You are on page 1of 34

Skizofrenia Pada Pemuda

Usia 25 tahun

Gari Kharisma
102010131
E2

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl.Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510

PENDAHULUAN

Skizofrenia adalah suatu gangguan dengan etiologi tak diketahui, ditandai oleh gejala
psikotik yang secara berarti menggangu fungsi dan menyangkut gangguan dalam perasaan,
berpikir dan perilaku. Gangguan ini kronik dan umumnya memiliki fase prodromal, fase aktif
dengan delusi, halusinasi, atau keduanya, dan suatu fase residual dimana gangguan itu
mungkin dalam keadaan remisi.1 Awitan pada laki-laki biasanya antara 15-25 tahun dan pada
perempuan antara 25-35 tahun. Prognosis biasanya lebih buruk pada laki-laki bila
dibandingkan dengan perempuan. Awitan setelah umur 40 tahun jarang terjadi.2

ANAMNESIS.
Pedoman Wawancara
Mulai dengan berbicara pada pasien tentang keadaan sebelum sakit daripada tentang
masalah gejalanya sekarang, agar menempatkan pasien dalam keadaan santai serta untuk
mengetahui keadaan dasar pasien dibandingkan dengan keadaan berfungsinya saat ini.

Tindak lanjut dalam pendekatan kronologik terhadap riwayat pasien ialah menentukan
manifestasi paling dini yang mengarah pada suatu awal-mula penyakitnya ( prodroma ),
kemudian diikuti oleh gejala fase aktif. Gangguan pikir, tiadanya motivasi, pikiran paranoid,
dan tidak mempunyai daya tilik ke dalam diri sendiri, semua dapat mengarah pada kesulitan
menunjukkan riwayat. Orang terdekat yang memberikan keterangan tentang pasien mungkin
lebih jelas memberinya daripada pasien itu sendiri.
Tanyakan secara detail tentang pengalaman yang aneh dan ajaib dan segala sesuatu
yang dirasakan pasien. Bila pasien tidak dapat melukiskan gejalanya, tanyakan tentang
adanya pengalaman yang amat spesifik, dimulai dengan pra-psikotiknya, seperti de javu, rasa
baal, derealisasi, dan depersonalisasi – berbagai masalah yang tidak segera mengidentifikasi
ke arah kondisi psikotik. Halusinasi yang berbunga-bunga dapat ditanya kemudian. Bila
pasien ternyata memprotes pertanyaan itu, netralkan masalah itu dengan menyatakan bahwa
pertanyaan itu hanya suatu urutan yang rutin pada pemeriksaan. Bila perlu, tunda dahulu
pertanyaan yang menyangkut gejala psikotik, dan alihkan pada pertanyaan yang menyangkut
afek dan fungsi kognitif, yang kurang mengancam bagi pasien.
Pada pasien yang mengalami gangguan jiwa/ mental, cara yang tepat untuk mendapat
informasi mengenai status medisnya dapat dilakukan dengan wawancara psikatrik. Pasien
yang mengalami gangguan jiwa dapat datang ke klinik bersama orang lain (alloanamnesis)
atau datang sendiri (autoanamnesis). Oleh karena itu, informasi dapat juga di dapat dari
saudara atau rekan pasien. Hal-hal yang dapat ditanyakan dapat berupa :2
1. Identitas pasien ? (nama, umur, pekerjaan, pendidikan, dll)
2. Menanyakan permasalahannya/keluhan utama pasien ?
3. Menanyakan perjalanan permasalahannya (gejala-gejalanya), keluhan yang terlebih
dahulu dan hubungan antara keluhan fisik dan keluhan kejiwaan ? (sejak kapan gejala
muncul, sifat gejalanya seperti apa? )
4. Menanyakan stresornya (stresor organobiologik dan stresor psikososial) ? (sebelumnya
pernah mengalami trauma, atau ada masalah keluarga, pendidikan, dll? )
5. Menanyakan ada/tidaknya gangguan fungsi :
- fungsi pekerjaan/akademik/sekolah
- fungsi sosial
- fungsi sehari-hari
6. Menanyakan riwayat perjalanan penyakit sebelumnya
- penyakit fisik
- penyakit mental dan penggunaan zat psikoaktif (napza)
- hubungan penyakit sebelumnya dengan gangguan sekarang (menanyakan keadaan
pasien sebelum sakit ?)

7. Menanyakan riwayat kehidupan pribadinya
- riwayat perkembangan fisik
- riwayat perkembangan kepribadian
- riwayat pendidikan dan pekerjaan
- riwayat kehidupan beragama
- riwayat perkawinan dan kehidupan psikoseksual
8. Menanyakan riwayat keluarga (menyusun pohon keluarga dan identitasnya)
9. Menanyakan kehidupan sosial sekarang (kondisi tempat tinggal pasien, jumlah
penghuni, pencari nafkah)2
10.Penutup (menyusun rencana pertemuan berikutnya)

PEMERIKSAAN STATUS MENTAL1
Pemeriksaan status mental merupakan gambaran menyeluruh tentang pasien yang didapat
dari hasil observasi pemeriksa dan kesan yang dimunculkan oleh pasien saat wawancara.
Status mental pasien dapat berubah dari waktu ke waktu. Secara garis besar gambaran umum
status mental adalah :
A. Deskripsi Umum
1. Penampilan
Gambaran tampilan dan kesan keseluruhan terhadap pasien.
2. Perilaku dan Aktivitas Psikomotor
Pengamatan ditujukan terhadap aspek kualitas dan kuantitas aktivitas psikomotor.
3. Sikap Terhadap Pemeriksa
Sikap pasien terhadap pemeriksa dapat digambarkan sebagai sikap kooperatif,
bersahabat, penuh perhatian, dll.
B. Mood dan Afek
1. Mood

: suasana perasaan yang bersifat pervasif dan bertahan lama,

yang mewarnai persepsi seseorang terhadap kehidupannya.
2. Afek

: respons emosional pasien, dapat berupa normal, terbatas,

tumpul atau mendatar.
3. Keserasian

: keserasian respons pasien terhadap topik yang sedang

didiskusikan dalam wawancara.
C. Pembicaraan

Pikiran 1. Pikiran Abstrak 8. cara pasien berbicara atau adanya hendaya berbicara. Konsentrasi dan Perhatian 5. Orientasi  Waktu  Tempat  Dapat mengingat nama orang 3. Isi Pikir F. Proses Pikir/Bentuk Pikir 2. Kesadaran dan Kognisi 1. Uji Daya Nilai 3. E. Pengendalian Impuls H. Daya Nilai Sosial 2. Kemampuan Menolong Diri Sendiri G. Kemampuan Visuospasial 7. Daya Nilai dan Tilikan 1. Taraf Kesadaran dan Kesigapan 2. Kemampuan Membaca dan Menulis 6. Penilaian Realita 4. Tilikan .Deskripsikan pembicaraan pasien. Daya Ingat  Jangka panjang  Jangka sedang  Jangka pendek  Segera 4. Inteligensi dan Kemampuan Informasi 9. D. Gangguan Persepsi Gangguan persepsi seperti ilusi dan halusinasi.

dan naiknya kepekaan terhadap prosedur aktivasi. tapi sebagian menunjukkan turunnya aktivitas alfa dan naiknya aktivitas teta dann delta. dan riwayat premorbid lebih buruk. berupa : . kurang motivasi ). EEG Umumnya pasien skizofren memiliki Eeg normal. atrofi vermis serebral dan turunnya radiodensitas parenkim otak. dan lateralitas abnormal. pembesaran ventrikel III dan lateral pada 1015% pasien. disfungsi lobus frontal paling jelas terlibat. Taraf Dapat Dipercaya PEMERIKSAAN FISIK DAN PENUNJANG ( PSIKOLOGIS ) 1. turunnya metabolisme lobus frontal dan parietal. afek datar. 3. metabolisme posterior relatif tinggi. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik yang dilakukan adalah pemeriksaan tanda vital secara umum. naiknya frekuensi gejala ekstrapiramid akibat obat antipsikotik. dan alran darah otak keseluruhan turun. Mungkin ada korelasi antara CT scan abnormal dan adanya gejala negatif ( misal. withdrawal sosial. c) Aliran darah serebral ( CBF = cerebral blood flow ) Pada sebagian. Bila studi PET dan CBF digabungkan dengan CT-Scan.I. aliran darah parietal naik.Denyut nadi 2. Dsifungsi lobus frontal mungkin sekunder terhadap patologi tempat lain di otak.Frekuensi napas . kadar istirahat frontal turun. misal deprivasi tidur. gangguan paroksismal. Pencitraan otak ( Brain Imaging ) a) CT-Scan Atrofi kortikal pada 10-35% pasien. retardasi psikomotor.Suhu badan . DIAGNOSIS KERJA  Skizofrenia .Tekanan darah . b) Positron emision tomography ( PET ) Pada sebagian. gangguan neuropsikiatrik.

