Volvulus

From Wikipedia, the free encyclopedia Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas
Jump to: navigation , search Langsung ke: navigasi , cari

Volvulus Volvulus
Classification and external resources Klasifikasi & sumber eksternal ICD - 10 ICD - 10 ICD - 9 ICD - 9 DiseasesDB DiseasesDB eMedicine eMedicine MeSH MESH K 56.2 K 56,2 537.3 , 560.2 537,3 , 560,2 13996 13.996 ped/2415 ped/2415 D045822 D045822

volvulus adalah obstruksi usus [1] di mana suatu loop dari usus yang normal berputar dengan sendirinya. [2]

Contents Isi
[hide]
• • • • • • • •

1 Types 1 Jenis 2 Causes 2 Penyebab 3 Presentation 3 Presentasi 4 Associated conditions 4 Associated kondisi 5 Investigations 5 Investigasi 6 Treatment 6 Perawatan 7 See also 7 Lihat juga 8 References 8 Referensi

Jenis
• • • •

Volvulus Neonatorum Volvulus Usus Kecil Volvulus usus buntu volvulus Colon sigmoid

Penyebab

. volvulus Midgut terjadi pada pasien (biasanya pada bayi) yang cenderung karena bawaan malrotation usus . volvulus Segmental terjadi pada pasien usia apapun, biasanya dengan kecenderungan karena isi usus yang abnormal (misalnya ileus mekonium ) atau adhesi . Volvulus dari sekum , kolon melintang , atau kolon sigmoid terjadi, biasanya pada orang dewasa, dengan faktor predisposisi kecil saja seperti berlebihan (kelebihan, tidak cukup didukung) jaringan usus dan sembelit.

Presentasi
Terlepas dari penyebab, volvulus menyebabkan gejala melalui dua mekanisme.
• •

Salah satunya adalah obstruksi usus , terwujud sebagai distensi perut dan muntahmuntah. Yang lain adalah iskemia (hilangnya aliran darah) ke bagian usus yang terkena.

Volvulus menyebabkan sakit parah dan cedera progresif ke dinding usus, dengan akumulasi gas dan cairan di bagian usus terhambat. [2] Pada akhirnya, hal ini dapat mengakibatkan nekrosis dari dinding usus yang terkena, asidosis , dan kematian. Volvulus akut sehingga membutuhkan intervensi bedah segera untuk menguraikan segmen usus yang terkena dan mungkin resect bagian apapun unsalvageable. [2] Volvulus terjadi paling sering pada setengah baya dan laki-laki tua. [2] volvulus juga dapat timbul sebagai komplikasi jarang terjadi pada orang dengan usus berlebihan , variasi anatomi normal mengakibatkan loop kolon tambahan. [3] Sigmoid volvulus adalah-bentuk umum volvulus sebagian besar dari saluran pencernaan [4] dan bertanggung jawab untuk 8% dari semua penghalang usus. [ rujukan? ] volvulus sigmoid umum terutama orang tua dan pasien sembelit. Patients experience abdominal pain, distension, and absolute constipation. Pasien mengalami rasa sakit perut, kembung, dan sembelit mutlak.

Kondisi Asosiasi
The volvulus juga dapat terjadi pada pasien dengan penyakit otot menyusun Duchenne karena disfungsi otot polos.

Penyelidikan
• •

Abdominal X-Ray Upper GI series

Pengobatan
• •

Laparotomi Untwisting

Transduodenal dari Ladd dibagi

Volvulus: memuntir abnormal dari usus yang dapat mengganggu aliran darah ke usus. Volvulus dapat menyebabkan gangren dan kematian yang segmen saluran gastrointestinal, obstruksi usus, perforasi usus, dan peritonitis . Perut, usus halus , sekum , dan sigmoid kolon semua tunduk pada volvulus. Malrotation usus selama perkembangan janin dapat mempengaruhi ke volvulus. Volvulus sering penderitanya tiba-tiba. Gejala-gejala dan tanda mungkin termasuk sakit perut, mual, muntah, dan darah dalam tinja . Pengobatan ini operasi untuk membebaskan obstruksi dan memastikan aliran darah normal usus. Volvulus adalah bedah darurat. Volvulus adalah kata Latin untuk menggulung atau memutar dan berasal dari kata kerja volvere, berarti roll atau berbalik.
www.medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=31499 –

Terbaru pengobatan untuk volvulus usus:
Berikut adalah beberapa perawatan terbaru untuk volvulus usus :
• • • • • • • • • • • •

