You are on page 1of 15

PERMENKES Nomor 1438/MENKES/PER/IX/2010 prosedur 1. Pemilihan 5 area prioritas 3. KNC TUJUAN KTC dan KPC. KTD. PERMENKES RI NO 1691/MENKES/PER/VII/1994 4. Menyusun Panduan Clinical Pathway 2. No 29 th 2004 tentang praktek kedokteran 2. UU no 44 th 2009 tentang rumah sakit 3.Dokumen No. Penyusunan Panduan Praktik Klinik. UU. Clinical Pathway atau protokol klinik 4. Arief yustiawan Clinical Pathway (CP) adalah suatu konsep perencanaan pelayanan terpadu yang merangkum setiap langkah yang diberikan kepada pasien berdasarkan standar pelayanan medis PENGERTIAN dan asuhan keperawatan yang berbasis bukti dengan hasil yang terukur dan dalam jangka waktu tertentu selama di rumah sakit. kebijakan 1. Sebagai koreksi terhadap system dalam rangka meningkatkan keselamatan dan kepuasan pasien. Audit clinical pathway UNIT TERKAIT Semua unit pelayanan Di RSIA Kumala Siwi STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL . Menurunkan insiden kejadian kejadian sentinel.Revisi Halaman 0 1/2 RSIA “Kumala Siwi” Kabupaten Jepara Standar Prosedur Tanggal Terbit Ditetapkan oleh Operasional Direktur Rumah Sakit Pelayanan Medis dr. 2.No. Clinical pathway diterapkan kepada semua pasien rawat inap yang terdiagnosis 1.

daftar hadir. Arief yustiawan Kegiatan yang dilakukan secara rutin oleh Komite Medik dengan koordinasi SMF Untuk melancarkan segala kegiatan/ rencana kegiatan yang akan KEBIJAKAN dilaksanakan sehingga terbentuk pola pikir dan tindakan yang sama Dilakukan oleh Komite Medik 1.SMF RSIA “Kumala Siwi” Kabupaten Jepara Standar Prosedur No. Apabila dipandang perlu maka segera diadakan rapat insidentil Ketua Komite Medik. Petugas administrasi Komite Medik membuat undangan. dll 4.Dokumen No. UNIT TERKAIT Ketua Koordinator SMF (bedah.RAPAT KOORDINASI SMF . 3 hari sebelum pelaksanaan rapat.Revisi Halaman E/SPO/1 0 1 Tanggal Terbit Ditetapkan oleh Operasional Pelayanan Direktur Rumah Sakit Medis PENGERTIAN TUJUAN Dr. Ketua Komite Medik menyusun jadwal rapat koordinasi SMF PROSEDUR 2. non bedah dan umum) Anggota SMF . undangan harus beredar kepada semua anggota SMF 3. Petugas administrasi menyiapkan perlengkapan rapat berupa kesiapan ruangan. Selesai rapat Ketua Komite Medik melaporkan hasil rapat kepada Direktur 5. notulen rapat.

Arief Yustiawan Seleksi dan penempatan staf medis yang akan bekerja di RSIA Kumala Siwi.STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL SELEKSI DAN PENEMPATAN STAF MEDIS DIDALAM UNIT KERJA RSIA “Kumala Siwi” Kabupaten Jepara Standar Prosedur No.Dokumen No. di SMF yang sesuai  Untuk mendapatkan tenaga medis yang profesional sesuai dengan kebutuhan rumah sakit  Memberikan informasi tentang kebijakan dan fasilitas baru yang ada di Rumah Sakit kepada tenaga medis yang baru Semua SMF yang baru wajib mengikuti seleksi dan penempatan di unit kerja masing-masing  Seleksi tenaga medis yang baru dilakukan dengan tes tertulis dan PROSEDUR wawancara yang dilakukan oleh Tim Rekruitmen dan Komite Medik  Melaporkan hasil rekruitmen dan rekomendasi ke Direktur  Bila sudah diterima tenaga medis yang baru ditempatkan di staf medis fungsional sesuai untuk melakukan orientasi selama masa tertentu yang dilakukan oleh tim UNIT TERKAIT Komite Medik Tim Rekruitmen .Revisi Halaman E/SPO/1 O 1 Tanggal Terbit Operasional Pelayanan Ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit Medis PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN Dr.

