You are on page 1of 33

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Efektivitas Asuhan Keperawatan merupakan kegiatan melaksanakan asuhan
keperawatan kepada klien berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, bersifat “human”
dengan pendekatan holistik, mencakup bio-psiko sosial/kultural dan spiritual, serta
dengan orientasi kebutuhan objektif klien, dalam bentuk praktik keperawatan ilmiah
(Scientific nursing practice) (Kozier, 2007).
Kepuasaan pasien terhadap Pelayanan Asuhan Keperawatan merupakan
bagian penting dalam pelayanan kesehatan dan bagian yang tidak terpisahkan dari
pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Perawat dalam memberikan pelayanan
keperawatan tidak terlepas dari Asuhan keperawatan perawat dengan pasien.
Keluhan masyarakat akan ketidakpuasaan pelayanan asuhan keperawatan
Kebanyakan menyangkut ketidakefektifan asuhan keperawatan perawat yang
kurang jelas, sikap dan kemampuan perawat dalam memberikan asuhan
keperawatan yang tidak memenuhi standar asuhan keperawatan. Sehingga
menimbulkan ketidakpuasan pasien. Ini mencerminkan belum profesionalnnya
tenaga perawat dalam asuhan keperawatan (Hartono, 2010).
Menurut

Depkes

1999,

perawat

merupakan

salah

satu

komponen

pembangunan bidang kesehatan, sekaligus merupakan bagian integral dari Sistem
Kesehatan Nasional (SKN). Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah telah
memberikan standar pelayanan kesehatan antara lain pelayanan kesehatan.
Pelayanan keperawatan di Rumah Sakit merupakan bagian utama dari pelayanan
kesehatan yang di berikan kepada pasien. Oleh Karna itu, kualitas pelayanan

2

kesehatan sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan dan dipengaruhi oleh
keefektifan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Aspek
yang paling membuat ketidakpuasan disebuah rumah sakit internasional adalah
jumlah dan jenis informasi yang diterima. Data di Indonesia berdasarkan sistem
informasi Rumah Sakit yang terkumpul menyebutkan hanya 30% yang menyatakan
puas dengan pelaksanaan dan pelayanan Rumah Sakit dan berdasarkan survey
yang dilakukan di Rumah Sakit, rumah sakit besar yang berada di pulau jawa tingkat
kepuasaan pasien yang merasa puas ada 44,44% sedangkan yang menyatakan
tidak puas ada 56,66%. Berikut ini beberapa ringkasan kritik dan saran yang
diperoleh di sebuah Rumah Sakit di Indonesia yaitu mengenai ketidakcepatan
pelayanan 24,42% kurangnnya informasi 21,20% proses berbelit-belit 15,21%,
pegawai yang kurang ramah 18,89% minimnya teknologi medis 20,28%.
Survey awal yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 11 November 2014 di
RSUD Lapangan Sawang, Kab. Kepulauan Sitaro, Didapatkan data pasien dalam 3
bulan terakhir keseluruhan 150 pasien yang terbagi atas 67 pasien di ruang kelas 2
dan 83 pasien di ruang kelas 3. (Sumber Data RSUD Lapangan Sawang ).Peneliti
selanjutnya memusatkan penelitian hanya kepada pasien yang ada di Ruang Kelas
3 yang berjumlah 83 pasien. Ada pula hasil Observasi dan wawancara yang
dilakukan peneliti dengan beberapa pasien yang ada di ruang kelas 3 terdapat 21
Orang ( 25% ) yang merasa tidak puas terhadap pelayanan asuhan keperawatan.
Kepuasaan klien adalah perasaan senang, puas individu karena
terpenuhinnya harapan atau keinginan dalam menerima jasa pelayanan kesehatan.
Budiastuti (2002 dalam Purwanto, 2007), klien dalam mengevaluasi kepuasaan
terhadap jasa pelayanan yang diterima mengacu pada beberapa faktor salah
satunnya kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan memegang peranan penting dalam

3

industri jasa, pelanggan dalam hal ini akan merasa puas jika mereka memperoleh
pelayanan yang baik atau sesuai dengan yang diharapkan (Purwanto, 2007).
Peranan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang kurang efektif dari
perawat tentang kondisi pasien dapat menimbulkan ketidakpuasaan pasien terhadap
asuhan keperawatan yang diberikan, karena pasien mempunyai hak untuk
mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaannya selama
perawatan. (Gregorius C,2005).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Efektiftas dalam
memberikan asuhan keperwatan pada pasien sangatlah penting. Oleh sebab itu,
penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Efektifitas Asuhan Keperawatan
Terhadap Tingkat Kepuasaan Pasien di RSUD Lapangan Sawang, Kab. Kepulauan
Sitaro.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Pernyataan Masalah
Kepuasaan pasien terhadap Pelayanan Asuhan Keperawatan merupakan
bagian penting dalam pelayanan kesehatan dan bagian yang tidak terpisahkan dari
pelayanan di Rumah Sakit. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan
tidak terlepas dari Asuhan keperawatan perawat dengan pasien. Keluhan
masyarakat akan ketidakpuasaan pelayanan asuhan keperawatan Kebanyakan
menyangkut ketidakefektifan asuhan keperawatan perawat yang kurang jelas, sikap
dan kemampuan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang tidak
memenuhi standar keperawatan sehingga menimbulkan ketidakpuasan pasien. Ini
mencerminkan belum profesionalnnya tenaga perawat dalam asuhan keperawatan
(Hartono, 2010).
.2.2Pertanyaan Masalah
Ada beberapa pertanyaan masalah yang dapat dikemukakan dalam
penelitian ini, yaitu:

