You are on page 1of 27

Presentasi Kasus

SEORANG ANAK 3 TAHUNDENGAN DIARE AKUT TANPA
DEHIDRASI

Oleh :
Hida Fitriana Rahmawati Putri

G9911112076

Pembimbing :
Dr. M. L Susi H, M.Sc., Sp.A

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR. MOEWARDI
SURAKARTA
2013
HALAMAN PENGESAHAN

Presentasikasus ini disusun untuk memenuhi persyaratan kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan
Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret/RSUD Dr.Moewardi Surakarta –
RSUD Pandan Arang Boyolali. Presentasi kasus dengan judul :

“SEORANG ANAK 3 TAHUNDENGAN DIARE AKUT TANPA
DEHIDRASI”
Hari/tanggal

: Jumat, 18Januari 2013

Oleh :
Hida Fitriana Rahmawati Putri

G9911112076

Mengetahui dan menyetujui,
Pembimbing Presentasi Kasus

Dr. M. L Susi H, M.Sc., Sp.A

BAB I
STATUS PASIEN
I.

IDENTITAS PASIEN
Nama

: An.RE

Umur

: 3 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Nama Ayah

: Tn. M

Pekerjaan Ayah

: Wiraswasta

Nama Ibu

: Ny. W
1

air mata (+). A. Riwayat alergi E. jumlah satu gelas belimbing. batuk (-). Demam tinggi mendadak. nafsu makan dan minum turun (+). BAK terakhir di RSPA. keluar cairan dari telinga (-). pasien dalam keadaan rewel. darah (-). C. Rasa lemas (+). Riwayat sakit serupa (diare) 2. muntah(-). Riwayat Penyakit Keluarga 1. Boyolali Tanggal MRS : 15 Januari 2013 Tanggal Pemeriksaan : 16Januari 2013 No. akral dingin (-). HMRS pasien BAB cair sebanyak + 13 kali. Pasien mengaku sudah di bawa ke bidan dan mendapat obat tetapi tidak tahu namanya. Riwayat penyakit serupa Riwayat mondok Riwayat kejang Riwayat alergi : disangkal : (+) usia 9 bulan dengan kejang demam : (+) usia 9 bulan : disangkal D. RM : 13420438 II. 4.Pekerjaan Ibu : Ibu Rumah Tangga Agama : Islam Alamat : Sodong. : disangkal : disangkal Riwayat Lingkungan 1.BAK tidak ada keluhan. lendir (+). ANAMNESIS Tanggal pemeriksaan 16Januari 2012 Alloanamnesis diperoleh dari ibu penderita tanggal 16 Januari 2013. Saat masuk IGD. setiap BAB +15 cc (1 sendok makan). Riwayat sakit serupa : disangkal 2. warna kuning jernih. dan sudah tidak panas. sebanyak dua kali. mual (-). air>ampas. Riwayat Penyakit Dahulu : 1. 2. Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang dengan keluhan BAB cair. warna kuning kehijauan. pilek (-). Riwayat jajan makanan kaki lima : disangkal 2 . 3. Pasien juga mengeluh demam (+) saat HMRS. Keluhan Utama : buang air besar (BAB) cair / mencret B.

Riwayat Penyakit yang Pernah Diderita Batuk pilek Mondok G. langsung menangis. dilakukan penimbangan dan pemantauan kesehatan di posyandu setiap bulannya.F. menangis kuat. Kesan : kehamilan dan persalinan tidak ada kelainan J. K. Status Imunisasi J E N I S Hepatitis B P o l i o B C G D P T Campak 0 0 bulan 0 bulan I I I 2 bulan 3 bulan 2 bulan 3 bulan 2 bulan 2 bulan 3 bulan I I I I 4 bulan 4 bulan V 4 bulan 9 bulan 3 . H. Riwayat Postnatal Pemeliharaan post natal dilakukan di bidan sejak pasien berumur 3 hari. usia kehamilan 40 minggu. : (+) : (+ ) Riwayat Kesehatan Keluarga Ayah : baik Ibu : baik Saudara : baik Pemeliharaan Kehamilan dan Prenatal Pemeriksaan di : Bidan Frekuensi : Trimester I : 1x/ 1 bulan Trimester II : 1x/ 1 bulan Trimester III : 2x/ 1 bulan Keluhan selama kehamilan : Tidak didapatkan keluhan Obat-obatan yang diminum selama kehamilan : vitamin dan tablet penambah darah. Riwayat Kelahiran : Pasien lahir di bidan dengan berat badan lahir 3300 gram dan panjang 48cm. I. lahir spontan. persalinan ditolong bidan.

