Per 31Februari 2008 Donasi (Rp) 2.239.172.172 90.892.187 46.916.191 1.400.534 53.950.187 3.060.000 2.435.391.271 # 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435 2436 2437 2438 2439 2440 2441 2442 2443 2444 2445 2446 2447 2448 2449 2450 2451 2452 2453 2454 2455 2456 2457 2458 2459 2460 2461 2462 2463 Donatur Trsf WSID:Deddy Iswandi, BCA Trsf WSID:Della Mia Kalumata, BCA Trsf WSID:Arifmuda Trisnoteg, BCA Trsf WSID:HM. Djoko S, BSM Trsf WSID:Hamba Allah, BSM TRSF WSID:Hamba Allah, BNI Sya. Trsf WSID:0812 2771 351, BNI Sya. Nurdianti,Cikarang Trsf ATM:Ratna, BCA Trsf ATM:Ratna Artiningsih, BCA Trsf WSID:Priyastuti Endah W, BCA Trsf WSID:Dewi Meilani, BCA Trsf WSID:Indra Rosehan Fach, BCA Trsf WSID:Diny Linawati, BCA Trsf WSID:Rudatin Windraswar, BCA Trsf WSID:Hamdi Syarifudin D, BCA Trsf WSID:Mas Achmad Daniri, BCA Trsf WSID:Umi Windarti, BCA Trsf WSID:Rama Budisetyo, BCA Trsf WSID:Yulia Rahmita, BCA Trsf WSID:Nurokhmah, BCA Trsf WSID:Idwan Sjachtum, BCA Trsf WSID:Ananda Lestari, BCA Trsf WSID:Hamba Allah, BCA Trsf WSID:Catharina Kusumori, BCA Trsf WSID:Ida Hafnia, BCA Trsf WSID:Yuda Indrawan, BCA Trsf WSID:Hendra Kuncoro, BCA Trsf WSID:Haekal Yassier, BCA Trsf WSID:Arie Mustofa, BCA Trsf WSID:Rudy Triandi,Permata Sya. Individu,Jaktim Supriyanto,Jaksel Trsf WSID:Andri Susanto, ST, BCA Trsf WSID:Suswati, BCA Trsf WSID:Indriani Pujiastuti, BCA Trsf WSID:Hamba Allah 0168, BCA Trsf WSID:Ida Hafnia, BCA Trsf WSID:Liez Savitri, BCA Trsf WSID:Hamba Allah 0998, BCA Trsf WSID:Andre Sanyoto, BCA Trsf WSID:Hamba Allah, BSM Bhaskoro Ekoputro,Jaksel Imran Johny,Tangerang Muhamad Fadli,Depok Trsf WSID:Widodo Dwi Susanto, BCA Trsf WSID:Leny Isdiawati, BCA Trsf WSID:Suswati, BCA Trsf WSID:Hamba Allah, BNI Sya. Trsf WSID:Hamba Allah, BNI Sya. Rini Dan Dodi, Suyoto,Tangerang Sakinah,Jakbar Lukman Hakim,Jaksel Riad,Tangerang Fauzie Kamas Trsf WSID:Shinta Suliratmaya, BCA Trsf WSID:Rifky Ramdhoni, BCA Donasi (Rp) 195.000 100.000 100.000 2.000.000 3.000.000 37.500 100.000 250.000 500.000 372.000 300.000 162.500 300.000 200.000 80.000 750.000 500.000 100.000 300.000 500.000 1.000.000 200.000 100.000 650.000 180.000 100.000 100.100 50.000 140.000 50.000 165.000 500.000 200.000 250.000 50.000 200.000 100.000 200.000 60.000 150.000 750.000 60.000 115.000 150.000 50.000 100.000 31.237 10.000 25.000 30.000 500.000 50.000 300.000 150.000 200.000 375.000 50.000 100.000

Jumlah (Rp) 80.050.000 1.050.000 14.600.000 5.000.000 9.566.000 33.559.500 27.891.200 7.000.000 1.330.000 26.100.000 1.252.950