Abdominal xray Resusitasi cairan Nasogastric tube Foley catheter Preoperative antibiotik Sigmoidoskopi Sigmoid reseksi dan anastomosis utama Akhir colostomy Ampisilin sulbaktam Cefoxitin Laparotomi

VOLVULUS
1 Votes

VOLVULUS KOLON Definisi : Volvulus kolon digambarkan sebagai puntiran atau rotasi segmen mobil kolon sekitar mesenteriumnya. Derajat rotasi dapat bervariasi dari 180 derajat sampai sebanyak empat sampai lima revolusi lengkap. Tergantung pada derajat rotasi, maka dihasilkan obstruksi sebagian atau lengkap yang bisa berlanjut ke iskemia usus dan gangren. Kolon sigmoideum merupakan tempat tersering, yang membentuk sekitar 80% dari yang terlibat. Sekum adalah tempat tersering kedua yang menyebabkan sekitar 15% obstruksi. Volvulus mungkin merupakan tempat terlazim obstruksi kolon strangulata.

Volvulus Sekum :
Volvulus sekum terjadi karena kelainan bawaan kolon kanan yang tidak terletak retroperitoneal, tetapi tergantung pada perpanjangan mesenterium usus halus. Jadi ada faktor mesenterium yang panjang dan sekum yang mobile karena tidak terfiksasi. Sumbu rotasi volvulus terletak sekitar a.ileokolika. Rotasi bisa mencapai 720 derajat, torsio yang paling mungkin dalam arah sesuai jarum jam, oblik ke arah kuadaran kiri atas dan rotasi 360 derajat bersifat khas. Biasanya dimulai oleh distensi mendadak sekum oleh trauma, tekanan, konstipasi atau obstruksi kolon distal terhadap sekum. Volvulus sekum jarang ditemukan dibandingkan volvulus sigmoid hanya 10%. Gambaran klinis : Gejala klinis sama dengan obstruksi usus halus. Serangan nyeri perut yang bersifat kolik makin hebat disertai mual dan muntah yang timbul lebih cepat daripada gejala obstipasi. Nyeri biasanya ditemukan di sekitar pusat. Distensi abdomen tidak mencolok, tetapi gambaran hiperperistalsis amat jelas dan terdengar borborigmi. Gambaran klinis ini berlangsung singkat. Bisa terjadi tiga komplikasi besar. Dengan puntiran ketat mendadak pada mesenterium, volvulus bersifat akut dan dapat menyebabkan gangren dini dengan gambaran yang tak berbeda dari gambaran kedaruratan abdomen lain manapun. Jenis obstruksi volvulus tanpa gangren dini bisa menyebabkan obstruksi gelung tertutup yang ditandai oleh distensi jelas sekum. Akhirnya volvulus sekum berulang atau intermiten serta kolon kanan, bermanifestasi sendiri dengan berulangnya serangan nyeri, nyeri tekan dan distensi kuadran kanan bawah. Pasien merasa lebih nyaman dengan mengambil posisi menungging atau menggunakan enema. Nyeri abdomen kronis timbul dalam banyak pasien karena kecenderungan volvulus sekum sembuh spontan, tetapi kemudian kambuh dimasa yang akan datang. Diagnosis :

Foto polos perut dapat memberikan gambaran patognomonis berupa gambaran segmen sekum yang amat besar, berbentuk ovoid di tengah perut, selain itu, terdapat dilatasi usus halus dengan permukaan air yang jelas, dan gambaran kolon sama sekali tidak terlihat. Volvulus sekum dapat dikenali pada foto abdomen oleh distensi hebat pada sekum, yang secara klasik timbul dari kuadran kanan bawah abdomen. Dengan Ba Enema memperlihatkan gambaran penyempitan klinis pada puntiran yang disebut deformitas paruh burung.

(à) gambaran paruh burung

Pada gambar diatas, colon sigmoid yang dilatasi amat besar ini terjadi karena adanya volvulus. Usus amat teregang sehingga pola haustra yang normal menghilang. Volvulus colon sigmoid merupakan jenis obstruksi usus besar yang paling sering dijumpai; bagian yang teregang naik dan keluar dari pelvis, sering dengan suatu striktur yang terlihat dan akhirnya seluruh colon dilatasi. Terapi : Reposisi volvulus oleh barium enema dan kolonoskopi telah dilaporkan, tetapi melibatkan resiko bahwa usus yang gangren akan terbuka puntirannya. Disamping itu kolonoskopi bisa membahayakan usus iskemik yang terdistensi. Jika operasi tertunda lama maka mortalitas 30% – 60%; sehingga operasi dini umumnya dilakukan.

