You are on page 1of 41

PENDAHULUAN

“Sumber daya alam di Indonesia menempati peringkat ke-6 sebagai salah satu indikator tourism
competitiveness (tahun 2013)”

8

CHAPTER I
LATAR BELAKANG
Pembangunan kepariwisataan senantiasa membutuhkan sentuhan kreativitas dan
inovasi yang tinggi, dikarenakan pengembangan pariwisata senantiasa diikuti oleh
perubahan yang cepat seiring dengan perubahan minat wisatawan terhadap produk –
produk wisata yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan memuaskan selera
mereka. Di Indonesia dalam penyediaan fasilitas pariwisata terkadang dipengaruhi oleh
keinginan yang kuat dan cepat untuk memperoleh hasil dari apa yang telah
dikembangkan. Pandangan ini mengakibatkan pembangunan fasilitas pariwisata di
Indonesia terkadang tidak memiliki pola pengembangan yang menyeluruh.
Dengan sumber daya alam di Indonesia yang menempati peringkat ke-6 sebagai
salah satu indikator tourism
competitiveness (tahun 2013),
Indonesia

harusnya

ada

di

papan atas destinasi pariwisata
dunia. Namun, nyatanya daya
saing pariwisata nasional kita
hanya ada di ranking ke-70.
Dalam data World Economic
Forum tahun 2013 lalu, tiga
indikator

yang

paling

melemahkan posisi Indonesia
adalah infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT, dan kebersihan/kesehatan.
Gambar 1. Potensi Pariwisata Kepulauan Indonesia / Maret
2015

Target Presiden Indonesia, Joko Widodo mau tak mau membuat strategi
pariwisata nasional akan sangat ekonomistis dan business-oriented. Industri pariwisata
akan dimajukan untuk mendorong angka 20 juta wisman itu terwujud. Memang
pariwisata sudah lama dipandang sebagai alat yang penting dalam meningkatkan
8

perekonomian, tapi tidak terlupakan juga peristiwa sosial budaya yang sangat terkait
dengan masyarakat dan lingkungan (lokalitas). Langkah – langkah inovatif dengan
dinamis dalam pengembangan sarana dan prasarana pariwisata salah satunya pendekatan
pengembangan resort (kawasan). Pendekatan ini dilandasi oleh satu keberhasilan dengan
dikembangkannya Resort Nusa Dua Bali sebagai wisata oleh Bali Tourism Development
Consultant (BTDC), menjadi satu Resort unggulan yang berhasil sejalan dengan
keberhasilan tersebut. Menurut Jokowi, Indonesia, terutama di daerah – daerah untuk
mengembangkan Resort dan Leisure sebenarnya banyak didukung dengan tersedianya
lahan – lahan

yang luas baik

pulau, pantai,

pegunungan,

dan

sebagai lokasi

danau

yang potensial

bagi

Gambar 2. Infografik Solusi Jokowi dalam sektor Pariwisata 2014-2019

pengembangan Resort dan Leisure. Namun disisi lain konsep pengembangan dan
manajemen Resort dan Leisure tidak hanya bertumpu pada ketersediaan lahan yang luas
dan indah akan tetapi faktor yang sangat menentukan adalah investasi, keterkaitan
ekonomi, sosial dan yang paling penting adalah ramah lingkungan. Resort yang
berkualitas adalah resort yang memiliki kemampuan mengendalikan lingkungan dan
menyediakan fasilitas yang dapat meningkatkan lama tinggal dan belanja wisatawan serta
berdampak positif bagi kehidupan masyarakat sekitar.
Sebagaimana dikemukakan Chuck Y. Gee (1985) Resort planning and
development is basically an economic process and all other goals sosial and environment
must be subordinated to economic objective. Without the economic objective all other
goals become moot.

8

Dengan memilih lokasi di Danau Toba yang merupakan danau terbesar di Asia
Tenggara termasuk Indonesia dapat mengenalkan kepada wisman akan ekologi, budaya,
dan keindahan Indonesia sekaligus dapat memberikan manfaat yang baik bagi lingkungan
Danau Toba dalam meningkatkan pariwisata, dan mensejahterakan masyarakat sekitar,
sehingga dapat memberikan dampak yang biak ekosistem dan pariwisata.
IDENTIFIKASI MASALAH
Dari uraian permasalahan yang terdapat di bagian latar belakang di atas, beberapa
hal perlu diperhatikan antara lain masalah budaya, masalah program, masalah lingkungan
hidup / lokalitas, masalah tapak, serta infrastruktur desain bangunan. Seluruh hal tersebut
harus dipertimbangkan dan dicari solusinya dalam suatu analisis sehingga menjadi dasar
perancangan.