62.329.673 2.360.000 505.658 12.000.000 284.594.981 2.150.796.290

Daftar Donatur
Daftar Donatur ZAKAT Per 31 Februari 2008
# 2464 2465 2466 2467 2468 2469 2470 2471 2472 2473 2474 2475 2476 2477 2478 2479 2480 2481 2482 2483 2484 2485 2486 2487 2488 2489 2490 2491 2492 2494 2495 2496 2497 2498 2499 2500 2501 2502 2503 2504 2505 2506 2507 2508 2509 2510 2511 2512 2513 2514 2515 2516 2517 2518 2519 2520 2521 2522 2523 2524 2525 2526 2527 2528 2529 2530 2531 Donatur Trsf WSID:Fadli Eko Setiyawan, BCA Trsf WSID:Andreas Winarso, BCA Trsf WSID:Gunawan Wibisana, BCA Trsf WSID:Prima Sari, BCA Trsf WSID:Hamba Allah 6000, BCA Trsf WSID:Luki Dimastara, BCA Trsf WSID:Widikdo Yuwono,B M I Trsf WSID:Aliah,Permata Sya. Fitri Ani,Jaksel TKI AL-AZHAR 27 Cibinong,Bogor Cherry RL,Bogor Chandra,Jaksel Anang,Jaksel Diwya Satwika,Jaksel Trsf WSID:Ida Hafnia, BCA Trsf WSID:Febrina Afiyati, BCA Trsf WSID:Ivonny Hawari, BCA Trsf WSID:Ardi Satya Indrarta, BCA Trsf WSID:Amirudin, BCA Trsf WSID:M. Djakaria Wiradisuria, BCA Trsf WSID:Adriatik Ivanti, BCA Trsf WSID:Arbi Wibowo, BCA Trsf WSID:Wahyudi Luhurian, BCA Trsf WSID:Fuad Dharmawan, BCA Trsf WSID:Girang, BNI Sya. Trsf WSID:Tri Yuli,Danamon Sya. Trsf WSID:Henni Hidayati,Permata Sya. Faesal Maftuh,Jakbar Ganjar Isnawan,Jakbar Trsf WSID:Suswati, BCA Trsf WSID:Suswati, BCA Trsf WSID:Wikanto Artadi, BCA Trsf WSID:Maya Ratna Sari, BCA Trsf WSID:Deddy Syarif, BCA Trsf WSID:DR 3040827622,B M I Trsf WSID:Nurul Hidayah,B M I Trsf WSID:Hamba Allah, BSM Trsf WSID:Hamba Allah, BNI Sya. Trsf WSID:Hariyanto,Permata Sya. Trsf Via ATM :Anang Alfiansyah, BCA Trsf Via ATM :Popy Novita, IR, BCA Trsf Via ATM :Boy, BCA Trsf WSID:Suswati, BCA Trsf WSID:Dyah Retno Antarin, BCA Trsf WSID:Maharani Mitha, BCA Trsf WSID:Widodo Sugeng, BCA Trsf WSID:Widodo Sugeng S, BCA Trsf WSID:Hamba Allah, BSM Trsf WSID:Hamba Allah, BNI Sya. Trsf WSID:Hamba Allah, BNI Sya. M. Johan Joko Untung,Jaksel Muflih Baharudin,Jakbar Hamba Allah UAI,Jakarta Pusat Victorio&Kel,Tangerang Trsf WSID:Ngatilah, BCA Trsf WSID:Ngatilah, BCA Trsf WSID:Syahrial Agung N, BCA Trsf WSID:Muammar Yasser, BCA Trsf WSID:Suswati, BCA Trsf WSID:Melinda, BCA Trsf WSID:Rini Arianti, BCA Trsf WSID:Hamba Allah, BSM Trsf WSID:Hamba Allah, BSM Trsf WSID:Hamba Allah, BNI Sya. Wiranata,Jaksel Trsf WSID:Dwi Amanda R, BCA Trsf WSID:Alfie Tjahjo P, BCA Donasi (Rp) 10.000 264.000 200.000 30.000 500.000 75.000 125.000 30.000 165.000 1.000.000 1.000.000 150.000 100.000 700.000 300.000 65.000 1.500.000 150.000 100.000 500.000 52.700 300.000 500.000 100.000 62.500 56.575 250.000 50.000 70.000 20.000 35.000 200.000 250.000 1.000.000 200.000 300.000 700.000 300.000 1.200.000 100.000 500.000 200.000 50.000 100.000 110.000 1.000.000 1.000.000 750.000 50.000 200.000 1.050.000 500.000 100.000 1.025.000 100.000 300.000 100.000 100.000 20.000 50.000 100.000 370.000 200.000 50.000 50.000 250.000 300.000 # 2532 2533 2534 2535 2536 2537 2538 2539 2540 2541 2542 2543 2544 2545 2546 2547 2548 2549 2550 2551 2553 2554 2555 2556 2557 2558 2559 2560 2561 2562 2563 2564 2565 2566 2567 2568 2569 2570 2571 2572 2573 2574 2575 2576 2577 2578 2579 2580 2581 2582 2583 2584 2585 2586 2587 2588 2589 2590 2591 2592 2593 2594 2595 2596 2597 2598 2599 Donatur Donasi (Rp) Trsf WSID:Ida Hafnia, BCA 100.000 Trsf WSID:Wiranjani Ade, BCA 250.000 Trsf WSID:Reza Faldian, BCA 25.000 Trsf WSID:Dessy Ratmayanti, BCA 25.000 Desiree S Nasution,Jaksel 440.000 Linda,Jaksel 250.000 Eriska, Ny,Jaksel 120.000 Tari,Jaksel 1.000.000 Ari Darmawan,Jakbar 55.000 Trsf WSID:Krisnubroto Nur, BCA 3.000.000 Trsf WSID:Endang Purwatining, BCA 150.000 Trsf WSID:Hamba Allah 8800, BCA 1.300.000 Trsf WSID:Sotya Mayangwuri, BCA 200.000 Trsf WSID:Umi Windarti, BCA 100.000 Trsf WSID:Aliah,Permata Sya. 25.000 Trsf WSID:Ririn Utami Widhi,Permata Sya. 50.000 50.000 Muhammad Johan Joko Untung,Jaksel Chandra,Jaksel 50.000 750.000 Ideal Iman, Jaksel Zamniar Saleh & Bpk. Nawar Ilta,Jaksel 1.000.000 160.000 Trsf WSID:Paracitta Gya Mari, BCA 30.000 Trsf WSID:Reza Faldian, BCA 43.000 Trsf WSID:Syarifatul Ulfah, BCA 250.000 Thariq Dzulfigar,Bekasi 118.000 Trsf WSID:Hamba Allah BCA, BCA 150.000 Trsf WSID:Adi Pranata, BCA 500.000 Trsf WSID:Nanang Suswandono, BCA 20.000 Trsf WSID:Mohammad Chandra, BCA 2.500.000 Trsf VIA ATM :Hamba Allah, BCA 5.000.000 Trsf WSID:Nizam R Hasibuan,Permata Sya. 26.000 Prapti,Bogor 200.000 Mersi Ayu,Bekasi 75.000 Trsf WSID:Cassandra Adenan, BCA 20.000 Trsf WSID:Suswati, BCA 200.000 Trsf WSID:Rini Surantini, BCA 150.000 Trsf WSID:Novieta Irawati, BCA 1.000.000 Trsf WSID:Rina Utami, BCA 50.000 Trsf WSID:Kirana Ratnamukti, BCA 200.000 Trsf WSID:Hamba Allah, BNI Sya. 1.000.000 Omar Anwar,Jaksel 160.000 Syachriani,Jakarta 5.750.000 Trsf WSID:Yunizar Darwin, BCA 250.000 Trsf WSID:Iwan Mutakin, BCA Trsf WSID:Suratinah, BCA 100.000 Trsf WSID:Dicky, BCA 50.000 Trsf WSID:Suswati, BCA 10.000 Trsf WSID:Ida Hafnia, BCA 200.000 Trsf WSID:Eti Irawati, BCA 100.000 Trsf WSID:Ida Hafnia, BCA 100.000 Trsf WSID:Lely Amalia, BCA 300.000 Trsf WSID:Sri Tutiawati, BCA 200.000 Trsf VIA ATM :Rifki Wandi, BCA 400.000 Trsf WSID:Kurnia Andayani,B M I 100.000 Trsf WSID:Kel. Achmad Indrawan, BSM 1.500.000 Trsf WSID:Hamba Allah, BSM 250.000 Trsf WSID:Hamba Allah, BSM 50.000 Trsf WSID:Indra Arnaz,Danamon Sya. 50.000 Trsf WSID:Dina Purwan,Danamon Sya. 100.000 DR. Ichwan Dwi Cahyono,Jaksel 100.000 Hamba Allah,Jakarta 100.000 Siti Nurul Badriyah,Jaktim 32.500 Isnawati,Jaktim 22.750 Kusuma Nur Susanti,Jaktim 27.625 Ny.Soetartiningsih,Jaksel 1.500.000 Kel. Triza B,Jaksel 75.000 Farida,Depok 4.400.000 Trsf WSID:Hamba Allah, BNI Sya. 10.000