Keadaan usus dan keadaan pasien menentukan tindakan bedah. Jika sekum dapat hidup dan tidak terdistensi tegang, maka detorsio dan fiksasi sekum di kuadran bawah bisa dicapai. Jika sekum tegang dan ruptura tampak mengancam, seperti dinyatakan oleh robekan serosa, maka dekompresi dengan jarum atau trokar harus dilakukan sebelum dilakukan detorsio. Jika sekum gangrenosa maka perlu dilakukan hemikolektomi kanan. Terapi lain biasanya adalah reseksi ileosekal dengan ileokolostomi terminolateral. Reseksi ini dianjurkan untuk mencegah kekambuhan.

Volvulus Sigmoid :

Volvulus sigmoid kurang lazim di amerika serikat dan eropa barat, tempat volvulus mungkin bertanggung jawab bagi kurang dari 1% obstruksi usus, sedangkan di eropa timur dan afrika seperlima dari semua pasien obstruksi menderita volvulus sigmoideum. Salah satu alasan mengusulkan hal ini adalah perbedaan anatomi dalam sigmoideum, karena mesenterium sigmoideum yang panjang hampir selalu berlebihan, telah terlihat dalam pasien dari negara ini. Diet tinggi serat juga jelas mempredisposisi ke perkembangan volvulus sigmoideum. Kebiasaan buang air besar diabaikan bersama konstipasi kronis, penyalahgunaan laksatif kronis dan kehamilan, juga menjadi keadaan penyerta. Sebanyak 40% kasus sigmoideum timbul bersama berbagai penyakit saraf, yang mencakup penyakit psikiatri, sindrom otak kronis, parkinsonisme, penyakit serebrovaskular dan distrofi otot. Sehingga keadaan ini timbul dengan indeks sangat tinggi dalam lembaga seperti barak dan lembaga perawatan kronis bagi orang tua. Banyak pasien dalam lembaga ini juga menerima transkuilizer dan obat bagi penyakit parkinson yang bisa merupakan faktor penyebab. Volvulus terjadi karena faktor predisposisi mesenterium yang terlalu panjang dengan basis yang sempit. Konstipasi yang kronik berat sebagian besar dialami penderita vovulus sigmoid. Volvulus sigmoid sering mengalami strangulasi bila tidak dilakukan dekompresi. Volvulus sigmoid ditemukan jauh lebih banyak daripada volvulus sekum, yaitu sekitar 90%. Kelainan ini terutama ditemukan pada orang yang lebih tua dan lebih banyak pada laki-laki daripada perempuan. Volvulus juga ditemukan pada orang dengan gangguan vaskuler, penyakit paru kronik yang berat, pengaruh obat neuroleptik, dan gangguan kardiovaskuler.

Gambaran klinis : Volvulus sigmoideum timbul bila gelung sigmoideum berlebihan dan mempunyai basis sempit, yang disebut gelung omega. Gelung ini mudah terpuntir dan bila gelung atas turun di depan gelung bawah, maka bisa timbul obstruksi tertutup. Jika valva ileosekalis kompeten, maka timbul obstruksi gelung tertutup ganda. Gejala tidak dapat dibedakan dari obstruksi usus lain dan bisa akut atau subakut. Gejala akut lebih mungkin timbul dalam pasien yang lebih muda. Pada orang yang lebih tua, bentuk penyakit progresif subakut bisa menyebabkan gejala kronis dalam beberapa bulan dan gangren usus yang berkembang pelan-pelan bersama gejala yang menggambarkan obstruksi kolon kiri kronis, yang sering dikelirukan dengan karsinoma yang mengobstruksi. Pasien volvulus sigmoideum memperlihatkan distensi jelas pada abdomen. Gelung sigmoideum bisa dapat dipalpasi dan nyeri tekan akut, tetapi bila tidak, tak ada gambaran bermakna yang terlihat. Tak ada pemeriksaan fisik atau data laboratorium yang biasanya membedakan vovulus dari akut abdomen lain, walaupun kadang-kadang segmen berdilatasi yang infark bisa dapat dipalpasi sebagai massa timpani. Pada anamnesis umunya penderita sudah berulang-ulang mengalami serangan nyeri perut yang samar dengan kolik usus dan perut gembung. Gejala dan tanda ini hilang setelah penderita flatus berulang kali. Nyeri perut volvulus bersifat intermitens disertai kejang perut bagian bawah yang berlangsung cepat disertai obstipasi total. Mual dan muntah kadang timbul lambat sekali. Distensi abdomen berlangsung lebih cepat karena distensi sigmoid berlebihan. Biasanya kontur sigmoid tampak di dinding perut seperti ban mobil yang juga kelihatan pada foto perut bersama dengan tanda paruh burung pada dasar volvulus. Syok dan tanda toksis lain juga sangat mendukung adanya strangulasi sigmoid. Diagnosis : Banyak pasien menghubungkan episode distensi abdomen sebelumnya yang telah dihilangkan dengan enema atau posisi menungging yang diikuti oleh pengeluaran banyak flatus dan feses. Hitung leukosit bisa normal atau meningkat sedang dalam pasien tanpa strangulasi. Pemeriksaan rektum biasanya menunjukkan usus kosong atau terisi feses cair. Dari pemeriksaan fisik tampak adanya distensi perut yang mencolok. Pada perkusi terdengar timpani karena sigmoid yang besar sekali. Pada foto polos perut terlihat jelas distensi usus besar yang berjalan diagonal mengisi separuh perut kiri dari pelvis dengan efek pembengkokan ”tuba dalam”, tempat bayangan gas terlihat dibengkokkan dengan sendirinya dengan dua batas cairan, satu terletak dalam tiap batas gelung yang terobstruksi, dengan kedua ujung segmen usus pada dasarnya berbentuk tapal kuda atau paruh burung. Sering gambaran ini cukup untuk membuat diagnosis. Tetapi jika diperlukan, enema barium harus dilakukan dan akan memperlihatkan penyempitan pada tempat yang