8

dengan Pulau Samosir sebagai tujuan ekowisata yang memiliki ciri khas dalam budaya dan ekologi. Membantu meningkatkan nilai pariwisata di Danau Toba. dan ekologi dengan system  program culture park yang tetap memperhatikan lokalitas pada lingkungan sekitar. resort. Sebagai wadah untuk menampung kegiatan leisure. Struktur Pemikiran TUJUAN DAN MANFAAT  Merancang bangunan yang berorientasi pada keindahan alam pada danau di Indonesia  dengan pemecahan desain melalui pendekatan teknologi bangunan.Tabel 1. 8 .

USULAN LOKASI 8 . wisatawan nusantara ataupun wisatawan mancanegara dengan tujuan memberikan ruang leisure sekaligus menyebarkan edukasi pada pengunjung akan budaya suku Batak yang tersebar di Indonesia khususnya Sumatera Utara melalui program culturepark dan juga meningkatkan nilai pariwisata Danau Toba dan Pulau Samosir. projek ini akan membahas tentang penyelesaian masalah pariwisata di Indonesia melalui aspek yang berhubungan dengan pelestarian dan edukasi. konstruksi dan utilitas bangunan yang separuh bagiannya berada diatas permukaan air. SASARAN Sasaran proyek ini adalah pengunjung umum yaitu masyarakat Indonesia. BATASAN Merancang bangunan yang memenuhi aspek pariwisata dan edukasi. Mempersatukan aspek budaya dan pariwisata dengan tujuan memberikan edukasi yang menambah wawasan masyarakat tentang budaya Batak di Pulau Samosir. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN Berdasarkan pembahasan dan uraian di atas. Dengan pariwisata hotel resort sebagai metode untuk menunjang sistem budaya yang akan menampilkan keindahan dan sejarah suku Batak di Pulau Samosir dengan Danau Toba sebagai objek utama pariwisata. Dan akan ditunjang oleh infrastruktur bangunan sesuai dengan lokalitas lingkungan sekitar dan sistem struktur.

Pulau Samosir dikarenakan wisatawan cenderung mencari area rekreasi diluar pusat kota. Pemilihan lokasi di luar pusat kota. Dengan didukungny oleh program pemerintah yang akan merombak sektor kepariwisataan di Indonesia khususnya 8 .“Resort yang berkualitas adalah resort yang memiliki kemampuan mengendalikan lingkungan dan menyediakan fasilitas yang berdampak positif bagi kehidupan masyarakat sekitar.” CHAPTER II KRITERIA LOKASI Usulan Lokasi pada proyek Resort Culture Park adalah di Pulau Samosir. Sumatera Utara. Danau Toba.

Kecamatan Simanindo. Silintong Hotel Bintang 4 Jl. Kecamatan Simanindo.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 2.pariwisata di kepulauan Indonesia yang salah satunya adalah Danau Toba dan Pulau Samosir untuk mengembalian popolaritas Danau Toba yang merupakan danau terbesar di Asia Tenggara.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 8 .Target resort pada Leisure Park adalah menengah keatas. analisis tentang hotel dan resort di daerah Tuk-tuk. sehingga para wisatawan dapat menikmati waktu santai lebih lama. Toba Beach Hotel Bintang 4 Tomok 5. . Dumasari Hotel Bintang 3 Jl.Memiliki the best view ke Danau Toba Untuk merancang Resort Culture Park. .Berada di Tuk – Tuk. Dengan area yang mempunyai tingkat kebisingan rendah. . Daerah wisata Tuk – Tuk membentuk tanjung sehingga keindahan danau toba dapat dinikmati disetiap pesisir pulau. Hasil survey data. dibutuhkan objek view paling baik pada ekosistem lingkungan. Toledo Inn Bintang 4 Jl.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 3. Nama Hotel/ Akomodasi Klasifikasi Alamat 1. Sopo Toba Hotel Bintang 4 Ambarita Simanindo 4. No. Sekaligus menyebarluaskan budaya Indonesia di dalamnya. Pulau Samosir Tuk – Tuk merupakan daerah pariwisata terbesar di Pulau Samosir.

Carolina Hotel Bintang 3 Jl. Anju Cottage Bintang 3 Jl. Ambaroba Ressort Bintang 3 Jl. Abadi Melati 2 Jl.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 18.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 7.6. Marroan Acc Bintang 3 Jl. Tabo Cottage Bintang 4 Jl. Vanesha Hotel Bintang 3 Ambarita Simanindo 13. Barbara Melati 2 Jl.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 8 . Bagus Bay Melati 2 Jl.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 17.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 19. Lekjon Cottage Melati 2 Jl. Sanggam Beach Bintang 3 Ambarita 8.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 10. Sumber Pulo Mas Hotel Bintang 3 Tuk-Tuk Siadong 14.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 9.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 15. Agape Hotel Bintang 3 Desa Siharbangan Tomok 11.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 16.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 12. Samosir Cottage Bintang 4 Jl.