walaupun isinya sama namun kualitasnya berbeda. biasanya bersifat mistik atau mukjizat. atau Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh.6 PEDOMAN DIAGNOSTIK  Berdasarkan PPDGJ-III: Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas ( dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam atau kurang jelas ) : I.“Thought echo” = isi pikirannya dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya ( tidak keras ). atau penginderaan III. Thought .1 Pada umumnya ditandai oleh penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari pikiran dan persepsi. ( tentang “ dirinya” = secara jelas merujuk ke pergerakan tubuh / anggota gerak atau ke pikiran. dan “thought broadcasting” = isi pikirannya tersiar ke luar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya. serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetik. serta oleh afek yang tidak wajar ( inapropriate ) or tumpul ( blunted ). atau . .Suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap perilaku - pasien. Halusinasi auditorik . dan isi pikiran ulangan. khusus ). tindakan. dan sosial budaya. “delusion perception” = pengalaman inderawi yang tak wajar. atau ‘delusion of passivity” = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar. fisik.“thought insertion or withdrawal” = isi pikiran yang asing dari luar masuk ke dalam pikirannya ( insertion ) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari II. Kesadaran yang jernih ( clear consciousness ) dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara. atau Mendiskusikan perihal pasien di antara mereka sendiri ( diantara berbagai suara - yang berbicara ). luar dirinya ( withdrawal ).Suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab ( banyak belum diketahui ) dan perjalanan penyakit tak selalu bersifat kronis atau “deteriorating” ) yang luas.“delusion of influence” = waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu - kekuatan tertentu dari luar. yang bermakna sangat khas bagi dirinya. walaupun kemunduran kognitif tertentu dapat berkembang kemudian. atau . Delusion – “Delusion of control” = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar.

tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi neuroleptika. dan penarikan diri secara sosial. sikap larut dalam diri sendiri ( self-absorbed attitude ). tertentu (posturing). misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu.  Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas. apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas. bermanifestasi sebagai hilangnya minat. negativisme. seperti sikap sangat apatis. mutisme.  Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality) dari beberapa aspek perilaku pribadi ( personal behaviour ). dalam PPDGJ III skizofrenia dibagi lagi dalam 9 tipe atau kelompok yang mempunyai spesifikasi masing-masing. atau kekuatan dan kemampuan di atas manusia biasa ( misalnya mampu mengendalikan cuaca. Arus pikiran yang terputus ( break ) atau yang mengalami sisipan (interpolation). ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan ( over-valued ideas ) yang menetap. hidup tak bertujuan. VII. biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial. yang kriterianya di dominasi dengan hal-hal sebagai berikut : 1. posisi tubuh VIII. seperti keadaan gaduh-gelisah (ex-citement).6 KLASIFIKASI Gejala klinis skizofrenia secara umum dan menyeluruh telah diuraikan di muka. Waham-waham menetap jenis lainnya. Perilaku katatonik.IV. atau fleksibilitas cerea. yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil.  Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih ( tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik prodromal ). atau apabila terjadi setiap hari VI. atau berkomunikasi dengan makhluk asing dari dunia lain ). dan respons emosional yang menumpul atau tidak wajar. Halusinasi yang menetap dari panca indera apa saja. bicara yang jarang. selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan terus menerus. V. Skizofrenia Paranoid Memenuhi kriteria diagnostik skizofrenia . atau neologisme. yang berakibat inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan. tidak berbuat sesuatu. dan stupor. Gejala-gejala “negatif”.

Sebagai tambahan : Halusinasi dan atau waham harus menonjol : (a) Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah. berhati-hati. (b) Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa. adalah yang paling khas. 2. Pasien yang sehat sampai akhir usia 20 atau 30 tahunan biasanya mencapai kehidupan social yang dapat membantu mereka melewati penyakitnya. Kepribadian premorbid menunjukkan ciri khas : pemalu dan senang menyendiri (solitary). dan perilakunya dibandingkan tipe lain pasien skizofrenik. Pasien skizofrenik paranoid tipikal adalah tegang. Mereka juga dapat bersifat bermusuhan atau agresif. respon emosional. mendengung. Juga. namun tidak harus demikian untuk menentukan diagnosis. Pasien skizofrenik paranoid biasanya berumur lebih tua daripada pasien skizofrenik terdisorganisasi atau katatonik jika mereka mengalami episode pertama penyakitnya. atau bunyi tawa. Kecerdasan mereka tidak terpengaruhi oleh kecenderungan psikosis mereka dan tetap intak. atau bersifat seksual. Pasien skizofrenik paranoid menunjukkan regresi yang lambat dari kemampuanmentalnya. kekuatan ego paranoid cenderung lebih besar dari pasien katatonik dan terdisorganisasi. (c) Waham dapat berupa hampir setiap jenis. tetapi waham dikendalikan (delusion of control). atau “Passivity” (delusion of passivity). Untuk diagnosis hebefrenia yang menyakinkan umumnya diperlukan pengamatan kontinu selama 2 atau 3 bulan lamanya. atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi pluit. dan keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam. dorongan kehendak dan pembicaraan. Pasien skizofrenik paranoid kadangkadang dapat menempatkan diri mereka secara adekuat didalam situasi social. dan tak ramah. atau lain-lain perasaan tubuh halusinasi visual mungkin ada tetapi jarang menonjol. serta gejala katatonik secara relatif tidak nyata / menonjol. pencuriga. dipengaruhi (delusion of influence). Skizofrenia Hebefrenik Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia Diagnosis hebefrenia untuk pertama kali hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset biasanya mulai 15-25 tahun). Gangguan afektif. untuk memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini memang benar bertahan : .

dan perilaku menunjukkan hampa tujuan dan hampa perasaan. Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu (rambling) serta inkoheren. atau pergerakkan kearah yang berlawanan). Dorongan kehendak (drive) dan yang bertujuan (determination) hilang serta sasaran ditinggalkan. tinggi hati (lofty manner).Perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. makin mempersukar orang memahami jalan pikiran pasien. Adanya suatu preokupasi yang dangkal dan bersifat dibuat-buat terhadap agama. ada kecenderungan untuk selalu menyendiri (solitary). filsafat dan tema abstrak lainnya. sehingga perilaku penderita memperlihatkan ciri khas. Halusinasi dan waham mungkin ada tetapi biasanya tidak menonjol (fleeting and fragmentary delusions and hallucinations). atau oleh sikap. Menurut DSM-IV skizofrenia disebut sebagai skizofrenia tipe terdisorganisasi. Gangguan afektif dan dorongan kehendak. (d) Negativisme (tampak jelas perlawanan yang tidak bermotif terhadap semua perintah atau upaya untuk menggerakkan. sering disertai oleh cekikikan (giggling) atau perasaan puas diri (self-satisfied). 3. dan ungkapan kata yang diulang-ulang (reiterated phrases). serta mannerisme. serta gangguan proses pikir umumnya menonjol. mengibuli secara bersenda gurau (pranks). tertawa menyeringai (grimaces). Skizofrenia Katatonik Memenuhi kriteria umum untuk diagnosis skizofrenia. Satu atau lebih dari perilaku berikut ini harus mendominasi gambaran klinisnya : (a) Stupor (amat berkurangnya dalam reaktivitas terhadap lingkungan dan dalam gerakan serta aktivitas spontan) atau mutisme (tidak berbicara): (b) Gaduh gelisah (tampak jelas aktivitas motorik yang tak bertujuan. mannerisme. (f) Fleksibilitas cerea / ”waxy flexibility” (mempertahankan anggota gerak dan tubuh dalam . senyum sendirir (self-absorbed smiling). (e) Rigiditas (mempertahankan posisi tubuh yang kaku untuk melawan upaya menggerakkan dirinya). yang tidak dipengaruhi oleh stimuli eksternal) (c) Menampilkan posisi tubuh tertentu (secara sukarela mengambil dan mempertahankan posisi tubuh tertentu yang tidak wajar atau aneh). yaitu perilaku tanpa tujuan (aimless) dan tanpa maksud (empty of purpose). Afek pasien dangkal (shallow) dan tidak wajar (inappropriate). keluhan hipokondrial.

(b) Beberapa gejala skizofrenia masih tetap ada (tetapi tidak lagi mendominasi gambaran klinisnya). dan (g) Gejala-gejala lain seperti “command automatism” (kepatuhan secara otomatis terhadap perintah). dan (c) Gejala-gejala depresif menonjol dan menganggu. atau alkohol dan obat-obatan. dan pengulangan kata-kata serta kalimat-kalimat. Skizofrenia tak terinci (Undifferentiated). Penting untuk diperhatikan bahwa gejala-gejala katatonik bukan petunjuk diagnostik untuk skizofrenia. Seringkali. memenuhi paling sedikit kriteria untuk episode depresif. Depresi Pasca-Skizofrenia Diagnosis harus ditegakkan hanya kalau : (a) Pasien telah menderita skizofrenia (yang memenuhi kriteria diagnosis umum skizzofrenia) selama 12 bulan terakhir ini. dan telah ada dalam kurun waktu paling sedikit 2 minggu. pasien skizofrenik memerlukan pengawasan yang ketat untuk menghindari pasien melukai dirinya sendiri atau orang lain. atau cedera yang disebabkan oleh dirinya sendiri. Perawatan medis mungkin ddiperlukan karena adanya malnutrisi.posisi yang dapat dibentuk dari luar). PPDGJ mengklasifikasikan pasien tersebut sebagai tipe tidak terinci. Pada pasien yang tidak komunikatif dengan manifestasi perilaku dari gangguan katatonik. Selama stupor atau kegembiraan katatonik. Apabila pasien tidak lagi menunjukkan gejala skizofrenia diagnosis menjadi episode depresif. atau katatonik. gangguan metabolik. serta dapat juga terjadi pada gangguan afektif. 5. Gejala katatonik dapat dicetuskan oleh penyakit otak. diagnosis skizofrenia mungkin harus ditunda sampai diperoleh bukti yang memadai tentang adanya gejala-gejala lain. Kriteria diagnostic menurut PPDGJ III yaitu: Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia Tidak memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofrenia paranoid. Bila gejala skizofrenia diagnosis masih jelas dan menonjol. . Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia residual atau depresi pasca skizofrenia. diagnosis harus tetap salah satu dari subtipe skizofrenia yang sesuai. hebefrenik. Pasien yang jelas skizofrenik tidak dapat dengan mudah dimasukkan kedalam salah satu tipe. hiperpireksia. kelelahan. 4.