1.1 Teoritis Hasil penelitian ini dapat menjelaskan Efektivitas Asuhan Keperawatan Terhadap Tingkat Kepuasaan pasien yang dirawat di RSUD Lapangan Sawang.4 Manfaat Penelitian 1.2.3. 1.3. Kab.2. .4.3.2.3.1. Kepulauan Sitaro. Kab.1 Tujuan Umum Diketahui efektifitas asuhan keperawatan terhadap tingkat kepuasan pasien yang dirawat di RSUD Lapangan Sawang Kab. Kepulauan Sitaro? 1. 1.3.4 1.1. Kab. Kepulauan Sitaro.4. Kab.2Praktis .1 Bagaimana efektifitas asuhan keperawatan pada pasien yang dirawat di RSUD Lapangan Sawang.3 Tujuan Penelitian 1. Kepulauan Sitaro. dan dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang keperawatan terkait dengan efektifitas asuhan keperawatan terhadap tingkat kepuasaan pasien.2.2. Kepulauan Sitaro.2.1. 1. Kepulauan Sitaro? 1.1 Bagi Instansi Rumah Sakit Sebagai acuan tentang pentinngya efektivitas asuhan keperawatan untuk mencapai tingkat kepuasaan pasien dalam asuhan keperawatan.3 Apakah efektifitas asuhan keperawatan terhadap tingkat kepuasan pasien yang dirawat di RSUD Lapangan Sawang.1 Mengidentifikasi efektifitas asuhan keperawatan pada pasien yang dirawat di RSUD Lapangan Sawang. Kab. . Kepulauan Sitaro? 1.2 Bagaiman tingkat kepuasan pasien yang dirawat di RSUD Lapangan Sawang.3 Menganalisis efektifitas asuhan keperawatan terhadap tingkat kepuasan pasien yang dirawat di RSUD Lapangan Sawang.4.2 Tujuan Khusus 1. Kepulauan Sitaro.2. Kab.2 Mengidentifikasi tingkat kepuasan pasien yang dirawat di RSUD Lapangan Sawang. Kab.

.4. Efektivitas selalu berkaitan dengan hubungan antara hasil yang diharapkan dengan hasil yang sesungguhnya dicapai. .1 Konsep Dasar Efektivitas Asuhan keperawatan . baik yang berasal dari .1Pengertian Efektivitas Efektivitas berasal dari kata efektif yang mengandung pengertian dicapainya keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. sumber kepustakaan dan bahan masukan untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan penelitian ini khususnya di UNSRIT.2. Efektivitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan atau peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.4. 2) Konsep Dasar tingkat Kepuasaan Klien. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Bab ini diuraikan konsep dasar yang ada berdasarkan variabel penelitian antara lain: 1) Konsep Dasar Asuhan Keperawatan.3 Bagi Institusi Pendidikan Keperawatan Dapat menjadi referensi.1.2.5 .2 Bagi Profesi keperawatan Dapat menjadi masukan bagi tenaga keperawatan untuk meningkatkan kinerjannya melalui efektifitas asuhan keperawatan untuk mempertahankan tingkat kepuasaan pasien. Efektivitas kerja terdiri dari kata efektivitas dan kerja. Efektivitas adalah kegiatan yang di mulai dengan adannya fakta kegiatan sehingga menjadi data.

Kedua. kuantitas. Masing-masing tingkat efektivitas dapat dipandang sebagai suatu sebab variabel oleh variabel lain. Efektivitas dapat dikatakan sebagai keberhasilan pencapaian tujuan organisasi dari 2 (dua) sudut pandang. jumlah serta ketepatan waktu sesuai dengan prosedur dan ukuran-ukuran tertentu sebagaimana yang telah digariskan dalam peraturan yang telah di tetapkan.2Faktor – faktor yang Mempengaruhui Efektivitas . sesuai dengan yang ditentukan. pengetahuan. proses dan output yang mengacu pada hasil guna dari pada suatu organisasi. maka semakin efektif organisasi program dan kegiatan.1994). demikian juga sebaliknnya suatu yang efisien belum tentu efektif. . program atau kegiatan yang menyatakan sejauh mana tujuan (kualitas. maupun dari segi usaha yang diukur dengan mutu. 2005). dan waktu) telah dicapai. Sehubungan dengan hal tersebut. sikap. baik ditinjau dari segi hasil.6 hubungan dan transaksi internal dan eksternal maupun berasal dari hubungan antar unit dan di dalam unit itu sendiri (Amsyah. Suatu efektif belum tentu efisien. ketrampilan. pengertian efektivitas dapat dikatakan sebagai taraf tercapainnya suatu tujuan tertentu.1. Dengan demikian istilah efektif adalah melakukan pekerjaan yang benar dan sesuai serta dengan cara yang tepat pada sasaran untuk mencapai suatu tujuan yang telah direncanakan (Mahmad. Efektivitas merupakan hubungan yang terdapat antara output dengan tujuan. maka efektivitas adalah menggambarkan seluruh siklus input. dari segi usaha yang telah ditempuh atau dilaksanakan telah tercapai. motivasi (Gibson. dari segi hasil maka tujuan atau akibat yang dikehendaki telah tercapai. Bahwa pada efektivitas individu terdiri dari sebabsebab antara lain kemampuan. 2003). serta ukuran-ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya dan mencapai target-targetnnya. Dengan demikian. semakin besar kontribusi (sumbangan) output pencapaian tujuan. Sudut pandang pertama.

Karakteristik pekerja . Aspek pertama adalah lingkungan ekstern yaitu lingkungan yang berada di luar batas organisasi yang sangat berpengaruh terhadap organisasi. faktor ini akan mengatur atau menentukan sampai seberapa jauh para anggota organisasi dapat mengambil keputusan atau diikut sertakan dalam pengambilan keputusan. 2005) 1. Faktor formalisasi berhubungan terhadap tingkat adaptasi organisasi terhadap lingkungannya yang selalu berubah. Faktor lainnya spesialisasi pekerjaan yang membuka peluang bagi para pekerja untuk mengembangkan diri dalam bidang keahliannya sehinnga tidak mengekang daya inovasi mereka. Karakteristik Lingkungan Karakteristik mencakup dua aspek. karena faktor tersebut menyangkut para pekerja yang cenderung lebih terikat pada organisasi dan merasa lebih puas jika mereka mempunyai kesemptan mendapat tanggung jawab yang lebih besar dan mengandung lebih bnyak variasi jika peraturan dan ketentuan yang ada di batasi seminimal mungkin. Hal di atas berpengaruh terhadap efektivitas organisasi. Terutama dalam pembuatan keputuasan dan pengambilan tindakan. Karakteristik organisasi Ciri organisasi oleh Strees adalah terhadap strukutur dan teknologi karena kedua variabel tersebut sangat mempengaruhi efektivitas organisasi. 3. perlengkapan. hubungan di antara pegawai dan kondisi kerja. Strees dan Zuliyanti Sri.7 Faktor yang mempengaruhi tercapainnya efektivitas kerja menurut (Richard M. Ciri organisasi yang berupa srukutur organisasi yang meliputi faktor luasnya desentralisasi. Aspek Kedua adalah intern yang di kenal sebagai iklim organisasi yaitu lingkungan yang secara keseluruhan berada dalam lingkungan organisasi seperti peralatan. 2.

