ffi

li
','
'""'gwj

PERNYATAAN SIKAP
PB IDI - PERSI . ARSSI
MENYIKAPI PERKEMBANGAN PENEMUAN VAKSIN PALSU
DAN PERBUATAN ANARKIS TERHADAP DOKTER SERTA FASILITAS KESEHATAN

Pasca pengumuman oleh Kementerian Kesehatan Rl dan Bareskrim Mabes POLRI
mengenai rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain yang terindikasi menerima vaksin palsu,
terjadi kegelisahan yang meluas di kalangan masyarakat. Di beberapa rumah sakit bahkan
terjadi tindakan anarkis tidak hanya terhadap bangunan fisik, namun juga kepada dokter
yang bertugas di fasilitas tersebut. Kejadian tindak kekerasan dan anarkis di RS Harapan
Bunda Jakarta Timur (pada tanggal 15 Juli 2016), RSIA Mutiara Bunda Ciledug (pada
tanggal 16 Juli 2016) dan di RS Santa Elisabeth Bekasi (pada tanggal 16 Juli 2016) telah
menimbulkan keresahan yang meluas di kalangan dokter dan tenaga kesehatan lain.
Bahkan dokter yang tidak berhubungan dengan pembelian vaksin pun menjadi korban dari
tindakan anarkisme tersebut. Hal ini potensial berdampak buruk bagi pelayanan kepada
masyarakat saat ini dan masa yang akan datang, dengan hilangnya kepercayaan
masyarakat kepada dokter, Selain itu, adanya dokter di dalam daftar tersangka vaksin
palsu yang diumumkan oleh Bareskrim Mabes POLRI menimbulkan kegelisahan di
kalangan dokter, Perlu diperjelas keberadaan dokter di sini, apakah sebagai pelaku
peredaran atau sebagai korban dari peredaran vaksin palsu.
Menyikapi haltersebut di atas, kami menyampaikan beberapa halsebagai berikut:

1.

Menyampaikan empati yang mendalam kepada seluruh rakyat lndonesia, khususnya
para orang tua yang anaknya diduga mendapat vaksin palsu. PB lDl yang mewakili
seluruh Dokter lndonesia beserta PERSI, ARSSI memahami situasi ini, namun tetap
mengharapkan masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan anarkis yang dapat
merugikan semua pihak serta mengedepankan azas praduga tidak bersalah.

2.

Mendesak Kementerian Kesehatan Rl dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan
(BPOM) Rl untuk bertanggung jawab atas terjadinya implikasi negatif yang terjadi
akibat tidak baiknya protokol penanganan vaksin palsu dan secepatnya memulihkan
situasi tidak kondusif ini dengan membuat protokol penanganan yang baik. Sesegera
mungkin untuk menyampaikan kepada publik jalan keluar terhadap anak-anak yang
telah terbukti mendapat vaksin palsu.

3.

Dokter, tenaga kesehatan lain, atau fasilitas pelayanan kesehatan adalah korban dari
oknum pemalsu vaksin dan meminta kepada pemerintah untuk tidak membiarkan
Dokter, tenaga kesehatan lain, atau fasilitas pelayanan kesehatan untuk menghadapi
keluhan masyarakat tanpa adanya jalan keluarlsolusi yang ditetapkan oleh pemerintah.

4.

Mengusulkan untuk pendirian posko pengumuman dan pengaduan di Dinas Kesehatan
setempat untuk menghindari kekisruhan yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan.
Posko berfungsi menerima pengaduan masyarakat yang pernah membawa anaknya
untuk pelayanan vaksinasi, serta memberikan pengumuman masa atau periode
fasyankes tersebut terindikasi menerima suplai vaksin palsu serta nama-nama anak
yang terindikasi menerima vaksin palsu untuk selanjutnya dilakukan vaksinasi kembali
berdasarkan ketentuan yang ada.

5.

Meminta kepada Kepolisian RI (POLRI) untuk memberikan jaminan keamanan bagi
tenaga dan fasilitas kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan
seperti biasa.

6. Pengurus

Besar lDl berkoordinasi dengan jajaran lDl di tingkat Wilayah dan Cabang
akan memberikan pendampingan hukum terhadap anggota lDl yang menjadi korban
dari suplai vaksin palsu. Pendampingan juga dilakukan terhadap dokter-dokter yang
menjadi korban anarkisme. Dalam hal ini akan dibentuk Satgas Advokasi Vaksin Palsu
oleh PB IDI bersama PERSI dan ARSSI.

7.

Pengadaan vaksin harus tetap dilakukan berdasarkan prosedur dan peraturan yang
berlaku.

8.

Menghimbau kepada seluruh pihak untuk tidak mempolitisasi kejadian ini, karena
permasalahan kesehatan seluruh rakyat harus disandarkan kepada kemaslahatan
bersama.

Demikian siaran berita ini disampaikan Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan
rahmat-Nya kepada kita semua. Amin

Jakarta, 18 Juli 2016
Ketua

Ketua Umurn PERSI

m PB lDl

,*r*/o*tt,il

4

lk

Prof.Dr. llham Oetama Marsis, Sp.OG

Dr. Sri
MHKes

Y\d4
R

MKes,

Drg. Susi Setiawaty, MARS