You are on page 1of 15

STANDARD OPERATION PROCEDURE UPS

A. TUJUAN
Mahasiswa dapat melakukan proses menghidupkan sistem, memindah mode
operasi dan mematikan sistem UPS.

B. MATERI
TEORI SINGKAT
UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah perangkat yang biasanya
menggunakan baterai backup sebagai catuan daya alternatife,untuk dapat memberikan
supply daya yang tidak terganggu untuk beban/ peralatan yang terpasang.
Adapun fungsi Uninterruptible Power Supply system adalah :
1. Dapat memberikan energi listrik sementara ketika terjadi kegagalan daya pada listrik
utama.
2. Memberikan kesempatan waktu yang cukup untuk segara menghidupkan genset
sebagai pengganti listrik utama.
3. Memberikan kesempatan waktu yang cukup untuk segera melakukan backup data dan
mengamankan system operasi (OS) denganmelakukan shutdown sesuai prosedur
ketika listrik utam padam.
4. Mengamankan system computer dari gangguan - gangguan listrik yang dapat
menggangu system komputer baik berupa kerusakan software, data maupun
kerusakan hardware.
5. UPS secara otomatis dapat melakukan stabilisasi tegangan ketika terjadi perubahan
tegangan pada input sehingga tegangan output yang digunakan oleh system
komputer berupa tegangan yang stabil.
6. UPS dapat melakukan diagnosa dan manajemen terhadap dirinya sendiri sehingga
memudahkan pengguna untuk mengantisipasi jika akan terjadi gangguan terhadap
system.
7. User friendly dan mudah dalam installasi.
8. Pengguna dapat melakukan control UPS melalui jaringan LAN dengan
menambahkan beberapa aksesoris yang diperlukan.
9. Dapat diintegrasikan dengan jaringan internet.

1
POLITEKNIK NEGERI MEDAN

10. Notifikasi jika terjadi kegagalan dengan melakukan pengaturan perangkat lunak
UPS management.

1.

Komponen -Komponen Utama Ups System


Gambar. Diagram block UPS system
DC Voltage

AC Voltage
Consumers / Load

Mains
AC Input
RECTIFIER
AC/DC Converter

INVERTER
DC/AC Converter

BATTERY
Energy Storage

a. Baterai.
Baterai adalah sebagai sumber pengganti (backup) jika terjadi gangguan
pada sumber utama/ black out. Jenis baterai

yang digunakan UPS

umumnya berjenis lead-acid atau jenis nikel cadmium.


a. Rectifier (Penyearah).
Berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi arus DC dari supply listrik
utama. Hal ini berfungsi untuk pengisian baterai.
b. Inverter.
Kebalikan dari penyearah, inverter berfungsi untuk mengubah arus DC
dari rectifier/ baterai menjadi arus AC. Hal ini dilakukan pada saat
rectifier/ baterai pada UPS digunakan untuk memberikan tegangan ke
computer / beban.

2.

Tombol - tombol keypad pada panel depan untuk melakukan proses


menghidupkan sistim, memindah mode operasi dan mematikan sistim
UPS
1. Tombol < SYSTEM ON > untuk menghidupkan sistim UPS.
2. Tombol< off >untuk mematikan system UPS ( ditekan bersamaan
3.
4.
5.
6.

dengan tombol < SYSTEM ON> ).


Tombol # untuk menampilkan menu operasional UPS
Tombol dantombol untuk memilih parameter tampilan operasi
Tombol 1 untuk meng ON kan parameter yang dipilih
Tombol 0 untuk meng OFF kan parameter yang dipilih
Note :
Pastikan Q001, Q004, Q090, Q100 padaposisi close danQ050 dalam
posisi AUTO.

2
POLITEKNIK NEGERI MEDAN

C. PROSEDUR OPERASI

1.

STARTING UPS SYSTEM UPS


1. Hidupkan MCCB (breaker Rectifier) mains input Q001 UPS, di display akan
tampil System type UPS 15 KVA, seperti gambar dibawah.

3
POLITEKNIK NEGERI MEDAN

di display akan tampil System type UPS 15 KVA, seperti gambar


dibawah

Setelah 10 detik, display akan menampil Stanby, tekan tombol C dan enter,
silent sampai LED alarm indicator tidakberkedip.

4
POLITEKNIK NEGERI MEDAN

Pada saat MCCB Breaker Rectifier Q001 dihidupkan, ini berarti daya
utama (PLN) telah mengalir ke rectifier, untuk disearahkan dan sudah
dalam posisi stanby sebagai pengisian baterai.
2. Hidupkan system UPS dengan menekan tombol S1 << system on >> pada
panel depan.Display akan menampilkan Normal Operation , seperti pada
gambar berikut .

