You are on page 1of 24

DK1P1

Kata sulit

1. Pingsan
2. Rangsang meningeal
3. Isokor
4. Reflek cahaya langsung & tidak langsung
5. Reflek fisiologis
6. Reflek patologis

Kata kunci
 Ny. S 56 tahun
 Pingsan saat tidur malam
 Hari ke - 1 : ~ Tidak memberi kontak adekuat.
 Hari ke - 2 : ~ Mulai sadar dan mengenali keluarga
~ Tidak dapat berbicara karena lidah terasa kaku dan tertarik ke
belakan
~ Pemeriksaan fisik/pemeriksaan neurologi
 Pupil bulat diameter 3 mm, Isokor
 Rangsangan meningeal (-)
 Reflek cahaya langsung dan tidak langsung (+/+)
 Tidak ada kelumpuhan saraf kranial
 Fungsi motorik dengan kekuatan S pada 4 ekstremitas

~ Refleks fisiologis (-)
~ Refleks patologis (-)
~ Sistem sensorik normal
~ Fungsi otonom normal

Hari ke – 3 : ~ Dapat berbicara kembali dengan lancar
~ Kelelahan 4 bulan terakhir

Identitas masalah
 Ny. S 56 tahun pingsan saat tidur
 4 bulan terakhir kelelahan
 Hari ke - 1 : “Tidak memberi kontak adekuat”
 Hari ke - 2 : “Sadar dan mengenali keluarga namun tidak dapat berbicara”
 Hari ke – 3 : “Lancar berbicara”

Analisis Masalah

Jlaskan pemeriksaan generalis 11. 2. Fisik . Jelaskan bagaimana kelelahan dapat menyebabkan gangguan kesadaran 10. H . . H .Faktor resiko . Jelaskan gangguan-gangguan non-neorollogik (a – K) 9.Wanita 56 tahun Anamnesis .Pem.Etiologi .2 3.Definisi .1 2.Edukasi Pertanyaan Terjaring 1. Jelaskan pemeriksaan refleks patologis 14.Tatalaksana (F & NF) . RIND Definisi . Anatomi SSP 2.Pem. Mengapa pasien pingsan saat tidur 16. Jelaskan gangguan-gangguan kesadaran neorologik (a – K) 8. Jelaskan pemeriksaan langsung dan tidal langsung pada pupil 15. Jelaskan pemeriksaan refleks fisiologis 12.Patofisiologi . Penunjang . . Fisiologi kesadaran 3. 5. 3.3 Gangguan Sistem Saraf Pusat Anatomi Hemorragik Fisiologi Stroke Biokim RIND . Menapa lidah kaku dan tertarik kebelakang 7. H . Jelaskan pemeriksaan tanda reflek meningeal 13. Jelaskan komponen kesadaran 4.Tanda dan gejala . Jelaskan RIND (a – K) 6. 4.Pencegahan .Kelelahan 4 bulan > Gangguan kesadaran Pemeriksaan fisik 1. Jelaskan biologi moekoler yang menentukan kesadara 5. Jelaskan Iuterprestasi data pada pemicu? Jawaban : 1.

lengan dan tungkai sesisi lumpuh sama beratnya • Afasia.gangguan pemahaman bicara dan bahasa • Disfasia.defisit neurologik (gangguan saraf) secara tiba-tiba dan berlangsung lebih dari 24 jam dan kurang dari 1 minggu Tanda dan gejala • • Hemiparesis. kelemahan pada keempat ekstremitas tetapi ekstremitas bawah lebih berat • Hemihipestesi. gangguan bahasa yang tidak sesuai dengan umur • Diplegia. kerusakan sensorik pada satu sisi tubuh • Gangguan kesadaran Etiologi Penyempitan lumen pembuluh darah arteri serebri anterior • Patofisiologi Arteri tersumb at • • • Tidak ada jatah darah Infark Terjadiny a ganggua n Pemeriksaan fisik • Pemeriksaan ketangkasan gerakan • Penilaian tenaga otot-otot • Penilaian tonus otot • Penilaian refleks tendon • Refleks patologik Pemeriksaan penunjang • Elektrokardiografi • Laboratorium • Foto toraks • Ct scan/MRI • TCD Tata laksana umum • Stabilisasi jalan napas dan pernapasan • Stabilisasi hemodinamik .