pekerja juga mempengaruhi tingkat efektivitas organisasi. proses komunikasi kepemimpinan dan pengambilan keputusan serta adaptasi dan inovasi organisasi. maka efektivitas kerja akan berkurang. apabilah para pekerja dihadapkan pada situasi dimana tujuan pribadi mereka bertentangan dengan sasaran organisasi. Mekanisme kerja ini meliputi penetapan tujuan strategis. Peranan pekerja sangat mempengaruhi proses pencapaian tujuan sebab menyangkut tingkat produktivitas kerja di dalam menghasilkan output.dan kemampuan yang berbeda. Apabila pekerja bekerja secra produktif dan memperbesar serta memperlancar kemungkinan tercapainnya tujuan organisasi.8 Selain ciri organisasi dan ciri lingkungan. Kebijakan dan Praktek Manajemen Kebijakan dan praktek manajemen merupakan mekanisme yang meliputi penetapan tujuan strategi. Prestasi merupakan modal utama di dalam organisasi yang berpengaruh besar terhadap efektifitas. pencarian dan pemanfaatan sumber daya dan . Kebutuhan faktor inilah yang paling berpengaruh terhadap efektivitas kerja. betapun sarana dan prasarana.beda sehingga akan menyebabkan perbedaan perilaku antaraa orang satu dan lainnya. prestasi. sebab lancar tidaknya pencapaian tujuan suatu organisasi tergantung dari kemampuan pekerja sendiri. Pekerja mempunyai pandangan.betapun baiknnya mekanisme kerja tampa dukungan kualitas sumber daya yang mengisinya tidak akan ada artinnya. Kebijakan dan praktek manajemen ini harus memperhatikan juga unsur manusia sebgai individu yang memiliki perbedaan bukan hanya mementingkan strategi mekanisme kerja saja. 4. pencarian dan pemanfaatan sumber daya secara efisien. maka efektivitas kerja akan meningkat. Di lain pihak. menciptakan lingkungan. tujuan.

yaitu jumlah sumber daya yang masih tersisa setelah semua biaya dan kewajiban dipenuhi. adaptasi terhadap perubahan lingkungan organisasi. 3) Suasana kerja.9 menciptakan lingkungan prestasi. Dalam hal ini dapat dijelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja yaitu motivasi kerja individu yang diakibatkan pada perubahan kerja. yaitu pemeliharaan struktur fungsi dan sumber daya sepanjang waktu.4 Efektivitas Asuhan Keperawatan Pelayanan keperawatan merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan dan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan di Rumah . 3) Pertumbuhan. kemampuan kerja yaitu kemampuan individu dalam menghadapi pekerjaannya. yaitu :1) Kualitas. kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang bijaksana. .1. 5) Perlengkapan dan fasilitas. 5) Produktivitas. proses komunikasi.1991). 4) Stabilitas. peranan manajer sangat penting untuk mengarahkan kegiatan–kegiatan proporsional untuk mencapai tujuan. dan 6) Prosedur kerja. artinya kualitas yang dihasilkan oleh organisasi.3 individu organisasi dalam melaksanakan kerjannya (The liang Gie. yaitu frekuensi hal perbaikan yang berakibat pada kerugian waktu. menyebutkan beberapa dari pada efektivitas (Richard. Faktor-Faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja adalah: 1) Motivasi kerja. suasana kerja yaitu suasana organisasi atas hubungan antara individu. Strees. lingkungan kerja yaitu lingkungan di luar organisasi yang memberikan pengaruh terhadap kerja individu. dan 6) Kecelakaan. adalah suatu perbandingan mengenai eksistensi sekarang dan masa lalunya. 2) Penghasilan. Ukuran Efektivitas Menurut pendapat Campbell. perlengkapan dan fasilitas yaitu peralatan yang di miliki organisasi untuk dijalankan oelh individu dalam organisasi kepada . M.1998). Dalam hal ini. 4) Lingkungan kerja.1. 2) Kemampuan kerja. artinya kuantitas dari jasa yang dihasilkan.

Asuhan keperawatan dilakukan menurut proses keperawatan. Efektivitas Asuhan Keperawatan merupakan kegiatan melaksanakan asuhan keperawatan kepada klien berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan. dilakukan melalui proses pengkajian terhadap penyebab utama tidak terpenuhinnya kebutuhan dasar manusia. membuat rencana. serta dengan orientasi kebutuhan objektif klien. dilakukan secara sistematis untuk menentukan masalah klien. bersifat “human” dengan pendekatan holistik. Pelayanan Keperawatan yang diberikan dalam bentuk asuhan keperawatan. Seluruh proses di atas disebut proses keperawatan. melaksanakan dan mengevaluasi keberhasilan dari masalah yang dihadapi oleh pasien (Kozier.1. pelaksanaan tindakan. Kemampuan pemberian pelayanan yang baik serta kemudian dapat secara efektif dapat mengkomunikasikan tentang perawatan pasien tergantung pada seberapa baik kualitas informasi yang diberikan serta dokumentasi . dan merupakan inti dari kegiatan pelayanan di rumah sakit. 2007).5 Asuhan Keperawatan Menurut (Häyrinena. Perawat memberikan pelayanan selama 24 jam terus menerus pada pasien sehingga menjadikan satu-satunya profesi kesehatan di rumah sakit yang banyak memberikan persepsi terhadap pelayanan kesehatan pada diri pasien. sosial serta spiritual baik sebelum maupun keadaan sakit. dalam bentuk praktik keperawatan ilmiah (Scientific nursing practice). mencakup bio-psiko social/kultural dan spiritual. 2010). Asuhan Keperawatan merupakan hal sangat penting bagi seorang perawat. Sasaran pengkajian ini meliputi kebutuhan dasar biologis. dan pengevaluasian. perencanaan tindakan. 2010).10 Sakit. yaitu tindakan berurutan. . Profesi perawat mengemban tanggung jawab yang besar dan menuntut untuk memilki sikap dan kemampuan perawat yang di terapkan pada asuhan keperawatan sesuai dengan standar dan kode etik profesi (Hartono. penentuan diagnosis keperawatan. psikologis.