terpuntir, yang disebut gambaran paruh burung atau bentuk sekop pada kartu as, yaitu konfigurasi obstruksi akibat torsi. Tanda vital dan parameter klinis sperti hitung leukosit dan elektrolit dapat bervariasi luas, tetapi bisa normal, terutama tanpa sepsis. Sigmoidoskopi harus mendahului pemeriksaan barium dan sering puntiran khas terlihat pada ujung sigmoidoskop. Diagnosis volvulus sigmoid : • •

Biasanya pada orang lanjut usia Nyeri kolik Antara serangan kolik terdapat nyeri perut menetap Perut besar sekali karena distensi sigmoid Kadang mual dan muntah Gambaran Foto rontgen khas : Ban mobil karena belokan besar Dengan bubur barium rektal terlihat tanda paruh burung

volvulus sigmoid Terapi : Sigmoidoskopi harus dilakukan untuk menilai apakah ada strangulasi. Gambaran strngulasi mencakup mukosa hemoragik atau berwarna ungu kebiruan, cairan berdarah dalam rektum serta ulserasi jelas dan nekrosis usus pada titik puntiran. Keadaan klinis pasien juga harus dievaluasi dengan akurat. Tetapi jika ada bukti layak bahwa tidak ada strangulasi, maka reposisi sigmoidoskopi pada sigmoid harus diusahakan.