Daftar Hotel / Akomodasi di Kabupaten Samosir. Hotel dan resort di Kecamatan Simanindo memiliki dominasi tingkat klasifikasi bintang 3 dan 4. Pandu Hotel Like Side Melati Jl.Menentukan landscape bangunan sekitar Agar view menarik tidak terhalang oleh bangunan-bangunan atau tidak menghalangi bangunan sekitar.20. Ring Road Tuk-Tuk Siadong Tabel 2.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 25. Dengan sasaran hotel resort yang dapat menampung wisatawan menengah keatas.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 26.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 21. Thyesza Guest House Bintang 3 Unjur. Ambarita 22. Kecamatan Simanindo. Seni Dan Budaya Kabupaten Damosir Dari data diatas dapat disimpulkan.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 24. . . Rodeo Acc Melati 2 Jl. 8 . Sumber : Dinas Pariwisata. Tuktuk Timbul Bungalow Melati Jl. King’s Hotel Melati Jl.Ring Road Tuk-Tuk Siadong 23. Sibayak Guest House Melati Jl. Judita Acc Melati Jl.Berada di lingkungan yang kuat akan budaya lokal Agar wisatawan dapat menikmati dan merasakan budaya lokal Danau Toba dalam bentuk arsitektur.

dan jalur hijau Perbatasan Barat : Tanah Kosong Gambar 3. Tuk-Tuk Gambar 4. yang memiliki lebar jalan 5 meter. Zonasi Pelayanan Umum dan Sosial. Foto – foto lingkungan tapak alternatif 1 8 . Perumahan Masyarakat. Foto – foto lingkungan tapak alternatif 1 Gambar 6.Tuk. Perbatasan Utara : Danau Toba Perbatasan Timur : Perumahan Masyarakat Perbatasan Selatan : Jalan Ring Road Tuk. Foto Satelit Kecamatan Simanindo.ALTERNATIF LOKASI ALTERNATIF 1 Lokasi 1 terdapat pada Jalan Ring Road Tuk-Tuk Siadong. Sub-zona prasarana rekreasi dan olahraga.

Foto – foto lingkungan tapak alternatif 1 ALTERNATIF 2 Lokasi 2 terdapat pada Jalan Ring Road Tuk-Tuk Siadong.Gambar 5. Pemukiman warga. Sub-zona prasarana rekreasi dan olahraga. Foto Satelit Kecamatan Simanindo. yang memiliki lebar jalan 6 meter. Zonasi Pelayanan Umum dan Sosial. Tuk-Tuk Gambar 8. Foto – foto lingkungan tapak alternatif 2 ALTERNATIF 3 Lokasi 3 terdapat pada Jalan Ring Road TukTuk Siadong. Foto – foto lingkungan tapak alternatif 2 Gambar 10. yang memiliki lebar jalan 5 meter. dan jalur hijau Perbatasan Barat : Tanah Kosong Gambar 7. Perbatasan Utara : Danau Toba Perbatasan Timur : Danau Toba Perbatasan Selatan : Jalan Ring Road TukTuk. Foto – foto lingkungan tapak alternatif 2 Gambar 9. Zonasi Campuran 8 .

Foto – foto lingkungan tapak alternatif 3 Gambar 14. Foto Satelit Kecamatan Simanindo. Foto – foto lingkungan tapak alternatif 3 Gambar 13.Perbatasan Utara : Danau Toba Perbatasan Timur : Danau Toba. Hotel dan Resort Perbatasan Selatan : Jalan Ring Road TukTuk. Foto – foto lingkungan tapak alternatif 3 TABEL PERBANDINGAN LOKASI Perbandingan Alternatif 1 Alternatif 2 Alternatif 3 8 . Tuk-Tuk Gambar 12. dan jalur hijau Perbatasan Barat : Hotel dan Resort Gambar 11. Pemukiman Masyarakat.

