You are on page 1of 18

CARE

Edisi
Rajab 1429 H Juli-Agustus 2008

01/IV n e w s l e t t e r

Komplek Masjid Agung Al Azhar, Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp. 021 7221504, Fax. 021 7265241

Assalamu’alaikum

A
Direktur Eksekutif Al Azhar Peduli Ummat

Istiqlal
berbicara dan makan minum bersama putra kesayangan sampai Sa’ad kembali ke kepercayaan tradisional yang sesat. Pilihannya, berbakti pada Ibunda atau mempertahankan “proklamasi keIslamannya?” Menjawab kebimbangan Sa’ad, turunlah firman Allah, “Dan jika kedua (orangtua)nya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu, maka kamu janganlah mengikuti keduanya. Dan pergaulilah keduanya itu di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15). Dari dua kisah di atas, nyata sudah kebenaran bahwa mempertahankan lebih susah daripada merebut kemerdekaan. Nah di zaman kiwari ini, dengan nada tanpa sesal para petinggi negeri memberi (salah satu) alasan dicabutnya subsidi BBM beberapa waktu lalu. Katanya, “Harga BBM di dalam negeri kita paling rendah dibanding negara lain. Untuk itu subsidi harus dihentikan.” Ah, andai para petinggi negeri sadar bahwa salah satu padan kata merdeka dalam bahasa arab adalah istiqlal. Pengertian kata istiqlal adalah taffarroda bihi walam yusyrik fiih, artinya: mandiri. Tidak dicampurtangani oleh siapapun. Sebuah bangsa yang “merdeka” (istiqlal) bisa mengurus dirinya sendiri. Tidak bisa dicampurtangani negara lain. Negara merdeka bukan negara boneka, bukan negara yang diatur oleh negara lain. Kalau masih diatur oleh negara/kepentingan lain, tentu belum merdeka. Ini juga berlaku bagi individu. Maka, sebenarnya kita harus merapatkan shaf, berupaya bersama-sama agar suatu hari nanti pemimpin kita berdiri di halaman Masjid Istiqlal, membaca sebuah pengumuman dengan bangga: “Harga dalam negeri BBM kita paling murah di dunia, sebab kita adalah bangsa merdeka. Merdeka... Merdeka...!” [A]

M. Anwar Sani

pakah Anda masih hapal teks Proklamasi Kemerdekaan RI? Mudah-mudahan. Semoga juga kita semua masih menggenggam semangat dalam penggalan kalimat Kami bangsa Indonesia, dengan ini menyatakan kemerdekaannya. Itu penting. Setidaknya, kalau dalam banyak sisi kehidupan nyata kita belum benar-benar merdeka, kita bisa menjaga “hidayah” yang bersemayam di hati yang menyadarkan kita bahwa fitrah manusia adalah merdeka. Semangat merdeka sangat berharga. Sebab, kemerdekaan sesungguhnya berawal dari suara hati. Ingatkah kita akan Bilal, budak Habsyi yang bekerja di rumah Umayah bin Khalaf, seorang pemimpin kaum musyrikin Mekah. Ketika mendengar telah datang seorang Nabi membawa risalah Islam, ia segera datang kepada Rasulullah untuk memeluk agama Allah. Demikian juga Sa’ad bin Abi Waqqash yang diam-diam memeluk Islam setelah mendapat hidayah melalui mimpi. Bilal kemudian dimerdekakan oleh Abu Bakar. Tapi kisah sebelum itu adalah episode perjuangan berat penuh siksaan fisik dan mental yang harus dialami Bilal. Yang menarik disimak dari kisah muadzin legendaris itu adalah fakta bahwa bukan kemerdekaan dari perbudakan yang menjadi motifasinya memeluk Islam. Sebaliknya, kecintaannya kepada agama Allah telah membebaskannya dari belenggu perbudakan. Kalau Bilal harus menghadapi siksaan fisik untuk mempertahankan keyakinannya, Sa’ad bin Abi Waqqash mesti menempuh dilema maha berat: Ibunya menolak

CARE newsletter
Edisi Rajab 1429H

H. Mursjid Mahmud M. Anwar Sani Joko Windoro Herwibawa Aya Hasna

Penanggungjawab Pemimpin Redaksi Redaktur Pelaksana Redaksi Kontributor

Komplek Masjid Agung Al Azhar Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp. 021 7221504, 021 7204733 Fax. 021 7265241 Iklan: Warsito (0818 708587)

Dewan Pertimbangan: H. Ir. Adiwarman A Karim, SE, AK, MAEP H. Drs. Rusydi Hamka; H. Mahfud Makmun; H. Nasroul Hamzah, SH Komisi Pengawas: H. Drs. Soebroto Tirtoatmodjo; H. Arlinus Sampono; Agus Heryanto, SH; Dra. Massaina Daud; Drs. H. Tulus Badan Pelaksana: H. Mursjid Mahmud; H. Chairul Anwar, SE; Hj. Aty Nurchamid Direktur Eksekutif: M. Anwar Sani Corporate Secretary: Suryaningsih; Tia Indrawan (Public Relation); Fundraising: Dwi Kartikaningsih, SEI (Supervisor); Siti Sarifah; Mardiyati Program/Pendayagunaan: Joko Windoro (Manajer); Agus Budiono; Iwan Rahmat, Endang YP Keuangan:Farid (Supervisor); Uci Komunikasi Media: M. Taufik, Herwibawa Percetakan: Azzahra Graphic (Isi di luar tanggungjawab percetakan)

Jejaring Al Azhar Peduli Ummat:

foto: jw

Fokus

Merdeka dengan Derma
“S
etiap manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merdeka,’’ kata Umar bin Khattab. Ketika ditanya Panglima Rustum apa motivasi pasukan Islam memasuki Kerajaan Persia dalam Perang Qadhisiyah, panglima Ruba’i bin Amir menjelaskan: “Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan kami untuk membebaskan manusia dari memperhambakan diri kepada selain Allah dan melepaskan belenggu duniawi menuju dunia bebas, dan dari agama yang sesat menuju keadilan Islam.”

Menjaga Kemuliaan Muhammad Hussain Abdullah, dalam kitabnya Dirasaatun fil fikri al-Islami, menjlentrehkan fungsi hukum Islam sebagai penjaga delapan kemuliaan manusia dan bangsa. Di antaranya adalah pelindung kehormatan (al-Muhafadhotu ‘ala al-Karomah) dan jiwa (al-Muhafadhotu ‘ala an-Nafs). Jauh sebelum Peter L Berger dalam bukunya Piramida Kurban Manusia (2005) mengatakan, Agamaagama harusnya menggunakan prinsip kedermawanan dan kesukarelaan sebagai jalan untuk membangkitkan aksi-aksi yang membebaskan, Islam sudah mengajarkannya. Dengan zakat dan sedekah, orang Islam diajak untuk membebaskan diri dari dominasi sifat-sifat kebinatangan yang inheren dalam diri setiap insan, semisal kikir alias bakhil (QS.4:37).

Judy, anak suku Dayak Basam yang telah direlokalisasi di pemukiman transmigran sedang mengangkat meja belajar ke kelasnya yang baru di SDN 007 Citra Manunggal Jaya, Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur, Kaltim. Foto oleh: Joko W.

Andai Indonesia Berzakat

3

Fokus
Murid TK Islam Al Azhar Bintaro bersedekah di sela roadshow dongeng Islami , Ramadhan tahun lalu. Foto oleh: Joko W.

Memerdekakan Tak hanya memerdekakan kejiwaan, sedekah pun berfungsi membebaskan dari penyakit fisik. “Obatilah sakit kalian dengan bersedekah,” nasihat Rasulullah SAW (HR Khatib dari Ibnu Mas’ud). Selain itu, zakat merupakan ikhtiar untuk mewujudkan do’a seusai shalat dhuha agar Allah SWT membebaskan harta dari

keharaman. Sebagimana dikatakan Nabi SAW: “Bersihkanlah hartamu dengan zakat.” (HR Khatib dari Ibnu Mas’ud). Zakat dan sedekah juga berfungsi menghapuskan fenomena homo homini lupus (perbudakan antarmanusia). Sebagaimana do’a yang diajarkan Rasul: “Ya Tuhan, aku berlindung kepada-Mu dari belitan hutang (ghalabat al dayn) dan dari kekuasaan orang (qahr al-rijal)’’. Orang yang terjerat utang untuk kepentingan ihsan (mempertahankan hidup atau menjalankan kebajikan) sehingga martabat dan kedaulatan manusiawinya terancam, layak dibebaskan dengan zakat. Dia disebut gharimin, yang merupakan salah satu ashnaf (golongan)

Dewi Gita
Artis
Bakhil, kikir, pelit, medit, koret, kucrit, menjauhkan dari surga dan mendekatkan ke neraka. Hatta sifat ini dimiliki seorang pakar ibadah sekalipun. Rasulullah SAW berwasiat: “Orang pemurah dekat dengan Allah, manusia, dan dengan surga, serta jauh dari neraka. Orang bakhil jauh dari Allah, manusia, dan jauh dari surga serta dekat dengan neraka. Orang jahil (bodoh) tapi pemurah, lebih dicintai Allah daripada ahli ibadah yang bakhil” (HR Turmudzi). Karena itu, ketika mendengar pesan Rasulullah SAW melalui Aisyah ra bahwa “Abdurrahman bin Auf masuk ke surga dengan merangkak,’’ shahabat yang kaya raya ini semakin cepat kaki ringan tangan. Suatu hari misalnya, Abdurrahman bin Auf memborong tanah senilai 40.000 dinar (setara kurang lebih Rp 17 Milyar). Kapling-kapling tanah subur itu lalu ia bagikan kepada kaum dhuafa dari kalangan Bani Zahra, fakir-miskin, dan sebagian untuk istri-istri Nabi. Ketika Nabi hendak memberangkatkan ekspedisi jihad, Abdurrahman menyumbang 500 ekor kuda terbaik. Pada ekspedisi yang lain, beliau menyerahkan 150 kuda. 4
Andai Indonesia Berzakat

