You are on page 1of 71

ANALISIS PERBANDINGAN PENGIRIMAN

BARANG MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI
(Studi Kasus di PT. ARTA BOGA JAKARTA Tahun 2009)

Miptahudin

PROGRAM STUDI MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2010 M / 1431 H

1

ANALISIS PERBANDINGAN PENGIRIMAN BARANG
MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI
(Studi Kasus di PT. ARTA BOGA JAKARTA Tahun 2009)
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Sains
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh
Miptahudin
104094003030

PROGRAM STUDI MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2010 M / 1431 H

2

PENGESAHAN UJIAN

Skripsi yang berjudul “Analisis Perbandingan Pengiriman Barang
Menggunakan Metode Transportasi” yang ditulis oleh Miptahudin, NIM
104094003030 telah diuji dan dinyatakan lulus dalam sidang Munaqosyah
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta pada hari jumat, pada tanggal 05 Maret 2010. Skripsi ini telah diterima
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar strata satu (S1) pada Program
Studi Matematika.

Menyetujui :
Penguji 1,

Penguji 2,

Yanne Irene, M.Si

Yudi Mahatma, M.Si

NIP. 150 368 744

NIP. 19761020 200812 1 001

Pembimbing 1,

Pembimbing 2,

Cecep Anwar Hadi F. S.,M.Si

Nur Inayah, M.Si

NIP. 19810105 200812 1 001

NIP. 19740125 200312 2 001
Mengetahui :

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi,

Ketua Program Studi Matematika,

Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis

Nur Inayah, S.Pd, M.Si

NIP. 19680117 200112 1 001

NIP. 19740125 200312 2 001

3

PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENARBENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU SKRIPSI PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN. Jakarta. 05 Maret 2010 Miptahudin 104094003030 4 .

Terima kasih kepada orang telah saya sebutkan semoga apa yang telah mereka lakukan mendapatkan hidayah dari Allah S.. keluarga dan bangsa.T. yang telah mengorbankan segalanya dari materi. 5 .W. amin. Dan kedua saya persembahkan kepada keluarga saya ( istri dan putra I ) yang telah memberikan semangat untuk menyelesaikan skripsi ini. tenaga. waktu dan sebagainya agar saya kelak menjadi orang yang berguna demi agama.PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan kepada orang yang lebih saya utamakan yaitu kedua orang tua.

W. insyallah kebahagian ada didepan mata. maka tinggalkanlah karena hal tersebut adalah hal yang bodoh. maka hentikanlah karena hal tersebut tidaklah berguna dan sia – sia. Apabila melakukan sesuatu tanpa didasari oleh rasa optimis dan masih ada rasa pesimis. 6 .MOTO Apabila melakukan segala sesuatu tanpa didasari oleh niat dan masih dalam keraguan. Tetapi apabila melakukan segala sesuatu dengan ikhlas dan mengharapkan ridho Allah S.T maka lakukanlah dengan senang hati.

ABSTRAK Salah satu jenis dari riset operasi adalah masalah transportasi. Penulisan skripsi ini bertujuan membandingkan permasalahan transportasi menggunakan metode North West Corner (NWC) dan Least Cost (LC) sebagai layak dasar kemudian dilanjutkan dengan metode Stepping Stone untuk mencari nilai optimum. Untuk mencari hasil layak dasar dari data yang telah disediakan. Dari awal produksi hingga tujuan pemasaran agar setiap perusahaan tidak mengalami kerugian yang cukup besar. Vogel Approximation Method (VAM) dan lain sebagainya. Kata Kunci : Metode North West Corner. Setiap usaha yang dilakukan oleh badan usaha atau perusahaan memiliki tujuan tertentu. maka NWC dan LC menggunakan sofware Tora Optimization System sedangkan metode Steeping Stone untuk mencari hasil yang optimum melakukan perhitungan secara manual. Persoalan transportasi diformulasikan sebagai prosedur khusus untuk mendapatkan program beban minimum dalam mendistribusikan unit yang homogen dari suatu produk atas sejumlah titik sumber ke sejumlah titik tujuan. Hasil dari program software tersebut lebih baik dan dapat pula menyelesaikan metode MODI. 7 . Least Cost dan Stepping Stone. Dalam penelitian ini metode LC lebih baik daripada metode NWC untuk menghasilkan beban yang lebih minimum.

objectives that each company did not experience significant losses. From the beginning of production to the marketing. Least Cost and Stepping Stone. Results of the program give more accurate results and may also Modi method. The thesis is to compared the transportation problem by using the method North West Corner and Least Cost as an anitial basic feasible method followed by a Stepping Stone to find the optimum value.ABSTRACT One type operation research is the transportation problem. method NWC and LC can be solved by Tora Optimization System software and Steeping Stone method to find more optimum results make manually. 8 . Keywords: North West Corner Method. Vogel Approximation Method (VAM) and so forth. In this study reached Least Cost method is more accurate than the North West Corner to achieve minimum load. Any effort made by a company or firm has a particular purpose. Transportation problem has been formulated as a special procedure to attain minimum cost / load program while distributing homogeneous units a product over a number of sources point to destination point. The find initial basic feasible from the provided data.

9 . 6. 2. F. 5. sebagai Ketua Program Studi Matematika dan dosen Pembimbing II. Ibu Nina Fitriyati.Sis. Ibu Nur Inayah.. Wb. M.Si. M. Bapak Dr.Si.Si. 3. sebagai dosen Pembimbing I. M. Penulisan skripsi ini adalah syarat kelulusan yang harus ditempuh dalam menyelesaikan pendidikan sarjana strata satu Program Studi Matematika Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.Kom. Seluruh civitas akademika Fakultas Sains dan Teknologi atas bantuannya dalam bidang administrasi. Sekretaris Program Studi Matematika 4. M. sebagai Dekan Fakultas Sains dan Teknologi . Seluruh dosen Prodi Matematika yang telah memberikan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat bagi penulis. S. Syopiansyah Jaya Putra. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. M. Kami mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Bapak dan Ibu yang senantiasa mendoakan dan memberikan semangat selalu pada penulis dalam penyelesaian skripsi ini.. 7.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Bapak Cecep Anwar. di antaranya : 1. Shalawat serta salam tak lupa disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW.

Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.Wb. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi penyempurnaan laporan. Teman-teman Matematika angkatan 2004 yang membantu dan memberi semangat untuk skripsi ini.8. 10. 05 Maret 2010 Penulis 10 . Mahasiswa/i Matematika angkatan 2004. 9. Fahri (Mamet). Beny. terima kasih atas segala masukkan dan semangatnya semoga kelak kita menjadi manusia yang berguna. Jakarta. Lina and Ady. Mohon maaf bila ada kekurangan. Wawan (One). Istri (Khuzaimah) dan Putra I (Miftahullutfi Alfadil) yang selalu mendoakan dan pembuat spirit/pendorong agar saya bersemangat untuk mengerjakan skripsi. teman bermain dan belajar dari awal kita ketemu hingga saat ini. Wassalamu’alaikum Wr. khususnya bagi penulis pribadi.

. 6 ............................. vi KATA PENGANTAR ..................................................................................1 Latar Belakang Masalah .......... iv ABSTRAK ..............................4 Tujuan Penelitian ..... 18 II..... 4 1......... ii PERNYATAAN ................................................... 4 ........................................................................................3 Pembatasan Masalah ............. iii PERSEMBAHAN DAN MOTO ......................................... vii DAFTAR ISI ..............................................................................................................................................................5 Manfaat Penelitian ................................................ ........... ix DAFTAR TABEL ............................................................................1 Metode North West Corner ................................... 8 2.............3............................................................................. 1 1............................................ 12 2...................................................................................................................................2 Metode Simpleks . LANDASAN TEORI 2.......................3 Metode Transportasi................................... xi I...................................2 Metode Least Cost ...........................3.................. 6 2.................. 3 1............................................ PENDAHULUAN 1 .................................................. v ABSTRACT .......... 1... i PENGESAHAN UJIAN .........................1 Riset Operasi 11 ............................ 16 2................................................................................................................. 3 1.......................................................2 Permasalahan ..............DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................

...................................... 41 4... 53 5........... 54 REFERENSI.. KESIMPULAN DAN SARAN 44 ......1 Waktu dan Tempat Penelitian ................................................................................ ......3 Metode Stepping Stone................. 23 25 3.......................... 36 4...........................3 Perhitungan solusi optimum dengan metode Stepping Stone.....2 Pencarian solusi layak dasar dengan metode LC ..... 28 IV............ 29 4...........................2................. 53 5........................1 Simulasi Model ................................. 57 12 ..2.....................................3...............2 Metode Pengumpulan Data ........................................................................................1 Kesimpulan .......................1 Pencarian solusi layak dasar dengan metode NWC...3 Metode Pengolahan Data ............................................. 25 3....................................... 25 3......2 Perhitungan Optimal pengiriman barang ................................. V........................... .......................................................... METODOLOGI PENELITIAN ................. HASIL DAN PEMBAHASAN ................. 56 LAMPIRAN ...............................................2..................... 35 4..2 Saran ............................................................. III.......2.................... 29 4..........................

