You are on page 1of 8

HUKUM HENRY:

Persamaan Hukum Henry:


P = kH X
Keterangan:
kH = Henrys Law constant,
X= mole fraction

C = kP
Keterangan:
C = konsentrasi gas dalam larutan
P = tekanan parsial uap komponen
k = konstanta mol
KELARUTAN GAS DALAM CAIRAN
GAS + CAIRAN

LARUTAN (larutan gaseous dengan tekanan)

Kelarutan gas dalam suatu cairan bergantung pada:

Tekanan
Temperatur
Reaksi kimia (bila terjadi reaksi)
Adanya garam

Contoh larutan gaseous:

Larutan HCl
Larutan Ammonia
Minuman berbuih (mengandung CO2)
Produk aerosol (CO2 atau N2)

Efek Tekanan
Hukum Henry:
Dalam keadaaan setimbang (pada temperatur konstan), konstrasi gas yang terlarut sebanding
dengan tekanan parsial gas (dalam fase gas)
- Jika kelarutan gas meninggkat bila tekanan diperbesar
Efek temperatur
- Jika kelarutan gas menurun bila temperatur diperbesar
Catatan: - Hati-hati membuka tutup larutan gaseous (misal dalam botol) pada kondisi panas.
- Misalnya untuk membuka tutup larutan gaseous etil nitrat lakukan dengan
direndam dalam air.
Efek reaksi kimia:
Kelarutan suatu gas yang bereaksi dengan cairan (pelarut) lebih tinggi daripada kelarutan
suatu gas yang tidak bereaksi dengan cairan pelarut.
Misalnya: Kelarutan HCl 10000 kali kelarutan O2 dalam H2O
Larutan-larutan gaseous (terjadi reaksi), tidak memenuhi hukum Henry, seperti larutan HCl,
Ammonia dan CO2.

Efek adanya garam:


Bila keadaan dalam larutan gaseous ditambahkan garam/elektrolit, akan terjadi salting out
(pembebasan gas). Hal ini disebabkan terjadinya atraksi ion-ion elektrolit dengan molekul
H2O.
Misalnya: kedalam carbonated solution ditambah sedikit garam, akan terjadi salting out.
Contoh Soal:
1. Calculate the concentration of CO2 in a soft drink that is bottled with a partial pressure
of CO2 of 4.0 atm over the liquid at 250C. The Henrys lau constant for CO2 in water at
this temperature is 3.4 x 10-2 mol/L-atm.
Jawab:
C = k x P = 3.4 x 10-2 mol/L-atm x 4.0 atm = 13.6 x 10-2 mol/L (Molar)
2. Calculate the concentration of CO2 in a soft drink that is bottle is opened and
equilibrates at 250C under a CO2 partial pressure of 3.0 x 10-4 atm.
Jawab:
C = k x P = 3.4 x 10-2 mol/L-atm x 3.0 x 10-4 atm = 10.2 x 10-6mol/L (Molar)

3. When the partial pressure of nitrogen over a sample of water at 19.40C is 9.20 atm, the
concentration of nitrogen in the water is 5.76 x 10-3 mol L-1. Compute Henrys law
constant for nitrogen in water at this temperatur
Jawab:
C 5.76 x 103 mol L1
k= =
=0.62 x10-3 mol/L-atm = 6.2 x10-4 mol/L-atm
P
9.20 atm
Table 1: Some forms of Henrys law and constans (gases in water at 298 K)
Equation:

k H , pc=

Dimention:

P gas
C aq

Lsoln . atm
mol gas

k H pc=

C aq
Pgas

mol gas
Lsoln . atm

O2
769.23
1.3 x 10-3
H2
1282.05
7.8 x 10-4
CO2
29.41
3.4 x 10-2
N2
1639.34
6.1 x 10-4
He
2702.7
3.7 x 10-4
Ne
2222.22
4.5 x 10-4
Ar
714.28
1.4 x 10-3
CO
1052.63
9.5 x 10-4
Henrys law constants (gases in water at 298.15 K)

k H , px=

P gas
C aq

atm . mol soln


mol gas

4.259 x 104
7.009 x 104
0.163 x 104
9.077 x 104
14.97 x 104
12.30 x 104
3.955 x 104
5.528 x 104

k H ,cc =

C aq
C gas

dimensionless
3.180 x 10-2
1.907 x 10-2
0.8317
1.492 x 10-2
9.051 x 10-3
1.101 x 10-2
3.425 x 10-2
2.324 x 10-2

Hitung bobot molekul satu senyawa disakarida yang dilarutkan sebanyak 24,1 g kedalam
1000 g H2O pada suhu kamar (250C), berdasarkan data (percobaan) berikut: Tekanan uap
larutan ini = 23,73 mmHg, dan diketahui tekanan uap H2O = 23,76 mmHg pada suhu 250C
dan bobot moleku H2O = 18,0 g mol-1.
Jawab:
( P pelPlar )= Xi . P pel
0,03 mmHg=

n z .terl
P pel
n pel

24,1 g 55,5 bmol x 0,003 mmHg


=
BM X
23,76 mmHg
24,1 g
=0,07 mol
BM X
BM X=

24,1 g
=344,29 g mol1
0,07 mol

3 gram urea dilarutkan kedalam 500 g air. Berapa titik beku larutan bila diketahui titik
beku normal air = 00C dan Kf = 1,86 K/molal dan BM urea, (NH2)2CO = 60 g/mol.
Jawab:

T f =K f . m
T f =K f

1000 ( g urea )
=0,186 K
g air x BM urea

Titik beku=( Tb airTblarutan )


Titik beku=0 (0,186 )
Titik beku=0,186

Titik beku larutan dari 2 g suatu zat turunan benzen yang dilarutkan dalam 100 g benzen
mengalami penurunan sebesar 0,60950C. Hitung bobot molekul zat tersebut, bila diketahui
Kf benzen = 5,12 K mol-1, dan berapa titik beku larutan ini bila diketahui titik beku benzen
= 5,50C.
Jawab:
Konsentrasi molal (m):
1000 g x g z . terlarut
m=
g pelarut x BM z .terlarut
T f =K f . m
m=

Tf
Kf

Tf
1000 g x g z . terlarut
=
g pelarut x BM z . terlarut K f
BM z . terlarut=K f

1000 g x g z . terlarut
T f x g pelarut
1

BM z . terlarut=5,12 K mol
168 g mol1

1000 g x 2 g
0,6095 K x 100 g

Penyimpanan sifat koligatif larutan (aquous) elektrolit


Solute
C6H12O6
KCl
NiCl2
BaCl2

Conc
1m
1m
1m
-

Titik beku
-1,86C
-3,45C
-5,38C

Conc
0,01 M
0,01 M
0,01 M

(atm)
0,224
0,435
0,610

Faktor Van Hoff : i


nilai kol igatif yang diukur
i=
nilai koligatif normal
i=1 untuk larutan non-elektrolit
i>1 untuk larutan elektrolit
jumlah partikelterdisosiasi
i=
jumlah partikel sebelum disosiasi
i= 2,3, dst untuk larutan elektrolit kuat dan i bergantung pada nilai untuk larutan
elektrolit lemah
(i1)
i= 1+ (v-1) atau = (v 1)
contoh: LarutanAsam Asetat, v = 2
Elektrolite
Sucrose
HCl
NaCl
MgSO4
MgCl2
FeCl3

i (measured)
1,0
1,9
1,9
1,3
2,7
3,4

i (calkulated)
1,0
2,0
2,0
2,0
3,0
4,0

Didapat titik beku larutan asam asetat0,01 m = -0,0194C. Tentukan nilai derajat disosiasi
larutan, selanjutnya tetapkan nilai Ka larutan Hac.
Jawab:
Tf pengamatan 0,0194
=
=1,043
Tf normal
0,0186

i=

Ka=

( i1 )
=0,043 =4,3
( v1 )
2C
=1,93 x 105
(1 )