Mencari Ridho Allah

Foto oleh: Herwibawa

DALAM BERKARIR saya tak melulu memikirkan honor atau uang yang saya dapat. Tapi, kalau ada amplop dan isinya ya,.. Alhamdulillah. Namanya juga rejeki. Kalau tidak diterima Allah bisa marah. Yang penting tidak semua boleh diambil. Ada sebagian (di antaranya) yang bukan hak kita. Apa lagi kalau Ramadhan, Insya Allah momentum itu saya gunakan untuk lebih melipatgandakan jiwa sosial, terutama untuk yatim dan dhuafa. Entah mengapa Indonesia ini masih saja memiliki banyak orang yang kurang beruntung. Tetapi sebenarnya inilah tugas kita sebagai hamba Allah untuk membantu mereka. Yang pasti saya ingin membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan sesuai dengan kemampuan saya selama sifatnya positif. Tak ada lagi hitunghitungan ini-itu, pokoknya hayo.., hitung-hitung kedermawanan itu menjadi tabungan akhirat saya. Sebagai ummat saya hanya bisa mensyukuri apa yang saya dapatkan. Yang penting Allah Ta’ala Ridho dengan apa yang saya lakukan. Mudah-mudahan angka kemiskinan di Indonesia bisa berkurang, sehingga Indonesia lebih merdeka dan lebih maju. [hw]

mustahik (yang berhak atas) zakat. Dengan zakat pula, budak atau riqab dimerdekakan. Budak jaman kiwari misalnya TKW yang tengah menderita di berbagai negara. Juga para pekerja kontrak yang tidak memiliki jaminan atas keberlangsungan ikatan kerja. Ibnu Abbas ra meri-wayatkan bahwa Rasulullah mengatakan, “Tidak berdosa orang memerdekakan budak dengan harta zakatnya.” (HR Ahmad dan Al-Bukhari). Ditegaskan lagi dalam hadits dari Abu Hurairah ra: “Ada tiga golongan yang semuanya (menjadi) hak Allah untuk menolongnya: Orang yang berperang di jalan Allah, seorang budak yang ingin merdeka dengan angsuran, dan orang yang menikah karena hendak mensucikan diri” (HR. Lima Imam kecuali Abu Dawud). Kini, 63 tahun sudah Indonesia merdeka. Namun, masih banyak rakyatnya yang terjajah. Betapa tragis misalnya, ketika satu demi satu pejabat dan mantan pejabat digiring masuk bui lantaran diperbudak nafsu korupsi. Pada saat yang sama, jutaan rakyat lain menjadi budak di negeri orang, dan jutaan lainnya menggantungkan kelangsungan hidupnya pada jerat rentenir. Jangan ditanya, apakah negeri kita butuh zakat dan sedekah. Lebih elok berkaca, apakah kedermawanan kita sudah mendorong kemerdekaan sesama manusia. [Aya Hasna]

KH. Didin Hafididdin
Ketua BAZNAS

Harus Bekerja Keras
INDONESIA sudah 63 tahun merdeka. Tapi sepertinya bangsa Indonesia masih harus bekerja keras. Banyak sektor yang harus dibenahi. Misalnya sektor ekonomi yang masih jauh tertinggal yang menyebabkan keterpurukan. Ini bisa menimbulkan kesenjangan sosial dan menjadi bom waktu yang bisa memperburuk suasana ketentraman warga bangsa. Sejarah membuktikan, ketika terjadi kesenjangan sosial, masyarakat mudah disulut untuk melakukan tindakan negatif. Pemerintah harus berani memikirkan skala prioritas. Ini penting karena peningkatan income perkapita dalam setiap kegiatan pembangunan yang dilakukan Orde Baru semuanya bersifat semu dan tidak ada yang nyata. Semuanya dibiayai oleh utang luar negeri, bukan menggali hasil kekuatan sendiri. Ketika regim Soeharto jatuh, rakyat Indonesia dibebani utang yang besar yang masih ditambah kerugian negara yang berjumlah ratusan triliun akibat kasus dana BLBI. Semua itu akibat sistem pemerintahan kapitalistik ribawi yang mengikuti keinginan Wolrd Bank, IMF, dan sebagainya, yang menguntungkan dunia barat itu. World Bank dan IMF bukan lembaga donor. Mereka tidak memberikan apa-apa. Mereka hanya meminjamkan uang yang harus dikembalikan dengan bunga besar. Sebe-

Andai Indonesia Berzakat

5

Foto oleh: Herwibawa

narnya, uang untuk membayar bunga utang itu cukup untuk memberikan subsidi rakyat Indonesia. Kita harus memulai segala sesuatunya dengan benar. Lembaga-lembaga seperti Al-Azhar Peduli Ummat, Baznas, ESQ, dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang dimiliki oleh umat harus bersatu. Bersama kita bangun pergerakan bangsa untuk memajukan Indonesia. Gerakan ini harus dibuat, sebab masyarakat Indonesia harus dibangkitkan kesadaran kebersamaannya untuk melihat masa depan Indonesia yang lebih baik. Kita tidak bisa mengandalkan pemerintah. Pemerintah jangan bertindak sendiri dalam menentukan nasib rakyatnya dan harus mewadahi dan mendukung setiap partisipasi masyarakatnya. Biarkan lembaga-lembaga zakat hidup secara mandiri karena mereka sudah menjadi andalan dan bisa menjalankan amanahnya dengan baik. Kalau itu terjadi, insya Allah Indonesia akan bisa bangkit. Bahkan bisa melebihi kemajuan dari negara-negara lain. [hw]

Fokus

Ir. Maderiyanto

Ketua Yayasan Taskiyah Amythas

Iskandar Zulkarnain

Ubah Jadi Kantor Zakat

Kemerdekaan Hati

Managing Director Internusa Cargo

KALAU SETIAP MUSLIM melaksanakan wajib zakatnya baik sebagai pribadi maupun atas nama perusahaan yang dimilikinya, maka kemiskinan di Indinesia bukan hanya bisa berkurang tetapi bisa hilang. Artinya mereka yang dhuafa tidak miskin karena tersantuni dengan baik. Sehingga busung lapar dan gizi buruk bisa ditiadakan. Berdasarkan hal itulah Yayasan Taskiyah Amythas memberikan sebagian rejekinya untuk mereka. Kami bermitra dengan Al-Azhar Peduli Ummat dan lembaga sejenis lainnya agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Sebab Yayasan Taskiyah Amythas tidak memiliki database dan armada yang cukup. Saya juga heran kenapa di 63 tahun kemerdekaan, Indonesia masih memprihatinkan. Mungkin pemerintah perlu mengganti kantor pajak menjadi kantor zakat. Tutup itu kantor pajak dan ganti dengan zakat. Pajak itu haram, sedang yang wajib dan halal adalah zakat. Dengan cara ini teguran bagi orang mampu untuk berzakat bisa maksimal. Pegawai atau pengelolanya harus yang amanah sehingga uang yang masuk tidak dikorupsi untuk keuntungan diri dan keluarga mereka. Sehingga masyarakat percaya dan mau mengeluarkan zakatnya dengan ikhlas, tidak seperti membayar pajak. Ke depannya, saya berharap mustahik kelak bisa ditransformasi menjadi muzaki. Caranya bagaimana, itu lembaga zakat yang paham. Jika penyaluran zakat dengan sistem bergulir, akan menjadi efek yang baik yang bisa menghilangkan derita orang yang masih susah dan miskin. [hw]

KEMISKINAN diakibatkan oleh struktur sosial dan karena salah kebijakan (pemerintah). Seperti BLT misalnya, itu hanyalah kesenangan sesaat, tidak mendidik dan tidak bermanfaat untuk jangka panjang. Bukan begitu kalau membuat kebijakan. Kalau membuat kebijakan mbok ya yang nyata saja seperti menyediakan minyak, pangan, sekolah, dan kesehatan untuk orang miskin. Semua itu manfaatnya akan terasa panjang. Allah Swt. mewajibkan manusia untuk mengeluarkan sebagian hartanya melalui zakat dan sedekah. Tapi tak sedikit juga manusia yang pelit dan tidak mau mengeluarkan harta untuk orang miskin. Inilah yang menyebabkan turunnya surat Al ma’un. Oleh sebab itu, Allah pula yang menyuruh mengambil sedikit harta (oleh amil yang ditunjuk) dari orang yang berpunya. Dengan kata lain, kita harus menyadarkan banyak orang untuk menjalankan kewajiban ini. Bahkan kalau perlu dengan paksaan. Entah mengapa masih banyak orang yang enggan berzakat, apa lagi bersedekah. Padahal kalau kita mengeluarkan zakat hati ini akan senang, aman, dan nyaman. Inilah kemerdekaan sesungguhnya. Selain itu harta yang kita keluarkan insyaAllah akan kembali lagi melalui rejeki yang lain. Tak perlu kita menghitung harta yang kita miliki. Percayalah bahwa Allah Ta’ala tak akan keliru memberikan rejeki pada hambanya yang beriman. [hw]

Foto-foto oleh: Herwibawa

Da’i Anti Aliran Sesat
“KALAU DAKWAH marak tapi kesesatan semakin merajalela, jangan-jangan ada yang salah dengan da’inya,” ucap keras H. Syuhada Bachri. “Kita butuh da’i yang mampu melahirkan ummat sekaliber Buya Hamka,” lanjut Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia saat berorasi dalam acara “Mengenang 100 Tahun Buya Hamka” di Masjid Agung Al Azhar, Februari lalu. Pesan itu memicu Pendidikan Mubaligh Al Azhar (PMA) meningkatkan kualitas lulusan lembaga pencetak da’i itu. Salah satunya dengan mengintensifkan kelas Kajian Khusus. Sabtu (28/6) PMA mewisuda 100 persen mahasiswa/i didiknya di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al-Azhar. “Tugas berat menanti para wisudawan/wati. Di antaranya adalah mencegah agar jangan sampai aliran sesat seperti Ahmadiyah muncul kembali,” ucap Hariri Hady, Ketua Umum YPI Al-Azhar saat memberikan pidatonya. [hw]
Foto-foto dan naskah oleh: Herwibawa