...................... 50 Tabel 4... 13 ................... 36 Tabel 4......... 18 Tabel 2....................................... 15 Tabel 2........ 48 Tabel 4............ ..............3 : Pengiriman dalam jarak dan beban...... 47 Tabel 4.................. 33 Tabel 4........13 : Nilai Cij Pada NWC Iterasi II.........15 : Jalur Tertutup Pada LC Iterasi I... 42 Tabel 4...............................................................11 : Nilai Perubahan Pada NWC Iterasi I.................................. 51 Tabel 5................. 35 Tabel 4.........1 : Metode Transportasi..8 : Jalur Tertutup Pada NWC Iterasi I.6 : Nilai Pada North West Corner……………………………….................................................................2 : Metode North West Corner ................................... 46 Tabel 4...............................................7 : Nilai Pada Least Cost………………………………………... 50 Tabel 4..........................12 : Jalur Tertutup Pada NWC Iterasi II..........5 : Masalah Transportasi.............. 37 Tabel 4...........10 : Cara Penghapusan Pada Metode NWC....2 : Daya tampung setiap depo ... 20 Tabel 4...........4 : Keseluruhan data ..17 : Hasil Solusi Optimum dari LC.1 : Daya tampung setiap swalayan …………………………...................................................................DAFTAR TABEL Tabel 2........... 48 Tabel 4.14 : Hasil Solusi Optimum dari NWC....9 : Nilai Cij Pada NWC Iterasi I................16 : Nilai Cij Pada LC Iterasi I. 45 Tabel 4................................................................3 : Metode Least Cost ...............................................1 55 : Jalur Tujuan Pengiriman Barang.......... 46 Tabel 4....................................................................... 39 Tabel 4................ 47 Tabel 4... 34 Tabel 4........................................................

ekonomi. hampir setiap kebutuhan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan peranan matematika. Program linear merupakan model dari riset operasi yang banyak digunakan dalam bidang industri. Salah satu jenis khusus dari program linear adalah masalah transportasi. Tujuan dari model transportasi adalah merencanakan pengiriman sesuatu dari sumber-sumber ke tujuan sedemikian rupa untuk meminimumkan total biaya transportasi. Banyak model riset operasi yang sudah dikembangkan yang berhubungan dengan metematika. transportasi. dan sumber tidak mungkin mengirim 14 . perdagangan.1 Latar Belakang Masalah transportasi adalah masalah pemrograman linier khusus yang dapat dikatakan penting. Persoalan transportasi diformulasikan sebagai prosedur khusus untuk mendapatkan program biaya minimum dalam mendistribusikan unit yang homogen dari suatu produk atas sejumlah titik sumber ke sejumlah titik tujuan.BAB I PENDAHULUAN 1. dengan kendala-kendala yaitu setiap permintaan tujuan terpenuhi. Salah satunya adalah program linear. dan berbagai bidang lain. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih. Aplikasi matematika untuk memecahkan masalah dengan optimum adalah riset operasi.

Ketika sebuah masalah mempunyai variasi waktu. Sedangkan transportasi dikatakan tidak seimbang jika jumlah sumber lebih besar dari tujuan atau jumlah sumber lebih kecil dari tujuan. Dalam hal ini untuk menentukan solusi awal yang layak merupakan langkah pertama yang harus dilakukan. Permasalahan tersebut diselesaikan pada batas dari suatu situasi khusus pada waktu tertentu. Oleh karena itu diperlukan beberapa teknik perhitungan matematika sebagai bahan pertimbangan yang baik dalam membuat suatu kebijakan agar keuntungan maksimum dapat tercapai oleh suatu perusahaan. Dalam masalah transportasi terjadi dua kasus yaitu transportasi seimbang dan transportasi tidak seimbang. Untuk mendapatkan solusi awal yang layak ini dapat digunakan beberapa metode (kriteria). yaitu metode North West Corner (NWC) dan Least Cost (LC).komoditas lebih besar dari kapasitas. teknik riset operasi lainnya harus mampu menyelesaikan masalah tersebut secara dinamis. Salah satu faktor keberhasilan suatu perusahaan untuk mencapai keuntungan yang besar adalah bagaimana perusahaan tersebut dapat mengirimkan hasil produksinya dengan waktu yang tepat dan beban biaya yang kecil. Terbukti bahwa saat ini perusahaan-perusahaan melebarkan sayapnya untuk meningkatkan hasil produksinya agar mendapatkan keuntungan yang maksimal. Program transportasi juga dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada dunia bisnis. Transportasi dikatakan seimbang jika total jumlah antara sumber dan tujuan sama. [6] 15 .

sehingga akan dicari metode yang lebih baik. yaitu metode North West Corner. Dalam menghitung masalah program transportasi ini. kedua solusi tersebut cukup mampu mengatasi masalah transportasi. agen dan lain sebagainya adalah data dari perusahaan memiliki beban yang cukup besar. Kemudian dilakukan perhitungan solusi optimum dengan menggunakan metode Stepping Stone. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dilakukan penelitian mengenai “Analisis Perbandingan Pengiriman Barang Menggunakan Metode Transportasi ”(Studi Kasus pada PT Arta Boga Jakarta Barat Januari 2009).Setelah itu. 1. pasar swalayan. metode NWC atau LC. sehingga penulis membahas dengan metode tersebut.3. Permasalahan Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan untuk mengirimkan barang kebutuhan konsumen kepada pasar tradisional. Pembatasan masalah Untuk memperjelas pembahasan yang disajikan maka penulis membatasi permasalahan sebagai berikut : 16 . metode solusi awal dilanjutkan oleh metode solusi optimum untuk menentukan hasil yang optimum.2. 1. North West Corner dan Least Cost merupakan solusi awal pada masalah transportasi yang mampu menghitung riset operasi untuk membantu perusahaan dalam pengiriman hasil produksinya. Least Cost dan Stepping Stone.

1. Mengetahui penyelesaian pengiriman barang kebutuhan pada masalah transportasi. Membandingkan kedua metode transportasi yang lebih baik untuk masalah transportasi. Pada pembahasan penelitian mengenai menganalisa pengiriman barang produksi. 1.5. 2. penulis mengambil data hanya bulan Januari 2009. Penelitian hanya menganalisa pada empat tempat tujuan yaitu : Carrefour. Metode untuk menentukan solusi awal menggunakan metode NWC dan LC sedangkan solusi optimum hanya menggunakan metode Stepping Stone. Cengkareng dan Cipondoh. Mempermudah perusahaan dalam menentukan pengiriman barang ke tempat tujuan dengan lebih baik. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Alfa mart. 1. 3. 3. 2. 17 . Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Meminimalkan beban yang dikeluarkan perusahaan setiap pengiriman barang. Ramayana dan Giant dan tiga depo/pabrik yaitu : depo Palmerah.4.

18 . Dapat menggunakan metode tersebut bilamana menemukan permasalahan transportasi. 3.2. Pembaca dapat mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang permasalahan transportasi.

Riset operasi adalah metode untuk memformulasikan dan merumuskan permasalahan sehari-hari baik mengenai bisnis. ekonomi. matematika. Arti riset operasi telah banyak didefinisikan oleh beberapa ahli. Churchman.K. sehingga akhirnya permasalahan tersebut dapat dipecahkan secara optimal. Miller dan M. Morse dan Kimball [7] mendefinisikan riset operasi sebagai metode ilmiah yang memungkinkan para manajer mengambil keputusan mengenai kegiatan yang mereka tangani dengan dasar kuantitatif. 19 . pemerintahan dan pertahanan [7]. teknik-teknik dan peralatan-peralatan ilmiah dalam menghadapi masalahmasalah yang timbul di dalam operasi perusahaan dengan tujuan ditemukannya pemecahan yang optimum masalah-masalah tersebut. bahan dan uang dalam industri.BAB II LANDASAN TEORI 2. Arkoff dan Arnoff [7] pada tahun 1950-an mengemukakan pengertian riset operasi sebagai aplikasi metode-metode. dan logika dalam kerangka pemecahan masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari. bisnis. mesin. Starr [7] mengartikan riset operasi sebagai peralatan manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan.1 Riset Operasi. Riset operasi adalah penerapan metode-metode ilmiah terhadap masalah-masalah rumit yang muncul dalam pengarahan dan pengelolaan dari suatu sistem besar manusia.

dan berbagai bidang lain. Adapun ciri dari riset operasi di antaranya : 1. Menggunakan teknik penelitian ilmiah untuk mendapatkan solusi optimum. kemudian dilanjutkan dengan membuat permodelan matematis yang menyatakan esensi dari keadaan yang sebenarnya yang akan dianalisis. Selanjutnya dicari solusi optimal berdasarkan model yang dibuat dan dilakukan penerapan solusi yang diperoleh untuk memecahkan masalah. memberikan jawaban yang sempurna sehingga dapat memperbaiki kualitas solusi. transportasi. Karena masalah transportasi hanya merupakan jenis masalah pemograman 20 . perdagangan.sosial maupun bidang lainnya ke dalam pemodelan matematis untuk mendapatkan solusi yang optimal.2 Metode Simpleks Masalah transportasi merupakan modifikasi dari metode simpleks. 3. Merupakan pendekatan kelompok antar disiplin untuk mencari hasil optimum. 2. 2. ekonomi. [5] Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa riset operasi merupakan metode ilmiah yang dimulai dengan dilakukannya observasi dan formulasi masalah. Salah satu jenis khusus dari program linear adalah masalah transportasi. Memberikan jawaban yang buruk terhadap persoalan jika tersedia jawaban yang lebih buruk. Riset operasi banyak digunakan dalam bidang industri.

linear yang khusus. 2. masing-masing solusi x1.... 2.. masalah yang diberikan sebagai berikut : n ∑c Maksimalkan j xj j =1 n Fungsi kendala ∑a ij x j ≤ bi ( i =1.xn+m dengan xn+1.. x2. ..xn+m ... Sehingga terlihat pada persamaan sebagai berikut : 21 ... maka awalnya dapat diselesaikan dengan metode simpleks. m ) (2. didefinisikan pada persamaan berikut : n x n+1 = bi − ∑ a ij x j ( i = 1.. Menerangkan secara singkat mengenai metode simpleks. m ) (2. pada persamaan (2..xn+m ke solusi layak dasar yang lain _ _ _ x1.xn+m dan fungsi objektif pada Z..... xn+2... xn+2..2) j =1 n z = ∑cjxj j =1 Dalam pembahasan metode simpleks. yang lebih baik dari solusi layak dasar yang awal.... ...1) j =1 x j ≥ 0 ( j =1. 2.. n ) Pertama diperkenalkan variabel slack xn+1. x2.. metode simpleks berubah dari beberapa solusi layak dasar x1... x2.. x2 ..1) disajikan dengan n+m adalah bilangan tak negatif dari persamaan variabel x1..... Pada umumya.2) Pada masing-masing iterasi.xn+m didefinisikan oleh persamaan (2.xn.