Staf medis telah melalui proses orientasi (lihat SOP orientasi staf medis) 3.Dokumen No. Untuk Dokter Spesialis. staf medis telah melalui seleksi (lihat SOP seleksi staf medis) PROSEDUR 2. Komite menyampaikan rekomendasi kepada Direktur untuk dibahas pada rapat Direksi 5. minat dan bakat staf medis yang bersangkutan dan disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit 4. rekomendasi juga dimintakan dari SMF yang bersangkutan 6.STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENEMPATAN STAF MEDIS BARU RSIA “Kumala Siwi” No. Komite Medik melihat keahlian. Direktur menerbitkan Surat Keputusan (SK) penempatan Direktur UNIT TERKAIT Panitia Kredensial STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL .Revisi Halaman Kabupaten Jepara E/SPO/1 Tanggal Terbit 0 1 Standar Prosedur Ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit Operasional Pelayanan Medis PENGERTIAN TUJUAN Dr. Arief Yustiawan Pelimpahan wewenang/ tugas dalam jabatan tertentu dalam staf medis Staf medis menempati jabatan/ tugas yang sesuai dengan kebutuhan rumah KEBIJAKAN sakit maupun dengan minatnya Sub Komite Kredensial 1.

Orientasi dilakukan di semua bagian instalasi di RSIA Kumala Siwi dengan jadwal sebagai berikut: a. kegiatan - Mengikuti tindakan - Mengikuti visite - Pengisian rekam medis d. laporan. - Pengenalan sarana dan tenaga - Pengenalan standar pelayanan rekam medis - Orientasi pengisian rekam medis STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ORIENTASI UNTUK STAF MEDIS BARU . Semua staf medis fungsional harus menjalani masa orientasi selama 1 bulan 2.ORIENTASI UNTUK STAF MEDIS BARU RSIA “Kumala Siwi” Kabupaten Jepara Standar Prosedur No. - Pengenalan sarana dan tenaga di IGD - Pengenalan standar pelayanan di IGD - Tata kerja IGD - Orientasi tindakan di IGD Instalasi Rawat Inap = 8 hari Kegiatan: - Pengenalan tata kerja di instalasi/gedung perawatan - Pengenalan sarana dan tenaga - Perencanaan. Instalasi Gawat Darurat = 8 hari Kegiatan: c. Rekam Medis = 3 hari Kegiatan.Dokumen No.Revisi E/SPO/1 Tanggal Terbit 0 Halaman 1/2 Ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit Operasional Pelayanan Medis PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN Dr. Arief Yustiawan Orientasi adalah pengenalan staf medis baru dalam lingkungan kerja di Rumah sakit Staf medis baru mengetahui kebijakan dan standar pelayanan yang digunakan di RSIA Kumala Siwi Setiap staf medis yang baru wajib melakukan orientasi di lingkungan kerjanya 1. Pengenalan kebijakan dan standar pelayanan di RSIA Kumala Siwi = 2 hari b. Instalasi Rawat Jalan = 5 hari Kegiatan: - Pengenalan poliklinik - Pengenalan sarana dan tenaga - Orientasi kasus e.

yang diketahui.Dokumen No. BAGIAN UMUM BUAT LAMARAN. hasilnya direkomendasikan kepada Direktur UNIT TERKAIT KOMITE MEDIK. Laporan kegiatan dilaporkan kepada Ketua Panitia Etik dan Kredensial. 2.RSIA “Kumala Siwi” f. SMF. Instalasi Radiologi = 2 hari Kegiatan - Pengenalan sarana dan tenaga - Orientasi tindakan invasive dan non invasive - Orientasi administrasi - Limbah radiology 3. Surat lamaran tertuju Direktur Foto copy ijasah dokter Surat Tanda Registrasi Surat ijin tempat bekerja (dokter paruh waktu) 5.Revisi Halaman E/SPO/1 0 2/2 Instalasi Laboratorium = 2 hari Kegiatan - Pengenalan sarana dan tenaga - Pengenalan sandar pelayanan laboratorium - Pengenalan specimen dan administrasi g. dll . 3. BERISI ALUR PENERIMAAN STAF MEDIS BARU RSIA KUMALA SIWI 1. diberi penilaian dan ditandatangani oleh kepala instalasi 4. Pada setiap instalasi staf medis baru membuat laporan kegiatan. 4. No.