diagnosa keperawatan. perencanaan (intervensi). Asuhan keperawatan diberikan dalam upaya memenuhi kebutuhan klien. Menurut Ali (2010) Proses Keperawatan adalah metode Asuhan Keperawatan yang ilmiah. nutrisi 2. dalam upaya pemenuhan KDM. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan 3. cairan. evaluasi (formatif/proses dan sumatif). sistematis. Kebutuhan fisiologis meliputi oksigen. Kebutuhan akan harga diri . berpedoman pada standar keperawatan. Asuhan keperawatan dilaksanakan dalam bentuk proses keperawatan yang meliputi tahap: pengkajian. dengan menggunakan metodologi proses keperawatan. Menurut Abraham Maslow ada lima kebutuhan dasar manusia yaitu: 1. 1999): Suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktek keperawatan yang langsung diberikan kepada klien pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Kebutuhan rasa cinta dan saling memiliki 4. dalam lingkup wewenang serta tanggung jawab keperawatan. di mulai dari Pengkajian (Pengumpulan Data.11 yang disediakan untuk dimanfaatkan oleh semua profesional kesehatan dan antar bidang pelayanan kesehatan. pelaksanaan (implementasi). dinamis dan terus-menerus serta berkesinambungan dalam rangka pemecahan masalah kesehatan pasien/klien. Asuhan keperawatan (DPP PPNI. Asuhan Keperawatan merupakan bentuk kegiatan dasar dari pelayanan keperawatan yang berisi tentang kegiatan praktek keperawatan. dilandasi etik dan etika keperawatan. Analisis Data dan Penentuan Masalah) Diagnosis Keperawatan. Pelaksanaan dan Penilaian Tindakan Keperawatan (evaluasi).

Data kesehatan harus bermanfaat bagi semua anggota tim kesehatan.12 5.1.7637 tahun 1993. Standar V: Evaluasi Keperawatan.03. Pengelompokan data dengan kriteria: data biologis. data psikologis. YM. aktual (baru). absah (valid). Komponen pengkajian keperawatan meliputi: a. Standar III: Perencanaan Keperawatan. Standar II: Diagnosa Keperawatan. .6. tentang keadaannya untuk menentukan kebutuhan asuhan keperawatan. b.6Standar Asuhan Keperawatan Standar Asuhan Keperawatan secara resmi telah diberlakukan untuk diterapkan di seluruh rumah sakit melalui SK Direktur Jenderal Pelayanan Medik No. sistematis.00. Pengumpulan data dengan kriteria: menggunakan format yang baku. Standar IV: Implementasi Keperawatan. data sosial.2. Standar I: Pengkajian keperawatan Asuhan keperawatan paripurna memerlukan data yang lengkap dan dikumpulkan secara terus menerus. diisi sesuai item yang tersedia. Standar asuhan keperawatan terdiri dari: Standar I: Pengkajian Keperawatan. Kebutuhan aktualisasi diri . data spiritual.

Standar III: Perencanaan (Intervensi) keperawatan Perencanaan keperawatan disusun berdasarkan diagnosa keperawatan. bisa dicapai. masalah-masalah yang mengancam kesehatan seseorang adalah prioritas kedua. Prioritas masalah dengan kriteria: masalah-masalah yang mengancam kehidupan merupakan prioritas pertama. dianalisis dan dibandingkan dengan norma fungsi kehidupan pasien dengan kriteria diagnosa keperawatan dihubungkan dengan penyebab kesenjangan dan pemenuhan kebutuhan pasien. perumusan masalah ditunjang oleh data yang telah dikumpulkan.13 c. realistik. Perumusan masalah dengan kriteria: kesenjangan antara status kesehatan dengan norma dan pola fungsi kehidupan. dibuat sesuai dengan wewenang perawat. ada batas waktu. bisa diukur. Komponen perencanaan keperawatan meliputi: a. Standar II: Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan dirumuskan berdasarkan data status kesehatan pasien. komponennya terdiri dari masalah. penyebab/gejala (PES) atau terdiri dari masalah dan penyebab (PE). masalah-masalah yang mempengaruhi perilaku merupakan prioritas ketiga. . dapat ditanggulangi oleh perawat. bersifat potensial apabila masalah kesehatan pasien kemungkinan besar akan terjadi. Tujuan asuhan keperawatan dengan kriteria: spesifik. b. bersifat aktual apabila masalah kesehatan pasien sudah nyata terjadi.

sosial. Rencana tindakan dengan kriteria: disusun berdasarkan tujuan asuhan keperawatan. pemeliharaan serta pemulihan kesehatan dengan mengikut sertakan pasien dan keluarganya dengan kriteria: a) Dilaksanakan sesuai dengan rencana keperawatan. lingkungan. privasi. dan mengutamakan keselamatan pasien. menentukan alternatif tindakan yang tepat. Standar IV: Pelaksanaan (Implementasi) keperawatan intervensi keperawatan adalah pelaksanaan rencana tindakan yang ditentukan dengan maksud agar kebutuhan pasien terpenuhi secara maksimal yang mencakup aspek peningkatan. d) Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan e) Menggunakan sumber daya yang ada. spiritual pasien. nyaman. melibatkan pasien/keluarga.14 c. mempertimbangkan kebijaksanaan dan peraturan yang berlaku. tegas dengan bahasanya mudah dimengerti. k) Merapikan pasien dan alat setiap selesai melakukan tindakan. psiko. Standar V: Evaluasi keperawatan . mempertimbangkan latar belakang budaya pasien/keluarga. kalimat instruksi. j) Mencatat semua tindakan yang telah dilaksanakan. f) Menerapkan prinsip aseptik dan antiseptic. ringkas. menjamin rasa aman dan nyaman bagi pasien. g) Menerapkan prinsip aman. dan l) Melaksanakan tindakan keperawatan berpedoman pada prosedur teknis yang telah ditentukan. sumber daya dan fasilitas yang ada. h) Melaksanakan perbaikan tindakan berdasarkan respon pasien. i) Merujuk dengan segera bila ada masalah yang mengancam keselamatan pasien. c) Menjelaskan setiap tindakan keperawatan yang akan dilakukan kepada pasien/keluarga. pencegahan. ekonomis. b) Menyangkut keadaan bio.

