You are on page 1of 10

HUBUNGAN METODE PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN BENTUK FUNGSIONAL

DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM ANGKATAN LAUT
DR. WAHYU SLAMET KOTA BITUNG
RELATIONSHIP OF FUNCTIONAL NURSING CARE METHOD WITH PATIENT SATISFACTION IN
DR. WAHYU SLAMET NAVAL HOSPITAL
BITUNG CITY
Kristi Shely Andries1, Sofitje Pangkerego2, Joksan Huragana3
1.

Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon
2. Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon
3. Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon

ABSTRAK
Metode pemberian asuhan keperawatan adalah model pelayanan keperawatan yang menggambarkan
kualitas pelayanan yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah
diketahuinya hubungan metode pemberian asuhan keperawatan bentuk fungsional dengan kepuasan
pasien di Rumah Sakit Umum Angkatan Laut DR. Wahyu Slamet Kota Bitung. Populasi yang
digunakan adalah pasien yang dirawat dan memenuhi kriteria penelitian dan sampel diambil secara
Purposive Sampling yang berjumlah 60 pasien. Desain Penelitian adalah Crossectional dengan
menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (87%) pemberian
asuhan keperawatan adalah baik dengan kepuasan pasien pada sebagian besar responden (43%)
adalah puas dengan pelayanan yang diberikan, dan hasil uji Spearman Rho didapat nilai signifikan
yaitu 0,000 atau lebih kecil dari α 0,05 dan koefisien korelasi sebesar (0,576) atau memiliki tingkat
hubungan yang sedang dengan korelasi positif. Kesimpulan penelitian ini adalah metode pemberian
asuhan keperawatan bentuk fungsional berhubungan dengan kepuasan pasien. Semakin baik
pemberian asuhan keperawatan maka semakin meningkat kepuasan pasien pada pelayanan
keperawatan yang diberikan.
Kata Kunci : Metode Asuhan Keperawatan, Kepuasan Pasien

ABSTRACT
Methods of nursing care is a model that describes the quality of nursing care services aimed at
improving patient satisfaction. The purpose of this study is known relationship nursing care methods
functional form with patient satisfaction at the Navy General Hospital DR. Revelation Slamet Bitung.
The population was treated patients and met the study criteria and samples taken by purposive
sampling of 60 patients. The study design was cross sectional using questionnaires and observation
sheets. The results showed that (87%) is good nursing care with patient satisfaction in the majority of
respondents (43%) were satisfied with the services provided, and Spearman's Rho test results
obtained significant value is 0,000, or less than 0.05 α and correlation coefficient of (0.576) or have a
medium level of relationship with a positive correlation. The conclusion of this study is the method of
nursing care functional form relating to patient satisfaction. The better the provision of nursing care,
the increasing patient satisfaction in nursing services provided.
Keywords: Methods of Nursing, Patient Satisfaction