- Saat perawatan : makan nasi lauk pauk dari RS 3x/hari habis setengah piring. L.Kesan : imunisasi lengkap sesuai jadwal KMS. - Nasi dengan lauk dan sayur yang bervariasi. 3kali/hari. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan Pasien rutin ke puskesmas tiap bulan untuk penimbangan berat badan dan imunisasi. pasien juga memiliki KMS dan dikatakan oleh bidan tidak pernah berada di bawah garis merah. - Susu formula mulai usia 6 bulan sampai usia 2 tahun. berjalan usia 1 tahun 2 bulan. Riwayat Keluarga Berencana : Ibu penderita tidak mengikuti program KB. duduk usia 11 bulan.Diberikan mulai usia 1 tahun sampai sekarang. Pasien mulai merangkak usia 10 bulan. Pohon Keluarga I II III 4 . Kesan : kualitas dan kuantitas baik L. minum air putih sebanyak 5-6 gelas setiap hari. dengan cemilan berupa roti dan gorengan di sela-sela jam makan. buah dimakan meskipun sedikit-sedikit. Riwayat Nutrisi dan Kebiasaan Makan Anak - ASI diberikan sejak lahir. porsi 1 piring. - Bubur susu diberikan sejak usia 6 hingga 8 bulan - Nasi tim diberikan sejak umur 9 bulan sampai 1 tahun.Saat ini pasien sudah bisa melompat. Kesan : pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia K. M.

mastoid pain (-).3o C (per axiler) Kulit Warna sawo matang. T1-T1 hiperemis (-). reguler. W.AnRE 3 tahun Penderita merupakan anak pertama dari Tn. pupil isokor (3mm/3mm). Ayah dan ibu menikah satu kali. darah (-/-) G. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan di bangsal Edelweis RSPA tanggal 16Januari 2013 1. Keadaan Umum Keadaan umum : sedang. discharge (-/-) 5 . sekret (-/-). Hidung Bentuk normal. Mulut Sianosis (-). compos mentis. Riwayat anak lahir meninggal tidak ada. B. Pemeriksaan Fisik A. MB (+). kelembaban baik. III. rambut hitam sukar dicabut E. tragus pain (-). Mata CA (-/-) SI (-/-). refleks cahaya (+/+). tidak tampak dehidrasi Derajat kesadaran : compos mentis Status gizi : kesan gizi baik Tanda vital Nadi : 104 x/menit. nafas cuping hidung (-/-). Telinga Bentuk normal. ujud kelainan kulit (-) D. C. lidah putih kotor pinggir hiperemis (+). air mata (+/+) F. simetris Pernafasan : 30 x/menit Suhu : 37. faring hiperemis (-). kripte melebar (-) H. riwayat keguguran tidak ada. Kepala Bentuk mesosefal. M dan Ny. isi tegangan cukup.

bising (-) M.I. L. regular. Abdomen Inspeksi : dinding perut sejajar dinding dada. kelenjar getah bening tidak membesar. Tenggorok Uvula ditengah. kripte melebar (-) J. hepar lien tidak teraba. K. ST (-/-) Cor : Inspeksi : iktus kordis tidak tampak Palpasi : iktus kordis tidak kuat angkat Perkusi : batas jantung kesan normal Auskultasi :bunyi jantung I-II intensitas nomal. Leher Bentuk normocolli. retraksi (-). trakea di tengah. tonsil T1-T1. Ekstremitas Akral dingin -- edema - - - - Capillary Refill Time< 2” 6 . Anorektal : dalam batas normal O. JVPtidak meningkat. turgor kulit kembali cepat N. spasme (-) Auskultasi : bising usus (+) meningkat Perkusi : timpani Palpasi : supel. Lymphonodi Pre aurikuler : tidak membesar Retroaurikuler : tidak membesar Submandibuler : tidak membesar Submental : tidak membesar Servicalis : tidak membesar Supraclavicular : tidak membesar Thorax Bentuk : normochest. mukosa faring hiperemis (-). gerakan simetris kanan kiri Pulmo : Inspeksi : Pengembangan dada kanan = kiri Palpasi : Fremitus raba kanan = kiri Perkusi : Sonor / sonor Auskultasi: SDV (+/+). nyeri tekan (-).

RESUME Pasien. jumlah satu gelas belimbing. air mata (+). -2<z score<0 TB/U = 90/98. -3<z score<-2 BB/TB = 12. SI (-/-) Mulut : bibir kering dan pecah-pecah (-) Ekstremitas : pitting oedem (-/-) Status gizi secara klinis : gizi kesan baik 2. Riwayat perkembangan dan pertumbuhan baik. Nafsu makan dan minum turun (+).69 l 107 / 1 / mmol mmol mmol 1 / / / 3 L L L IV. pemeliharaan postnatal baik. 7 . Demam tinggi mendadak. Pasien mengaku sudah di bawa ke bidan dan mendapat obat tetapi tidak tahu namanya.3/12. BAB cair sebanyak + 13 kali. Riwayat pemeliharaan prenatal baik. Riwayat kelahiran. sebanyak dua kali. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Laboratorium T N a n g K C g a l 1 5 a 131 3. -1<z score<0 Status gizi secara antropometri : gizi baik 3.3/15 x 100 = 82% . seorang anak laki-laki.Arteri dorsalis pedis teraba kuat P. pasien dalam keadaan rewel. Secara Antropometri : BB : 12. lendir (+). warna kuning kehijauan. BAB sejak 12 jam SMRS. Saat masuk IGD. BAK terakhir di RSPA. air > ampas.9 x 100 = 95. dan sudah tidak panas. warna kuning jernih. lahir spontan dengan usia kehamilan 40 minggu ditolong bidan. Status Gizi 1. rambut susah dicabut Mata : CA (-/-). Secara klinis Nafsu makan : menurun Kepala : rambut jagung (-).37% . Analisis Diet : Kesan kualitas dan kuantitas cukup 4. setiap BAB +15 cc (1 sendok makan). Demam (+) saat HMRS.5 x 100 = 91. usia 3 tahun datang ke IGD RSPA dengan keluhan BAB cair.3 kg TB : 90 cm Usia : 3 tahun 4 bulan BB/U = 12.35% . Riwayat imunisasi lengkap sesuai KMS.