Penumpulan emosional. (b) Sedikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang jelas di masa lampau yang memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofenia. 7. atau manifestasi lain dari episode psikotik. afek yang menumpul. aktivitas menurun. perawatan diri dan kinerja sosial yang buruk. modulasi suara. waham. perilaku eksentrik. Gangguan proses berpikir biasanya sukar ditemukan. (d) Tidak terdapat dementia atau penyakit / gangguan otak organik lain. tanpa adanya kumpulan lengkap gejala aktif atau gejala yang cukup untuk memenuhi tipe lain skizofrenia. Waham dan halusinasi jarang sekali terdapat. Gejala utama pada jenis simpleks adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. Skizofrenia simpleks sering timbul pertama kali pada masa pubertas. komunikasi non-verbal yang buruk seperti dalam ekspresi muka. Jenis ini timbulnya . Menurut DSM IV. (c) Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu satu tahun dimana intensitas dan frekuensi gejala yang nyata seperti waham dan halusinasi telah sangat berkurang (minimal) dan telah timbul sindrom “negative” dari skizofrenia. depresi kronis atau institusionalisasi yang dapat menjelaskan disabilitas negative tersebut. kemiskinan dalam kuantitas atau isi pembicaraan. dan posisi tubuh. dan pengenduran asosiasi ringan adalah sering ditemukan pada tipe residual. pikiran yang tidak logis. persyaratan berikut ini harus dipenuhi semua (a) Gejala “negative” dari skizofrenia yang menonjol misalnya perlambatan psikomotorik. tanpa tujuan hidup. danmdisertai dengan perubahan-perubahan perilaku pribadi yang bermakna. kontak mata. tidak berbuat sesuatu. Skizofrenia Residual Untuk suatu diagnosis yang meyakinkan. Skizofrenia Simpleks Diagnosis skizofrenia simpleks sulit dibuat secara meyakinkan karena tergantung pada pemantapan perkembangan yang berjalan perlahan dan progresif dari : gejala “negative” yang khas dari skizofrenia residual tanpa didahului riwayat halusinasi. Jika waham atau halusinasi ditemukan maka hal tersebut tidak menonjol dan tidak disertai afek yang kuat. tipe residual ditandai oleh bukti-bukti yang terus menerus adanya gangguan skizofrenik. penarikan social. sikap pasif dan ketiadaan inisiatif.6. bermanifestasi sebagai kehilangan minat yang mencolok. Gangguan ini kurang jelas gejala psikotiknya dibandingkan subtipe skizofrenia lainnya. dan penarikan diri secara sosial.

. Makin lama ia makin mundur dalam pekerjaan atau pelajaran dan akhirnya menjadi pengangguran. Keadaan oneiroid adalah suatu keadaan mirip mimpi dimana pasien mungkin pasien sangat kebingungan dan tidak sepenuhnya terorientasi terhadap waktu dan tempat. terdapat penggolongan skizofrenia lainnya (yang tidak berdasarkan DSM IV TR). Sindroma juga dinamakan skizofrenia ambang (borderline schizophrenia) di masa lalu. Klinisi Perancis melaporkan bahwa kira-kira empat puluh persen diagnosis delirante berkembang dalam penyakitnya dan akhirnya diklasifikasikan sebagai media skizofrenia. Sebagai contohnya. Skizofrenia YTT Selain beberapa subtipe di atas. antara lain : Bouffe delirante (psikosis delusional akut). Skizofrenia lainnya 9. Oneiroid. Diagnosis adalah mirip dengan diagnosis gangguan skizofreniform didalam DSM-IV. Konsep skizofrenia laten dikembangkan selama suatu waktu saat terdapat konseptualisasi diagnostic skizofrenia yang luas. pelacur. pasien harus sangat sakit mental untuk mendapatkan diagnosis skizofrenia. atau penjahat. Konsep diagnostik Perancis dibedakan dari skizofrenia terutama atas dasar lama gejala yang kurang dari tiga bulan.perlahan-lahan sekali. dan bila tidak ada orang yang menolongnya ia mungkin akan menjadi pengemis. Istilah “skizofrenik oneiroid” telah digunakan bagipasien skizofrenik yang khususnya terlibat didalam pengalaman halusinasinya untuk mengeluarkan keterlibatan didalam dunia nyata. Sekarang. skizofrenia laten sering merupakan diagnosis yang digunakan gangguan kepribadian schizoid dan skizotipal. Pasien tersebut mungkin kadangkadang menunjukkan perilaku aneh atau gangguan pikiran tetapi tidak terus menerus memanifestasikan gejala psikotik. pasien yang sekarang ini tidak terlihat sakit berat dapat mendapatkan diagnosis skizofrenia. Pada permulaan mungkin penderita mulai kurang memperhatikan keluarganya atau mulai menarik diri dari pergaulan. tetapi pada konseptualisasi diagnostik skizofrenia yang luas. Skizofrenia laten. 2-7 8.

panambivalensi dan kadangkadang seksualitas yang kacau. kemiskinan pembicaraan atau isi pembicaraan. Disertai dengan struktur otak yang normal pada CT dan respon yang relatif baik terhadap pengobatan. dan kompulsi selanjutnya menunjukkan gejala gangguan pikiran dan psikosis. . mereka mengalami kecemasan yang mengalir bebas (free-floating) dan yang sering sulit menghilang. Pseudoneurotik. dan defisit perhatian. perilaku aneh. fobia. Dalam pemakaian lain istilah digunakan untuk perjalanan penyakit yang memburuk secara progresif atau adanya system waham yang tersusun baik. penarikan sosial. Skizofrenia Tipe I. Skizofrenia tipe II. yaitu primer dan sekunder. defek kognitif. pasien yang awalnya menunjukkan gejala tertentu seperti kecemasan. Kadang-kadang. 11 MANIFESTASI KLINIS Gejala-gejala skizofrenia dapat dibagi menjadi dua kelompok menurut Bleuler. panfobia.Jika terdapat keadaan oneiroid. Didalam penjelasan klinis pasien. klinisi harus berhati-hati dalam memeriksa pasien untuk adanya suatu penyebab medis atau neurologist dari gejala tersebut. halusinasi. Skizofrenia dengan sebagian besar simptom yang muncul adalah simptom negative yaitu pendataran atau penumpulan afek. anhedonia. tidak adanya motivasi. Pasien tersebut ditandai oleh gejala panansietas. Disertai dengan kelainan otak struktural pada pemeriksaan CT dan respon buruk terhadap pengobatan. mereka jarang menjadi psikotik secara jelas dan parah. dan bertambah banyaknya pembicaraan. Skizofrenia dengan sebagian besar simptom yang muncul adalah simptom positif yaitu asosiasi longgar. Parafrenia. Arti ganda dari istilah ini menyebabkannya tidak sangat berguna dalam mengkomunikasikan informasi. obsesi. Istilah ini seringkali digunakan sebagai sinonim untuk “skizofrenia paranoid”. penghambatan (blocking). Tidak seperti pasien yang menderita gangguan kecemasan. dandanan yang buruk.

masih bertujuan. umpamanya seorang perawat dimarahi dan dipukuli. seperti dikatakan “merah” bila dimaksudkan “berani”. timbul ide-ide yang tidak dikehendaki: tekanan pikiran atau “pressure of thoughts”. pada pikiran melayang ide timbul sangat cepat. Bila suatu ide berulang-ulang timbul dan diutarakan olehnya dinamakan preseverasi atau stereotipi pikiran. Ada penderita yang mengatakan bahwa seperti ada sesuatu yang lain didalamnya yang berpikir. Pada skizofrenia inti gangguan memang terdapat pada proses pikiran. Seorang dengan skizofrenia juga kecenderungan untuk menyamakan hal-hal. biasanya berlangsung beberapa detik saja.Gejala-gejala primer : Gangguan proses pikiran (bentuk. pada pikiran melayang selalu ada efori. umpamanya maksudnya “tani” tetapi dikatakan “sawah”. kemudian seorang lain yang ada disampingnya juga dimarahi dan dipukuli Kadang-kadang pikiran seakan berhenti. tetapi masih dapat diikuti. misalnya penderita menjadi acuh tak acuh terhadap hal-hal penting untuk dirinya sendiri seperti keadaan keluarganya dan masa depannya. langkah. Yang terganggu terutama ialah asosiasi. sudah timbul ide lain. lalu saya lari…”. Gangguan afek dan emosi Gangguan ini pada skizofrenia mungkin berupa : Kedangkalan afek dan emosi (“emotional blunting”). Keadaan ini dinamakan “blocking”. Hal ini dinamakan inkoherensi. tidak timbul ide lagi. Kadang-kadang satu ide belum selesai diutarakan. isi pikiran). umpamanya piring-miring. Atau terdapat pemindahan maksud. Pada inkoherensi biasanya jalan pikiran tidak dapat diikuti sama sekali. atau “…dulu waktu hari. . Tidak jarang juga digunakan arti simbolik.11 Pikiran melayang (flight of ideas) lebih sering inkoherensi. jah memang matahari. Pada inkoherensi sering tidak ada hubungan antara emosi dan pikiran. Jalan pikiran mudah dibelokkan dan hal ini menambah inkoherensinya. tetapi kadang-kadang sampai beberapa hari. Semua ini menyebabkan jalan pikiran pada skizofrenia sukar atau tidak dapat diikuti dan dimengerti. Atau terdapat “clang association” oleh karena pikiran sering tidak mempunyai tujuan tertentu.

