You are on page 1of 5

Memerangi Mazhab Fiqih

Ahmad Sarwat, Lc., MA
Ada begitu banyak tasykik (keraguan) yang diarahkan kepada mazhab fiqih, baik yang
dilancarkan oleh musuh-musuh Islam, atau pun dilontarkan dari kalangan umat Islam sendiri.
Kalau yang menyerang musuh-musuh Islam, memang bisa dipahami. Tetapi ketika yang
memerangi mazhab fiqih itu berasal dari kalangan umat Islam sendiri, maka hal ini patut
disayangkan.
Lalu atas dasar tuduhan apa saja mazhab fiqih itu diperangi? Dan bagaimana argumen untuk
melenyapkan mazhab fiqih itu dibangun? Dan bagaimana kita menanggapi semua
argumentasi itu?
Tulisan singkat ini insyaallah akan sedikit mengupasnya. Bagaimana pun kesalah-pahaman
yang terlanjur ditanamkan di benak generasi rabbani ini harus kambali diluruskan, agar arah
kebangkitan Islam tidak mengalami deviasi orientasi.
1. Taqlid
Kesalah-pahaman atas mazhab fiqih bahwa mazhab itu akan menghidupkan pola-pola taqlid
buta. Padahal Allah memerintahkan kita untuk menggunakan akal dan pemikiran dan
menjauhi sifat taqlid buta.
‫كو ك‬
‫ل كتلقفف كم ا كلليكس كلكك عبعه ععللم‬
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya.. (QS. Al-Isra' : 36)
Jawaban
Ada beberapa poin yang penting untuk menjawab tasykik ini.
Pertama, bertaqlid itu ada yang hukumnya haram dan ada yang hukumnya halal bahkan
wajib. Tergantung siapa yang bertaqlid dan kepada siapa dia bertaqlid, serta dalam masalah
apa.
Taqlid yang haram adalah taqlid kepada orang yang bukan ahli di bidangnya. Misalnya
bertaqlid kepada orang jahil yang tidak mengerti ilmu syariah dalam masalah hukum halal

Sebab bid'ah itu hanya terbatas pada perbuatan yang melanggar prinsip-prinsip dasar agama. 2. lalu apakah kita akan bertaqlid kepada orang lain? Kedua. bahwa bermazhab itu bukan bid'ah. yang kalian tidak akan tersesat selagi kamu berpegangan teguh pada keduanya. Dan informasi itu kita dapat lewat mazhab-mazhab fiqih. Jawaban Untuk menjawab masalah ini. bertaqlid kepada Rasulullah SAW. ada dua jawaban. Kalau bukan bertaqlid kepada mereka. yaituberupa kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya:. . maka jelas hukumnya 100% wajib. kenapa kita harus bertaqlid? Meski Al-Quran dan Sunnah ada di depan mata kita. Dan bermazhab itu pada hakikatnya adalah bertaqlid kepada Rasulullah SAW. Sedangkan hal-hal yang bersifat teknis dalam beragama. Antara kita dengan masa itu terbentang jarak waktu 14 abad lamanya. karena dirinya adalah orang jahil yang tidak punya ilmu. Sebab orang seperti ini tidak bisa memberi petunjuk. Taqlid kepada orang seperti ini hukum 100% haram. Sebab Rasulullah SAW hanya mewariskan dua perkara saja. para ulama sepakat tidak memasukkannya dalam kategori bid'ah.dan haram. Sebaliknya. para shahabat yang ahli ilmu serta kepada para ulama ahli waris Nabi SAW. yaitu Al-Quran dan Sunnah. para shahabat dan para ulama yang menjadi pewaris Nabi. Maka segala pengetahuan kita tentang Al-Quran dan As-Sunnah sangat butuh terhadap informasi yang mengiringi keduanya. Pertama. ‫ضلللوا مك ا كتكمسسلكفاتلم عبمهمك ا ككاتك اكب الع كوفسكنكة كنعبيعه‬ ‫كتكرلكفت عفليفكلم أكلمكرليعن كللن كت ع‬ Aku tinggalkan dua pusaka untukmu sekalian. (HR. Malik) Sedangkan mazhab itu bukan warisan dari Rasulullah SAW dan tidak ada perintah untuk berpegang teguh kepada mazhab. Bid'ah Mazhab fiqih juga sering dituduh sebagai bid'ah yang baru dalam masalah agama. namun tidak ada satu pun di antara kita yang hidup pada saat Al-Quran itu diturunkan dan hadits nabi disampaikan.

