You are on page 1of 69

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebutuhan pendukung infrastruktur semakin meningkat seiring dengan
perkembangan zaman. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya intensitas
pembangunan berbagai fasilitas infrastruktur di berbagai sektor di Indonesia,
mulai dari sektor energi, transportasi jalan raya, transportasi laut, bangunanbangunan perkantoran, sekolah, rumah sakit, hingga telekomunikasi, dan
jaringan air bersih, yang kesemuanya itu memerlukan adanya infrastruktur
yang memadai. Tetapi pembangunan infrastruktur tersebut seperti halnya
proyek-proyek konstruksi lainnya juga selalu dibayangi oleh risiko kegagalan.
Semakin besar proyek konstruksi maka semakin besar pula risikonya.
Proyek konstruksi merupakan suatu bidang yang dinamis dan
mengandung

risiko.

Risiko

dapat

memberikan

pengaruh

terhadap

produktivitas, kinerja, kualitas dan dan batasan biaya dari proyek. Risiko
dapat dikatakan merupakan akibat yang mungkin terjadi secara tak terduga.
Walaupun suatu kegiatan telah direncanakan sebaik mungkin, namun tetap
mengandung ketidakpastian bahwa nanti akan berjalan sepenuhnya sesuai
rencana. Risiko pada proyek konstruksi bagaimanapun tidak dapat dihilangkan
tetapi dapat dikurangi atau ditransfer dari satu pihak kepihak lainnya (Kangari,
1995).
Analisis risiko semakin penting saat ini untuk dikontrol atau di
manajemen, banyak kasus dimana kegagalan mengelola risiko dengan baik
1

bisa mengakibatkan kerugian yang cukup besar, baik organisasi, bahkan juga
individu-individu. Kita banyak melihat kejadian seperti kerugian yang dialami
perusahaan.
Bila risiko terjadi akan berdampak pada terganggunya kinerja proyek
secara keseluruhan sehingga dapat menimbulkan kerugian terhadap biaya,
waktu dan kualitas pekerjaan. Para pelaku dalam industri konstruksi saat ini
semakin menyadari akan pentingnya memperhatikan permasalahan risiko pada
proyek-proyek yang ditangani, karena kesalahan dalam memperkirakan dan
menangani risiko akan menimbulkan dampak negatif, baik langsung maupun
tidak langsung pada proyek konstruksi. Risiko dapat menyebabkan
pertambahan biaya dan keterlambatan jadwal penyelesaian proyek.
Mengelola risiko adalah suatu pengelolaan risiko yang dimulai dari
identifikasi risiko secara aktif, lalu menilai tingkat level risiko-risiko sehingga
didapatkan prioritas pengelolaanya, serta menentukan langkah-langkah
penanganannya agar risiko dapat ditekan semaksimal mungkin. Pengelolaan
risiko yang baik akan memberikan kepercayaan diri pada tim proyek dalam
melaksanakan proyek. Pengelolaan ini akan menghindari adanya kejadiankejadian tak terduga yang membahayakan proyek.
Oleh karena besarnya dampak dari risiko yang ditimbulkan pada
bidang konstruksi, maka tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis dan
mengetahui serta mengukur seberapa sering risiko tertentu terjadi dan
seberapa besar dampak pada proyek konstruksi, dengan melakukan studi
literatur yang mengacu pada teori-teori yang relevan serta berdasarkan

2

penelitian terdahulu. “Proseding Seminar Nasional Teknologi XXI program
studi MMT-ITS, Surabaya 19 Juli 2014” dimana dalam jurnal tersebut telah
mengidentifikasi beberapa variabel risiko, sehingga berdasarkan variabel
tersebut penulis melakukan pengembangan penelitian untuk penulisan
proposal tugas akhir

pada proyek pembangunan rumah sakit pendidikan

Universitas Halu Oleo Kendari tahap dua. Dengan judul penelitian Analisis
Faktor Risiko Pada Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas
Halu Oleo Tahap II.
Rumah sakit pendidikan UHO adalah rumah sakit yang dibangun di
lingkungan kampus yang letaknya tidak jauh dari Fakultas Kedokteran. Tujuan
dibangunnya rumah sakit ini adalah sebagai marine medical science yaitu
kedokteran yang berbasis kemaritiman.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka didapat rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah:
1) Berapa nilai probability dan impak risiko?
2) Berapa nilai tingkat risiko terhadap konstruksi?
3) Bagaimana hubugan antara frekuensi dan dampak dari risiko dari jawaban
responden ?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
A. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian dalam proposal ini adalah:
1) Untuk mengetahui nilai probability dan impack risiko
2) Untuk mengetahui tingkat risiko terhadap konstruksi
3) Untuk mengetahui hubungan antara frekuensi dan dampak risiko
terhadap konstruksi dari jawaban responden
B. Manfaat Penelitian
3

1.1 Penelitian Terdahulu Nama Wira W.Delima Emas Gasindo 2) Wilayah kerja yang diamati adalah Lokasi Proyek. Putu Artama Judul Analisa risiko untuk menentukan Pembahasan Penelitian ini mengkaji tentang analisis risiko. Bagi pemerintah. yaitu di Rumah Sakit Pendidikan UHO Tahap II 3) Penelitian ini secara spesifik terfokus pada probabilitas dan besar dampak risiko yang terjadi pada proyek konstruksi. Ada beberapa studi mengenai analisis risiko yang digunakan dalam tugas akhir ini. 1. 4 Persamaan Menganalisis risiko pada proyek Perbedaan Peneliti tersebut mengidentifikasi risiko biaya .. Lingkup Pembahasan Untuk memberikan arah yang lebih fokus dan mempermudah penyelesaian masalah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai maka ruang lingkup dan batasan masalah dari penelitian ini adalah: Menganalisis frekuensi dan besar dampak risiko dalam proyek B. Sedangkan untuk di proyek Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UHO baru baru pertama dilakuakan.5 keaslian Penelitian Penelitian mengenai analisis faktor risiko sudah pernah dilakukan dibeberapa tempat. penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan dalam mengendalikan suatu proyek. Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian ini adalah hanya membahas: 1) Responden adalah para kontraktor dan konsultan PT.4 Lingkup Pembahasan dan Batasan Masalah A. adalah : Tabel 1.Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada konsultan perencana dan kontraktor dalam mengantisipasi risikorisiko pada proyek konstruksi.

Widi Hartono. Sugiyart o Judul Analisis Pengaruh Risiko Pada Kontrak kerja Kontstruksi terhadap Biaya Pekerjaan (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi II A Pembahasan Penelitian ini membahas tentang probability dan impact terhadap biaya konstruksi 5 Persamaan Menganalisis tingkat risiko berdasarkan probabilitas dan dampak.. Perbedaan Karakteristik lokasi studi.. peneliti tersebut mengidentifikasi pada pembangunan jalan sedangkan peneliti pada pembangunan rumah sakit . Tabel Lanjutan 1. dan biaya pelaksanaan kontinjensi konstruksi proyek jalan tol Surabaya Mojokerto seksi IB kontinjensi. Sedangkan peneliti hanya menganalisis risiko berdasarkan identifikasi dari jurnal tersebut.W. Supani Hardjo Diputro biaya kontinjensi pelaksanaan konstruksi pada konstruksi.1 Penelitian Terdahulu Nama Lazuardi Gagah M.

Sedangkan penulis menganalisis berdasarkan variabel risiko Persamaan Membahas risiko pada proyek konstruksi Perbedaan Membahas manajemen risiko secara umum berdasarkan teoriteori yang relevan. H. Karakteristik lokasi studi.. I Nyoman Norken. Sedangkan penulis membahas analisis risiko dengan melakukan studi kasus Tabel Lanjutan 1. Manajemen risiko pada proyek konstruksi di pemerintah kabupaten Jembrana Penelitian ini mengidentifikasi risiko-risiko yang komprehensif untuk mengetahui risiko yang paling dominan muncul. peneliti tersebut memanajemen risiko yang akan muncul. Luh Komang Ayu M. Tarore Analisis risiko pada proyek pembangunan dermaga study kasus dermaga Pehe di Kecamatan Siau Barat Kabupaten Kepulauan Sitaro Mengkaji tentang penentuan level risiko dan respon risiko pada tahap konstruksi yang berpotensi mempunyai risiko tinggi karena lokasi proyek yang berada di dekat gunung merapi yang aktif Menganalisis risiko pada proyek konstruksi Menganalisis faktor-faktor risiko pada dermaga yang sudah beroperasi tetapi walaupun belum selesai dengan kondisi cuaca yang buruk. I Nyoman Yudha A. 6 . Menganalisis faktor risiko pada saat pekerjaan konstruksi. Sedangkan penulis meneliti pada proyek yang sementara konstruksi dengan kondisi yang lumayan baik.I Wayan Sukaarta.1 Penelitian Terdahulu Judul Manajemen risiko dalam proyek konstruksi Pembahasan Mengkaji tentang manajemen risiko pada proyek konstruksi. B. Sompie.F.

lingkup dan batasan pembahasan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menguraikan tentang dasar teori yang mendukung analisa dan permasalahan. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 7 .A Study of Risk Management Techniques for Construction Projects in Developing Countries Penelitian ini mengkaji tentang proses manajemen risiko pada proyek konstruksi Membahas tentang manajemen risiko pada proyek konstruksi Penelitian tersebut membahas proses memanajemen risiko. permasalahan. tujuan penelitian. sedangkan penulis menghitung besar jumlah frekuensi risiko 1. serta metode dan sistematika penulisan.6 Sistematika Pembahasan Adapun sistematika penulisan tugas akhir ini yang merupakan gambaran dari seluruh isi pembahasan yang akan diuraikan secara singkat pada masing-masing bab sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Menguraikan tentang latar belakang.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Dalam rangkaian kegiatan tersebut. serta alur penelitian.1 Proyek konstruksi Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka pendek serta jelas waktu awal dan akhir kegiatannya. pengolahan data.Menguraikan tentang waktu dan tempat penelitian. hasil-hasil penelitian dan pengamatan untuk menjawab masalah yang ada dari penelitian serta dapat memberikan solusi dan alternatif dari masalah yang diteliti. BAB IV ANALISIS DAN NPEMBAHASAN Berisi tentang informasi dan tata cara pengumpulan data. ada suatu proses yang 8 . metode pengumpulan data. BAB V PENUTUP Kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan bab sebelumnya dan saran mengenai temuan-temuan penting untuk dijadikan masukan yang diperoleh dari penelitian ini.