View ke Danau maupun view ke arah tapak cukup baik untuk dijadikan resort. kurang lebih 5 km dari dermaga. dengan perbandingan 1:1:1 untuk Hotel. 8 . dan Fasilitas lainnya seperti Diskotik. Restoran. Taman rekreasi lainnya. Tabel Perbandingan Lokasi * Rating dari 1 buruk. dikarenakan Tapak pada lokasi kedua memiliki radius fasilitas yang cukup.Gambar Satelit Fasilitas Dalam Radius 1. Untuk aksesbilitas. 10 baik sekali Kesimpulan yang dapat diambil dari pemilihan 3 lokasi adalah lokasi alternatif 2.5 km View Keluar Tapak * View Kedalam Tapak* Aksesbilitas * Kondisi eksisting Tanah * Ketinggian Bangunan Hotel +++ Hotel ++ Hotel + Restoran ++ Restoran ++ Restoran + Fasilitas lain + Fasilitas lain ++ Fasilitas lain + 7 8 9 8 8 8 8 8 Pemukiman warga 1 lantai Pemukiman warga 1 lantai 9 7 7 8 Hotel / Resort 2-3 lantai Sekitar Tabel 3. 5 baik.

PROGRAM PROGRAM AKTIVITAS 8 .

Program aktivitas utama yang akan diajukan pada proyek ini adalah sebuah wadah dimana setiap orang dapat menghabiskan waktu liburan melalui resort dengan konsep cultural park. Entertainment Program ini dirancang sebagai satu daya Tarik lainnya dari resort – resort lainnya.  tarian. Program yang ditanamkan itu bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang budaya di Indonesia melalui kegiatan leisure. Ekologi Berfungsi untuk mengambil ekosistem ke dalam bangunan tanpa merusak lingkungan  sebelumnya atau lingkungan sekitar. barbeque. dll. diharapkan dapat berguna untuk perkembangan lokalitas lingkungan sekitar dan sekaligus untuk konsep perancangan desain bangunan Resort & Leisure Park. Penerapan budaya dapat berupa area konservasi  atau mini-museum di dalam area resort. Program seperti olahraga air. Contohnya seperti. TABEL KEBUTUHAN RUANG Kebutuhan Ruang Jumlah Luas 8 .  Culture / Budaya Peranan budaya dalam resort ini sebenarnya untuk mengambil lokalitas penduduk sekitar yang kental akan budaya dan sosialnya. Edukasi Program edukasi dirancang untuk memberikan pengetahuan tentang budaya lokal pada daerah tersebut. Park / Taman Taman selain sebagai penyejuk bangunan solid. ataupun acara – acara adat lainnya. Dengan adanya program diatas. Program – program penunjang lainnya adalah. ampliteater yang digunakan sebagai upacara adat. rekreasi. dsb. Diharapkan dengan adanya taman ini dapat menarik wisatawan untuk mengunjungi  daerah tersebut. olahraga pegunungan. taman pada resort ini berfungsi sebagai public space untuk melakukan aktivitas seperti berkemah.

500m2 Tabel 4.Resort Villas Suite Two Bedroom Pool Villas One Bedeoom Pool Villas Restaurant Café & Bar Pool Spa / Sauna / Gym Lobby / Receptions Service Retail Culture Park Ampliteater Mini-museum Sirculation Total 5 10 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20% ± 1500m2 ± 2500m2 ± 2000m2 ± 250m2 ± 200m2 ± 150m2 ± 150m2 ± 100m2 ± 100m2 ± 80m2 ± 500m2 ± 100m2 ± 100m2 ± 1800m2 ± 10. Kebutuhan Progam Ruang STUDI TIPOLOGI BANGUNAN 8 .

” CHAPTER III HOTEL & RESORT PENGERTIAN HOTEL RESORT Pengertian pendekatan.“Tipologi sebagai totalitas kekhususan yang menggambarkan saat diciptakannya karya arsitektural oleh suatu masyarakat atau suatu kelas sosial. Asa such it must have a full complement of aminities. 8 . Gee (1985). resort pada keterpaduan umumnya fasilitas yang selalu satu dikaitan sama lain dengan saling menunjang. services. A resort is considered a final destination for vacation travelers. Salah satu pengertian yang dikemukakan oleh Chuck Y.