8

Rumah Gemilang Indonesia: Wujudkan Mimpinya

Daftar Donatur
Daftar Donatur ZAKAT Per 31 Februari 2008
# 2600 2601 2602 2603 2604 2605 2606 2607 2608 2609 2610 2611 2612 2613 2614 2615 2616 2617 2618 2619 2620 Donatur Trsf WSID:Amirudin, BCA Trsf WSID:Memi Yusmiati, BCA Trsf WSID:Chairul Anwar, BCA Trsf WSID:Gunawan Wibisana, BCA Trsf WSID:Kirman Sukirman, BCA Trsf WSID:Yulia Rahmita, BCA Trsf WSID:Fanny Angelia, BCA Trsf WSID:Hestiningsih F, BCA Trsf WSID:Ida Hafnia, BCA Trsf WSID:Fernantomo Heru, BCA Trsf WSID:Suswati, BCA Trsf WSID:Reviyanti Puspita, BCA Trsf WSID:Andre Sanyoto, BCA Trsf WSID:Tjahyono, BCA Trsf WSID:Rina Utami, BCA Trsf WSID:Eka Sari Dewi, BCA Trsf WSID:Marfuah Panji A, BCA Trsf WSID:Budiati, BNI Sya. Trsf WSID:Ekowidyarso,Danamon Sya. Muhamad Fadli,Depok Trsf WSID:DR 3040827622,B M I Donasi (Rp) 29.000 62.500 125.000 250.000 75.000 300.000 250.000 106.000 50.000 150.000 50.000 200.000 500.000 5.000.000 600.000 150.000 100.000 1.000.000 50.000 100.000 200.000 # 2621 2622 2623 2624 2625 2626 2627 2628 2629 2630 2631 2632 2633 2634 2635 2636 2637 2638 2639 2640 Donatur Trsf WSID:Neneng Desi,Danamon Sya. Trsf WSID:Raden Satria,Permata Sya. Aprilla Sari,Tangerang Trsf WSID:YW Al-Muhajirien JP,B M I Trsf WSID:Syarif Hidayat,Permata Sya. Trsf WSID:Kania Lalita K.,Permata Sya. Imran Johny,Tangerang Hamba Allah, Dina Damayanti,Jakarta Andesit Nata Deka,Jaksel Rusdiawan,Jaksel Trsf Via ATM :Anang Alfiansyah, BCA Trsf Via ATM :Metty Kusmayatim, BCA Riad,Tangerang Trsf WSID:Hamba Allah, BNI Sya. Trsf WSID:Yusfar,Permata Sya. Darmawaty Malik,Jaksel Djuang Fadjar,Jaksel Ratna Artiningsih,Jaksel Rini,Jakarta Jumlah: Donasi (Rp) 50.000 50.000 100.000 758.875 100.000 200.000 100.000 604.825 50.000 1.000.000 250.000 100.000 100.000 200.000 37.000 700.000 1.000.000 300.000 300.000 300.000 90.892.187