Dokumen No.Revisi E/SPO/1 Tanggal Terbit O Halaman 1 Ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit Medis Dr. Arief yustiawan .1 CALON STAF MEDIS 2 4 SUBKOMITE KREDENSIAL 3 TIM REKRUITMEN DIREKTUR 5 6 Ditetapkan di Jepara Pada tanggal 17 Juli 2010 Direktur RSIA KUMALA SIWI Dr. Arief Yustiawan STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENERIMAAN DAN SELEKSI STAF MEDIS BARU RSIA “Kumala Siwi” Standar Prosedur Operasional Pelayanan No.

Semua berkas lamaran yang masuk diserahkan kepada bagian umum RSIA Kumala Siwi dicatat dan seterusnya diserahkan kepada Direktur 3. Surat lamaran ditujukan kepada Direktur RSIA Kumala Siwi b. Direktur menugaskan (mendisposisikan) kepada bagian umum untuk mengundang kepada pelamar untuk mengikuti seleksi penerimaan. Surat ijin dari pimpinan tempat bekerja sebelumnya bagi dokter paruh waktu f. Sertifikat pelatihan (bila ada) h. Sub Komite Kredensial melaporkan ke Direktur perihal calon staf medis yang akan mengikuti seleksi 6. Calon staf medis yang diterima diberikan undangan untuk melakukan orientasi SMF baru Direktur Komite Medik UNIT TERKAIT Sub Komite Kredensial Tim Rekruitmen Bagian Umum . Foto copy STR 2. Sub Komite Kredensial memberikan hasil rekomendasi hasil tersebut kepada Direktur dengan tembusan kepada Komite Medik 11.PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN PROSEDUR Tata cara untuk menerima staf medis yang baru baik medis maupun umum kedalam unit SMF yang ada di RSIA Kumala Siwi Mendapatkan tenaga medis yang profesional dan sesuai dengan harapan rumah sakit Komite Medik 1. 9. Sub Komite Kredensial bersama tim rekruitmen mengadakan seleksi dalam bentuk tes tertulis maupun wawancara terhadap calon staf medis yang melamar tersebut. Foto copy Ijazah terakhir yang dilegalisir d. Foto berwarna ukuran 3x4 g. 7. CV (Daftar Riwayat Hidup) c. 4. Direktur mempertimbangkan dan setelah itu menugaskan bagian Umum untuk membuat surat keterangan lulus/tidak pada calon medis yang mengikuti test 12. Direktur menugaskan (mendisposisikan) kepada Komite Medik (Sub Komite Kredensial) untuk melakukan seleksi terhadap calon staf medis yang melamar. Calon staf medis mengajukan lamaran yang terdiri dari: a. Bagian Umum mengundang secara tertulis kepada pelamar untuk mengikuti seleksi penerimaan. Sub Komite Kredensial bersama Komite Medik mengadakan rapat untuk membahas hasil calon staf medis yang baru 10. 8. Surat keterangan/rekomendasi dari instansi tempat bekerja sebelumnya (bila ada) e. Komite Medik meneruskan disposisi Direktur dan berkas lamaran ke Sub Komite Kredensial untuk melakukan seleksi terhadap calon staf medis yang melamar. 5.

.

