You are on page 1of 17

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peningkatan kualitas, efektifitas dan efesiensi tidak hanya tergantung pada teknologi
mesin-mesin modern, modal yang cukup dan adanya bahan baku yang bermutu saja. Namun
semua faktor tersebut tidak akan terjadi apa-apa tanpa adanya dukungan dari sumber daya
manusia yang baik dan bisa mengembangkan kemampuan dan keahlian mereka serta dapat
menunjukkannya dalam peningkatan grafik produktivitas kerja.
Menguraikan sumber daya manusia, tidak lepas dari manajemen sumber daya manusia
itu sendiri. Manajemen sumber daya manusia merupakan aktivitas-aktivitas atau kegiatankegiatan yang dilaksanakan agar sumber daya manusia di dalam suatu organisasi dapat
digunakan untuk mencapai tujuan. Salah satu hal yang kongkrit untuk mendorong
peningkatan produktivitas sumber daya manusia adalah pendidikan dan pelatihan agar
mampu mengemban tugas dan pekerjaan dengan sebaik mungkin.
Pekerjaan yang dilakukan dengan tingkat pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan
isi kerja akan mendorong kemajuan setiap usaha yang pada gilirannya akan juga
meningkatkan pendapatan, baik pendapatan perorangan, kelompok maupun pendapatan
nasional. Dengan program pelatihan yang efektif dan efisien, maka kemampuan yang
diperoleh melalui pendidikan formal dan pendidikan non formal yang dimiliki karyawan akan
turut meningkatkan kemampuan dan penguasaan akan pekerjaannya yang pada akhirnya
berdampak pada produktivitas kerja yang baik.
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, dalam makalah ini penulis akan
membahas tentang “Pendidikan dan Pelatihan”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat ditarik rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Apakah konsep pendidikan dan pelatihan?
2. Apakah perbedaan pendidikan dan pelatihan?
3. Apakah tujuan pendidikan dan pelatihan?
4. Apa saja prinsip˗prinsip pendidikan dan pelatihan?
5. Apakah fungsi pendidikan dan pelatihan?
6. Apakah manfaat pendidikan dan pelatihan?
7. Bagaimana jenis pendidikan dan pelatihan?
8. Bagaimana metode pendidikan dan pelatihan?
9. Bagaimana keberhasilan pendidikan dan pelatihan?
10. Apa saja hal˗hal yang perlu dipersiapkan dalam pendidikan dan pelatihan?

1.
2.
3.
4.
5.

C. Tujuan
Penulisan makalah ini memiliki tujuan, antara lain:
Menjelaskan definisi pendidikan dan pelatihan
Menjelaskan perbedaan pendidikan dan pelatihan
Menjelaskan tujuan pendidikan dan pelatihan
Menjelaskan prinsip˗prinsip pendidikan dan pelatihan
Menjelaskan fungsi pendidikan dan pelatihan

c. 2.staff. nilai.ac.id/files/ 2010/12/PENDIDIKAN-DAN-PELATIHAN1.com/doc/55461188/ Makalah-PendidikanDan-Pelatihan-Diklat mengemukakan bahwa pendidikan sebagai proses memperluas kepedulian dan keberadaan sesorang menjadi dirinya sendiri atau proses mendefinisikan dan mendefinisikan keberadaan diri sendiri di tengah-tengah lingkungannya.pdf mendefinisikan pelatihan (training) sebagai teknik-teknik yang memusatkan pada belajar tentang 4 ketrampilan-ketrampilan. Pendidikan merupakan hasil atau prestasi yang dicapai oleh perkembangan manusia. Pendidikan adalah suatu proses pengembangan kemampuan atau perilaku ke arah yang diinginkan. dan usaha lembaga-lembaga tersebut dalam mencapai tujuan. Payaman Simanjuntak (2005) mendefinisikan pelatihan merupakan bagian dari investasi SDM (human investment) untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja sehingga meningkatkan kinerja pegawai. 7. Menjelaskan manfaat pendidikan dan pelatihan Menjelaskan jenis pendidikan dan pelatihan Menjelaskan metode pendidikan dan pelatihan Menjelaskan keberhasilan pendidikan dan pelatihan Menjelaskan hal˗hal yang perlu dipersiapkan dalam pendidikan dan pelatihan BAB II PEMBAHASAN Pengertian Pendidikan dan Pelatihan Pengertian Pendidikan Pendidikan adalah usaha sistematik yang disengajakan.6. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pendidikan adalah susatu kegiatan atau usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina pada potensi pribadinya yang berupa rohani (cipta. Zais (1986:317) dalamhttp://www. rasa. 1. 10. yang dibuat oleh sesuatu masyarakat untuk menyampaikan pengetahuan. pengetahuan dan sikap-sikap yang dibutuhkan untuk memulai suatu pekerjaan atau tugastugas atau untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan suatu pekerjaan atau tugas. usaha memperkembangkan potensi individu dan perubahan yang berlaku dalam diri manusia. Pengertian Pelatihan Nadler dan Wiggs dalam http://zakarija. Pelatihan biasanya dilakukan dengan kurikulum . 9. Pendidikan di dalam suatu proses perubahan perilaku menuju kepada kedewasaan dan penyempurnaan kehidupan manusia. umm. a. sikap dan kemahiran kepada ahlinya. d. 8. dan karsa) serta jasmani (panca indra dan keterampilan). Dai uraian tentang pengertian pendidikan di atas. b. A.scribd.