Wisuda PMA

Ragam

Bank Mega Syariah
BANK MEGA SYARIAH (BMS) menyerahkan zakat korporasi senilai Rp3.193.179.000 kepada 10 Lembaga Amil Zakat di menara Bank Mega, Jakarta, 17 Juli 2008. Kesepuluh lembaga tersebut adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Al Azhar Peduli Ummat, Dompet Dhuafa Republika, Rumah Zakat Indonesia (RZI), LAZIS Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), LAZIS Muhammadyah, Aksi Cepat Tanggap (ACT), LAZIS Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), dan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU). Selain penyerahan zakat, BMS juga menyerahterimakan dua mobil operasional kepada Dompet Dhuafa dan ACT. Satu unit mobile clinic untuk program Posyandu Keliling diserahkan kepada Al Azhar Peduli Ummat. “Semoga langkah ini bisa diikuti oleh lembaga dan korporasi lainnya,” ujar Ketua Baznas, KH. Didin Hafiduddin saat memberikan sambutan. [hw]

Zakat Korporasi

Are They Ok, Mom?
KOMPLEK MASJID AGUNG Al Azhar “banjir darah dan airmata”, Minggu (6/7) lalu. Walau sesekali terdengar jerit tangis, tapi suasana yang mengambang di udara justru beraroma bahagia. Betapa tidak, pagi yang bening itu 199 anak menjalani fase penting dalam kehidupan sebagai muslim: disunat. Ya, Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar kembali menyelenggarakan khitan massal di lingkungan komplek Masjid Agung. Manurut Ketua YPI, H. Nasroul Hamzah, kegiatan itu merupakan program sosial kepedulian dari Balai Kesehatan Masyarakat Al Azhar untuk membantu meringankan beban dhuafa di Jabodetabek. Tak hanya bocah-bocah belia itu yang berurai airmata, orangtua yang menyertai juga sesekali mengusap titik bening di pipinya. “Oh, bahagia sekali rasanya menyaksikan anak kami menjemput masa dewasa,” ujar seorang ibu. Ia buru-buru menghampiri ananda yang dengan ragu bertanya, “Bu, ‘dia’ baik-baik saja kan?” [hw]

Khitan Masal YPI Al Azhar

Andai Indonesia Berzakat

7

Laporan Keuangan dan Daftar Donatur
Penerimaan & Pendayagunaan ZISWAF Juni 2008
PENERIMAAN ZIS # Akad: 1. Saldo Dana Per 30 April 2008 2. Zakat: a. Zakat Maal b. Zakat Fitrah 3. Infaq: a. Infaq Umum b. Infaq Khusus 4. Khusus: a. Bagi Hasil Bank b. Kemanusiaan c. Fidyah d. Wakaf Tunai d. CSR e. Dana non syar’i Jumlah Total: PENDAYAGUNAAN ZIS # Program: 1 Layanan Mustahik: 2 Pemberdayaan: a. Pemberdayaan Pesantren b. Pemberdayaan Pengrajin/Pdg Kecil 3 Pendidikan dan Dakwah: a. Beastudi Yatim Dhuafa Berprestasi b. Pembinaan Rohani Pasien dan LP c. Program Hafidzul Quran d. Penunjang Dakwah e. Beastudi Pendidikan 4 Layanan Jenazah Gratis: a. Akomodasi Layanan dan Sosialisasi 5 Al Azhar Peduli Kesehatan: a. Poliklinik Umum dan Gigi Gratis b. Posyandu Keliling & Mobile Clinic 6 Rumah Gemilang Indonesia: a. Pembangunan RGI b. Operasional dan Sosialisasi RGI 7 Al Azhar Peduli Muslim Nias: a. Advokasi Rekonstruksi & Infaq 8 Distribusi Fidyah: 9 Sosialisasi ZISWAF: Sub Total Biaya Program: 10 Operasional Lembaga: Operasional Rutin Administrasi Perbankan Penguatan Jaringan dan Manajemen Sub Total Operasional Lembaga: Total Pendayagunaan Bulan Juni: Donasi (Rp) 1.372.826.282 187.444.356 40.643.371 44.180.000 502.870 7.100.000 2.000.000 1.000.000 355.000.000 60.425 2.010.757.304 Jumlah (Rp) 58.199.750 1.235.000 4.500.000 5.000.000 5.000.000 28.951.700 500.000 1.849.000 1.592.000 132.150.000 150.000.000 10.672.700 50.706.000 32.603.500 34.436.600 517.396.250 96.314.901 495.392 4.250.000 101.060.293 618.456.543 # 3564 3565 3566 3567 3568 3569 3570 3571 3572 3573 3574 3575 3576 3577 3578 3579 3580 3581 3582 3583 3584 3585 3586 3587 3588 3589 3590 3591 3592 3593 3594 3595 3596 3597 3598 3599 3600 3601 3602 3603 3604 3605 3606 3607 3608 3609 3610 3611 3612 3613 3614 3615 3616 3617 3618 3619 3620

Daftar Donatur ZAKAT Mei 2008
Donatur Donasi (Rp) Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 220.000 Trsf WSID: Henny Yulianti, Permata Sya. 100.000 Trsf WSID: Suharyono, BCA 1.000.000 Trsf WSID: Andre Sanyoto, BCA 400.000 Trsf WSID: Irawaty, BCA 200.000 Trsf WSID: Dwi Yanti, BCA 50.000 Trsf WSID: Kuntjoro, BCA 250.000 Trsf WSID: Della Mia Kalumata, BCA 100.000 Trsf WSID: Andri Mursyid, BCA 140.000 Trsf WSID: Rudy Prasetyono, BCA 100.000 Trsf WSID: Etna Gunawan, BCA 200.000 Trsf WSID: Arif Budiman, BCA 800.000 Trsf WSID: Deasy Muryani, BCA 50.000 Trsf WSID: Eka Prasetyo, BCA 10.000 Trsf WSID: Aprilia Primadina, BCA 20.000 Trsf WSID: Murni Sayekti, BCA 50.000 Trsf WSID: Nelmy Siregar, BCA 125.000 Trsf WSID: Hendra Kuncoro J, BCA 25.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 50.000 Trsf WSID: Laelah Sani, BCA 50.000 Trsf WSID: Istiyana Meidita, BCA 50.000 Trsf WSID: M. Fuady Abbas, IR, BCA 500.000 Trsf WSID: Rama Budisetyo, BCA 300.000 Trsf WSID: Dhyan Beilifian, BCA 30.000 Trsf WSID: Hamdi Syarifudin D, BCA 750.000 Trsf WSID: Insan Pribadi W, BCA 500.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BNI Sya. 150.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BNI Sya. 13.951 Trsf WSID: Giyarhadi W, BRI Sya. 200.000 Trsf WSID: Ja‘far Muni, Danamon Sya. 55.555 Supriyanto, Jaksel 200.000 Soesilowati, Jaksel 150.000 Mohamad Sadikin, Jaksel 200.000 Yudhistira Ikhsan P, Ciputat 125.000 Sidik, Tangerang 100.000 Kirono Krishnayani, Jaksel 2.000.000 Trsf WSID: Adi Pranata, BCA 150.000 Trsf WSID: Moch Solikhin SE, BCA 150.000 Trsf Via ATM: Ahmad Johari, BCA 450.000 Trsf Via ATM: Febri Budiyanto, BCA 250.000 Trsf Via ATM: Metty Kusmayatin, BCA 125.000 Trsf Via ATM: Lufiandi, BCA 500.000 Trsf Via ATM: Dwiya dan Keluarga, BCA 300.000 Trsf WSID: Etna Gunawan, BCA 200.000 Trsf WSID: Mas Achmad Daniri, BCA 500.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 2.000.000 Trsf WSID: Arienda, BCA 1.000.000 Trsf WSID: Ida Hafnia, BCA 200.000 Trsf WSID: Sofyan Yasin, BMI 1.687.500 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 3.500.000 Rizki Adi P. Bin H. Krisna Budi, Jaksel 200.000 Gina Puspita S, Jaksel 200.000 Aprilla Sari, Tangerang 100.000 Imran Johny, Tangerang 100.000 Trsf Via ATM: Hamba Allah, BCA 1.000.000 Trsf Via ATM: Anang Alfiansyah, BCA 125.000 Trsf WSID: Siti Nuryati, BCA 200.000

Saldo Per 31 Juni 2008: 1.392.300.761

CARE Quote of the month: Zakat dan sedekah juga berfungsi menghapuskan homo homini lupus (perbudakan antar-manusia). Sebagaimana do’a yang diajarkan Rasul: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari belitan hutang (ghalabat al dayn) dan dari kekuasaan orang (qahr al-rijal)’’.

