You are on page 1of 4

ABSTRACT

Sukmayati, 2008. Improving Students’ Speaking Skills through


Contextual Teaching and Learning Approach at SMA Negeri 8 Banda
Aceh. Thesis, Graduate Program in English Language Education of Syiah
Kuala University Banda Aceh.
Advisors: (1) Dr. Usman Kasim, M.Ed, (2) Dra. Syarifah Mardhiah,
M.Sc.Ed.

Key words: speaking skills, contextual teaching and learning approach, improving

Speaking is one of the four language skills that must be taught to senior
high school students. Even though it is an obligatory skill in English language
teaching, speaking is often considered timid so that many teachers and students
avoid teaching and learning it. Consequently, in the teaching and learning of this
skill, many problems still occur. As it was found in the preliminary study
conducted at SMAN 8 Banda Aceh, several problems were still fostered in the
teaching of speaking. They were as (1) the students were not able to speak English
especially in describing thing. (2) the students had low motivation in speaking
English, and (3) the teacher apply insufficient teaching strategy and media. Relied
on this finding, the writer realized that these conditions should be changed.
Therefore, supported by some theories and her teaching experiences, she intended
to apply an alternative approach in the teaching of speaking; that is Contextual
Teaching and Learning (CTL) Approach.
Contextual Teaching and Learning (CTL) is one of the effective teaching
approaches recommended in the 2004 curriculum. Few researches have been
conducted on CTL approach. Therefore, the researcher encouraged herself to
extract the way how to apply the CTL in teaching speaking at SMA Negeri 8
Banda Aceh.
The study was intended to find out 1) the effectiveness of CTL in
improving students’ speaking skills, 2) the application of CTL in teaching
speaking, 3) the effect of CTL towards students’ motivation, and 4) the problems
perceived in the application of CTL approach. The subject of the study was one
class of the first year students of SMA Negeri 8 Banda Aceh. The class consists of
33 students.
This study belongs to a collaborative classroom action research in which
the researcher and the collaborators discussed and worked together in planning,
implementing and making reflection. The action research was carried out in two
cycles, and every cycle was conducted in three meetings. The data were collected
by using students’ observation sheet, teacher’s observation sheet and
questionnaire. The obtained data were then presented and analyzed in a qualitative
and quantitative data procedure. Qualitative data were presented in words
explaining the process of implementing the strategy, while quantitative data were
analyzed using a simple percentage formula.

i
The research findings prove that Contextual Teaching and Learning (CTL)
is an effective approach to be implementing in improving the students’ speaking
skills. Through the implementation of the approach, the improvement of the
students’ activities in the classroom changed gradually and it can be seen in each
cycle. Almost all students participated actively in the learning teaching process
when the researcher taught them by using CTL approach. Based on the result of
the data analysis in cycle 1, several aspects were still far from the required
criteria. In the first cycle, starting from the lowest percentage of the students’
involvement in speaking class; that is 20% (4 out of 20 items observed get 100%)
increased to be to be 30% (6 out of 20 items get 100%) in the third meeting of
cycle 1. The fact shows that the percentage of students’ improvement rose in cycle
2. At the first meeting, the percentage of students’ involvement was 80% (18 out
of 20 items get 100%). In addition, it reached to 90% (19 out of 20 items get
100%) in the second but in the last meeting, the percentage decreased to be 85%.
It means that the improvement of the students activities in the speaking class were
at very good category
In terms of teacher’s observation sheet in cycle 1, there were also some
aspects that should be improved. The aspects included the way of explaining the
materials, the way of giving instruction, modeling, and in providing time for
questioning. These aspects only get 25% of the criteria. It means that the teacher’s
activities did not fulfill the required criteria. But in the second cycle, almost all
aspects observed get improvement. It means that the teacher improve her
performance and taught according to the lesson plan in the second cycle.
Furthermore, the result of the questionnaire that related to students’
motivation reveals that the students have very good responses toward the
implementation of the CTL approach. The result shows that 33 (100%) out of the
students like the learning way and interested in learning through CTL approach.
30 (90.91%) out of 33 students like the classroom situation, 32 (96.97%) like the
learning activities and the way of the teacher’s taught and 33 (100%) out of the
students were impressed to the learning model.
As for the problems, it was also discovered that the students perceived
several problems in learning through the CTL approach. The problems were
nervousness, lack of self confidence, the fright of making mistakes, lack of
opportunity, difficulty in understanding English, and L1 interference.
Additionally, the writer also found several problems in applying the CTL; they are
the problems in planning included preparing the instruments of data collection,
and creating appropriate teaching materials and media. While in the acting step,
the writer got problems in motivating the students to speak and controlling the
students working in groups. Finally, in reflection process, the writer found
difficulties in re-planning the better strategies for the next cycle.

ii
ABSTRAK
Sukmayati, 2008. The Process of Improving Students’ Speaking Skills
through Contextual Teaching and Learning Approach at SMA Negeri 8
Banda Aceh. Theses, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Pasca Sarjana,
Universitas Syiah Kuala University Banda Aceh.
Pembimbing: (1) Dr. Usman Kasim, M.Ed, (2) Dra. Syarifah Mardhiah,
M.Sc.Ed.