Menurut Ervianto (2002). 2011). peralatan. 2) Dibutuhkan sumber daya.mengolah sumber daya proyek menjadi suatu hasil kegiatan berupa bangunan. risiko adalah “akibat yang kurang menyenangkan (merugikan. mutu dan jadwal yang harus dipenuhi. setiap proyek konstruksi membutuhkan sumber daya yaitu tenaga kerja. Pramana 9 . Dengan kata lain. tidak pernah terjadi rangkain kegiatan yang sama persis (tidak ada proyek yang identik. proyek bersifat sementara dan selalu melibatkan grup pekerja yang berbeda-beda. metode dan material. risiko merupakan kemungkinan situasi atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan serta sasaran sebuah organisasi atau individu. Menurut kamus bahasa Indonesia versi online dalam buku Manajemen Risiko Bisnis Pramana (2011). Dalam proses mencapai tujuan proyek telah ditentukan tiga batasan/kendala (triple constraint) yaitu besar biaya (anggaran) yang dialokasikan. Tetapi pengertian secara ilmiah sampai saat ini ini masih tetap beragam. membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan”. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menyatukan visi menjadi satu tujuan yang ditetapkan organisasi. yang ada adalah proyek sejenis). setiap organisasi mempunyai keragaman tujuan di dalamnya terlibat sejumlah individu dengan keahlian yang bervariasi. 3) Organisasi. uang. Proses yang terjadi dalam rangkaian kegiatan tersebut tentunya melibatkan pihak-pihak yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung (Labombang. proyek konstruksi mempunyai tiga karakteristik yang dapat dipandang secara tiga dimensi: 1) Bersifat unik.2 Pengertian Risiko Istilah “risiko” (risk) memiliki banyak definisi. 2.

1) Risiko proyek dalam manajemen risiko adalah efek kumulasi dari peluang kejadian yang tidak pasti. Risiko adalah variasi dalam hal-hal yang mungkin terjadi secara alami atau kemungkinan terjadinya peristiwa diluar yang diharapkan yang merupakan ancaman terhadap properti dan keuntungan finansial akibat bahaya yang terjadi. namun tidak semua risiko-risiko tersebut perlu diprediksi dan diperhatikan untuk memulai suatu proyek karena hal itu akan memakan waktu yang lama.(2011) lebih lanjut mengatakan bahwa Secara ilmiah risiko didefinisikan sebagai kombinasi fungsi dari frekuensi kejadian. probabilitas dan konsekuensi dari bahaya risiko yang terjadi. konsekuensi)……………. Secara ilmiah risiko didefinisikan sebagai kombinasi fungsi dari frekuensi kejadian. Risiko-risiko yang terdapat pada proyek konstruksi sangat banyak. Risiko = f (frekuensi kejadian. mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko suatu proyek. probabilitas.. yang mempengaruhi sasaran dan tujuan proyek (Wideman 1992). 2. Manajemen risiko merupakan Pendekatan yang dilakukan terhadap risiko yaitu dengan memahami. (2. probabilitas dan konsekuensi dari bahaya risiko yang terjadi. Oleh karena itu pihak-pihak didalam proyek kontruksi perlu untuk memberi prioritas pada risiko-risiko yang penting yang akan memberikan pengaruh terhadap keuntungan proyek.3 Macam-Macam Risiko 10 .

Risiko dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam menurut karakteristiknya. yaitu risiko yang tidak disengaja. dan sebagainya. agar dilain pihak dapat diharapkan hal – hal yang menguntungkan. Risiko berdasarkan dapat tidaknya dialihkan a. yaitu risiko yang dapat dipertanggungkan sebagai obyek yang terkena risiko kepada perusahaan asuransi dengan membayar sejumlah premi. Contoh: Risiko kebakaran. b. Contoh: Risiko yang disebabkan dalam hutang piutang. 2. dan tentunya ada banyak sekali faktor-faktor ketidakpastian pada sebuah proyek yang tentunya dapat menghasilkan berbagai macam risiko.Risiko adalah buah dari ketidakpastian. perampokan. Risiko yang dapat dialihkan. menjual produk. yaitu risiko yang memang sengaja diadakan. yaitu antara lain: 1. Risiko Spekulatif (Speculative Risk). perjudian. membangun proyek. Risiko berdasarkan sifat a. yang jika terjadi dapat menimbulkan kerugian secara tiba – tiba. 11 . dan sebagainya. Dengan demikian kerugian tersebut menjadi tanggungan (beban) perusahaan asuransi. Risiko Murni (Pure Risk). pencurian.

oleh karena itu pihak-pihak di dalam proyek konstruksi perlu untuk memberi prioritas pada risiko-risiko yang penting yang akan memberikan pengaruh terhadap keuntungan proyek. Risiko yang tidak dapat dialihkan. Risiko-risiko yang terdapat pada proyek konstruksi sangat banyak. Risiko-risiko tersebut adalah (Wideman. b.b. tidak dapat diprediksi (tidak dapat dikontrol) 1) perubahan peraturan perundang-undangan 2) bencana alam 3) akibat kejadian pengrusakan dan sabotase 4) pengaruh lingkungan dan sosial. External dapat diprediksi (tetapi tidak dapat dikontrol): 12 . namun tidak semua risiko-risiko tersebut perlu diprediksi dan diperhatikan untuk memulai suatu proyek karena hal itu akan memakan waktu yang lama. 5) kegagalan dan penyelesaian proyek. sebagai akibat dari proyek. External. 1992): a. yaitu semua risiko yang termasuk dalam risiko spekulatif yang tidak dapat dipertanggungkan pada perusahaan asuransi.

Internal non teknik ( tetapi umumnya dapat dikontrol): 1) Manajemen 2) jadwal yang terlambat 3) pertambahan biaya 4) cash flow 5) potensi kehilangan atas manfaat dan keuntungan d.1) risiko pasar. 2) operasional (setelah proyek selesai) 3) pengaruh lingkungan 4) pengaruh sosial 5) Perubahan mata uang 6) Inflasi 7) Pajak c. 13 . Teknik (dapat dikontrol): 1) perubahan teknologi 2) risiko-risiko spesifikasi atas teknologi proyek.

kegagalan untuk memperoleh gambar perencanaan. detail perencanaan/izin dengan waktu yang tersedia. Pemogokan tenaga kerja f. Kondisi tanah yang tidak terduga d. c. timbulnya kesulitan akibat dari: a) Lisensi b) hak paten c) gugatan dari luar d) gugatan dari dalam e) hal-hal tak terduga Menurut Flanagan & Norman (1993). Cuaca yang sangat buruk e.3) Desain 4) Hukum. Kenaikan harga yang tidak terduga untuk tenaga kerja dan bahan 14 . risiko-risiko dalam proyek konstruksi adalah: a. penyelesaian yang gagal sesuai desain yang telah ditentukan/penetapan waktu konstruksi b.

Kerusakan yang terjadi pada struktur akibat cara kerja yang jelek i. Klaim dari kontraktor akibat kehilangan dan biaya akibat keterlambatan produksi karena detail desain oleh tim desain. 1993) : a) Timbulnya inflasi. c) Keterlamabatan material. Kecelakaan yang tejadi dilokasi yang meyebabkan luka h. k. d) Detail desain yang salah. dan lain-lain) j. Sumber-sumber risiko (Flanagan & Norman. Kejadian tidak terduga (banjir. b) Kondisi tanah yang tidak terduga. seperti ukuran yang salah dari gambar yang dibuat oleh arsitek.g. gempa bumi. e) Kontraktor utama tidak mampu membayar/bangkrut. 15 . Kegagalan dalam penyelesaian proyek dugaan budget yang telah ditetapkan.

menganalisis dan menentukan tindakan untuk menghindari ancaman pada setiap proyek.1 Jenis Risiko 1. manajemen risiko adalah proses yang sangat penting.4 Konsep Analisis Risiko Dan Manajemen Manajemen risiko adalah proses untuk mengidentifikasi. Risiko Teknis : a) Desain yang tidak lengkap b) Spesifikasi yang tidak memadai c) Situs investigasi yang tidak memadai d) Perubahan dalam lingkup prosedur konstruksi e) ketersediaan sumber daya tidak mencukupi 2.4. dalam rangka melaksanakan proses proyek. Risiko Konstruksi : a) produktivitas tenaga kerja b) perselisihan Buruh c) kondisi lapangan d) kegagalan peralatan 16 . 2. Risiko yang terkait dengan industri konstruksi dapat dikategorikan menjadi: 2.f) Tidak ada koordinasi. Karena sifat dari proyek-proyek konstruksi. Semua langkah-langkah dalam proses manajemen risiko harus dimasukkan untuk menghadapi risiko.

Risiko keuangan a) Peningkatan biaya bahan b) permintaan pasar rendah c) penundaan fluktuasi kurs d) Pembayaran tidak benar e) Pajak estimasi 6. Risiko Organisasi a) hubungan kontraktual b) Pengalaman kontraktor c) Sikap peserta d) Pengalaman tenaga kerja e) Komunikasi 5. Risiko Fisik a) Kerusakan struktur b) Kerusakan pada peralatan c) luka Buruh d) pencurian peralatan dan bahan 4. Risiko Sosial-politik a) Perubahan undang-undang dan peraturan b) Polusi dan peraturan keselamatan 17 .e) perubahan desain f) standar kualitas terlalu tinggi g) Teknologi baru 3.