hendak masuk kedalam ruangan. Karena terpecah belahnya kepribadian. seperti penderita yang sedang bermain sandiwara. tidak dapat bertindak dalam suatu keadaan. tetapi mulutnya tertawa. maka dua hal yang berlawanan mungkin terdapat bersama-sama. umpamanya sesudah membunuh anaknya penderita menangis berhari-hari.. umpamanya mau makan dan tidak mau makan. Kadang-kadang emosi dan afek serta ekspresinya tidak mempunyai kesatuan. Mereka selalu memberikan alasan. Kadang-kadang penderita melamun berhari-hari lamanya bahkan berbulan-bulan. Parathimi dan paramimi bersama-sama dalam bahasa Inggris dinamakan “incongruity of affect” dalam bahasa Belanda hal ini dinamakan “inadequat”. atau menangis dan tertawa tentang satu hal yang sama. akan tetapi ia menangis. Gangguan afek dan emosi lain adalah : Emosi yang berlebihan. Ambivalensi kemauan : menghendaki dua hal yang berlawanan pada waktu yang sama. Negativisme : sikap atau perbuatan yang negative atau berlawanan terhadap suatu permintaan. sehingga kelihatan seperti dibuat-buat. meskipun alasan itu tidak jelas atau tepat.Gangguan kemauan Banyak penderita dengan skizofrenia mempunyai kelemahan kemauan. Ini dinamakan ambivalensi pada afek. Atau mereka menganggap hal itu biasa saja dan tidak perlu diterangkan. Karena itu sering kita tidak dapat merasakan perasaan penderita. Semua ini merupakan gangguan afek dan emosi yang khas untuk skizofrenia. . tetapi belum sampai tangannya sudah ditarik kembali.Perasaan halus sudah hilang. Yang penting juga pada skizofrenia adalah hilangnya kemampuan untuk melakukan hubungan emosi yang baik (“emotional rapport”). Perilaku demikian erat hubungannya dengan otisme dan stupor katatonik. atau tangan diulurkan untuk berjabat tangan. pada penderita timbul rasa sedih atau marah.Paramimi : penderita merasa senang dan gembira. Parathimi : apa yang seharusnya menimbulkan rasa senang dan gembira. umpamanya mencintai dan membenci satu orang yang sama . umpamanya bila ditanyai mengapa tidak maju dengan pekerjaan atau mengapa tiduran terus. maju mundur. Mereka tidak dapat mengambil keputusan. tetapi sewaktu melewati pintu ia mundur. Jadi sebelum suatu perbuatan selesai sudah timbul dorongan yang berlawanan.

kata atau kalimat diulang-ulangi. yang dapat dilihat dalam bentuk grimas pada mukanya atau keanehan berjalan dan gaya. maka dapat dilihat gerakan-gerakan yang kurang luwes atau yang agak kaku. Stupor ini dapat berlangsung berhari-hari. sehingga ia melakukan sesuatu secara otomatis. Gejala katalepsi ialah bila suatu posisi badan dipertahankan untuk waktu yang lama. Mungkin penderita mutistik. Keadaan ini dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa tahun. atau tiap kali mau menyuap nasi mengetok piring dulu beberapa kali. Otomatisme komando (“command automatism”) sebetulnya merupakan lawan dari negativisme : semua perintah dituruti secara otomatis. Mungkin juga oleh karena sikapnya yang negativistik atau karena hubungan penderita dengan dunia luar sudah hilang sama sekali hingga ia tidak ingin mengatakan apa-apa lagi. Negativisme : menentang atau justru melakukan yang berlawanan dengan apa yang disuruh.3 Gejala psikomotor Juga dinamakan gejala-gejala katatonik atau gangguan perbuatan. berbulan-bulan dan kadang-kadang bertahun-tahun lamanya pada skizofrenia yang menahun. Mutisme dapat disebabkan oleh waham. Kadang-kadang penderita menggunakan atau membuat kata-kata yang baru: neologisme. Bila gangguan hanya ringan saja. umpamanya menarik-narik rambutnya. maka keadaan ini dinamakan logorea. ada sesuatu yang melarang ia bicara. Mannerisme adalah stereotipi yang tertentu pada skizofrenia. Penderita dalma keadaan stupor tidak menunjukkan pergerakan sama sekali.Otomatisme : penderita merasa kemauannya dipengaruhi oleh orang lain atau tenaga dari luar.2. Fleksibilitas cerea: bila anggota badan dibengkokkan terasa suatu tahanan seperti pada lilin. bagaimana ganjilpun.4 . Stereotipi pembicaraan dinamakan verbigerasi. Sebaliknya tidak jarang penderita dalam keadaan katatonik menunjukkan hiperkinesa. ia terus bergerak saja. Kelompok gejala ini oleh Bleuler dimasukkan dalam kelompok gejala skizofrenia yang sekunder sebab didapati juga pada penyakit lain. Berulang-ulang melakukan suatu gerakan atau sikap disebut stereotipi. Sebetulnya gejala katatonik sering mencerminkan gangguan kemauan.Termasuk dalam gangguan ini adalah echolalia (penderita meniru kata-kata yang diucapkan orang lain) dan ekophraksia (penderita meniru perbuatan atau pergerakan orang lain).

halusinasi citrarasa (gustatorik) atau halusinasi singgungan (taktil). Waham dinamakan menurut isinya :waham kebesaran atau ekspansif. Penderita sering dapat menceritakan dengan jelas pengalamannya dan perasaannya. waham kejaran. atau ada orang yang menyinarinya dengan alat rahasia atau ia merqasa ada racun dalam makanannya Halusinasi penglihatan agak jarang pada skizofrenia lebih sering pada psikosa akut yang berhubungan dengan sindroma otak organik bila terdapat maka biasanya pada stadium permulaan misalnya penderita melihat cahaya yang berwarna atau muka orang yang menakutkan. Waham sekunder biasanya logis kedengarannya dapat diikuti dan merupakan cara bagi penderita untuk menerangkan gejala-gejala skizofrenia lain. Diatas telah dibicarakan gejala-gejala. kesadaran dan intelegensi tidak menurun pada skizofrenia. tanpa penyebab apa-apa dari luar. halusinasi timbul tanpa penurunan kesadaran dan hal ini merupakan gejala yang hampir tidak dijumpai dalam keadaan lain. Sekali lagi. Halusinasi Pada skizofrenia. Umpamanya penderita mencium kembang kemanapun ia pergi. umpamanya penderita berwaham bahwa ia raja. waham nihilistik. bunyi barangbarang atau siulan. Kadang-kadang didapati depersonalisasi atau “double personality”.Gejala-gejala sekunder : a. Waham Pada skizofrenia. 1 b. Waham primer timbul secara tidak logis sama sekali. Mayer gross membagi waham dalam dua kelompok yaitu waham primer dan waham sekunder. Kadang-kadang terdapat halusinasi penciuman (olfaktorik). Umpamanya istrinya sedang berbuat serong sebab ia melihat seekor cicak berjalan dan berhenti dua kali. waham sering tidak logis sama sekali dan sangat bizarre. Menurur Mayer-Gross hal ini hampir patognomonis buat skizofrenia. waham dosa. waham sindiran. Sebaliknya ia tidak mengubah sikapnya yang bertentangan. Tetapi penderita tidak menginsafi hal ini dan untuk dia wahamnya adalah fakta dan tidak dapat diubah oleh siapapun. misalnya . dan sebagainya. Paling sering pada keadaan sskizofrenia ialah halusinasi (oditif atau akustik) dalam bentuk suara manusia. atau seorang penderita berkata “dunia akan kiamat sebab ia melihat seekor anjing mengangkat kaki terhadap sebatang pohon untuk kencing. tetapi ia bermain-main dengan air ludahnya dan mau disuruh melakukan pekerjaan kasar. waham sistematis atau tafsiran yang bersifat waham (delutional interpretations).

Tidak ada symptom atau gejala klinis yang patognomonik untu skizofrenia. Artinya tidak ada simptom yang khas atau hanya terdapat pada skizofrenia. Harus diperhatikan taraf pendidikan. Atau pada double personality seakan-akan terdapat kekuatan lain yang bertindak sendiri didalamnya atau yang menguasai dan menyuruh penderita melakukan sesuatu. Selain itu hal yang tampaknya merupakan gangguan realitas mungkin akibat keterbatasan intelektual dan pendidikan pasien.penderita mengidentifikasikan dirinya dengan sebuah meja dan menganggap dirinya sudah tidak adalagi. Tetapi ada yang mengatakan bahwa otisme terjadi karena sangat terganggunya afek dan kemauan. kemampuan intelektual dan latar belakang sosial budaya pasien. (2).7 Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menilai simptom dan gejala klinis skizofrenia adalah: (1). Oleh Bleuler depersonalisasi. double personality dan otisme digolongkan sebagai gejala primer. Simptom dan gejala klinis pasien skizofrenia dapat berubah dari waktu ke waktu. Pada skizofrenia sering dilihat otisme : penderita kehilangan hubungan dengan dunia luar ia seakan-akan hidup dengan dunianya sendiri tidak menghiraukan apa yang terjadi di sekitarnya. (3). Oleh karena itu pasien skizofrenia dapat berubah diagnosis subtipenya dari perawatan sebelumnya (yang lalu). Bahkan dalam satu kali perawatanpun diagnosis subtipe mungkin berubah. Contohnya memakai koteka di Papua merupakan hal yang biasa namun akan dipandang aneh jika dilakukan di Jakarta. Sebab perilaku atau pola pikir masyarakat dari sosial budaya tertentu mungkin dipandang sebagai suatu hal yang aneh bagi budaya lain.8 DIAGNOSIS BANDING  Gangguan Psikosis Akut F23 : Gangguan psikosis akut dan sementara adalah sekelompok gangguan jiwa yang : • Onsetnya akut ( 2 minggu dari keadaan premorbid yang normal) . 5. Tiap simptom skizofrenia mungkin ditemukan pada gangguan psikiatrik atau gangguan syaraf lainnya.