Perbedaan Pendidikan dan Pelatihan Pemahaman terhadap istilah pendidikan dan pelatihan sering tumpang tindih. Lebih jauh Miner menjelaskan bahwa proses pelatihan lebih dipusatkan pada pembelajaran dan perubahan pada suatu hal yang . mengembangkan. Keduanya berhubungan dengan belajar dan perubahan pada diri manusia. kemampuan (ability) atau perilaku terhadap tujuan pribadi dan organisasi sehingga tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. Menurut beberapa pendapat di atas. sedangkan pelatihan berawal dari kebutuhan dalam suatu pekerjaan tertentu yang akan dilakukan. karena keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu terjadinya perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan yang diinginkan. Menurut Syamsuddin yang dikutip oleh Pujirahayu (2008:18) diklat adalah suatu proses dari pelaksanaan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan terus menerus bagi suatu organisasi agar karyawan yang mengikuti diklat mampu mengembangkan karir dan aktivitas kerjanya di dalam mengembangkan. B. maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan dan latihan (diklat) merupakan proses sistematis untuk meningkatkan. mengembangkan. Penggunaan istilah pendidikan dan pelatihan dalam suatu institusi atau organisasi biasanya disatukan menjadi diklat (pendidikan dan pelatihan). maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan merupakan suatu kegiatan dalam maksud untuk memperbaiki dan mengembangkan sikap. Menurut Hamalik yang dikutip oleh Pujirahayu (2008:17) dalam http://www. pertumbuhan mereka dan berbagai peran yang akan mereka mainkan di lingkungan sosial mereka menjadi titik awal dalam pendidikan. Dari beberapa pendapat di atas. diklat fungsional. diberikan dalam waktu yang relatif pendek. sedang pelatihan pada dasarnya berhubungan dengan peran khusus individu dalam organisasi. dan diklat operasional yang banyak diterapkan oleh suatu organisasi dalam rangka meningkatkan kemampuan kerja karyawan dalam menghadapi aktivitasnya. dan membentuk pegawai dimana pegawai mempelajari pengetahuan (knowledge). mempersiapkan karyawan untuk menduduki jabatan yang lebih rumit dan sulit. dan membentuk pegawai melalui upaya pendidikan dan pelatihan baik berupa diklat berjenjang. memperpaiki perilaku kerja karyawan. untuk membekali seseorang dengan keterampilan kerja. diklat kursus. keterampilan (skill). Pelatihan ditujukan untuk membantu individu agar berhasil menampilkan kinerjanya dalam suatu pekerjaan tertentu.com/doc/55461188/Makalah-Pendidikan-Dan-Pelatihan-Diklat kons ep sistem pendidikan dan pelatihan (diklat) adalah upaya untuk meningkatkan. serta mempersiapkan tenaga untuk mengembangkan aktivitas kerjanya. yang diupayakan dapat meningkatkan pelayanan masyarakatnya.yang disesuaikan dengan kebutuhan jabatan. Jadi. Unit yang menangani pendidikan dan pelatihan pegawai lazim disebut PUSDIKLAT (Pusat Pendidikan dan Pelatihan). keterampilan. dan pengetahuan dari para pegawai sesuai dengan keinginan dari suatu lembaga atau organisasi. batasan antara keduanya seringkali kabur.scribd. Miner (1992) menyebut bahwa pendidikan lebih terkait dengan tujuan-tujuan yang bersifat individual dan tidak terkait langsung dengan tujuan organisasi (walaupun tujuantujuan tersebut bisa saja tumpang tindih). tetapi berbeda terutama dalam hal tujuan khusus yang ingin dicapai. tingkah laku.

setiap tahap ang dalam prosesnya tidak ditentukan komprehensif dalam menampilkan suatu ketrampilan yang diperluka n untuk menunjukkan suatu perilaku Tertentu dan setiap langkah dalam . dan keduanya digunakan secara bersama untuk memecahkan motivation problems. melengkapi persayaratan jabatan yang dibutuhkan. pendidikan lebih mengarah pada pengetahuan dan halhal yang bersifat umum dan terkait dengan kehidupan pribadi secara luas. bahwa ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mencapai suatu tujuan.secara khusus dapat diterapkan pada suatu jabatan. Pendidikan lebih diarahkan untuk memecahkanknowledge problems. dan efisien dalam hal waktu. sedangkan pelatihan lebih pada skill problems. Dalam konteks dunia kerja secara tegas membedakan antara pendidikan dan pelatihan sebagaimana pada tabel berikut ini: PENDIDIKAN PELATIHAN Proses memperoleh pengetahuan atau informasi Proses mengembangkan keterampilan untuk suatu pekerjaan atau tugas tertentu Menekankan pada mengetahui Menekankan pada melakukan Menekankan pencapaian dengan membandingkan dengan tingkat pengetahua n yang dimiliki oleh orang lain Menekankan pencapaian pada tin gkat keterampilan tertentu yang bisa dilakukan Menekankan pada cara pandang sistem terbuka. biaya. bahwa ada cara khusus yang benar atau salah dalam menunjukkan suatu ketrampilan Menekankan pada mengetahui Menekankan pada tingkat kinerja pada suatu pekerjaan tertentu informasi yang tidak harus berhubungan secara langsung dengan pekerjaan atau karir tertentu Menekankan pada pendekatan terbuka Menekankan pada suatu urutan y dalam mencapai suatu tujuan. berpikir kreatif dan kritis sangat dianjurkan Menekankan pada cara pandang s istem tertutup. Jadi. dan sumber daya yang digunakan. sedangkan pelatihan mengarah pada ketrampilan berperilaku secara khusus dan ada ukuran benar atau salah.