3) Keahlian dan pengalaman staf : Jika staf pada setiap proyek cukup berpengalaman dan memiliki keahlian yang berbeda kemungkinan kualitas. Oleh karena itu.4. 4) Tim Ukuran: 18 .2 Faktor Yang Mempengaruhi Risiko 1) Sejarah: proyek konstruksi baru lebih rentan terhadap risiko karena berbeda dengan proyek-proyek lain. proyek yang lebih awal kemungkinan berhasil terhadap risiko karena ada proyek serupa yang telah dilakukan sebelumnya. Jika manajemen tidak stabil maka dapat mempengaruhi tujuan proyek. 2) Manajemen Stabilitas: Stabilitas manajemen berarti seluruh saham manajemen yang memiliki tujuan yang sama atau tujuan untuk setiap proyek.c) Suap / Bahasa Korupsi / penghalang Budaya d) Hukum dan ketertiban Perang e) kekacauan dan sipil f) Kebutuhan untuk izin dan persetujuan mereka 2. biaya dan tujuan lainnya dapat dicapai. akan bermanfaat untuk mencapai tujuan proyek dengan mudah.

dan menampung sebagian atau semua 19 . maka dapat diatasi dengan mengurangi dampak risiko pada proyek. Karena jika proyek tersebut tersedia sumber daya lebih besar maka dapat menangani risiko yang berbeda dengan mudah. 5) Sumber daya Ketersediaan: Jika proyek tersebut tersedia dengan jumlah sumber daya yang baik maka respon terhadap masalah akan menjadi baik. 2. 6) Waktu Kompresi: Jika jadwal proyek sangat padat ada kemungkinan kelebihan risiko dalam proyek. Ketika lebih banyak waktu yang tersedia untuk proyek.Untuk tim yang lebih besar dari setiap proyek ada kemungkinan lebih dari terjadinya masalah karena miskomunikasi.5 Proses Manajemen Risiko Manajemen risiko adalah proses pengukuran atau penilaian risiko serta pengembangan strategi pengelolaanya. 7) Kompleksitas: Jika proyek ini sangat kompleks ada kemungkinan lebih untuk terjadinya masalah dalam proyek. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain. mengurangi efek negatif risiko. menghindari risiko.

Manajemen risiko merupakan tindakan dalam menghadapi risiko. Memusatkan perhatian pada risiko utama (major risk) Memperjelas keputusan tentang batasan kerugian Meminimalkan potensi kerusakan apabila timbul keadaan yang   paling jelek Mengontrol aspek ketidakpastian Memperjelas dan menegaskan peran setiap orang/badan yang terlibat ktuPenilaian kembali dalam manajemen risiko. dan dampak yang terjadi pada proyek akibat risiko. dan pengawasan risiko untuk mengetahui bagaimana risiko tersebut berubah. Analisa kualitatif risiko menilai prioritas risiko yang teridentifikasi menggunakan probabilitas terjadinya risiko. menilai dan merangking risiko secara jelas.konsekuensi risiko tertentu. pengembangan strategi penanganan risiko. Tujuan dari analisis dan manajemen risiko adalah membantu menghindari kegagalan dan memberikan gambaran tentang apa yang terjadi bila pembangunan yang dilakukan ternyata tidak sesuai dengan rencana. Identifikasi risiko 20 . Analisa kualitatif risiko meliputi metode untuk menentukan prioritas pada risiko yang teridentifikasi untuk tindakan lebih jauh. dimana hal tersebut meliputi perencanaan risiko. penilaian (identifikasi dan analisa) risiko. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko risiko yang yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran kematian serta tuntutan hukum). Menurut Godfrey (1996) analisis risiko yang dilakukan secara sistematis dapat membantu untuk:     Mengidentifikasi.

Apakah risiko ini dapat dipengaruhi? Tidak perlu pertimbangan lebih lanjut ya Evaluasi dampak terhadap proyek (evaluasi risiko) Risiko yang dianggap penting Tentukan siapa yang bertangung jawab terhadap risiko (Aloksi Risiko) Jika bertanggung jawab atas risiko ini. yaitu: 1. 1999 Proses dalam memanajemen risiko menurut Flanagan dan Norman (1993) ditunjukan pada gambar yang memperlihatkan urutan dalam menangani risiko secara umum. Identifikasi Risiko Identifikasi risiko adalah mengidentifikasi kondisi-kondisi ketidakpastian yang menimbulkan risiko. Pendekatan-pendekatan untuk mengidentifikasi risiko 21 . sumber risiko serta pengaruhnya. apakah anda akan memindahkan risiko ini kepada pihak lain (pengurangan Risiko) Gambar 2. tahap-tahap dalam proses manajemen risiko.1 Diagram Alir Manajemen Risiko Sumber: Duffield dan Trigunarsyah.

supplier. Logistik : 1) Kehilangan atau kerusukan material dan peralatan dalam perjalanan. 5) Perpajakan. aplikasi baru. ketahanan uji. Identifikasi risiko merupakan suatu langkah pertama dari manajemen risiko yang paling mungkin terjadi dan mendokumentasikan karakteristiknya (Jamal & Keith 1990). 4) Fluktuasi nilai tukar dan inflasi. Sumber-sumber utama timbulnya risiko yang umum untuk setiap proyek konstruksi. dan keselamatan. 3) Risiko perancangan yang timbul dari pengukuran dan penyelidikan. 4) Kemungkinan perubahan terhadap rancangan yang telah disetujui. c. 2) Penyediaan aliran kas yang cukup. analisis skenario serta wawancara dan kuesioner. 5) Interaksi rancangan dengan metode konstruksi. gempa bumi banjir kecelakaan dan tanah longsor. 2) Rincian ketelitian dan kesesuaian spesifikasi.antara lain: Checklist. Lingkungan: kerusakan ekologi. 22 . b. brainstorming. penyelidikan keadaan masyarakat. Fisik: kerugian atau kerusakan akibat kebakaran. polusi dan pengolahan limbah. 3) Kehilangan akibat kontraktor. 2) Ketersediaan sumber daya khusus 3) Pemisahan organisasi e. menurut Duffield dan Trigunansyah (1999) adalah: a. d. Keuangan: 1) Ketersediaan dana dan kecukupan asuransi. Perancangan: 1) Teknologi baru.

f. 1) Keselamatan. integritas moral. 23 Wira Wardana. Hak atas tanah dan penggunaan i. 5) Kualitas dan ketersediaan manajemen dan supervise. k. 7) Biaya pinjaman. Supani H. 6) Kondisi yang tersebunyi. Perundang-undangan perubahan disebabkan perundang- undangan atau pemerintah g.D Wira Wardana. 3) Tingkat perubahan dari rancangan awal. Operational : 1) Fluktuasi permintaan pasar terhadap produk dan jasa yang 2) 3) 4) 5) 6) dihasilkan Kebutuhan perawatan Keandalan Keselamatan pelaksanaan Ketersediaan pabrik Manajemen Langkah yang dilakukan untuk mengidentifikasi risiko pada penelitian ini adalah dengan merujuk pada penelitian terdahulu. 4) Cuaca. Putu Artama W. seperti yang tersaji pada tabel sebagai berikut: Tabel 2. Konstruksi.( termasuk psikologis. supplier dan kontraktor. teknik operasi dan efisiensi). Supani H. Politik : 1) Risiko politik di negara pemilik proyek.1 Identifikasi Risiko R Sumber Rujukan Risiko Internal Risiko personil 1 Kualitas tenaga teknis. peperangan revolusi dan perubahan hukum 2) Ketidakpastian dari kebijakan pemerintah j. Putu Artama W. 2) Hubungan industrial.D .6) Suku bunga. Keamanan properti intelektual h.

Supani H. Supani H. Supani H. Putu Artama W.D Wira Wardana. Putu Artama W. Supani H. Putu Artama W.D Wira Wardana. R 3 Kualitas dan personil manajemen (Termasuk diathesis psikologis. Putu Artama W. Supani H.D Tabel 2.2. Supani H. Supani H. Putu Artama W. Supani H. Supani H.1 lanjutan identifikasi risiko 11 Tidak tersedianya atau kekurangan material 12 Pencurian peralatan dan mesin di Site Risiko keselamatan 13 Kecelakaan di Site 14 Kematian karena kecelakaan 24 Wira Wardana. Supani H. integritas moral dan tingkat manajemen) Risiko Risiko teknologi konstruksi Pertimbangan yang tidak matang terhadap kondisi lapangan Risiko teknologi desain 4 Penyimpangan desain dari konstruksi Risiko perelatan dan material 5 Jenis dan kualitas yang salah dari bahan baku material.D Wira Wardana. Putu Artama W. Putu Artama W. Putu Artama W. Putu Artama W.D Wira Wardana. Putu Artama W. Putu Artama W.D Wira Wardana.D . Supani H. Putu Artama W. Supani H. produk jadi dan semi manufaktur 6 Keterlambatan dalam penyediaan dan masukkan peralatan konstruksi 7 Kapasitas produksi dari peralatan konstruksi yang tidak cukup Kerusakan mesin konstruksi dan kesalahan listrik 8 9 10 Kekurangan dari pemeliharaan peralatan kelebihan muatan dari peralatan konstruksi dan Peralatan yang tidak digunakan dalam waktu lama Wira Wardana. Putu Artama W.D Wira Wardana.D Wira Wardana. Supani H. Putu Artama W.D Wira Wardana.D Wira Wardana.D Wira Wardana.D Wira Wardana.D Wira Wardana. Supani H. Supani H. Putu Artama W. Supani H. Supani H. Putu Artama W.D Wira Wardana.D Wira Wardana.D Wira Wardana. Putu Artama W.