Gangguan Psikotik Polimorfik Akut dengan Gejala Skizofrenia . Harus ada keadaan emosional yang beranekaragamnya Walaupun gejala-gejalanya beraneka ragam.Memenuhi kriteria yang khas untuk gangguan psikotik polimorfik akut. Apabila gejala-gejala skizofrenia menetap untuk lebih dari 1 bulan maka diagnosis harus diubah menjadi skizofrenia. Gangguan Psikotik Polimorfik Akut tanpa Gejala Skizofrenia . tidak satupun dari gejala itu ada secara cukup konsisten dapat memenuhi kriteria skizofrenia atau episode manik atau episode depresif. tetapi lamanya kurang 1 bulan. 2. Memenuhi kriteria skizofrenia. . tetapi hanya berlangsung kurang dari satu bulan lamanya.Disertai gejala-gejala yang memenuhi kriteria untuk diagnosis Skizofrenia yang harus sudah ada untuk sebagian besar waktu sejak munculnya gambaran klinis - psikotik itu secara jelas. • • • • F23.0 gangguan psikotik polimorfik akut tanpa gejala skizofrenia F23. Harus ada beberapa jenis halusinasi atau waham yang berubah dalam jenis dan - intensitasnya dari hari ke hari atau dalam hari yang sama . Gangguan Psikotik Lir – Skizofrenia Akut Suatu gangguan psikotik akut dengan gejala yang stabil dan memenuhi kriteria skizofrenia.Onset psikotiknya akut (dua minggu atau kurang) (2). 3.1 gangguan psikotik polimorfik akut dengan gejala skizofrenia F23.2 gangguan psikotik lir skizofrenia akut F23.• Sindrom polimorfik • Ada stresor yang jelas • Tidak memenuhi kriteria episode manik atau depresif • Tidak ada penyebab organik Beberapa Gangguan Jiwa Gangguan Psikosis Akut dan Sementara . . Pedoman Diagnosis (1).Onset harus akut (dari suatu keadaan non psikotik sampai keadaan psikotik yang - jelas dalam kurun waktu 2 minggu atau kurang).3 gangguan psikotik akut lainnya dengan predominan waham 1.

morbiditas dan keparahan presentasi lebih besar pada area urban daripada rural.  Usia timbul Umumnya antara 15-35 tahun ( 50% kurang dari 25 tahun ). 2. dan halusinasi pendengaran.4. inisiden sama pada kelas-kelas sosioekonomi ( mencerminkan teori pergeseran ke bawah. Selain itu.4  Rasio seks Pria = wanita  Status sosioekonomi Naiknya prevalensi di golongan sosioekonomi rendah. tapi peneliti percaya ini mungkin mencerminkan bias pada pendiagnosis. tetapi tidak memenuhi skizofrenia.6 EPIDEMIOLOGI  Insiden dan prevalensi Prevalensi seumur hidup sekitar 1%. mereka akhirnya akan cenderung bergeser ke bawah ke kelas sosioekonomi lebih rendah karena gangguan mereka yang parah). di seluruh dunia 2 juta kasus baru muncul tiap tahun. Sering berupa waham kejar dan waham rujuk.Tidak memenuhi kriteria psikosis polimorfik akut. Sangat jarang sebelum umur 10 atau sesudah 40.(3). yang mengatakan bahwa meskipun pasien semula lahir dalam suatu kelas sosioekonomi. ( dapat pula . Satu dari 100 orang Amerika dirawat pada suatu waktu karena skizofrenia. 4.  Ras Prevalensi dilaporkan lebih tinggi di kalangan Hitam dan Hispanik dibandingkan kulit putih. Gangguan Psikotik Akut Lainnya dengan Predominan Waham Gambaran klinis berupa waham dan halusinasi yang cukup stabil. Diperkirakan 2 juta orang Amerika menderita skizofrenia.1. morbiditas dan keparahan presentasi lebih besar di area industrialisasi daripada non-industrialisasi. Prevalensi.

yang mengatakan bahwa orang yang menderita skizofrenia memiliki kerentanan biologik. Dalam waktu sama. Di Indonesia diperkirakan satu sampai dua persen penduduk atau sekitar dua sampai empat juta jiwa akan terkena penyakit ini. tak ada faktor etiologik yang unggal yang dianggap kausatif. Penyakit yang satu ini cenderung menyebar di antara anggota keluarga sedarah. psikososial. yang dicetuskan leh stres dan menimbulkan gejala skizofrenia.  Musim Insiden lebih itnggi di musim dingin dan awal semi ( Januari. skizofrenia biasanya mulai diidap pada usia 25 hingga 30 tahun.5 ETIOLOGI Karena banyak ragamnya presentasi gejala dan prognositik skizofrenia. Sekitar satu persen penduduk dunia akan mengidap skizofrenia pada suatu waktu dalam hidupnya.April di AS. Stress mungkin biologik. Bahkan sekitar sepertiga dari sekitar satu sampai dua juta yang terjangkit penyakit skizofrenia ini atau sekitar 700 ribu hingga 1. Model yang paling sering digunakan adalah model stres-diatesis. s. Tiga per empat dari jumlah pasien skizofrenia umumnya dimulai pada usia 16 sampai 25 tahun pada laki-laki. Pada kaum perempuan. genetik. atau lingkungan.mencerminkan lebih tinggi presentasi orang minoritas yang tinggal di golongan sosioekonomi lebih rendah dan area industrialisasi ).4 juta jiwa kini sedang mengidap skizofrenia.  Biaya Biaya langsung ataupun tidak untuk AS sekitar 10-12 miliar dolar/tahun.1 BIOLOGI . Juli-September di belahan selatan ). jumlah pasien di rumah sakit turun 40-50%.  Rawat inap versus berobat jalan Dari 1965-75. atau diatesis.d 80% pasien ditangani berobat jalan.

Hipotesis yang paling banyak yaitu adanya gangguan neurotransmiter sentral yaitu terjadinya peningkatan aktivitas dopamin sentral ( hipotesis dopamin ). Gangguan yang paling banyak dijumpai yaitu pelebaran ventrikel tiga dan lateral yang stabil yang kadang-kadang sudah terlihat sebelum awitan penyakit. . atropi bilateral lobus temporal medial dan lebih spesifik yaitu girus parahipokampus. limposit atipikal tipe P ( terstimulasi ). Penemuan lain yaitu adanya antibodi sitomegalovirus dalam cairan serebrospinalis ( CSS ). Meskipun demikian beberapa gangguan organik dapat terlihat ( telah direplika dan dibandingkan ) pada subpopulasi pasien. serta berkurangnya kemampuan menamakan benda. hipokampus dan amigdala. dan perlambatan waktu reaksi. 2. lebih besar kecenderungan lahir pada akhir musim dingin atau awal musim panas. amfetamin juga memperburuk skizofrenia. gangguan fungsi hemisfer kiri. EP P300 auditorik ( dengan QEEG ). dan penurunan volume korteks prefrontal dorsolateral. Selain itu. Bagaimanapun ini menunjukkan adanya dasar biologik dan heterogenitas skizofrenia. Beberapa penelitian melaporkan bahwa semua perubahan ini tampaknya statis dan telah dibawa sejak lahir ( tidak ada gliosis ). Pada individu yang berkembang menjadi skizofrenia terdapat peningkatan insiden komplikasi persalinan ( prematur. BIOKIMIA Etiologi biokimia belum diketahui. lahir pada masa epdiemi influenza ). Lokasinya menunjukkan gagguan perilaku yang ditemui pada skizofrenia. dan terdapat gangguan neurologi minor. Terjadinya psikosis akibat penggunaan amfetamin. gangguan transmisi dan pengurangan ukuran korpus kolosum. kelainan EEG. misalnya gangguan hipokampus dikaitkan dengan impermen memori dan atropi lobus frontalis dihubungkan dengan simptom negatif skizofrenia. secara klinis denga psikosis skizofrenia paranoid akut. dan pada beberapa kasus perjalanannya progresif. disorientasi spasial sel piramid hipokampus. pengecilan vermis serebri. Amfetamin melepaskan dopamin sentral. Efektivitas obat-obat neuroleptik ( misalnya fenotiazin ) pada skizofrenia bekerja memblok reseptor dopamin pasca sinaps ( tipe D2 ). Kemaknaan penemuan-penemuan ini belum diketahui. hipotesis ini dibuat berdasarkan tiga penemuan utama : 1. sulit memusatkan perhatian. Psikosis yang terjadi sukar dibedakan.Tidak ada gangguan fungsional dan struktur yang patognomonik ditemukan pada penderita skizofrenia. berat badan lahir rendah (BBLR). penurunan aliran darah dan metabolisme glukosa di lobus frontal ( dilihat dengan PET ).