perbanayk makan-makan berserat kurangi makanan mengandung lemak.• Pemeriksaan fisik • Pengendalian tekanan intrakranial • Pengendalian kejang • Pengendalian suhu tubuh • Tata laksana khusus iskemik • Tata laksana hipertensi • Tata laksana gula darah • Antitrombosit Prognosis • Apabila bila dirawat sedini kemungkinan besar dapat mencegah cacat berat Edukasi • 6. goreng-gorengan menghindari kelelahan berlebih Definisi Isokor : . Memperbaiki pola makan.

Gambaran nuklei nervi kranialis tampak Gambaran nuklei kranialis motorik dan parasimpatis tampak lateral .

Dalam menilai penurunan kesadaran dikenal beberapa istilah yaitu : 1. Kompos mentis . 8. Kesadaran adalah pengetahuan penuh atas diri. Kesadaran secara sederhana dapat dikatakan sebagai keadaan dimana seseorang mengenal /mengetahui tentang dirinya maupun lingkungannya. Penurunan kesadaran adalah keadaan dimanapenderita tidak sadar dalam arti tidak terjaga / tidak terbangun secara utuh sehingga tidak mampu memberikan respons yang normal terhadap stimulus. lokasi dan waktu.Gambaran distribusi dan hubungan sentral nervus hipoglosus 7.

menyadari seluruh asupan dari panca indra dan bereaksi secara optimal terhadap seluruh rangsangan baik dari luar maupun dalam. Jika tidak teratasi maka dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ penting yang dapat mengakibatkan kematian. Kegagalan sistem sirkulasi dapat disebabkan oleh Kegagalan jantung memompa darah. masih dapat dibangunkan dengan perintah. terhadap sekitarnya menurun. Skor 11-12 : somnolent Stupor / Sopor Mata tertutup dengan rangsang nyeri atau suara keras baru membuka mata atau bersuara satu dua kata . tampak gelisah dan orientasi 3. Shock didefinasikan sebagai ‘cellular hypoperfusion’ dan menunjukan adanya ketidakmampuan untuk memelihara keseimbangan antara pengadaan ‘cellular oxygen’ dan tuntutan ‘oxygen’. Shock bisa disebabkan oleh bermacam-macam masalah medis dan luka-luka traumatic. Berkurangnya cairan tubuh yang diedarkan. terjadi pada serangan jantung. Berkurangnya suplai darah mengakibatkan berkurangnya suplai oksigen ke jaringan tubuh. akibat dari shock yang paling umum yang terjadi pada jam pertama setelah luka-luka tersebut adalah haemorrhage (pendarahan). dan pada akhirnya jika tidak diperbaiki. mengantuk. muntah maupun luka bakar yang luas. Syok (shock) adalah kondisi medis tubuh yang mengancam jiwa yang diakibatkan oleh kegagalan sistem sirkulasi darah dalam mempertahankan suplai darah yang memadai. baik dalam hal membuka mata. masih dapat menjawab pertanyaan walau sedikit bingung. tanpa arti. Skor 8-10 : stupor Soporokoma / Semikoma Mata tetap tertutup walaupun dirangsang nyeri secara kuat. Progress Shock mulai dari tahap luka hingga kematian cell. nyeri. Tipe ini terjadi pada perdarahan besar maupun perdarahan dalam. motorik hanya gerakan primitif.Kompos mentis adalah kesadaran normal. Skor < 5 : koma ETIOLOGI Untuk memudahkan mengingat dan menelusuri kemungkinan – kemungkinan penyebab penurunan kesadaran dengan istilah “ SEMENITE “ yaitu : 1. Koma Dengan rangsang apapun tidak ada reaksi sama sekali. Motorik hanya berupa gerakan mengelak terhadap rangsang 4. hanya dapat mengerang 5. akan mengakibatkan kematian organ tubuh. Adanya peredaran yang tidak cukup bisa . GCS Skor 14-15 Somnelen / drowsiness / clouding of consciousness Mata cenderung menutup. . hilangnya cairan tubuh akibat diare berat. S : Sirkulasi Meliputi stroke dan penyakit jantung. kegagalan organ. tetapi dengan perkecualian cardiac tamponade dan pneumothorax. 2. bicara maupun reaksi motorik.