Putu Artama W.D Wira Wardana. Putu Artama W. Skema klasifikasi risiko yang baik akan mengambil langkah-langkah strategis untuk mengurangi risiko. Supani H. Klasifikasi risiko Secara umum kondisi-kondisi alam. Supani H.D Sumber: Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXI program studi MMT-ITS. Supani H. Putu Artama W. Putu Artama W. Supani H. Putu Artama W. Supani H.D Wira Wardana. manajemen. masyarakat dan organisasi adalah sumber-sumber risiko.D Wira Wardana. Supani H. MT Wira Wardana. Ir. Surabaya 19 Juli 2014. Supani H.D Wira Wardana. La Ode Muh. lingkungan.15 Perlengkapan keselamatan kerja Eksternal Risiko Alami 16 Kondisi cuaca dan lingkungan yang buruk 17 Kondisi lapangan yang tidak diinginkan (ketidak stabilan pasokan air.Magribi. listrik dan sebagainya) 18 Menipisnya sumber daya alam Risiko Sosial 19 Masalah yang dibuat oleh warga sekitar Dr. Putu Artama W. manusia.D Wira Wardana. 2. Identifikasi Klasifikasi Sikap terhadap risiko Analisis Respons 25 .D Wira Wardana. Putu Artama W.

Ada berbagai metode yang dapat digunakan sebagai tools. dengan penggunaannya yang disesuaikan dengan data maupun kondisi yang ada saat hendak melakukan analisis. 26 . Analisa risiko Hasil identifikasi kondisi-kondisi ketidakpastian yang menimbulkan risiko harus dievaluasi dan dianalisis. Sikap terhadap risiko. kerugian materi yang medium diharuskan penanganan secara medis. keputusan apapun tentang risiko akan dipengaruhi oleh orang atau organisasi yang membuat kepetusan.2 Proses manajemen risiko (Flanagan dan Norman. Salah satu tools standar pengukuran yang dapat digunakan adalah skala pengukuran AS/NZS-4360:2004. seharusnya terjadi disuatu waktu (Moderate) Cenderung dapat terjadi disuatu waktu (unlikely) jarang hanya terjadi pada situasi yang sangat khusus (rare) Sakala pengukuran analisa konsekuensi menurut AS/NZS (4360: 2004) Tidak Signifikan Minor Moderat tanpa kecelakaan manusia dan kerugian materi bantuan kecelakaan awal. dimana: Skala pengukuran analisa kejadian menurut AS/NZS (4360:2004) A : hampir pasti diharapkan akan terjadi disemua situasi (Almost B: C: D: E: Certain) Kemungkinan akan terjadi disemua situasi (likely) Moderat.Gambar 2. kerugian materi yang cukup tinggi. 1993) 3.

Major Bencana kematian kecelakaan yang berat. kehilangan kemampuan/produksi.2 Tingkatan Risiko menurut AS/NZS 4360:2004 Potential Consequence Likelihood consequenc e Insignifican t1 A (Almost certain) B (Likely C (Possible) D (Unlikely) E (Rare) significant Moderate Low Low Low Minor 2 Moderate 3 Major 4 Catastrophi c 5 significan High High Hig t Significan High High Significan t High High t Significan Significan Significant Moderate t t Significant Low Moderate Significan Low Moderate t Sumber: (Jurnal ilmiah engineering vol.2 no.5 september 2015) .5 september 2015) 27 .2 no. kerugian materi yang tinggi. Sumber: (Jurnal ilmiah engineering vol. Salah satu model evaluasi tingkatan risiko dimaksud ditabulasikan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. kerugian keuangan yang sangat besar. bahaya radiasi dengan efek penyebaran yang luas.

1 0. Dampak dari risiko tersebut bila terjadi Dalam membandingkan pilihan proyek dari berbagai risiko yang terkait sering digunakan “indeks risiko”: Indeks risiko = frekuensi X Dampak……………………….3 0.4 0.12 0.01 0.2 no.05 High (51-70%) 0. Evaluasi Risiko Evaluasi risiko pada suatu proyek tergantung pada (Duffield & Trigunrsyah..56 Medium (31-50%) 0.8 0. frekuensi kejadian b.4 Low (11-30%) 0.06 0.28 0. (2.02 0.03 0.Tabel 2.1 0.01 0.3 0.3 probabilitas Vs dampak terhadap proyek Sumber: Duffield & Trigunarsyah 1999 Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa: 28 . Probabilitas terjadinya risiko tersebut.1 Medium 0.4 Matriks probability and Impact berdasarkan PMBOK Very High (71-90%) 0.02 0..9 Very Low 0.2 0.72 Sumber : (Jurnal ilmiah engineering vol.05 0.09 0.36 Very High 0.07 0. 1999) : a.24 Very Low (up to 10%) 0.08 Probability Impact Low 0.14 0.05 0.04 0.5 september 2015) 4.2 High 0..03 0.04 0.7 0.2) probability 2 Acceptable risk 3 1 Project impack Gambar 2.18 0.

2) Tingkat ketidakpastian dalam setiap perkiraan output harus dapat dinilai 29 . atau probabilitas rendah dengan dampak yang berarti pada proyek.1) Tingkatan risiko yang dapat diterima adalah dimana indeks berada dalam zona 1 yaitu dampak yang rendah terhadap proyek dengan probabilitas kejadian sedang. Probabiltas terjadinya suatu risiko biasanya didasarkan kepada data historis. pada kerugian finansial langsung dari pada gangguan pelayanan atau kematian dan kerugian. 2) Tingkatan risiko yang tidak dapat diterima berada pada zona 2 dimana dampak yang tinggi pada proyek dengan kemungkinan kejadian yang besar atau dampak yang terlalu besar bagi proyek 3) Tingkat risiko yang dianggap dapat diterima akan tergantung sekali kepada pengambil keputusan berada pada zona 3 Biasanya tidaklah praktis menganalisis setiap jenis risiko secara rinci. Akurasi dari setiap evaluasi atau analisis risiko hanya akan berakurat data yang menjadi dasar bagi perkiraan probabilitas dan ferkuensinya. harus mempertimbangkan hal-hal berikut: 1) Analisis yang dilakukan harus difokuskan. teknis dan fungsional. Untuk melakukan analisis risiko secara efektif. menurut Burby (1991) dalam Duffel & Trigunarsyah (1999). sedangkan dampak terhadap proyek akan melibatkan analisis. Diperlukan suatu tingkatan dimana kontribusi dari risiko terkecil berikutnya dapat diabaikan bila dibandingkan dengan total risiko yang lebih besar secara kumulatif.

30 . dan yang umumnya penerima risiko dalam tahapan kontruksi suatu proyek adalah kontraktor. Menghindari risiko tersebut pada penawaran awal dengan memberikan batasan atau kualitas tertentu. Jika kontraktor harus bertanggung jawab terhadap seluruh risiko konstruksi dari suatu proyek. 5) Alokasi Risiko Alokasi risiko seringkali merupakan permasalahan yang sulit. Biaya proyek secara keseluruhan akan meningkat apabila risiko proyek tidak dialokasikan kepada pihak yang memiliki kendali terhadap risiko tersebut. Menaikkan nilai penawaran awal untuk mendapatkan imbalan yang sesuai. Secara tradisional para pemilik proyek telah mencoba memindahkan sebanyak mungkin risiko kepada pihak lain. Pertanggung jawaban atas suatu risiko membawa kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan atau kerugian.3) Akurasi dari analisis harus sesuai dengan akurasi data dan tahapan proyek 4) Biaya dan usaha dalam melakukan analisis harus serendah mungkin yang dapat diserap oleh anggaran proyek. atau mengajukkan perubahan lingkup kerja jika dan bila terjadi hal-hal yang tidak memungkinkan. b. dan kontraktor sering kali memindahkan risiko yang diterimanya kepada sub-kontraktor atau perusahaan asuransi. ada dua pilihan yang tersedia untuk mendapatkan kompensasi terhadap tanggung jawab ini yaitu: a.

yaitu : a. Pemerintah berkewajiban untuk melindungi masyarakat umum terhadap risiko finansial dan sosial dari suatu proyek. Dengan menghindari risiko. Potensi keuntungan bagi pemilik dana harus sepadan dengan tingkat risiko yang dihadapi. kontraktor dapat mengetahui bahwa perusahaannya tidak akan mengalami kerugian 31 . Menghindari risiko Menghindari risiko merupakan strategi yang sangat penting. dengan tujuan alokasi risiko kepada pihak-pihak yang memiliki kendali terhadap risiko terkait pada setiap tahapan proyek. strategi ini merupakan strategi yang umum digunakan untuk menangani risiko. kontraktor akan mulai memformulasikan strategi penanganan risiko yang tepat. Strategi ini didasarkan kepada sifat dan dampak potensial / konsekuensi dari risiko itu sendiri.Penanganan risiko sebaiknya dimulai pada tahapan awal proyek. Ada lima strategi alternatif untuk menangani risiko. Adapun tujuan dari strategi ini adalah untuk memindahkan dampak potensial risiko sebanyak mungkin dan meningkatkan kontrol terhadap risiko. 6) Respon Manajemen Setelah risiko – risiko yang mungkin terjadi diidentifikasi dan dianalisa.