Daftar Donatur
Daftar Donatur ZAKAT Juni 2008
# 3621 3622 3623 3624 3625 3626 3627 3628 3629 3630 3631 3632 3633 3634 3635 3636 3637 3638 3639 3640 3641 3642 3643 3644 3645 3646 3647 3648 3649 3650 3651 3652 3653 3654 3655 3656 3657 3658 3659 3660 3661 3662 3663 3664 3665 3666 3667 3668 3669 3670 3671 3672 3673 3674 3675 3676 3677 3678 3679 3680 3681 3682 3683 3684 3685 3686 3687 3688 3689 3690 Donasi (Rp) Donatur 280.000 Trsf WSID: Catharina K, BCA 195.000 Trsf WSID: Deddy Iswandi, BCA 5.000.000 Trsf WSID: Zulkifli Zaini, BSM 60.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 350.000 Trsf WSID: Sulistyo Tri, BSM 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 50.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 100.000 Trsf WSID: Erwin Ibrah, Danamon Sya. 30.000 Trsf WSID: Andy Wijaksono, Permata Sya. 500.000 Kel. Ibu Yuni Suprapto, Jaksel 81.500 Rudi Wahyudi, Jaksel 106.250 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 5.000.000 Trsf Via ATM: Rudy Kamal, BCA 25.000 Trsf WSID: Sundari, BCA 14.000 Trsf WSID: Heru Haryanto, BCA 100.000 Trsf WSID: Eka Triwiyanti, BCA 150.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 125.000 Trsf WSID: Yudha Gatot, Danamon Sya. 5.000.000 Hj. Nurbaiti (Alm), Jaksel 50.000 Suyoto, Tangerang 30.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 50.000 Trsf WSID: Sari Puspita Wati, BCA 100.000 Trsf WSID: Achmad Sungkar, BCA 50.000 Trsf WSID: Kamaria, BCA 100.000 Trsf WSID: Kirana Ratnamukti, BCA 75.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 100.000 Trsf WSID: Aleksander Hartawan, BCA 50.000 Trsf WSID: Yunus Mahfud, BCA 250.000 Trsf WSID: Kuntjoro, BCA 50.000 Trsf WSID: Bambang Uthoro, BCA 200.000 Trsf WSID: Deddy Wijaya, BCA 50.000 Trsf WSID: R. Hetty Suhadiati, BCA 80.000 Trsf WSID: RA Rosita IR, BCA 100.000 Trsf WSID: Kurniawati Hastani, BCA 200.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 1.000.000 Trsf WSID: Pipit, BNI Sya. 65.000 Trsf WSID: Agus Mulyanto, Permata Sya. 500.000 Hamba Allah, Jakarta Selatan 60.000 Agus Ahmad Daelami, Jaksel 100.000 Dali, Jaktim 100.000 Eliza Octavianti Rogi, Jakut 100.000 Sarfidi Yusuf Aspoor, Jaksel 300.000 Nitik Henning Muji R, Jakbar 100.000 Trsf WSID: Agus BS, BCA 70.000 Trsf WSID: Diny Linawati, BCA 125.000 Trsf WSID: Maharani Mitha P, BCA 500.000 Trsf WSID: Rama Budisetyo, BCA 250.000 Trsf WSID: Sisca Johanna E, BCA 100.000 Trsf WSID: Siti Muryani Ratna, BCA 60.000 Trsf WSID: M. Nurdin IR, BCA 1.000.000 Trsf WSID: Kirana Ratnamukti, BCA 150.150 Trsf WSID: R Yuda Indrawan, BCA 40.000 Trsf WSID: Eka Prasetyo, BCA 300.000 Trsf WSID: Lista Dewi S, BCA 1.000.000 Trsf WSID: NY Atty Ahadiah, BCA 50.000 Trsf WSID: Melinda, BCA 250.000 Trsf WSID: Nurhastiti S, BCA 1.000.000 Trsf WSID: Gitayana Dessy Z, BCA 25.000 Trsf WSID: Reza Faldian, BCA 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BMI 10.000.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 500.000 Trsf WSID: Febrina A, BSM 6.500.000 Trsf WSID: Nizam R. Hasibuan, Permata Sya. 500.000 Cherry RL, Bogor 145.000 Guru&Karyawan TKIA 18, 464.250 Guru SDIA 18 Cianjur, Cianjur 7.792.550 Karyawan&Guru YPI Al-Azhar, Jaksel 300.000 Djuang Fadjar, Jakut 40.025 SMPIA 20 Cianjur 42.450 H. Chairul Andai Indonesia Berzakat # 3691 3692 3693 3694 3695 3696 3697 3698 3699 3700 3701 3702 3703 3704 3705 3706 3707 3708 3709 3710 3711 3712 3713 3714 3715 3716 3717 3718 3719 3720 3721 3722 3723 3724 3725 3726 3727 3728 3729 3730 3731 3732 3733 3734 3735 3736 3737 3738 3739 3740 3741 3742 3743 3744 3745 3746 3747 3748 3749 3750 3751 3752 3753 3754 3755 3756 3757 3758 3759 3760 Donasi (Rp) Donatur 2.000.000 Trsf Via ATM: Rini Suwantini, BCA 1.000.000 Trsf Via ATM: Widodo, BCA 250.000 Trsf WSID: Ngatilah, BCA 450.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 50.000 Trsf WSID: Yunita Ekaharini, BCA 100.000 Trsf WSID: Herni Yusnita, BCA 150.000 Trsf WSID: Frid, BNI Sya. 5.000.000 Nana Mahfudin, Ir, Jakarta Selatan 50.000 Trsf WSID: Kurniawan Enteng S, BCA 999.900 Trsf WSID: Muhammad Sigit N, BCA 500.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 375.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, Permata Sya. 550.000 Muhammad Johan Joko Untung, Jaksel 50.000 Maria Ulfah, Jakarta Selatan 50.000 Dayan, Jakarta Selatan 500.000 Ratu Nurhayati, Tangerang 1.500.000 Atarashi Alrizky, Jaksel 700.000 Annisa Sudjatmiko & Joffy A, Tangerang 200.000 Mohamad Sadikin, Jaksel 100.000 Trsf WSID: Endang Morina I, BCA 100.000 Trsf WSID: Yulis Sadyowati SE, BCA 70.000 Trsf WSID: Desire Sofiawati, BCA 200.000 Trsf WSID: Wuri, BNI Sya. 100.000 Rizqi Fitrianti, Depok 200.000 DR. Ichwan Dwi Cahyono, Jaksel 200.000 Trsf WSID: Irke Silvani Riasa, BCA 200.000 Trsf WSID: Muhammad Ridwan ST, BCA 150.000 Trsf WSID: Liany, BCA 100.000 Trsf WSID: Wuri, BNI Sya. 50.000 Priscka Maharani, Cikarang Bekasi 100.000 Yati Sariwati, NY, 100.000 Adi Depok, 100.000 Nurjuliar Oemar, HJ, Jakarta 50.000 Hamba Allah Indomobil, Jakarta 100.000 Trsf Via ATM: Eni Tri Lestari, BCA 50.000 Trsf WSID: Dicky, BCA 100.000 Trsf WSID: Purwo Priatno, BCA 300.000 Trsf WSID: Ra Rosita, IR, BCA 50.000 Trsf WSID: Woro Palupi, BCA 50.000 Trsf WSID: Syarifatul Ulfah, BCA 500.000 Trsf WSID: Fithria Laksmiwati, BCA 38.000 Trsf WSID: Liany, BCA 200.000 Trsf WSID: Viera Agustya, BCA 256.250 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 200.000 Trsf WSID: Ida Hafnia, BCA 200.000 Trsf WSID: Arianto Eko P, BCA 100.000 Trsf WSID: Erwin Nurul Zacky, BCA 200.000 Ati, Jakarta Barat 500.000 Sarwono Kosasi, H, Jakarta 600.000 Ratna Artiningsih,DR, Jaksel 150.000 Chandra, Jaksel 150.000 Raihan, Jaksel 125.000 Trsf Via ATM: Anang A, BCA 115.000 Trsf Via ATM: Bhaskoro, BCA 200.000 Trsf WSID: Revianti Puspita, BCA 50.000 Trsf WSID: Royhan Syarif, BCA 300.000 Trsf WSID: Anita Dyah Hastuti, BCA 25.000 Trsf WSID: Juli Prasetyo, BCA 175.000 Trsf WSID: Surya, BNI Sya. 26.000 Prapti Wahyuni, 50.000 Abdurrahman, Jaksel 1.650.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 100.000 Trsf WSID: Marfuah Panji A, BCA 50.000 Trsf WSID: Nur Firman, BCA 550.000 Trsf WSID: Muhammad Ramadhan, BCA 66.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 200.000 Trsf WSID: Sotya Mayangwuri, BCA 100.000 Trsf WSID: Sari Awalia, BCA 650.000 Trsf WSID: Achmad Reza W, BCA

