You are on page 1of 7

STATISTIK

Tugas Statistik

Oleh:
Gde Parie Perdana
1529061037

PENDIDIKAN SAINS
PROGAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
2016

DATA SKOR KOMPETENSI PEMAHAMAN KONSEP (KPK) DAN


KOMPETENSI KERJA ILMIAH (KKI) SISWA SMA
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

Kompetensi Pemahaman Konsep


PBL
STM
MPK
29
24
22
26
28
21
29
27
26
30
29
25
28
26
27
28
29
19
27
23
21
32
28
24
29
30
20
27
26
25
28
28
26
25
26
24
31
27
20
29
26
25
28
22
18
32
27
24
27
28
22
26
24
22
29
28
23
28
31
25
28
29
23
28
26
18
27
25
21
26
28
22
29
23
23
26
24
20
29
24
30
26
25
21
28
23
20
28
24
22
26
27
23
23
24
20
28
27
12
26
24
20
26

Kompetensi Kerja Ilmiah


PBL
STM
MPK
19
18
15
27
18
12
21
19
18
24
22
18
26
23
20
21
18
16
24
21
14
28
25
18
26
24
19
28
25
21
26
22
14
24
21
22
27
24
18
25
21
18
24
21
15
29
28
16
24
22
16
23
21
14
26
23
20
24
24
18
26
28
15
31
24
15
28
21
18
24
20
17
21
15
16
38
26
18
24
18
16
28
28
16
19
16
15
26
21
14
20
18
14
31
24
16
22
20
14
24
19
15
24

Tabel Penolong
Variabel
n (jumlah sampel)
(rerata)
( )2
2 (varians)
s (simpangan baku)

Kompetensi Pemahaman
Konsep (KPK)
PBL
STM
MPK
34
35
34
27,82
26,17
22.18
946
916
754
3,544
4,970
10,332
1,882
2,229
3,214

Kompetensi Kerja Ilmiah


(KKI)
PBL
STM
MPK
34
35
34
25,24
21,77
16,50
858
762
561
14,307 10,711
5,227
3,782
3,273
2,286

1) Apakah terdapat perbedaan Kompetensi Pemahaman Konsep (KPK) antara siswa


yang belajar Fisika melalui PBL dan STM?
Hipotesis yang diajukan adalah:
Ho [1 = 2 ]: Tidak terdapat perbedaan KPK antara siswa yang belajar Fisika melalui PBL
dan STM.
Ha [1 2 ]: Terdapat perbedaan KPK antara siswa yang belajar Fisika melalui PBL dan
STM.
Uji homogenitas dengan rumus sebagai berikut.
=

1 2
= 2

2

Berdasarkan tabel di atas, maka diperoleh F hitung sebesar:


=

4,970
= 1,402
3,544

dk pembilang = 35 1 = 34 dan dk penyebut = 34 1 = 33 dengan taraf signfikansi = 5%


diperoleh = 1,777. Berdasarkan data tersebut diperoleh:

< maka dapat dikatakan varians homogen (1 2 = 2 2 )

jumlah data tidak sama (1 2 )

Sehingga digunakan uji-t polled varians


1 2

(1 1)1 2 + (2 1)2 2 1
1
( + )
1 + 2 2
1
2

= 3,321
dk = 35 + 34 2 = 67
= 1,996
Jadi, > , maka Ho ditolak. Kesimpulannya terdapat perbedaan KPK antara
siswa yang belajar Fisika melalui PBL dan STM.

2) Apakah pemahaman konsep Fisika siswa yang belajar melalui PBL lebih baik
daripada yang belajar melalui MPK?
Hipotesis yang diajukan adalah:
Ho [1 2 ] : KPK Fisika siswa yang belajar melalui PBL kurang baik atau sama dengan
yang belajar melalui MPK.
Ha [1 > 2 ] : KPK Fisika siswa yang belajar melalui PBL lebih baik daripada yang belajar
melalui MPK.
Uji homogenitas dengan rumus sebagai berikut.
=

1 2
= 2

2

Berdasarkan tabel di atas, maka diperoleh F hitung sebesar:


=

10,332
= 2,915
3,544

dk pembilang = 34 1 = 33 dan dk penyebut = 34 1 = 33 dengan taraf signfikansi = 5%


diperoleh = 1,788. Berdasarkan data tersebut diperoleh:

> maka dapat dikatakan varians tidak homogen (1 2 2 2 )

jumlah data tidak sama (1 = 2 )

Sehingga digunakan uji-t dapat menggunakan separated variants atau polled variants. Kali
ini digunakan uji-t separated variants:
1 2

1 2 2 2
1 + 2

= 8,840
dk = 34-1 = 33
= 2,035
Jadi, > , maka Ho ditolak. Kesimpulannya KPK Fisika siswa yang belajar
melalui PBL lebih baik daripada yang belajar melalui MPK.