tidak tampak dehidrasi. D. Monitoring KUVS per 8 jam BCD per 8 jam Status hidrasi per 8 jam C.69 mmol/L. C.DAFTAR MASALAH 1. PENATALAKSANAAN Mondok bangsal anak IVFD RL 12 tpm makro Oralit 120 ml bila diare. Zinc 1 x 20 mg p. mulut. IX. Status gizi secara antropometri : gizi baik.3 oC.o. VI. compos mentis. X.Abdomen peristaltic usus meningkat.o PLANNING A. Cl 107 mmol/L. B. DIAGNOSIS KERJA 1. Jaga higienitas.Pada pemeriksaan fisik diperoleh keadaan umum sedang. RR= 30x/menit. Nafsu makan dan minum (+) turun 3. Diagnosis Cek feses rutin B. E. kondisi pasien saat ini dan terapinya. BAB cair > 13 kali 2. Demam VII. T = 37. Edukasi pasien dan keluarga tentang penyakit. K 3. Edukasi 1. 2. leher dan pulmo dalam batas normal. Tanda vital:HR= 104x/menit. PROGNOSIS Ad vitam : bonam Ad sanam : bonam Ad fungsionam : bonam 8 . 60 ml bila muntah L-bi0 2 x sach I p. Diare akut tanpa dehidrasi VIII. kesan gizi baik. A. Mata. Pemeriksaan laboratorium tanggal 15 Januari 2013didapatkanNa 131 mmol/L.

ST (-/-) Pulmo : SDV (+/+). Diare akut tanpa s - - CRT <2”. t: 36. t: 36.o r u t i n /8 KUVS / BCD 8 jam 60 ml bila muntah 4. pilek (-). nyeri (-). demam (-). 5.Oralit 120 ml bila diare.o. ADP teraba kuat 1.IVFD RL 12 tpm makro 3. 60 ml bila muntah 4. Diare akut tanpa dehidrasi dehidras i T e r a p i 1.50C Mata : CA (-/-) SI (-/-) Mulut : MB (+) Mulut : MB (+) Mulut : MB (+) Pulmo : SDV (+/+). nyeri tekan (-) (-) (-) Ekstremitas : Ekstremitas : Ekstremitas : Akral dingin Akral dingin Akral dingin Oedem A - - - Oedem - CRT <2”.L-bi0 2 x sach I p. nyeri tekan Abdomen : supel. gizi baik HR: 112x/menit . pilek (-).80C Mata : CA (-/-) SI (-/-) Baik. Demam (-).BAK (+) warna kuning jumlah banyak.o B L P L j a m BC/D /8 jam 9 . Baik. BAK (+) warna kuning jumlah banyak. ST (-/-) Pulmo : SDV (+/+). Demam (-). Zinc 1 x 20 mg p. batuk (-). 5.M ondok bangs al 1. Diare akut tanpa dehidrasi Oedem CRT <2”. 3.Oralit 120 ml bila diare. makan minum (+). RR: 30x/menit . BAB (+).Oralit 120 ml bila diare. 5.M ondok bangs al ana k ana k ana k 2. BAK (+) warna kuning jumlah banyak. ADP teraba kuat 1. CM. nyeri perut (-). gizi kurang HR: 98x/menit .PROGRESS REPORT Tan g g a l 15 Januari 2013 16 Januari 2013 17 Januari 2013 S O K U V S Pemeriksaan Fisik Mencret (-). ADP teraba kuat s 1.L-bi0 2 x sach I p. RR: 30x/menit . batuk (-). pilek (-). BAB (+). RR: 28x/menit . 3. CM.o. nyeri tekan Abdomen : supel. gizi kurang HR:100x/menit . nyeri perut (-). ST (-/-) Abdomen : supel.o P l a n Monitoring F e s e s KUVS/TD 60 ml bila muntah 4. batuk (-). t: 36. mual (-). makan minum (+). makan minum (+).80C Mata : CA (-/-) SI (-/-) Baik. mual (-). CM.L-bi0 2 x sach I p.IVFD RL 12 tpm makro 2. Zinc 1 x 20 mg p.IVFD RL 12 tpm makro 2. Zinc 1 x 20 mg p.o. nyeri (-).Mondok bangs al 1. mual (-). nyeri (-). nyeri perut (-).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 10 .