hipopitiutarism. Gejalagejala yang timbul akibat hipoglikemia terdiri atas 2 fase. penyakit hati yang berat. hipoglikemia. melatarbelakanginya atau muncul secara bersamaan. karena itu dinamakan juga gejala neurologi. dan penurunan kadar glukosa plasma mendekati 20 mg%. ketajam mental menurun. bayi yang lahir dari ibu pasien DM. Pada pasien ini menurut gejalanya telah memasuki fase 2 karena telah terjadi gangguan neurologik berupa penurunan kesadaran. keluar banyak keringat. hilangnya keterampilan motorik halus. kejang-kejang dan koma. tachycardia.cepat diketahui dengan memasang alat penerima chemosensitive dan pressure-sensitive pada carotid artery. pandang kabur. E : Ensefalitis Dengan tetap mempertimbangkan adanya infeksi sistemik / sepsis yang mungkin 3. insulinoma. Keadaan tersebut dapat dikonfirmasikan dengan pemeriksaan glukosa darah. pusing. Gejalanya berupa pusing. Sedangkan Fase 2 yaitu gejala-gejala yang terjadi akibat mulai terjadinya gangguan fungsi otak .dan menurut stadiumnya pasien telah mengalami stadium gangguan otak karena terdapat gangguan kesadaran. Bila gejalanya meragukan sebaiknya ambil dulu darahnya untuk pemeriksaan glukosa darah. penurunan kesadaran. tumor ekstrapankreatik. pengisian kapiler. tekanan nadi yang menyempit dan hasil batasan disekeliling pembuluh darah (peripheral vascular) dengan mendistribusi ulang aliran darah pada daerah sekitar cutaneous. hipoglikemia dalm rangka pengobatan DM yang berupa penggunaan insulin. koma hepatikum. termasuk pelepasan catecholamines (norepinephrine dan epinephrine) dikarenakan oleh hilangnya syaraf sympathetic ganglionic. Fase 1 yaitu gejala-gejala yang timbul akibat aktivasi pusat autonom di hipotalamus sehingga dilepaskannya hormon efinefrin. penggunaan sulfonil urea. Pada pasien DM yang mendapat insulin atau sulfonilurea diagnosis hipoglikemia dapat ditegakan bila didapatkan gejala-gejala tersebut diatas. rasa lapar dan mual.gejala neurologi biasanya muncul jika kadar glukosa darah turun mendekati 20% mg. tachycardia yang relatip dan kegelisahan. Gejalanya berupa palpitasi. Hal ini. . hipoksia. tanda-tanda awal dari shock tidak kentara dan mungkin yang tertunda hanyalah pemasukkan dari 2. M : Metabolik Misalnya hiperglikemia. gejala ini timbul bila kadar glukosa darah turun sampai 50% mg. uremia. dan penyebab lainnya adalah hipoglikemia yang tidak berkaitan dengan DM berupa hiperinsulinisme alimenter pos gastrektomi. ketakutan. Dengan demikian. pada gilirannya dapat mengaktivasi mekanisme yang membantu mengimbangi akibat dari efek negative. tremor. splanchnic dan muscular beds. Etiologi hipoglikemia pada DM yaitu hipoglikemia pada DM stadium dini.