Anggota sub komite terdiri dari tenaga medis.Ketua dan sekretaris panitia terpilih bertindak sebagai formatur subkomite medis . Pemilihan formatur panitia . Pembentukan kelengkapan sub komite medis . dalam rapat komite medis yang dihadiri oleh panitia anggota SMF .Anggota komite medik tidak dapat merangkap jabatan ketua/ sekretaris sub komite medis 2. paramedis dan non medis sesuai bidang tugas sub komite .Anggota SMF yang tidak hadir tetap dapat dipilih .Untuk seorang anggota SMF paling banyak menjabat 2 jabatan ketua/ sekretaris subkomite medis .Masa tugas subkomite medis selama 3 (tiga) tahun dan dapat dipilih kembali .Dokumen No.Ketua dan sekretaris sub komite medis dipilih secara aklamasi dengan berpedoman kepada kriteria jabatan ketua sub komite dan kriteria dari masing – masing sub komite medis .Pembentukan kelengkapan anggota subkomite medis oleh formatur selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum masa tugas berakhir . Arief Yustiawan Komite Medis merupakan suatu organisasi yang terdiri dari staf medis PENGERTIAN fungsional dan panitia-panitia yang menunjang pelayanan medis di RSIA Kumala Siwi TUJUAN KEBIJAKAN PROSEDUR Terwujudnya kontinuitas tugas – tugas panitia di bawah Komite Medis Pembentukan sub komite ditentukan oleh rapat Komite Medik 1.Reorganisasi subkomite medis dilaksanakan selambat – lambatnya 1 (satu) bulan sebelum masa tugas berakhir.Revisi Halaman Kabupaten Jepara E/SPO/1 Tanggal Terbit 0 1/2 Standar Prosedur Ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit Operasional Pelayanan Medis Dr.Rapat dipimpin oleh ketua Komite Medik .Susunan sub komite yang telah terbentuk oleh koordinator sub komite medis dilaporkan kepada Komite Medik untuk kemudian diteruskan ke direktur guna ditetapkan surat keputusannya .Rapat dinyatakan memenuhi forum jika dihadiri oleh sekurangkurangnya 1/2 lebih satu anggota Komite Medik dan 2/3 anggota SMF termasuk anggota SMF yang menjadi anggota Komite Medik .STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PEMBENTUKAN SUB KOMITE / PANITIA KOMITE MEDIK RSIA “Kumala Siwi” No.

susunan sub komite medis dapat diubah PROSEDUR sebelum masa tugas berakhir .Dokumen No.Apabila dipandang perlu.Ketua sub komite lama membuat memori kerja sub komite medis untuk diserahkan kepada ketua sub komite yang terpilih UNIT TERKAIT . Arief Yustiawan .Revisi Halaman Kabupaten Jepara E/SPO/1 Tanggal Terbit 0 2/2 Standar Prosedur Ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit Operasional Pelayanan Medis Dr.Penyerahan SK panitia dilaksanakan dalam rapat pleno staf medis Komite Medik STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL .STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PEMBENTUKAN SUB KOMITE MEDIK RSIA “Kumala Siwi” No.

Caranya:  Panitia Audit Medik mengambil sample rekam medis dengan jumlah 20 secara acak kemudian meneliti terapi medis yang sudah tertulis 3.Revisi Halaman Kabupaten Jepara E/SPO/1 Tanggal Terbit 0 1 Standar Prosedur Ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit Operasional Pelayanan Medis PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN Dr.Revisi Halaman E/SPO/1 0 1 Kabupaten Jepara Ditetapkan oleh Standar Prosedur TANGGAL TERBIT Direktur Rumah Sakit . Pertemuan rutin dalam bentuk audit medik dan audit kematian UNIT TERKAIT Komite Medik. Arief Yustiawan Usaha atau cara dalam mengawasi dan melakukan evaluasi terhadap penerapan standar pelayanan medis Untuk memantau agar pelayanan medis sesuai dengan standar pelayanan medis yang ada didalam buku standar pelayanan medis Pengawasan dan evaluasi penerapan standar pelayanan medis dilakukan oleh Komite Medis dan SMF 1.PENGAWASAN DAN EVALUASI PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MEDIS RSIA “Kumala Siwi” No.Dokumen No.Dokumen No. SMF PEMILIHAN KETUA SMF RSIA “Kumala Siwi” No. Pengawasan dan evaluasi penerapan Standar Pelayanan Medis dilakukan PROSEDUR dengan cara observasi langung dengan mencocokkan antara terapi medis yang tertulis di rekam medis dengan SPM 2.