PENDAHULUAN Diare masih merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak di negara yang sedang berkembang. efisien dan efekstif harus dilakukan secara rasional. gangguan keseimbangan elektrolit dan keseimbangan asam basa. Sebagian besar diare akut disebabkan oleh infeksi. mencegah dan menanggulangi gangguan gizi serta mengobati penyakit penyerta. penetrasi ke lamina propria serta kerusakan mikrovili dapat menimbulkan keadaan maldigesti dan malabsorpsi. Beberapa cara pencegahan dengan vaksinasi serta pemakaian probiotik telah banyak diungkap dan penanganan menggunakan antibiotika yang spesifik dan antiparasit.1 DEFINISI Diare adalah buang air besar yang tidak normal atau bentuknya encer dengan frekuensi yanglebih banyak dari biasanya. Pemakaian cairan rehidrasi oral secara umum efektif dalam mengkoreksi dehidrasi. Invasi dan destruksi sel epitel. Dalam berbagai hasil Survei kesehatan Rumah Tangga diare menempati kisaran urutan ke-2 dan ke-3 berbagai penyebab kematian bayi di Indonesia. sedangkan untuk bayi berumur lebih dari 1 bulan bila frekuensinya lebih dari 3 kali sehari. Neonatus dikatakan diare bila frekuensi buang air besar sudahlebih dari 4 kali sehari. Bila tidak mendapatkan penanganan yang adekuat pada akhirnya dapat mengalami invasi sistemik. Untuk melaksanakan terapi diare secara komprehensif. Secara umum penanganan diare akut ditujukan untuk mencegah/menanggulangi dehidrasi serta gangguan keseimbangan elektrolit dan asam basa.2 Diare akut menurut Cohen adalah keluarnya buang air besar sekali atau lebih yang berbentuk cair dalam satu hari dan berlangsung kurang 14 hari. mengobati kausa diare yang spesifik. kemungkinan terjadinya intolerasi. Menurut Noerasid diare akut 11 . Pemberian cairan intravena diperluk an jika terdapat kegagalan oleh karena tingginya frekuensi diare. muntah yang tak terkontrol dan terganggunya masukan oral oleh karena infeksi. Banyak dampak yang terjadi karena infeksi seluran cerna antara lain pengeluaran toksin yang dapat menimbulkan gangguan sekresi dan reabsorpsi cairan dan elektrolit dengan akibat dehidrasi.

Diare radang dibagi lagi atas infeksi dan non infeksi. Diare non radang bisa karena hormonal. Hasil Surkesnas 2001 didapat proporsi kematian bayi 9.4% dengan peringkat 3 dan proporsi kematian balita 13. Biaya untuk infeksi rotavirus ditaksir lebih dari 6. bakteri. Diare masih merupakan penyebab utama kematian bayi dan balita. EPIDEMIOLOGI Setiap tahun diperkirakan lebih dari satu milyar kasus diare di dunia dengan 3. Penyebab infeksi bisa virus.ialah diare yang terjadi secara mendadak pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat. obatobatan dan lain-lain. Diare pada anak merupakan penyakit yang mahal yang berhubungan secara langsung atau tidak terdapat pembiayaan dalam masyarakat.1 ETIOLOGI Penyebab diare akut pada anak secara garis besar dapat disebabkan oleh gastroenteritis.3 juta kasus kematian sebagai akibatnya.1Dampak negatif penyakit diare pada bayi dan anak-anak antara lain adalah menghambat proses tumbuh kembang anak yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup anak di masa depan.3 KLASIFIKASI Diare secara garis besar dibagi atas radang dan non radang. diperoleh angka kesakitan diare tahun 2000 sebesar 301 per 1000 penduduk angka ini meningkat bila dibanding survei pada tahun 1996 sebesar 280 per 1000 penduduk. Hasil survei oleh Depkes. Diperkirakan angka kejadian di negara berkembang berkisar 3. muntah. parasit dan jamur.2% dengan peringkat 2.5 – 7 episode per anak pertahun dalam 2 tahun pertama kehidupan dan 2 – 5 episode per anak per tahun dalam 5 tahun pertama kehidupan. keracunan makanan karena antibiotika dan infeksi sistemik. demam atau sakit perut yang berlangsung selama 3 – 7 hari.3 juta poundsterling setiap tahunnya di Inggris dan 352 juta dollar di Amerika Serikat. radiasi. anatomis. sedangkan non infeksi karena alergi. Etiologi diare 12 . Sedangkan American Academy of Pediatrics (AAP) mendefinisikan diare dengan karakteristik peningkatan frekuensi dan/atau perubahan konsistensi. dapat disertai atau tanpa gejala dan tanda seperti mual.

Bedanya bekteri ini dapat menembus (invasi) sel mukosa usus halus sehingga depat menyebakan reaksi sistemik. shigella. Diare oleh kedua bakteri ini dapat menyebabkan adanya darah dalam tinja yang disebut disentri. Diare karena bakteri terjadi melalui salah satu mekanisme yang berhubungan dengan pengaturan transpor ion dalam sel-sel usus cAMP. telah lebih dari 80% penyebabnya diketahui. Enterosit yang rusak diganti dengan yang baru yang fungsinya belum matang. Burma dan Pakistan. Bacillus cereus. Astrovirus. Giardia lambdia. Patogenesis terjadinya diare yang disebabkan virus yaitu virus yang masuk melalui makanan dan minuman sampai ke enterosit. Clostridium defficile. Coli enterotoksigenik Rotavirus jelas merupakan penyebab diare akut yang paling sering diidentifikasi pada anak dalam komunitas 13 . Isospora billi. Patogenesis terjadinya diare oleh salmonella. Coronavirus. tetapi prinsipnya hampir sama. vibrio cholerae dan Yersinia enterocolitica. Pleisiomonas.Clostridium perfringens. dan Ca dependen. Strongiloides stercorlis.pada 25 tahun yang lalu sebagian besar belum diketahui. Myanmar. Sebuah studi tentang masalah diare akut yang terjadi karena infeksi pada anak di bawah 3 tahun di Cina. Entamoba hystolitica. Meksiko.Shigella spp dan E. Pada saat ini telah dapat diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayi. Capillaria phiplippinensis. Cryptosporodium. staphylococus aureus. E coli. Shigelloides. Sarcocystis suihominis.cGMP. dan trichuris trichiura. Cacivirus. Agen ini adalah Rotavirus. Sedangkan penyebab diare oleh parasit adalah Balantidium coli. Fasiolopsis buski. villi mengalami atrofi dan tidak dapat mengabsorpsi cairan dan makanan dengan baik. akan tetapi kini. akan meningkatkan tekanan koloid osmotik usus dan meningkatkan motilitasnya sehingga timbul diare. Minirotavirus. akan menyebabkan infeksi dan kerusakan villi usus halus. E coli agak berbeda dengan patogenesis diare oleh virus. Salmonella spp. Penyebab utama oleh virus yang terutama ialah Rotavirus (40 – 60%) sedangkan virus lainya ialah virus Norwalk. Compylobacter jejuni. hanya tiga agen infektif yang secara konsisten atau secara pokok ditemukan meningkat pada anak penderita diare. Bakteri yang dapat menyebabkan diare adalah Aeromonas hydrophilia. India.Toksin shigella juga dapat masuk ke dalam serabut saraf otak sehingga menimbulkan kejang.