Sistem seperti itu memudahkan untuk memperbaiki solusi layak dasar yang sebelumnya. x 2 .n ∑c n _ j xj > ∑cjxj j =1 (2. sistem persamaan linear (2.3) j =1 Sebagaimana dilihat pada permasalahan yang diberikan sebelumnya.xn+m dan z. x6 ≥ 0 22 . sebagai berikut : Maksimal 5x1 + 4x2 + 3x3 (2.. x3 ≥ 0 Dengan soal diatas. persoalan dari pemograman linear dapat diubah menjadi sebuah sistem persamaan linear dengan solusi layak dasar.4) 2 x1 + 3 x2 + x3 ≤ 5 Untuk fungsi kendala 4 x1 + x 2 + 2 x3 ≤ 11 3 x1 + 4 x2 + 2 x3 ≤ 8 x1 .1) merupakan sebuah sistem persamaan linear yang variabelnya x1. metode simpleks dengan persamaan linear. untuk menaikkan nilai z. x3 . Hal tersebut dilakukan dengan cara memilih variabel pada ruas kanan yang berhubungan dengan variabel pada ruas kiri dan fungsi objektif. x2. Sehingga setiap dictionaries yang berhubungan dengan persamaan (2. Pada beberapa literatur. x5 .. x 4 . maka harus mengubah variabel x1 karena koefisien tersebut memiliki nilai yang paling tinggi.2) disebut dictionaries. z = 5x1 + 4x2 + 3x3 2 x1 + 3 x 2 + x3 + x 4 = 5 4 x1 + x2 + 2 x3 + x5 = 11 3 x1 + 4 x 2 + 2 x3 + x6 = 8 x1 .. x 2 . perhatikan contoh di bawah ini. Untuk lebih jelas.

x6 adalah bilangan tak negatif dan variable tersebut dapat disebut juga dengan variabel slack. x6 = 8 x1 = 5 3 1 1 − x 2 − x3 − x 4 2 2 2 2 kemudian 1 1  5 3 x5 = 11 − 4 − x 2 − x3 − x4  − x 2 − 2 x3 2 2  2 2 1 1  5 3 x6 = 8 − 3 − x 2 − x3 − x4  − 4 x 2 − 2 x3 2 2  2 2 1 1  5 3 z = 5 − x2 − x3 − x 4  + 4 x 2 + 3x3 2 2  2 2 5 3 1 1 − x 2 − x3 − x 4 2 2 2 2 x5 = 1 + 5 x 2 + 2 x 4 x1 = Menjadi 1 1 1 3 + x 2 − x3 + x4 2 2 2 2 25 7 1 5 z= − x 2 + x3 − x4 2 2 2 2 x6 = 23 . x2 = 0. x5 = 11. Sedangkan x1 . x5 . x4 = 5. karena nilai tersebut tidak membuat variabel slack negatif. x3 disebut juga variabel turunan. maka nilai x 4 . x2 . Oleh karena itu. maka nilai yang dipakai untuk menaikkan nilai z adalah 5/2. x3 = 0. 5 2 11 x5 = 11 − 4 x1 − x 2 − 2 x3 ⇒ x1 ≤ 4 8 x6 = 8 − 3 x1 − 4 x 2 − 2 x3 ⇒ x1 ≤ 3 x 4 = 5 − 2 x1 − 3 x2 − x3 ⇒ x1 ≤ z = 5x1 + 4x2 + 3x3 Maka solusi layak dasar x1 = 0.Untuk menaikkan nilai z.

x4 = 0. untuk menaikkan nilai z. x3 = 0. maka dilakukan pada variabel yang bernilai positif. x5 = 1. x5 = 1. x6 = 0 dan z = 13. x6 = 1/2 dan z = 25/2. 5 3 1 1 − x 2 − (1 + x2 + 3 x 4 − 2 x6 ) − x 4 2 2 2 2 x5 = 1 + 5 x2 + 2 x 4 x1 = z= 25 7 1 5 − x 2 + (1 + x2 + 3 x 4 − 2 x6 ) − x 4 2 2 2 2 menjadi . maka nilai z tidak dapat lagi dinaikkan karena nilai variabel yang dimiliki adalah negatif. Untuk menaikkan nilai z maka variabel seharusnya bernilai positif. hal ini dimiliki pada x3. x2 = 0. x4 = 0. x3 = 1 + x2 + 3 x 4 − 2 x6 x1 = 2 − 2 x 2 − 2 x 4 + x 6 x5 = 1 + 5 x 2 + 2 x4 z = 13 − 3 x 2 − x 4 − x6 Dari hasil diatas. x3 = 1. 2. metode ini dapat digunakan untuk 24 . solusi layak dasar mengalami perubahan x1 = 5/2. Maka nilai maksimal x1 = 2. x3 = 1 + x 2 + 3 x4 − 2 x6 kemudian .3 Metode Transportasi Model transportasi adalah aplikasi dari model program linear yang merupakan suatu prosedur iteratif untuk pemecahan masalah minimisasi biaya pengiriman (distribusi) dari pabrik atau sumber m ke tempat tujuan n. Pada iterasi II.Pada iterasi I. x2 = 0. maka dilanjutkan pada iterasi II. Selain untuk persoalan distribusi.

Dalam hal ini dapat digambarkan pada gambar 2. 25 .1 model transportasi Ada empat langkah dasar dalam model transportasi.menentukan lokasi fasilitas pabrik baru. Mengidentifikasi dan mengevaluasi solusi akhir. Melakukan perbaikan pada solusi awal hingga kemungkinan perbaikan tidak mungkin dilakukan lagi (solusi optimal telah tercapai) d. Menterjemahkan permasalahan menjadi bentuk tabel: pabrik pada baris dan daerah tujuan pada kolom. b. yaitu [4] a. Setiap sel dalam tabel merupakan suatu rute pengiriman dari pabrik ke daerah tujuan.1 sebagai berikut : C11 A 1 C12 C13 C 21 B 2 C22 C23 C32 C 32 C C31 3 Gambar 2. c. Menentukan solusi awal/layak dasar .

3….3…n) 26 ΣSi =ΣDj . . Tabel ini mempunyai bentuk umum seperti pada tabel sebagai berikut : Tabel 2. .Transporstasi merupakan suatu model yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber yang menyediakan produk yang sama ke tempat-tempat yang membutuhkan secara optimal. . . . . . . . . . . . . . . . . .m) Pengiriman barang ke tempat tujuan j (j =1. . . . . Ci1 m Cm1 Xm1 Cm2 Xm2 Cm1 Xm1 Cmn Xmn Sm D1 D2 Dj Dn S1 S u i Demand Keterangan : Pengiriman barang dari pabrik i (i = 1. .2. Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa. . maka ditempatkan dalam suatu bentuk tabel khusus yang dinamakan tabel transportasi. . . . Karena bentuk masalah transportasi yang khas tersebut. karena terdapat perbedaan beban dari satu sumber ke suatu tempat-tempat tujuan yang berbeda-beda.2. m . . .1 Metode Transportasi Ke Tujuan Dari 1 1 … … j C12 n C11 C1n X1n r X11 C21 2 C22 C21 C2n X22 X21 . . . . X2n X21 S1 S2 b e 2 C11 Supply Ci2 Cij Cin .

melihat atau mendengarkan dari narasumber. dapat diselesaikan melalui satu atau beberapa teknik solusi transportasi.Xij : jumlah barang yang dikirim dari Si ke Dj Cij : biaya pengiriman per unit dari Si ke Dj m : jumlah pengiriman dari pabrik n : jumlah pengiriman ke gudang S : kapasitas pabrik D : kapasitas gudang Data yang disajikan merupakan kumpulan dari survei tempat sumber dan tempat tujuan barang serta perhitungan yang akurat. Dari masalah yang telah disajikan dalam bentuk tabel. Namun. Data yang didapat ialah data sekunder yaitu data yang diperoleh dengan cara membaca. suatu solusi dasar layak harus ditentukan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1. untuk memulai proses solusi.3.[8] 2. yaitu North West Corner dan Least Cost. Mulai dari pojok kiri atas tabel dan alokasikan sebanyak mungkin pada X11 tanpa menyimpang dari kendala penawaran atau 27 .1 Metode North West Corner Metode ini adalah yang paling sederhana diantara metode yang telah disebutkan untuk mencari solusi awal. Metode untuk mencari solusi awal. akan dibicarakan di sini.

Akibatnya. Lanjutkan dengan cara yang sama sampai semua penawaran telah dihabiskan dengan keperluan permintaan telah dipenuhi.permintaan (artinya X11 ditetapkan sama dengan yang terkecil diantara nilai S 1 dan D1). 28 . Jika baik kolom maupun baris telah dihabiskan. 2. pindahlah secara diagonal ke kotak berikutnya. dimana digambarkan langkah-langkah yang telah dijelaskan sebelumnya. Pada tabel 2. Kemudian alokasikan sebanyak mungkin ke kotak didekatnya pada baris atau kolom yang dapat dihilangkan.2 terdapat tabel Metode North West Corner. tak ada lagi barang yang dapat dialokasikan ke kolom atau baris yang telah dihabiskan dan kemudian baris atau kolom itu dihilangkan. 3. Ini akan menghabiskan penawaran pada sumber 1 dan atau permintaan pada tujuan 1.