10

Daftar Donatur
Daftar Donatur ZAKAT Juni 2008
# 3761 3762 3763 3764 3765 3766 3767 3768 3769 3770 3771 3772 3773 3774 3775 3776 3777 3778 3779 3780 3781 3782 3783 3784 3785 3786 3787 3788 3789 3790 3791 3792 3793 3794 3795 3796 3797 3798 3799 3800 3801 3802 3803 3804 3805 3806 3807 3808 3809 3810 3811 3812 3813 3814 3815 3816 3817 3818 3819 3820 3821 3822 3823 3824 3825 3826 3827 3828 3829 3830 Donatur Donasi (Rp) Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 100.000 Trsf WSID: Rahmat, BNI Sya. 200.000 Trsf WSID: Henny Yulianti , Permata Sya. 50.000 TKI AL-Azhar 27 Cibinong, Bogor 500.000 Bambang, Tangerang 1.000.000 Kel. Wantya Sapardan, Jaksel 3.000.000 Trsf WSID: Abdul Mukhtie F, BCA 1.000.000 Trsf WSID: Juniandi, BCA 50.000 Trsf WSID: Farida, BCA 100.000 Trsf WSID: Ida Hafnia, BCA 1.000.000 Trsf WSID: Ra Rosmala Dewi,IR, BCA 130.000 Trsf WSID: Istiyana Meidita, BCA 50.000 Trsf WSID: Askum, BNI Sya. 300.000 Iqbal Rawanda, Jakarta Selatan 1.000.000 Kel. Ibu Yuni Suptapto, Jakarta Selatan 1.000.000 Moh. Abdilah Nuradhi,Banten 1.150.000 Khemo, Jakarta Selatan 3.200.000 Fajar Indrawan & Cindy F. Indrawan, Jaksel 50.000 Nita, Jakarta 500.000 Ida Lestari, Jakarta Selatan 1.000.000 Sri Susilowati, Tangerang 100.000 Sulastri, Jakarta Selatan 1.000.000 Hamba Allah, Jakarta 500.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 20.000 Trsf WSID: Atty Ahadiah,NY, BCA 1.000.000 Trsf WSID: Martiadi Febrino, BCA 500.000 Trsf WSID: Dyah Retno Antarin, BCA 100.000 Trsf WSID: Retno Widianarni, BCA 100.000 Trsf WSID: Muhammad Ridwan,ST, BCA 80.000 Trsf WSID: UAI, BSM 1.166.972 Trsf WSID: Dina Purwan, Danamon Sya. 75.000 Darmawaty Malik, Jaksel 1.000.000 Muhamad Fadli, Depok 150.000 Trsf Via ATM: Iznindar, BCA 500.000 Trsf Via ATM: Sri Suwantini, BCA 1.000.000 Trsf WSID: Ahmad Usman, BCA 1.000.000 Trsf WSID: Keluarga Nano A, BSM 5.000.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 100.000 Trsf WSID: Indra Arnaz, Danamon Sya. 50.000 Trsf WSID: Erwin Ibrah, Danamon Sya. 80.000 Trsf WSID: Widya Yudhayanto, Permata Sya. 310.000 Trsf WSID: Fanny AngelaA S PS, BCA 280.077 Trsf WSID: RR Desy S Wahyunin, BCA 100.000 Trsf WSID: Dian Hadianti, BCA 30.000 Trsf WSID: Badril Johan Syaaf, BCA 50.000 Trsf WSID: Evita Anomsari, BCA 100.000 Trsf WSID: Asad Abdulkadir, BCA 235.000 Trsf WSID: Herlambang Sukma S, BCA 100.000 Trsf WSID: Citra Ambarsari, BCA 1.000.000 Trsf WSID: Ida Hafnia, BCA 100.000 Trsf WSID: Fajar Irawan,IR, BCA 500.000 Trsf WSID: Wiranjani Ade Suwa, BCA 100.000 Trsf WSID: Meiko Tourista, BCA 400.000 Trsf WSID: Cassandra Adenan, BCA 70.000 Trsf WSID: Yulistiana Chandra, BCA 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BRI Sya. 30.000 Trsf WSID: Yusfar, Permata Sya. 250.000 Trsf WSID: Diaz Aditya W., Permata Sya. 2.500.000 Trsf WSID: Widodo, Permata Sya. 500.000 Kalugi, Jakarta Selatan 150.000 Zuni 200.000 Djuang Fadjar, Jakarta Utara 500.000 Trsf WSID: Kurniawati Hastiani, BCA 100.000 Trsf WSID: Bukhori, BCA 90.000 Trsf WSID: Riza Verdizon, BCA 66.833 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 2.000.000 Trsf WSID: YW.Al-Muhajirin, BMI 771.875 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 550.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 50.000 Trsf WSID: Adi Pranata, BCA 150.000 # 3831 3832 3833 3834 3835 3836 3837 3838 3839 3840 3841 3842 3843 3844 3845 3846 3847 3848 3849 3850 3851 3852 3853 3854 3855 3856 3857 3858 3859 3860 3861 3862 3863 3864 3865 3866 3867 3868 3869 3870 3871 3872 3873 3874 3875 3876 3877 3878 3879 3880 3881 3882 3883 3884 3885 3886 3887 3888 3889 3890 3891 3892 3893 3894 3895 3896 3897 3898 Donatur Donasi (Rp) Trsf WSID: Mudayat, BCA 90.555 Trsf WSID: Reni Anggraini, BCA 150.000 Trsf WSID: Trianto Irawan, BCA 250.000 Trsf WSID: Fernantomo Heruwib, BCA 165.000 Trsf WSID: Nico Surya Yunus, BCA 30.000 Trsf WSID: Elisa Wijayanti, BCA 1.500.000 Trsf WSID: Sri Hari Rochdiana, BCA 62.500 Trsf WSID: Ida Hanifah, BCA 100.000 Trsf WSID: Hendriyanto, BCA 100.000 Trsf WSID: Erwin Nurul Zacky, BCA 200.000 Trsf WSID: Aini Ibrahim Balwe, BCA 41.000 Trsf WSID: Wahyudi, BCA 2.250.000 Trsf WSID: Suprayogi, BCA 250.000 Trsf WSID: Arie Mustofa, BCA 50.000 Trsf WSID: Febriana Aliria A, BSM 500.000 Trsf WSID: YPI Al-Azhar, BSM 100.000 Trsf WSID: Henny Yulianti, Permata Sya. 100.000 Hamba Allah, Jakarta 732.838 Fuad Dharmawan, Jaksel 250.000 Kel. Wantya Sapardan, Jaksel 3.000.000 Hamba Allah, Jakarta Selatan 100.000 Mohammad Ridha,Bekasi 100.000 Sufial Siddik Harahap, 300.000 Muhammad Faisal,Bekasi 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 60.000 Ade Kusmiati, Jakarta Selatan 450.000 Agung Krisnanto,Bekasi 700.000 Januar Nasution, Jakarta Selatan 200.000 Trsf Via ATM: Laksmi Lestari, BCA 125.000 Trsf Via ATM: Ajar Setiady NY, BCA 300.000 Trsf Via ATM: Rifky W, BCA 400.000 Trsf WSID: Ahmad Nahoi, BCA 40.000 Trsf WSID: Fajar Indrawan, BCA 50.000 Trsf WSID: Rina Utami SH, BCA 1.500.000 Trsf WSID: Deasy Muryani, BCA 100.000 Trsf WSID: Herlambang Sukma, BCA 100.000 Trsf WSID: Waseso Yalanto, BCA 111.875 Trsf WSID: Rudi Imran, BCA 1.250.000 Trsf WSID: Sawiji, BCA 100.000 Trsf WSID: Eka Prasetyo, BCA 50.000 Trsf WSID: Widodo Dwi Susanto, BCA 200.000 Trsf WSID: Ristiana Sari, BCA 500.000 Trsf WSID: Marita Srilahati, BCA 250.000 Trsf WSID: Lameth Dwi Rartant, BCA 323.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 15.000.000 Trsf WSID: Dwi Yanti, BCA 50.000 Trsf WSID: Farah Ziska, BCA 150.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BMI 3.000.000 Trsf WSID: Hasna, BSM 1.000.000 Trsf WSID: Hamba Allah, B S M 100.000 Trsf WSID: Windira K, Danamon Sya. 25.000 Trsf WSID: Ekowidyarso, Danamon Sya. 50.000 Trsf WSID: Rastono H., Permata Sya. 100.000 Trsf WSID: Andy Wijaksono, Permata Sya. 25.000 Rizki Adi Pratama Bin H. Krisna Budi, Jaksel 400.000 Rohman, Jakarta Barat 200.000 Eri Bukhori, Jakarta Selatan 500.000 Arief Suryo, Jakarta Timur 262.500 Indi Pusparani, Jakarta Pusat 60.000 Nitik Hening Muji R,Jawa Barat 400.000 Indra Septa Nugraha 1.000.000 Trsf WSID: Wahyu Hidayat, Mandiri 500.000 Trsf WSID: Neni, Mandiri 100.000 Trsf WSID: Ismail Najib, Mandiri 1.000.000 Trsf WSID: Ummu Athiyah, Mandiri 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, Mandiri 1.150.000 Trsf WSID: Hamba Allah, Mandiri 450.000 Trsf WSID: PT Samudera Mas Line,Mandiri 5.000.000 Jumlah: 187.444.356