5
POLITEKNIK NEGERI MEDAN

tekantombol C, silent dan Enter sampai LED alarm indicator


tidakberkedip.
Note :sebelummenekantombol S1 << system on >>pastikanindikasi alarm
rectifier main fault padam, dan Led hijaudibawah Led indikasi MCCB
incoming menyala
3. Hidupkan MCCB Q004 UPS (Breaker Battery).
Setelah MCCB Q004 di ON kan maka lampu tanda pada simulasi akan
(ON) seperti gambar dibawah.

tanda ON pada symbol


simulasi symbol batere
menyala.

Pada kondisi ini


supply utama
(PLN) telah
terhubung dengan baterai untuk melakukakan pengisian dan sudah dapat
dialirkan menuju beban melalui jalur operasi normal UPS.
4. Cek tegangan baterai pada display dengan menekan tombol angka 8 (Battery
Voltage) maka pada display akan menampilkan level baterai seperti pada
gambar di bawah.

6
POLITEKNIK NEGERI MEDAN

Dapat kita lihat pada display tampil DC battery voltage 245 Vdc jika
pada lab praktikum ini menggunakan18 buah baterai yang dihubung seri
maka satu buah baterai menghasilkan tegangangan sebesar 245 : 18 = 13,6
Vdc , tujuan pengecekan ini untuk mengetahui keadaan baterai apakah
berfungsi dengan baik atau perlu dilakukan service atau perbaikan jika terjadi
kerusakan. Karena pada sistem ini baterai ini memiliki fungsi vital yakni jika
sumber daya utama padam maka baterailah sebagai backup catuan daya
sementara.

5. Hidupkan Breaker Bypass mains input Q090, sampai Led Synchronize (LED
kuning pada symbol inverter ) menyala seperti padagambar dibawah yang
ditandai lingkaran merah dibawah.

Menyalanya lampu kuning pada simbol inverter menandakan breaker By


pass terhubung maka aliran daya dari baterai memasuki jalur operasi By pass
UPS .

7
POLITEKNIK NEGERI MEDAN

6. Tunggu 10 detik kemudian tekan tombol C, Silent dan Enter sampai semua
lampu LED merah yang menunjukkan alarm indication menjadi padam.
Sekarang UPS dalam kondisi ON

Setelah 10 detik,maka lampu indicator di atas EN menyala,yang berarti


jalur by pass sudah dalam posisi on namun belum beroperasi karena dalam
kondisi ini operasi normal yang bekerja.
Sekarang UPS dalamkondisi ON.
7. Hidupkan MCCB Q100 sebagai breaker beban dan breaker breaker
Distribusi

8
POLITEKNIK NEGERI MEDAN

MCCB Q100 merupakan beraker pengaman beban. Setelah lampu indicator


breaker yang ditandai dengan lingkaran merah pada simbol beban menyala,
maka beban/ peralatan sudah disupplay oleh UPS sistem.

. STARTING UP UPS
1.

Hidupkan Rectifier Mains input breaker Q001 pada UPS, display akan tampil
System type UPS 15 KVA

9
POLITEKNIK NEGERI MEDAN

2.

setelah 10 detik, display menampilkan Standby

3.

Putar manual bypass Q050 pada UPS dari posisi BYPASS ke TEST

10
POLITEKNIK NEGERI MEDAN

4.

Hidupkan system UPS dengan menekan tombol S1 <<< system on >> pada
panel depan. Display akan menampilkan Normal Operation

5.

Check indikator ON pada Static Switch Inverter EA

11
POLITEKNIK NEGERI MEDAN

Lingkaran merah pada gambar di atas menandakan indikator ON pada


Static Switch Inverter EA
6.

Hidupkan MCCB Q004 UPS sebagai Breaker

12
POLITEKNIK NEGERI MEDAN

2. MEMATIKAN UPS DAN BEBAN


1. Matikan MCCB Q100 sebagai breaker beban dan breaker breaker
Distribusi. Setelah MCCB 100 dimatikan ditandai dengan menyalanya lampu
off indikator breaker sebagai pengaman beban seperti gambar dibawah.

2. Matikan system UPS dengan menekan S1 dan S2 bersamaan pada UPS .


sehingga static switch EA akan padam..

13
POLITEKNIK NEGERI MEDAN

Dan pada display UPS akan tampil t**standby** tidak lagi Normal
operation. Hal ini dapat diliahat pada gambar berikut .

3.

Matikan breaker battery Q004 padaUPS , hal ini ditandakan dengan menyala
nya lampu off pada indikator baterai, seperti pada gambar dibawah.

4. Matikan breaker Rectifier mains input Q001 pada UPS . sehingga supllay
utama (PLN) sudah terputus dan lampu off pada rectifier menyala. Seperti
pada gambar dibawah.

14
POLITEKNIK NEGERI MEDAN

5. Matikan breaker Bypass mains input Q090pada UPS, semua lampu indikator
padam seperti gambar dibawah.

6. UPS dan Beban bebas tegangan.

15
POLITEKNIK NEGERI MEDAN