Prinsip larutan isotonik dan pengaturan tonisitas larutan


Koefisien osmotik: Faktor vant Hoff pada larutan elektrolit
Dalam sistem osmosis, dikenal denga 3 tipe larutan yaitu:
1. Larutan isotonik

- Dua larutan yang mempunyai konsentrasi solute sama


- Dalam sistem fluida biologis, konsentrasi solute diluar cell = didalam cell
2. Larutan hipotonik
- Larutan dengan konsentrasi solute rendah
- Dalam sistem fluida biologis, konsentrasi solute diluar cell < didalam cell
3. Larutan hipertonik
- Larutan yang didalam konsentrasinya tinggi
- Dalam sistem fluida biologis, konsentrasi dolute diluar cell > didalam cell
sehingga sel akan mengkerut
Persamaan tekanan osmosis untuk :
Larutan non-elektrolit
: = RTM
Larutan elektrolit
: = iRTM
Larutan non-elektrolit adalah zat yang tidak menghasilkan ion apabila dilarutkan
dalam air, oleh karena itu tidak membawa aliran listrik melalui larutan tersebut. Contoh
larutan non-elektrolit adalah sukrosa, gliserin, naftalen dan urea. Sifat koligatif larutan nonelektrolit kurang terartur. Suatu larutan non-elektrolit 0,1 molar menghasilkan efek koligatif
yang kira-kira sama dengan larutan non-elektrolit lain dengan konsentrasi sama. Sedangkan
larutan elektrolit adalah zat yang membentuk ion dalam larutan, menghantarkan muatan listrik
dan memperlihatkan kelainan yang nyata dari sifat koligatif, yaitu larutan ini menghasilkan
penurunan titik beku dan kenaikan titik didih yang diperkirakan lebih besar daripada zat nonelektrolit dengan konsentrasi sama. Contoh larutan elektrolit adalah asam hidroklorida,
natrium sulfat, efedrin, fenobarbital.
Contoh soal:
Berapa tekanan osmosis larutan NaCl 0,9% pada suhu 25C. Diketahui bobot molekul NaCl =
58,5 g mol

, faktor vant Hoff (i) larutan NaCl = 1,9 dan R = 0,082 L atm K-1 mol-1.

Konsentrasi molar NaCl 0,9% = 0,9 g NaCl/100 mL (=9,0g NaCl/L)... = 0,1538 M


Jawab:
= iRTM
= (1,9)( 0,082 L atm K-1 mol-1)(298K)( 0,1538 mol L-1) = 7,14 atm

Perhitungan tonisitas larutan dengan menggunakan nilai Liso


1. Metode penurunan titik beku
Larutan isotonik terhadap fluida tubuh (darah): larutan yang mempunyai titik beku =
-0,52C , Tf nya = 0,52. Larutan NaCl 0,9% memiliki Tf = 0,52.
Liso larutan NaCl 0,9%:
Untuk larutan non-ideal:
....
Tf = KfM
Untuk larutan elektroliot:
....
Tf = iKfM
T f
M=
Untuk iKf = Liso
....
Tf = LisoM ....
L iso
Berapa nilai Liso larutan NaCl 0,9% ....

(0,1538 M)?