Daftar Donatur INFAQ Per 31 Februari 2008
# 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 Donatur Trsf WSID:Edy Yuniardy, B C A Trsf WSID:Desi Sembiring, BCA Trsf WSID:Ansyar Heryadi, BCA Trsf WSID:Erlinda, BCA Abu Abdurahman Trsf ATM :Iznindar, BCA Trsf WSID:Dewi Meilani, BCA Trsf WSID:Thomas Dendy Chris, BCA Trsf WSID:Ria Junita, BCA Trsf WSID:Suharman Rasjid, dr, BCA Esti Adriani,Jakarta Pusat Sefiari,Jaktim Siti Komariah,Jaksel Trsf WSID:Ery Thursina, BCA Trsf WSID:Andresanyoto, BCA Trsf WSID:Hamba Allah,B S M Tesar Hidayat,Jaksel Trsf WSID:Zamia Mutiara, BCA Trsf WSID:Vanny Narita,BSC, BCA Trsf WSID:Johan Yudhiasto, BCA Sakinah,Jakbar Lukman Hakim,Jaksel Fauzi Kamas Jack Said Gaffar,Jaktim Trsf WSID:Savitri Ristiandin, BCA Trsf WSID:Prima Sari, BCA SMPI Al-Azhar 10 Kembangan,Jakbar Trsf WSID:Dewi Noviana, BCA Trsf WSID:Yunus Mahfud, BCA Trsf WSID:Alfino Romansjah S, BCA Trsf WSID:Zulkifli Zaini,B S M Trsf WSID:S. Wibowo,B S M Mieke Marlina, Jaksel Trsf WSID:Aleksander Hartawan, BCA Trsf WSID:Hamba Allah, BCA Muflih Baharudin,Jakbar Trsf WSID:Donna Lumita Pulun, BCA Trsf WSID:Sahrial Agung N, B C A Hj. Nurjanah,Jaksel Nuraini,Jaksel Trsf ATM :Iznindar, BCA Trsf WSID:Bagi Hasil,B S M Trsf WSID:Hamba Allah,B S M Donasi (Rp) 100.000 28.000 2.000.000 225.000 100.000 500.000 25.000 30.000 30.000 50.000 750.000 50.000 200.000 200.000 750.000 10.000.000 100.000 150.000 1.000.000 28.000 200.000 100.000 25.000 500.000 300.000 30.000 3.536.000 50.000 250.000 20.000 300.000 100.000 50.000 50.000 1.000.000 300.000 150.000 100.000 500.000 200.000 500.000 298.091 245.000 # 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 Donatur Donasi (Rp) Trsf WSID:Aliah,Permata Sya. 25.000 Trsf WSID:Ririn Utami Widhi,Permata Sya. 50.000 Elly Nurlaily,Jaktim 100.000 Trsf WSID:Nugrahani G.D, BCA 200.000 Trsf WSID:Rizky Afiani, BCA 100.000 Kios Sekar Asri,Jaksel 2.000.000 Mufiarni,Tangerang 500.000 Mufiarni,Tangerang 500.000 Trsf WSID:Rahman Satria, BCA 500.000 Trsf WSID:Jaelani, BCA 200.000 Trsf WSID:Dra. Nurhayati Djamas,B S M 150.000 Trsf ATM :Rifki Wandi, BCA 100.000 Jamaah Pengajian Yusuf Mansur,Jakarta 13.811.100 Kel. Triza Buke,Jaksel 500.000 Trsf WSID:Rr.Desy S Wahyunin, BCA 100.000 Trsf WSID:Dewi Noviana, BCA 50.000 Trsf WSID:Dien Yuniarti, BCA 150.000 Trsf WSID:Andre Sanyoto, BCA 500.000 Trsf WSID:Vita Ariesdiana,Permata Sya. 20.000 Trsf WSID:Raden Satria,Permata Sya. 100.000 Sumartini,Jakarta 1.000.000 R.Supramono,Jaktim 550.000 Tesar Hidayat,Jaksel 150.000 Supriyanto,Jaksel 20.000 Amanah, Bekasi 20.000 Sudarwati,Jaksel 20.000 Hardiningsih,Jaktim 20.000 Soekarni Binti Samidjo,Jaksel 20.000 Suyoto,Tangerang 20.000 Herwan,Jaksel 20.000 Marliana,Jakarta Pusat 20.000 Syachriani,Jaktim 40.000 Dr. Ichwan Dwi Cahyono,Jaksel 100.000 Andry Wahyuono,Jaksel 20.000 Dini Syawaliah, Jaksel 20.000 Meilia Rosalita,Jaksel 20.000 Susi Rahmawati,Jaksel 20.000 Puji Haryanto,Jaksel 20.000 Diah, Jaksel 20.000 Heni, Jaksel 20.000 Jumlah: 46.916.191

Rumah Gemilang Indonesia: Wujudkan Mimpinya

9

Daftar Donatur
Daftar Donatur WAKAF TUNAI Per 31 Februari 2008
# 7 Donatur Herlin, Jakarta Selatan Jumlah Donasi (Rp) 250.000 250.000

Memberdayakan Dhuafa:
Al Azhar Peduli Ummat
Jl. Sisingamangaraja, Keb. Baru, Jaksel

Mitra Anda

Daftar Donatur KEMANUSIAAN Per 31 Februari 2008
# 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 Donatur Trsf WSID :Hamba Allah,B S M Achyar Ilyas,Jakarta Selatan Trsf WSID :Bamuis BNI,BNI Syariah Trsf WSID :Hamba Allah,B S M Trsf WSID :Hamba Allah,B S M Trsf WSID :Hamba Allah,B S M Trsf WSID :Hamba Allah,B S M Noertamtomo Daryadi,Jakarta Selatan Desfitrina,Jakarta Selatan Trsf WSID :Hamba Allah,B S M Trsf WSID :Hamba Allah,B S M Jumlah Donasi (Rp) 100.000 1.000.000 50.000.000 100.000 500.000 500.000 250.000 100.000 300.000 500.000 600.000 53.950.000