prosesnya ditentukan Perbedaan-perbedaan tersebut tentu saja menimbulkan implikasi yang berbeda terkait dengan gejala-gejala psikologis baik yang terjadi pada diri peserta (yang dididik atau dilatih) maupun pada yang mendidik atau melatih. Membantu memecahkan masalah operasional. Mempersiapkan pegawai/ karyawan untuk mendapatkan promosi jabatan. produktivitas dan kesejahteraan. Seseorang yang mengalami motivation problems mungkin bukan karena ia tidak mau melakukan sebagaimana yang diharapkan. Dengan demikian. 3. tidak bisa berperilaku sebagaimana yang diharapkan. Tujuan diadakannya pusat/ badan/ lembaga/ unit pendidikan dan pelatihan tersebut umumnya untuk dapat memecahkan masalah-masalah perilaku dalam organisasi yang meliputi masalah pengetahuan. Tujuan Pendidikan dan Pelatihan Pendidikan dan pelatihan meliputi dua tujuan sekaligus. yaitu: 1. mungkin karena ia memang belum tahu sehingga perlu dididik. melainkan karena ia tidak tahu mengapa harus melakukannya sehingga ia perlu diberitahu. Seseorang yang mengalami knowledge problems bisa saja bukan karena ia tidak tahu tetapi karena ia tidak mau tahu sehingga perlu dimotivasi. Jadi baik pendidikan maupun pelatihan. karyawan atau anggota-anggota organisasi akan mampu melaksanakan tugas-tugas dan pekerjaan yang dipertanggungjawabkan kepada mereka sebagaimana yang diharapkan. Seseorang yang mengalami skill problems. ketrampilan dan motivasi atau sikap. C. para pegawai. Tujuan-tujuan pendidikan dan pelatihan dapat dikelompokkan mejadi lima bidang. pendidikan dan pelatihan kerja diselenggarakan dan diarahkan untuk membekali. yaitu tujuan pendidikan dan tujuan pelatihan yang merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan. Menurut pasal 9 Undang-Undang Ketenagakerjaan tahun 2003. serta untuk meningkatkan kompetensi para pesertanya terkait dengan tugastugas dan pekerjaan yang akan dipertanggungjawabkan kepada mereka. 5. Perbedaan tersebut juga berimplikasi pada berbedanya proses belajar (learning) yang terjadi meskipun pada dasarnya pendidikan dan pelatihan keduanya merupakan proses belajar dan bermuara pada terjadinya perubahan perilaku. sebenarnya sama-sama mengupayakan dicapainya suatu kompetensi tertentu dari para pesertanya. . Memutakhirkan keahlian-keahlian para pegawai/ karyawan sejalan dengan kemajuan tekhnologi. Mengurangi waktu pembelajaran bagi pegawai/ karyawan baru agar kompeten dalam pekerjaan. 4. dengan mengikuti program pendidikan dan pelatian. Memperbaiki kinerja 2.

6. sehingga pendidikan dan pelatihan tersebut akan dapat memberikan hasil dan manfaat dengan cakupan yang besar. Pada umumnya orang menganggap bahwa adanya seleksi memberikan gambaran bahwa hanya orang-orang tertentu yang dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan. pendidikan dan pelatihan harus dapat memberikan kesempatan untuk bertukar pikiran antara peserta dan pengajar. Perbedaan individu Pada saat perencanaan dan pelaksanaan harus tetap diingat adanya perbedaan individu dari para peserta baik latar belakang pendidikan. Oleh karena itu. Seleksi peserta pelatihan Diantara peserta pendidikan dan pelatihan terdapat perbedaan baik pendidikan. 4. Analisis jabatan Spesifikasi pekerjaan akan dapat menjelaskan pendidikan yang sesuai dan harus dimiliki oleh calon pekerja untuk dapat menunjang pelaksanaan pekerjaannya. maka calon peserta harus diseleksi. Sistem pendidikan dengan jalan memberikan kuliah sering kali membosankan karena bersifat satu arah. 3. Prinsip-Prinsip Pendidikan dan Pelatihan Beberapa prinsip dalam pendidikan dan pelatihan antara lain : 1. 7. Oleh karena itu. salah satu asas penting dari pendidikan dan pelatihan ialah tersedianya tenaga pelatih yang terdidik. dan mempunyai kesanggupan untuk mengajar. mereka melihat kenaikan upah maupun kenaikan kedudukan adalah beberapa daya rangsang yang dipergunakan untuk belajar sungguh-sungguh selama pendidikan dan pelatihan. maupun keinginan. Pelatihan pengajar Pengajar dalam suatu pendidikan dan pelatihan harus mudah mendapatkan pendidikan khusus untuk menjadi tenaga pelatih. Harus diingat bahwa tidak semua orang yang pandai dalam suatu bidang tertentu dapat mengajarkan kepandaiannya kepada orang lain. Oleh karena itu. pengalaman maupun keinginan sehingga untuk menjaga agar perbedaan tidak terlalu besar. berminat. Demikian juga halnya dengan peserta yang mengikuti pendidikan dan pelatihan.D. Metode pelatihan . 8. sehingga peserta turut aktif berfikir selama pelaksanaan berlangsung. Motivasi Orang akan bersungguh-sungguh melaksanakan suatu tugas tertentu bila ada daya rangsangannya. Pendidikan dan pelatihan sebaiknya diberikan kepada peserta yang berminat dan berkemauan keras untuk mengikutinya. sifat dan cara pendidikan dan pelatihan harus direncanakan dan dilaksanakan sedemikian rupa. Jabatan untuk mengajar juga memerlukan kualifikasi tertentu karena berhasil atau tidaknya pendidikan dan pelatihan tergantung ada atau tidaknya persamaan kualifikasi analisis jabatan pengajar dengan kalifikasi analisisi pekerjaan peserta. pengalaman. 2. bahanbahan yang akan diajarkan harus berhubungan erat dengan apa yang dinyatakan dalam analisis pekerjaan peserta. Seleksi pengajar Tidak setiap orang dapat menjadi seorang pengajar yang baik. 5. Oleh karena itu. Partisipasi aktif Peserta pendidikan dan pelatihan harus turut aktif dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