Kata Kunci: ketrampilan berbicara, pendekatan kontekstual, peningkatan

Ketrampilan berbahasa merupakan salah satu dari empat ketrampilan yang


harus diajarkan kepada siswa Sekolah Menengah Atas.
Walaupun ketrampilan berbicara merupakan salah satu ketrampilan yang
wajib diajarkan dalam pembelajaran bahasa, ketrampilan ini dianggap sebagai hal
yang menakutkan sehingga banyak guru dan siswa menghindari mengajarkan dan
mempelajarinya. Sesuai dengan hasil pengamatan awal pada salah satu kelas X di
SMA Negeri 8 Banda Aceh, pengajaran bahasa Inggris masih menghadapi
beberapa masalah sebagai berikut: siswa tidak mampu berbicara bahasa Inggris
khususnya untuk mendeskripsikan benda, siswa memiliki motivasi yang rendah
dalam berbicara bahasa Inggris, dan guru belum menerapkan metoda dan media
pengajaran yang cukup dalam proses pembelajaran. Berlandaskan kondisi diatas,
penulis merasa terpanggil untuk mencari alternative penyelesaian terhadap
masalah tersebut. Oleh karena itu, didukung oleh beberapa teori dan pengalaman,
penulis berhasrat untuk menerapkan salah satu pendekatan untuk pengajaran
ketrampilan berbahasa yaitu Pendekatan Kontekstual (CTL).
Sangat sedikit penelitian tentang CTL dilakukan, oleh karena itu penulis
terdorong untuk melakukan penelitian di bidang tersebut. Penelitian ini bertujuan
untuk memperoleh informasi tentang bagaimana penerapan CTL dalam
pembelajaran ketrampilan berbicara bahasa Inggris. Subjek dari penelitian ini
adalah 33 orang siswa kelas X pada SMA Negeri 8 Banda Aceh. Adapun
permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1). Apakah CTL
efektih digunakan dalam pembelajaran speaking, (2). Bagaimana penerapan CTL
untuk meningkatkan kemampuan siswa berbicara bahasa Inggris, (3). Apakah
CTL bias meningkatkan motivasi siswa untuk berbicara bahasa Inggris, dan (4).
Apa permasalahan yang dihadapi dalam penerapan CTL.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif
dimana peneliti bekerjasama dengan 2 orang pengamat dalam membuat
perencanaan, penerapan, dan membuat refleksi. Untuk mengumpulkan data,
peneliti menggunakan 3 instrumen penelitian yaitu lembar observasi siswa,
lembar observasi guru, dan kuessioner. Data yang diperoleh disajikan dan
dianalisa dengan menggunakan analisa data secara kualitatif dan kuantitatif.
Kualitatif data ditampilkan dengan mendeskripsikan proses penerapan metoda
tersebut, dan kualitatif data dianalisa dengan menggunakan rumus persentase
sederhana.

iii
Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan CTL
merupakan suatu pendekatan yang efektif untuk digunakan dalam pengajaran
speaking. Selama penerapan pendekatan ini terlihat bahwa keterlibatan siswa yang
begitu aktif dalam proses pembelajaran. Pada siklus pertama, keterlibatan siswa
hanya mencapai 20% (4 dari aspek yang diamati mencapai 100%) meningkat
menjadi 30% (6 aspek mencapai 100%) pada pertemuan ketiga. Kenyataan
menunjukkan bahwa persentase keterlibatan siswa semakin meningkat pada siklus
kedua. Pada pertemuan pertama, persentase keterlibatan siswa mencapai 80 % (18
dari 20 aspek mencapai 100%). Selanjutnya, pada pertemuan kedua mencapai
90% (18 aspek mencapai 100%) tetapi persentase tersebut agak menurun yaitu
mencapai 85% pada pertemuan ketiga. Hal ini berarti bahwa peningkatan aktifitas
siswa pada kelas berbicara berada pada katagori sangat baik.
Sehubungan dengan lembar observasi guru, dari data yang dikumpulkan
terlihat bahwa guru belum sepenuhnya melaksanakan kegiatan seperti yang
direncanakan. Ada beberapa aspek yang belum mencapai persentase yang
diharapkan misalnya dalam penyampaian materi, memberikan instruksi,
pemodelan dan menyediakan waktu untuk tanya jawab. Setelah siklus kedua
diterapkan, ketercapaian persentase dari aspek tersebut mengalami peningkatan
sehingga hampir semua aspek mencapai persentase 100.
Berkaitan dengan pengaruh penerapan CTL terhadap motivasi siswa, dari
hasil analisa data kuissioner, ditemukan bahwa, hampir semua aspek yang
berkaitan dengan motivasi mencapai persentase 100. Hal ini menunjukkan bahwa
tanggapan siswa sangat baik dan siswa sangat termotivasi untuk mengikuti
pembelajaran melalui metoda ini. 33 (100%) dari 33 siswa memiliki kesan dan
berminat mengikutri proses belajar berikutnya dengan metoda yang sama. 33
(100%) menyukai cara belajar seperti yang baru mereka ikuti,. 30 (90.91%) siswa
senang dengan suasana kelas pada saat proses belajar mengajar berlangsung, 32
(96.97%) menyukai kegiatan dan cara guru mengajar, dan 33 (100%) dari 20
aspek yang diamati terkesan dengan model pembelajaran melalui CTL.
Selanjutnya, kuissioner juga digunakan untuk mengetahui masalah-
masalah yang dihadapi selama penerapan CTL dalam pembelajaran speaking.
Dari hasil analisa data ditemukan bahwa siswa merasakan beberapa kendala yaitu
kegugupan berbicara dalam bahasa Inggris, kurang percaya diri, takut melakukan
kesalahan, kurang kesempatan dan pengaruh bahasa pertama. Disamping itu,
berdasarkan pengalaman di lapangan, peneliti juga merasakan beberapa
permasalahan dalam perencanaan seperti dalam merancang materi, kegiatan, dan
media pembelajaran. Dalam pelaksanaan peneliti menemukan kendala dalam
memotivasi siswa untuk berbicara bahasa Inggris, dan mengawasi siswa bekerja
dalam kelompok, sedangkan dalam hal refleksi peneliti merasa sedikit kesulitan
dalam menganalisa data dan merencanakan kegiatan pembelajaran untuk siklus
berikutnya.

iv