You are on page 1of 8

Ust. Ahmad Sarwat, Lc.

, MA
Delapan Perbedaan Antara Tarawih dan Tahajjud

Pertanyaan :
Assalamu’alaikum.Mohon izin untuk meminta penjelasan yang lengkap terkait
dengan ritual ibadah bukan Ramadhan, khususnya tentang tarawih.

1. Terus terang saya masih agak rancu membedakan antara shalat tarawih
dengan shalat malam, qiyamullail dan tahajjud. Apakah semuanya adalah shalat
yang sama tetapi dengan penyebutan yang berbeda.

2. Apa saja perbedaan antara shalat tarawih dengan shalat tahajjud? Apakah
shalat tarawih itu sebuah nama untuk shalat tahajjud yang dilakukan pada bulan
Ramadhan? Ataukah tarawih itu shalat khusus di luar shalat tahajjud.

Mohon penjelasan dan terima kasih sebelum dan sesudahnya, hanya Allah yang
akan membalas kebaikan Pak Ustad.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Benar sekali bahwa antara istilah tarawih, tahajjud dan qiyamullail ini seringkali
bikin kita pusing. Sebab banyak sekali yang memahaminya dengan rancu dan
terbolak-balik. Oleh karena itu mari coba kita bahas pelan-pelan, semoga
menjadi terurai dan jelas masing-masing maknanya.

A. Pengertian Qiyamullail
Kita mulai dari pengertian qiyamullail dulu, karena ruang lingkupnya paling luas.
Para ulama mengatakan bahwa qiyamullail sebagaimana maknanya secara
bahasa : bangun malam, maksudnya adalah semua jenis shalat yang dikerjakan
malam hari, khususnya setelah shalat Isya' hingga shalat shubuh.

ternyata shalat tarawih di masa Nabi SAW dilakukan hanya tiga kali saja. Di antara perbedaan-perbedaan itu antara lain : 1. Tidak ada keterangan yang valid apakah beliau SAW mengerjakannya sendirian di rumah. Rasulullah SAW menegaskan alasannya. yaitu karena takut tarawih itu diwajibkan. dengan alasan takut diwajibkan. kalau kita telurusi hadits-hadits yang shahih. maka selama di masa Mekkah tidak dikenal shalat tarawih. keduanya termasuk ke dalam qiyamullail. karena baru nanti ketika di Madinah setelah hijrah Rasulullah SAW melaksanakannya. Ada yang mengatakan bahwa wahyu kedua yang turun sudah memerintahkan bangun malam dalam arti shalat tahajjud. hingga kemudian beliau SAW menghentikannya. Yang jelas ketika meninggalkannya. Sedangkan shalat tahajjud dilakukan oleh Rasulullah SAW setiap malam. Hingga akhir masa kehidupan Nabi SAW. Sedangkan shalat tarawih. beliau SAW dan para shahabat tidak lagi melakukannya hingga wafat.Sehingga baik shalat tarawih atau pun shalat tahajjud. Perbedaan Antara Shalat Tarawih dan Tahajjud Meski sama-sama tercakup dalam agenda qiyamullail. Berbeda dengan shalat tahajjud yang disyariatkan sejak awal mula masa kenabian. Setidaknya ada delapan perbedaan yang bisa kita catat dalam kesempatan ini. beliau masih terus melakukan shalat tahajjud. Alasannya karena beliau khawatir bila tarawih diwajibkan dan akan memberatkan. Semakin hari semakin ramai para shahabat yang mengikutinya. Intinya. Perbedaan Pertama : Masa Pensyariatan Tarawih Tarawih belum disyariatkan ketika Rasulullah SAW masih di Mekkah. Shalat itu dilakukan secara berjamaah dan dilakukan di dalam masjid nabawi. 2. Tidak peduli apakah di . namun umumnya para ulama membedakan antara shalat tarawih dengan tahajjud. Maka sepanjang hidupnya pada tiap malam beliau SAW selalu melakukan shalat tahajjud. shalat tahajjud sudah dikenal dan disyariatkan sejak masih di masa Mekkah. tanpa pernah dihentikan lantaran takut diwajibkan. Dari sisi pensyariatannya saja. Maka jangan sampai rancu dalam memahami keduanya. Namun tentu saja antara tarawih dan tahajjud punya banyak sekali perbedaan. tarawih dan tahajjud memang sudah berbeda. Sehingga para shahabat pun otomatis juga meninggalkannya. Perbedaan Kedua : Tarawih Nabi SAW Hanya Tiga Kali Sebagaimana disinggung di atas. B.