Sigmoidoskop dimajukan ke titik obstruksi serta dimasukkan secara lembut dan cermat ke dalam gelung yang terobstruksi. Pada waktu ini bisa timbul pelepasan feses dan flatus yang projektif masif. Kemudian pipa yang sudah dilumasi dimasukkan ke dalam sigmoidoskop dan diteruskan ke dalam gelung sigmoideum. Gelung ini bertindak sebagai stent untuk mencegah kekambuhan volvulus serta secara kuat diamankan dan dibiarkan ditempatnya selama beberapa hari. Reposisi sigmoidoskopik yang berhasil pada volvulus dapat dicapai dalam sekitar 80% pasien. Kadangkadang bila reposisi sigmoidoskopi tak berhasil maka barium enema bisa mereposisi volvulus dan pipa kolon harus dipasang untuk mencegah kekambuhan. Yang paling penting dalam penatalaksanaan volvulus sigmoid adalah dekompresi lengkung sigmoid yang dapat dilakukan dengan rektoskop, endoskop, atau pipa lentur yang besar. Dengan dekompresi ini, diharapkan terjadi detorsi atau reposisi spontan dengan setelah usus menjadi menjadi kempes kembali. Dekompresi cara ini berhasil pada 80% penderita bila belum ada strangulasi. Setelah gelung ini tidak terpuntir, maka pipa kolon dimajukan dari bawah dan diteruskan ke dalam gelung sigmoideum untuk mencegah kekambuhan pasca bedah.Kalau dekompresi berhasil, dianjurkan sigmoideskopi elektif setelah beberapa minggu untuk mencegah kekambuhan. Tindakan bedahnya berupa sigmoidektomi dengan anastomosis termino-terminal. Bila keadaan umum atau keadaan lokal pasien tidak mengizinkan untuk melakukan anstomosis primer, dapat dilakukan prosedur Hartmann. Prosedur Hartmann ini terdiri dari reseksi sigmoid dan kolokutaeostomi ujung kolon oral dan penutupan ujung kolon anal. Setelah keadaan umum pasien mengizinkan, baru dilaksanakan anastomosis kolokolostomi dengan meniadakan kolokutaneostomi. Bila keadaan umum tidak mengizinkan, cukup dilakukan detorsi, kemudian dilakukakan fiksasi sigmoid (sigmoidopeksi). Tindakan semacam ini menimbulkan kekambuhan 90%. Angka kambuh tinggi juga terjadi pada dekompresi dengan rektoskop, kolonoskop, atau pipa fleksibel. Oleh karena itu, sebaiknya direncanakan sigmoidektomi elektif setelah keadaan umum pasien membaik. Jika strangulasi dicurigai atau jika reposisi sigmoidoskopi tak mungkin dilakukan, maka harus dilakukan laparotomi, dilakukan reseksi gelung sigmoideum gangrenosa yang disertai dengan kolostomi double-barrel atau kolostomi ujung bersama penutupan tunggal rektum (kantung hartman) harus dilakukan. Pembentukan kembali kesinambungan usus bisa dicapai dikemudian hari. Tetapi mortalitas akibat volvulus strangulata dengan gangren adalah tinggi, mendekati 50%. DAFTAR PUSTAKA 1. Sabiston, buku ajar bedah bagian 2, Penerbit buku kedoteran EGC, jakarta, 1994 2. Schawrtz, Shires, Spencer, intisari prinsip-prinsip ilmu bedah, Penerbit buku kedokteran EGC, Jakarta, 1994 3. De jong Wim, Sjamsuhidajat R, Buku ajar ilmu bedah edisi 2, Penerbit buku kedokteran EGC, Jakarta, 1997. 4. Diagnostic radiology. A Text book of medical imaging (3-volume set). Pdb. 5. Juhl-paul and juhl’s essentials of radiologic imaging 7th. Pdb.

Pengenalan
Latar belakang
volvulus sigmoid adalah bentuk paling umum volvulus pada saluran pencernaan, dan kondisi ini bertanggung jawab untuk 8% dari semua penghalang usus.. volvulus sigmoid terutama sering terjadi pada orang tua.. Pasien datang dengan nyeri perut, kembung, dan sembelit mutlak. 1 , 2 faktor predisposisi untuk volvulus sigmoid termasuk sembelit kronis, megacolon, dan mobile usus berlebihan. Plain abdominal radiograph findings are usually diagnostic. Plain temuan radiograf perut biasanya diagnostik. Dekompresi dapat dicapai dengan pengenalan tabung kaku per rektum, dibantu oleh endoskopi atau fluoroskopi. Awal pengakuan radiografi adalah penting untuk mencegah kematian yang berhubungan dengan volvulus sigmoid. 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6

radiograf ini menunjukkan sangat dilatasi sigmoid yang hampir mengisi seluruh perut (pasien yang sama dalam Gambar 1-3). Perhatikan tanda biji kopi. Sisa dari usus besar tidak melebar, mungkin karena titik proksimal memelintir tidak menyebabkan obstruksi dan dengan demikian memungkinkan drainase ke sigmoid itu. [ CLOSE WINDOW ] [ CLOSE WINDOW ]

This radiograph demonstrates a greatly dilated sigmoid that almost fills the entire abdomen (same patient in Images 1-3). radiograf ini menunjukkan sangat dilatasi sigmoid yang hampir mengisi seluruh perut (pasien yang sama dalam Gambar 1-3). Note the coffee bean sign. Perhatikan tanda biji kopi. The remainder of the large bowel is not dilated, presumably because the proximal point of the twist is not causing obstruction and thus allows drainage into the sigmoid. Sisa dari usus besar tidak melebar, mungkin karena titik proksimal memelintir tidak menyebabkan obstruksi dan dengan demikian memungkinkan drainase ke sigmoid itu.