3) Apakah pemahaman konsep Fisika siswa yang belajar melalui STM lebih baik
daripada yang belajar melalui MPK?
Hipotesis yang diajukan adalah:
Ho [1 2 ] : KPK Fisika siswa yang belajar melalui STM kurang baik daripada yang
belajar melalui MPK.

Ha [1 > 2 ] : KPK Fisika siswa yang belajar melalui STM lebih baik daripada yang
belajar melalui MPK.
Diperoleh F hitung sebesar:
=

10,332
= 2,079
4,970

dk pembilang = 34 1 = 33 dan dk penyebut = 35 1 = 34 dengan taraf signfikansi = 5%


diperoleh = 1,783. Berdasarkan data tersebut diperoleh:

> maka dapat dikatakan varians tidak homogen (1 2 2 2 )

jumlah data tidak sama (1 2 )

Sehingga digunakan uji-t separated variants.


1 2

1 2 2 2
1 + 2

= 5,983
dk1 = 34-1 = 33, 1 = 2,035
dk2 = 35-1 = 34, 2 = 2,032
=

1 + 2
= 2,033
2

Jadi, > , maka Ho ditolak. Kesimpulannya KPK Fisika siswa yang belajar
melalui STM lebih baik daripada yang belajar melalui MPK.

4) Apakah terdapat perbedaan kompetensi kerja ilmiah antara siswa yang belajar
Fisika melalui PBL dan STM?
Hipotesis yang diajukan adalah:
Ho [1 = 2 ] : Tidak terdapat perbedaan KKI antara siswa yang belajar Fisika melalui PBL
dan STM.
Ha [1 2 ] : Terdapat perbedaan KKI antara siswa yang belajar Fisika melalui PBL dan
STM.
Berdasarkan tabel di atas, maka diperoleh F hitung sebesar:
=

14,307
= 1,336
10,711

dk pembilang = 34 1 = 33 dan dk penyebut = 35 1 = 34 dengan taraf signfikansi = 5%


diperoleh = 1,783. Berdasarkan data tersebut diperoleh:

< maka dapat dikatakan varians homogen (1 2 = 2 2 )

jumlah data tidak sama (1 2 )

Sehingga digunakan uji-t dapat menggunakan polled variants.


1 2

(1 1)1 2 + (2 1)2 2 1
1
( + )
1 + 2 2
1
2

= 4,072
dk = 34 + 35 2 =67
= 1,996
Jadi, > , maka Ho ditolak. Kesimpulannya terdapat perbedaan KKI antara
siswa yang belajar Fisika melalui PBL dan STM.

5) Apakah Kompetensi kerja ilmiah siswa yang belajar melalui PBL lebih baik daripada
yang belajar melalui MPK?
Hipotesis yang diajukan adalah:
Ho [1 2 ] : KKI Fisika siswa yang belajar melalui PBL kurang baik daripada yang
belajar melalui MPK.
Ha [1 > 2 ] : KKI Fisika siswa yang belajar melalui PBL lebih baik daripada yang
belajar melalui MPK.
Berdasarkan tabel di atas, maka diperoleh F hitung sebesar:
=

14,307
= 2,737
5,227

dk pembilang = 34 1 = 33 dan dk penyebut = 34 1 = 33 dengan taraf signfikansi = 5%


diperoleh = 1,788. Berdasarkan data tersebut diperoleh:

> maka dapat dikatakan varians tidak homogen (1 2 2 2 )

jumlah data tidak sama (1 = 2 )

Sehingga digunakan uji-t dapat menggunakan separated variants atau polled variants. Kali
ini digunakan uji-t separated variants:
1 2

1 2 2 2
1 + 2

= 11,525
dk = 34-1 = 33
= 2,035
Jadi, > , maka Ho ditolak. Kesimpulannya KKI Fisika siswa yang belajar
melalui PBL lebih baik daripada yang belajar melalui MPK.

6) Apakah Kompetensi kerja ilmiah siswa yang belajar melalui STM lebih baik daripada
yang belajar melalui MPK?
Hipotesis yang diajukan adalah:
Ho [1 2 ] : KKI Fisika siswa yang belajar melalui STM kurang baik daripada yang
belajar melalui MPK.
Ha [1 > 2 ] : KKI Fisika siswa yang belajar melalui STM lebih baik daripada yang
belajar melalui MPK.
Diperoleh F hitung sebesar:
=

10,711
= 2,049
5,227

dk pembilang = 35 1 = 34 dan dk penyebut = 33 1 = 33 dengan taraf signfikansi = 5%


diperoleh = 1,777. Berdasarkan data tersebut diperoleh:

> maka dapat dikatakan varians tidak homogen (1 2 2 2 )

jumlah data tidak sama (1 2 )

Sehingga digunakan uji-t separated variants.


1 2

1 2 2 2
1 + 2

= 7,774
dk1 = 34-1 = 33, 1 = 2,035
dk2 = 35-1 = 34, 2 = 2,032
=

1 + 2
= 2,033
2

Jadi, > , maka Ho ditolak. Kesimpulannya KKI Fisika siswa yang belajar
melalui STM lebih baik daripada yang belajar melalui MPK