meskipun cara seperti ini dapat diberikan pada jenis pendidikan yang lain. Timbulnya dorongan di dalam diri para pegawai untuk terus meningkatkan kemampuan kerjanya. E. Terjadinya proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan kegiatan tepat. Saling menghargai dan adanya kesempatan bagi bawahan untuk berfikir dan bertindak secara inovatif. a. g. Kerjasama yang baik antara berbagai satuan kerja yang melaksanakan kegiatan berbeda dan spesialistik. selain itu para pegawai yang bertanggung jawab menyelengagarakan kegiatan-kegiatan operasional dan tidak sekedar diperintah oleh manajer. 5. Memperlancar jalannya komunikasi efektif yang memperlancar proses perumusan kebijakan organisasi dan operasional. f. Mempersiapkan tenaga kerja pada jabatan yang lebih tinggi yaitu tingkatan kepengawasan atau manajerial. Meningkatkan kemampuan di bidang kerjanya sehingga dapat mengurangi stres dan menambah rasa percaya diri. c. 6. meningkatkan tekad mencapai sasaran yang telah ditetapkan serta lancarnya koordinasi sehingga organisasi bergerak sebagai satuan yang bulat dan utuh. Sebagai proses penumbuhan intelektualitas sehingga kecemasan menghadapi perubahan di masa-masa mendatang dapat dikurangi. a. Mendorong sikap keterbukaan manajemen. Penyelesaian konflik secara fungsional yang dampaknya ialah rasa persatuan dan suasan kekeluargaan dikalangan para anggota organisasi. Asas belajar Pada umumnya orang akan lebih mudah mengkap pelajaran jika pelajaran yang diberikan dimulai dari hal yang lebih mudah. 9. Terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan. 1. Meningkatkan semangat kerja seluruh pegawai dalam organisasi dengan komitmen organisasi yang lebih tinggi. b. 4. pilih metode yang tepat untuk digunakan pada saat pendidikan dan pelatihan. c. Dapat membantu karyawan membuat keputusan yang lebih baik. Manfaat bagi individu Menolong para pegawai membuat keputusan dengan baik. Mempersiapkan promosi ketenagakerjaan pada jabatan yang lebih rumit dan sulit. baru kemudian mempelajari hal yang lebih sulit. b. 2. Metode pemberian kuliah tidak tepat bagi supervisor. e.Metode pendidikan dan pelatihan yang diberikan harus sesuai dengan jenis latihan yang diberikan. 3. Oleh karena itu. 1. penerapan gaya manajerial (pengurusan) yang partisipatif. F. Manfaat Pendidikan dan Pelatihan Manfaat pendidikan dan pelatihan pata dikelompokan menjadi: Manfaat bagi organisasi Peningkatan produktivitas kerja organisasi sebagai keseluruhan antara lain karena tidak terjadinya pemborosan tetapi kecermatan melaksanakan tugas. Fungsi Pendidikan dan Pelatihan Fungsi pendidikan dan pelatihan adalah : Memperbaiki kinerja ( performance ) para peserta. d. . Meningkatkan kemampuan para pegawai menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya. 2.

Terjadinya proses komunikasi yang efektif. Manfaat bagi kelompok kerja a. Diklat teknis dapat dilaksanakan secara berjenjang. karena masing-masing metode tersebut saling melengkapi dan tidak ada yang paling baik. d. c. Diklat kepemimpinan Diklat kepemimpinan yang selanjutnya disebut DIKLATPIM dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural.d. berlaku umum. Peningkatan kemampuan pegawai untuk mengatasi stress. dan ditetapkan oleh instansi pemerintah yang berwenang maupun yang berlaku khusus di lingkungan seluruh pegawai. G. dan konflik yang pada gilirannya memperbesar rasa percaya diri. frustasi. pelatihan . Ketaatan semua pihak terhadap berbagai ketentuan yang bersifat normal. 3. Meningkatkan kepuasan kerja g. Semakin besarnya tekad pegawai untuk lebih mandiri. Diklat kepemimpinan adalah diklat dengan sasaran utama untuk meningkatkan karir guna memangku suatu jabatan fungsi atau pangkat tertentu secara bertahap dan untuk memperkaya atau meningkatkan keterampilan manajemen kepemimpinan serta kemampuan menciptakan metode-metode kerja baru. cara kerja dan penggunaan metode kerja mutakhir. e. Mengurangi ketakutan mengahadapi tugas-tugas baru di masa depan. Jenis-Jenis Pendidikan dan Pelatihan Adapun jenis-jenis pendidikan dan pelatihan antara lain: 1. Diklat Fungsional Diklat fungsional adalah diklat yang ditujukan untuk menunjang mengembangkan keahlian atau keterampilan kerja dan dititikberatkan pada perubahan pola kerja. Jenis dan jenjang diklat teknis untuk masing-masing jabatan ditetapkan oleh instansi teknis yang bersangkutan. Tersedianya informasi tentang berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh para pegawai dalam rangka pertumbuhan masing-masing secara teknikal dan intelektual. h. Metode mana yang akan digunakan tergantung kepada faktor-faktor seperti jenis pelatihan yang diberikan. Antara lain meliputi Diklat Pengelola Cabang. Diklat Teknis Diklat teknis dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi teknis yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas pegawai atau karyawan. Adanya persepsi yang sama tentang tugas-tugas yang harus diselesaikan. H. Diklat kepemimpinan dititikberatkan pada penajaman keahlian spesifik baik dalam bidang pekerjaan maupun bidang manajerial. f. Terjadinya iklim yang baik bagi pertumbuhan seluruh pegawai. 3. Menjadikan organisasi sebagai tempat yang lebih menyenangkan untuk berkarya. Metode Pendidikan dan Pelatihan Banyak sekali metode untuk pelatihan yang dapat digunakan. Kursus pimpinan Madya. Diklat fungsional dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi yang sesuai dengan jenis dan jenjang jabatan fungsional masingmasing jenis dan jenjang diklat fungsional untuk masing-masing jabatan fungsional ditetapkan oleh instansi pembina jabatan fungsional yang bersangkutan. e. 2. dan Kursus pimpinan Utama. b.