Contohnya : seorang kontraktor yang ingin menghindari risiko politik dan finansial berkaitan dengan proyek pada negara dengan kondisi politik yang tidak stabil. maka kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dari proyek tersebut juga ikut menghilang. dapat menolak melakukan tender proyek pada negara tersebut. Di sisi lain. Mencegah risiko dan mengurangi kerugian Alternatif strategi yang kedua adalah mencegah risiko dan mengurangi kerugian. kontraktor juga akan kehilangan sebuah peluang untuk mendapatkan keuntungan yang mungkin didapatkan dari asumsi risiko tersebut. Strategi ini secara langsung mengurangi potensi risiko kontraktor dengan 2 cara. 2) Mengurangi dampak finansial dari risiko. Contohnya : pemasangan alarm atau alat anti – maling pada peralatan di proyek. b. apabila kontraktor tersebut menolak untuk melakukan tender. Sebuah gedung yang dilengkapi dengan sprinkler 32 . apabila risiko tersebut benar – benar terjadi. yaitu : 1) Mengurangi kemungkinan terjadinya risiko. Namun demikian. akan mengurangi kemungkinan terjadinya pencurian.akibat risiko yang telah ditafsir.

Meretensi risiko Retensi risiko telah menjadi aspek penting dari manajemen risiko ketika perusahaan menghadapi risiko proyek. baik secara utuh maupun sebagian.system. c. dan juga kapabilitas finansial dari kontraktor itu sendiri. tergantung pada filosofi. perlu dibedakan antara 2 jenis retensi yang berbeda. 1) Retensi risiko yang terencana (planned) adalah asumsi yang secara sadar dan sengaja dilakukan oleh kontraktor untuk mengenali atau mengidentifikasi risiko. dari dampak finansial suatu risiko yang akan dialami oleh perusahaan. kebutuhan khusus. Dalam mengadopsi strategi retensi risiko ini. Retensi risiko adalah perkiraan secara internal. d. 2) Retensi risiko yang tidak terencana (unplanned) terjadi ketika kontraktor tidak mengenali atau mengidentifikasi keberadaan dari suatu risiko dan secara tidak sadar mengasumsi kerugian yang akan muncul. Dengan strategi seperti itu. apabila gedung tersebut mengalami kebakaran. akan mengurangi dampak finansial. Mentransfer risiko 33 . risiko dapat ditahan dengan berbagai cara.

subkontraktor ataupun supplier material dan peralatan. Secara formal. pihak asuransi (insurer) setuju untuk 34 .Pada dasarnya. melalui negosiasi. dimana pihak asuransi setuju untuk menerima beban finansial yang muncul dari adanya kerugian. Biasanya. transfer risiko dapat dilakukan. baik untuk sebuah organisasi ataupun untuk individu. Asuransi Asuransi menjadi bagian penting dari program manajemen risiko. transfer risiko ini dilakukan melalui syarat atau pasal – pasal dalam kontrak seperti: hold – harmless aggrement dan klausul jaminan atau penyesuaian kontrak. Dengan adanya persetujuan tersebut. Transfer risiko bukanlah asuransi. e. ditanggung bersama atau ditanggung secara utuh oleh pihak lain selain kontraktor. apabila risiko tersebut benar – benar terjadi. kapanpun kontraktor menjalani perencanaan kontraktual dengan banyak pihak seperti pemilik. dimana kompensasi ekstra akan diberikan kepada kontraktor apabila terjadi perbedaan kondisi tanah pada suatu proyek. Karakeristik esensial dari transfer risiko ini adalah dampak dari suatu risiko. asuransi dapat didefinisikan sebagai kontrak persetujuan antara 2 pihak yang terkait yaitu: pengasuransi (insured) dan pihak asuransi (insurer). Contohnya: penyesuaian pada harga penawaran. Asuransi juga termasuk di dalam strategi transfer risiko.

Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. Suharsimi Arikunto (1999:140). pengendalian dan perbaikan mutu 35 dalam berbagai riset (qualitiy improvement) serta . 2. 4) Karena kuesioner biasanya menyatakan jawaban sesuai dengan perilaku responden yang pernah dilakukan. atau hal-hal yang diketahui. pengasuransi (insured) harus membayar sejumlah premi tiap periodenya. 3) Kuesioner secara relative lebih efisien untuk sumber data yang banyak. SPSS banyak dipakai pasar. 2.7 Program Statistik SPSS (Statistical Product and Service Solution) SPSS adalah software khusus statistik yang beredar sekarang.mengganti rugi kerugian yang terjadi (seperti yang tercantum dalam kontrak) dengan balasan. karena dapat mengisi kuesioner dengan memilih waktunya sendiri yang paling luang.6 Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah penyebaran kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan penelitian. Dalam kuisioner ada beberapa cara. SPSS adalah yang paling populer dan paling banyak digunakan pemakai di seluruh dunia. yaitu: 1) Kuesioner baik untuk sumber data yang banyak dan tersebar 2) Responden tidak merasa terganggu.

militer. riset ilmu sains dan lainnya. SPSS disebut sebagai PASW (Predictive Analytics SoftWare). seperti untuk proses produksi dipabrik. Sekarang kepanjangan SPSS adalah Statistical Product and Service Solutions. Sekarang kemampuan SPSS diperluas untuk melayani berbagai jenis pengguna (user).2 miliar. Pada awalnya SPSS dibuat untuk keperluan pengolahan data statistik untuk ilmu-ilmu social. riset pemasaran. SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke dalam SPSS Data Editor. Kepopuleran SPSS ini dijadikan sebagai alat untuk pengolahan data. Bagaimanapun struktur dari file data mentahnya. broadcasting. karena perusahaan ini telah dibeli oleh perusahaan IBM dengan harga US$1. sekarang diperluas untuk melayani berbagai jenis user. maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Case berisi 36 . penilaian kredit. peramalan bisnis.risetriset sains. SPSS adalah singkatan dari Statistical Package for the Social Sciences. database marketing. Hingga saat sekarang produk SPSS telah dipakai dalam berbagai bidang seperti ilmu keuangan. farmasi. telekomunikasi. retail. seperti untuk proses produksi di pabrik. sehingga kepanjangan SPSS itu sendiri adalah Statistikal Package for the Social Sciens. penilaian kepuasan konsumen (customer satisfaction) dan sebagainya. Sejak tanggal 28 Juli 2009. riset ilmu-ilmu sains dan lainnya. customer relationship.

1 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrument dalam pengukuran apa yang ingin diukur. 2. perhitungan dilakukan dengan hasil perhitungan korelasi akan didapat suatu koefisien korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas suatu item atau untuk menentukan apakah suatu item layak digunakan atau tidak.8 Teknik Pengambilan Sampel 2. Pada programa SPSS teknik pengujian yang sering digunakan untuk uji validitas adalah menggunakan korelasi Bivariate pearson (Produk Momen 37 . Validitas item ditunjukan dengan adanya korelasi atau dukungan terhadap item total (skor total). Uji validitas yang digunakan adalah uji validitas item.05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian).05. Dalam penentuan layak atau tidaknya suatu item yang akan digunakan.05 (signifikansi 5% atau 0.informasi untuk satu unit analisis. biasanya dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi pada taraf signifikan 0.8. Untuk pembahasan ini dilakukan uji signifikansi 0. Uji validitas sering digunakan untuk mengukur ketepatan suatu item dalam kuesioner atau skala. sedangkan variable adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus. Apakah itemitem pada kuesioner tersebut tepat dalam mengukur apa yang ingin diukur. Artinya suatu item dianggap valid jika berkorelasi signifikan terhadap skor total.

Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item. Item-item pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan skor total menunjukan item-item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan.Pearson) dan corrected item-Total correlation. Koefisien korelasi item total dengan Bivariate Pearson dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut: ∑ x ¿2 2 ∑ y¿ n ∑ y2 – ¿ ¿ ……………………. Masing-masing teknik perhitungan korelasi akan dijelaskan dibawah ini : 1. 2.3 n ∑ x 2−¿ ¿ ¿ √¿ n ∑ xy−(∑ x )(∑ y ) r xy = ¿ Keterangan : r xy = koefisien korelasi item-item (Bivariate Pearson) y = skor item x = skor total n = banyak subjek 38 . Bivariate pearson (Produk Momen Pearson) Analisis ini dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total.

Dalam penelitian ini akan digunakan metode cronbach’s alpha. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur. apakah alat ukur pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. 0. formula belah dua dari spearman brown. Jika r hitung ≥ r tabel (uji dua sisi dengan sig. formula flanagon. Kriteria pengujian adalah sebagai berikut: 1.05) maka instrument atau item-item pertanyaan berkolerasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid). Ada beberapa metode pengujian reliabilitas diantaranya metode tes ulang. dan metode anova hoyt.Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikan 0.05) maka instrument atau item-item pertanyaan tidak berkolerasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid).05. 0-50) Rumus realibilitas dengan metode alpha adalah: [ ][ r11 = Keterangan: ∑σ k 1− 2 b k−1 σ t 2 ] r 11 ……………………… 2. 2. cronbach’s alpha. KR-21. 0. 1-5.) atau skor rentangan (missal 0-20.4 = Reliabilitas instrument k = banyaknya butir pertanyaan ∑σ b 2 = Jumlah varian butir 39 . Jika r hitung < r tabel (uji dua sisi dengan sig. metode formula KR-20. Metode cronbach’s alpha sangat cocok digunakan pada skor berbentuk skala (missal 1-4.

d.d.21 s. Jika alpha rendah.80. berarti reliable 5) Nilai alpha Cronbach 0.00.50 – 0. ada pula yang memaknakannya sebagai berikut: Jika alpha > 0.d.d. Jika alpha antara 0.42 s. berarti sangat reliabel 40 .20. Jika alpha < 0.70 – 0.d. Jika alpha 0. berarti cukup reliable 4) Nilai alpha Cronbach 0.90 maka reliabilitas sempurna. 1.50 maka reliabilitas rendah.σ2 t = Varian total Jika nilai alpha > 0.90 maka reliabilitas tinggi. kemungkinan satu atau beberapa item tidak reliabel.70 maka reliabilitas moderat. 0.7 artinya reliabilitas mencukupi (sufficient reliability) sementara jika alpha > 0. 0. 0.61 s.60.40.00 s. berarti kurang reliable 2) Nilai alpha Cronbach 0. berarti agak reliable 3) Nilai alpha Cronbach 0.80 ini mensugestikan seluruh item reliabel dan seluruh tes secara konsisten memiliki reliabilitas yang kuat. Atau. 0. Skala tersebut juga dapat dikelompokkan ke dalam lima kelas dengan range yang sama. yaitu : 1) Nilai alpha Cronbach 0.81 s.