Masa bakti ketua SMF adalah 3 (tiga) tahun 4. Keluarga Sehat 3. Hasil rapat dilaporkan kepada Ketua Komite Medis selanjutnya diteruskan kepada Direktur Rumah Sakit untuk ditetapkan surat keputusannya 9. Mempunyai kondite baik selama menjalankan tugas di RS. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : a.Operasional Pelayanan Medis dr. Ketua SMF dipilih secara aklamasi dengan berpedoman kepada persyaratan dan kriteria jabatan ketua SMF 8.Revisi Halaman E/SPO/1 0 1 . Pemilihan Ketua SMF ditentukan oleh rapat komite medik. Arief yustiawan Adalah suatu pemilihan yang ditentukan oleh Komite Medik Pengertian berdasarkan rapat untuk menentukan ketua staf medis fungsional Untuk menentukan proses dan tata cara pemilihan stad medis Tujuan RS. dalam rapat SMF yang Prosedur bersangkutan 5. Standar Prosedur Operiasional Komite Medik RSIA Kumala Siwi Kebijakan edisi tahun 2009 dijadikan sebagai acuan dan pedoman bagi anggota komite medik dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Keluarga Sehat selama 2 (dua) tahun b. 1. Pemilihan ketua SMF dilaksanakan selambat-lambatnya satu bulan sebelum masa tugas berakhir.Dokumen No. SMF PEMILIHAN KETUA STAF MEDIS FUNGSUONAL RSIA “Kumala Siwi” Kabupaten Jepara No. Memiliki kompetensi professional di bidangnya c. Rapat dinyatakan memenuhi forum jika dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ lebih satu anggota SMF yang bersangkutan dan wakil dari Komite Medik 6. Rapat dipimpin oleh ketua SMF yang bersangkutan 7. Ketua SMF mempunyai masa tugas jabatan selama 3 tahun dan dapat dipilih kembali Unit Terkait Komite Medik. 2. Memiliki pengalaman kerja di RS. Keluarga Sehat yang akan menjadi pimpinan/ketua SMF (Staf Medis Fungsional).

PROSEDUR 2. dalam rapat SMF yang bersangkutan 5. Memiliki kompetensi profesional di bidangnya f.Tanggal Terbit Standar Prosedur Ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit Operasional Pelayanan Medis PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN Dr. Rapat dinyatakan memenuhi forum jika dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ lebih satu anggota SMF yang bersangkutan dan wakil dari Komite Medik 6. Standar Prosedur Operiasional Komite Medik RSIA Kumala Siwi edisi tahun 2009 dijadikan sebagai acuan dan pedoman bagi anggota komite medik dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Pemilihan Ketua SMF ditentukan oleh rapat komite medik. Rapat dipimpin oleh ketua SMF yang bersangkutan 7. Ketua SMF dipilih secara aklamasi dengan berpedoman kepada persyaratan dan kriteria jabatan ketua SMF 8. Pemilihan ketua SMF dilaksanakan selambat-lambatnya satu bulan sebelum masa tugas berakhir. Arief Yustiawan Adalah suatu pemilihan yang ditentukan oleh Komite Medik berdasarkan rapat untuk menentukan ketua staf medis fungsional Untuk menentukan proses dan tata cara pemilihan stad medis RSIA Kumala Siwi yang akan menjadi pimpinan/ketua SMF (Staf Medis Fungsional). Hasil rapat dilaporkan kepada Ketua Komite Medis selanjutnya diteruskan kepada Direktur Rumah Sakit untuk ditetapkan surat keputusannya 4. Mempunyai kondite baik selama menjalankan tugas di RSIA Kumala Siwi 3. SMF . Masa bakti ketua SMF adalah 3 (tiga) tahun 4. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : d. Ketua SMF mempunyai masa tugas jabatan selama 3 tahun dan dapat dipilih kembali UNIT TERKAIT Komite Medik. Memiliki pengalaman kerja di RSIA Kumala Siwi selama 2 (dua) tahun e. 1.