Andai Indonesia Berzakat

11

Daftar Donatur
Daftar Donatur INFAQ Juni 2008
# 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 Donatur Donasi (Rp) Trsf WSID: Harry Nugraha, BCA 1.000.000 Trsf WSID: Andre Sanyoto, BCA 400.000 Trsf WSID: Ria Junita, BCA 50.000 Trsf WSID: Rini Mediana, BCA 50.000 Trsf WSID: Yoseph Frans Bolla, BCA 50.000 Trsf WSID: Rudy Prasetyono, BCA 100.000 Trsf WSID: Haruky Amitadewi, BCA 65.000 Trsf WSID: Yuslikha Kusuma W, BCA 50.000 Trsf WSID: Hengky Iriyawan, BCA 500.000 Trsf WSID: Rachmanie Sahil BS, BCA 100.000 Trsf WSID: M. Fuady Abbas, IR, BCA 100.000 Trsf WSID: Nurlaila P, BCA 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 300.000 Trsf WSID: Diah Heriati, BCA 100.000 Trsf WSID: Dadang Setiawan SE, BCA 100.000 Trsf WSID: Johan Yudhiasto, BCA 25.000 Trsf WSID: Asep Moch. Bagja, BCA 300.000 Trsf WSID: Muhammad Maulidy, BCA 500.000 Trsf WSID: Hamba Allah BSM 50.000 Farida Arifin, Jakarta Selatan 100.000 Trsf WSID: Suharman Rasjid DR, BCA 50.000 Trsf WSID: Sri Hartati, BCA 50.000 Trsf WSID: Arlina Widyastuti, BSM 1.000.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 100.000 Trsf ATM: Andy Wijaksono, Permata Sya. 20.000 Hamba Allah, Jaksel 50.000 Murid Kelas IV SDIAA Pusat, 100.000 Trsf WSID: Radiyem Wardoyo, BCA 600.000 Trsf WSID: Ines Alia, BCA 500.000 Trsf WSID: Hadiah Trinoviyanti, BCA 500.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 75.000 Trsf WSID: Edy Yuniardy, BCA 100.000 Trsf WSID: Alfino Romansjah S, BCA 25.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 50.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 5.000.000 Trsf VIA ATM: Rini, BCA 300.000 Trsf WSID: Ernawati Soetoyo, BCA 100.000 Trsf WSID: Djatmiko P, BCA 30.000 Trsf WSID: Rahmania Ramadani, BCA 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 50.000 Trsf WSID: Rachmanu Fairy D, BCA 55.555 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 2.000.000 Trsf WSID: Febrina A, BSM 500.000 Elly Nurlaily, Jaktim 100.000 Trsf WSID: H. Abdul Rachim, BCA 75.000 Trsf WSID: Achmad Firdaus, BCA 150.000 Trsf WSID: Safrino Adi Setiawan, BCA 100.000 Kaka Kiki Qua, Bogor 89.000 Trsf WSID: Kurniawan Enteng S, BCA 50.000 Trsf WSID: Hamba Allah, B C A 250.000 Trsf WSID: Irwan Muhari, BCA 750.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 25.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 100.000 Trsf WSID: Sukaesih, BSM 1.000.000 Trsf VIA ATM: Hamba Allah, Permata Sya. 100.000 Trsf WSID: Dwi Amanda R, BCA 75.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 500.000 Trsf WSID: Hamba Allah 0210, BCA 500.000 Trsf WSID: Vonny Adriani, BCA 100.000 Trsf WSID: Eko Irawan H, BCA 100.000 Trsf WSID: Ari Ikaputranto, BCA 25.000 Trsf WSID: Reni Anggraini, DR, BCA 100.000 Trsf WSID: Yayah K, BCA 200.000 Trsf WSID: Zuamah Afief, BCA 100.000 Trsf WSID: Aznirsyah, BCA 50.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 50.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 78.400 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 25.000 Dedi Rohendi, Depok 300.000 Andai Indonesia Berzakat Rumah Gemilang Indonesia: Wujudkan Mimpinya # 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 Donatur Donasi (Rp) Karyawan Indomobil 90.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 100.000 Trsf WSID: Agus Muji, BSM 2.764 Trsf WSID: Kemal Saifudin, BCA 289.000 Trsf WSID: Syarifatul Ulfah, BCA 20.000 Trsf WSID: Irawaty, BCA 50.000 Trsf WSID: Viers Agustya, BCA 150.000 Trsf WSID: Jon Spardi, BCA 250.000 Trsf WSID: Jumyetti, BCA 100.000 Trsf WSID: DR Herman Pipih N, BCA 2.000.000 Trsf WSID: Tiwi Nurhastuti, BCA 100.000 Trsf VIA ATM: Hamba Allah, Danamon Sya. 10.000 Winarno, Jaksel 1.000.000 Essy Asiah, HJ, Jaksel 1.000.000 Icut 100.000 Elly 5.000.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 400.000 Abdurrahman, Jaksel 300.000 Trsf WSID: Johan Yudhiasto, BCA 60.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 100.000 Trsf WSID: Eryadi Djamzuli, DR, BCA 200.000 Hamba Allah, Jakarta 500.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 700.000 Trsf WSID: Bakti Setyadi, BCA 100.000 Mela, Jaksel 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 100.000 Trsf WSID: Sri Hartati, BCA 50.000 Trsf WSID: Aznirsyah, BCA 50.000 Trsf WSID: Nurhayati Djamas, DRA, BSM 200.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 50.000 Karyawan Indomobil, 32.000 Widya Marta, Jakbar 500.000 Majelis Taklim Uswatun Hasanah, Jaksel 500.000 Ida Lestari, Jaksel 900.000 Trsf WSID: Taufiqurrochman, BCA 250.000 Trsf WSID: Handoko Dwi S, BCA 10.000 Trsf WSID: Ermon Awal,IR, BCA 100.000 Trsf WSID: Ali Wibowo, BCA 100.000 Trsf WSID: Yazid Akbar P Lubi, BCA 100.000 Hamba Allah, Jakarta 200.000 Trsf WSID: Andi Makmur, BCA 500.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 200.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 500.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 100.000 Roos Anwar, 550.000 Trsf WSID: Dien Yuniarti, BCA 150.000 Trsf WSID: Johan Yudhiasto, BCA 40.000 Trsf WSID: Muchtar Lutfi, BCA 100.000 Trsf WSID: PT. Excelcomindo, BCA 877.741 Trsf WSID: Rachmanu Fairy Dar, BCA 111.111 Trsf WSID: Ayu Sidhiani, BCA 250.000 Trsf WSID: Aleksander HartawanB C A 50.000 Trsf WSID: Warsito, BCA 100.000 Trsf WSID: Dewi Noviana, BCA 100.000 Trsf ATM: Ahmad Firma,Danamon Sya. 50.000 Trsf WSID: Zuamah Afief, BCA 250.000 Trsf WSID: Azwar Busro, BCA 30.000 Trsf WSID: Rahman Satria, BCA 500.000 Trsf WSID: Kamaria, BCA 100.000 Trsf WSID: Lukisianti S, BCA 25.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 250.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 75.000 Trsf WSID: Feizi Abidin, BCA 2.000.000 Trsf WSID: N Nurdini Elinar L, BCA 1.000.000 Trsf WSID: Erlinda, BCA 200.000 Trsf WSID: Ahmad Khiyardi M, BCA 20.000.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 50.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 500.000 Trsf VIA ATM: Dyah Woro N, Permata Sya. 150.000

12 10

Daftar Donatur
Daftar Donatur INFAQ Juni 2008
# 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 Donatur Donasi (Rp) Pengkajian Islam Kebayoran, 400.000 Fuad Dharmawan, Jaksel 250.000 Trsf WSID: Laksmi Lestari, BCA 75.000 Trsf WSID: Rifky W, BCA 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 50.000 Trsf WSID: Shella Anggraini, BCA 50.000 Trsf WSID: Rochmad Erfandi, BCA 100.000 Trsf WSID: Aris Hendratmoko, BCA 50.000 Trsf WSID: Rini Yulianingsih C A 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 100.000 Trsf WSID: Maria Shofiana, BSM 100.000 Trsf Via ATM: Hero Sterejo, Permata Sya. 25.000 Trsf Via ATM: Andy Wijaksono, Permata Sya. 25.000 Arief Suryo, Jaktim 37.500 Siti Sukarni, Jaktim 1.000.000 Indi Pusparani, Jakpus 40.000 Fahmi 50.000 Karyawan Indomobil 120.300 Irma Fauzia, Jakarta 500.000 Andi, Jakarta 50.000 Amir Syarifudin Bin Sulaiman 20.000 Reza Mahmudi, Jakarta 70.000 Trsf WSID: Belinda R.BRI Sya. 70.000 Siti Qomariah 150.000 Trsf WSID:Imam Agung Setiawan, BSM 1.500.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 200.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 50.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BSM 100.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 1.000.000 Trsf WSID: Hamba Allah, BCA 1.000.000 Supriyanto, Jakarta Selatan 20.000 Amanah,Bekasi 20.000 Sudarwati, Jakarta Selatan 20.000 Hardiningsih, Jakarta Timur 20.000 Soekarni Binti Samidjo, Jakarta Selatan 20.000 Suyoto,Tangerang 40.000 Hj.Nurjanah, Jakarta Selatan 680.000 Trsf WSID: Herwan, BCA 20.000 Trsf WSID: Marliana, BCA 20.000 Ahmad Hudori,Tangerang 20.000 Siti Rucha, Jakarta Selatan 120.000 Andi Marsandi, Jakarta Pusat 40.000 Rabianto 20.000 Fitriyatin, Jakarta Pusat 40.000 Iis, Sukabumi 40.000 Samosa Bin Kaeji,Sukabumi 40.000 Trsf WSID:Nofriyanto, Mandiri 750.000 Trsf WSID:Zamawi B Komari, Mandiri 500.000 Trsf WSID:Wisnu Barlianto, Mandiri 500.000 Trsf WSID:Kiagus Budi Sofyan, Mandiri 100.000 Trsf WSID:Tutut Handayani, Mandiri 500.000 Trsf WSID:Pratiwi, Mandiri 1.000.000 Trsf WSID:Pratiwi, Mandiri 100.000 Trsf WSID:Debie Kristyaningsih, Mandiri 1.350.000 Trsf WSID:Syamsuri Nawi, Mandiri 1.000.000 Trsf WSID:Pratiwi, Mandiri 1.000.000 Trsf WSID:Pupung Puspita Sari, Mandiri 500.000 Trsf WSID:Ninik Sukartini Sunjoto,Mandiri 1.000.000 Trsf WSID:Rohenda Fathammubina, Mandiri 100.000 Trsf WSID:Dian Ratnasari, Mandiri 300.000 Trsf WSID:Djuhandi,Mandiri 200.000 Trsf WSID:Rezki,Mandiri 50.000 Trsf WSID:Riana Mayadita,Mandiri 150.000 Trsf WSID:Adiati Sutjipto,Mandiri 750.000 Trsf WSID:Anung Pujiayanto,Mandiri 200.000 Trsf WSID:Niarlis,Mandiri 100.000 Andi Indomobil, Jakarta 20.000 Gina P, Jakarta 450.000 Gina P, Jakarta 100.000 # 2054 2055 2056 Donatur Hamba Allah, Jakarta Ambar Trsf WSID: Hamba Allah, Bank Mega Sya. Jumlah: Donasi (Rp) 100.000 20.000 60.000 84.823.371

Donatur CSR Juni 2008
# 1 Donatur Federal International Finance Syariah Jumlah: Donasi (Rp) 355.000.000 355.000.000

Donatur FIDYAH Juni 2008
# 2 Donatur Alm. Hj. Suparmi, Jakarta Selatan Jumlah: Donasi (Rp) 2.000.000 2.000.000