berorentasi pada tujuan pada setiap tahap saling terjadi ketergantungan dan saling berhubungan (Hidayat. selanjutnya hasil evaluasi segera dicatat dan dikomunikasikan. Proses keperawatan terdiri dari lima tahap yang sequensial dan berhubungan: pengkajian. Proses keperawatan merupakan cara yang sistematis yang dilakukan oleh perawat bersama klien dalam menentukan kebutuhan asuhan keperawatan dengan melakukan pengkajian. keluarga dan tim kesehatan. menentukan diagnosis. perencanaan.8Karakteristik/Ciri Khas Proses Keperawatan . pada dasarnya suatu proses pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah (Nursalam. . . 1996). untuk menilai perkembangan pasien dengan kriteria: setiap tindakan keperawatan dilakukan evaluasi terhadap indikator yang ada pada rumusan tujuan. 2004:95). pelaksanaan dan evaluasi (Iyer et al.7Pengertian Proses Keperawatan Proses keperawatan adalah suatu metoda di mana suatu konsep diterapkan dalam praktek keperawatan. Proses keperawatan sebagai salah satu pendekatan utama dalam pemberian asuhan keperawatan. sistematis dan berencana.1. evaluasi melibatkan pasien.1. merencanakan tindakan yang akan dilakukan.15 Evaluasi keperawatan dilakukan secara periodik. teknik dan ketrampilan interpersonal dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan klien/keluarga. diagnosis. Hal ini bisa disebut sebagai suatu pendekatan problem solving yang memerlukan ilmu. evaluasi dilakukan sesuai standar. 2001:1). melaksanakan tindakan serta mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan dengan berfokus pasa klien.

3. 4.9Manfaat dokumentasi asuhan keperawatan . 6. Adanya proses keperawatan penentuan masalah akan lebih cepat diatasi mengingat didalam proses keperawatan terdapat penekanan validasi data serta adanya pembuktian masalah dan menekankan pada umpan balik atau pengkajian ulang dalam mengetahui kebutuhan dasar secara komperhensif. 2. 5. Proses keperawatan merupakan metode pemecahan masalah yang bersifat terbuka dan fleksibel dalam memenuhi kebutuhan klien. Melalui proses keperawatan akan diarahkan tujuan pelayanan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Melalui proses keperawatan terdapat beberapa permasalahan yang sangan perlu direncanakan. Proses keperawatan itu sendiri merupakan suatu siklus yang saling berhubungan antara tahap satu dengan yang lain dan tidak berdiri sendiri. .16 Adapun karakteristik proses keperawatan menurut Hidayat (2004:97) sebagai berikut: 1.1. Proses keperawatan dapat dilakukan melalui pendekatan secara individual dari pemenuhan kebutuhan pasien. juga selalu berkembang terhadap masalah yang ada dan mengikuti perkembangan zaman.

. Dengan demikian dapat diketahui apakah dalam bekerja telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dokumentasi merupakan bukti catatan dari tindakan yang diberikan dan sebagai dasar untuk melindungi pasien. Kesalahan dalam membuat atau pengisian dokumentasi yang tidak lengkap akan membuat informasi tentang riwayat pasien menjadi kabur. 3. Kualitas pelayanan. dokumentasi asuhan keperawatan menurut beberapa aspek berikut : 1. Penelitian: Penelitian keperawatan dengan menggunkan data-data sekunder akan sangat bergantung dengan kualitas dari dokumentasi keperawatan yang dibuat. Dan dengan dokumentasi ini maka besarnya jasa yang diberikan akan diberikan sesuai dengan aturan yang ditetapkan ditempat masing-masing. Pendidikan: Dokumentasi keperawatan dapat dijadikan sebagai rujukan bagi siswa-siswa perawat. 2. komunikasi: Melalui audit keperawatan dokumentasi keperawatan dijadikan alat untuk mengukur dalam membandingkan antara tindakan yang diberikan dengan standar yang dijadikan rujukan. Aspek hukum: Dokumentasi keperawatan yang dibuat merupakan aspek legal didepan hukum. perawat dan institusi.17 Menurut Nursalam (2008). 4. Keuangan: Dokumentasi yang baik dan teliti akan menjadi bukti bahwa tindakah telah dilakukan oleh perawat. 5.

cenderung memiliki tingkat kepuasaan yang lebih tinggi. mengemukakan bahwa klien dalam mengevaluasi kepuasaan terhadap jasa pelayanan yang diterima mengacu pada beberapa faktor.2.Kepuasaan klien adalah hasil dari penilaian klien bahwa produk atau pelayanan telah memberikan tingkat kenikmatan dimana tingkat pemenuhan ini bisa lebih atau kurang.1997). Faktor emosional Klien yang merasa bangga dan yakin apabilah klien memilih rumah sakit yang sudah mempunyai pandangan “rumah sakit Mahal”. 3. Jadi kepusaan atau ketidakpuasaan adalah kesimpulan dari interaksi antara harapan dan pengalaman sesudahmemakai jasa atau pelayanan yang diberikan.2Faktor – faktor yang menpengaruhi kepuasaan klien Budiastuti (2000) dalam Purwanto (2007). 4. Upaya untuk mewujudkan kepuasaan pelanggan total bukanlah hal yang mudah. persepsi konsumen terhadap kualitas produk atau jasa dipengaruhi oleh dua hal. Harga . yaitu kenyataan produk atau jasa yang sesungguhnya dan komunikasi perusahan terutama iklan dalam mempromosikan rumah sakitnya.18 . 2. Kualitas Pelayanan Memegang peranan penting dalm industri jasa. Pasien akan puas jika persipnnya sama atau lebih dari yang diharapkan (Tjiptono.2.1Pengertian Kotler (1988). antara lain: 1.2 Konsep Dasar Kepuasaan klien . Kepuasaan adalah tingkat kepuasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. . Pelanggan dalam hal ini klien akan merasa puas jika mereka memperoleh pelayanan yang baik atau sesuai dengan yang diharapkan. Kualitas produk atau jasa Klien akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk atau jasa yang digunakan berkualitas.