lidah kering. Kejang : bangkitan kejang dapat merupakan gejala awal dari tumor otak pada 25% kasus.Bila dengan pemberian suntik bolus dekstrosa pasien yang semula tidak sadar kemudian menjadi sadar maka dapat dipastiakan koma hipogikemia. Akibat paling fatal dari diare yang berlangsung lama tanpa rehidrasi yang adekuat adalah kematian akibat dehidrasi yang menimbulkan renjatan hipovolemik atau gangguan biokimiawi berupa asidosis metabolik yang berlanjut. Pasien mulai gelisah. dalam keadaan koma sehingga terjadi kerusakan jaringan otak. turgor kulit menurun serta suara menjadi serak. Lebih sering dijumpai pada tumor di fossa posterior. tekanan darah menurun sampai tidak terukur. tulang pipi tampak lebih menonjol. Prognosis dari hipoglikemia jarang hingga menyebabkan kematian. umumnya muntah bersifat proyektil dan tak disertai dengan mual. kadar glukosa plasma rendah. demam. Bangkitan kejang ditemui pada 70% tumor otak di korteks. mata cekung. N : Neoplasma Tumor otak baik primer maupun metastasis. Karena kehilangan bikarbonat (HCO3) maka perbandingannya dengan asam karbonat berkurang mengakibatkan penurunan pH darah yang merangsang pusat pernapasan sehingga frekuensi pernapasan meningkat dan lebih dalam (pernapasan Kussmaul). Penurunan tekanan darah akan menyebabkan perfusi ginjal menurun sampai timbul oliguria/anuria. nyeri perut dan atau kejang perut. hematoschezia. Bila keadaan ini tidak segera diatsi akan timbul penyulit nekrosis tubulus ginjal akut 5. tenesmus. dan 25% pada glioblastoma. 50% pasien dengan astrositoma. Karena kekurangan kalium pada diare akut juga dapat timbul aritmia jantung. Keluhan dan gejala ini disebabkan oleh deplesi air yang isotonik. yang berarti suatu keadaan gagal ginjal akut. Seseoran yang kekurangan cairan akan merasa haus. gejala mereda setelah kadar glukosa plasma meningkat. muka pucat. terlalu lama 4. yaitu gejala yang konsisten dengan hipoglikemia. Diare akut karena infeksi dapat disertai muntah-muntah. E : Elektrolit Misalnya diare dan muntah yang berlebihan. 40% pada pasien meningioma. Muntah : gejala muntah terdapat pada 30% kasus dan umumnya meyertai nyeri kepala. dan lebih dari 35% kasus pada stadium lanjut. akral dingin dan kadang-kadang sianosis.sebagai dasar diagnosis dapat digunakan trias whipple. Kematian dapat terjadi karena keterlambatan mendapatkan pengobatan. berat badan berkurang. Gangguan kardiovaskuler pada tahap hipovolemik yang berat dapat berupa renjatan dengan tandatanda denyut nadi cepat (> 120 x/menit). Gejala Tekanan Tinggi Intrakranial (TTIK) : berupa keluhan nyeri kepala di daerah . Diperkirakan 2% penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak.