Donatur WAKAF TUNAI Juni 2008
# 14 Donatur Ardi Nurhelmi, BCA Jumlah: Donasi (Rp) 1.000.000 1.000.000

Donatur KEMANUSIAAN Juni 2008
# 126 127 128 129 Donatur Trsf WSID Trsf WSID Trsf WSID Trsf WSID :Hamba Allah, BSM :SMPIAA 21 Angkatan 9, BMI :S Wibowo, BSM :Hamba Allah, BSM Jumlah: Donasi (Rp) 100.000 6.700.000 200.000 100.000 7.000.000

Andai Indonesia Berzakat

13

Kilas Program

Benah Madrasah
1.000 Km Sajadah
Bentang Kepedulian
ALIMSYAH LAHIYA (60), menjatuhkan badannya yang tipis untuk bersujud, memproklamasikan ketertundukan total kepada Sang Khaliq bersama jamaah masjid As Sakinah. “Kriiee...et..,” bunyi papan bergeser terdengar tiap kali jamaah masjid di desa Bozihona, Kec. Idanogawo, Nias itu mengubah gerakan sholat. Dan saat sujud itu, astaghfirllah... dari bawah lantai papan tercium tajam bau (maaf) urin dan kotoran kambing! Masjid As Sakinah di Bozihona yang dibuat dari papan dengan model pondasi panggung itu masjid darurat yang dibangun pasca tenggelamnya setengah desa Bozihona akibat gempa Nias 2005. Dan ya, di bawahnya berkeliaran kambing milik warga. “Kalau saja ada sajadah..,” gerendeng Alimsyah usai sholat. As Sakinah tidak sendiri. Masih sangat banyak rumah ibadah muslim di pelosok negeri yang membutuhkan bentangan sajadah untuk kekhusyukan sholat. Ramadhan ini, Al-Azhar Peduli Ummat memfasilitasi penyaluran infak/wakaf tunai untuk pengadaan sajadah bagi masjid/ mushola yang membutuhkan di seluruh Nusantara. Melalui program “ Bentang Kepedulian 1.000 km Sajadah” , Anda turut membantu mewujudkan kekhusukan saudara-saudara seakidah dalam menunaikan ibadah. Paket infak/wakaf tunai yang tersedia:
Platinum Gold Silver Retail Rp 200.000.000 Rp 100.000.000 Rp 75.000.000 Rp 75.000/meter

H

FIF Peduli Sesama

ujan menderas ketika perahu kelotok itu mulai beranjak dari dermaga kecil di Sungai Kapuas, Kamis, 10/7. Menyusur sungai berair cokelat, seperempat jam kemudian kelotok yang disesaki penumpang itu merapat di dermaga dusun Anjir Palambang, Pulau Petak, Kapuas, Kalteng. Para penumpang segera berloncatan keluar, berbasah-basah menembus rinai hujan di tengah sambutan warga setempat yang tampak ceria.
Suhartono, Presdir FIF menyerahkan dana sosial secara simbolis kepada Al Azhar Peduli Ummat diwakili H. Hariri Hady, Ketua Umum YPI Al Azhar. Foto oleh: Herwibawa

Semoga bentang kepedulian Anda berbuah pahala nan mengalir abadi. [ning]
Andai Indonesia Berzakat

Kelotok itu di antaranya membawa Joko Windoro, Manajer Program Al Azhar Peduli Ummat dan Yohandro Meda Syamsu, Corporate Secretary Radar Banjar Peduli. Mereka berpayah-payah menuju Anjir Palambang untuk mengunjungi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Huda, salah satu sasaran program Benah Madrasah Al Azhar Peduli Ummat. Korporasi Peduli Dalam kunjungan itu, Al

Azhar Peduli Ummat menyerahkan bantuan dana Benah Madrasah sebesar Rp. 25 juta sumbangan Federal International Finance (FIF) Syariah. Awal Juni lalu, FIF menyumbangkan dana sosial sebesar Rp. 355 juta. Masing-masing Rp. 100 dialokasikan untuk sumbangan pembagunan RGI, Rp. 150 juta untuk pembangunan dua unit mushola di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta Rp. 105 juta untuk rehabilitasi empat madrasah di empat propinsi di Kalimantan. Selain MI Darul Huda, tiga madrasah lainnya adalah MI Al Hidayah di Desa Basirih Dalam, Banjarmasin, MI Sabilul Rasyad, Jl. S. Parman Gang III, Samarinda, dan MI Haruniyah, di Jl. H.Abu Na’im no. 5, Kel. Tambelan Sampit, Kec. Pontianak Timur, Pontianak. Menurut Presdir FIF, Suhartono, penyaluran dana sosial melalui Al Azhar Peduli Ummat dimaksudkan untuk mencapai

14

Kilas Program
sasaran yang lebih luas (multiplier effect) dan bersinambung (sustainability). “Dengan membangun pondasi pendidikan, manfaat dana sosial yang kami salurkan akan lebih besar. Ini berbeda dengan model penyaluran sebelumnya yang bersifat karitas dan konsumtif,” ujar Suhartono usai menyerahkan secara simbolis dana sosial di Gedung FIF, Jakarta, Rabu (02/7). Memancing Kepedulian Agar penyaluran dana sosial tersebut tepat sasaran dan akuntabilitasnya terjaga, Al Azhar Peduli Ummat menggandeng mitra pelaksana program di masing-masing wilayah. Untuk propinsi Kalsel dan Kalteng, Al Azhar Peduli Ummat bermitra dengan Radar Banjar Peduli, sedangkan di Kaltim dan Kalbar masing-masing dengan Dompet Dhuafa Kaltim dan Dompet Peduli Pontianak. “Selain melakukan asessment awal, mitra program juga berkewajiban melakukan monitoring dan reporting. Standar kerja ini dimaksudkan agar amanah yang dibebankan benar-benar tertunaikan dengan benar,” Joko menerangkan. Dengan sinergi seperti itu, selain memudahkan pelaksanaan program juga memperkuat jaringan. “Diharapkan dengan kuatnya jaringan, kami memiliki bergaining yang lebih kuat untuk mengajak stakeholder, khususnya pemerintah agar benar-benar peduli pada dunia pendidikan nasional yang kondisinya masih banyak yang meprihatinkan,” tambah Yohan. Senada dengan Joko, Yohan mengakui dana sosial yang disalurkan teramat kecil dibanding kebutuhan riil sasaran program. “Tapi ini adalah wujud kepedulian yang nyata. Bantuan ini harus menjadi stimulan agar para pengampu kepentingan yang lain juga terpancing empati dan kepeduliannya,” tegas dia. Dalam sambutannya saat menyerahkan dana bantuan kepada MI Darul Huda, Joko menyitir pesan Pepen Nurpendi, Camat Pulau Petak yang menyaksikan acara, “Semoga Al Hidayah bisa direhabilitasi menjadi sebuah madrasah nan indah dan anak-anak Anjir Palambang tak lagi indah (enggan) ke Madrasah.” Amien. [denbei]

Murid-murid MI Darul Huda, Kalimantan Tengah gembira menyambut bantuan FIF. Menurut Pepen Nurpendi, Camat Pulau Petak, ini adalah bantuan swasta pertama sepanjang 15 tahun sejarah Darul Huda. Foto-foto oleh: Joko W.

Warta Jejaring

Beastudi Santri
Al Azhar Peduli Ummat Padang

“M

ereka adalah tumpuan harapan kami. Kami ikhlas dan rela melepas mereka, bahkan jika harus sampai meninggal di pondok ini. Kami hanya ingin sepulang mereka dari pondok membawa ilmu,” ujar Duhusokhi Waruwu alias Ama Niska dengan terbata. Sore yang teduh itu, Ama Niska melepas Desen Pradi Waruwu, putranya, untuk mondok sebagai santri muallaf di Ponpes. Prof Hamka. Bahagia jelas membuncah di dada Ama Niska dan dua orangtua santri baru asal Nias yang mengantar anak-anak mereka. “Tidak ada sekolah Islam di Kecamatan Botomuzoi. Bahkan di sana, kami yang hanya 12 keluarga ini semua muallaf,” ungkap Bambang Mardin Polem, pegawai Kecamatan Botomuzoi, Nias, yang mendampingi “expedisi muallaf ” itu. Program Beastudi Santri Al Azhar Peduli Ummat Padang merupakan sinergi dengan program Al Azhar Peduli Muslim Nias (APMN). “Salah satu agenda APMN adalah membekali muslim Nias yang minoritas dan tertinggal dengan ilmu agama yang memadahi. Selain telah menempatkan Ustadz Qoimuddin Sarabiti asal Flores

untuk membimbing warga muslim Botomuzoi, APMN juga memfasilitasi anak-anak Nias yang mau mengaji ilmu agama di pondok pesantren di luar Nias,” ungkap Agus Budiono, staff Divisi Program/Pendayagunaan Al Azhar Tiga santri muallaf asal Botomuzoi, Nias bergambar bersama orangtua di pelataran Ponpes. Prof. Hamka, Batu Nanggai, Kab. Agam, Sumatera Barat. Mereka didampingi Peduli Ummat. Bambang Mardin Polem (ke dua dari kanan) dan Agus Nafi, Manajer Al Azhar Peduli Kebetulan, Ummat Padang (paling kanan). Foto oleh: ZA. Ponpes. Prof Hamka merupakan mitra kerja para muallaf dari Kepulauan Mentawai, Al Azhar Peduli Ummat. Dan, “Salah satu Sumbar. Kini, syiar pondok pewaris program Al Azhar Peduli Ummat Padang adalah beastudi santri. Jadi klop. Subhanallah, ajaran Buya Hamka itu meluas. Bersama Desen yang harus semua ini sudah diatur Allah Ta’ala,” ujar mengulang di kelas 2 MTs (sebenarnya Agus Nafi, Manajer Al Azhar Peduli dia baru naik kelas 3 di Nias), Arpan Ummat Padang. Halawa dan Flanji Delvisko Gea yang Semangat serupa ditunjukkan baru lulus SD akan memulai menjadi Ustadz Zainul Arifin, Direktur PP. Prof. santri di MTs Prof. Hamka. Dr. Hamka, “Kami menyambut baik “Mudah-mudahan nanti merekalah program ini. Untuk mendidik anak-anak yang akan melanjutkan membimbing muallaf belajar agama dari nol, insyaAllah kami para orangtua di Nias mereguk kami sudah biasa.” Ponpes. Prof. Hamka nikmat Islam,” harap Ama Niska. [an] memang dikenal sebagai tujuan mengaji

Sketsa

Dokter adalah profesi yang menjanjikan kekayaan di negeri ini. Tapi hanya sedikit orang terjun ke dunia kedokteran dengan modal kekayaan hati. Yang sedikit itu, dr. Ferdinand Rabain salah satunya.