7. Nama proyek : Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Halu Oleo Tahap II 2.A Mokodompit 4.1 Studi Kasus 1.2 Teknik Penarikan Sampel 41 .BAB III METODE PENELITIAN 3.000.E. 6. Biaya Waktu Pelaksanaan Kontraktor Pelaksana Konsultan MK Kampus Bumi Tridharma Anduonuhu Kendari : Rp 44.607. 5. Lokasi Proyek : Jln. Dana Konsultan 3.H. Nomor Proyek: 149-1/PKK/UHO/VII/2015 3.Delima Emas Gasindo : PT.000.: 06 Agustus 2015 s/d 31 Desember 2015 : PT.

Metode 42 . Responden diambil dari pihak-pihak yang berkompoten dalam pelaksanaan proyek konstruksi seperti para kontraktor dan konsultan. 3.5 Metode Analisis Data Dalam penelitian ini terdapat beberapa variabel yang digunakan sebagai acuan untuk mengukur probabilitas dan dampak/pengaruh resiko.Delima Emas Gasindo yakni pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UHO Tahap II. dan data sekunder yaitu sumber informasi yang diperoleh dari studi literatur dari penelitian terdahulu. Sedangkan obyek penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi resiko. 3. yaitu informasi yang diperoleh secara langsung dari responden. kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan memberi daftar pertanyaan tertulis kepada responden untuk memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian. Hal ini bertujuan untuk mengumpulkan fakta-fakta yang berupa pendapat atau presepsi dan pengamatan. yang juga sebagai subyek penelitian.Sampel dalam penelitian ini adalah para kontraktor dan konsultan pada proyek konstruksi di PT.4 Pengumpulan Data Pengumpulan data pada penelitian ini yaitu data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner tersebut diberikan langsung kepada responden yakni kontraktor dan konsultan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi dalam dua bagian yakni data primer.

3. berupa skala ordinal yang menunjukan tingkat/rangking dari responden terhadap resiko yang teridentifikasi. skala yang digunakan untuk mengatur sikap. dimana faktor-faktor yang teridentifikasi sebagai aspek sumber resiko Untuk mendapatkan aspek. pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok tentang kejadian atau suatu gejala disebut skala likert.6 Rancangan Penelitian Untuk pengukuran presepsi dan pengamatan responden tidak bisa langsung diolah karena nilainya masih bersifat kualitatif.1 Skala Frekuensi (likelihood) n o 1 2 3 4 5 Tingkat Frekuensi Sangat jarang Jarang Kadang-kadang Sering Sangat sering Skala 1 2 3 4 5 43 . Tabel 3. Penelitian ini merupakan Analisis Resiko Kualitatif. Skala penilaian terhadap terjadinya masalah pada proyek konstruksi digunakan skala likelihood (frekuensi/peluang) seperti pada tabel berikut.aspek resiko yang utama digunakan metode Analisis Faktor dan Analisis Komponen Utama terhadap data hasil kuesioner. sehingga harus dikuantitatifkan dengan memberikan skala paada jawaban responden.penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif kualitatif. Identifikasi resiko yang dihasilkan dari data sekunder (literatur). dengan pemberian kode untuk mempermudah mengolah data secara matematis. Menurut ridwan (2009). jurnal dan penelitian terdahulu lalu dikembangkan dengan melakukan wawancara dengan bantuan kuisioner mengenai berbagai kemungkinan kejadian (likelihood to occurrence) dan pengaruh (potential consequences) atas resiko-resiko yang ada.

Mengacu pada skala penerimaan resiko (risk acceptability) oleh Godfrey (1996) dan Saputra (2005).2 Skala (konsekuensi) / Dampak n Tingkat Frekuensi Skala o 1 Sangat kecil 1 2 Kecil 2 3 Sedang 3 4 Besar 4 5 Sangat besar 5 Sumber : Godfrey (1996).3 Skala penerimaan resiko Penerimaan resiko Skala Penerimaan Unacceptable (tidak dapat terima) X > 12 Undesirable (tidak diharapkan) 5 ≤ X < 12 Acceptable (dapat diterima) 2<X<5 44 . dengan mempertimbangkan skala consecuences dan skala likehood seperti diatas. maka disusun skala penerimaan resiko seperti pada Tabel berikut: Tabel 3. saputra (2005) Sedangkan skala penilaian terhadap besarnya pengaruh suatu peristiwa terhadap terjadinya masalah pada proyek konstruksi menggunakan skala consequences (konsekuensi) seperti pada tabel berikut: Tabel 3.Sumber: Godfrey (1996). saputra (2005) Dari skor yang diberikan oleh para responden pada setiap identifikasi resiko dapat ditentukan modus data itu sebagai representasi pendapat responden terhadap resiko yang telah teridentifikasi.

7 Alur Tahapan Penelitian Mulai Studi literatur resiko Review literatur Penentuan Variabel resiko resiko frekuensi Dampak Uji statistik Analisis data Jumlah resiko Tidak perlu penangan ya Dapat diterima 45 Tidak ak Penanganan resiko . saputra (2005) 3.Negligible (dapat diabaikan) X<2 Sumber : Godfrey (1996).

Kesimpulan dan saran Selesai Gambar 3. Jenis kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner tertutup dimana pada angket tertutup jawabannya sudah tersedia dan sampel penelitian yaitu para kontraktor dan konsultan pada proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UHO Tahap II.2 Uji validitas dan reliabilitas Sebelum dilakukan perhitungan faktor analisis risiko maka dilakukan uji validitas dan reliabilitas. 4.1 Deskriptif Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa angket/kuesioner. Presentase tersebut menggambarkan keseragaman jawaban sampel penelitian serta menunjukkan seberapa jauh sumbangan tiap-tiap bagian (aspek) di dalam keseluruhan konteks permasalahan dalam penelitian ini. Hasil jawaban dari sampel penelitian melalui penyebaran kuesioner tersebut kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk presentase. Item pertanyaan pada kuesioner dinyatakan valid 46 .1 tahapan penelitian BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.

Untuk uji validitas dapat dilihat pada a. Selanjutnya pada uji reliabilitas 1 variabel yang tidak reliabel yang terdiri dari 3 soal jadi total yang pertanyaan yang drop berjumlah 4 soal.5760 uji validitas dilakukan dengan perhitungan manual mengguanakan program SPSS versi 23 dari hasil perhitungan tersebut terdapat 4 item pertanyaan yang dinyatakan drop karena nilai rhitung < rtabel.1 Uji Validitas Untuk uji validitas pada penelitian ini di laukan dua kali yaitu uji validitas frekuensi risiko dan uji validitas pengaruh/dampak risiko. Pada uji validitas dilakukan pada frekuensi risiko yang terjadi. tabel berikut: Uji Validitas Frekuensi Risiko Uji validitas dilakukan terhadap frekuensi (likelihood) dan konsekuensi (concequenses) dari masing masing variabel risiko. 47 . dari hasil uji tersebut terdapat 2 item pertanyaan yang tidak valid sedangkan pada uji validitas pengaruh risiko yang terjadi tidak terdapat item pertanyaan yang tidak valid. uji coba kuesioner dilakukan pada 12 responden.apabila hasil perhitungan validitas lebih besar dari nilai r tabel untuk jumlah responden tertentu dan taraf kesalahan (alpha) tertentu. (contoh kuesioner yang valid dapat dilihat pada lampiran). 4. Selanjutnya data yang valid tersebut yang dugunakan sebagai variabel penelitian pada tugas akhir ini. Sehingga item pertanyaan yang peneliti gunakan untuk dinyatakan kepada sampel penelitian yaitu sebanyak 15 soal yang terdiri dari 5 variabel. Dalam penelitian ini. Nilai rtabel untuk 12 responden dan alpha sebesar 5% adalah 0.2. Maka. peneliti membuang pertanyaan soal tertentu yang tidak valid karena dirasa sudah tidak dapat diubah.

menggunakan program SPSS.576 Kesimpulan Valid 0.895 0 0.576 Valid terhadap kondisi lapangan Penyimpangan desain dari konstruksi 0.576 Valid waktu lama Tidak tersedianya atau kekurangan 48 .926 0 0.723 0 0.846 0 0.907 0 0.Validitas kuesioner diukur dengan menghitung korelasi antar data pada masing-masing pernyataan dengan skor total.576 Valid konstruksi yang tidak cukup Kerusakan mesin konstruksi dan 0.601 0.739 0 0.576 Valid 0.885 0 0.576 Valid 0.576 Valid Perlengkapan keselamatan kerja 0.576 Valid 0.866 0 0.576 Valid Rendahnya kualitas personil manajen Pertimbangan yang tidak matang bahan baku material Keterlambatan dalam penyediaan dan masukkan peralatan konstruksi Kapasitas produksi dari peralatan peralatan dan kelebihan muatan dari peralatan konstruksi Peralatan yang tidak digunakan dalam 0 0. Uji validitas frekuensi risiko dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.576 Valid kesalahan listrik Kekurangan dari pemeliharaan 0.692 0 0.576 Valid Kematian karena kecelakaan 0.613 rtabel 0.835 0 0.576 Valid 0.952 0 0.576 Valid Jenis dan kualitas yang salah dari 0.1 validitas frekuensi risiko Indikator Rendahnya kualitas tenaga teknis rhitung 0.576 Valid material Kecelakaan di Site 0.960 0 0.