Sistem magang mempunyai prinsip umum yaitu belajar sambil bekerja dan sebaliknya. Sistem Magang Sistem ini merupakan sistem yang paling tua di dunia. Apprenticeship Pelatihan ini mengarah pada proses penerimaan karyawan baru. d. 1. dan tersedianya instruktur yang cakap dalam suatu metoda pelatihan tertentu. dan menunjukan langkah-langkah pelaksanan pekerjaan. On the job training lebih banyak digunakan dibandingkan dengan off the job training. Pegawai secara internal dilatih dan dibimbing oleh pegawai lain yang berkemampuan tinggi dan mempunyai kewenangan melatih. pendidikan dan pengalaman peserta. On The Job Training Metode ini dilakukan oleh instansi kepada pegawai dengan tetap bekerja sambil mengikuti pendidikan dan latihan. Sistem Latihan Praktek Dalam sistem ini seseorang lebih ditekankan untuk melaksanakan latihan praktek seperti sesungguhnya agar mereka dapat langsung bekerja. yaitu : 1. 2. Job rotation dan transfer Yaitu proses belajar yang biasanya untuk mengisi kekosongan dalam manajemen dan teknikal. Sistem Bimbingan Dengan sistem ini pelajaran langsung diberikan satu-persatu sehingga para pegawai akan lebih cepat memahami pelajaran yang diberikan. Kegiatan ini meliputi rotasi kerja di mana pegawai pada waktu tertentu melakukan suatu rangkaian pekerjaan. dengan alat-alat tertentu serta didemontrasikan cara pengerjaannya. Job instruclion training Pelatihan ini memerlukan analisa kinerja pekerjaan secara teliti. On the job training dibagi menjadi 6 macam yaitu: a. maksudnya adalah pelatihan bagi pelajar yang menerima pendidikan formal di sekolah yang bekerja di suatu perusahan dan diperlakukan sama seperti karyawan dalam perusahaan tetapi tetap dibawah pengawasan praktisi yang ahli. 4. b. Pelatihan ini dimulai dengan penjelasan awal tentang tujuan pekerjaan. Menurut Cherrington (1995:358). c. Contoh internship training adalahcooperalive education project. yang bekerja bersama dan dibawah bimbingan praktisi yang ahli untuk beberapa waktu tertentu. Sistem Peragaan Untuk ketrampilan tertentu sering kali dalam pendidikan dan latihan menggunakan peragaaan. Pelaksanaan pendidikan dan latihan dapat melalui beberapa metode. berapa usia para pesertanya. dikatakan bahwa metode dalam pendidikan pelatihan secara garis besar dibagi menjadi 2 yaitu on the job training dan off the job training. Hal ini disebabkan karena metode on the job traininglebih berfokus pada peningkatan produktivitas secara cepat. Internship dan assistantships Pelatihan ini hampir sama dengan pelatihan apprenliceship hanya saja pelatihan ini mengarah pada kekosongan pekerjaan yang menuntut pendidikan formal yang lebih tinggi. Keefektifan pelatihan ini tergantung pada kemampuan praktisi yang ahli dalam mengawasi proses pelatihan. sedangkan metode off the job training lebih cenderung berfokus pada perkembangan dan pendidikan jangka panjang.diberikan kepada siapa. Dalam pelatihan ini terdapat 2 kerugian yaitu: . 3.

Conferences dan discussion Pelatihan ini biasa digunakan untuk pelatihan pengambilan keputusan dimana peserta dapat belajar satu dengan yang lainnya. mengambil kursus pada universitas lokal dan mengikuti pertemuan profesional. majalah profesional. atau persentasi dengan menggunakan slide. f. Role playing . dimana pelatih dan perseta dimungkinkan untuk berada di tempat yang berbeda. Case studies Pelatihan yang digunakan dalam kelas bisnis. Lecture Pelatihan dimana menyampaikan berbagai macam informasi kepada sejumlah besar orang pada waktu bersamaan. Couching dan counseling Pelatihan ini merupakan aktifitas yang mengharapkan timbal balik dalam penampilan kerja. Tujuannya adalah untuk menghindarkan tekanan-tekanan yang mungkin mempengaruhi jalannya proses belajar. video. Off the job training dibagi menjadi 13 macam yaitu: a. Visual presentations Pelatihan dengan mengunakan televisi. e.1) Peserta pelatihan hanya merasa dipekerjakan sementara dan tidak mempunyai komitmen untuk terlibat dalam pekerjaan dengan sungguh-sungguh. 2) Banyak waktu yang terbuang untuk memberi orientasi pada perserta terhadap kondisi pekerjaan yang baru. film. 2. Pelatihan ini digunakan untuk mengajarkan keahlian kerja yang khusus. Off The Job Training. c. Junior boards dan committee assignment Alternatif pelatihan dengan memindahkan perserta pelatihan kedalam komite untuk bertanggungjawab dalam pengambilan keputusan administrasi. b. dukungan dari pelatih. Dan juga menempatkan perserta dalam anggota eksekutif agar memperoleh kesempatan dalam berinteraksi dengan eksekutif yang lain. Independent self-study Pelatihan yang mengharapkan peserta untuk melatih diri sendiri misalnya dengan membaca buku. kuliah dengan pemutaran film tentang pendidikan sumber daya manusia. e. Off the job training. Pendidikan dan latihan ini mengacu pada simulasi pekerjaan yang sebenarnya. dilakukan di luar tempat kerja pegawai. Pelatihan ini juga mempunyai keuntungan yaitu jika pelatihan ini diberikan oleh manajer yang ahli maka peserta akan memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pelaksanaan dan praktik dalam pekerjaan. dan penjelasan secara berlahan bagaimana melakukan pekerjaan secara tepat. f. Teleconferencing Pelatihan dengan menggunakan satelit. d. Metode ini dapat juga dilakukan di dalam kelas dengan seminar. dimana peserta dituntut untuk menemukan prinsip-prinsip dasar dengan menganalisa masalah yang ada. g. h. Vestibule training Pelatihan dimana dilakukan ditempat tersendiri yang dikondisikan seperti tempat aslinya.