Manusia pada umumnya cenderung membutuhkan rekreasi untuk dapat bersantai dan menghilangkan kejenuhan yang diakibatkan oleh aktivitas mereka. b. memiliki kesibukan akan pekerjaan yang selalu menyita waktu mereka untuk dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman.product. c. Faktor Penyebab Timbulnya Hotel Resort Sesuai dengan tujuan dari keberadaan Hotel Resort yaitu selain untuk menginap juga sebagai sarana rekreasi. Saat itu kawasan usaha pariwisata adalah setiap usaha komersial yang lingkup kegiatannya menyediakan sarana dan prasarana untuk pengembangan pariwisata. Bagi masyarakat kota khususnya di Provinsi Jawa Barat. Oleh sebab itu timbulnya hotel resort disebabkan oleh faktor-faktor berikut: a. and recreational facilities required by guest. Hotel Resort didefinisikan sebagai hotel yang terletak dikawasan wisata. rekreasi dan olah raga. Umumnya terletak cukup jauh dari pusat kota sekaligus difungsikan sebagai tempat peristirahatan dan menyediakan fasilitas untuk berlibur. Untuk dapat memulihkan kesehatan baik para pekerja maupun para manula membutuhkan kesegaran jiwa dan raga yang dapat diperoleh di tempat berhawa 8 . Kebutuhan Manusia akan rekreasi. Kesehatan. The development of a resort destination embraces similar types of problem economic. Berkurangnya waktu untuk beristirahat. sosial and environment. dimana sebagian pengunjung yang menginap tidak melakukan kegiatan usaha. Sedangkan Indonesia member istilah kawasan pengganti resort sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan Menteri Pariwisata Pos Dan Telekomunikasi RI nomor 59 / PW 002 / MPPT / 85.

pantai. pegunungan. bersenang-senang. oleh sebab itu hotel resort menawarkan pemandangan alam yang indah dan sejuk sehingga dapat dinikmati oleh pengunjung ataupun pengguna hotel tersebut. yaitu: a. d. Dengan demikian keinginan masyarakat perkotaan untuk menikmati potensi alam menjadi permasalahan. tepi pantai dan sebagainya. gunung dan tempat-tempat lainnya yang memiliki panorama yang indah. Lokasi Umumnya berlokasi di tempat-tempat berpemandangan indah. Keinginan Menikmati Potensi Alam Keberadaan potensi alam yang indah dan sejuk sangat sulit didapatkan di daerah perkotaan yang penuh sesak dan polusi udara. b. lalu lintas yang padat dan bising. Fasilitas rekreasi outdoor meliputi kolam renang. kedekatan dengan atraksi utama dan berhubungan dengan kegiatan rekreasi merupakan tuntutan utama pasar dan akan berpengaruh pada harganya. Fasilitas Motivasi pengunjung untuk bersenang-senang dengan mengisi waktu luang menuntut ketersedianya fasilitas pokok serta fasilitas rekreatif indoor dan outdoor. Fasilitas pokok adalah ruang tidur sebagai area privasi. KARAKTERISTIK HOTEL RESORT Ada 4 (empat) karakteristik hotel resort sehingga dapat dibedakan menurut jenis hotel lainnya. yang tidak dirusak oleh keramaian kota. menikmati pemandangan alam.sejuk dan berpemandangan indah yang disertai dengan akomodasi penginapan sebagai sarana peristirahatan. 8 . Segmen Pasar Sasaran yang ingin dijangkau adalah wisatawan atau pengunjung yang ingin berlibur. Pada Hotel Resort. lapangan tennis dan penataan lanskap. c.

Berdasarkan fasilitas dan letaknya hotel resort dapat diklasifikasikan sebagai berikut:  Beach resort hotel Resort hotel ini berada di daerah pantai dan menggunakan keindahan dan potensi alam pantai sebagai daya tariknya.  Condominium.d. time share and residential development Resort ini memiliki strategi pemasaran yang menarik yaitu menawarkan sebagian dari kamar hotel ini disewa selama periode waktu yang 8 .  Health resort and spa Resort hotel ini dibangun di daerah yang memiliki potensi alam yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyehatan dan kebugaran melalui aktivitas spa. rancangan resort ini memanfaatkan potensi utama daerah tersebut dengan melengkapi fasilitas dermaga dan kegiatan yang berhubungan dengan air. Berbagai macam objek wisata yang ada mempengaruhi variasi hotel resort yang ada. Wisatawan pengguna hotel resort cenderung memilih suasana yang nyaman dengan arsitektur yang mendukung tingkat kenyamanan dengan tidak meninggalkan citra yang bernuansa etnik. Arsitektur dan Suasana Wisatawan yang berkunjung ke Hotel Resort cenderung mencari akomodasi dengan arsitektur dan suasana yang khusus dan berbeda dengan jenis hotel lainnya.  Marina resort hotel Resort hotel ini berada di daerah pelabuhan.  Mountain resort hotel Resort hotel ini berada di daerah pegunungan. pemandangan dan fasilitas yang bersifat natural merupakan kekuatan lokasi yang digunakan sebagai cirri rancangan resort.