1

disamping itu pemenuhan kebutuhan pasien juga dilakukan dengan berbagai tingkat kerumitan yang berbeda-beda sehingga diperlukan pengorganisasian pemberian asuhan keperawatan yang tepat (Sitorus dan Panjaitan.PENDAHULUAN Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang ikut berperan dalam upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. baik di rumah sakit maupun di komunitas. era globalisasi dengan berbagai konsekuensinya seperti tuntutan pelayan rumah sakit yang semakin kompetitif menuntut petugas kesehatan untuk 2 bertindak professional. pada bentuk pemberian asuhan keperawatan yang ada menunjukan bahwa Metode pemberian Asuhan Keperawatan di ruangan rawat inap bervariasi antara metode tim dan fungsional dengan bentuk pelayanan Keperawatan kelebihan dan kekurangan dari kedua bentuk ini belum dapat ditentukan. Perawat ditugaskan untuk melakukan tugas tertentu untuk dilaksanakan kepada semua pasien yang dirawat di suatu ruangan. yang dilaksanakan pada berbaga sarana pelayanan kesehatan. Model ini digambarkan sebagai keperawatan yang berorientasi pada tugas dimana fungsi keperawatan tertentu ditugaskan pada setiap anggota staff. karena tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan (Aziz. Efektivitas Asuhan Keperawatan merupakan kegiatan melaksanakan asuhan keperawatan kepada klien berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan. 2004). RUMKITAl Dr. dalam bentuk praktik keperawatan ilmiah (Scientific Nursing Practice) (Kozier. pengaturan tugas yang kurang efektif. maka model sistem pemberian asuhan keperawatan harus berubah menjadi praktik keperawatan professional. Untuk memenuhi kebutuhan ini dalam 24 jam. Situasi ini menuntut para pembaharu di bidang keperawatan untuk mengembangkan suatu metode pemberian asuhan keperawatan untuk dapat diimplementasikan dalam pengorganisasian ruang keperawatan sehingga dapat menjamin dan meningkatkan mutu pelayanan melalui pemberian asuhan keperawatan (Putra. Wahyu Slamet adalah salah satu rumah sakit milik Angkatan Laut yang ada di Kota Bitung dengan Tipe Rumah Sakit adalah Rumah Sakit tipe C. Di sisi lain. Sejalan dengan perkembangan dan perubahan pelayanan kesehatan yang terjadi di Indonesia. Setiap staff perawat hanya melakukan 1-2 jenis intervensi keperawatan pada semua pasien dibangsal. harus oleh beberapa tenaga keperawatan. 2007). 2011). karena selain jumlahnya yang paling besar jika dibandingkan dengan profesi lain. Metode pemberian asuhan keperawatan terdiri dari Metode Fungsional dimana model pemberian asuhan keperawatan ini berorientasi pada penyelesaian tugas dan prosedur keperawatan. serta dengan orientasi kebutuhan objektif klien. dan fasilitas maupun alat yang kurang memadai. Keperawatan merupakan salah satu komponen profesi yang dianggap sebagai kunci keberhasilan asuhan kesehatan di rumah sakit. juga karena selama dua puluh empat (24) jam perawat harus selalu berada di samping klien (Sumijatun. bersifat “Human” dengan pendekatan holistik. Secara umum mutu pelayanan kesehatan di Indonesia masih relative belum professional. Survey awal yang dilakukan oleh peneliti di Slamet Bitung. . Sedangkan jumlah rata-rata pasien yang masuk adalah sebanyak 60 orang pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2014. (Nursalam. 2008). Pemberian asuhan keperawatan merupakan hal yang kompleks akibat fenomena yang harus diatasi mencakup pemenuhan 14 kebutuhan dasar manusia. hal ini bisa di lihat dengan kemampuan professionalitas yang masih terbatas. mencakup bio-psiko sosial/kultural dan spiritual. 2013). 2012) Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan keperawatan dirasakan sebagai suatu fenomena terhadap kualitas pelayanan keperawatan.

Penelitian ini HASIL PENELITIAN Karakteristik Demografi Responden 1. Jenis Kelamin Jenis Kelamin Perempuan . mengunakan rancangan Cross Sectional dimana jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan melakukan pengukuran pada variabel independen dan dependen yang ditelusuri secara simultan. 47% 20-30 Thn . METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Angkatan Laut Kota Bitung. Sampel yang digunakan adalah Pasien yang dirawat di ruangan rawat inap kelas III dan memenuhi kriteria inklusi penelitian. Tahun 2015 Berdasarkan gambar di atas menunjukan bahwa sebagian besar responden adalah Perempuan yaitu sebanyak 47 orang (78%) dan responden Laki-laki sebanyak 13 orang (22%).Tujuan Penelitian ini adalah diketahuinya Hubungan Metode Pemberian Asuhan Keperawatan bentuk Fungsional dengan Kepuasan Pasien di RUMKITAl Dr. 12% 3 . 13. 25. 78% Laki-laki Perempuan Laki-laki. 47.1 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin di RUMKITAL Dr. Umur Umur 31-40 Thn . 28. Wahyu Slamet Kota Bitung. 7. 42% 20-30 Thn 31-40 Thn > 40 Thn > 40 Thn . Analisa statistik mengunakan uji Spearman Rho. Rancangan ini bertujuan untuk mencari hubungan antara variabel dengan cara dengan menggunakan instrument yaitu kuesioner dan lembar observasi kepuasan pasien teradap pelayanan keperawatan yang diterima saat dirawat. 2. 22% Gambar. Wahyu Slamet Bitung.