Setelah pemberian obat neurotransmitter tersebut terjadi perbaikan klinis skizofrenia. Adanya peningkatan jumlah reseptor D2 di nukleus kaudatus. terdapat dalam keluarga ). dan kemungkina dihubungkan dengan gangguan keprbadian paranoid antisosial. Pasien skizofrenia sering tidak “dibebaskan” oleh keluarganya. GENETIKA Skizofrenia mempunyai komponen yang diturunkan secara bermakna. Semakin dekat hubungan kekerabatan semakin tinggi risiko. Pasien yang pulang ke rumah sering relaps pada tahun berikutnya bila dibandingkan dengan pasien yang ditempatkan di Panti penitipan. memperlihatkan kecemasan yang berlebihan. FAKTOR KELUARGA Kekacauan dan dinamika keluarga memegang peranan penting dalam menimbulkan kekambuhan dan mempertahankan remisi. Frekuensi kejadian gangguan nonpsikotik meningkat pada keluarga skizofrenia dan secara genetik dikaitkan dengan gangguan keprbadian ambang dan skizotipal ( gangguan spektrum skizofrenia ). nukleus akumben. Pasien yang berisiko adalah pasien yang tinggal bersam keluarga yang hostil. Sesuai dengan penelitian hubungan darah ( konsanguinitas ). terlalu ikut campur. Teori lain yaitu peningkatan serotonin di susunan saraf pusat ( terutama 5-HT2A ) dan kelebihan NE di forebrain limbik ( terjadi pada beberapa penderita skizofrenia ). dan D5. D4. Pada penelitian adopsi. saat ini tidak banyak memberikan hasil. gangguan obsesif-konfulsif. Pada tahun 1956. skizofrenia adalah gangguan yang bersifat keluarga ( misalnya. anak yang mempunyai orang tua skizofrenia diadopsi. oleh keluarga normal. Betson menggambarkan suatu karakteristik “ikatan ganda” yaitu . sangat pengeritik ( disebut Ekspresi Emosi Tinggi ). komples dan poligen. Beberapa peneliti mengidentifikasi suatu cara komunikasi yang patologis dan aneh pada keluarga-keluarga skizofrenia. kembar monozigot mempunyai risiko 4-6 kali lebih sering menjadi sakit bila dibandingkan dengan kembar dizigot. Penelitian reseptor D1. peningkatan angka sakitnya sama dengan bila anak-anak tersebut daisuh sendiri oleh orang tuanya yang skizofrenia. Komunikasi sering samar-samar atau tidak jelas dan sedikit tak logis. waktu lahir.3. Pada penelitian anak kembar. sangat protektif terhadap pasien. dan putamen pada skizofrenia.

Antipsikotik Konvensional ----Obat antipsikotik yang paling lama penggunannya disebut antipsikotik konvensional. antipsikotik konvensional sering menimbulkan efek samping yang serius. yaitu antipsikotik konvensional. ----Ada 2 pengecualian (harus dengan antipsikotok konvensional). Haldol (haloperidol) 5. Prolixin (fluphenazine) ----Akibat berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan oleh antipsikotik konvensional. Thorazine ( chlorpromazine) 3. Antipsikotik pertama diperkenalkan 50 tahun yang lalu dan merupakan terapi obat-obatan pertama yang efekitif untuk mngobati Skizofrenia. Pertama.4. pada pasien yang sudah mengalami perbaikan (kemajuan) yang pesat menggunakan antipsikotik konvensional tanpa efek samping yang berarti. Trilafon (perphenazine) 4. dan Clozaril (Clozapine). Pasien mungkin dapat mencoba beberapa jenis antipsikotik sebelum mendapatkan obat atau kombinasi obat antipsikotik yang benar-benar cocok bagi pasien. newer atypical antipsycotics. Contoh obat antipsikotik konvensional antara lain : 1. Mellaril (thioridazine) 6. Stelazine ( trifluoperazine) 2. Kedua.6 a.1-5 PENATALAKSANAAN SKIZOFRENIA 1. bila pasien mengalami kesulitan .pasien sering diminta oleh anggoa kelaurga untuk mersepons pesan yang bentuknya kontradiktif sehingga membingungkan.3. Penelitian terbaru menyatakan bahwa pola komunikasi keluarga tersebut mungkin disebabkan oleh dampak memilik anak skizofrenia. Terapi Somatik ( Medikamentosa ) ----Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati Skizofrenia disebut antipsikotik. Navane (thiothixene) 7. Walaupun sangat efektif. delusi dan perubahan pola fikir yang terjadi pada Skizofrenia. Terdapat 3 kategori obat antipsikotik yang dikenal saat ini.5. Antipsikotik bekerja mengontrol halusinasi. Biasanya para ahli merekomendasikan untuk meneruskan pemakaian antipskotik konvensional. banyak ahli lebih merekomendasikan penggunaan newer atypical antipsycotic.

minum pil secara reguler.15 mg/hari 5 Flufenazin dekanoat Inj 25 mg/ml 25 mg/2-4 minggu . 8 mg 12 . Prolixin dan Haldol dapat diberikan dalam jangka waktu yang lama (long acting) dengan interval 2-4 minggu (disebut juga depot formulations). Perfenazin Tablet 2. 150 .600 mg/hari injeksi 25 mg/ml 2. Klorpromazin Sediaan Dosis Tablet 25 dan 100 mg.15 mg/hari 5 mg Injeksi 5 mg/ml 3. pasien yang mendapat Clozaril harus memeriksakan kadar sel darah putihnya secara reguler. Ini artinya. 1. 5 mg 10 . merupakan antipsikotik atipikal yang pertama. Sediaan Obat Anti Psikosis dan Dosis Anjuran2.5 mg. Clozaril dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berguna untuk melawan infeksi. serta sedikit menimbulkan efek samping bila dibandingkan dengan antipsikotik konvensional. Nama generik 1. Sistem depot formulation ini tidak dapat digunakan pada newer atypic antipsycotic.5 mg.5 mg.8 No. Haloperidol Tablet 0. 4.3. Dengan depot formulation. Para ahli merekomendaskan penggunaan Clozaril bila paling sedikit 2 dari obat antipsikotik yang lebih aman tidak berhasil. antara lain : · Risperdal (risperidone) · Seroquel (quetiapine) · Zyprexa (olanzopine) Para ahli banyak merekomendasikan obat-obat ini untuk menangani pasien-pasien dengan Skizofrenia. obat dapat disimpan terlebih dahulu di dalam tubuh lalu dilepaskan secara perlahan-lahan. 5 . Sangat disayangkan. Clozaril memiliki efek samping yang jarang tapi sangat serius dimana pada kasus-kasus yang jarang (1%). Newer Atypcal Antipsycotic ----Obat-obat yang tergolong kelompok ini disebut atipikal karena prinsip kerjanya berbda. Clozaril ----Clozaril mulai diperkenalkan tahun 1990. Clozaril dapat membantu ± 25-50% pasien yang tidak merespon (berhasil) dengan antipsikotik konvensional. c.24 mg/hari 4 Flufenazin Tablet 2. Beberapa contoh newer atypical antipsycotic yang tersedia. b.

Pemilihan jenis obat anti psikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan  dan efek samping obat. dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan: Onset efek primer (efek klinis) : sekitar 2-4 minggu Onset efek sekunder (efek samping) : sekitar 2-6 jam Waktu paruh 12-24 jam (pemberian 1-2 kali perhari) Dosis pagi dan malam dapat berbeda untuk mengurangi dampak efek samping (dosis pagi kecil.600 mg/hari 1 -4 mg/hari Injeksi 50 mg/ml 10 Pimozid Tablet 1 dan 4 mg 1 . . 3 mg 2 .4 mg/hari 11 Risperidon Tablet 1.600 mg/hari 9 Sulpirid Tablet 200 mg 300 . dengan dosis ekivalennya  dimana profil efek samping belum tentu sama. Apabila obat anti psikosis tertentu tidak memberikan respon klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang memadai. Pergantian obat disesuaikan dengan dosis ekivalen. dosis malam lebih besar) sehingga tidak begitu mengganggu kualitas hidup pasien Mulai dosis awal dengan dosis anjuran dinaikkan setiap 2-3 hari sampai mencapai dosis efektif (mulai peredaan sindroma psikosis) dievaluasi setiap 2 minggu dan bila perlu dinaikkan dosis optimal dipertahankan sekitar 8-12 minggu (stabilisasi) diturunkan setiap 2 minggu dosis maintanance dipertahankan 6 bulan sampai 2 tahun (diselingi drug holiday 1-2 hari/mingu) à tapering off (dosis diturunkan tiap 2-4  minggu) stop Untuk pasien dengan serangan sndroma psikosis multi episode terapi pemeliharaan dapat diberikan paling sedikit selama 5 tahun.6 Levomeprazin Tablet 25 mg 25 . perbedaan terutama pada efek samping sekunder.50 mg/hari Injeksi 25 mg/ml 7 Trifluperazin Tablet 1 mg dan 5 mg 10 .6 mg/hari Cara penggunaan  Pada dasarnya semua obat anti psikosis mempunyai efek primer (efek klnis) yang  sama pada dosis ekivalen.15 mg/hari 8 Tioridazin Tablet 50 dan 100 mg 150 . Apabila dalam riwayat penggunaan obat anti psikosis sebelumnya jenis obat antipsikosis tertentu yang sudah terbukti efektif dan ditolerir dengan baik efek   sampingnya. dapat diganti dengan obat psikosis lain (sebaiknya dari golongan yang tidak sama). 2.