Lima kondisi yang mengancam jiwa secara sistematik harus diidentifikasi atau ditiadakan (masing-masing akan didiskusikan secara rinci di Unit 6 . terhadap formasio retikularis di thalamus. Jarum pengurang tekanan udara dan/atau menutupi . awareness alertness kesadaran). Pada penderita dengan penurunan kesadaran. pons dan mesensefalon. gangguan terbagi menjadi dua. penurunan kesadaran.Trauma) adalah tensi pneumothorax. toksik atau metabolik. arousal wake f ulness) kesadaran dan gangguan isi (kualitas. kontusio. perdarahan epidural. flail segment dan cardiac tamponade. Tensi pneumothorax diturunkan dengan memasukkan suatu kateter dengan ukuran 14 untuk mengetahui cairan atau obat yang dimasukkan kedalam urat darah halus melalui jarum melalui ruang kedua yang berada diantara tulang iga pada baris mid-clavicular dibagian yang terkena pengaruh. dan respons motorik terhadap stimuli. hipotalamus maupun mesensefalon Pada penurunan kesadaran. Dada pasien harus dalam keadaan terbuka sama sekali untuk memastikan ada ventilasi cukup dan simetrik. evaluasisaraf kranial 7. Intoksikasi berbagai macam obat maupun bahan kimia dapat menyebabkan penurunan kesadaran. dapat ditentukan apakah akibatkelainan struktur. dan dapat pula disebabkan oleh gangguan ARAS di batangotak. sedangkan penurunan kesadaran karena kelainan metabolik terjadi karena memengaruhi energi neuronal atau terputusnya aktivitas membran neuronal atau multifaktor. massive haemothorax. perdarahan subdural. Cedera pada dada dapat mengurangi oksigenasi dan ventilasi walaupun terdapat airway yang paten. Menentukan kelainan neurologi perlu untuk evaluasi dan manajemen penderita. I : Intoksikasi Penurunan kesadaran disebabkan oleh gangguan pada korteks secara menyeluruhmisalnya pada gangguan metabolik. pergerakan spontan. Pada koma akibat gangguan struktur mempengaruhi fungsi ARAS langsung atau tidak langsung. Diagnosis banding dapat ditentukan melalui pemeriksaan pernafasan. Batang tenggorok (trachea) harus diperiksa dengan melakukan rabaan untuk mengetahui adanya perbedaan dan jika terdapat emphysema dibawah kulit. ARAS merupakan kumpulanneuron polisinaptik yang terletak pada pusat medulla. T : Trauma Terutama trauma kapitis : komusio. Pada pemeriksaan diketemukan papil udem. subtentorial dan metabolik akan mengakibatkan menurunnya kesadaran. muntah proyektil dan 6. dapat pula trauma abdomen dan dada. Adanya lesi yang dapat mengganggu interaksi ARAS dengan korteks serebri. apakahlesi supratentorial.frontal dan oksipital yang timbul pada pagi hari dan malam hari. yakni gangguan derajat(kuantitas. pneumothorax terbuka.

tenaga kerja akan lebih cepat merespon rangsang yang diberi daripada seseorang yang telah mengalami kelelahan akan lama merespon rangsang yang diberi. lebih disarankan agar hal tersebut diselesaikan sebelum metransportasi pasien. bersifat kronis serta merupakan suatu fenomena psikososial. Kelelahan merupakan suatu perasaan yang bersifat subjektif. Jika personalia dibatasi melakukan chest tube thoracostomy dapat ditunda. ke tidak hadiran. Adapun kelelahan secara umum adalah ke adan tenaga kerja yang ditandai oleh adanya perasaan kelelahan dan penurunan kesigapan kerja. kecelakaan kerja dan berpengaruh perilaku kerja.luka yang terhisap dapat memberi stabilisasi terhadap pasien untuk sementara waktu hingga memungkinkan untuk melakukan intervensi yang lebih pasti. jika hal tersebut sekunder terhadap penetrating trauma (lihat dibawah). Pengertian Kelelahan Kelelahan dapat diartikan sebagai suatu kondisi menurunnya efisiensi. performa kerja. tetapi kemungkinannya lebih tepat jika intervensi bedah dilakukan lebih awal. Pada keadaan yang sehat. tetapi jika pemasukkan tidak menyebabkan penundaan transportasi ke perawatan yang definitif. keluar kerja. Dengan kelelahan fisik otot kita tidak dapat melakukan kegiatan apapun semudah seperti sebelumnya. Istilah kelelahan mengarah pada kondisi melemahnya tenaga untuk melakukan suatu kegiatan. Jumlah resusitasi diperlukan untuk suatu jumlah haemothorax yang lebih besar. Secara umum gejala kelelahan yang lebih dekat adalah pada pengertian kelelahan fisik atau physical fatigue dan kelelahan mental atau mental fatigue. walaupun itu bukan satu-satunya gejala. dan berkurangnya kekuatan atau ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang harus dilakukan. E : Epilepsi Pasca serangan Grand Mall atau pada status epileptikus dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Dengan kelelahan mental kita tidak dapat memusatkan pikiran seperti dulu. Kelelahan kerja menyebabkan penurunan kinerja yang dapat berakibat pada peningkatan kesalahan kerja. 9. sehingga akan terjadi pemulihan. Kelelahan dalam penelitian ini diartikan sebagai kecepatan reaksi tenaga kerja terhadap rangsang cahaya yang diberikan diukur dengan reaction timer. . Kelelahan merupakan suatu mekanisme perlindungan agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut.