Liso=

T f
M

Liso=

0,52
=3,4
0,1538

2. Metode pengaturan tonisitas


Salah satu dari metode yang ada dapat digunakan untuk menghitung jumlah natrium
klorida, dekstrosa atau zat-zat lain yang ditambahkan ke larutan obat agar larutan obat
tetap isotonis.
Metode ini dibagi dalam dua golongan. Pada metode Golongan I ditambahkan natrium
klorida atau zat lain agar tercapai titik beku larutan sebesar -0,52 dan larutan obat
menjadi isotonis dengan cairan tubuh. Metode krioskopik dan metode ekuivalen natrium
klorida termasuk dalam metode Golongan I. Pada metode Golongan II, sejumlah air
ditambahkan ke larutan obat agar larutan tersebut isotonis atau larutan pengencer dapar
isotonis. Metode White-Vincent dan metode Sprowis termasuk dalam metode Golongan
II.
Berapa banyaknya NaCl diperlukan dalam penyiapan 100 mL larutan benadril
hidroklorida 1% agar larutan isotonik terhadap darah merah.
Diketahui Tf larutan apomorfin hidroklorida 1% = 0,12 dan Tf larutan NaCl 1% = 0,58. bobot
molekul NaCl = 58,5 g mol-1. Nilai Tf fluida tubuh adalah 0,52.
Contoh Soal:
NaCl ditambahkan agar larutan tersebut isotonik terhadap darah merah, maka banyaknya
penambahan NaCl tsb harus dapat menambah nilai Tf larutan sebesar 0,40 (yakni =
0,52-0,12).
Berapa banyaknya? ....

M=

T f 0,40
=
=0,1176
L iso 3,4

Jadi jumlah NaCl yang diperlukan dalam 100 mL larutan benadril hidroklorida 1%
tersebut sebanyak 0,01176 mol atau = 0,01176 mol x 58,5 g mol-1 = 0,69 g.
Jadi dalam preparasi: .... Dilarutkan 1,0 g benadril hidroklorida dan 0,69 g NaCl kedalam
air ... ad 100 mL.
3. Metode NaCl equivalent (Mallen and Seltzar, 1936)
Berdasarkan nilai kesetaraan Natrium Klorida: E
E: Banyaknya kandungan NaCl (dalam larutan) yang penurunan titik bekunya sama
besarnya dengan penurunan titik beku 1 gram obat yang terkandung dalam larutan
tersebut.
Nilai kesetaraan NaCl (nilai E) untuk suatu obat didefinisikan sebagai nilai E (dalam
gram) obat tersebut per 1000 mL larutan,
1g
T f =LisoNaCl
M

.....

maka:

T f =3,4

E
58,45

Nilai E (kesetaraan NaCl) untuk suatu obat, adalah


E=17,2

Liso
BM

BM = berat molekul senyawa obat

Contoh soal:
1. Berapa estimasi nilai E benadril hidroklorida (BM = 291,81 g mol-1) bila diketahui Liso
benadril hidroklorida adalah 3,4?
E=17,2

Liso
3,4
=17,2
=0,2
BM
291,81

2. Berapa gram banyaknya NaCl ditambahkan kedalam 100 mL larutan atropin sulfat 1%
agar larutan isotonik terhadap darah. Diketahui BM atropin sulfat = 694,82 g mol-1 dan Liso
atropin sulfat 1% =5,3?
L
5,3
E=17,2 iso =17,2
=0,13
BM
694,82

kesetaraan NaCl (E)etropin sulfat = 0,13 g

Jadi banyaknya NaCl yang diperlukan =(0,9 0,13) g = 0,77 g


preparasi larutan :
...... dilarutkan 1,0 g atropin sulfat dan 0,77 g NaCl kedalam air, ad 100 mL
3. Berapa gram banyaknya dextrosa ditambahkan kedalam 100 mL larutan atropin sulfat 1%
untuk menggantikan peran NaCl pada soal diatas (agar larutan isotonik terhadap darah)
bila diketahui nilai kesetaraan NaCl (E) dextrose = 0,16.
Dalam hal ini, bisa digunakan perbandingan proporsinal berikut:
1 g dextrosa X g dextrosa
=
........ X = 4,81 g dextrosa
0,16 g NaCl 0,77 g NaCl
jadi b anyaknya dextrosa yang diperlukan=4,81 g

Preparasi larutan:
...... Dilarutkan 1,0 atropin sulfat dan 4,81 g dextrose kedalam air, ad 100 mL