Erect abdominal radiograph (same patient in Images 1-3). Tegak perut radiograf (pasien yang sama dalam Gambar 1-3). This image shows fluid levels in the distended sigmoid loop. Gambar ini menunjukkan level cairan di dalam loop sigmoid buncit. [ CLOSE WINDOW ] [ CLOSE WINDOW ]

Tegak perut radiograf (pasien yang sama dalam Gambar 1-3). Gambar ini menunjukkan level cairan di dalam loop sigmoid buncit.

radiograf ini menunjukkan dekompresi loop bagian sigmoid berikut mundur dari tabung kentut (pasien yang sama dalam Gambar 1-3). [ CLOSE WINDOW ] [ CLOSE WINDOW ]

radiograf ini menunjukkan dekompresi loop bagian sigmoid berikut mundur dari tabung kentut (pasien yang sama dalam Gambar 1-3).

Studi baru-baru ini Larkin et al mempelajari 27 pasien dirawat karena volvulus sigmoid akut antara 1996 dan 2006, 11 di antaranya dikelola dengan dekompresi colonoscopic sendirian. Lima belas pasien mengalami manajemen operasi (5 semielective setelah dekompresi; 10 darurat).. Mortalitas yang terkait dengan manajemen nonoperative adalah 36,4% (4 dari 11 pasien), dan ada 1 kematian pada kelompok pembedahan darurat dan tidak ada di kelompok semielective. Ada tingkat kekambuhan 71,4% di antara pasien yang dikelola dengan dekompresi colonoscopic yang selamat. Para penulis mencatat bahwa hasil yang baik dapat dicapai dengan intervensi bedah dini sebelum permulaan gangren, bahkan pada pasien ternyata tidak cocok untuk operasi elektif. Larken dan rekan penulis menyimpulkan bahwa semua pasien yang harus dipertimbangkan untuk operasi definitif setelah dekompresi colonoscopic awal karena tingginya tingkat kekambuhan volvulus sigmoid setelah successfulnonoperativemanagement dan risiko kematian dari usus gangren dengan volvulus berikutnya. 7 Jumbi dan Kuremu mempelajari pasien di Kenya yang menjalani reseksi darurat volvulus sigmoid antara tahun 2000 dan 2005. volvulus sigmoid menyumbang 14,1% dari semua kasus obstruksi usus dan 80% dari obstruksi usus besar. Mereka menemukan bahwa reseksi darurat dalam kasus-kasus dengan usus yang layak memiliki hasil yang sama terhadap pengobatan standar oleh darurat derotation diikuti oleh reseksi endoskopikSecara keseluruhan hasil itu dibandingkan dengan standar global, dan tidak memadai terapi cairan intravena pascaoperasi terpengaruh hasil signifikan. 8

Untuk sumber daya pendidikan yang sangat baik pasien, kunjungi eMedicine's kerongkongan, perut, dan Usus Pusat . Juga, lihat artikel pendidikan pasien eMedicine, perut Sakit pada orang dewasa , Sembelit di Dewasa , Barium Enema , dan gastrointestinal endoskopi .

Patofisiologi
Lampiran yang luar biasa sempit akar mesenterium sigmoid ke dinding posterior abdomen izin perkiraan yang dekat dari 2 kaki dari kolon sigmoid. Hal ini, pada gilirannya, dapat mempengaruhi pasien dengan memutar di kolon sigmoid sekitar sumbu mesenterika nya. Cacat

anatomis mungkin rumit oleh faktor predisposisi, termasuk diet tinggi serat, sembelit kronis, dan keracunan timah. volvulus sigmoid umum orang tua, pada individu dengan kondisi neurologis, dan pada pasien di rumah-rumah atau fasilitas perawatan kesehatan mental. The common factor is chronic constipation. Faktor umum adalah sembelit kronis. Megacolon dan volvulus sigmoid yang umum lebih rendah GI-gangguan di ketinggian penduduk tinggi. 9

Frekuensi
Amerika Serikat

volvulus volvulus sigmoid kolon adalah yang paling umum, dan kondisi ini bertanggung jawab untuk sekitar 8% dari semua penghalang usus.
Internasional

Frekuensi seluruh dunia tidak diketahui, tetapi volvulus sigmoid sering terjadi pada orang muda di wilayah geografis yang memiliki insiden tinggi infestasi cacing gelang. Di Brazil, kondisi 10% terjadi pada pasien dengan megacolon sebuah sekunder untuk penyakit Chagas. Suatu bentuk volvulus mungkin jarang terjadi pada anak usia sekolah di elongasi yang patologis dari kolon sigmoid terjadi. Dalam bentuk ini, gejala kurang akut dan spontan bisa menghilang.