Summer resort hotel Merupakan resort yang dibuka pada musim panas.  Sight-seeing resort hotel Resort jenis ini terletak di daerah yang memiliki potensi khusus atau tempat menarik seperti pusat perbelanjaan. PRINSIP DESAIN HOTEL RESORT Setiap lokasi yang akan dikembangkan sebagai suatu tempat wisata memiliki karakter yang berbeda. Contohnya hotel di kawasan wisata ski. karena semua kamar yang disewakan dalam hotel tersebut tergolong dalam kelas suite.  All suite-hotels Resort jenis ini merupakan golongan resort mewah. tempat hiburan. Contohnya hotel di kawasan pantai yang terkenal dengan sinar matahari yang baik untuk berjemur.ditentukan dalam kontrak dan biasaanya dalam jangka waktu yang panjang. .Winter resort hotel Merupakan resort yang dibuka pada musim dingin. yang memerlukan pemecahan khusus. karena potensi wisatanya menonjol pada musin dingin. Dalam merencanakan sebuah hotel resort perlu diperhatikan prinsip-prinsip desain sebagai berikut: 8 . Berdasarkan periodenya resort hotel ini dapat dibagi menjadi: .

8 .Memiliki skala yang manusiawi. hutan. gunung.  Kedekatan dengan alam. Pengalaman unik bagi wisatawan. Kebutuhan dan persyaratan individu dalam melakukan kegiatan wisata. laut. b. dan    sebagainya. Aloneness (kesendirian) dan privasi. c.  Ketenangan. Menyesuaikan fisik bangunan terhadap karakter lingkungan setempat. danau. selain fasilitas olah  raga dan hiburan. perubahan gaya hidup dan kesempatan untuk relaksasi. Keakraban dalam hubungan dengan orang lain diluar lingkungan kerja. Dapat melakukan aktivitas yang berbeda seperti olah raga dan rekreasi. dengan budaya baru.  Suasana yang tenang dan mendukung untuk istirahat. Pengolahan terhadap fasilitas yang sesuai dengan tapak dan iklim setempat. Pengenalan terhadap budaya dan cara hidup yang berbeda. tetapi juga adanya kesempatan untuk  berinteraksi dengan orang lain berpartisipasi dalam aktivitas kelompok. Menciptakan suatu citra wisata yang menarik  Memanfaatkan sumber daya alam dan kekhasan suatu tempat sebaik   mungkin. Berinteraksi dengan lingkungan.a. dengan Negara baru dengan standar kenyamanan rumah sendiri. matahari.

STUDI KASUS TIPOLOGI ROSSLAKE RESORT NO POIN PENGAMATAN PENJELASAN 8 .

1 Data Teknis Lokasi : North Cascades national Park (Washington) Luas 2 :- Analisis & Sintesis Fungsi : Hotel & Resort Rosslake Resort berada di dalam taman nasional dalam Lingkungan Washington. 3 Analisis & Sintesis dalam Lingkup Bangunan Bangunan ini menggunakan sistem cottage. 4 Program  Hotel dan Resort 8 . Dibangun di tepi danau sekitar membentuk setengah lingkaran dengan menghadap ke Danau Rosslake. Terdapat 25 cottage yang merupakan tempat tinggal hotel. Resort ini berada di pesisir danau yang sebagian dari balkon merupakan kabin yang mengapung di atas air danau. Resort yang dibangun menggunakan atap pelana dan struktur fondasi menggunakan struktur apung bangunan. Lingkungan sekitar Resort di kelilingi oleh hutan jati dan air danau. Pencapaian resort menggunakan kapal feri atau taksi laut. North Cascades..

 4 Interior Peran Bangunan dalam Bangunan menggunakan fisik air dan alam sebagai Kontekstual kontekstual lingkungan. Bangunan dibangun dipesisir danau dan diatas air sebagai konsep penyeimbang danau dengan pegunungan melalui bangunan. Dan arsitek juga berusaha menggunakan konteks material dan warna pada 8 .

dan 8 . berbentuk mixed-use recreation. Bentuk Resort ini menggunakan konteks pada topografi. China Luas 2 : 3.000. Struktur yang dihasilkan berbeda dan unik. 3 Analisis & Sintesis dalam Lingkup Bangunan Bangunan ini terdiri dari beberapa massa.000 m2 Analisis & Sintesis Fungsi : Hotel & Resort Chengdu. Lingkungan sekitar adalah bukit – bukit sekitar yang mengelilingi Greentea Lake dengan perkebunan Teh Hijau. namun keanekaragaman bentuk dan wajah berbaur indah dengan topografi sekitarnya. GREENTEA LAKE RESORT NO .bangunan yaitu kayu. China dikenal dengan daerah perkebunan The dalam Lingkungan Hijau (GreenTea). Arsitek melihat konteks tersebut dalam bentuk massa yang mengikuti topografi yang berbeda dengan lingkungan dan manusia. 1 POIN PENGAMATAN Data Teknis PENJELASAN Lokasi : Chengdu. kontur.

bentuk pulau sebagai konsep perancangan 4 Program  Hotel dan Resort  Waterfront boardwalk  Multitude of water sports  Conference Center 8 .