3. Prosedur metode ini adalah : 1. Dari kotak-kotak sisanya yang layak (yaitu yang tidak terisi atau tidak dihilangkan) pilih nilai cij terkecil dan alokasikan sebanyak mungkin. 2. Untuk cij terkecil. Di]. Xij = minimum [Si.2 Metode North West Corner KE G1 DARI G2 C11 a X11 C12 X12 C21 b X21 X22 X31 Demand D1 X13 X23 D2 D3 S1 X14 C24 S2 X24 C33 X33 Supply C14 C23 C32 X32 G4 C13 C22 C31 c G3 C34 S3 X34 D4 4 3 j =1 i =1 ∑ D j = ∑ Si 2. Pilih variabel Xij (kotak) dengan biaya trasport (cij) terkecil dengan alokasikan sebanyak mungkin.Tabel 2.2 Metode Least Cost Metode Least Cost berusaha mencapai tujuan minimisasi biaya dengan alokasi sistematik kepada kotak-kotak sesuai dengan besarnya biaya transport per unit. 29 . Ini akan menghabiskan baris i atau kolom j.

metode Least Cost tidak ada titik acuan karena metode Least Cost menentukan titik acuan pada biaya terkecil lebih dahulu kemudian bergerak menurut alur yang tepat. (Xij) : Banyaknya barang akan dikirim pada setiap 30 .3 sebagai berikut : Tabel 2. kemudian berjalan menurut alur yang tepat. Pada metode North West Corner dapat ditentukan pada satu acuan yaitu terletak pada pojok kiri atas. Sedangkan metode Least Cost sebaliknya. Lanjutkan proses ini sampai semua penawaran dan permintaan terpenuhi. Hal ini terdapat pada tabel 2.3 Metode Least Cost KE G1 G2 G3 G4 Supply DARI C11 a X11 X12 C21 b X21 X31 D1 C13 X13 C22 X22 C31 c Demand C12 X23 D2 C24 D3 S2 X24 C33 X33 S1 X14 C23 C32 X32 C14 C34 S3 X34 D4 4 3 j =1 i =1 ∑ D j = ∑ Si Keterangan : (Cij) : Beban uang bensin setiap melakukan pengiriman barang (1 liter bensin = Rp 4500).3.

Berikut ini akan disajikan perumusan masalah bila kebutuhan sama. n) j =1 III. X ij ≥ 0 Pada rumusan di atas semua kebutuhan dapat dipenuhi. ∑ Xij = Dj ( j = 1.5) Batasan-batasan : m I. b. dapat dilihat dari persamaan berikut : Fungsi tujuan : minimumkan Total biaya = m n i =1 j =1 ∑ ∑ Cij Xij …(2. maka dapat diselesaikan dengan langkahlangkah berikut ini : a. 2. lebih besar ataupun lebih kecil dari kapasitas yang telah disediakan. Bila kebutuhan lebih kecil dari kapasitas. (Dj) : Kapasitas/daya tampung penyimpanan pada setiap swalayan atau agen toko (dalam kilogram).m) i =1 n II. 3….swalayan atau agen toko (dalam kilogram). (Si) : Kapasitas/daya tampung penyimpanan pada setiap pabrik/depo (dalam kilogram). dapat dilihat dari persamaan berikut : 31 . semua kapasitas sumber dialokasikan. Setelah masalah dirumuskan. dan nilai alokasi harus positif. 2.. ∑ Xij = Si (i = 1. Perumusan masalah bila kebutuhan sama dengan kapasitas. 3 .

∑ Xij = Dj ( j = 1. 2. 3 .m) i =1 n II.7) Batasan-batasan : m I. 2. ∑ Xij ≤ Si (i = 1. 32 .m) i =1 n II.(2. 2. 3…. tetapi kapasitas sumber tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya. c.6) Batasan-batasan : m I.. ∑ Xij = Si (i = 1. n) j =1 III. 2. n) j =1 III. 3….. X ij ≥ 0 Pada rumusan ini semua kebutuhan dapat dipenuhi. 3 .Fungsi tujuan : minimumkan Total biaya = m n i =1 j =1 ∑ ∑ Cij Xij …(2. Bila kebutuhan lebih besar dari kapasitas. dapat dilihat dari persamaan berikut : Fungsi tujuan : minimumkan Total biaya = m n i =1 j =1 ∑ ∑ Cij Xij …. X ij ≥ 0 Pada rumusan ini tidak semua kebutuhan bisa dipenuhi meskipun kapasitas sumber telah digunakan sepenuhnya. ∑ Xij ≤ Dj ( j = 1.

penelitian ini hanya menggunakan metode Stepping Stone. Langkah berikutnya adalah menekan ke bawah biaya transport dengan memasukan variable nonbasis ( yaitu alokasi barang ke kotak kosong) ke dalam solusi. 33 . kecuali pada kotak kosong yang sedang dievaluasi. 3. Cara ini digunakan untuk mengevaluasi biaya transportasi dengan mengubah rute yang belum terpakai. Proses evaluasi variable nonbasis yang memungkinkan terjadinya perbaikkan solusi dan kemudian mengalokasikan kembali dinamakan Stepping Stone.Setelah solusi layak dasar diperoleh kemudian dilakukan perbaikan untuk mencapai solusi optimum. Bagi variable nonasis yang akan memasuki solusi dan harus memberi sumbangan dalam penurunan nilai fungsi.3 Metode Stepping Stone Metode Stepping Stone adalah salah satu solusi optimum untuk melanjutkan solusi dasar awal.3. Metode Stepping Stone merupakan cara mengubah penyelesaian awal menjadi pemecahan yang optimal. 1. Hal ini dapat ditunjukkan pada proses jalur tertutup. Beberapa hal penting yang perlu disebutkan dengan penyusunan jalur Stepping Stone. 2. Dari dua metode solusi optimum yang akan dibahas. Arah yang diambil baik searah maupun berlawanan arah dengan jarum jam adalah tidak penting dalam membuat jalur tertutup. Jalur hanya mengikuti kotak terisi (terjadi perubahan arah). Hanya ada satu jalur tertutup untuk kotak kosong. 2. Setiap kotak kosong menunjukkan suatu variable nonbasis.

4. Solusi optimum dapat terlihat jika nilai dari Cij adalah positif. merupakan nilai – nilai kembar yang biaya terkecil. Adapun tujuan dari jalur ini adalah untuk mempertahankan kendala penawaran dan permintaan sambil melakukan alokasi ulang barang ke suatu kotak kosong. maka kita bisa memilih secara sembarang. Entering variable ialah kotak kosong yang mempunyai nilai negatif pada jalur penambahan dan pengurangan biaya. Sebuah penambahan dan sebuah pengurangan yang sama besar harus kelihatan pada setiap baris dn kolom pada jalur itu. Dalam kasus ini terdapat dummy. Bila ada nilai dari perubahan biaya mempunyai nilai penurunan yang sama. Baik kotak terisi maupun kosong dapat dilewati dalam penyusunan jalur tertutup. 34 . 6. 5. Suatu jalur dapat melintasi dirinya. pada metode NWC kotak dummy tidak mengalami perubahan sedangkan pada LC kotak dummy dengan nilai Cij sama dengan nol. Semua kotak kosong dievaluasi dengan cara yang sama untuk menentukan apakah kotak tersebut dapat menurunkan biaya dan karena itu menjadi calon entering variable.

Depo Bekasi dan lain-lain.2 Metode Pengumpulan Data Data yang disajikan merupakan kumpulan dari survei tempat sumber dan tempat tujuan barang serta perhitungan yang akurat. Depo Cengkareng. Palmerah barat No. 4. yaitu data yang diperoleh dengan cara membaca. Dari beberapa depo tersebut maka penelitian hanya mengambil tiga sampel tempat penyimpanan barang yaitu Depo Palmerah (Jakarta Barat). 7. 6. 3. 2. Depo Pulo Mas. 5. 81 Jakarta Barat. Depo Cipondoh.31 Januari 2009. melihat atau mendengarkan dari narasumber. Tempat penelitian ini bertempat di Jl. Depo Bogor/Sentul. Perusahaan tersebut mendistributorkan barang / produk yang bermerk “Cap Orang Tua” dan memiliki beberapa gudang penyimpanan barang diantaranya : 1. ARTA BOGA. 3.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PT. Depo Palmerah. 35 . Waktu pengambilan data dilakukan selama satu bulan dimulai pada tanggal 1 Januari 2009 . Depo Bandung. data yang didapat ialah data sekunder.

10. 26 . Giant. 3. pasta gigi. Setiap depo menyimpan berbagai jenis barang/produk di antaranya : makanan ringan. Indomart. Naga swalayan. Carefour.Depo Cengkareng (Jakarta Barat) dan Depo Cipondoh (Tangerang). Ramayana. Alfamart. 7. 8. biskuit. Dan tempat tujuan pengiriman barang tersebut adalah : 1. mie instan dan lain sebagainya. 9. Agen toko 6. Alfa midi. Hero. minuman dingin. Hipermart. sikat gigi. 2. 5. 11. Matahari. baterai. 4.

2. Mencatat data dari beberapa agen atau pasar swalayan mengenai berat/jumlah barang pengiriman setiap hari. yaitu alur pengolahan data sebagai berikut : 29 . Hal ini terlihat dari gambar 3.1.Barang yang didistribusikan mencakup agen toko atau pasar swalayan se-Jabotabek dan sekitarnya. Meneliti jenis barang atau produk yang akan dikirim ke setiap pasar swalayan ataupun agen. Mencatat berapakah kapasitas barang / produk yang ditampung pada setiap pasar swalayan untuk produk yang dikirim oleh perusahaan tersebut. Dan penelitian hanya mengambil beberapa sampel tempat tujuan yang mencakup daerah sekitar. Penelitian ini hanya menganalisa distributor barang di kawasan Jabodetabek. 3. 4. Membaca buku profil perusahaan di dalam perpustakaan yang terdapat di perusahaan tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1.