sekalipun kejemuan merupakan salah satu faktor penyebab kelelahan. Berbagai macam kondisi kerja dapat menaikkan denyut jantung seperti bekerja dengan temperatur yang tinggi. Kelelahan kerja dalam suatu industri berkaitan pada gejala-gejala yang saling berhubungan yaitu perasan lelah dan perubahan fisiologis dalam tubuh (syaraf dan otot tidak berfungsi dengan baik atau tidak secepat seperti keadaan normal) yang disebabkan oleh keadan kimiawi setelah bekerja dan dapat menurunkan kapasitas kerja. Jenis Kelelahan a. 5 (lima) faktor penyebab kelelahan antara lain: a) Keadaan monoton b) Beban kerja dan lama pekerjaan baik fisik maupun mental. d) Keadan kejiwaan seperti tanggung jawab. Berdasarkan waktu terjadinya:  Kelelahan akut Kelelahan yang disebabkan oleh kerja suatu organ atau seluruh tubuh secara berlebihan. dan semakin sedikit otot yang terlibat dalam suatu kondisi kerja. demam dan rangsang lain. tingginya pembebanan otot statis. perasaan sakit dan ke adan gizi. berkepanjangan dan kadang-kadang telah terjadi memulai pekerjaan. Adanya perasaan lelah. Berdasarkan penyebab kelelahan  Lelah visual Lelah yang disebabkan oleh ketegangan pada organ visual akibat pencahayaan yang kurang memadai. penerangan dan bising. penurunan motivasi dan penurunan produktivitas kerja. Kelelahan kerja merupakan kriteria yang komplek yang tidak hanya menyangkut kelelahan fisiologis dan psikologis tetapi dominan hubungannya dengan penurunan kinerja fisik. kekhawatiran / konflik. b.  Lelah fisik umum .Jantung berdenyut kira-kira 70 kali dalam satu menit pada keadaan istirahat. Kelelahan harus dibedakan dengan kejemuan. Frekuensi melambat selama tidur dan dipercepat oleh emosi. c) Keadan lingkungan kerja seperti cuaca kerja. e) Penyakit.  Kelelahan kronis Kelelahan yang terjadi sepanjang hari. olahraga.

Berkurangnya frekuensi tersebut akan menurunkan kekuatan dan kecepatan kontraksi otot dan gerakan atas perintah kemauan menjadi lambat.  Lelah mental Kelelahan psikologis yang disebabkan oleh faktor psikologis. . kelelahan otot secara umum ditandai dengan : 1. atau lingkungan kerja yang menjemukan dan pekerjaan yang bertumpuktumpuk. Waktu ketahanan otot tergantung pada jumlah tenaga yang dikembangkan oleh otot sebagai suatu presentase tenaga maksimum yang dapat dicapai oleh otot. Kelelahan setempat terjadi pada waktu ketahanan (endurance time) otot terlampaui. Menghambat pusat-pusat otak dalam mengendalikan gerakan sehingga frekuensi potensial kegiatan pada sel syaraf menjadi berkurang. c. Dengan demikian semakin lambat gerakan seseorang akan menunjukkan semakin lemah kondisi otot seseorang.Kelelahan yang disebabkan ketegangan di semua organ. Sedangkan pada teori syaraf pusat menjelaskan bahwa perubahan kimia hanya merupakan penunjang proses. Bedasarkan proses yang terjadi di dalam otot. Berdasarkan proses dalam tubuh  Kelelahan otot Kelelahan otot dapat ditandai dengan perasaan nyeri dan tremor yang terdapat pada otot. yang monoton. Pada teori kimia secara umum menjelaskan bahwa terjadi kelelahan adalah akibat berkurangnya cadangan energi dan meningkatnya metabolisme sebagai penyebab hilangnya efisiensi otot. Mekanisme Kelelahan Sampai saat ini masih berlaku dua teori tentang kelelahan yaitu teori kimia dan teori syaraf pusat yang terjadi kelelahan.  Kelelahan umum Suatu perasaan yang ditandai dengan berkurangnya kemauan untuk bekerja atau bergerak yang sebabnya adalah persyarafan atau psikis. Perubahan kimia yang terjadi mengakibatkan dihantarnya rangsangan syaraf melalui syaraf sensoris ke otak yang disadari sebagai kelelahan. sedang perubahan arus listrik pada otot dan syaraf adalah penyebab sekunder. Kemampuan otot kurang (kurang otot menjadi pendek). kelelahan disebabkan menjadi kelelahan otot secara umum.