Wahyu Slamet Bitung. 13% SMA25. 8. Wahyu Slamet Bitung.Gambar 2. 52. kemudian rata-rata umur 31 sampai dengan 40 3. 8. 13% Baik Gambar 4. Sedangkan responden yang paling sedikit adalah tingkat pendidikan Perguruan Tinggi yaitu sebanyak 3 orang (5%). Tahun 2015 Berdasarkan gambar di atas menunjukan bahwa tingkat pendidikan responden yang paling banyak adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu sebanyak 25 orang (42%). 27% Tidak Sekolah SD. Wahyu Slamet Bitung. Pendidikan tahun yaitu sebanyak 25 orang (41%). Metode pemberian ASKEP bentuk Fungsional Metode Fungsional Baik . Tahun 2015 4 . 8. Perguruan Tinggi. 13% SD SMP Tidak Sekolah . 87% Kurang Kurang . 5% Gambar. 3. 16. Karakteristik responden berdasarkan Metode Pemberian ASKEP bentuk Fungsional di RUMKITAL Dr. 3 Karakteristik responden berdasarkan Pendidikan di RUMKITAL Dr. dan yang paling sedikit adalah responden dengan rata-rata mur 20-30 tahun yaitu sebanyak 7 orang (12%). Analisa Univariat 1. 42% Perguruan Tinggi SMA. Karakteristik responden berdasarkan umur kelamin di RUMKITAL Dr. kemudian tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu sebanyak 16 orang (27%) dan tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Tidak Sekolah yaitu masing-masing 8 orang (13%). Pendidikan SMP. Tahun 2015 Berdasarkan gambar di atas menunjakan bahwa rata-rata umur terbanyak adalah di atas 40 tahun yaitu sebanyak 28 orang (47%).

26. 2. Wahyu Slamet Bitung. 22% Sangat Tidak Puas Tidak Puas Puas Sangat Puas Sangat Tidak Puas.576 5 . 33% Gambar 5.7 1 1. 43% Tidak Puas.0 52 86. Kepuasan Pasien Kepuasan Pasien Puas. Distribusi responden berdasarkan Kepuasan Pelayanan di RUMKITAL Dr.7 8 13. 20. 13.7 1 1. dan pada kategori kurang yaitu sebanyak 8 orang (13%).3 26 43. 1. diikuti dengan kategori puas yaitu sebanyak 26 orang (43%). Tahun 2015. Analisa Bivariat Tabel. Wahyu Slamet Bitung.0 0 . 2% Sangat Puas . Tahun 2015 Dari gambar di atas menunjukan bahwa berdasarkan kepuasan didapat kategori kepuasan yang paling banyak adalah sangat puas yaitu sebanyak 20 orang (33%).3 20 33.0 0 . Sedangkan kategori yang paling sedikit adalah sangat tidak puas yaitu sebanyak 1 orang (2%).3 26 43. kemudian pada kategori tidak puas sebanyak 13 orang (22%).3 6 10.7 60 100 TOTAL Koefisien Korelasi (r) =0.Dari gambar di atas menunjukan bahwa dari hasil observasi pada pelayanan perawat dengan bentuk fungsional pada pasien didapatkan kategori baik sebanyak 52 orang (87%).1 Tabulasi Silang Metode Pemberian ASKEP bentuk Fungsional dengan Kepuasan di RUMKITAL Dr.3 13 21. Metode Pemberian Asuhan Keperawatan Bentuk Fungsional Sangat Puas Kepuasan Pasien Tidak Sangat Tidak Puas Puas n % n % Puas Total n % n % n % Baik 20 33.0 7 11.7 Kurang 0 .