1 POIN PENGAMATAN Data Teknis PENJELASAN Lokasi : Uluwatu. tebing selatan. Desain didasarkan dari prinsip kesenangan mendiami ruang tertentu.  4 Fishing Camp Equstrian Center Peran Bangunan dalam Arsitek GDW. dinamis dalam ruang dan bentuk. Terletak di sekitar padang savanah dengan lanskap kering di Bukit Peninsular. mengambil isyarat konseptual topografi Kontekstual yang unik dengan mengembangkan arsitektur bangunan dengan menirukan bentuk langkah dari bukit Greentea melalui topografi dan kontur. 8 . Bali Luas 2 : 44. ALILA VILLAS ULUWATU NO . Desain menggabungkan arsitektur paviliun tradisional Bali dan pemandangan pedesaan dengan perubahan modern.642 m2 Analisis & Sintesis Fungsi : Hotel & Resort Perkembangan Hotel dan villa ini dirancang sebagai dalam Lingkungan pengembangan berkelanjutan secara ekologis. Bali Desain arsitektur menyelidiki potensi fusi arsitektur vernakular dengan desain modernis.

3 Analisis & Sintesis dalam Lingkup Bangunan Vila - vila dirancang berbukit sebagai paviliun dihubungkan oleh jembatan di taman air. terselip di lereng bukit sebagai teras.membuat situs begitu unik Kamar hotel yang dirancang sebagai inhabited gardens. Dinding taman membentuk dinding ruangan. Setiap villa membentuk latar lanskap untuk villa di balik itu. 4 Program / Fasilitas  Resort Hotel  Leisure Area 8 . Setiap hotel villa memiliki kolam renang dengan cabana yang menghadap ke laut. di semua aktivitas terjadi di lingkungan taman..

Ukuran Pulau di Resort ini adalah 13 hektar 8 . kelapa. dimana dalam Lingkungan leisure adalah salah satu bagian utama dari pulau tersebut. FINOLHU VILLAS NO . sekitar Resort ini dikelilingi oleh lautan Hindia. 1 POIN PENGAMATAN Data Teknis PENJELASAN Lokasi : Maldives Luas 2 : 123 m2 Analisis & Sintesis Fungsi : Hotel & Resort Maldives dikenal sebagai salah satu negara topikal. Begitu juga konteks material bangunan menggunakan bahan dari Bali dan sekitarnya seperti kayu.4 Peran Bangunan dalam Woha merancang konsep Alila Resort memfokuskan pada Kontekstual kualitas lingkungan. bambu. batu alam yang di rancang ulang menjadi fasad atau ornament bangunan. Menggunakan kontur tanah savanah untuk menghindari cut and fill tanah.

Bangunan mempunyai massa tunggal dengan ketinggian bangunan 1 lantai. 4 Program  Hotel dan Resort 8 .3 Analisis & Sintesis dalam Lingkup Bangunan Resort ini memiliki massa inti dengan sirkulasi sebagai cabang ke massa sekunder. Pembagian massa hotel linear berfungsi untuk mendapatkan view laut paling baik.

4 Peran Bangunan dalam Arsitek menggunakan sistem panel surya sebagai konteks Kontekstual bangunan terhadap iklim lingkungan. Ekonomi. Estetika. Etnologi. Dengan dasar 7E tersebut Dusun Bambu adalah ekowanawisata pertama yang berada di Jawa Barat. Iklim tropis pada Maldives digunakan sebagai pemanfaatan energi untuk listrik pada resort tersebut. Dan penggunaan atap bangunan dirancang melengkung metafora dari gelombang air laut. dan Entertainment. Bandung Barat Luas 2 : 150. 1 POIN PENGAMATAN Data Teknis PENJELASAN Lokasi : Cisarua. DUSUN BAMBU LEISURE PARK NO .000m2 Analisis & Sintesis Fungsi : Mix Used Leisure Park Dusun Bambu Family Leisure Park adalah sebuah dalam Lingkungan ekowisata dalam bentuk konservasi bambu dengan konsep sekitar 7E yang terdiri dari Edukasi. Etika. 8 .

3 Analisis & Sintesis dalam Lingkup Bangunan Terdiri dari berbagai bentuk massa dalam satu kawasan dengan tema berbeda – beda. Konsep awal bangunan adalah konteks bangunan dengan alam dan mempergunakan budaya lokal Bandung yaitu Sunda sebagai salah satu konsep perancagan dalam bentuk 4 Program arsitektural bangunan.  Camping Area  Restaurant 8 .