Waktu kontraksi dan relaksasi semakin bertambah (waktu meregang dan mengendur semakin lama). 3. Refleks Dalam (Refleks Renggang otot) . Dalam sehari-hari kita biasanya memeriksa 2 macam refleks fisiologis yaitu : I.2. 11 Refleks Fisiologis Refleks adalah jawaban terhadap suatu perangsangan. II. sedangkan perasaan lelah sebenarnya bersifat melindungi sama seperti perasaan haus dan lapar. Memanjangkan tegangan waktu antara datangnya rangsangan dengan diawalinya peregangan. Hadirnya perasaan lelah berarti menyuruh kita untuk menghindari ketegangan lebih lanjut dan memberi kesempatan lebih lanjut untuk segera kembali. Refleks Dalam (Refleks Renggang otot) Refleks Superficialis Pembahasan : I. Kelelahan umum adalah salah satu tahap yang ditandai oleh rasa berkurangnya kesiapan untuk menggunakan energi.

biceps brachii. sehingga membentuk sudut kanan di bahu. 2. . Cara : ketukan pada jari pemeriksa yang ditempatkan pada tendon m. lengan rileks dan sedikit di tekuk/Fleksi siku. Refleks Triceps  Posisi :dilakukan dengan pasien duduk. dengan Perlahan tarik lengan keluar dari tubuh pasien.Posisi : pasien duduk. atau Lengan bawah harus menjuntai ke bawah langsung di siku. siku pasien diletakan diatas tangan pemeriksa. posisi lengan setengah diketuk pada sendi siku Respon : Kontrasi pada otot biceps dan fleksi pada siku.

posisi lengan fleksi pada sendi siku dan sedikit pronasi  Respon : ekstensi lengan bawah pada sendi siku 3. posisi lengan fleksi pada sendi siku dan sedikit pronasi.  Cara : ketukan pada tendon otot brakioradialis (Tendon melintasi (sisi ibu jari pada lengan bawah) jari-jari sekitar 10 cm proksimal pergelangan tangan.supinasi pada siku dan tangan. Refleks Patella / Quadriceps . Lengan bawah harus beristirahat longgar di pangkuan pasien.  Posisi: dapat dilakukan dengan duduk.. REFLEKS BRAKHIORADIALIS Ket : dibawah .flexi pada lengan bawah .. Cara : ketukan pada tendon otot triceps. 4.  Respons: .

quadrisep femoris.  Cara : ketukan hammer pada tendon achilles  Respon : plantar m. posisi klien: dapat dilakukan dengan duduk atau berbaring terlentang.gastroenemius fleksi kaki krena kontraksi . 5.  Identifikasi tendon : mintalah pasien untuk plantar flexi. Refleks Achiles  Posisi : pasien duduk. Atau dengan berbaring terlentang dengan posisi kaki melintasi diatas kaki di atas yang lain atau mengatur kaki dalam posisi tipe katak. kaki menggantung di tepi meja ujian.  Cara : ketukan pada tendon patella  Respon : plantar fleksi kaki karena kontraksi m.

Daftar Pustaka  Samuels.unhas.pdf 13. juga pada bayi baru lahir sampai usia 1 tahun. REFLEKS SUPERFICIALIS  Cara : Menggoreskan dinding perut dari lateral ke umbilicus.pdf  http://med.id/kedokteran/wp-content/uploads/2015/08/ManualCSl-IV-Sistem-Motorik-Refleks-Fisiologis-Patologis-Dan-Primitif.II . Refleks patologis dapat dijumpai pada kelumpuhan ekstremitas pada kasus-kasus tertentu. 2004. Pada org muda yang otot-otot dinding perutnya berkembang baik.uns. Obesitas dan orang usia lanjut. bila refleks ini negatif (-) .  http://fk.ac. Manual of Neurologic Therapeutic. USA. yaitu : .  Positif (+) Jika terdapat kontraksi otot perut  Negatif (-) pada wanita Multi para.id/static/file/GABUNGAN_MANUAL_SEMESTER_3-2012ED.ac. Refleks Patologis  Refleks patologis merupakan respon yang tidak umum dijumpai pada individu normal. Lippincott Williams & Wilkins. Refleks Patologis di bagi menjadi 2 . hal ini mempunyai nilai patologis.