1 Alur pengolahan Data 30 . Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan perhitungan North West Corner dan Least Cost menggunakan software Tora Optimization System Kemudian dianalisis dengan menggunakan Metode Stepping Stone utuk mencapai nilai yang optimum secara manual. Menghitung beban (C) dari tempat sumber sampai tujuan dengan memperhitungkan pemakaian bensin setiap pengiriman barang.sumber.Mengumpulkan data jumlah pengiriman (X) dan perhitungan daya tampung untuk penyimpanan barang (S) dari tempat Mengumpulkan perhitungan daya tampung (D) dari setiap tempat tujuan. Gambar 3.

31 . Oleh karena itu. Penelitian tersebut bersifat kualitatif karena setiap barang yang dikirim ke setiap tempat tujuan beban barang yang didistributor setiap harinya berubah-ubah sebab permintaan konsumen tidak menentu. sedang peranan desain hanya membantu mengarahkan jalannya proses penelitian agar sesuai dengan pernyataan masalah dan berjalan dengan sistematis.3 Metode Pengolahan Data Data jumlah hasil pengiriman dan jumlah beban yang dihadapi oleh perusahaan dikumpulkan berdasarkan hasil yang paling maksimal yang pernah dicapai. baku dan tidak berubah-ubah. data yang didapat dari setiap pabrik dan tempat tujuan selalu berubah-ubah. kemudian ditabulasikan menurut aktivitas-aktivitasnya. Penelitian kualitatif bersifat fleksibel dan berubahubah sesuai dengan kondisi lapangan tidak seperti desain riset penelitian kuantitatif yang bersifat tetap.3. Data yang dikumpulkan pada bulan Januari tahun 2009 tersebut digunakan untuk menganalisa beban pengiriman dari perusahaan. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode NWC dan LC menggunakan software Tore Optimization System. Kemudian dilanjutkan dengan metode Steeping Stone untuk mendapatkan hasil yang optimum. Oleh karena itu peranan peneliti sangat dominan dalam menentukan keberhasilan penelitian yang dilaksanakan. Penelitian data dilakukan secara kualitatif.

Carefour (C) terletak di Permata Hijau.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. berikut ini letak tempat-tempat atau swalayan yang diliput. Data yang ketiga dan ke tempat ialah kapasitas tempat tujuan dan pabrik/depo. Dari banyaknya swalayan atau tempat tujuan untuk pengiriman produk. Hal itu sudah diperhitungkan oleh pihak perusahaan. Alfamart (A) terletak di Joglo. hal ini sangat terkait oleh data yang pertama.1 Simulasi Model Data yang diperoleh yang pertama ialah data beban barang yang didistribusi ke tempat tujuan. Giant (G) terletak di Kreo. 3. perbatasan Tangerang. Ramayana (R) dan Giant (G) yang akan dijadikan sampel untuk bahan penganalisaan dari permasalahan tersebut. dimana jumlah barang yang akan dikirim harus sesuai. Data yang kedua dari permasalahan ini adalah banyaknya jumlah barang pengiriman. si penulis hanya mengambil empat tujuan diantaranya ialah : Carefour (C). 4. penelitian hanya mengambil bebrapa sampel untuk dijadikan analisa. 32 . Jakarta Barat. Jakarta Selatan. Alfamart (A). Jakarta Barat. Ramayana (R) terletak di Kebayoran Lama. diantaranya : 1. Dari beberapa tempat tujuan. 2. Tidak semua tempat tujuan akan dijadikan sebuah permasalahan oleh si penulis. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tergantung pada beban barang tersebut.

Giant...(4. maka langkah selanjutnya adalah membuat fungsi-fungsi kendala yang pembentukannya sesuai dengan model matematika baku yang telah diketahui.. Hero dan lain sebagainya memiliki tempat kapasitas (Dj).. Data banyaknya pengiriman yang diperoleh dari penyelesaian metode-metode yang disediakan akan menghasilkan data beban barang (Xij)...... Sedangkan setiap pabrik memiliki tempat kapasitas barang (Si) dan tempat tujuan seperti Alfamart.... Carefour.. dari aktivitas yang ada dibuat suatu persamaan dan pertidaksamaan sesuai dengan pembentukan model matematika baku yang digunakan dalam penyelesaian masalah transportasi dengan metode North West Corner dan Least Cost... Ramayana.. Selanjutnya.Ditemukan data beban biaya angkut (Cij) dari pabrik ke tempat tujuan.......1) Setelah ditentukan fungsi tujuannya....... Dari [2] model matematika baku yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : X11 + X12 + X13 + X14 = S1 X 11 + X 21 + X 31 = D1 X21 + X22 + X23 + X24 = S2 X 12 + X 22 + X 32 = D 2 X31 + X32 + X33 + X34 = S3 X 13 + X 23 + X 33 = D 3 X 14 + X 24 + X 34 = D 4 33 ... + cmn x mn .... Sebelum membuat model matematika yang baku maka terlebih dahulu ditentukan fungsi yang merupakan fungsi tujuan yang akan dioptimalkan. hal ini terlihat dari persamaan berikut : Minimumkan Z = c11 x11 + c12 x12 + .

dimana software tersebut dapat menyelesaikan masalah transportasi. Ramayana (R) dan Giant (G). Selain masalah transportasi software tersebut digunakan untuk melakukan perhitungan pada program linear. sedangkan tiga depo yaitu : Depo Palmerah. Cengkareng dan Cipondoh. Alur pengiriman produk dari depo ke tempat tujuan tergambar sebagai berikut : . Empat pengiriman barang diantaranya : Carefour (C). CPM. Berdasarkan penelitian yang dilakukan.Selanjutnya fungsi tujuan dan fungsi kendala yang ada dioptimalkan solusinya dengan menggunakan metode North west Corner dan Least Cost dengan perhitungan secara manual dan dapat juga menggunakan software Tora Optimization System. Program ini langsung memberi penyelesaian secara tepat dan singkat. matrix. teori permainan dan lain sebagainya. Alfamart (A). diketahui terdapat empat jenis pengiriman barang dari tiga tempat depo/pabrik. PERT.

Depo Palmerah Carrefour Permata Hijau Alfa Mart Joglo Depo Cengkareng Ramayana Kebayoran Depo Cipondoh Giant Kreo Gambar 4. kerusakan pada kendaraan. cuaca buruk. . perusahaan perlu mempertimbangankan jarak yang ditempuh karena hal ini terkait oleh jumlah barang yang akan dikirim ke tempat tujuan. Dalam menjalankan proses pengiriman. kejadian yang tak terduga dan kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).1 Alur pengiriman produk Proses distribusi barang dilakukan sistem pengiriman setiap hari. hal ini dapat pula mempengaruhi pada setiap pengiriman. Sedangkan masalahmasalah diluar perhitungan (masalah tak terduga) yang dihadapi pengangkut barang ialah kemacetan di jalan. Perusahaan selalu memikirkan masalah-masalah semacam itu agar pengiriman barang berjalan lancar dan tidak mengalami kerugian yang cukup besar.

Kemudian besarnya beban biaya dan jumlah barang didistribusi dilakukan dengan sistem data sekunder yaitu data yang didapat dari melihat ataupun mendapat dari narasumber. Pada proses ini. hanya empat swalayan yang diambil datanya untuk dijadikan acuan analisa penelitian. kemudian dilakukan penempatan yang tepat pada analisis ini. hal ini tergantung dari tempat dan keperluan/kebutuhan para konsumen. Dari sekian banyak swalayan di Jabotabek. setiap tempat tujuan memiliki kapasitas yang berbeda. masalah dapat diperoleh dengan menghubungkan beban biaya dan jumlah barang yang didistribusikan ke swalayan atau agen toko. Pada analisa. Dalam hal ini penelitian mendapatkan data dengan menghitung rata-rata setiap pengiriman di tempat tujuan dan setiap pabrik/depo. sama halnya dengan kapasitas dari depo tersebut (Si).Setelah masalah-masalah tersebut yang mempengaruhi pengiriman. Pada data tersebut banyaknya jumlah pengiriman barang dilakukan setiap hari ketempat tujuan.Jumlah pengiriman barang beraneka ragam tergantung dari kapasitas dari tempat tujuan (Dj). hal ini tidak menguntungkan pada perusahaan karena pengangkut barang tidak memperhitungkan jarak yang ditempuh dan masalah tak terduga pada setiap pengiriman. dari yang besar hingga terkecil. Terlihat pada table berikut : . Tujuannya adalah agar dihasilkan suatu model matematika baku yang tepat untuk penyelesaian masalah transportasi tersebut. Dari menanyakan setiap pengiriman hingga berapa jumlah beban biaya yang dikeluarkan setiap pengiriman.

luasnya tempat pabrik b. terkait pada beban biaya yang .800 Giant 2.200 Sumber : Setiap Depo Ada pula data beban yang diperhitungkan dari jarak yang ditempuh oleh kendaraan pengangkut.000 Jumlah 7. agar setiap depo memilki tempat cadangan untuk menampung banyaknya jumlah produk dan lain sebagainya.500/liter. Hal itu tersaji pada table berikut : Table 4.500 Alfa mart 850 Ramayana 1.600 Cengkareng 2.Table 4.1 Daya tampung setiap swalayan (dalam kilogram) Tempat tujuan Kapasitas/daya tampung Carrefour 2.100 Cipondoh 1. hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya : a.2 Daya tampung setiap depo (dalam kilogram) Depo Kapasitas/daya tampung Palmerah 3.500 Jumlah 7.150 Sumber : Tempat Tujuan Sedangkan daya tampung pada setiap depo memiliki kapasitas yang berbeda-beda pula. Dapat pula diperhitungankan dengan harga saat ini yaitu Rp. 4. beban dalam hal ini bahan bakar minyak (BBM) yang satuannya adalah liter.

dikeluarkan setiap hari oleh masing-masing depo. Pengiriman barang seharusnya diperhitungkan seminimal mungkin agar perusahaan mendapatkan pengeluaran yang sedikit dan keuntungan yang cukup besar dari pengiriman. data tersebut tersaji pada tabel berikut ini : Tabel 4.3 Pengiriman dalam jarak dan beban Depo Carrefour Tempat tujuan Alfa mart Ramayana Giant Jarak Beban Jarak Beban Jarak Beban Jarak Beban Palmerah ±2 6 ±4 12 ±3 9 ±7 21 Cengkareng ±4 12 ±6 18 ±5 15 ± 12 36 Cipondoh ±7 21 ±8 24 ± 10 30 ±4 12 Sumber : Wawacara dengan karyawan Keterangan : Jarak (dalam kilometer) Beban (dalam liter) .