kemudian 20 orang (33. PEMBAHASAN Dari hasi uji statistic menunjukan bahwa Metode Pemberian Asuhan Keperawatan Bentuk Fungsional berhubungan dengan Kepuasan pasien hal ini dibuktikan dengan hasil uji korelasi Spearman Rho dengan siginifikan 0. 2011). walaupun metode pemberian asuhan keperawatan bentuk fungsional ini perawatan pasien secara 6 .05 (0.3%) diikuti kepuasan pasien sangat puas dengan pemberian asuhan keperawatan yang baik pasien dan yang paling sedikit adala tidak puas yaitu sebanyak 6 orang (10.000 < α 0. (2003) bahwa dalam suatu proses keputusan. Hasil dari proses evaluasi itu akan menghasilkan perasaan puas atau tidak puas. 2003) Menurut Budiastuti (2002) mengemukakan bahwa pasien dalam mengevaluasi kepuasan terhadap jasa pelayanan yang diterima mengacu pada beberapa faktor salah satunya adalah kulaitas pelayanan. namun menurut peneliti pencapaian tugas secara rutinitas ini dapat memberikan kepuasan pasien pada perawatan sehari-hari karena pelayanan keperawatan difokuskan pada kinerja perawat dalam memberikan pelayanan.000 yang merupakan nilai yang lebih kecil dari α= 0. Pada metode pemberian Asuhan Keperawatan bentuk fungsional lebi ditekankan pada penyelesaian tugas dan prosedur dimana setiap perawat di beri satu atau beberapa tugas untuk dilaksanakan kepada semua pasien di suatu ruangan (Sitorrus dan Panjaitan.567 yang bermakna kedua variabel saling berhubungan dengan tingkat hubungan yang sedang dan memiliki korelasi positif. Berdasarkan Hasi uji Spearman Rho didapat nilai signifikan 0. Pasien akan mengevaluasi pelayanan yang diterimanya tersebut.Signifikan (p) =0.05 dan koefisien korelasi sebesar 0. Pada metode pemberian asuhan keperawatan bentuk fungsional fokus pelayanan yang diberikan beroreintasi pada pelaksanaan tugas secara rutinitas dengan tanpa memperhatikan aspek perawatan secara komprehensif. petugas kesehatan. konsumen atau pasien. dan hanya 1 orang (1. Hasil ini dapat dibuktikan dengan teori Kotler (1997) dalam Sumarwan.7%) pada metode pemberian asuan keperawatan bntuk fungsional dengan kategori kurang. tidak akan berhenti hanya sampai proses penerimaan pelayanan. Sedangkan kepuasan pasien sebanyak 7 orang (11.7%) dengan tingkat kepuasan sangat tidak puas pada metode asuhan keperawatan bentuk fungsional dengan kategori kurang.000 Berdasarkan tabulasi silang diatas menunjukan bahwa kepuasan pasien yang paling banyak adalah pada kategori puas yaitu sebanyak 26 orang (43. Kualitas pelayanan memegang peranan penting dalam industri jasa termasuk jasa kesehatan/keperawatan di ruma sakit. atau pelayanan pendukung (Woodside. 1989). Semakin baik pelayanan yang diterima maka semakin lebih meningkat kepuasan pasien. Semakin baik mutu pelayanan kesehatan yang dapat menimbulkan tingkat kepuasan pasien dapat bersumber dari faktor yang relatif sefesifik. seperti pelayanan rumah sakit.05) dengan koefisien korelasi sebesar 0. Menurut asumsi peneliti bahwa metode pemberian asuhan keperawatan bentuk fungsional dapat memberikan kepuasan pasien. 2008). sebab kepuasan pasien merupakan harapan dari pasien teradap pelayanan keperawatan yang diterimanya.000 atau lebih kecil dari α 0.0%) pada pemberian asuhan keperawatan pada kategori baik.3%) dengan pemberian asuhan keperawatan bentuk fungsional yang baik. Kepuasan adalah tingkat keadaan yang dirasakan seseorang yang merupakan hasil dari membandingkan penampilan atau outcome produk yang dirasakan dalam hubungannya dengan harapan seseorang (Sumarwan. Prioritas peningkatkan kepuasan pasien adalah memperbaiki kualitas pelayanan (Marajabessy.576 dengan korelasi positif.