sedangkan shalat witir merupakan penutupnya. Sehingga Rasulullah SAW khawatir bila hal itu dibiarkan terus menerus. Tahajjud dilakukan oleh Rasulullah SAW setelah beliau tidur malam. Perbedaan Ketiga : Tarawih Hanya di Bulan Ramadhan Para ulama umumnya sepakat bahwa shalat Tarawih itu bukan shalat tahajjud. Bahkan salah satu alasan kenapa shalat tarawih saat itu dihentikan juga salah satunya karena jamaahnya semakin banyak. Namun namannya tetap shalat witir dan bukan tarawih. . Kadang beliau mengerjakannya di dalam rumah (kamar Aisyah). Sedangkan shalat tahajjud. Perbedaan Keempat : Tarawih Berjamaah di Masjid Perbedaan penting antara tarawih dan tahajjud adalah bahwa selama tiga kali Rasulullah SAW dan para shahabat melakukannya. meski hukumnya boleh berjamaah. semua dilakukan dengan berjamaah yang amat banyak. kalau ada shalat yang disunnahkan. karena tahajjud khusus buat beliau SAW hukumnya wajib. Namun ada juga keterangan bahwa shalat witir itu bisa dikerjakan sebelum tidur. 3. Hal utama yang membedakan tarawih dengan tahajjud adalah bahwa tarawih ini hanya disyariatkan di bulan Ramadhan saja. bahkan hingga memenuhi masjid nabawi kala itu. Tidak ada shalat tarawih yang dikerjakan di luar bulan Ramadhan. 4. tidak mengajak orang-orang untuk ikut di belakang beliau. kadang beliau lakukan di dalam masjid. tetapi dalam kenyataannya Rasulullah SAW lebih sering melakukannya sendirian. hanya shalat tahajjud dan shalat witir.dalam bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan. akhirnya akan diwajibkan oleh Allah SWT. Di luar bulan Ramadhan.

127 disebutkan bahwa tahajjud adalah : ‫صل‬ ‫لة التلطووعع عف ي التلييل لبيعلد التنيوعم‬ ‫ل‬ . Seolah-olah mutahajjid ini adalah orang yang membuang hujud (tidur) dari dirinya. Kata hajada (‫ )هجد‬bermakna tidur di malam hari (‫)نام بالليل‬. Al-Azhari dalam Lisanul Arab menyatakan bahwa bila kita menyebut Al-Hajid ( ‫ )الهاجد‬artinya adalah orang yang tidur. Perbedaan Kelima : Tarawih Sebelum Tidur Shalat tarawih yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para shahabat yang hanya tiga kali itu ternyata dilakukan sesudah shalat isya' dan sebelum tidur malam. Sedangkan shalat tahajjud dilakukan oleh Rasulullah SAW di akhir malam. paling-paling satu dua orang saja. kata tahajjud punya dua arti sekaligus yang berlawanan. Oleh karena itulah kebanyakan ulama lebih menganjurkan shalat tahajjud dikerjakan sendirian. kata tahajjud (‫ )تهجد‬berasal dari kata hujud (‫)هج ود‬. di dalam kitab Nihayatul Muhtjd jilid 2 hal. Sedangkan kalau kita sebut Al-Mutahajjid (‫ )المتهجججد‬artinya adalah orang yang bangun pada malam hari untuk ibadah. Tidak ada catatan bahwa shalat tahajjud yang beliau SAW lakukan diikuti orang satu masjid. meski ada juga yang membolehkan untuk dikerjakan berjamaah di masjid. begadang dan tidur. Secara bahasa. Menariknya. Tidak ada shalat tahajjud yang dilakukan pada awal malam. setelah beliau SAW selesai beristirahat tidur malam. Jadi bisa diterjemahkan menjadi begadang.Kalau pun ada shahabat yang ikut jadi makmum. Sedangkan secara istilah syariat. 5. tapi kadang bisa juga diterjemahkan menjadi tidur. Mirip dengan yang semua orang lakukan di masa sekarang ini.

baik di dalam bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan (HR.Shalat tathawwu' pada malam hari setelah bangun dari tidur. 6. dia dikatakan sudah bertahajjud. Bukhari) . Hal ini dikuatkan dengan hadits dari Al-Hajjaj bin Amr radhiyallahuanhu : ‫صل‬ ‫للة لبيعلد لريقلدٍةة‬ ‫صلل ي ال ت‬ ‫صلل ي لحتتي ى ةي ي‬ ‫ ايللميرةء ةي ل‬: ‫صعبلح ألتنةه لقيد لتلهتجلد إعتنلما التلهوجةد‬ ‫لييحعسةب أللحةدةكيم إعلذا لقالم عملن اللتييل ةي ل‬ Ada seorang diantara kalian yang mengira bila seseorang shalat di malam hari hingga shubuh. sebagaimana hadits Aisyah radhiyallahuanha berikut ini : ‫ضالن لو ل‬ ‫ل لغيعرعه لعللي ى إيحلد ى لعيشلرلة لريكلعةة‬ ‫لما لكالن ليعزيةد عف ي لرلم ل‬ Beliau SAW (shalat malam) tidak pernah lebih dari 11 rakaat. kita punya banyak hadits yang menyebutkan bahwa beliau SAW mengerjakannya dengan 11 atau 13 rakaat. Perbedaan Keenam : Rakaat Tarawih Ikhtilaf Bicara jumlah rakaat tahajjud. Padahal tahajjud itu adalah seseorang melakukan shalat setelah bangun dari tidur. Muslim) Namun ada juga hadits yang menyebutkan bahwa beliau SAW shalat malam tidak lebih dari 11 rakaat. ‫صلل ي عملن التلييل لث ل‬ ‫للث لعيشلرلة لريكلعةة‬ ‫لكالن لرةسول اتلع ةي ل‬ Adalah Rasulullah SAW shalat malam dengan 13 rakaat (HR.