5. Sedangkan rumah sakit yang berkualitas sama tetapi murah. kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pasien dan keyamanan yang diberikan yaitu dengan memperhatikan kebersiahan. Kinerja (performance) Pasien terhadap karakteristik operasi dari pelayanan inti yang telah diterima sangat berpengaruh pada kepuasaan yang dirasakan.19 Merupakan aspek penting. misalnya: kelengkapan interior dan eksterior seperti televisi. kepuasaan klien ditentukan oleh beberapa faktor antara lain: 1. cenderung puas terhadap jasa pelayanan tersebut. Ciri – ciri atau keistimewahan tambahan (features) Merupakan karakteristik sekunder atau karakteristik pelengkap yang dimiliki oleh jasa pelayanan. klien yang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan atau tidak perlu membuang waktu untuk mendapatkan jasa pelayanan. Wujud dari kinerja ini misalnnya: kecepatan. Meskipun demikian elemen ini mempengaruhui klien dari segi biaya yang dikeluarkan. memberi nilai yang lebih tinggi pada klien. sound system. 3. Keandalan (reliability) Sejauh mana kemungkinan kecil akan mengalami ketidakpuasaan atau ketidaksesuaian dengan harapan atas pelayanan yang di berikan. Biaya Mendapatkan produk atau jasa. keramahan dan kelengkapan peralatan rumah sakit. Ac. 2. dan kenyamanan bagaimana perawat dalam memberikan jasa pengobatan terutama keperawatan pada waktu penyembuhan yang relative cepat. biasannya semakin mahal perawatan maka klien mempunyai harapan yang lebih besar. Hal inidi pengaruhi oleh kemampuan yang dimiliki oleh perawat dalam memberikan jasa keperawatannya yaitu dengan kemampuan dan . kemudahan. dan sebagainya. Tjiptono (1997). namun yang terpenting dalam penentuan kualitas guna mencapai kepuasaan klien.

peralatan Rumah Sakit yang lengkap dan modern. dekorasi kamar. kompetensi. Dimensi ini mencakup umur teknis maupun umur ekonomis dalam penggunaan peralatan rumah sakit. standar keamanan dan emisi terpenuhi seperti peralatan pengobatan. taman yang indah dan sejuk. Kepuasaan pasien dapat juga dipengaruhi oleh beberapa hal yang diuraikan dalam bentuk input. 7. memgemukakan tiga . dan sebagainnya. dan 6. Menurut wijiono (1999). 5. kenyamanan ruang tunggu. serta penanganan keluhan yang memuaskan. desain arsetektur rumah sakit. Estetika Merupakan daya tarik rumah sakit yang didapat ditangkap oleh panca indera misalnnya: keramahan perawat. Misalnnya. Bagaimana kesan yang di terima pasien terhadap rumah sakit tersebut prestasi dan keunggulan rumah sakit dari pada rumah sakit lainnya dan tanggung jawab rumah sakit selama proses penyembuhan baik dari pasien masuk sampai pasien keluar rumah sakit dalam keadaan sehat.20 pengalaman yang baik dalam memberikan pelayanan keperawatan di rumah sakit. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specification) Sejauh mana karakteristik pelayanan memenuhi standar – standar yang telah ditetapkan sebelumnnya. 8. misalnya: peralatan bedah. Service ability Meliputi kecepatan. 4. Pelayanan yang diberikan oleh perawat dengan memberikan penanganan yang cepat dan kompetensi yang tinggi terhadap keluhan pasien sewaktu –waktu. proses dan output. alat transportasi. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality) Citra dan reputasi Rumah Sakit serta tanggung jawab Rumah Sakit. Daya tahan (durability) Berkaitan dengan beberapa lama produk tersebut digunakan. sebagainnya.

2. Dan interaksinya dengan pasien meliputi. . Jika ini tidak sesuai dengan tolak ukur yang telah ditetapkan maka dapat dipastikan bahwa mutu pelayanan kesehatan tidak bermutu.3Bentuk Konkret Kepuasaan Pasien . perawat dan tenaga kesehatan lain). Asumsinnya bahwa jika masukan suatu organisasi pelayanan kesehatan baik maka kemungkinan besar mutu pelayanan pun baik. tetapi dapat dilihat berupa perbaikan status tingkat kesehatan dan kemampuan fungsional pasien. Keluaran jangka panjang tidak segera dapat dirasakan pasien. perawat dan tenaga administrasi yang dapat di rasakan oleh pasien dan memberikan perubahan kearah tingkat kesehatan dan kepuasaan yang di harapkan pasien. perlengkapan dan peralatan. c. sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. keuangan. hal ini yang di maksud struktur input. proses dan keluaran yang akan dijelaskan sebagai berikut: a. keluaran dapat berjangka pendek atau berjangka panjang. b. Aspek proses adalah semua kegiatan yan dilaksanakan secara professional oleh tenaga kesehatan (dokter. Aspek struktur meliputi saran fisik.21 pendekatan aspek struktur. Keluaran merupakan indicator efektifitas proses pelayanan oleh tenaga yang berkompeten. Keluaran berjangka pendek dapat segera dirasakan dan merupakan hasil dari suatu prosedur penanganan oleh petugas – petugas yang berkompeten pada pelayanan kesehatan. Aspek Keluaran adalah kegiatan dan tindakan dokter. metode atau tatacara pelayanan kesehatan yakni segala tindakan medis dan non medis yang di selenggarkan pada waktu pelayanan kesehatan. organisasi dan managemen.

kebersihan. BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3.Hubungan pasien dengan perawat . kesegaran ruangan dan lain-lain. pengalaman petugas medis.1 Kerangka Konsep Penelitian Asuhan Keperawatan: - Pengkajian keperawatan Diagnosa keperawatan Intervensi keperawatan Implementasi keperawatan Evaluasi keperawatan Tingkat kepuasan: . dapat dijabarkan dalam pertanyaan kewajaran biaya kejelasan komponen biaya.Biaya . ada empat aspek yang dapat diukur. ada tidaknya keringanan bagi masyarakat miskin dan sebagainya. penerangan. pembuangan sampah. kenyamanan. dapat dijabarkan dengan pertanyaan yang menyangkut keramahan. peralatan. keberanian mengambil tindakan dan sebagainnya.Kenyamanan . 4) Biaya. kemudahan dokter/perawat dihubungi. aspek ini dijabarkan dalam pertanyaan tentang lokasi. 2) Hubungan pasien dengan petugas kesehatan. makanan dan minuman. perbandingan dengan rumah sakit yang sejenis lainnya. seberapa tanggap dokter/perawat. tata letak. dan Chandra Gregorius (2005). keterampilan dalam penggunaan teknologi. informasi yang diberikan sejauh mana tingkat komunikasi. tingkat masyarakat yang berobat.Kompetensi teknis petugas . respons. pengukur suhu dan sebagainnya. gelar yang dimiliki. kebersihan.22 Menurut Tjiptono F. biaya pelayanan. yaitu: 1) Kenyamanan. support. dapat dijabarkan dalam pertanyaan kecepatan pelayanan pendaftaran. obat. keteraturan pemberian meal. 3) Kompetensi teknis petugas. terkenal.