Untuk psikosis reaktif singkat penurunan obat secara bertahap setelah hilangnya gejala dalam kurun  waktu 2 minggu – 2 bulan. Tindakan mengatasinya dengan injeksi noradrenalin (effortil IM). Biasanya obat antipsikotik membutuhkan waktu beberapa saat untuk mulai bekerja. untuk itu.25 mg  IM dan tablet trihexypenidil 3x2 mg/hari) Obat anti pikosis long acting (perenteral) sangat berguna untuk pasien yang tidak mau atau sulit teratur makan obat ataupun yang tidak efektif terhadap medikasi oral.5-0. sampai beberapa hari setelah dosis  terakhir yang masih mempunyai efek klinis. Mengatasinya dengan tablet trihexyphenidyl 3-4x2 mg/hari. SA 0. mual muntah.75 mg/hari Pemilihan Obat untuk Episode (Serangan) Pertama ----Newer atypical antipsycoic merupakn terapi pilihan untuk penderita Skizofrenia episode pertama karena efek samping yang ditimbulkan minimal dan resiko untuk terkena tardive dyskinesia lebih rendah. gemetar dan lain-lain. sangat penting untuk mengetahui alasan mengapa penderita berhenti minum obat. sehingga potensi ketergantungan obat kecil sekali. para ahli biasanya akan mencoba memberikan obat selama 6 minggu (2 kali lebih lama pada Clozaril) Pemilihan Obat untuk keadaan relaps (kambuh) ----Biasanya timbul bila pendrita berhenti minum obat. Obat antipsikosis tidak menimbulkan gejala lepas obat yang hebat walaupun diberikan  dalam jangka waktu yang lama. diare. Dosis dimulai dengan 0.5 cc setiap 2 minggu pada bulan pertama baru ditingkatkan menjadi 1 cc setap bulan. Pada umumnya pemberian obat psikosis sebaiknya dipertahankan selama 3 bulan sampai 1 tahun setelah semua gejala psikosis mereda sama sekali. Keadaan ini akan mereda dengan pemberian anticholinergic agent (injeksi sulfas atrofin 0. pusing. Pada penghentian yang mendadak dapat timbul gejala Cholinergic rebound yaitu: gangguan lambung. Haloperidol sering menimbulkan sindroma parkinson. Sebelum diputuskan pemberian salah satu obat gagal dan diganti dengan obat lain. Penggunaan CPZ injeksi sering menimbulkan hipotensi ortostatik pada waktu perubahan posisi tubuh (efek alpha adrenergik blokade). . Terkadang penderita berhenti minum obat karena efek samping yang ditimbulkan oleh obat tersebut. Pamberian anti psikosis long acting hanya untuk terapi stabilisasi  dan pemeliharaan terhadap kasus skizofrenia. Efek obat psikosis secara relatif berlangsung lama. Apabila hal ini terjadi.

Perlu diingat. atau balum sembuh total pada episode pertama membutuhkan pengobatan yang lebih lama.4 minggu. sehingga agar tidak kaku penderita harus bergerak (berjalan) setiap waktu. Efek samping lain yang dapat timbul adalah tremor pada tangan dan kaki. Para ahli merekomendasikan pasien-pasien Skizofrenia episode pertama tetap mendapat obat antipskotik selama 12-24 bulan sebelum mencoba menurunkan dosisnya. ----Apabila penderita berhenti minum obat karena alasan lain. Penelitian terbaru menunjukkan 4 dari 5 pasien yang behenti minum obat setelah episode pertama Skizofrenia dapat kambuh. dokter dapat mengganti obat oral dengan injeksi yang bersifat long acting. bahwa penghentian pengobatan merupakan penyebab tersering kekambuhan dan makin beratnya penyakit. ----Terkadang pasien dapat kambuh walaupun sudah mengkonsumsi obat sesuai anjuran. Hal ini merupakan alasan yang tepat untuk menggantinya dengan obat obatan yang lain. Mungkin masalah terbesar dan tersering bagi penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional gangguan (kekakuan) pergerakan otot-otot yang disebut juga Efek samping Ekstra Piramidal (EEP). Kadang-kadang dokter dapat memberikan obat antikolinergik (biasanya benztropine) bersamaan dengan obat antipsikotik untuk mencegah atau mengobati efek samping ini. Clozapine dapat menjadi cadangan yang dapat bekerja bila terapi dengan obat-obatan diatas gagal. Dalam hal ini pergerakan menjadi lebih lambat dan kaku. ----Efek samping lain yang dapat timbul adalah tardive dyskinesia dimana terjadi pergerakan . dan akhirnya mereka tidak dapat beristirahat. diberikan tiap 2. misalnya antipsikotik konvensonal dapat diganti dengan newer atipycal antipsycotic atau newer atipycal antipsycotic diganti dengan antipsikotik atipikal lainnya.dokter dapat menurunkan dosis menambah obat untuk efek sampingnya. Pasien yang mendertia Skizofrenia lebih dari satu episode. Pengobatan Selama fase Penyembuhan ----Sangat penting bagi pasien untuk tetap mendapat pengobatan walaupun setelah sembuh. Efek Samping Obat-obat Antipsikotik ----Karena penderita Skizofrenia memakan obat dalam jangka waktu yang lama. Pemberian obat dengan injeksi lebih simpel dalam penerapannya. atau mengganti dengan obat lain yang efek sampingnya lebih rendah. sangat penting untuk menghindari dan mengatur efek samping yang timbul.

mulut yang tidak dapat dikontrol. berbicara sendirian di masyarakat. didalam cara yang jelas mendorong sanak saudaranya yang terkena skizofrenia untuk melakukan aktivitas teratur terlalu cepat. protruding tongue. dan facial grimace. Terapi berorintasi-keluarga ----Terapi ini sangat berguna karena pasien skizofrenia seringkali dipulangkan dalam keadaan remisi parsial. dokter biasanya akan mengganti antipsikotik konvensional dengan antipsikotik atipikal. ----Obat-obat untuk Skizofrenia juga dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual. Gejala-gejala ini membutuhkan penanganan yang segera. sehingga banyak penderita yang menghentikan sendiri pemakaian obat-obatan tersebut. b. seperti hak istimewa dan pas jalan di rumah sakit. topik penting yang dibahas didalam terapi keluarga adalah proses pemulihan. Setelah periode pemulangan segera. dan postur tubuh aneh dapat diturunkan. ----Peningkatan berat badan juga sering terjadi pada penderita Sikzofrenia yang memakan obat. dan komunikasi interpersonal. Diet dan olah raga dapat membantu mengatasi masalah ini. khususnya lama dan kecepatannya. Hal ini sering terjadi pada penderita yang menggunakan antipsikotik atipikal. Terapi Psikososial a. Perilaku adaptif adalah didorong dengan pujian atau hadiah yang dapat ditebus untuk hal-hal yang diharapkan. dimana timbul derajat kaku dan termor yang sangat berat yang juga dapat menimbulkan komplikasi berupa demam penyakit-penyakit lain. 2. Dengan demikian. Kemungkinan terjadinya efek samping ini dapat dikurangi dengan menggunakan dosis efektif terendah dari obat antipsikotik. Seringkali. Terapi perilaku ----Teknik perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan ketrampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial. . kemampuan memenuhi diri sendiri. latihan praktis. Rencana yang terlalu optimistik tersebut berasal dari ketidaktahuan tentang sifat skizofrenia dan dari penyangkalan tentang keparahan penyakitnya. keluraga dimana pasien skizofrenia kembali seringkali mendapatkan manfaat dari terapi keluarga yang singkat namun intensif (setiap hari). anggota keluarga. frekuensi perilaku maladaptif atau menyimpang seperti berbicara lantang. Untuk mengatasinya biasanya dokter akan menggunakan dosis efektif terendah atau mengganti dengan newer atypical antipsycotic yang efek sampingnya lebih sedikit. Efek samping lain yang jarang terjadi adalah neuroleptic malignant syndrome. Apabila penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional mengalami tardive dyskinesia.

Kelompok mungkin terorientasi secara perilaku. terorientasi secara psikodinamika atau tilikan. 3. bukannya dalam cara interpretatif. Kelompok yang memimpin dengan cara suportif. masalah. keamanan pasien karena gagasan bunuh diri atau membunuh. Angka relaps tahunan tanpa terapi keluarga sebesar 25-50 % dan 5 . dan hubungan dalam kehidupan nyata. prilaku yang sangat .----Ahli terapi harus membantu keluarga dan pasien mengerti skizofrenia tanpa menjadi terlalu mengecilkan hati. Terapi kelompok ----Terapi kelompok bagi skizofrenia biasanya memusatkan pada rencana. meningkatkan rasa persatuan. Didalam penelitian terkontrol. ----Hubungan antara dokter dan pasien adalah berbeda dari yang ditemukan di dalam pengobatan pasien non-psikotik. bermusuhan. Perawatan di Rumah Sakit (Hospitalization) ----Indikasi utama perawatan rumah sakit adalah untuk tujuan diagnostik. atau eksploitasi. Menegakkan hubungan seringkali sulit dilakukan. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa terapi keluarga adalah efektif dalam menurunkan relaps. manipulasi. kesabaran. Kehangatan atau profesi persahabatan yang berlebihan adalah tidak tepat dan kemungkinan dirasakan sebagai usaha untuk suapan. c. dan meningkatkan tes realitas bagi pasien skizofrenia. d. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh dapat dipercayanya ahli terapi. dan keikhlasan ahli terapi seperti yang diinterpretasikan oleh pasien. pasien skizofrenia seringkali kesepian dan menolak terhadap keakraban dan kepercayaan dan kemungkinan sikap curiga.10 % dengan terapi keluarga. Suatu konsep penting di dalam psikoterapi bagi pasien skizofrenia adalah perkembangan suatu hubungan terapetik yang dialami pasien sebagai aman. atau teregresi jika seseorang mendekati. perintah sederhana. dan kepekaan terhadap kaidah sosial adalah lebih disukai daripada informalitas yang prematur dan penggunaan nama pertama yang merendahkan diri. Psikoterapi individual ----Penelitian yang paling baik tentang efek psikoterapi individual dalam pengobatan skizofrenia telah memberikan data bahwa terapi alah membantu dan menambah efek terapi farmakologis. menstabilkan medikasi. atau suportif. Terapi kelompok efektif dalam menurunkan isolasi sosial. ketulusan hati. tampaknya paling membantu bagi pasien skizofrenia. cemas. penurunan angka relaps adalah dramatik. jarak emosional antara ahli terapi dan pasien. Pengamatan yang cermat dari jauh dan rahasia.