BRI Syariah Danamon Syariah Permata Syariah Bank Muamalat BNI Syariah BSM BCA BII Syariah

723 3116 00161 005 834 0324 097 100 1666 310 00009 10 009 154 0697 002 011 7001 070 303 1011 270 00 3413

a.n. Yayasan Pendidikan Islam Al Azhar

Al Azhar Peduli Ummat Kancab. Padang:
Jl. Khatib Sulaiman 25, Ulai Karang, Padang BNI Syariah Bank Nagari

Daftar Donatur Fidyah Per 31 Februari 2008
No 1 Donatur Donasi (Rp) Kel. Alm. Buddi Aswan Nasution, JakSel 3.060.000 Jumlah 3.060.000

020 002 4434 2100 0105 003055

a.n. Yayasan Pendidikan Bung Hatta

Al Azhar Peduli Ummat Kancab. Solo Baru:
Komplek Al Azhar 28 Solo Baru Jl. Raya Solo Baru, Sukoharjo

Bank Syariah Mandiri 012 014 4500
TK1, SD1, SMP1, SMA1,dan SMA3 Islam Al Azhar Komplek Masjid Agung Al Azhar Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta 12110, Telp: TKIA1 021 7395980 S D I A 1 021 7243933 S M P I A 1 021 7246790 S M A I A 1 021 7395980 S M A I A 1 021 7392647 TK&SD 18 Islam Al Azhar Jl. Dr. Muwardi No.182 Bypass, Cianjur 0263 271338 0263 280615 TK&SD 2 Islam Al Azhar Jl. Mujair no.1 Pasar Minggu TKIA2 021 7820223 S D I A 2 021 78839503 SMP&SMA 2 Islam Al Azhar Jl. Siaga Raya Pejaten Barat S M P I A 2 021 7971451 S M A I A 2 021 7971445 TK&SD 27 Islam Al Azhar Jl. Pomad, Kel. Karadenan, Cibinong, Bogor 0251 650004 0251 660584 TK&SD 19 Islam Al Azhar Komplek Masjid Raya Al Azhar, Jl. Sentra Primer Baru Timur Pulo Gebang, Cakung 021 4801363 021 4801362
a.n. LAZ Al Azhar 28

BCA BNI Syariah
a.n. Yayasan Makarima

015 215 4028 282 828 293

Al Azhar Peduli Ummat Kancab. Sentra Primer Jl. Sentra Primer Baru Timur Pulo Gebang Jakarta Timur Bank Syariah Mandiri
a.n. Masjid Raya Sentra Primer

221 000 3715

Dana Kemanusiaan Dhuafa (DKD) Magelang
Jl. A. Yani no. 114, Magelang

Bank Muamalat
a.n. Nasrodin

502 00051 22 201 01 0149

BMT Umat Sejahtera
a.n. Arif Hariyadi

LAZ Masjid Raya Batam Jl. Engku Putri, Batam Centre Lantai Dasar Masjid Raya Batam BSM Bank Muamalat BTN Syariah
a.n. Masjid Raya Batam

038 003 2752 411 000 3415 708 2000 551

10

Rumah Gemilang Indonesia: Wujudkan Mimpinya

Sketsa H. Mumhammad Yusuf Sisus, M.Si

Merajut nan Koyak
untuk membiayai pembangunan Masjid Al-Falah Tohiya di Gunung Sitoli. “Tapi yang terpenting adalah menegakkan kembali syiar Islam di bumi Nias. Saudarasaudara kita yang minoritas di sana sangat butuh silaturahim untuk mengukuhkan percaya diri dan keimanan,” papar ayah dari Ulfah, Luthfi dan Ihsan Yusuf. Shahibul Kahfi Yusuf mencontohkan kehidupan 12 KK Muslim di Kecamatan Botomuzoi, 25 Km di selatan Gunungsitoli, Ibukota Nias. Mereka semua mualaf yang memeluk Islam setelah merantau dan menikah dengan muslimah dari Sumatera Barat, Tapanuli, dan Karo. Setelah kembali ke Nias, mereka menjadi kelompok kecil yang terisolasi. Tak banyak yang tahu bahwa di Botomuzaoi tinggal 12 KK muslim. Mereka tak punya pembimbing agama. Mereka tak punya sarana ibadah. Anak-anak mereka belajar di sekolah yang tidak mengajarkan agama Islam. Pasca gempa, Duhusokhi Waruwu, salah seorang di antara mereka menemui Camat Botomuzoi, Ajran Chaniago, berharap pemerintah mau membangunkan mushola untuk mereka. “Selain tempat berjamaah, kami bisa pula mendidik anak-anak itu dengan ajaran Islam di dalam mushola,” harap Duhusokhi. Niat itu bersambut. Adalah jamaah tarawih masjid Islamiyah dan Al Furqan di Gunungsitoli yang berhasil menghimpun dana hingga Rp 12,5 juta untuk memulai pembangunan mushola idaman Muslim Botomuzoi. Tetapi, walau peletakan batu pertama dilakukan oleh Dandim Nias dan didukung Bupati, pembangunan satu-satunya rumah Allah di Botomuzoi itu tak sampai selesai. Bak kisah 12 shahibul kahfi, 12 mualaf Botomuzoi menggeliat keluar dari kepompong isolasi dan mulai meretas jalan dakwah. Salah seorang mualaf yang kembali dari rantau pernah ditegur saudara kandungnya, “Kau ini apa-apaan masuk Islam segala. Kalau kau nanti mati siapa yang mau urus mayatmu?” “Tak usah khawatir Bang. Di sini saya memang sendiri, tapi saudara-saudara seakidah tersebar di seluruh negeri,” jawab sang mualaf mantap. Al Azhar Peduli Ummat mengajak Anda bersilaturahim dengan mualaf Botomuzoi dengan menyalurkan bantuan untuk menyelesaikan pembangunan mushola mereka. Ya, karena memang kita saudara. [hw/jw]
Rumah Gemilang Indonesia: Wujudkan Mimpinya