komprehensif tidak terlalu dianggap penting namun penyelesaian tugas secara tepat merupakan penunjukan kualitas pelayanan yang mampu menghasilkan kepuasan pasien. Jakarta. Edisi Pertama Jakarta. SIMPULAN 1. Sagung Seto. Manajemen Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) tim dalam peningkatan kepuasan pasien di Rumah sakit. (2002). .com/ tanggal 12 Januari 2014. Wahyu Slamet Bitung yang dilakukan oleh perawat pada sebagian besar respoden adalah pada kategori Baik 2. Makalah metode Pemberian Asuhan Keperawatan. Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional. 2/2014.wordpress//kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan diunduh pada tanggal 7 Februari 2015. Metode pemberian askep bentuk fungsional di RUMKITAL Dr. Hidayah (2014). Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Hidayah (2014) yaitu bahwa Metode penugasan dimana satu orang perawat bertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap asuhan keperawatan pasien mulai dari pasien masuk sampai keluar rumah sakit. Faktor-faktor dalam meningkatkan kepuasan pasien di rumah sakit. Penerbit Salemba Medika. melakukan dan koordinasi keperawatan selama pasien dirawat.Jakarta Sumarwan. yang menunjukan bahwa ada perbedaan antara kepuasan pasien terhadap asuhan keperawatan metode fungsional dengan alokasi pasien. Disarankan kepada perawat di RUMKITAL Dr.H. Kepuasan pasien di RUMKITAL Dr. Metode primer ini ditandai dengan adanya keterkaitan kuat dan terus menerus antara pasien dan perawat yang ditugaskan untuk merencanakan. http// www//klinis. 7 SARAN 1. Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Wahyu Slamet Bitung dengan korelasi positif. 2. Asumsi peneliti ini dapat di buktikan dengan teori oleh Wijono (1999) dalam Tukimin (2005) yang menyebutkan bahwa kepuasan pelanggan rumah sakit atau pasien dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah ketepatan waktu perawatan yang diterima. Nurasalam (2008). Mendorong praktik kemandirian perawat. Pengantar Konsep dasar Keperawatan. Metode pemberian Asuhan Keperawatan bentuk fungsional berhubungan dengan kepuasan pasien di RUMKITAL Dr. Wahyu Slamet Bitung untk tetap mempertahankan bentuk pemberian yang sudah ada demi mempertahankan kepuasan pasien dalam pelayanan.blogspot. Cetakan Pertama. ada kejelasan antara si pembuat rencana asuhan dan pelaksana. Diakses dari http://25071990. Putra Dian Ardiansyah (2013). Jurnal Kesehatan Volume VII No. Budiastuti. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian oleh Wirayatmo (2009) pada 60 pasien yang dirawat di ruangan rawat inap kelas III. (2004). Sitorus Ratna dan Panjaitan Rumondang (2011) Manajemen Keperawatan: Manajemen Keperawatan di Ruang Rawat. Disarankan kepada pihak Manajemen Rumah Sakit agar dapat memotivasi perawat dalam pelayanan keperawatan DAFTAR PUSTAKA Alimul A. Salemba Medika. Wahyu Slamet Bitung pada sebagian besar respoden berada pada tingkat kepuasan yaitu Puas 3. Ujang (2003). Jakarta. Ghalia Indonesia.

Juni 2009 : 57-62 8 . Wirayatmo H. Salemba Medika.Sumijatun (2012) Membudayakan Etika dalam Praktik Keperawatan. Berita Ilmu Keperawatan ISSN 1979-2697. Vol . Universitas Diponegoro. 2 No. Skripsi. Analisis tingkat kepuasan pasien dalam implementasi Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) di ruang penyakit dalam Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Cirebon.P (2009) Analisis perbedaan kepuasan pasien terhadap asuhan Keperawatan antara metode fungsional dan alokasi pasien. Jakarta Tukimin (2005).2. Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat.

9 .