Tujuan pelatihan ini adalah menciptakan kewaspadaan dan meningkatkan sensitivitas terhadap perilaku dan perasaan orang lain maupun dalam kelompok. dimana peserta diminta untuk merespon secara langsung selama proses belajar. I. Pelatih (Trainer): pelatih harus bisa mengajarkan bahan-bahan pelatihan dengan metode tertentu sehingga peserta akan memperoleh pengetahuan. 5. Oleh karenanya.Pelatihan dimana peserta dikondisikan pada suatu permasalahan tertentu. sebagaimana umumnya telah ditetapkan di awal sebelum memulainya. 2. Programmed group exercise Pelatihan yang melibatkan peserta untuk bekerja sama dalam memecahkan suatu permasalahan. Efektivitas setiap pusat/ badan/ lembaga/ unit pendidikan dan pelatihan ditentukan oleh kompetensi yang dimiliki oleh para peserta setelah mengikuti proses pendidikan dan pelatihan. 4. peserta harus dapat menyelesaikan permasalahan dimana peserta seolah-olah terlibat langsung. keberhasilan atau efektifitas suatu pusat/ badan/ lembaga/ unit pendidikan dan pelatihan dapat diukur . Computer-based training Program pelatihan yang diharapkan mempunyai hubungan interaktif antara komputer dan peserta. j. Programmed instruction Programmed instruction merupakan aplikasi prinsip dalam kondisi operasional. Masalah-masalah tersebut dianggap masih ada jika kenyataannya kinerja para pegawai atau karyawan tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh organisasi. maka ukuran keberhasilan prosesnya terletak pada apakah setelah menyelesaikan program pendidikan dan pelatihan tersebut para peserta masih memiliki masalah dalam hal-hal tersebut. pelatihan ini digunakan untuk belajar secara teknikal dan motor skill. sebab keberhasilan suatu program pelatihan tergantung juga pada pesertanya. Jika dipandang bahwa pusat/ badan/ lembaga/ unit pendidikan dan pelatihan bertujuan untuk memecahkan masalah pengetahuan. Laboratory training Pelatihan ini terdiri dari kelompok-kelompok diskusi yang tak beraturan dimana peserta diminta untuk mengungkapkan perasaan mereka terhadap satu dengan yang lain. Simulation Pelatihan yang menciptakan kondisi belajar yang sangat sesuai atau mirip dengan kondisi pekerjaan. Sasaran pelatihan atau pengembangan: setiap pelatihan harus mempunyai sasaran yang jelas yang bisa diuraikan kedalam perilaku-perilaku yang dapat diamati dan diukur supaya bisa diketahui efektivitas dari pelatihan itu sendiri. Bahan-bahan latihan: bahan-bahan latihan harus disusun berdasarkan sasaran pelatihan yang telah ditetapkan.wordpress. 3. i. sikap dan motivasi para pesertanya. com/refleksi/ yaitu: 1. Metode latihan (termasuk alat bantu): Setelah bahan dari latihan ditetapkan maka langkah berikutnya adalah menyusun metode latihan yang tepat. ketrampilan dan sikap yang diperlukan sesuai dengan sasaran yang ditetapkan. l. Peserta (Trainee): Peserta merupakan komponen yang cukup penting. k. biasanya menggunakan computer. m. Keberasilan Pendidikan dan Pelatihan Keberhasilan suatu program pelatihan ditentukan oleh lima komponen menurut As’ad (1987: 73) dalam http://litbangadpend05.

mestinya materi yang diberikan akan lebih banyak bersifat praktek. 7. misalnya fasilitas penginapan. Situasi dan kondisi pendidikan dan latihan harus diperhitungkan. kesesuaian perilaku mereka dalam organisasi dengan yang diharapkan oleh Hal˗Hal yang Harus Dipersiapkan dalam Pendidikan dan Pelatihan Hal-hal yang harus dipersiapkan dalam Pendidikan danPelatihan antara lain: Tujuan pelatihan Dalam merencanakan pendidikan dan latihan. Meskipun sarana dan prasarana memadai. maka tidak akan menghasilkan yang maksimal. Manfaat pelatihan Setiap pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat membawa manfaat. 5. 4. Tempat yang tepat. Biaya yang dibutuhkan dalam pelatihan Kegiatan tanpa adanya biaya. Selain waktu. maka tidak akan terjadi pendidikan dan latihan. 2. makan dan sebagainya. Metode pelatihan yang dipakai Pelaksanaan pendidikan dan latihan harus menggunakan metode yang tepat. hal pertama yang harus diperhatikan adalah penentuan tujuan.dari organisasi. J. 3. apakah pendidikan dan latihan tersebut bertujuan peningkatan pengetahuan. Apabila tujuannya adalah peningkatan keterampilan. sehingga penerapan metode dapat disesuaikan. hal ini disebabkan ketepatan metode akan sangat berpengaruh terhadap hasil pendidikan dan latihan yang dijalankan. 6. keterampilan atau ada tujuan lain. . maka tidak ada jam efektif yang terbuang. sesuai dengan metode dan tujuan. Fasilitas yang diperlukan dalam pelatihan Fasilitas yang dimaksudkan di sini adalah fasilitas yang mendukung kegiatan. betapa pun kecil. 1. karena adanya pengaturan waktu yang tepat. Isi/ materi pelatihan Materi yang diberikan kepada peserta pendidikan dan latihan harus disesuaikan dengan tujuan. Pelatih adalah seseorang yang menyampaikan materi pendidikan dan latihan sesuai tujuan. Adanya tujuan Pendidikan dan latihan membuat kegiatannya dapat terarah. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan rotasi pendidikan dan latihan. baik untuk individu maupun untuk organisasi. tempat juga menentukan berhasil dan tidaknya pendidikan dan latihan. akan mendukung bagi tercapainya pelaksanaan pendidikan dan latihan yang tepat. kalau tidak ada pelatih dan karyawan. Hal ini disebabkan semua aktivitas selalu membutuhkan dana. 8. Pelatih dan karyawan yang akan dilatih Pelatih dan karyawan merupakan faktor utama terselenggaranya pendidikan dan latihan. Waktu dan tempat pelatihan dilaksanakan Pelaksanaan pendidikan dan latihan harus memperhitungkan waktu. sedangakan karyawan adalah orang yang menerima pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan.