2 Perhitungan optimal pengiriman barang Perhitungan dilakukan secara manual dengan memisahkan beberapa variabel dari data pengiriman. keseluruhan data dapat disederhanakan pada tabel sebagai berikut : Tabel 4. metode ini adalah yang paling sederhana di antara metode yang lain. Dari pembahasan Bab 4. Ini akan menghabiskan penawaran pada sumber 1 dan atau permintaan pada tujuan 1.4.000 ∑ Dj < ∑ Si Pencarian solusi layak dasar North West Corner (NWC) Metode North west Corner (pojok barat laut) dapat diartikan nilai pojok kiri atas. Dan ambil pula data beban biaya yang dikeluarkan perusahaan setiap harinya dan daya tampung setiap depo untuk setiap pengiriman keempat swalayan tersebut.2. Langkah-langkahnya diantaranya : a.1 2.100 Cipondoh 21 24 30 12 1.4 Keseluruhan data Swalayan/pasar Carrrefour Alfamart Ramayana Giant C1 C2 C3 C4 Penawaran (Si) Palmerah 6 12 9 21 3.500 Depo Permintaan (Dj) 4. Akibatnya. Mulai dari pojok kiri atas (artinya X11 ditetapkan sama dengan yang terkecil diantara nilai S1 dan D1).600 Cengkareng 12 18 15 36 2.800 2.500 850 1. b. Ambil data pengiriman barang dan kapsitas atau daya tampung dari empat swalayan.1. tak ada lagi barang yang .

7 sebagai berikut : Tabel 4. Kemudian dilanjutkan dengan cara yang sama sampai semua penawaran telah dihabiskan dengan keperluan permintaan telah dipenuhi Langkah-langkah tersebut dapat diterapkan pada masalah transportasi berikut. Jika baik kolom maupun baris telah dihabiskan.5 Masalah transportasi KE C A R G Penawaran (Si) DARI Palmerah 6 12 9 21 3.800 2. pindahlah secara diagonal ke kotak berikutnya c.500 Permintaan (Dj) 2.000 ∑ Dj < ∑ Si .dapat dialokasikan ke kolom atau baris yang telah dihabiskan dan kemudian baris atau kolom itu dihilangkan.600 Cengkareng 12 18 15 36 2. hal ini terlihat pada tabel 4.500 850 1.100 Cipondoh 21 24 30 12 1. Kemudian alokasikan sebanyak mungkin ke kotak di dekatnya pada baris atau kolom yang dapat dihilangkan.

Misalkan Xij : banyaknya unit barang yang dikirimkan dari
depo/pabrik, i (i=1,2,3...) ke pasar j (j=1,2,3...) maka,
Minimumkan Z = 6X11 + 12X12 + 9X13 + 21X14 + 12X21 +18X22 +
15X23 + 36X24 + 21X31 + 24X32 + 30X33 + 12X34
Dengan syarat :
X11 + X12 + X13 + X14 ≤ 3.600 (penawaran depo Palmerah)
X21 + X22 + X23 + X24 ≤ 2.100 (penawaran depo Cengkareng)
X31 + X32 + X33 + X34 ≤ 1.500

(Penawaran depo Cipondoh)

X11 + X21 + X31

= 2.500 (permintaan pasar C)

X12 + X22 + X32

= 850 (permintaan pasar A)

X13 + X23 + X33

= 1.800 (permintaan pasar R)

X14 + X24 + X34

= 2.000 (permintaan pasar G)

Dari tabel 4.5 , terlihat bahwa permintaan (Dj) lebih sedikit
daripada

penawaran

Kebutuhan/permintaan

(Si).

setiap

swalayan/pasar lebih sedikit daripada penawaran/daya tampung
pada depo. Pernyataan itu mempunyai fungsi tujuan :
Minimumkan Z =

m

n

i =1

j =1

∑ ∑ Cij Xij

Dengan batasan-batasan :
m

IV.

∑ Xij ≤ Si (i = 1, 2, 3 ..m)
i =1

n

V.

∑ Xij = Dj ( j = 1, 2, 3…, n)
j =1

VI.

X ij ≥ 0

Oleh karena itu masalah transportasi tersebut mempunyai
Dummy D yang artinya sisa dari permintaan, hal ini kemungkinan
akan terjadi pada setiap depo. Perusahaan memiliki beberapa depo
yang daya tampungnya melebihi permintaan yang bertujuan agar
mengantisipasi pengiriman barang tidak kekurangan. Sebab setiap
hari permintaan swalayan/pasar terkadang melonjak tergantung
kebutuhan

konsumen.

Data

pengiriman

barang

akan

diperhitungkan dengan menggunakan metode NWC yang tersaji
pada tabel 4.6 sebagai berikut :

Tabel 4.6 Nilai Pada North West Corner
KE
DARI

Palmerah

C

A

6
2500

Cengkareng

12

R

G

12
850
18

Permintaan
(Dj)

21

2.500

24

850

Penawaran
(Si)

9

21

0

3.600

15

36

0

2.100

0

1.500

250

1550
Cipondoh

Dummy
D

30

1.800

550
12
1450

50

2.000

50

7.200

Dari penjelasan pada tabel 4.6 yaitu pengalokasian pada metode
North West Cost dimulai dari kotak paling kiri atas yaitu
pengalokasian sebanyak mungkin tanpa melanggar batasan yang

ada ialah jumlah penawaran dan permintaan. Untuk kotak paling
kiri pada tabel 4.6 jumlah penawarannya sejumlah 3.600 dan
jumlah permintaannya adalah 2.500, jadi untuk kotak ini dapat
dialokasikan sejumlah 2.500 (terkecil antara penawaran dan
permintaan). Kemudian kita lihat penawaran dari carrefour sudah
terpenuhi tetapi penawaran pada depo Palmerah masih banyak
maka penawaran dilakukan pada Alfa mart sejumlah 850 dan
Ramayana sejumlah 250. sekarang terlihat bahwa penawaran pada
depo palmerah sudah terpenuhi sedangkan permintaan pada
swalayan Ramayana belum lengkap, maka permintaan dialokasikan
kepada depo Cengkareng yang memiliki penawaran sejumlah 1550
terhadap Ramayana. Selanjutnya, depo Cengkareng masih
memiliki penawaran 550 yang dialokasikan kepada Giant. Depo
Cipondoh mempunyai penawaran sebesar 1.500 yang akan
dialokasikan kepada Giant sejumlah 1.450, dari pengalokasikan
depo Cipondoh terhadap Ginat, penawaran masih memiliki
Dummy yang artinya sisa dari penawaran kepada permintaan
swalayan. Sisa penawaran berada pada depo Cipondoh, hal ini
dikarenakan pada North West Corner menitikberatkan pada baris
dan kolam agar semua penawaran dan permintaan terpenuhi. Dari
salah satu depo memiliki Dummy yang bertujuan untuk cadangan
pengiriman barang bilamana permintaan swalayan meningkat. Dari

Metode ini memperhitungkan beban biaya terlebih dahulu agar mencapai tujuan minimisasi biaya dengan alokasi sistematik kepada kotak-kotak sesuai dengan besarnya biaya transport per unit. 5. Dari kotak-kotak sisanya yang layak (yaitu yang tidak terisi atau tidak dihilangkan) pilih nilai cij terkecil dan alokasikan sebanyak mungkin.x35) Z = 6(2. Ini akan menghabiskan baris i atau kolom j. Langkah-langkah metode ini adalah : 4.x24) + (12.x23) + (36. metode North West Corner mendapatkan solusi awal : Z = (6.x13) + (15.900 4.x34) + (50. Untuk cij terkecil. 6. Pilih variabel Xij dengan biaya trasportasi (Cij) terkecil dengan alokasikan sebanyak mungkin.2 Perhitungan dengan metode Least Cost Untuk metode Least Cost sangatlah berbeda dengan metode North West Corner.uraian tersebut. Kemudian lanjutkan proses ini sampai semua penawaran dan permintaan terpenuhi. Di]. . Xij = minimum [Si.2.x12) + (9.x11) + (12.500) + 12(850) + 9(250) + 15(1550) + 36(550) + 12(1450) + 0(50) = 15000 + 10200 + 2250 + 23250 + 19800 + 17400 + 0 = 87.

Sedangkan metode Least Cost sebaliknya.600 0 2.800 2. kotak yang mempunyai biaya terendah adalah 6.7 masalah yang dibahas.7 yaitu : Tabel 4.Pada metode North West Corner dapat ditentukan pada satu acuan yaitu terletak pada pojok kiri atas. metode Least Cost tidak ada titik acuan karena metode Least Cost menentukan titik acuan pada biaya terkecil lebih dahulu kemudian bergerak menurut alur yang tepat. Hal ini terdapat pada tabel 4. kemudian berjalan menurut alur yang tepat.500 850 1.500 50 15 36 750 500 30 12 1500 Permintaan (Dj) 2.000 50 7.7 Nilai pada Least Cost KE DARI C Palmerah A 6 12 2500 Cengkareng G 9 Dummy D 21 1050 12 18 850 Cipondoh R 21 24 Penawaran (Si) 0 3.200 Pengalokasian pada metode Least Cost dimulai pada kotak dengan biaya terendah dilanjutkan dengan kotak biaya terendah selanjutnya yang belum terpenuhi nilai penawaran dan permintaannya. Untuk kotak ini disediakan . Pada tabel 4.100 0 1.