576 0 0.576 0 Kematian karena kecelakaan 0.576 Valid 0 b.576 0 0.985 0.835 0. Adapun hasil validitas dampak risiko terhadap konstruksi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.576 0 0.Masalah yang dibuat warga sekitar 1 0 0.576 0 0.576 0 0.576 0 0.987 0.576 0 0.931 Rendahnya kualitas personil manajen Pertimbangan yang tidak matang terhadap kondisi lapangan Penyimpangan desain dari konstruksi Jenis dan kualitas yang salah dari bahan baku material Keterlambatan dalam penyediaan dan masukkan peralatan konstruksi Kapasitas produksi dari peralatan konstruksi yang tidak cukup Kerusakan mesin konstruksi dan kesalahan listrik Kekurangan dari pemeliharaan peralatan dan kelebihan muatan dari peralatan konstruksi Peralatan yang tidak digunakan dalam waktu lama Tidak tersedianya atau kekurangan material Kecelakaan di Site 0.576 0 0.700 0.2 validitas pengaruh/dampak risiko Indikator rhitung rtabel Rendahnya kualitas tenaga teknis 0.576 0 0.919 49 0.934 0.747 0.926 0.587 0.814 0.576 0 0.576 0 0.576 Kesimpula n Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .831 0. Uji Validitas Pengaruh/Dampak Risiko Untuk uji validitas pengaruh/dampak risiko juga sama seperti proses validitas frekuensi risiko.627 0.

4. Hal ini berarti bahwa kelima variabel tersebut dinyatakan valid sebagai alat ukur.2 Uji reliabilitas Selanjutnya perhitungan manual untuk uji dengan reliabilitas. maka diperoleh nilai rhitung dari kelima variabel yang terdiri dari 14 indikator lebih besar dari pada nilai r tabel.Perlengkapan keselamatan kerja Masalah yang dibuat warga sekitar 0.742 0. 50 .576 0 0.000 Keterangan Reliabel Sangat reliabel Sangat reliabel Reliabel - c. Dari jumlah sampel penelitian tersebut terbagi atas beberapa kelompok usia yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini.3 Reliabilitas Variabel Variabel Risiko personil Risiko teknologi konstruksi Risiko peralatan & material Risiko keselamatan Risiko sosial Nilai 0.2. rumus Alpha berdasarkan (lampiran) hasil dan menggunakan program SPSS versi 23 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.779 0. Deskripsi Sampel Responden Penelitian Berdasarkan Usia Sampel dalam penelitian ini adalah para konsultan dan kontraktor pada proyek pekerjaan konstruksi Rumah Sakit Pendidikan UHO Tahap II yakni PT Delima Emas Gasindo yang berjumlah 12 responden.851 1 0 0.904 0.576 0 Valid Valid Berdasarkan output di atas.899 0.

e. Deskripsi Sampel Responden Penelitian Berdasarkan Pengalaman Kerja Deskripsi Sampel Responden Penelitian Berdasarkan Pengalaman Kerja dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.4 Presentase Sampel Penelitian Berdasarkan Usia d.5 Presentase Sampel Penelitian Berdasarkan Pengalaman Kerja. Pada tabel di atas tampak bahwa mayoritas sampel penelitian berlatar belakang telah memiliki pengalaman kerja.Tabel 4. Deskripsi Sampel Responden Penelitian Berdasarkan Pendidikan Terakhir 51 .

Selanjutnya dilakukan perhitungan hubungan antara jumlah frekuensi terhadap dampak dan pengaruh terhadap konstruksi dengan analisis regresi linear tunggal menggunakan softwere SPSS versi 23. didominasi oleh pekerja berpendidikan S-1 disusul SMA kemudian Diploma III .6 Presentase Sampel Penelitian Berdasarkan Pendidikan Selanjutnya setelah semua data dinyatakan valid dan reliabel maka dilakukann perhitungan jumlah frekuensi risiko dan besar dampak risiko yang ada pada proyek konstrukasi.4 Hasil Rekapitulasi Data Jawaban Responden Untuk Frekuensi Risiko Tabel 4. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.7 Hasil rekapitulasi data jawaban responden terhadap frekuensi 52 .Untuk mutu pendidikan responden.3 Analisa Data Berdasarkan jawaban responden yang dipresentasekan maka dilakukan analisis perhitungan probabilitas dan dampak risiko untuk mendapatkan tingkat risiko dan dampak terhadap biaya. 4. 4.

Dari jawaban responden selanjutnya dilakukan perhitungan probabilitas dan dampak risiko. Keterangan : Sangat Besar (SB) Besar (B) Sedang (S) Kecil (K) Sangat Kecil (SK) 4.5 Konsep Severity Index (SI) Konsep ini dipakai untuk mengetahui nilai P (Probability) dan I (Impact).. 1996). Serverity Index (SI) dihitung menggunakan rumus sebagai berikut : 53 . Keunggulan konsep severity index adalah dapat mempermudah pengklasifikasian(Al-Hammad et al.

4. 1. x2. . . n Dengan. xi x 100 12∑12 i=0 xi Dimana: ai xi = Konstanta penilaian = Frekuensi Responden i = 0. a2 = 2. x0. . maka a0= 0 x1 = Frekuensi responden ‘rendah/kecil’ dari survey. x4. . adalah respon frekuensi responden a0 = 0 . maka a1 = 1 x2 = Frekuensi responden ‘cukup tinggi/besar’ dari survey. x3.maka a2 =2 x3 = Frekuensi responden ‘tinggi/besar’ dari survey.∑ 12 i=0 ai. a3 = 3. a1 = 1. 3. x0 = Frekuensi responden ‘sangat rendah/kecil’dari survey. 2004). Tingkat risiko merupakan perkalian dari skor probability dan skor impact yang didapat dari responden (PMBOK Guide.6 Matriks Probabilitas dan Dampak Probability and Impact Matrix digunakan untuk mengukur tingkat risiko. Untuk mengukur risiko menggunakan rumus seperti berikut : 54 . x1. a4 = 4 maka. maka a3 = 3 x4 = Frekuensi responden ‘sangat tinggi/besar’ dari survey. maka a4 = 4 4. 2.

2 Analisis Probabilitas dan Dampak 55 .7.1 matriks probababilitas dan dampak 4. 4.7 Tahapan Pengolahan Data Tahapan . [2] Selanjutnya risiko tersebut dapat diplotkan dalam matriks probabilitas dan dampak untuk mengetahui risiko mana yang kemungkinan terjadinya besar dan berdampak besar bagi proyek.7. Data yang digunakan adalah data hasil survey pendahuluan..Risiko = Probabilitas x Dampak (Impact) ………………..1 Analisis Variabel Risiko Analisis ini digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang relevan.tahapan pengolahan data untuk mendapatkan tingkat probabilitas dan dampak risiko terhadap biaya adalah: 4. Analisa dilakukan dengan menggunakan skala Guttman. Jika ada variabel risiko yang tidak tercantum maka nantinya akan dicantumkan dalam pengolahan data. Faktor-faktor risiko ini akan bertambah yang berasal dari pengalaman para responden dan tidak tercantum dalam studi literatur. Gambar 4.….

9 Very Low 0.04 0.7 0.36 Very High 0.08 Probability Impact Low 0.24 Very Low (up to 10%) 0.14 0.03 0. Untuk klasifikasi dari skala penilaian pada frekuensi dan dampak terhadap SI adalah sebagai berikut : Tabel 4.1 0.28 0.02 0.05 0.07 0.05 0.2 0. langkah awal adalah melakukakan analisis menggunakan severity index lalu mengkatagorikannya berdasarkan besar probabilitas dan dampaknya.4 0.04 0.06 0.Data yang didapat dari kuesioner utama.18 0.05 High (51-70%) 0.2 High 0.72 Dan untuk konversi SI terhadap dampak biaya didapat dari : Skala dampak x Nilai Kontrak = Asumsi nilai akhir dampak……………[3] Tabel 4.9 skala penilaian SI terhadap probabilitas Very High (71-90%) 0.09 0.4 Low (11-30%) 0.56 Medium (31-50%) 0.1 0.1 Medium 0.8 skala penilaian SI terhadap probabilitas Tabel 4.3 0.01 0.02 0.03 0.3 0.10 asumsi nominal terhadap biaya kontrak 56 .12 0.8 0.01 0.

Dan jika kategori risiko sangat rendah adalah ≤ 20 maka skala dampak maka skala dampak 5% dari kontrak.11 skala penilaian SI terhadap probabilitas 4.3 Analisis Perhitungan Nilai Tingkat Risiko Kategori risiko berdasarkan SI yang didapat kemudian dirubah dengan kategori angka seperti berikut: Tabel 4. jika kategori risiko tinggi probabilitas 60-80 maka skala dampak adalah 40% dari kontrak. Untuk penelitian ini adalah termasuk kategori sangat rendah.7. Jika kategori rendah 20-40 maka kategori risiko maka skala dampak adalah 10%. Jika kategori risiko cukup maka probabilitas adalah 40-60 dan skala dampak adalah 20% dari nilai kontrak.7.12 Perhitungan analisis probabilitas dan dampak risiko 57 . 4.4 Perhitungan analisis probabilitas dan dampak risiko Perhitungan probabilitas dan dampak risiko di lakukan dengan menggunakan rumus…… [1] yakni dari nilai frekuansi kemudian dikategorikan berdasarkan tingkat risiko sehingga didapatkan nilai SI % sedangkan probabilitas (P) didapatkan dari tabel SI.Apabila kategori sangat tinggi maka probabilitas 80-100 dan skala dampaknya adalah 80% dari nilai kontrak. Tabel 4.