ilmu tajwid dan juga ilmu hadits. Padahal ilmu Nahwu. Di masa Nabi SAW tidak pernah ada istilah-istilah yang diciptakan kemudian seperti istilah hadits mutawatir. sebagaimana umat Islam mutlak butuh mushaf dan kitabkitab agama.Contoh yang mudah dalam masalah ini adalah ilmu nahwu. hasan. tidak ada seorang pun yang pernah berfatwa bahwa orang yang membaca dari mushaf. Semua ilmu itu tidak pernah ada di masa Rasulullah SAW. Misalnya tentang pencetakan buku yang isinya tentang ilmu agama. ilmu tajwid dan ilmu hadits. Mengatakan bahwa mazhab itu bid'ah sebenarnya sama saja dengan berfatwa bahwa mushaf. kalau pun tetap mau dipaksakan istilah bid'ah. Hanya saja. Dan semua itu masuk dalam kategori bid'ah juga. idgham. ilmu Tajwid dan ilmu Hadits belum ada di masa Rasulullah SAW. kampus dan universitas. atau belajar di sekolah atau kampus sebagai pelaku bid'ah yang sesat dan dipastikan masuk neraka. Mushaf Al-Quran yang di zaman Nabi SAW tidak pernah dicetak. ilmu Tajwid atau ilmu Hadits hukumnya bid'ah. atau hadits shahih. Meski pun keempat mazhab baru berdiri kurang lebih seratus tahun setelah Rasulullah SAW wafat. Semuanya belum pernah ada di masa Rasulullah SAW dan baru diciptakan oleh manusia beberapa puluh tahun sepeninggal beliau SAW. yang mengajarkan dan mendidik para calon ulama. juga tidak bisa membaca Al-Quran dengan benar. Semua ulama sepakat bahwa setiap muslim wajib mengetahui ilmu nahwu. Demikian juga halnya dengan mazhab. maka tidak semua perkara yang termasuk kategori bid'ah itu hukumnya haram. kita tidak tahu makna Al-Quran dan hadits. kitab dan kampus itu bid'ah. Tidak ada satu pun shahabat Nabi SAW yang pernah membahas bahwa kedudukan fail itu selalu marfu' dan maf'ul itu selalu manshub. atau membaca kitab-kitab agama. Namun belum pernah ada ulama yang berfatwa bahwa ilmu Nahwu. Kedua. Demikian juga dengan kitab-kitab hadits. namun mazhab-mazhab itu mutlak dibutuhkan oleh umat Islam sepanjang zaman. ikhfa' dan iqlab. bahkan sampai beberapa tahun kemudian. . Begitu juga dengan pendirian sekolah. ma'had. karena tanpa semua ilmu itu. dhaif atau maudhu'. Dan Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan hukum nun mati bertemu dengan huruf izhar.

3. Fanatisme dan Perpecahan Banyak orang mengira bahwa dengan menggunakan mazhab fiqih berarti sama saja kita mundur ke belakang dan kembali kepada fanatisme kelompok dan bermuara kepada perpecahan di tengah umat Islam. Demikian juga para malaikat yang mulia dan tidak punya nafsu itu bisa saja berbeda pendapat. Maka antara perbedaan pendapat dengan perpecahan dan permusuhan ada jurang pemisah yang sangat lebar. (QS. Perpecahan atau permusuhan itu biasanya tidak dipicu dari perbedaan pendapat. . Sedangkan perpecahan atau permusuhan biasanya terjadi antara pihak-pihak yang sakit hati. Para ulama antar mazhab sudah terbiasa berbalas pujian satu dengan yang lain. Justru mereka saling menghormati dan saling menghargai. dan adanya persaingan yang tidak sehat. tetapi kita tidak mengatakan bahwa mereka telah berpecah belah. Sebab para nabi dan rasul pun boleh berbeda pendapat. ‫صفمولا عبكحلبعل اللع كجعميعع ا كو ك‬ ‫ل كتكفسرفقولا‬ ‫كوالعكات ع‬ Dan berpegang-teguhlah kalian pada tali Allah dan jangan berpecah belah. sebagai kisah orang yang membunuh 99 nyawa ditambah satu nyawa. Ali Imran : 103) Jawaban Perbedaan pendapat itu tidak berarti perpecahan. karena sifat dan sikap tawadhdhu’ mereka yang memang merupakan ciri khas dan akhlaq paling dasar. Tetapi kita tidak bisa menarik kesimpulan bahwa para malaikat telah berpecah-belah atau saling bermusuhan. Dan para ulama ketika berbeda pendapat. Padahal Allah SWT mewajibkan umat Islam bersatu dan mengharamkan perpecahan. sama sekali jauh dari niat untuk berpecah belah. melainkan lebih sering dipicu dari rasa iri dan dengki. atau dendam yang dipendam lama dan dikipas-kipaskan oleh setan.

. Dan apa yang telah ditemukan di masa lalu tidak selalu harus usang tidak terpakai di hari ini. Namun bukan berarti seluruh isi ilmu fiqih dalam tiap mazhab itu usang dan kuno. namun sampai hari ini para ilmuwan masih tidak bisa melepaskan diri dari rumus tersebut. karena dianggap merupakan produk yang sudah ketinggalan zaman dan tidak lagi relevan untuk digunakan di masa sekarang ini. Jawaban Beberapa pendapat mazhab memang ada yang bisa dianggap kadaluarsa dan tidak cocok lagi untuk diterapkan di masa sekarang ini. Dalam banyak hal. Ketinggalan Zaman Mazhab fiqih juga sering dipandang sebelah mata.4. kita masih menemukan relevansi yang sangat kuat antara isi materi ilmu fiqih di masa para ulama mazhab dahulu dengan realitas yang terjadi di masa sekarang. Bukankah rumus Pyithagoras (569-475 SM) telah ditemukan sejak 25 abad yang lalu.