Ternyata penawaran pada depo Palmerah masih belum habis/terpenuhi.x15) Z = 6(2500) + 9(1050) + 18(850) + 15(750) + 36(500) + 12(1500) + 0(50) = 15000 + 9450 + 0 + 15300 + 11250 + 18000 + 18000 . Dari uraian tersebut metode Least Cost mendapatkan solusi awal yaitu : Z = (6.penawaran sebesar 3. maka penawaran dilakukan pada Ramayana karena terlihat bahwa beban biaya pada Ramayana lebih kecil.x24) + (12.500 pada Carrefour sehingga kotak tersebut mendapatkan pengalokasian sebesar 2. permintaan pada Giant sebesar 2. Penawaran tidak dialokasikan ke Carrefour karena permintaan telah terpenuhi. Kemudian tahap selanjutnya.x23) + (18.x22) + (15.x34) + (50. Ramayana sebesar 750 dan Giant sebesar 500.600 di depo Palmerah dan permintaan sebesar 2.100.x11) + (9.500.000 dan penawaran pada depo Cipondoh sebesar 1. yang akan dialokasikan ke Alfamart sebesar 850. ini berarti permintaan dan penawaran telah terpenuhi dan telah selesai pula langkah-langkah untuk mendapatkan solusi awal dengan metode Least Cost.500. permintaan pada Ramayana sebesar 1800. Tahap selanjutnya penawaran pada depo Cengkareng memiliki 2. Depo Palmerah memiliki Dummy 50 karena depo Palmerah memiliki Penawaran/kapasitas yang lebih besar dibanding dengan depo yang lain. maka penawaran mengalokasikan sebesar 1050. maka permintaan dialokasikan sebesar 1.x23) + (36.500.

= 87.87.900 . perhitungan pada solusi awal NWC kemudian dilakukan solusi optimum (Stepping Stone). Hasil dari NWC dapat dilihat dari tabel berikut : .2. pengerjaan dilakukan dengan cara manual.000).3 Perhitungan solusi optimum dengan metode Stepping Stone Dari dua metode solusi awal maka metode Stepping Stone akan meneruskan untuk mencari hasil yang optimum. Analisis ini membandingkan dua metode solusi awal kemudian dikerjakan solusi optimum. Pada umumnya. Akibatnya mungkin diperlukan beberapa iterasi solusi tambahan sebelum solusi optimum. 4. Metode North West Corner tidak effesien karena metode tersebut tidak mempertimbangkan biaya transpor per unit dalam membuat alokasi. Untuk melakukan langkah – langkah apa saja yang harus dilakukan umtuk melakukan metode Stepping Stone dapat dilihat di Bab II.000 Membandingkan solusi awal yang diperoleh dari metode North West Corner dan Least Cost membuktikan bahwa dengan menggunakan metode Least Cost terjadi penurunan sebesar 900 (= 87. Pertama. metode Least Cost akan memberikan solusi awal yang lebih baik (beban biaya lebih sedikit) dibanding metode North West Corner karena metode Least Cost menggunakan biaya per unit sebagai kriteria alokasi sementara metode North West Corner tidak.

100 0 1.6 Nilai North West Corner KE DARI C Palmerah A 6 2500 Cengkareng 12 R G 12 850 18 21 Permintaan (Dj) 2.500 250 1550 Cipondoh Dummy (D) 30 1.8 dan pada tabel 4.000 50 7.800 550 12 1450 50 2.Tabel 4.6.200 Pada tabel 4.600 15 36 0 2. dilakukan jalur tertutup pada kotak-kotak kosong terlihat pada tabel 4.8 Jalur Tertutup Pada NWC Iterasi I Kotak kosong Jalur tertutup X14 X14→X24→X23→X13 X21 X21→X11→X13→X23 X22 X22→X12→X13→X23 X31 X31→X11→X13→X23→X24→X34 X32 X32→X12→X13→X23→X24→X34 X33 X33→X23→X24→X34 .9 memberikan perubahan biaya yang dihasilkan dari masing – masing jalur tersebut.500 24 850 Penawaran (Si) 9 21 0 3. Tabel 4.

600 15 36 0 2.800 550 12 1450 50 2.9. Setelah itu. terlihat berikut : Tabel 4. Hal ini ada penurunan biaya.000 50 7.500 24 850 Penawaran (Si) 9 21 0 3.100 0 1. jalur tertutup pada X14 mengalami perubahan dan cara penghapusan.10 Cara Penghapusan Pada Metode NWC KE DARI Palmerah C A 6 2500 Cengkareng 12 R G 12 850 18 Permintaan (Dj) 21 2.9 Nilai Cij Pada NWC Iterasi I Cij C14 Jalur penambahan dan pengurangan 21-36+15-9 C21 12-6+9-15 0 C22 18-12+9-15 0 C31 21-6+9-15+36-12 33 C32 24-12+9-15+36-12 30 C33 30-15+36-12 39 Perubahan biaya -9 Terlihat dari tabel 4.Tabel 4.500 250 1550 Cipondoh Dummy D 30 1. maka entering variable dimiliki pada C14 karena memiliki peruabahan biaya negatif.200 .

000 50 7.600 0 2.12 Jalur Tertutup Pada NWC Iterasi II Kotak kosong Jalur tertutup X13 X13→X14→X24→X23 X21 X21→X11→X14→X24 X22 X22→X12→X14→X24 X31 X31→X11→X14→X34 X32 X32→X12→X14→X34 X33 X33→X23→X24→X34 .200 Selanjutnya.12 dan perubahan biaya iterasi II pada tabel 4.13. pada jalur tertutup iterasi II tabel 4.500 24 850 21 Penawaran (Si) 0 3.Tabel 4.800 36 300 12 1450 50 2.500 250 15 1800 Cipondoh Dummy D 30 1. dilakukan lagi perhitungan jalur tertutup dan perubahan biaya yang kedua.100 0 1. langkah dan caranya pun sama dengan sebelumya.11 Nilai Perubahan Pada NWC Iterasi I KE DARI C Palmerah A 6 2500 Cengkareng 12 12 R G 9 850 18 21 Permintaan (Dj) 2. Tabel 4.

200 .500 850 1.000 50 7.500 500 15 36 1800 30 50 12 1500 Permintaan (Dj) 2. terlihat dari tabel berikut : Tabel 4.100 0 1.600 0 2.800 2.13 nilai penurunan dari perubahan biaya memiliki nilai yang sama. jika nilai Cij bernilai positif untuk semua kotak yang kosong maka kita dapat hasil dari solusi optimum.13 Nilai Cij Pada NWC Iterasi II Cij C13 Jalur penambahan dan pengurangan 9-21+36-15 Perubahan biaya 9 C21 12-6+21-36 -9 C22 18-12+21-36 -9 C31 21-6+21-12 24 C32 24-12+21-12 21 C33 30-15+36-12 39 Dari tabel 4. Perhitungan ini dilanjutkan sampai tahap berikutnya.Tabel 4. maka dapat diambil secara sembarang.14 Hasil Solusi Optimum dari NWC KE DARI Palmerah C A 6 2500 Cengkareng 12 12 21 G 9 600 18 250 Cipondoh R 24 Dummy D 21 Penawaran (Si) 0 3.

000 + 7200 + 10.500 + 4500 + 27.7 Nilai Least Cost KE DARI Palmerah C A 6 12 2500 Cengkareng 12 21 G 9 18 24 15 750 30 Dummy D 21 1050 850 Cipondoh R Penawaran (Si) 0 3.Pada iterasi II. analisis ini mendapatkan hasil solusi optimum pada tabel 4. pada solusi optimum tersebut nilai Cij bernilai positif .x11) + (12.200 .000 + 0 = 82.600 0 2.x12) + (21.800 2. maka tidak ada lagi jalur tertutup selanjutnya.x23) + (12.x34) + (50.7 kita dapat merubah dengan cara melakukan jalur tertutup pada solusi awal LC.14.x14) + (18. Tabel 4.500 50 36 500 12 1500 Permintaan (Dj) 2. Dan yang didapat dari solusi optimum : Z = (6. Dari tabel 4.100 0 1.500 850 1.000 50 7.200 Sama halnya pada metode sebelumnya.x25) Z = 6(2500) + 12(600) + 21(500) + 18(250) + 15(1800) + 12(1500) + 0(50) = 15.x22) + (15. metode LC melakukan jalur tertutup dan perubahan biaya untuk mencari nilai optimum.000 + 18.