Sebagai proses penumbuhan intelektualitas sehingga kecemasan menghadapi perubahan di masa-masa mendatang dapat dikurangi. 3. c.BAB III PENUTUP 1. motivasi. Mempersiapkan pegawai/ karyawan untuk mendapatkan promosi jabatan. d. Meningkatkan kemampuan di bidang kerjanya sehingga dapat mengurangi stres dan menambah rasa percaya diri. 6. 5. f. mengembangkan. Mempersiapkan tenaga kerja pada jabatan yang lebih tinggi yaitu tingkatan kepengawasan atau manajerial. dan keduanya digunakan secara bersama untuk memecahkan motivation problems. seleksi peserta pelatihan. partisipasi aktif. Membantu memecahkan masalah operasional. c. metode pelatihan. kemampuan (ability) atau perilaku terhadap tujuan pribadi dan organisasi sehingga tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. Mengurangi waktu pembelajaran bagi pegawai/ karyawan baru agar kompeten dalam pekerjaan. 2. Dalam konteks dunia kerja secara tegas membedakan antara pendidikan dan pelatihan yaitu bahwa pendidikan lebih diarahkan untuk memecahkan knowledge problems. Dapat membantu karyawan membuat keputusan yang lebih baik. pendidikan dan latihan (diklat) merupakan proses sistematis untuk meningkatkan. Beberapa prinsip dalam pendidikan dan pelatihan yiatu perbedaan individu. dan membentuk pegawai dimana pegawai mempelari pengetahuan (knowledge). A. pelatihan pengajar. seleksi pengajar. a. e. 4. Manfaat nyata yang ditanggung dari program pendidikan dan pelatihan yaitu: . Fungsi pendidikan dan pelatihan adalah : Memperbaiki kinerja ( performance ) para peserta. a. d. ketrampilan (skill). sedangkan pelatihan lebih pada skill problems. Kesimpulan Pendidikan dan pelatihan maka dapat disimpulkan bahwa. Tujuan-tujuan pendidikan dan pelatihan dapat dikelompokkan kedalam lima bidang. e. analisis jabatan. Mempersiapkan promosi ketenagakerjaan pada jabatan yang lebih rumit dan sulit. b. yaitu: Memperbaiki kinerja Memutakhirkan keahlian-keahlian para pegawai/ karyawan sejalan dengan kemajuan teknologi. dan asas belajar. b.

Off the job training. dan membentuk pegawai dimana pegawai mempelajari pengetahuan (knowledge). c. . Membantu pegawai atau karyawan dalam penigkatan pengembangan pribadi mereka. On The Job Training. dilakukan di luar tempat kerja pegawai. Efektivitas setiap pusat/ badan/ lembaga/ unit pendidikan dan pelatihan ditentukan oleh kompetensi yang dimiliki oleh para peserta setelah mengikuti proses pendidikan dan pelatihan. Sedangkan. diklat fungsional. 3. menentukan metode. dan menyusun program pelaksanaan. mengembangkan. penyusun bahan atau materi pelajaran. sehingga masalah-masalah pekerjaan tidak ada lagi. Hal˗hal yang harus dipersiapkan dalam pendidikan dan pelatihan yaitu merumuskan tujuan pendidikan dan pelatihan. Metode dalam pendidikan pelatihan secara garis besar dibagi menjadi 2 yaitu on the job training dan off the job training. e. 9. 2. loyalitas dan kerja sama yang saling menguntungkan. Dalam penggunaan metode pendidikan dan pelatihan baik on the job training maupun off the job trianing harus mampumeningkatkan. b.a. 8. d. diharapkan mampu menunjukan perilaku aktual individu tersebut sesuai dengan perilaku yang diharapkan oleh organisasi. alat-alat bantu pendidikan dan pelatihan. Membentuk sikap. B. Memenuhi kebutuhan perencanaan sumber daya manusia. teknik. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produktivitas. dan diklat teknis. Mengurangi waktu belajar yang diperlukan pegawai atau keryawan untuk mencapai standar kinerja yang dapat diterima. metode atau strategi ini dilakukan oleh instansi kepada pegawai dengan tetap bekerja sambil mengikuti pendidikan dan latihan. kemampuan (ability) atau perilaku terhadap tujuan pribadi dan organisasi sehingga tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. 1. Para peserta yang mengikuti pendidikan dan pelatihan. 10. 7. Saran Materi yang diberikan pada saat pendidikan dan pelatihan harus sesuai dengan tujuan organisasi. keterampilan (skill). Jenis-jenis pendidikan dan pelatihan yaitu diklat kepemimpinan.

X tetap dipekerjakan dengan jabatan barunya dan selama bekerja dia mendapat pelatihan dan bimbingan dari pegawai lain yang berkemampuan tinggi dan mempunyai kewenangan melatih (On the job training). dalamhttp://tekpenfip. X adalah seorang pegawai di suatu lembaga. 2012. dalam http://www. Hal ini mendorong pihak instansi lembaga tersebut untuk memfasilitasi pendidikan dan pelatihan karir agar X mendapatkan hasil kinerja yang baik. namun dalam melaksanakan pekerjaan barunya.com/2012/12/08/peranan-pendidikan-dan-pelatihandalam-pengembangan-sdm/ diakses pada tanggal 4 Juni 2013 .STUDI KASUS Pendidikan dan pelatihan di dalam dunia kerja baik di perusahaan. DAFTAR PUSTAKA Irwandi Hutbah. X diberhentikan dari pekerjaanya karena belum mampu memenuhi tuntutan lembaga tersebut. Peranan Pendidikan dan Pelatihan Dalam Pengembangan SDM. Dalamhttp://www. 3.com/doc/55461188/Makalah-Pendidikan-Dan-Pelatihan-Diklat diak ses pada tanggal 29 Mei 2013 Muchlisin Riadi. X belum mampu mengerjakan pekerjaanya dengan baik sesuai dengan yang diharapkan oleh lembaga tersebut. Namun setelah X mengikuti pendidikan dan pelatihan.com/2012/11/jenis-dan-metode-pendidikan-dan. 2013. X baru saja mendapatkan jabatan baru berdasarkan formasi yang tersedia.kajianpustaka.html diakses pada tanggal 4 Juni 2013 Muhammad Alwan. X diturunkan dari jabatan barunya dan kembali lagi menduduki jabatan sebelumnya. Jenis dan Metode Pendidikan dan Pelatihan. organisasi. ia belum sepenuhnya dapat mengerjakan dan meningkatkan hasil kinerjanya. Pendidikan dan Pelatihan. bagaiamanakah agar X dapat bekerja sesuai dengan tuntutan lembaga tersebut? Solusi yang ditawarkan : 1. etèktif dan efisien sesuai dengan tugas barunya. 2012. 2.wordpress. atau bahkan dalam instansi pendidikan sangat penting bagi tenaga kerja untuk bekerja lebih menguasai dan lebih baik terhadap pekerjaan yang dijabat atau akan dijabat kedepan. lembaga.scribd.