Kab.Kepulauan Sitaro.2 Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah atau pertanyaan penelitian (Nursalam.23 Keterangan: Variabel yang akan diteliti Gambar 3. Kab. 2) Kerangka kerja penelitian. BAB 4 METODE PENELITIAN Bab ini diuraikan tentang. 1) Desain penelitian. 5) . Kriteria sampel dan teknik sampling 4) Variable penelitian.2008). 3) Populasi. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: H1 : Ada Efektifitas Asuhan Keperawatan terhadap Tingkat Kepuasaan pasien di RSUD Lapangan Sawang.1 Kerangka konseptual penelitian tentang Efektifitas Asuhan Keperawatan dengan tingkat kepuasan . Sampel. H0 : Tidak ada Efektifitas Asuhan Keperawatan terhadap Tingkat Kepuasaan Pasien di RSUD Lapangan Sawang. Kepulauan Sitaro.

Kepulauan Sitaro adalah 83 orang Purposive Sampling Sampel: Sampel yang memenuhi kriteria inklusi adalah 30 orang Pengumpulan data tentang Pengumpulan data tentang asuhan keperawatan dengan kepuasan pasien dengan menggunakan kuesioner menggunakan kuesioner .24 Definisi operasional. 2008). 2008). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan/desain penelitian cross sectional. . Kab. 6) Metode penelitian dan pengolahan data 7) Pengolahan data dan analisa data. Dengan studi ini akan diperoleh prevalensi atau efek suatu fenomena (Variabel dependen) dihubungkan dengan penyebab (Variabel independen) (Nursalam. 8) Etika penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran/observasi data variable independen dan dependen dinilai secara simultan pada suatu saat.2 Kerangka Kerja Penelitian Populasi: Jumlah pasien yang dirawat inap di Ruang Perawatan Kelas 3 RSUD Lapangan Sawang. .1 Desain Penelitian Rancangan penelitian pada hakikatnya merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian (Nursalam. jadi tidak ada tidak lanjut.

2008).3. dimana seluruh anggota populasi diberikan kesempatan untuk menjadi anggota sampel (Nursalam. .2008). Kepulauan Sitaro.Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah pasien yang memenuhi kriteria penelitian yang dirawat inap diruangan kls 3 perawatan RSUD Lapangan Sawang. Sedangkan sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi yang dapat mewakili populasi yang ada.1 Kerangka kerja penelitian tentang Efektifitas Asuhan Keperawatan dengan Kepuasan Pasien . .3 Populasi. Kab.1Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: Objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya(Sugyono.25 s Pengolahan data menggunakan Uji Chi Square Penyajian hasil penelitian Gambar 4. Sampel dan Sampling .3.2Sampel dan Sampling Sampel adalah bagian dari populasi terjangkau yang dapat dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling. Pada penelitian ini sampel yang ada sudah dalam sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling.

. Pasien di bawah umur.5 Definisi Operasional .3.3.4. Pasien tidak bisa melihat atau buta. Kab. 2008) yang menjadi variabel independen pada penelitian ini adalah “Efektifitas Asuhan keperawatan” . 2008). 2.3. Bersedia menjadi responden. . Yang menjadi variabel dependen pada penelitian ini adalah “Kepuasaan Pasien”.3Kriteria Sampel . 3. Semua pasien yang dirawat di ruang perawatan kelas 3 RSUD Lapangan Sawang.3.26 .2Variabel Dependen (terikat) Variabel Dependen adalah Variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel lain (Nursalam.3.1Variabel Independen (Bebas) Variabel independen adalah variable yang dinilainya menentukan variabel lain (Nursalam. Pasien tidak sadar.1 Kriteria Inklusi Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti (Nursalam. Kepulauan Sitaro 2. 2008) yaitu: 1.4 Identifikasi Variabel . seperti pada pasien dengan penyakit stroke berat. 2008) yaitu : 1. pasien bedah seperti patah tangan dan pasien yang mempunyai penyakit-penyakit berat lainnya yang activity day light (ADL) pasien dibantu total.2 Kriteria Eklusi Kriteria eklusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari studi karena berbagai penyebab (Nursalam.4. .

hasrat dan kebutuhannya yang diambil oleh perawat selama dirawat di ruang perawatan. Kepulauan Sitaro. Adapun definisi pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 4. - Jawaban responden tentang perasaan terpenuhinya harapan.5 Definisi operasional tentang Efektifitas Asuhan Keperawatan Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien yang dirawat di RSUD Lapangan Sawang. Kab. 2007).27 Definisi operasional adalah unsur penelitian yang menjelaskan bagaimana carannya menentukan dan mengukur suatu variabel (Setiadi. Parameter Alat Ukur Skala Skor Tahap proses asuhan keperawatan: Pengkaian keperawatan Diagnosa keperawatan Intervensi keperawatan Implementasi keperawatan Evaluasi keperawatan Empat bentuk konkret kepuasan pasien: Kenyamanan Hubungan pasien dengan perawat Kompetensi teknik petugas biaya Kuesioner nomina l Baik bila nila ≥50 Kurang bila nilai <50 Kuesioner ordinal SP :>76% P :5675% TP :4055% STP :<40% . Variabel Independen: Asuhan Keperawata n Dependen: Kepuasan Pasien Definisi Operasional Cara perawat untuk memberikan asuhan keperawatan yang bertujuan untuk membantu klien memperoleh kesehatann yang optimal.

2008).6. . . Diagnosa keperawatan yang terdiri dari 3 item pernyataan.6 Metode Penelitian dan Pengolahan data . Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Perencanaan Keperawatan yang terdiri dari 6 item pernyataan Tindakan Keperawatan yang terdiri dari 4 item pernyataan.6.Kes (2001) yang penilaiannya meliputi aspek: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Dari 6 Pengkajian Keperawatan yang terdiri dari 4 item pernyataan. . “sering” = 2. dengan 24 item pernyataan berdasarkan kuisioner asuhan keperawatan dengan alternative jawaban adalah “selalu” = 3. Namun sebelumnnya. diminta persetujuan dari responden melalui informed consent. Apabilah responden setuju maka dilanjutkan dengan pengisian kuesioner sesuai dengan petunjuk pengisian yang digunakan.1Metode Pengumulan Data Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data (Riduwan.28 . Pengumpulan data dilkakukan dengan menyuruh responden untuk mengisi kuesioner yang ada. peneliti menyuruh responden untuk memberikan tanda centang (√) pada pilihan jawaban yang tepat menurut respoonden. Dimana.6. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner baik untuk variabel independen maupun dependen.2Instrumen Penelitian Arikunto (1995) dalam Riduwan (2008). instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnnya. Evaluasi Keperawatan yang terdiri dari 2 item pernyataan Catatan asuhan keperawatan yang terdiri dari 5 item pernyataan aspek yang dinilai.2.1 Instrumen Penerapan Standar Asuhan keperawatan Asuhan Keperawatan ini mengacu pada standar keperawatan Dep.