16 Nilai Cij Pada LC Iterasi I Cij C12 Jalur penambahan dan pengurangan 12-9+15-18 C14 21-36+15-9 -9 C21 12-6+9-15 0 C31 21-6+9-15+36-12 33 C32 24-18+36-12 30 C33 30-15+36-12 39 Perubahan biaya 0 Terlihat dari tabel 4.7.16. Tabel 4.16 memberikan perubahan biaya Cij yang dihasilkan dari masing – masing jalur tersebut.15 dan pada tabel 4.15 Jalur Tertutup Pada LC Iterasi I Kotak kosong Jalur tertutup X12 X12→X13→X23→X22 X14 X14→X24→X23→X13 X21 X21→X11→X13→X23 X31 X31→X11→X13→X23→X24→X34 X32 X32→X22→X24→X34 X33 X33→X23→X24→X34 Tabel 4.Pada tabel 4. Hal ini ada . dilakukan jalur tertutup pada kotak-kotak kosong terlihat pada tabel 4. maka entering variable dimiliki pada C14 karena memiliki perubahan biaya negatif.

jalur tertutup pada X14 mengalami perubahan.penurunan biaya.600 0 2. Meskipun nilai dari solusi optimum sama tetapi solusi awal LC lebih cepat daripada NWC.000 50 7. maka tabel LC mengalami perubahan nilai.500 850 1. maka tidak ada lagi tahap selanjutnya artinya tabel 4. lihat pada tabel sebagai berikut : Tabel 4. Setelah itu.100 0 1. metode LC hanya melakukan jalur tertutup pada iterasi I sedangkan NWC melakukan sampai iterasi II.200 Dari perhitungan selanjutnya jalur tertutup mempunyai nilai Cij positif.800 2.17 telah mendapatkan solusi optimum. Terbukti.500 500 36 1200 30 Dummy D 50 12 1500 Permintaan (Dj) 2.17 Hasil Solusi Optimum dari LC KE DARI C Palmerah A 6 12 2500 Cengkareng 12 21 G 9 600 18 850 Cipondoh R 24 15 21 Penawaran (Si) 0 3. .

000 + 5400 + 10.000 + 18.x14) + (18.x23) + (12.x11) + (9.x13) + (21.Z = (6.x25) Z = 6(2500) + 9(600) + 21(500) + 18(850) + 15(1200) + 12(1500) + 0(50) = 15.x34) + (50.500 + 15.200 .x22) + (15.300 + 18.000 + 0 = 82.

900 sedangkan metode LC mendapatkan solusi layak dasar sebesar 87. Arta Boga. Dari segi iterasi solusi layak dasar dari NWC. Oleh karena itu. Pada basis ini.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Selanjutnya digunakan metode Steeping Stone untuk menentukan solusi optimum dari solusi layak dasar yang diperoleh dari metode NWC dan LC. dalam kasus ini solusi layak dasar metode LC lebih baik daripada metode NWC. Metode NWC dan LC digunakan untuk menentukan solusi layak dasar. Metode NWC mendapatkan solusi layak dasar sebesar 87. metode Stepping Stone memerlukan satu iterasi. solusi layak dasar metode NWC lebih besar dibanding metode LC.200.000. ini merupakan penurunan beban yang cukup besar. . Arta Boga. metode Stepping Stone memerlukan dua iterasi sedangkan dengan menggunakan solusi layak dasar dari metode LC. metode LC lebih baik untuk dijadikan penyelesaian solusi layak dasar dalam masalah transportasi di PT.1 Kesimpulan Dari pembahasan. Dengan menggunakan metode Stepping Stone nilai optimum yang diperoleh sebesar Z = 82. Dari perbandingan yang terjadi terdapat selisih sebesar 900. Sehingga disimpulkan untuk masalah pengiriman barang di PT. metode North West Corner dan Least Cost belum mencapai hasil yang optimum.

5. maka jalur tersebut layak untuk dijadikan acuan untuk melakukan pengiriman barang agar mendapatkan hasil yang lebih optimum. perusahaan sebaiknya melakukan perhitungan dengan menggunakan metode Least Cost setelah itu. Dari masalah transportasi ini.1 Jalur Tujuan Pengiriman Barang Jalur tujuan Jumlah barang pengiriman (Kg) Palmerah – Carefour 2.500 Dari hasil yang diperhitungkan. Ramayana dan Giant.500 Palmerah – Ramayana 600 Palmerah – Giant 500 Cengkareng – Alfa 850 Cengkareng – Ramayana Penyimpanan barang di depo Cengkareng Cipondoh . dilanjutkan dengan metode Stepping Stone agar mendapatkan hasil yang lebih optimum. .Giant 1.2 Saran Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan. Hal ini terlihat pada jalur yang sebaiknya dilakukan untuk mengirimkan barang. Alfa mart. pada tabel berikut : Tabel 5.200 50 1. perusahaan melakukan perhitungan beban biaya terlebih dahulu untuk mendistribusikan keempat tempat tujuan yaitu : Carrefour.

Yogyakarta : BPFE UGM.New York. Yogyakarta. . Vasek. 1983. Penerbit : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.pdf [5] http://www. 1993 [2] Chvatal.scribd. Linear Programming Edisi Kedua. Pengantar Riset Operasinal. J. Edisi 2003/2004.REFERENSI [1] Anugerah. . Dasar-Dasar Operations Research. Matematika Terapan Untuk Bisnis dan Ekonomi. [7] Subagyo. Pangestu.com/files/Riset_Operasi.2000 [4] http://bluebox. Penerbit : Gunadarma. Penerbit : BPFE-YOGYAKARTA. [8] Supranto. Riset Operasi. Linear Programming : McGill University . 2000. Sri.com/doc/11332374/Metode-Transportasi-2003 [6] Mulyono. 1983 [3] Dumairy. Penerbit : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 2004. Media.byethost6.

Tanggal 1 01 Januari 2009 2 02 Januari 2009 3 03 Januari 2009 4 04 Januari 2009 5 05 Januari 2009 6 06 Januari 2009 7 07 Januari 2009 8 08 Januari 2009 9 09 Januari 2009 10 10 Januari 2009 11 11 Januari 2009 12 12 Januari 2009 13 13 Januari 2009 14 14 Januari 2009 15 15 Januari 2009 16 16 Januari 2009 17 17 Januari 2009 18 18 Januari 2009 19 19 Januari 2009 20 20 Januari 2009 21 21 Januari 2009 22 22 Januari 2009 23 23 Januari 2009 24 24 Januari 2009 25 25 Januari 2009 26 26 Januari 2009 27 27 Januari 2009 28 28 Januari 2009 29 29 Januari 2009 30 30 Januari 2009 31 31 Januari 2009 Kapasitas gudang Sumber : Depo Palmerah Tempat tujuan carefour Alfamart Ramayana 750 250 540 820 350 650 720 255 500 750 300 450 680 410 485 800 305 500 750 200 610 875 415 525 710 400 500 600 350 480 650 410 600 705 350 610 510 410 500 750 420 540 655 300 450 700 325 560 710 420 550 720 380 460 810 450 580 850 470 400 800 350 520 750 380 480 710 400 650 650 410 540 720 380 680 2500 850 1800 Giant 640 750 840 460 480 650 850 480 680 660 480 520 540 630 620 510 580 720 710 430 550 820 460 570 460 2000 .LAMPIRAN I Data Pengiriman barang dari Depo Palmerah No.

LAMPIRAN II Data Pengiriman barang dari Depo Cengkareng tempat tujuan No. Tanggal carefour Alfamart Ramayana Giant 1 01 Januari 2009 2 02 Januari 2009 200 500 460 500 3 03 Januari 2009 600 150 450 750 4 04 Januari 2009 5 05 Januari 2009 230 460 800 700 6 06 Januari 2009 650 250 550 600 7 07 Januari 2009 660 450 600 580 8 08 Januari 2009 750 300 750 490 9 09 Januari 2009 500 270 480 530 10 10 Januari 2009 750 150 350 550 11 11 Januari 2009 12 12 Januari 2009 650 350 480 650 13 13 Januari 2009 540 300 350 630 14 14 Januari 2009 580 380 680 640 15 15 Januari 2009 530 450 750 870 16 16 Januari 2009 450 350 480 490 17 17 Januari 2009 350 690 580 650 18 18 Januari 2009 19 19 Januari 2009 600 400 460 500 20 20 Januari 2009 260 470 730 450 21 21 Januari 2009 640 190 500 430 22 22 Januari 2009 560 450 640 720 23 23 Januari 2009 200 550 440 750 24 24 Januari 2009 800 370 440 390 25 25 Januari 2009 26 26 Januari 2009 27 27 Januari 2009 750 360 500 860 28 28 Januari 2009 460 380 480 480 29 29 Januari 2009 580 460 600 660 30 30 Januari 2009 950 250 550 750 31 31 Januari 2009 600 210 640 850 Kapasitas gudang 2500 850 1800 2000 Sumber : Depo Cengkareng .

Tanggal 1 01 Januari 2009 2 02 Januari 2009 3 03 Januari 2009 4 04 Januari 2009 5 05 Januari 2009 6 06 Januari 2009 7 07 Januari 2009 8 08 Januari 2009 9 09 Januari 2009 10 10 Januari 2009 11 11 Januari 2009 12 12 Januari 2009 13 13 Januari 2009 14 14 Januari 2009 15 15 Januari 2009 16 16 Januari 2009 17 17 Januari 2009 18 18 Januari 2009 19 19 Januari 2009 20 20 Januari 2009 21 21 Januari 2009 22 22 Januari 2009 23 23 Januari 2009 24 24 Januari 2009 25 25 Januari 2009 26 26 Januari 2009 27 27 Januari 2009 28 28 Januari 2009 29 29 Januari 2009 30 30 Januari 2009 31 31 Januari 2009 Kapasitas gudang Sumber : Depo Cipondoh carefour 530 460 460 850 690 460 500 750 660 440 350 380 460 950 860 460 430 550 460 900 460 550 520 860 770 2500 Tempat tujuan Alfamart Ramayana 160 510 360 480 330 440 160 680 400 490 260 510 160 530 350 260 300 750 290 710 460 660 370 580 440 510 460 400 200 500 260 350 200 260 210 640 230 650 360 460 160 520 270 240 220 610 320 590 190 840 850 1800 Giant 500 650 580 940 670 760 460 840 600 260 530 520 480 750 630 510 280 950 340 410 650 460 610 750 480 2000 .LAMPIRAN III Data Pengiriman barang dari Depo Cipondoh No.

LAMPIRAN IV Input Data untuk NWC dan LC LAMPIRAN V Output Dari Metode North West Corner .

LAMPIRAN VI Output dari Metode Least Cost .