Tetapi sekali lagi. Memang ada segelintir orang yang bilang bahwa beliau tarawih 11 rakaat berdasarkan hadits Aisyah yang shahih.Tetapi kalau kita bicara tentang jumlah rakaat tarawih yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para shahabat. tidak ada satu pun dalil tentang jumlahnya di masa Nabi SAW. yaitu sebanyak 20 rakaat. melainkan shalat tahajjud itu sendiri. maka timbul ikhtilaf di tengah lama. Asumsinya. Logikanya. itu sekedar asumsi. hampir seluruh ulama sepakat bahwa jumlah rakaat tarawih itu 20 rakaat berdasarkan ijtihad. pastilah mereka melakukannya persis seperti yang dahulu mereka lakukan di masa Nabi SAW. tepatnya tahun kedua sejak beliau menjadi khalifah. melainkan sekedar tafsir dan asumsi. Sehingga berapa jumlah rakaatnya. tentu bukan merupakan fakta dari nash hadits. Meskipun demikian. pastilah mereka tidak ngasal dan bukan ngarang. Mengapa? Ternyata memang kita tidak menemukan haditsnya. Perbedaan Ketujuh : Hukum Shalat Tarawih . umumnya para ulama sepakat bahwa beliau mengerjakannya 11 rakaat. 7. Data yang paling valid tentang jumlah rakaat tarawih adalah tarawih yang dilakukan seluruh shahabat sepeninggal Rasulullah SAW di masa kepemimpinan Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu. kalau seluruh shahabat mengerjakan 20 rakaat. Tetapi untuk tarawih. Seluruh shahat telah berijma' untuk mengerjakan tarawih sebanyak 20 rakaat. tidak ada satupun yang menolaknya. bukan fakta yang sesungguhnya. nalar dan logika berpikir. Kalau ada yang bilang beliau mengerjakan 11 atau 20 rakaat. Kalau untuk shalat tahajjud. tetapi para ulama umumnya sepakat bahwa hadits itu bukan terkait dengan shalat tarawih. tidak pernah disebutkan dalam hadits secara tegas. Haditsnya memang shahih.

(HR. maka kekhawatiran itu tidak lagi beralasan. Lain halnya tahajjud yang umumnya Nabi SAW melakukannya sendirian. yaitu shalat witir (tahajjud). . Duduk istirahat di sela-sela rakaat tarawih itu menjadi amat mutlak diperlukan. Berbeda dengan tahajjud. menyembelih udhiyah dan shalat dhuha. sehingga ketika beliau SAW wafat. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sebab tidak ada pensyariatan apapun sepeniggal beliau SAW. dan sebagian lagi memberi status sunnah muakkadah. Wallahu a'lam bishshawab. Ahmad dan Al-Hakim) 8. Perbedaan Kedelapan : Tarawih Banyak Istirahatnya Perbedaan yang juga bisa kita catat bahwa shalat tarawih ini banyak istirahatnya. Perhatikan hadits berikut ini : ‫صل‬ ‫لث ل‬ ‫لة ال و‬ ‫ضلحي ى‬ ‫لثث ةهتن لعلت ي لفلراعئ ل‬ ‫ العويتةر لوالتنيحةر لو ل‬:‫ض لوةهتن لةكيم لتلطووع‬ Tiga perkara yang bagiku hukumnya fardhu tapi bagi kalian hukumnya tathawwu' (sunnah). sebagaimana nama yang disematkan kepadanya. karena saking lamanya. namun para ulama sepakat bahwa penghentian itu bukan berarti pencabutan atas pensyariatannya. Tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau bersitirahat di sela-sela rakaat tahajjud. Penghentian itu semata karena alasan takut diwajibkan. Banyak riwayat yang menyebutkan bahwa beliau SAW shalam sampai bengkak kakinya. dimana banyak ulama mengatakan bahwa hukumnya wajib buat Rasulullah SAW dan sunnah buat ummatnya. Karena umumnya jumlah rakaatnya banyak dan bacaannya cukup panjang. Tidak mungkin semua itu dilakukan dengan cara berdiri terus-terusan tanpa jeda istirahat. Apalagi yang ikut shalat ini cukup banyak jumlahnya.Meski pernah dihentikan pengerjaannya di masa Nabi SAW. Maka para shahabat menjalankan shalat tarawih ini dengan status hukum sunnah.

Ahmad Sarwat.. Lc. MA .