Nias

S

ebut kata Tsunami, maka yang melekat di memori adalah Nanggroe Aceh Darussalam. Padahal, Nias juga koyak dihempas prahara dahsyat di penghujung 2004 itu. Tapi pulau kecil di bagian barat Sumatra itu seolah terlupa, tenggelam di balik gegap gempita bantuan kemanusiaan internsional untuk Aceh. ”Hampir seluruh bangunan luluh lantak karena gempa. Masjid-masjid, yang hanya sedikit jumlahnya, juga porak poranda. Padahal masjid-masjid itu memiliki nilai tersendiri bagi sekitar 31.227 warga muslim Nias. Jumlah itu hanya empat persen dari 690.000 jiwa jumlah penduduk Pulau Nias. Itulah yang membuat saya merintih dan menangis,” tutur H. Muhammad Yusuf dengan suara sendat di kantor Al Azhar Peduli Ummat beberapa hari lalu. Yusuf berasal dari keluarga non Islam. Pada 1964, hidayah membawanya kembali ke fitrah sebagai seorang muslim. Sejak saat itu, hari-harinya diisi dengan pengkajian agama. Suami Hj. Noverlemi Paraman yang sekarang berdomisili di Jakarta, begitu terpukul menyaksikan kampung halaman koyak diterpa bencana. Bersama beberapa muslim Nias yang berada di Jakarta dan Jawa Barat, Yusuf mendirikan Yayasan Peduli Muslim Nias yang khusus memfasilitasi dan mencarikan dana bantuan rekonstruksi Nias. Sasaran utamanya adalah, masjid-masjid dan sarana pendidikan Islam lainnya. YPMN pun berhasil menggandeng beberapa korporat. Di antaranya Harian Pikiran Rakyat yang bekerja sama dengan Yayasan Babussalam, Bandung, berhasil mendirikan kembali Masjid Jami Teluk Dalam dengan anggaran 1 miliar. Yayasan Kemanusaiaan Bank Indonesia pun telah memberikan komitmen

11

Kilas Program

Pak Nur di markas UPJ

“P

ak Nur, tolong AC mobil diperbaiki ya.., kalau gerah begini bisa bahaya,” kata Saripudin, staff pendayagunaan Al Azhar Peduli Ummat. Sore itu, Sarip mengantar bantuan kemanusiaan untuk korban kebakaran di kawasan Tambora, Jakarta Pusat, bersama Muhammad Nur Saipuddin, Koordinator Unit Pelayanan Jenazah (UPJ) Al Azhar Peduli Ummat. Karena yang diajak Koordinator UPJ, mobil yang dipakai pun mobil jenazah. “Maksud Bang Udin?” tanya Pak Nur tidak paham. “Lho, kalau Pak Nur pas bawa jenazah ke luar kota pakai mobil panas begini lalu dari belakang ada suara ‘Pak AC-nya hidupin dong.., gerah nih...’ kan bahaya itu Pak,” jawab Saripudin kalem. Pak Nur ta bisa menahan tawa. Kematian adalah story ending di alam fana ini. Tak seorangpun sanggup mengelakkannya, siap atau tidak. Tak masalah bagi si mati apakah jenazahnya akan diperlakukan sebagaimana mestinya atau tidak. Kata Pak Nur, “Urusannya udah laen.” Tapi bagi kerabat dan sesama muslim yang tinggal hidup, adalah kewajiban untuk mengurus jenazah dengan sebaik-baiknya. Hukumnya fardhlu ain. Nah, masalahnya banyak saudara kita kaum dhuafa yang ternyata tidak siap menjalankan kewajiban itu. Almarhum Topan misalnya. Reman Manggarai itu mati mendadak karena penyakit dalam akut. Emaknya yang papa tak sanggup berbuat apa-apa. Mayat Topan dibaringkan saja di sebuah bangku di pinggir rel KA dekat stasiun Manggarai. Tetangga-tetangga Emak Topan yang tinggal di gubuk liar di tepi rel, siang begitu tak pernah ada di rumah. Mereka tengah berburu
Rumah Gemilang Indonesia: Wujudkan Mimpinya