SEJAK REMAJA, Ferdy, panggilan akrab dr. Ferdinand Rabain, sudah gandrung berkecimpung di bidang sosial. Ia berbeda dengan sebayanya. Walau berlatar belakang keluarga berada, Ferdy lebih suka keluyuran menyambangi panti jompo, panti asuhan, penjara, dan masjid, sementara temantemannya bermain ke tempat keramaian. Di tempat-tempat itu Ferdy merasa belajar dari kehidupan yang sebenarnya. Ia beranjak dewasa dalam kegelisahan. “Bukankah hidup untuk berbagi? Bukan merasa nyaman sendiri lantas tak peduli pada orang-orang yang kurang beruntung. Ini tak boleh terjadi,” gugatnya dalam hati. Dokternya Wong Cilik Setelah lulus kuliah Fakultas Kedokteran Universitas Tri Sakti pada 1997, Ferdy melanjutkan pendidikan di Program Pasca Sarjana Alcohol and Substance Abuse Treatment and Rehabilitation di Western Michigan University, Amerika. Ia menyelesaikan kuliah pada 2000. Ferdy memilih bidang Terapi dan Rehabilitasi Narkoba karena sejak lama berniat memberikan pengobatan dan rehabilitasi narkoba gratis bagi kalangan tidak mampu. “Rehabilitasi pecandu narkoba secara medis cukup mahal. Akibatnya kalangan dhuafa hampir-hampir tidak tersentuh. Ini tidak benar. Justru mayoritas korban narkoba adalah kalangan marginal,” ujar Ferdy beralasan. El Makiyah Atas ide Elfida, kakaknya yang juga seorang dokter, dibentuklah lembaga untuk menyalurkan misi sosial mereka. Upaya ini didukung oleh Iskandar

dr. Ferdinand Rabain Foto oleh: Herwibawa

Zulkarnain, suami Elfida. Pada 1 Juli 2008, berdirilah El Makiyah Foundation, yayasan yang bergiat di bidang kesehatan masyarakat. Gerak sosial diwujudkan El Makiyah melalui pengobatan dan sunatan gratis sepanjang tahun bagi dhuafa. Selain layanan kesehatan, El Makiyah juga konsisten memberikan edukasi secara luas kepada masyarakat. Menurut Ferdy, kesehatan sangat berkorelasi dengan kualitas pendidikan. Demikian juga para pecandu narkoba. “Umumnya jerat awal narkoba karena pengguna tidak tahu bahaya dan seluk beluk narkoba. Ditambah naluri mencoba sesuatu yang baru,” kata Ferdy yang dipilih sebagai Ketua yayasan pada Oktober 2006. Untuk mengintensifkan layanan terapi dan rehabilitasi pecandu narkoba, El Makiyah membetuk Interzone Treatment Center. Tujuannya untuk memudahkan yayasan memberikan layanannya kepada masyarakat terutama bagi kaum dhuafa, anak yatim, anak putus sekolah, anak jalanan dan para mantan pecandu narkoba secara gratis dan intensif. Dokter Petualang Walau sibuk mengelola yayasan dan melayani masyarakat, Ferdy tak meninggalkan kegemarannya bertualang. Ketika negeri kita koyak moyak oleh rentetan bencana alam, Ferdy pun terjun ke garis depan membuka posko pengobatan. Mulai dari aksi layanan kesehatan saat terjadi Tsunami di Aceh, Gempa Bumi Yogyakarta, Tsunami di Pangandaran, banjir bandang di Jakarta, gempa bumi di Sumatera Barat, dan sebagainya. “Mudah mudahan kami bisa memberikan layanan gratis sepanjang masa. Tolong doakan agar kami bisa bertahan, tetap amanah dan peduli. Semoga semua itu menjadi amal baik kami. Yang bisa kami lakukan hanyalah bersedekah dengan ilmu yang kami miliki,” ujar dr. Ferdy takzim. [hw]
Andai Indonesia Berzakat Indahnya Sedekah

17

Tafsir

A
Dr. H. Shobahussurur, M.A Ketua Takmir Masjid Agung Al Azhar

Merdeka dan Derma
semua titipanNya? Maka tidak ada alasan bagi kita, kata Buya Hamka, untuk menyombongkan diri. Sebab, harta yang ada pada kita bukan milik kita. Tidak ada alasan kita berbangga, karena kita hanyalah manusia yang dhaif. Orang yang sombong, ketika mendapatkan nikmat, kemenangan, kemerdekaan, dan kesuksesan tidak mau berinfak membagi yang didapatkan. Dia tidak mau bersyukur. Dia pelit, kikir, dan bakhil, sebagaimana diungkapkan dalam Q.S. al-Hadid/57:24: “Yaitu orang-orang yang bakhil dan mengajak pula orang lain supaya bakhil”. Orang bakhil tidak mau menolong orang susah padahal ada kesanggupan. Dia mengajak orang lain supaya bakhil seperti dia. Orang semacam itu adalah orang egois, mementingkan diri sendiri. Padahal sudah pasti suatu saat dia memerlukan pertolongan orang lain. (Hamka, Tafsir Al-Azhar, juz 27, h. 301). Bangsa ini terpuruk karena sikap egois. Solidaritas menipis, bahkan nyaris lenyap. Hubungan antarsesama anak bangsa hanya dilandasi perhitungan untung rugi, bukan berazas maslahat. Yang jatuh tidak diangkat, malah ditendang. Yang lemah bukan diberdayakan, tapi makin diinjak. Yang bodoh tidak diajari, tapi dibodoh-bodohi. Yang kelaparan tidak diberi makan, malah dieksploitasi. Yang miskin dan lemah dijadikan alat menumpuk kekayaan. Kita telah merdeka dari penjajahan namun belum merdeka dari kemiskinan, kebodohan, dan kesewenang-wenangan. Kita masih harus banyak berjuang, merebut kemerdekaan yang hakiki. Kita perlu menyingkirkan sikap egois sehingga dengan senang hati berbagi, memberi dan menyantuni. Infak adalah solusi jitu yang diajarkan Allah agar kemerdekaan, kemenangan, dan kesuksesan itu membawa kebaikan umat dan bangsa. Mari bersyukur atas kemerdekaan yang kita raih dengan banyak membagi kepada sesama. [A]

Apa sebabnya kamu tidak mau menafkahkan pada jalan Allah, padahal kepunyaan Allah pusaka semua langit dan bumi. Tidaklah sama di antara kamu orang yang menafkahkan sebelum kemenangan dan berperang. Mereka itu lebih besar derajatnya daripada orang yang menafkahkan sesudahnya dan berperang. Dan semuanya dijanjikan Allah akan mendapat kebaikan. Dan Allah dengan apapun yang kamu lakukan adalah mengerti. [Q.S. al-Hadid/57:10]

da dua penilaian Allah atas dua orang yang berbeda dalam perjuangan. Yang satu berjuang ketika mulai menegakkan Islam, ketika musuh berkuasa, kawan sepaham belum ada, kemenangan dan kemerdekaan masih jauh harapan. Dia berani menegakkan kebenaran karena ada cita-cita yang jauh ke depan bahwa kemerdekaan suatu saat akan dicapai. Orang ke dua berjuang sesudah kemenangan didapat, sesudah agama Islam memiliki pengikut dan pendukung yang banyak. Para mufassir klasik menjelaskan bahwa orang-orang yang mulamula beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berani menyatakan keimanannya di saat orang lain belum mengerti dan musuh-musuh membenci, seperti Abu Bakar, dinilai lebih utama dari orang yang datang kemudian, seperti Umar bin alKhattab. Meskipun orang yang pertama berjuang lebih utama, namun semuanya mendapatkan pahala dan penghargaan di sisi Allah. Namun para pejuang yang kemudsian mengisi kemerdekaan juga tidak kalah pentingnya. Dalam ayat di atas, diungkapkan kata-kata infaq, karena memang dalam berjuang menegakkan agama, baik perjuangan sebelum kemenangan atau sesudahnya, tidak dapat dilepaskan dari peran infak. Infak menjadi kata kunci sukses berjuang meraih kemerdekaan. Bahkan setelah kemerdekaan diraih, perjuangan itu tidak berhenti, perjuangan harus diteruskan. Ayat di atas dimulai dengan pertanyaan, kenapa kamu tidak mau menafkahkan pada jalan Allah, padahal kepunyaan Allah semua pusaka langit dan bumi. Maknanya, harta yang diberikan kepada kita hanyalah titipan, agar kita dapat menjalankan amanat. Kenapa kita ragu dan takut menafkahkannya? Kenapa kita menunda memberikan harta untuk perjuangan di jalan Allah, padahal harta itu bukan milik kita tapi milik Allah? Bagaimana kalau Allah murka, lantas mencabut

18

Andai Indonesia Berzakat