Arsitek merancang 6 buah bentuk arsitektur 8 . Dengan budaya masyarakat Sunda.4  Market  Villa Resort  Leisure Park Peran Bangunan dalam Leisure Park ini mempunyai konteks green terlihat dari Kontekstual landscaping pada tapak.

Ungasan. Analisis & Sintesis dalam Lingkup Bangunan GWK merupakan sebuah taman budaya yang mempunyai fungsi sebagai public space. GWK dikelilingi oleh perumahan dan beberapa sekitar tempat wisata lainnya seperti restoran dan hotel. Salah satunya adalah Lotus Pond. Raya Uluwatu.mengikuti konteks sosial masyarakat Bandung. Kuta Selatan. seperti 8 . terdapat beberapa landmark Bali. 1 POIN PENGAMATAN Data Teknis PENJELASAN Lokasi : Jl. Bali Luas 2 3 : 4. Di dalam kawasan GWK. Lotus Pond merupakan public space yang dapat digunakan sebagai tempat untuk melakukan acara – acara besar Bali baik nasional ataupun internasional. (Konteks : Budaya) GARUDA WISNU KENCANA CULTURAL PARK NO .000 m2 Analisis & Sintesis Fungsi : Cultural Park GWK adalah salah satu taman budaya yang berada di dalam Lingkungan pulau Bali.

dan Plaza Garuda yang memiliki nilai budaya tersendiri. 4 Program / Fasilitas  Public Space / Amplitiater  Indraloka Garden  Street Theater 8 .Plaza Wisnu.

Sehingga Landscape ruang terlihat konteks terhadap lingkungan sebelumnya / sejarah lingkungan. menggunakan bukit batu Kontekstual yang telah ada sebelum GWK terancang sebagai partisi ruang. Pembuatan Plaza diharapkan menjadi Landmark dari Pulau Bali sendiri.4  Restaurant  Segway Peran Bangunan dalam Perancang Public Space GWK. 8 .

Lokalitas Lingkungan. di pesisir laut atau danau menggunakan system struktur apung dan juga memperhatikan debit air. seperti program budaya. 5. penggunaan material sesuai dengan konteks kota atau lingkungan. Perlu adanya zoning keseimbangan antara ruang – ruang privat dengan public space. Penambahan program – program fisik. 4. Massa Bangunan sebaiknya bersifat linear dan terpisah antar massa. ekologi. 2. juga untuk pembentuk ruang kota yang sudah ada. dan etika. 6. dibutuhkan untuk mendukung perancangan bangunan. Selain untuk menambah lokalitas lingkungan ke bangunan. edukasi. Struktur bangunan. pasang dan surut air di kawasan. tetap adanya pengikat antar massa agar terlihat satu kesatuan.KESIMPULAN STUDI KASUS Setidaknya ada beberapa poin yang dapat penulis ambil dari kajian dan studi kasus (berhubungan dengan bentuk arsitektur): 1. 3. Penggunaan material. entertainment. karena akan sangat berpengaruh untuk lokalitas bangunan. sosial. 8 . Namun.

DAFTAR PUSTAKA 8 .

info/dokumen/perencanaan/sanitasi/pokja/bp/pokja.com/hotel/ross-lake-resort (diakses 13 Januari 2016 20.com/59740/alila-villas-uluwatu-woha (diakses 13 Januari 2016 16.00) 8 .wikipedia.com/statistik-pariwisata-indonesia.org/wiki/Lake_Toba (diakses 12 Januari 2016 22.htm (diakses 10 Januari 2016 18.00) https://id.bimbie.archdaily.00) http://www.nationalparkcentralreservations.wikipedia.00) http://www.edu/2467877/Tema_Arsitektur_Kontekstual_ (diakses 09 Januari 2016 03.00) http://www.nawasis.00)       https://en.00) https://www.com/portfolio-view/greentea-lake-resort-concept-master-  plan/ (diakses 13 Januari 2016 19.com/774888/finolhu-villas-yya (diakses 13 Januari 2016 13.00) http://ppsp.academia.go.wikipedia.bps.archdaily.id/v3/ (diakses 10 Januari 2016 18.org/wiki/Sanggraloka (diakses 09 Januari 2016 05.com/ (diakses 13 Januari 2016 12.00) http://www.gwkbali.00) http://dusunbambu.malibu-architects.org/wiki/Hotel (diakses 09 Januari 2016 03.com/activities (diakses 13 Januari 2016 18.00)    https://id.00) http://www.tobasa/BPS/ (diakses 11 Januari 2016 22.DAFTAR PUSTAKA    http://tobasamosirkab.00) http://www.