makanan asing terdapat individu tertentu yang pedas atau tidak sesuai kondisi usus dapat pula disebabkan oleh keracunan makanan dan bahan-bahan kimia. pneumonia. Diare dapat disebabkan oleh alergi atau intoleransi makanan tertentu seperti susu.tropis dan iklim sedang. Di samping itu sifat farmakokinetik dari obat itu sendiri juga memegang peranan penting. dan otitis media. produk susu. Antibiotika akan menekan flora normal usus sehingga organisme yang tidak biasa atau yang kebal antibiotika akan berkembang bebas. schistosomiasis. radang tenggorokan. Beberapa macam obat. terutama antibiotika dapat juga menjadi penyebab diare.1 14 . Diare juga berhubungan dengan penyakit lain misalnya malaria. campak atau pada infeksi sistemik lainnya misalnya.

post reseksi usus serta hipertiroid. post vagotomi.1 15 . sekretorik dan diare karena gangguan motilitas usus. Diare sekretorik terjadi karena toxin dari bakteri akan menstimulasi c AMP dan cGMP yang akan menstimulasi sekresi cairan dan elektrolit.PATOFISIOLOGI 4 Menurut patofisiologinya diare dibedakan dalam beberapa kategori yaitu diare osmotik.misal pada diabetik neuropathi. Sedangkan diare karena gangguan motilitas usus terjadi akibat adanya gangguan pada kontrol otonomik. Diare osmotik terjadi karena terdapatnya bahan yang tidak dapat diabsorpsi oleh usus akan difermentasi oleh bahteri usus sehingga tekanan osmotik di lumen usus meningkat yang akan menarik cairan.

Dehidrasi ringan bila penurunan berat badan kurang dari 5%. Anus dan daerah sekitarnya timbul lecet karena sering defekasi dan tinja makin lama makin asam sebagai akibat makin banyak asam laktat yang berasal dari laktosa yang tidak diabsorpsi oleh usus selama diare. gelisah. Gejala muntah dapat timbul sebelum dan sesudah diare dan dapat disebabkan karena lambung turut meradang atau akibat gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit. tidak bisa minum Kembali sangat lambat > 1 0 >100 % Sumber : Sandhu 20016 Berdasarkan konsentrasi Natrium plasma tipe dehidrasi dibagi 3 yaitu : dehidrasi hiponatremia ( < 130 mEg/L ). Kesadaran Menurun Sangat cekung dan kering Sangat kering Sulit. suhu tubuh biasanya meningkat. sisanya 15 % adalah diare hipernatremia dan 5% adalah diare hiponatremia.5 Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit dan sering disertai dengan asidosis metabolik karena kehilangan basa. Tidak Haus Dicubit kembali cepat < 55 0 % Dehidrasi Ringan -Sedang G e l i s a h R e w e l C e k u n g K e r i n g Tampak Kehausan Kembali lambat 5 – 1 0 50–100 % Dehidrasi Berat Letargik. Warna tinja makin lama berubah menjadi kehijauan-hijauan karena bercampur dengan empedu. dehidrasi isonatremia ( 130m – 150 mEg/L ) dan dehidrasi hipernatremia ( > 150 mEg/L ). kemudian timbul diare.MANIFESTASI KLINIS Mula-mula anak menjadi cengeng. S a d a r N o r m a l B a s a h Minum Normal. Pada umunya dehidrasi yang terjadi adalah tipe isonatremia (80%) tanpa disertai gangguan osmolalitas cairan tubuh. mungkin disertai lendir atau lendir dan darah. cairan Tanpa Dehidrasi B a i k .1 Derajat Dehidrasi Gejala & Tanda Keadaan Umum M a t a Mulut/ Lidah R a s a H a u s K u l i t % turun BB Estimasi def. nafsu makan berkurang atau tak ada. Dehidrasi dapat diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan elektrolit. Tinja cair. 16 .dehidrasi sedang bila penurunan berat badan antara 5%-10% dan dhidrasi berat bila penurunan lebih dari 10%.