Mortalitas / Morbiditas
angka kematian yang terkait dengan volvulus sigmoid adalah 20-25%, tergantung pada interval antara saat diagnosis dibuat dan pengobatan diberikan. Oleh karena itu, pengakuan radiografi volvulus sigmoid adalah penting.

Ras
volvulus sigmoid sangat umum di Amerika Selatan, Afrika, dan wilayah di Asia dimana konsumsi diet serat hasil-tinggi di berlebihan, kolon sigmoid panjang. Kondisi ini menyumbang 79% dari semua penghalang usus di rumah sakit Bolivia. 9

Seks
Retrospektif Dalam sebuah penelitian dari 859 kasus selama periode 40 tahun, 83,0% dari pasien dengan volvulus sigmoid adalah laki-laki. 1

Usia
volvulus sigmoid paling sering terjadi pada orang yang lebih tua dari 50 tahun, diikuti oleh pasien anak. Usia rata-rata pasien dalam satu penelitian retrospektif besar adalah 58,1 tahun. 1

Anatomi

Pemeriksaan dasar sigmoid pada saat operasi untuk volvulus mungkin menunjukkan bahwa 2 anggota tubuh dari usus besar terikat ditutup, biasanya dengan perlengketan fibrosa di dalam peritoneum. Skenario ini, ditambah dengan posisi tergantung dari sebuah loop sigmoid berlebihan, predisposes pasien ke volvulus. Dalam volvulus sigmoid akut, tingkat torsi bervariasi dari 180 º (35% dari kasus) menjadi 540 º (10% dari kasus). Sebuah torsi 360 º terlihat dalam 50% pasien, dan torsi biasanya berlawanan. Bentuk umum volvulus sekitar sumbu mesenterika biasanya terletak 15-25 cm dari anus dan karena itu dapat diakses untuk pemeriksaan sigmoidoscopic.

Presentasi
Meskipun volvulus sigmoid dapat hadir secara diam-diam dengan perut kembung kronis, sembelit, perut samar ketidaknyamanan lebih rendah, dan muntah-muntah, kondisi ini terlihat lebih sering sebagai darurat perut dengan kembung akut, kolik, dan kegagalan untuk lewat juga kentut atau kotoran. Muntah terjadi pada tahap akhir, dan distensi mungkin kotor cukup untuk kompromi fungsi pernapasan dan jantung. Pemeriksaan fisik menunjukkan tympanitic perut, dan teraba massa dapat hadir. Shock dan ketinggian suhu mungkin hadir jika perforasi kolon telah terjadi. pemeriksaan rektal hanya menunjukkan ampula rektum kosong. Peninjauan retrospektif dari 859 pasien menunjukkan volvulus sigmoid adalah penyebab umum dari obstruksi usus mekanik. 1 Sekitar 26% dari pasien memiliki sejarah volvulus episode sebelumnya, terkait ditemukan penyakit lain 26% pasien, dan keadaan kejutan terjadi pada 13,5% pasien. Gejala yang paling umum dan tanda-tanda yang sakit perut dan nyeri tekan, distensi asimetris, dan sembelit mutlak. Perut sinar-x sugestif dari volvulus sigmoid di 65,0% pasien. Ketika digunakan, computed tomography (CT) scan, magnetic resonance imaging (MRI), dan sigmoidoskopi adalah diagnostik pada semua pasien. fitur khas dari volvulus sigmoid termasuk nyeri kolik di kuadran kiri bawah abdomen, kembung, dan sembelit. pemeriksaan Barium enema menunjukkan obstruksi di persimpangan rectosigmoid. Yang paling umum dan klinis sigmoid twist signifikan terjadi pada sumbu mesenterika, walaupun kurang sering dan lebih jinak bentuk memelintir mungkin terjadi di sekitar sumbu longitudinal dari loop sigmoid. Twist longitudinal ini telah variabel disebut kekakuan, torsi aksial, atau torsi tidak lengkap fisiologis. Pasien dengan twist ini biasanya tidak bergejala, dan mungkin temuan kebetulan pada pemeriksaan barium enema rutin. gas usus mungkin bisa masuk ke sigmoid loop tertutup melalui memelintir, tetapi tidak dapat melarikan diri. Kondisi tersebut menyebabkan dilatasi besar dari loop sigmoid dan pengetatan lebih lanjut dari twist obstruktif, yang menyebabkan obstruksi lengkap. Kegagalan untuk menyediakan diagnosis yang cepat dan pengobatan yang akhirnya mengarah pada iskemia kolon, dengan perforasi dan peritonitis. Besarnya perubahan iskemik kolon sigmoid harus ditentukan sebelum melanjutkan dengan bedah reseksi untuk mencegah anastomosis dari kolon iskemik dan stenosis berikutnya. Diagnosis diferensial mencakup simpul ileosigmoid, serius perut darurat tetapi jarang di mana melibatkan ileum dan sigmoid sama lain membentuk simpul. 2 , 3 , 5 , 6 , 10 simpul ini dapat menyebabkan