nafkah; memulung sampah, dagang asongan, atau seperti almarhum Topan, menjadi preman. Emak Topan hanya bisa menangis melihat kain batik kusam penutup jenazah anaknya bolakbalik diterbangkan angin saat kereta lewat. “Telpon Al Azhar saja, kan ada layanan perawatan jenazah gratis,” saran seorang ibu yang kebetulan lewat. Tak lama, unit UPJ Al Azhar Peduli Ummat meluncur ke lokasi: memandikan, mengafani, menyolatkan, mengurus perijinan pemakaman, hingga tuntas menyemayamkan jenazah Topan di kuburnya. Layanan yang dibuka sejak Ramadhan 2007 memang menyasar dhuafa yang tidak mampu. Pengelolaannya digabungkan dengan UPJ YPI Al Azhar yang sudah lebih dahulu ada. Ketika diluncurkan, program layanan duafa ini langsung mendapat respon dari PT. PLN (Persero) dan PT. Indomobil Suzuki International. Masing-masing menyumbangkan satu unit mobil yang dimodifikasi jadi mobil jenazah. Sementara ini, layanan hanya diberikan bagi dhuafa di wilayah Jabodetabek. ”Mendampingi UPJ Al Azhar (yang menyediakan paket layanan berbayar untuk membantu mereka yang karena satu dan lain hal tidak mampu merawat jenazah anggota keluarga sendiri -red.) program gratis ini ternyata sangat membantu masyarakat miskin,” ujar Pak Nur. “Selain tidak mampu membiayai, mereka juga awam masalah perawatan jenazah. Jangankan menyolatkan, memandikan saja banyak yang tidak bisa,” tambah Pak Nur. Kalau Anda mendapati dhuafa yang memerlukan layanan ini, silakan hubungi nomor (021)-7221504, 7265241, atau di 0818907561. Kami siaga 24 jam. [hw]

12

Warta Jejaring

LAZ Masjid Raya Batam

Anak Asuh by Request

K

ebijakan gratis pendidikan wajib 9 tahun (SD-SMP) cukup membantu anak yatim dan dhuafa. Tapi kebijakan itu hanya sebatas pembebasan biaya masuk sekolah dan SPP, padahal, variabel lain biaya pendidikan masih menjadi beban orangtua murid. Data BPS tahun 1999 yang menyebut siswa putus SD berusia 7-12 tahun sejumlah 762.700 orang. Yang lulus SD usia 13-15 tahun tapi tidak melanjutkan ke SLTP 4.346.586 orang. tamat atau DO SLTP tercatat 765.000 orang. Yang paling tinggi, angka anak usia dini yang belum terlayani program pendidikan mencapai 11.923.198 orang, sedang penduduk usia sekolah tapi tidak sekolah 13,9 Juta orang. Kebanyakan penyebabnya orangtua tidak mampu menanggung biaya pendidikan yang tidak digratiskan pemerintah. Misalnya uang seragam, buku, dan pungutan-pungutan lain yang masih saja membebani orantua murid. Melalui program ini, LAZ Masjid Raya Btam (MRB) mencoba menawarkan solusi kepada bagi anak yatim dan dhuafa untuk mengenyam pendidikan. Donatur boleh memilih anak asuh yang data-datanya disediakan lengkap oleh MRB dan berkewajiban memberikan santunan pendidikan tunai selama satu tahun kepada siswa. Santunan diberikan per bulan senilai Rp 100.000.

Sambutan donatur menggembirakan. Sampai saat ini, anak asuh yang sudah tersantuni berjumlah 230 anak, tingkatan SD hingga SMA. Orangtua asuh dapat memantau perkembangan akademik anak asuhnya yang laporannya disediakan MRB sebagai pelaksana program. “Kami punya database cukup besar mengenai anak yatim dhuafa yang semestinya mendapat santunan muzakki,” ungkap Syarifuddin, ST, Wakil Direktur MRB. Anda tertarik menjadi Orangtua Asuh?
[Syarifudin/MRB]

Tatang Fatoni, SE, Manajer Cabang BTN Syariah menyerahkan bingkisan kepada anak asuh yang tergabung dalam Program Anak Asuh by Request pada saat acara buka puasa bersama pada Ramadhan 1428 H.

Rumah Gemilang Indonesia: Wujudkan Mimpinya

13

Tafsir

Mendustakan Agama

D
Dr. H. Shobahussurur, M.A

“Tahukan kamu orang yang mendustakan agama. Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang yang shalat, yaitu orang lalai dalam shalatnya, orang-orang yang berbuat riya’, dan enggan menolong dengan barang yang berguna ”. (Q.S. al-Mâ’ûn/107: 1-7)

Sidang pembaca yang dirahmati Allah. Menanggapi banyaknya permintaan untuk menyajikan rubrik kajian Tafsir Al Qur’an (khususnya berkenaan dengan ZISWAF dan Ekonomi Islam), maka redaksi mengubah rubrik Hikmah menjadi rubrik Tafsir yang merupakan kajian intensif Tafsir Al-Azhar karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka). Rubrik ini diasuh oleh Ketua Takmir Masjid Agung Al-Azhar, Dr.H. Shobahussurur, MA. Selain menyajikan kajian, pengasuh InsyaAllah akan menjawab pertanyaanpertanyaan seputar ZISWAF dan Ekonomi Islam melalui rubrik Konsultasi. Kirimkan pertanyaan melalui faximile redaksi atau e-mail: komunikasimedia@gmail.com. Semoga bermanfaat.