Hal ini akan merangsang pusat pernapasan untuk meningkatkan kecepatan pernapasan sebagai upaya meningkatkan eksresi CO2 melalui paru ( pernapasan Kussmaul ). c. Selain penurunan bikarbonat serum terdapat pula penurunan pH darah kenaikan pCO2. Kelemahan otot merupakan manifestasi awal dari hipokalemia. Pada ginjal kekurangan K+ mengakibatkan perubahan vakuola dan epitel tubulus dan menimbulkan sklerosis ginjal yang berlanjut menjadi oliguria dan gagal ginjal. Kehilangan kalium juga melalui cairan tinja dan perpindahan K+ ke dalam sel pada saat koreksi asidosis dapat pula menimbulkan hipokalemia. pertama kali pada otot anggota badan dan otot pernapasan. e. g. d. Hipoglikemia.1 KOMPLIKASI a. Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus. Renjatan hipovolemik. Dehidrasi. dan dilatasi lambung. Kadar kalium plasma dipengaruhi oleh keseimbangan asam basa . Disfungsi otot harus menimbulkan ileus paralitik. paralisis dan kematian karena kegagalan pernapasan. EKG menunjukkan gelombang T yang mendatar atau menurun dengan munculnya gelombang U. 17 . Malnutrisi. Untuk pemenuhan kebutuhan kalori terjadi pemecahan protein dan lemak yang mengakibatkan meningkatnya produksi asam sehingga menyebabkan turunnya nafsu makan bayi. Dapat terjadi arefleks. Bakterimia. sehingga pada keadaan asidosis metebolik dapat terjadi hipokalemia. Kejang. f.Kehilangan bikarbonat bersama dengan diare dapat menimbulkan asidosis metabolik dengan anion gap yang normal ( 8-16 mEg/L). Keadaan dehidrasi berat dengan hipoperfusi ginjal serta eksresi asam yang menurun dan akumulasi anion asam secara bersamaan menyebabkan berlanjutnya keadaan asidosis. b. biasanya disertai hiperkloremia.

Pemberian secara oral dapat dilakukan untuk dehidrasi ringan sampai sedang dapat menggunakan pipa nasogastrik. Keuntungan upaya terapi oral karena murah dan dapat diberikan dimana-mana. Anak yang diare dan tidak lagi dehidrasi harus dilanjutkan segera pemberian makanannya sesuai umur. Pemberian cairan oral dapat dilakukan setelah anak dapat minum sebanyak 5ml/kgbb/jam. Pemberian terapi cairan dapat dilakukan secara oral atau parateral. Beratnya dehidrasi secara akurat dinilai berdasarkan berat badan yang hilang sebagai persentasi kehilangan total berat badan dibandingkan berat badan sebelumnya sebagai baku emas. Secara ringkas kelompok ahli gastroenterologi dunia memberikan pilar yang perlu diperhatikan dalam penatalaksanaan diare akut dehidrasi ringan sedang pada anak.PENATALAKSANAAN Penggantian cairan dan elektrolit merupakan elemen yang penting dalam terapi efektif diare akut. a. AAP merekomendasikan cairan rehidrasi oral (ORS) untuk rehidrasi dengan kadar natrium berkisar antara 75-90 mEq/L dan untuk pencegahan dan pemeliharaan dengan natrium antara 40-60mEq/L. Dehidrasi Ringan – Sedang Rehidrasi pada dehidrasi ringan dan sedang dapat dilakukan dengan pemberian oral sesuai dengan defisit yang terjadi namun jika gagal dapat diberikan secara intravena sebanyak : 75 ml/kg bb/3jam. atau kembung yang sangat hebat (violent meteorism) sehingga upaya rehidrasi oral tetap akan terjadi defisit maka dapat dilakukan rehidrasi parenteral walaupun sebenarnya rehidrasi parenteral dilakukan hanya untuk dehidrasi berat dengan gangguan sirkulasi. 18 . Menggunakan CRO ( Cairan Rehidrasi Oral ). Bila diare profus dengan pengeluaran air tinja yang banyak ( > 100 ml/kgBB/hari ) atau muntah hebat (severe vomiting) sehingga penderita tak dapat minum sama sekali. yaitu: 1. Biasanya dapat dilakukan setelah 3-4 jam pada bayi dan 12 jam pada anak . walaupun pada dehidrasi ringan dan sedang. Penggantian cairan bila masih ada diare atau muntah dapat diberikan sebanyak 10ml/kgbb setiap diare atau muntah.

Itulah sebabnya mengapa pada pemberian terapi cairan diusahakan agar penderita bila memungkinkan cepat mendapatkan makanan / minuman sebagai biasanya bahkan pada dehidrasi ringan sedang yang tidak memerlukan terapi cairan parenteral makan dan minum tetap dapat dilanjutkan. b. gangguan dinamik sirkulasi ) memerlukan pemberian cairan elektrolit parenteral. Rehidrasi oral cepat 3 – 4 jam. pernafasan Kussmaul. Tidak dibenarkan memberikan susu yang diencerkan. selanjutnya 70ml/kgbb/5jam Usia >12 bln: 30ml/kgbb/1/2-1jam. 3. Cairan hipotonik. Segala kekurangan tubuh akan karbohidrat. 9.1 19 . Realiminasi cepat dengan makanan normal. namun hal ini tidaklah menjadi masalah besar karena hanya menyangkut waktu yang pendek. ASI diteruskan. Penggantian cairan parenteral menurut panduan WHO diberikan sebagai berikut: Usia <12 bln: 30ml/kgbb/1jam.2. 4. lemak dan protein akan segera dapat dipenuhi. yaitu dehidrasi lebih dari 10% untuk bayi dan anak dan menunjukkan gangguan tanda-tanda vital tubuh ( somnolen-koma. Apabila penderita telah kembali diberikan diet sebagaimana biasanya . Anti diare tidak diperlukan. selanjutnya 70ml/kgbb/2-2½ jam Walaupun pada diare terapi cairan parenteral tidak cukup bagi kebutuhan penderita akan kalori. 8. Suplemen dnegan CRO ( CRO rumatan ). Tidak dibenarkan memberikan susu formula khusus. 6. 5. 7. Dehidrasi Berat Penderita dengan dehidrasi berat.