dan Skor >76% Sangat Puas. Pada kuesioner kepuasan pasien dikategorikan menjadi sangat puas di beri kode (4). Skor 56-75% Puas.6. . Menurut Arikunto (1998). . skor maksimal adalah 4. .3 Lokasi dan Waktu Penelitian Tempat untuk proses pegambilan data adalah ruang perawatan Kelas 3 RSUD Lapangan Sawang Kab. tidak puas diberi kode (2) dan sangat tidak puas diberi kode (1). jika pernyataan dijawab benar (Arikunto. puas diberi kode (3).6. 2002).2.29 “kadang-kadang” = 1. Setiap responden menjawab pernyataan. Skor 40-55% Tidak Puas. Cara menentukan skor yang dicapai adalah : Skor : Skor Yang Dicapai x 100 Skor Maksimal Ketentuan yang digunakan adalah Skor <40% Sangat Tidak Puas.2 Instrumen Kepuasaan pasien Data tentang kepuasan pasien diperoleh dengan alat ukur dalam bentuk kuesioner dengan menggunakan skala likert. Jumlah pertanyaan dalam kuesioner ini adalah 15 pertanyaan. scoring untuk penarikan kesimpulan ditentukan dengan membandingkan skor maksimal. Kepulauan Sitaro pada bulan November 2014. Dengan menggunakan rumus : P= F X 100 N Dimana P=Prosentasi F: jumlah jawaban yang benar N: jumlah skor maksimal. “tidak pernah” = 0.2.

peneliti memperoleh ijin pengumpulan data dari Dekan Fakultas keperawatan Unsrit yang di tujukan kepada RSUD Lapangan Sawang Kab. Kepulauan Sitaro tempat pengambilan data.7. 2002). d. . Cara perhitungan skor dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan rumus : P= F X 100 N Dimana P: Prosentasi F: jumlah jawaban yang benar N: jumlah skor maksimal.7 Proses Pengumpulan Data Dan pengolahan Data . Coding Dilakukan pengalokasian dengan maksut agar data tersebut mudah diolah. jika pernyataan di jawab benar (Arikunto. Tabulating . Caranya yaitu Data yang di beri kode diurutkan tampa mencantum data responden c. b.7. Editing Langkah ini dilakukan peneliti untuk memeriksa kembali kelengkapan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan pengelompokan dan penyusunan data.30 . Scoring Peneliti menentukan skor/nilai untuk tiap item pertanyaan dan tentukan nilai terendah dan tertinggi.1Pengumpulan Data Dalam melakukan proses pengambilan data.2Pengolahan Data Data yang akan di kumpulkan akan diolah dengan beberapa tahap yaitu: a.

Peneliti mendapatkan surat rekomendasi dari Dekan Fakultas Keperawatan UNSRIT No:92/PT-U/Kep/X/2014 sebagai permohonan pengumpulan data ke Dierktur Rumah sakit Lpangan Sawang untuk mendapatkan persetujuan (Lampiran 5). variable yang diduga berhubungan ialah Efektifitas Asuhan Keperawatan terhadap tingkat Kepuasaan pasien.8. 2007) Analisa univariant dalam penelitian ini yaitu efektifitas asuhan keperawatan terhadap tingkat kepuasaan pasien di RSUD Lapangan Sawang Kab.8 Cara Analisa Data Metode analisa data merupakan suatu metode yang digunakan untuk diuji kebenarannya.2Analisis Bivariat Analisis bivariant digunakan sebagai kelanjutan dari analisi univariant untuk melihat hubungan atau kolerasi antar variable Dalam penelitian ini. kemudian akan diperoleh suatu kesimpulan dari penelitian tersebut (Nursalam. . Kepulauan Sitaro. Kab. Setelah mendapat persetujuan dari Direktur melalui lembar Disposisi No : 351/SKT/RSUD/XI/2014 (Lampiran 6) peneliti melapor . Dengan uji Chi Squar pada tingkat kemaknaan α=0.9 Etika Penelitian Penelitian ini di mulai dengan melakukan pegumpulan data awal di RSUD Lapangan Sawang. . Kepulauan Sitaro. Data yang telah dikupulkan diolah dengan menggunakan bantuan komputerisasi program SPSS. .05. .1Analisis Univariat Analisis Univariant adalah analisis data penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variable yang diukur (Hastono.31 Setelah selesai pembuatan kode selanjutnnya dilakukan pengolahan data kedalam suatu table.8. 2008).

9. kewajiban apabila menjadi responden. Peneliti cukup tidak dengan memberikan kode pada masing-masing lembaran kuesioner tersebut.9. . peneliti menjelaskan maksud dan tujuan penelitian yang akan dilakukan.3Kerahasiaan (Confidentiality) Informasi yang di berikan oleh responden akan terjamin kerahasiaannya karena peneliti hanya mengunakan kelompok data sesuai dengan kebutuhan dalam penelitian. . dan kerahasiaan identitas responden yang menjadi subjek penelitian. kuesioner.9. Penelitii memulai penelitian dengan menekankan prinsip-prinsip dalam etika yan berlaku. hak-hak selama dalam penelitian.1Lembar Persetujuan Menjadi Responden Sebelum lembar persetujuan diberikan kepada subjek penelitian. Jika responden menyetujui. . responden juga harus di beri penjelasan bahwa responden bebas dari eksploitasi dan informasi yang di dapatkan tidak digunakan untuk hal-hal yang merugikan responden dalam bentuk apapun. hak untuk menolak menjadi responden dalam penelitian.2Tanpa Nama (Aninimity) Untuk mencantumkan menjaga nama kerahasiaan responden responden pada lembar penelitian. Selain itu. maka responden dimnta untuk menandatangani surat persetujuan (informen Concent). .32 ke bagian Keperawatan lalu ke kepala Ruangan KlS 3 untuk melakukan pengumpulan data wal untuk kepentiungan proposal penelitian.

33 .