alam Tafsir Al Azhar Juz 30 halaman 254, Hamka menjelaskan: ada persangkaan sebagian orang bahwa mendustakan agama ialah semata-mata karena tidak mau percaya kepada agama Islam. Ada pula anggapan, kalau sudah shalat, sudah puasa, haji, seseorang telah bebas dari mendustakan agama. Anggapan itu salah. Hamka menafsirkan Q.S. al-Mâ’ûn/107: 1-7 bahwa termasuk pendusta agama orang yang merasa tidak senang melihat anak yatim. Apalagi merasa jijik dan tidak membolehkan mereka mendekat.Orang seperti itu, meski rajin beribadah termasuk pendusta agama. Karena agama Islam menolak sikap benci, sombong, dan pelit. Islam adalah agama rahmah (saling kasih mengasihi), ramah, dan suka berbagi. Cap pendusta agama juga ditujukan kepada orang yang tidak mau mengajak orang lain untuk memberi makan orang miskin. Harta benda yang dimiliki dilahapnya sendiri. Anak istrinya tidak dididik menyediakan makanan bagi orang miskin bila mereka datang meminta. Ia mengaku menyembah Tuhan, tapi hamba Tuhan yang dhaif tidak diberinya pertolongan dan tidak dipedulikannya (Tafsir Al-Azhar, Juz 30, hal. 255). Buya Hamka mengutip pendapat al-Zamakhsyari tentang sebab melekatnya cap pendusta agama bagi orang-orang yang menghardik anak yatim dan tidak mengajak memberi makan fakir miskin. Kata alZamakhsyari: “Orang ini nyata mendustakan agama. Karena dalam sikap dan perangainya dia menunjukkan ketidakpercayaan pada inti agama yang sejati, yaitu bahwa orang yang menolong sesamanya yang lemah akan diberi pahala dan ganjaran mulia oleh Allah. Oleh sebab itu dia tidak mau berbuat kebaikan dan sampai hati menyakiti orang yang lemah”. Orang demikian sungguh akan dimurkai Allah, karena telah mendurhaka kepada Allah. Orang seperti itu adalah orang yang lemah imannya dan teramat kendor keyakinannya. Orang yang mendustakan agamanya menjalankan shalat tapi tidak diikuti dengan kesadaran dan khusyu’ kepada Allah. Dia lalai dalam shalatnya, lalai akan maksud dan hikmah dari perintah melakukan shalat itu. Aktifitas orang yang mendustakan agama penuh kepura-puraan, penuh kemunafikan, yang diistilahkan dalam al-Quran dengan yurâûn (pamer, supaya dilihat). Walaupun dia beramal, kata Buya Hamka, kadang-kadang dia bermuka manis kepada anak yatim. Kadang-kadang dia menganjurkan memberi makan kepada fakir miskin. Kadang-kadang kelihatan khusyu’ menjalankan shalat. Tetapi semuanya itu dikerjakan karena riyâ’. Yaitu kerena ingin dilihat, dijadikan reklame. Orang yang mendustakan agama selalu mengelak untuk menolong orang. Selalu menahan bahkan menghalang-halangi orang lain yang ingin menolong orang. Telah hilang rasa cinta di dalam dirinya. Dalam hatinya penuh rasa benci. Hatinya sangat terpaut dengan harta benda yang fana. Insyaf dan adil tidak ada dalam hatinya. Keutamaan tidak ada dalam dirinya. Mukanya selalu berkerut karena hatinya tertutup melihat orang lain. Dia menyangka begitulah hidup yang baik. Padahal hidup yang demikian akan membawanya celaka. [A]

14

Rumah Gemilang Indonesia: Wujudkan Mimpinya

Tabungan BritAma Syariah
BritAma Syariah adalah tabungan BRI Syariah berdasarkan prinsip titipan (atau wadi’ah yad dhamanah). BritAma Syariah diperuntukan bagi Anda yang menginginkan kemudahan dalam transaksi keuangan. Dana tabungan tersebut akan kami investasikan secara aman pada usaha produktif (usaha mikro, kecil, dan menengah). Melalui akad pembiayaan. Dengan demikian InsyaAllah dana Anda akan bermanfaat untuk kemaslahatan ummat dan menjadi harta yang barokah dunia akhirat.

Keunggulan
Melalui BritAma Syariah, InsyaAllah Anda akan memperoleh manfaat dan kemudahan bertransaksi, antara lain: Aman karena dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Dapat bertransaksi di seluruh jaringan Kantor Cabang BRI Syariah Dengan Kartu ATM BRI Syariah, Anda mudah melakukan transaksi di lebih dari 1.000 ATM BRI di seluruh Indonesia. InsyaAllah diberikan BONUS yang menarik setiap bulan.

Persyaratan Pembukaan Mudah
Calon Nasabah Perorangan Identitas berupa KTP asli dan foto copy Mengisi Furmulir pembukaan rekening Setoran awal hanya Rp 200.000 Setoran selanjutnya hanya Rp 50.000 Saldo minimum Rp 100.000

Fasilitas ATM BRI Syariah, a.l:
Informasi Saldo Tarik Tunai Transfer antar rekening (BRI Syariah-BRI) Pembayaran tagihan telepon dan listrik Pembayaran kartu kredit BRI Fasilitas lain sedang di kembangkan untuk memenuhi kebutuhan Anda

Calon Nasabah Perusahaan Idendtitas berupa KTP asli dan dan foto copynya dari pengurus perusahaan SIUP/Akta Pendirian Usaha/NPWP asli dan Foto copynya Setoran awal hanya Rp 200.000 Setoran selanjutnya hanya Rp 50.000 Saldo minimum Rp 100.000
Gunting di sini

Dapatkan Souvenir menarik setiap pembukaan tabungan BritAma Syariah dengan membawa kupon ini ke kantor kami di bawah ini: Kedoya (021) 5830 3565 Pal Merah (021) 5367 8860 Cipulir (021) 6819 6654