Sejumlah cairan rehidrasi oral dengan osmolalitas 210 – 268 mmol/1 dengan Na berkisar 50 – 75 mEg/L.E n 3 B2 9 02 75 05 02 K a . konsentrasi kaliumnya rendah dan tidak mengandung glukosa untuk mencegah hipoglikemia.E n 3 B2 6 43 83 02 8 Standard WHO-ORS 3 1 11 19 08 02 0Citrat 10 Reduced osmalarity WHO-ORS 2 4 57 07 56 52 0Citrat 10 EPSGAN recommendation 2 1 36 06 07 02 0C i t r a t - 1 1 1 5 41 5 4 - - 7 - - 53 8 .225%+D5 2 5 35 03 Riger Laktat 2 7 3 K a . Namun demikian. tetapi tidak mengandung elektrolit yang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup.Pemilihan jenis cairan Cairan parenteral dibutuhkan terutama untuk dehidrasi berat dengan atau tanpa syok. Cairan NaCL dengan atau tanpa dekstrosa dapat dipakai. 5 - - 01 4 Laktat 28 77 8 . 3 0 9 0Laktat 20 8 Laktat 10 20 3 . Cairan Ringer Laktat (RL) adalah cairan yang banyak diperdagangkan dan mengandung konsentrasi natrium yang tepat serta cukup laktat yang akan dimetabolisme menjadi bikarbonat. memperlihatkan efikasi pada diare anak dengan kolera atau tanpa kolera. sehingga dapat mengembalikan dengan cepat volume darahnya. serta memperbaiki renjatan hipovolemiknya. Jenis cairan parenteral yang saat ini beredar dan dapat memenuhi kebutuhan sebagai cairan pengganti diare dengan dehidrasi adalah Ka-EN 3B.9 %3 0 8 - NaCl 0. Komposisi cairan Parenteral dan Oral : Osmolalitas(mOsm/L) Glukosa(g/L) Na+(mEq/L) CI-(mEq/L) K+(mEq/L) Basa(mEq/L) NaCl 0.45 %+D5 4 2 85 07 NaCl 0.

Beberapa antimikroba yang sering dipakai antara lain: Kolera : Tetrasiklin 50mg/kg/hari dibagi 4 dosis (2 hari) Furasolidon 5mg/kg/hari dibagi 4 dosis (3 hari) Shigella : Trimetroprim 5-10mg/kg/hari Sulfametoksasol 25mg/kg/hari Diabgi 2 dosis (5 hari) Asam Nalidiksat 55mg/kg/hari dibagi 4 (5 hari) Amebiasis: 21 . neomisin. Obat anti diare hanya simtomatis bukan spesifik untuk mengobati kausa. Antibiotik yang tidak diserap usus seperti streptomisin. karena penyebab terbesar dari diare pada anak adalah virus (Rotavirus).1 Mengobati Penyebab Diare Tidak ada bukti klinis dari anti diare dan anti motilitis dari beberapa uji klinis. hidroksikuinolon dan sulfonamid dapat memperberat yang resisten dan menyebabkan malabsorpsi. gangguan absorpsi dan sirkulasi. Kecuali pada bayi berusia di bawah 2 bulan karena potensi terjadinya sepsis oleh karena bakteri mudah mengadakan translokasi kedalam sirkulasi. Sebagian besar kasus diare tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotika oleh karena pada umumnya sembuh sendiri (self limiting). Antibiotik hanya diperlukan pada sebagian kecil penderita diare misalnya kholera shigella. tidak memperbaiki kehilangan air dan elektrolit serta menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Antimotilitis seperti difenosilat dan loperamid dapat menimbulkan paralisis obstruksi sehingga terjadi bacterial overgrowth. atau pada anak/bayi yang menunjukkan secara klinis gejala yang berat serta berulang atau menunjukkan gejala diare dengan darah dan lendir yang jelas atau segala sepsis.