Alat yang digunakan adalah alat yang mengeluarkan aliran listrik sinusoid sehingga penderita menerima aliran listrik yang terputus putus. pekerjaan. dan benda benda metal perlu dilepaskan. Penderita harus puasa Kandung kemih dan rektum perlu dikosongkan Gigi palsu . ----Tujuan utama perawatan dirumah sakit yang harus ditegakkan adalah ikatan efektif antara pasien dan sistem pendukung masyarakat. Pusat perawatan dan kunjungan keluarga pasien kadang membantu pasien dalam memperbaiki kualitas hidup. Rencana pengobatan di rumah sakit harus memiliki orientasi praktis ke arah masalah kehidupan. dan hubungan sosial. ----Selain anti psikosis.kacau termasuk ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar. ----Perawatan di rumah sakit menurunkan stres pada pasien dan membantu mereka menyusun aktivitas harian mereka. Mekanisme penyembuhan penderita dengan terapi ini belum diketahui secara pasti.turut 1-2 kali sehari 2-3 kali seminggu pada keadaan yang lebih ringan Maintenance tiap 2-4 minggu Dahulu sebelum jaman psikotropik dilakukan 12-20 kali tetapi sekarang tidak dianut lagi. dan tulang punggung. kualitas hidup.9. Pada pelaksanaan Terapi ini dibutuhkan persiapan sebagai berikut: o o o o o o Pemeriksaan jantung. terapi psikososial ada juga terapi lainnya yang dilakukan di rumah sakit Yaitu Elektro Konvulsif Terapi (ECT). ---- . Frekuensi dilakukannya terapi ini tergantung dari keadaan penderita dapat diberi: o o o o 2-4 hari berturut . paru.10. Perawatan di rumah sakit harus diarahkan untuk mengikat pasien dengan fasilitas perawatan termasuk keluarga pasien. Rehabilitasi dan penyesuaian yang dilakukan pada perawatan rumahsakit harus direncanakan. perawatan diri. Bagian kepala yang akan dipasang elektroda ( antara os prontal dan os temporalis) dibersihkan. Terapi ini diperkenalkan oleh Ugo cerleti(18871963). Tegangan yang digunakan 100-150 Volt dan waktu yang digunakan 2-3 detik. o Diantara kedua rahang di beri bahan lunak dan di suruh agar pasien menggigitnya 2.7. Penderita berbaring telentang lurus di atas permukaan yang datar dan agak keras. Lamanya perawatan rumah sakit tergantung dari keparahan penyakit pasien dan tersedianya fasilitas pengobatan rawat jalan. Dokter harus juga mengajarkan pasien dan pengasuh serta keluarga pasien tentang skizofrenia.

fraktur pada vertebra. Pasien skizofren di negara nonidustri berkembang berprognosis lebih baik daripada di negara industri barat. penyakit tulang dengan bahaya fraktur tetapi dengan pemberian obat pelemas otot pada pasien dengan keadaan diatas boleh dilakukan. dan usaha bunuh diri. eksaserbasi gejala. A. Rentang angka pemulihan yang dilaporkan didialam literatur adalah dari 10-60% dan perkiraan yang beralasan adalah bahwa 20-30% dari semua pasien skizofrenia mampu untuk menjalani kehidupan yang agak normal. dengan perawatan di rumah sakit yang berulang. amnesia dan terjadi degenerasi sel-sel otak. dan 40-60% dari pasien terus terganggu scara bermakna oleh gangguannya selama seluruh hidupnya. Skizofrenia berprognosis baik berkaitan dengan : . dan sejumlah faktor telah dihubungkan dengan prognosis yang baik. Kira-kira 20-30% dari pasien terus mengalami gejala yang sedang.10 PROGNOSIS Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa lebih dari periode 5 sampai 10 tahun setelah perawatan psikiatrik pertama kali di rumah sakit karena skizofrenia. aneurisma aorta. ----Sebagai komplikasi terapi ini dapat terjadi luksasio pada rahang.Riwayat sosial dan pekerjaan premorbid yang baik ( termasuk kemunculan di - usia lebih lanjut ) Gejala mood ( khususnya premorbid ) Subtipe paranoid dan katatonik Menikah Riayat keluarga gangguan mood Predominasi gejala positif Konfusi . dapat juga terjadi apnue. Kontra indikasi mutlak adalah tumor otak. Walaupun angkaangka yang kurang bagus tersebut. skizofrenia memang tidak selalu memiliki perjalanan penyakit yang buruk.Onset akut dengan faktor pencetus jelas .Indikasi pemberian terapi ini adalah pasien skizofrenia katatonik dan bagi pasien karena alasan tertentu karena tidak dapat menggunakan antipsikotik atau tidak adanya perbaikan setelah pemberian antipsikotik. hanya kira-kira 10-20 % pasien dapat digambarkan memliki hasil yang baik. ----Kontra indikasi Elektro konvulsiv terapi adalah Dekompensasio kordis. Lebih dari 50% pasien dapat digambarkan memiliki hasil yang buruk. Robekan otot-otot.1. episode gangguan mood berat.

Ini termasuk fungsi kognitif buruk pada uji neuropsikiatrik formal dan gangguan pada CT dan PET serta pada EEG - dan studi evoked potential. Pada pasien yang mengalami gangguan jiwa/ mental.Kemunculan bertahap ( onset insidious ) tanpa faktor pencetus . Buku ajar psikiatri. cara yang tepat untuk mendapat informasi mengenai status medisnya dapat dilakukan dengan wawancara psikatrik dan pemeriksaan pskiatrik yang meliputi pemeriksaan fisik. 138-196 .4 KESIMPULAN Skizofrenia adalah suatu gangguan dengan etiologi tak diketahui. terapi berorientasi keluarga. Untuk penatalaksanaan skizofrenia diantaranya adalah hospitalisasi. terapi elektro konvulsi. Jakarta:FKUI. Autistik Subtipe disorganisasi dan nondifferensiasi Tak menikah Riwayat keluarga skizofrenia Riwayat persalinan sulit Adanya tanda dan gejala neurologik. Predominan gejala negatif Abesnnya gejala mood atau hostilitas berlebihan. Silvia.- Tegang. DAFTAR PUSTAKA 1. ditandai oleh gejala psikotik yang secara berarti menggangu fungsi dan menyangkut gangguan dalam perasaan. hostilitas B. Skizofrenia berprognosis buruk berkaitan dengan : . cemas. terapi farmakologi. terapi kelompok.Riwayat sosial dan pekerjaan premorbid yang buruk ( termasuk kemunculan di - usia lebih dini ) Perilaku menyendiri. Hampir 1% penduduk dunia menderita skizofrenia selama hidup mereka. terapi perilaku kognitif. status mental dan pemeriksaan penunjang diagnosis lainnya. 2010. psikoterapi individual. berpikir dan perilaku. psikoterapi yang meliputi terapi perilaku (latihan keterampilan sosial). Hadisukanto Gitayanti.

Grebb JA. 5. Sadock BJ. Psikiatri komprehensif. Pengobatan. Ilmu kedokteran jiwa darurat.11-54 8. HI. Sadock BJ. Grebb JA. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik : PT Nuh Jaya. Surabaya: Airlangga University Press. Jakarta: Bagian ilmu kedokteran jiwa FK – Unika Atmajaya. Kaplan HI. Sadock BJ. 1999 10.84-104 Morgan M. 685 – 729. . 1994. 1997. editor. Dalam: Kaplan. Catatan ilmu kedokteran jiwa – edisi kedua. 6.M. Maramis AA. Maramis WF.2. Diagnosis gangguan jiwa. gangguan skizotipal dan gangguan waham. 46 – 47. Diagnosis Gangguan Jiwa: Ringkasan Ringkas dari PPDGJ-III. 1991. Maharatih Ayu.334-347 Kaplan HI. editor. Kaplan HI. 42-52 Maslim R. Skizofrenia. Jakarta: Binarupa Aksara. Nuhriawangsa Ibrahim. Maslim R. 2003. Skizofrenia. Jakarta: Binarupa Aksara. Sadock BJ. Jakarta: EGC. 2009. rujukan ringkas dari PPDGJ – III. h. Kaplan dan sadock sinopsis psikiatri ilmu pengetahuan perilaku psikiatri klinis – 3. 1997. Ed 7. Maramis AA. Jakarta: KDT. edisi ketujuh jilid satu. Sudianto Aris. Psikiatri klinik. Segi praktis psikiatri. Maslim R. Jakarta: KDT. editor. 4. 2001. 44-143 7. 2008. 276 – 281 9. Jakarta: PT. Dalam: Maslim R. Dalam: Maramis WF. Nuh Jaya.