2.  Respon : ibu jari.I. Jenis Refleks Patologis Untuk Ekstremitas Inferior Pembahasan : I . bila goresan kuat tadi mengakibatkan fleksi jari telunjuk. serta fleksi dan aduksi ibu jari. Refleks positif (+). Tangan pasien kita pegang pada Pergelangan dan jarijarinya disuruh fleksi . REFLEKS TROMNER  Cara: pada jari tengah gores pada bagian dalam  Refleks positif (+).entengkan Jari tengah pasien kita jepit di antara telunjuk dan jari tengah kita. Jenis Refleks Patologis Untuk Ekstremitas Superior II. REFLEKS HOFFMANN  Pasien duduk rileks. Jenis Refleks Patologis Untuk Ekstremitas Superior 1. . Kadang disertai fleksi jari lainnya. serta fleksi dan aduksi ibu jari.  Dengan ibu jari kita lakukan Petikan kuku pada pasien. bila goresan kuat tadi mengakibatkan fleksi jari telunjuk. telunjuk dan jari lainnya fleksi.

Refleks Chaddok  Posisi : berbaring dan istirahat dengan tungkai diluruskan. Klo ada hasil (+).  Cara :Telapak kaki pasien digores dengan menggunakan ujung gagang palu refleks secara perlahan Goresan dilakukan pada telapak kaki bagian lateral. . 2.  Penggoresan kulit dorsum pedis bagian lateral sekitar maleolus lateralis dari posterior ke anterior  Amati ada tidaknya gerakan dorsofleksi ibu jari. disertai mekarnya (fanning) jari-jari kaki lainnya. mulai dari tumit menuju pangkal ibu jari dan tidak menimbulkan rasa nyeri untuk menghindari refleks menarik kaki. II. Babinski  Posisi : berbaring dan istirahat dengan tungkai diluruskan. Jenis Refleks Patologis Untuk Ekstremitas Inferior 1.  Positif (+) jika didapatkan gerakan dorso fleksi ibu jari yang dapat disertai mekarnya jari-jari lainnya. Kadang disertai fleksi jari lainnya.

 Cara : Menggunakan jempol dan jari telunjuk pemeriksa. Klo ada hasil (+). disertai mekarnya (fanning) jari-jari kaki lainnya.  Cara : menekan pada musculus gastrocnemius (otot betis)  Amati ada tidaknya gerakan dorsofleksi ibu jari kaki. tulang tibia pasien diurut dari atas ke bawah.  (+) jika ada respon dorsifleksi ibu jari kaki yang disertai pemekaran jarijari yang lain. .

 Amati ada tidaknya gerakan dorso fleksi ibu jari kaki. Klo ada Hasil (+) .pd  http://med.  Amati ada tidaknya gerakan dorso fleksi ibu jari kaki.ac.unhas.pdf  http://faqudin. lalu melepaskannya dengan cepat.uns. Menekan tendon achilles.  Menekan (memfleksikan) jari kaki ke-4. Daftar Pustaka:  http://fk.pdf .umm.id/files/2011/09/PEMERIKSAANNEUROLOGIS.id/static/file/GABUNGAN_MANUAL_SEMESTER_3-2012ED. disertai mekarnya (fanning) jari-jari kaki lainnya.ac.staff.id/kedokteran/wp-content/uploads/2015/08/ManualCSl-IV-Sistem-Motorik-Refleks-Fisiologis-Patologis-Dan-Primitif.ac. disertai mekarnya (fanning) jari-jari kaki lainnya.