pembuluh darah dan gangren kompromi kedua ileum dan kolon sigmoid. Presentasi ini akut, dengan kerusakan cepat pada kondisi pasien, termasuk pengembangan shock dan gangren usus. Abdominal cramps, vomiting, and absolute constipation occur in most patients. kram perut, muntah, dan sembelit mutlak terjadi pada kebanyakan pasien. nyeri pasien dikatakan tidak sesuai dengan tanda-tanda fisik.

Pemeriksaan yang dipilih
Temuan radiografi polos perut biasanya diagnostik volvulus sigmoid. Dekompresi dapat dicapai dengan pengenalan tabung kaku per rektum, endoskopi atau dibantu oleh fluoroskopi. A singlecontrast barium enema pemeriksaan biasanya cukup jika diperlukan, seperti dalam kasus-kasus ketika diagnosis diragukan.CT scan adalah teknik pencitraan paling invasif yang memungkinkan penilaian iskemia mural. CT scan memiliki kemungkinan tinggi mengungkapkan penyebab lain dari sakit perut jika sumber gejala pasien tidak sigmoid volvulus. Hasil angiografi mesenterika konvensional dengan bahan kontras intravena diberikan atau magnetic resonance angiography (MRA) dapat lebih pasti dalam diagnosis iskemia mesenterika. Fitur radiologic kunci adalah orang-orang dari obstruksi double-loop, yang telah dilaporkan dalam sekitar 50% dari pasien. Temuan kunci terdiri dari sebuah loop dari usus besar panggul melebar, berhubungan dengan fitur obstruksi usus kecil dan retensi kotoran dalam usus proksimal undistended. Loop melebar biasanya terletak di sisi kanan perut, dan kaki lancip inferior ke dalam kuadran kanan bawah. deviasi medial dari usus turun distal adalah penemuan langka tapi sangat spesifik. Plain radiografi mudah mengizinkan perbedaan dari volvulus volvulus sigmoid utama dari usus kecil dan dari lainnya nonobstructive bedah darurat. Namun, volvulus dari usus besar kanan, loop tertutup obstruksi usus kecil, dan volvulus sigmoid rumit oleh peritonitis dapat mensimulasikan volvulus sigmoid pada radiografi. Sigmoidoskopi, daripada pemeriksaan barium enema, adalah prosedur pilihan jika sebuah simpul ileosigmoid dicurigai.

Keterbatasan Teknik
Diagnostik kesulitan dapat terjadi dengan radiografi polos abdomen jika derajat dilatasi proksimal sangat ditandai bahwa loop sigmoid mungkin tidak diakui sebagai demikian. kesulitan serupa dapat ditemui ketika jumlah besar cairan dikaitkan dengan jumlah kecil udara. Situasi ini menyebabkan definisi miskin dari kolon sigmoid pada radiograf telentang, dan udara-cairan tingkat tinggi ditunjukkan pada gambar tegak mungkin tidak memadai untuk mendefinisikan loop sigmoid akurat. Barium enema examination is also contraindicated in patients who have clinical signs of peritonitis. Pemeriksaan barium enema merupakan kontraindikasi pada pasien yang satu usus gangren dicurigai atau ketika pneumoperitoneum adalah dicatat pada radiograf polos perut atau dada tegak pemeriksaan radiograf enema. Barium juga dikontraindikasikan pada pasien yang memiliki tanda klinis peritonitis.

Diferensial Diagnosa

Masalah lain yang perlu dipertimbangkan
Bentuk lain dari obstruksi usus besar (terutama karsinoma kolon sigmoid) Giant sigmoid divertikulum Ileosigmoid simpul Pseudo-obstruksi Lihat juga topik berikut di eMedicine: Sembelit (di bagian Gastroenterologi) Sembelit [di bagian Pediatrics] Sembelit [dalam] bagian Kedokteran Darurat Constipation and Bowel Management [in the Pediatrics General Surgery section] Sembelit dan usus Manajemen [di bagian Bedah] Umum Pediatrik Intestinal Pseudo-obstruction: Surgical Perspective Pse

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful