You are on page 1of 1

Sekilas harapan ilmu

Jum’at 4 September 2015

Siang ini saat mendengarkan khutbah yang membahas tentang Ikhlas dalam
beribadah kepada Allah, aku perhatikan nuansa di masjid entah kenapa aku jadi
teringat dengan segala pembangunan yang selama ini ada di masjid.
Iya, masjid di desa kami memang secara fisik sudah bagus sekali, masjid jadi
lebih luas, dinding dan lantai sudah berlapiskan marmer semua, lantai yang
awalnya cuma satu sekarang sudah dibangun menjadi dua lantai, pelataran masjid
yang awalnya masih berupa tanah, kini pun telah berubah menjadi berlapiskan
paving semua.
Saat kulihat semua ini rasanya sungguh mengagumkan dengan cepat
pembangunan yang bersifat fisik benar-benar begitu terlihat. Di sela kekaguman ku
terselipkan rasa kalau ada pembangunan yang kurang. Iya dalam gemerlapnya
pembangunan masjid yang jadi semakin megah ternyata tidak ada yang namanya
pembangunan perpustakaan masjid. Bahkan sarana yang sengaja di bangun
sebagai tempat bermain anak-anak agar betah berada di sekitar masjid juga belum
ada. Kalau kutengok keluar udara panas langsung terasa saat melihat pelataran
masjid. Lagi-lagi hal yang sama yakni dalam setiap pembangunan yang terjadi
tidak dirancang untuk menumbuhkan nuansa yang sejuk dan rindang dengan
penanaman pohon-pohon yang punya potensi sebagai tempat berteduh bagi
siapapun yang mau beribadah di masjid.
Mungkinkah sang arsitektur tidak pernah belajar IPA sehingga dalam konsep
rancangan yang dibangun tidak ada rencana penanaman pohon yang rindang dan
mampu berbuah. Kalau seperti ini sih sama saja mencoba ciptakan nuansa padang
pasir yang begitu panas di tanah yang sangat subur dan punya potensi pembuatan
taman rindang yang akan memberi kesejukan bagi siapapun yang akan beribadah
di masjid. Semakin berjalannya waktu nuansa pelataran yang begitu panas akan
membuat siapapun tidak betah berlama-lama duduk di teras masjid untuk sekedar
beristirahat ataupun membaca Al-Qur’an.
Pembangunan perpustakaan di masjid pun mungkin akan hanya sekedar
mimpi belaka buatku. Selama aku tidak punya peran di dalam kepengurusan atau
pun tata pembangunan masjid ini akan menjadi sebuah tulisan dan bekas dalam
catatan saja dalam coretan ideku.
Aku rindu sekali berkumpul bersama dengan teman-teman yang punya
semangat tinggi untuk menumbuhkan budaya membaca bagi anak-anak maupun
masyarakat sekitar. Inilah yang selama ini belum pernah berjalan pembangunannya
di masyarakat. Sebagian besar lebih suka membangun yang bersifat fisik dan tidak
berupaya menciptakan perpustakaan sebagai sarana menyimpan ilmu dan
mencerdaskan masyarakat di masa depan.