frustasi. 2010. mengembangkan. 1.ac. meningkatkan kemampuan pegawai untuk mengatasi stress. Pendidikan dan Pelatihan .umm. a.id/files/2010/12/PENDIDIKAN-DAN-PELATIHAN1. terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan. terjadinya proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan kegiatan tepat. Bagi individu yaitu meningkatkan. 2. c. Tenaga pelatih yang kurang mampu dalam mengajarkan materi dan kurang menciptakan pelaksanaan pendidikan pelatihan yang efektif dan efisien sehingga hasil pendidikan dan petihan kurang maksimal. dalam http://zakarija. PP U MI Makassar. dan membentuk pegawai dimana pegawai mempelajari pengetahuan (knowledge). b. . Materi pendidikan dan pelatihan belum dikembangkan dalam bentuk struktur kurikulum pelatihan yang terperinci sehingga menjadi salah satu kendala dalam proses pelaksanaa. Yelli Fiolita Apa hambatan dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan? Jawab: (Puguh Gita Januar) Hambatan dalam penyelenggaraan masing-masingpendidikan dan pelatihan berbedaberbeda. adanya persepsi yang sama tentang tugas-tugas yang harus diselesaikan. dan mampu mengajar. keterampilan (skill). dan ketaatan semua pihak terhadap berbagai ketentuan. memotivasi pegawai untuk bekerja yang lebih baik. Membutuhkan pelatih yang benar-benar ahli di bidangnya. berminat. meningkatkan semangat kerja seluruh pegawai dalam organisasi dengan komitmen organisasi yang lebih tinggi. 2008. b. dan mendorong sikap keterbukaan manajemen. Hambatan yang dapat muncul dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan diantaranya: Tujuan pendidikan dan pelatihan belum dijabarkan dengan jelas sehingga capaian/ indikator keberhasilan pendidikan dan pelatihan tidak dapat diukur dengan baik. Zakarija Achmat. Analisis Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Upaya Peningkatan Pelayanan Masyarakat pada Aparatur Sekretariat Daerah.Pujirahayu. dan peralatan yang diperlukan dalam pendidikan dan pelatihan. Rostanti. Tesis. DAFTAR PERTANYAAN 1.pdf diakses pada tanggal 29 Mei 2013.staff. membutuhkan tempat atau ruangan khusus. 2. terciptanya iklim kerja yang baik. Novidha Ratna Lestari Apa saja kelebihan dan kekurangan pendidikan dan pelatihan? Jawab: (Nani Wahyuni) Kelebihan pendidikan dan pelatihan yaitu dapat banyaknya manfaat yang didapatkan yaitu: Bagi organisasi yaitu peningkatan produktivitas kerja organisasi sebagai keseluruhan. 3. mengurangi waktu kerja. a. Adapun kekurangan pendidikan dan pelatihan yaitu Apabila pendidikan dan pelatihan tersebut menggunakan metodeoff the job training maka membutuhkan biaya yang banyak. dan konflik yang pada gilirannya memperbesar rasa percaya diri. Bagi kelompok kerja yaitu terjadinya proses komunikasi yang efektif.

Para peserta sekaligus berada dalam situasi kerja yang aktual dan konkret.4. b. sedangkan metode off the job training lebih cenderung berfokus pada perkembangan dan pendidikan jangka panjang. 6. Tidak menyita waktu yang banyak . Metode yang digunakan digunakan tidak sesuai dengan tujuan pendidikan dan pelatihan. d. minat. Adanya latar belakang pengalaman. Memberikan praktek aktif bagi para terhadap pengetahuan yang dipelajarinya olehnya. Kelebihan off the job training diantaranya yaitu pelatih yang ada biasanya seseorang yang lebih professional. di samping materi yang disajikan dalam program pelatihan dan pengawasan. hasil dari proses pelatihan juga dapat segera diketahui karena pelatihan dilakukan dalam kelompok. Nurdiana Lestari Diantara off the job training dan on the job training manakah yang lebih baik? Sebutkan kelebihan off the job training dan on the job training? Jawab: (Tutut Hardianti) Diantara off the job training dan on the job training yang lebih baik digunakan yaitu on the job training. memberikan wawasan tambahan bagi karyawan tentang sesuatu yang baru. sehingga dapat diketaui apakah yang dikerjakan benar atau salah. sehingga meyebabkan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tidak maksimal. Hal ini disebabkan karena metode on the job training lebih berfokus pada peningkatan produktivitas secara cepat. a. c. dan pendidikan berbeda diantara para peserta pendidikan dan pelatihan menyebabkan keberhasilan pendidikan dan pelatihan pun berbedabeda serta terbatasnya pemahaman peserta tentang keilmuan pendidikan dan pelatihan. Kelebihan on the job training yaitu: Sangat ekonomis karena tidak perlu membiayai pelatih dan peserta. 3. f. Para peserta belajar dan langsung mempraktekkan. Metode yang digunakan tidak bervariatif sehingga membosankan bagi para peserta pendidikan pelatihan. Pelatihan dibimbing langsung oleh karyawan yang lebih senior dan mestinya lebih berpengalaman. 5. Sumber dana yang terbatas. e. serta tidak memerlukan penyediaan peralatan dan ruangan khusus.