You are on page 1of 9

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH SELATAN

DINAS KESEHATAN

UPTD PUSKESMAS LHOK BENGKUANG
Jalan T. Cut Ali Nomor : 221 TAPAKTUAN
SURAT KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS
No.
Tentang
KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH PUSKESMAS LHOK BENGKUANG
MENIMBANG : 1.

Bahwa pengelolaan limbah merupakan salah satu upaya kegiatan
pencegahan dan pengendalian infeksi.

2.

Bahwa untuk mewujudkan puskesmas yang aman, nyaman dan sehat
serta terhindar dari infeksi nosokomial perlu dilakukan pengelolaan
limbah yang baik dan benar serta memenuhi persyaratan.

3.

Bahwa untuk maksud tersebut diatas perlu dibuat Kebijakan
Pengelolaan Limbah Puskesmas.

MENGINGAT : 1.

Surat

Keputusan

Menteri

Kesehatan

RI

nomor

270/Menkes/SK/III/2007 Tentang Pedoman Manajerial Pencegahan
dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan
Lainnya.
2.

Surat

Keputusan

382/Menkes/SK/III/2008

Menteri
Tentang

Kesehatan
Pedoman

RI

nomor

Pencegahan

dan

Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya
3.

Surat Keputusan Dirjen.Yanmed. Depkes. RI. No : YM.02.04.3.5.846
tentang ijin Penyelenggaraan Rumah Sakit Islam Sultan Agung.

4.

Pedoman Sanitasi Rumah Sakit Di Indonesia, Dirjen P2M &
Penyehatan Lingkungan Dan Diejen Pelayanan Medik Depkes R1,
2002

5.

Buku Pedoman dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya, DEPKES RI, 2007.

6.

Buku Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di
Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya, DEPKES RI, 2007

Kep NIP: 19760323 200003 1 001 Lampiran Keputusan Kepala Puskesmas Lhok Bengkuang . Ditetapkan di Pada tanggal : Tapaktuan : Kepala UPTD Puskesmas Lhok Bengkuang Irvandi Anasruddin. KEDUA Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. KETIGA Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.MEMUTUSKAN : MENETAPKAN : KESATU Kebijakan Pengelolaan Limbah di Puskesmas Lhok Bengkuang sebagaimana terlampir dalam Surat Keputusan ini. Amd. sampai ada ketetapan selanjutnya.

melibatkan penanganan. Limbah Benda Tajam Limbah dengan materi padat yang dapat menyebabkan luka iris atau luka tusuk meliput : . limbah patologi. Limbah Infeksius Limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri. limbah sitotoksis. limbah radioaktif.  Alat atau materi lain yang tersentuh orang yang sakit. perawatan. dan pembuangan limbah 2. limbah farmasi. penimbunan. dan limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi. cair dan gas. limbah benda tajam. virus. b. 3. Limbah padat rumah sakit adalah semua limbah rumah sakit yang berbentuk padat sebagai akibat kegiatan rumah sakit yang terdiri dari limbah medis padat dan non medis. Limbah Patologis Limbah patologis adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia meliputi :  Organ tubuh  Janin  Darah  Muntahan. Pengelolaan limbah adalah semua kegiatan. urin dan cairan tubuh yang lain  Jaringan tubuh yang tampak nyata ( anggota badan dan plasenta yang tidak melalui penguburan ). Limbah medis padat adalah limbah padat yang terdiri dari limbah infeksius.  Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi. mengkondisikan. 4. baik administratif maupun operasional (termasuk kegiatan transportasi). c. limbah kimiawi.  Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular. parasit dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada pejamu yang rentan meliputi :  Kultur dan stok agesn infeksius dari aktivitas laboratorium. Limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat. a. limbah kontainer bertekanan.PENGERTIAN : 1.

masker. pemeliharaan kebersihan dan pemberian desinfektan meliput :  Zat kimia fotografis  Reagensia  Solven dan lain-lain f. tumpahan obat dan lain-lain  Obat-obat kadaluarsa. Limbah Kontainer Bertekanan Yaitu limbah medis yang berasal dari kegiatan di instalasi kesehatan yang memerlukan gas meliputi :  Gas dalam tabung  Cartridge  Kaleng aerosol dan lain-lain g. serum yang sudah kadaluarsa. Limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi Limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik meliputi :  Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (termometer dan stetoskop)  Tambal gigi . Jarum suntik  Kaca sediaan ( preparat glass )  Infus set  Ampul / vial obat  Pecahan kaca dan lain-lain d. vaksin. Limbah Farmasi Yaitu limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi meliputi :  Produk farmasi. obat yang dikembalikan oleh pasien dan limbah yang dihasilkan selama peraciakn / produksi obat.  Termasuk sarung tangan. botol / kotak yang berisi residu dan lainlain e. Limbah Kimiawi Yaitu limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostik. obat.

taman dan halaman yang dapat dimanfaatkan kembali apabila ada teknologinya. Kelompok Utama Yang Bresiko  Dokter. menggunakan kembali limbah (reuse) dan daur ulang limbah (recycle). misal Binatu. bahan kimia beracun dan radioaktif yang berbahaya bagi kesehatan. Minimalisasi limbah adalah upaya yang dilakukan rumah sakit untuk mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan dengan cara mengurangi bahan. 8. Pengelola limbah. 9. Membuang bahan-bahan berbahaya (bahan toksik dan radioaktif ) dengan aman. Limbah gas adalah semua limbah yang berbentuk gas yang berasal dari kegiatan pembakaran di rumah sakit seperti incenerator. dapur. Mencegah penularan infeksi pada masyarakat sekitarnya 4. dipakai lagi. 7. masyarakat. Identifikasi Limbah Padat Cair Tajam Infeksius . perkantoran. Incenerasi adalah proses dengan suhu tinggi untuk mengurangi isi dan berat limbah. 6. Limbah cair adalah semua air buangan termasuk tinja yang berasal dari kegiatan rumah sakit yang kemungkinan mengandung mikroorganisme. Cleaning service. Pengelolaaan limbah Pengelolaan Limbah dapat dilakukan mulai dari sebagai berikut : 1. KEBIJAKAN : A. atau dibuang ke tempat pembuangan limbah atau tempat kebersihan perataan tanah. perlengkapan generator. pegawai layanan kesehatan dan bagian pemeliharaan  Pasien  Tenaga pendukung pelayanan. pemulung TUJUAN : 1. Limbah padat non medis adalah limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit diluar medis yang berasal dari dapur.5. Melindungi penyebaran infeksi terhadap para petugas kesehatan 3. Proses ini biasanya dipilih untuk menangani limbah yang tidak dapat didaur ulang. anastesi dan pembuatan obat sitotoksis. Melindungi petugas pembuangan limbah dari perlukaan 2.

Pengangkutan Mengangkut limbah harus menggunakan kereta dorong khusus Kereta dorong harus kuat.Non infeksius 2. Limbah benda tajam: Wadah tahan tusuk dan air 4. mudah dibersihkan. Pemisahan - Pemisahan dimulai dari awal penghasil limbah - Pisahkan limbah sesuai dengan jenis limbah - Tempatkan limbah sesuai dengan jenisnya - Limbah cair segera dibuang ke wastafel 3. 6. tertutup Tidak boleh ada yang tercecer . terjangkau (oleh kendaraan). Labeling a. aman dan selalu dijaga kebersihannya dan kondisi kering. 5. sebaiknya bisa dengan menggunakan kaki Kontainer dalam keadaan bersih Kontainer terbuat dari bahan yang kuat. mudah dibersihkan. ringan dan tidak berkarat Tempatkan setiap kontainer limbah pada jarak 10 – 20 meter Ikat limbah jika sudah terisi 3/4 penuh Kontainer limbah harus dicuci setiap hari. tertutup Tidak boleh ada yang tercecer Sebaiknya lift pengangkut limbah berbeda dengan lift pasien Gunakan alat pelindung diri ketika menangani limbah Tempat penampungan sementara harus di area terbuka. Packing Tempatkan dalam wadah limbah tertutup Tutup mudah dibuka. Limbah padat infeksius: Plastik kantong kuning Kantong warna lain tapi diikat tali warna kuning b. Penyimpanan Simpan limbah di tempat penampungan sementara khusus Tempatkan limbah dalam kantong plastik dan ikat dengan kuat Beri label pada kantong plastik limbah Setiap hari limbah diangkat dari tempat penampungan sementara Mengangkut limbah harus menggunakan kereta dorong khusus Kereta dorong harus kuat. Limbah padat non infeksius: Plastik kantong warna hitam c.

. silet. kemudian bungkus dengan kertas Masukkan dalam kontainer tahan tusukan beri label E. pisau skalpel) memerlukan penanganan khusus karena benda-benda ini dapat melukai petugas kesehatan dan pengangkut sampah. Treatment Limbah infeksius di masukkan dalam incenerator Limbah non infeksius dibawa ke tempat pembuangan limbah umum Limbah benda tajam dimasukkan dalam incenerator Limbah cair dalam wastafel di ruang spoelhok Limbah feces. Pembakaran juga akan mengurangi volume limbah dan memastikan bahwa bahan-bahan tersebut tidak akan dijarah dan dipakai ulang).Sebaiknya lift pengangkut limbah berbeda dengan lift pasien Gunakan alat pelindung diri ketika menangani limbah.bahan sekaligus mikroorganismenya. urine kedalam WC. (Ini merupakan metode terbaik untuk pembuangan limbah terkontaminasi. 7. Mengubur limbah terkontaminasi agar tidak disentuh lagi. jarum jahit. Bagaimanapun juga pembakaran akan dapat mengeluarkan kimia beracun ke udara. Membuang Benda-Benda Tajam Benda-benda tajam sekali pakai (jarum suntik. C. Penanganan Limbah Pecahan Kaca Gunakan sarung tangan rumah tangga Gunakan kertas koran untuk mengumpulkan pecahan benda tajam tersebut. B. Pembuangan Limbah Terkontaminasi Pembuangan limbah terkontaminasi yang benar meliputi : Insenerasi (pembakaran) untuk menghancurkan bahan . Penanganan Limbah Benda Tajam Jangan menekuk atau mematahkan benda tajam Jangan meletakkan limbah benda tajam sembarang tempat Segera buang limbah benda tajam ke Safety box yang tersedia tahan tusuk Selalu buang sendiri oleh si pemakai Tidak menyarungkan kembali jarum suntik habis pakai Safety box benda tajam diletakkan dekat lokasi tindakan.

Cuci tangan antiseptik berbahan dasar alkohol tanpa air setelah melepaskan sarung tangan apabila menangani limbah. enkapsulasi atau dikubur. H. atau bahan kimia tidak dipakai lagi. (Benda-benda tajam yang tidak akan digunakan kembali) Tempatkan wadah limbah dekat dengan lokasi terjadinya limbah itu dan mudah dicapai oleh pemakai (mengangkat-angkat limbah kemana-mana meningkatkan risiko infeksi pada pembawanya). Membuang Limbah Berbahaya: Bahan Bahan kimia termasuk sisa-sisa bahanbahan sewaktu pengepakan. Peralatan yang dipakai untuk mengumpulkan dan mengangkut limbah tidak boleh dipakai untuk keperluan lain Cuci semua wadah limbah dengan larutan pembersih disinfektan (larutan klorin 0.Penanganan Limbah Terkontaminasi Untuk limbah terkontaminasi. pakailah wadah kantong-kantong plastik yang berwarna digunakan untuk membedakan limbah umum (yang tidak terkontaminasi dengan yang terkontaminasi) pada sebagian besar fasilitas kesehatan. tidak boleh dikumpulkan dengan limbah terinfeksi. Karena tidak ada metode yang aman dan murah. G. Limbah Farmasi Dalam jumlah yang sedikit limbah farmasi (obat dan bahan obat-obatan). dan kemudian diinsenerasi.5% + sabun) dan bilas teratur dengan air. dapat dikumpulkan dalam wadah dengan limbah terinfeksi dan dibuang dengan cara yang sama insenerasi. Sejumlah kecil . Gunakan Alat Perlindungan Diri (APD) ketika menangani limbah (misalnya sarung tangan utilitas dan sepatu pelindung tertutup). bahan-bahan kadaluwarsa atau kimia dekomposisi. Jika ini tidak mungkin. sehingga tetap berbahaya. Terutama penting sekali terhadap benda tajam yang membawa risiko besar kecelakaan perlukaan pada petugas kesehatan dan staf. Pada jumlah yang banyak. kembalikan limbah kimia tersebut kepada pemasok. Perlu dicatat bahwa suhu yang dicapai dalam insenerasi kamar tunggal seperti tong atau insinerator dari bata adalah tidak cukup untuk menghancurkan total limbah farmasi ini. Bahan kimia yang tidak terlalu banyak dapat dikumpulkan dalam wadah dengan limbah terinfeksi. maka pilihan penanganannya adalah sebagai berikut: Insenerasi pada suhu tinggi merupakan opsi terbaik untuk pembuangan limbah kimia. Gunakan wadah (safety box) tahan tusukan untuk pembuangan semua bendabenda tajam.

tetes mata. campuran ringan bahan farmasi seperti larutan vitamin. Jika itu semua gagal. jika mungkin. seperti obat-obatan kadaluwarsa (kecuali sitotoksik dan antibiotik). . kembalikan ke pemasok. telaga atau danau. obat batuk. kali. limbah farmasi dapat dibuang secara metode berikut: Sitotoksik dan antibiotik dapat diinsenerasi. sisanya dikubur di tempat pemerataan tanah (gunakan insinerator seperti untuk membuat semen yang mampu mencapai suhu pembakaran hingga 800 ºC).limbah farmasi. Jika jumlahnya banyak. dan lain-lain dapat diencerkan dengan sejumlah besar air lalu dibuang dalam tempat Instalasi Pengolahan Air Limbah. cairan intravena. dapat dibuang Instalasi Pengolahan Iar Limbah tapi tidak boleh dibuang ke dalam sungai. Bahan yang larut air.