Dari tabel tersebut terlihat bahwa dampak risiko terhadap biaya
adalah Rp 223.000,00 hal ini termasuk kategori dampak sangat rendah
(SR).
Untuk risiko yang memiliki kategori probabilitas dengan angka
lebih besar adalah R7 (Keterlambatan dalam penyediaan dan pemasukkan
peralatan konstruksi) dengan niilai 19,36,

R12 (Kecelakaan di Site)

dengan nilai 10,78. R6 (Keterlambatan dalam penyediaan dan
pemasukkan peralatan konstruksi) dengan nilai 9,25, R4 Penyimpangan
desain dari konstruksi, R8 (Kerusakan mesin konstruksi dan kesalahan
listrik), R9 (Kekurangan dari pemeliharaan peralatan dan kelebihan
muatan dari peralatan konstruksi), R13 (Perlengkapan keselamatan kerja
yang tidak memadai) R14 (Masalah yang dibuat oleh warga sekitar),
dengan nilai rata-rata 8. R3 (Pertimbangan yang tidak matang terhadap
kondisi lapangan) dengan nilai sebesar 7,82. R2 (Rendahnya kualitas
personil manajemen) dengan nilai 6,52. R5 (Jenis dan kualitas yang salah
dari bahan baku material) dengan nilai 6,70. R11 (Tidak tersedianya atau
kekurangan material) dengan nilai 6,56. R1 (Rendahnya kualitas tenaga
58

teknis) dengan nilai 2,85. R10 (Peralatan yang tidak digunakan dalam
waktu lama) dengan nilai 4,38. Namun semua angka tersebut menurut SI
adalah termasuk dalam kategori sangat rendah.

4.7.5 Perhitungan Analisis risiko
Tabel 4.12 Perhitungan analisis probabilitas dan dampak risiko

Dari ke-14 jenis risiko yang ada termasuk kategori risiko sangat rendah
atau tidak signifikan menurut SI baik probabilitas maupun dampak terhadap
konstruksi. Begitu juga dengan dampak yang ditimbulkan terhadap biaya
tidak terlalu signifikan yakni hanya 223 ribu rupiah.
4.8 Perhitungan Pengaruh Frekuensi Dan Dampak Risiko Terhadap
Konstruksi Dari Jawaban Responden
Tabel 4.14 Data hubungan antara frekuensi dan pengruh risiko terhadap
konstruksi berdasarkan jawaban responden

59

Frekuensi (X)

Pengaruh (Y)

23
22
26
30
29
34
39
41
28
32
28
27
34
22

40
34
43
44
39
43
45
48
36
32
42
33
37
31

Berdasarkan data tersebut selnjutnya dilakukan uji regresi linear
tunggal dengan rumsu

a+ Bx . Tahapan-tahapan yang dilakukan untuk m

elakukan uji regresi adalah:
4.9 Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik yang dilakukan meliputi : multikolinieritas,
heteroskedastisitas, dan normalitas.

4.9.1 Multikolinieritas
Tabel 4.15 Collinearity Statistics
60

4. Berdasarkan syarat asumsi klasik regresi linier dengan OLS.10.0 1. maka model regresi linier yang baik adalah yang terbebas dari adanya multikolinieritas. Begitu pun nilai tolerancenya tidak mecapai nilai yang lebih kecil dari 0.2 Hasil Uji Heteroskedastisitas Dari gambar di atas terlihat bahwa sebaran titik tidak membentu suatu pola/alur tertentu. sehingga dapat dikatakan tidak 61 .2 Heteroskedastisitas Gambar 4.0 Output nilai variance inflation factor (VIF) dari varibel tersebut model tidak lebih besar dari 10. Hal ini menunjukkan bahwa model tersebut bebas dari multikolinieritas.9.Model Frekuensi Risiko Collinearity Statics Tolerance VIF 1.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal. Maka model ini dapat dinyatakan telah memenuhi persyaratan asumsi klasik dari regresi linier dengan pendekatan OLS.2 Normal PP Plot di atas. 4.3 Normal P-P Plot Hasil uji normalitas dapat dilihat dari Gambar 4. Maka dapat dinyatakan bahwa syarat uji asumsi klasik untuk terbebas dari heteroskedastisitas telah terpenuhi pada model ini.9. Pada gambar tersebut terlihat sebaran titik-titik relatif mendekati garis lurus.3 Uji Normalitas Gambar 4. 62 .terjadi heteroskedastisitas atau dengan kata lain terjadi homokedastisitas.

Sebagai dasar pengambilan keputusannya. 1) Metode grafik. Residual berdistribusi normal jika nilai signifikansi lebih dari 0.05.4.5 Uji F Uji keterandalan model atau uji kelayakan model atau yang lebih populer disebut sebagai uji F (ada juga yang menyebutnya sebagai uji simultan model) merupakan tahapan awal mengidentifikasi model regresi yang diestimasi layak atau tidak. apakah mengikuti distribusi normal. Beberapa metode uji normalitas yaitu dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik Normal P-P Plot of regression standardized residual atau dengan uji One Sample Kolmogorov Smirnov.9. atau exponential. Dalam hal ini untuk mengetahui apakah distribusi residual terdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas residual dengan metode grafik yaitu dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik Normal P-P Plot of regression standardized residual. jika titik-titik menyebar sekitar garis dan mengikuti garis diagonal maka nilai residual tersebut telah normal. 2) Metode statistik One Sample Kolmogorov Smirnov. 4. 63 . uniform. poisson. Uji One Sample Kolomogorov Smirnov digunakan untuk mengetahui distribusi data.9. Model regresi yang baik adalah yang memiliki nilai residual yang terdistribusi secara normal.4 Normalitas Uji normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak.

Apabila nilai prob.05 maka dapat dikatakan bahwa model regresi yang diestimasi tidak layak. F hitung lebih besar dari tingkat kesalahan 0.16 Hasil Uji F 64 .9.1 Uji Keterandalan Model (Uji F) Tabel 4. Untuk menguji pengaruh keterikatan kedua variabel tersebut langkah-langkah yang dilakukan adalah: 4.Layak (andal) disini maksudnya adalah model yang diestimasi layak digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat. F hitung (ouput SPSS ditunjukkan pada kolom sig.9 Uji Kelayakan Model 4. Pengunaan software SPSS memudahkan penarikan kesimpulan dalam uji ini. karena mengikuti mengikuti distribusi F yang kriteria pengujiannya seperti One Way Anova. Nama uji ini disebut sebagai uji F.05 (yang telah ditentukan) maka dapat dikatakan bahwa model regresi yang diestimasi layak. sedangkan apabila nilai prob.) lebih kecil dari tingkat kesalahan/error (alpha) 0.

Hal ini berarti variabel X tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Y pada taraf keyakinan 95%.3 Koefisien Determinasi 65 .Nilai probabilitas F hitung (Sig.17 Hasil Uji t Berdasarkan tabel hasil uji t di atas.2 Uji Koefisien Regresi (Uji t) Tabel 4. Sehingga dapat dinyatakan bahwa biaya pencegahan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap biaya kualitas pada taraf keyakinan 95%.1 lebih besar dari tingkat kesalahan (alpha) 0.9. 4. 4.135 lebih besar dari tingkat kesalahan (alpha) 0. maka diperoleh pernyataan nilai probabilitas t hitung dari variabel X frekuensi risiko dari jawaban responden sebesar 0.9.05.) pada tabel di atas yaitu 0.05.

maka diperoleh model regresi sebagai berikut : Y = 0. Sedangkan 68. dapat dikatakan bahwa pengaruh frekuensi terhadap dampak risiko menurut jawaban responden hanya sekitar 31.313 menunjukkan bahwa proporsi pengaruh keempat variabel bebas terhadap variabel terikat hanya sebesar 31. 66 . 4. maka selanjutnya dapat dianalisa kontribusi variabel bebas.551 X Keterangan : Y = pengaruh/dampak risiko berdasarkan jawaban responden X = frekuensi Berdasarkan penentuan model di atas.7 Interpretasi Model Setelah estimasi regresi linier tunggal dilakukan.7% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini.3%.3%. Dengan demikian.Tabel 4.18 Adjusted R-Square Dilihat dari nilai Adjusted R Square yang besarnya 0.

67 .Tabel 4.551 Variabel frekuensi (X) memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pengaruh/dampak risiko namun tidak memiliki potensi risiko yang signifikan.19 Kontribusi Variabel Bebas Terhadap Variabel Terikat Variabel X Uraian Frekuensi risiko Standardized Coefficient 0.

1 Kesimpulan Bersarkan deskripisi dan analisis data yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.3%.05% sehingga dampak terhadap biaya adalah 233 ribu rupiah. Sedangkan 68.BAB V PENUTUP 5. sedangkan skala dampak adalah 0.2 Saran Adapun saran penulis untuk peneliti selanjutnya demi kesempurnaan penelitian ini adalah: 68 .36% yakni berada pada R7 (Keterlambatan dalam penyediaan dan pemasukkan peralatan konstruksi) 3) Model regresi terhadap frekuensi dan pengaruh risiko dari jawaban responden adalah pengaruh frekuensi terhadap dampak risiko menurut jawaban responden hanya sekitar 31.551 X 5. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Nilai probabilitas dan dampak risiko menurut SI adalah termasuk kategori sangat rendah dengan nilai ≤ 20. 2) Tingkat risiko pada penelitian ini adalah termasuk kategori sangat rendah dengan angka tertinggi adalah 19.7% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. Dengan persamaan Y = 0.

1. Perlu dilakukan penelitian pada lokasi yang memiliki potensi resiko khususnya di Kedari atau di Sulawei Tenggara pada umumnya agar menjadi pembanding dengan penelitian pada lokasi yang tidak memiliki potensi resiko konstruksi . Perlu dilakukan penelitian selanjutnya dengan memberikan solusi dari masing-masing resiko yang ada khususnya proyek-proyek di Sulawesi Tenggara. 2. 69 .