1 Antisekretorik . Lima.5 mg/kg (maks 90mg)(im) s/d 5 hari tergantung reaksi (untuk semua umur). Dengan mencermati fenomena tersebut bakteri probiotik dapat dipakai untuk pencegahan dan pengobatan diare baik yang disebabkan oleh rotavirus maupun mikroorganisme lain. pseudomembran kolitis maupun diare yang disebabkan oleh karena pemakaian antibiotika yang tidak rasional (antibiotic associated diarrhea) dan traveller’s diarrhea. Hasil meta analisa Van Niel dkk menyatakan lactobacillus aman dan efektif 22 .1 Probiotik Probiotik merupakan bakteri hidup yang mempunyai efek yang menguntungkan pada host dengan cara meningkatkan kolonisasi bakteri probiotik didalam lumen saluran cerna sehingga seluruh epitel mukosa usus telah diduduki oleh bakteri probiotik melalui reseptor dalam sel epitel usus.Bila diberikan bersamaan dengan cairan rehidrasi oral akan memberikan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan hanya memberikan cairan rehidrasi oral saja .Antidiare Salazer –lindo E dkk dari Department of Pediatrics.Peru. Hospital National Cayetano Heredia. melaporkan bahwa pemakaian Racecadotril ( acetorphan ) yang merupakan enkephalinace inhibitor dengan efek anti sekretorik serta anti diare ternyata cukup efektif dan aman bila diberikan pada anak dengan diare akut oleh karena tidak mengganggu motilitas usus sehingga penderita tidak kembung . Terdapat banyak laporan tentang penggunaan probiotik dalam tatalaksana diare akut pada anak. Giardiasis : Metronidasol 15mg.Untuk pemakaian yang lebih luas masih memerlukan penelitian lebih lanjut yang bersifat multisenter dan melibatkan sampel yang lebih besar.Metronidasol 30mg/kg/hari dibari 4 dosis 9 5-10 hari) Untuk kasus berat : Dehidro emetin hidrokhlorida 1-1.Hasil yang sama juga didapatkan oleh Cojocaru dkk dan Cejard dkk.kg/hari dibagi 4 dosis ( 5 hari ).

menurunkan lamanya diare kira-kira 2/3 lamanya diare.1 Mikronutrien Dasar pemikiran penggunaan mikronutrien dalam pengobatan diare akut didasarkan kepada efeknya terhadap fungsi imun atau terhadap struktur dan fungsi saluran cerna dan terhadap proses perbaikan epitel seluran cerna selama diare. Air susu ibu dan susu formula serta makanan pada umumnya harus dilanjutkan pemberiannya selama diare penelitian yang dilakukan oleh 23 .1 Mencegah / Menanggulangi Gangguan Gizi Amatlah penting untuk tetap memberikan nutrisi yang cukup selama diare. karena pulihnya mukosa usus tergantung dari nutrisi yang cukup. mencegah adhesi patogen pada anterosit. Minuman dan makanan jangan dihentikan lebih dari 24 jam. juga berperan penting di dalam pertumbuhan sel dan fungsi kekebalan . modifikasi toksin atau reseptor toksin. Seng telah dikenali berperan di dalam metallo – enzims. produksi bahan antimikroba terhadap beberapa patogen. Pemberian kembali makanan atau minuman (refeeding) secara cepat sangatlah penting bagi anak dengan gizi kurang yang mengalami diare akut dan hal ini akan mencegah berkurangnya berat badan lebih lanjut dan mempercepat kesembuhan. efek trofik pada mukosa usus dan immunomodulasi. Kemungkinan mekanisme efekprobiotik dalam pengobatan diare adalah : perubahan lingkungan mikro lumen usus. Pengobatan diare akut dengan vitamin A tidak memperlihatkan perbaikan baik terhadap lamanya diare maupun frekuensi diare. dan fungsi sel.dalam pengobatan diare akut infeksi pada anak. dan menurunkan frekuensi diare pada hari kedua pemberian sebanyak 1 – 2 kali.Bila tidak makalah ini akan merupakan faktor yang memudahkan terjadinya diare kronik. terutama pada anak dengan gizi yang kurang. kompetisi nutrien.Sazawal S dkk melaporkan pada bayi dan anak lebih kecil dengan diare akut. Strand menyatakan efek pemberian seng tidak dipengaruhi atau meningkat bila diberikan bersama dengan vit A. suplementasi seng secara klinis penting dalam menurunkan lama dan beratnya diare. Bhandari dkk mendapatkan pemberian vitamin A 60mg dibanding dengan plasebo selama diare akut dapat menurunkan beratnya episode dan risiko menjadi diare persisten pada anak yang tidak mendapatkan ASI tapi tidak demikian pada yang mendapat ASI. poliribosomes . selaput sel.

campak ). mi. kurang gizi. penyakit jantung dan penyakit ginjal.Lama more RA dkkmenunjukkan bahwa suplemen nukleotida pada susu formula secara signifikan mengurangi lama dan beratnya diare pada anak oleh karena nukleotide adalah bahan yang sangat diperlukan untuk replikasi sel termasuk sel epitel usus dan sel imunokompeten. infeksi susunan saraf pusat.1 Menanggulangi Penyakit Penyerta Anak yang menderita diare mungkin juga disertai dengan penyakit lain. diet rendah lemak justru dapat memperburuk keadaan malnutrisi dan dapat menimbulkan diare kronik.Pada situasi yang memerlukan banyak energi seperti pada fase penyembuhan diare. Makanan yang harus dihindarkan adalah makanan dengan kandungan tinggi. Sabagaimana halnya intoleransi laktosa. Beberapa penyakit penyerta yang sering terjadi bersamaan dengan diare antara lain : infeksi saluran napas. Untuk intoleransi laktosa ringan dan sedang sebaiknya diberikan formula susu rendah laktosa. Intoleransi laktosa berspektrum dari yang ringan sampai yang berat dan kebanyakan adalah tipe yang ringan sehingga cukup memberikan formula susu biasanya diminum dengan pengenceran oleh karena intoleransi laktosa ringan bersifat sementara dan dalam waktu 2 – 3 hari akan sembuh terutama pada anak gizi yang baik. gula sederhana yang dapat memperburuk diare seperti minuman kaleng dan sari buah apel. infeksi saluran kemih.1 24 . kentang. dan pisang) dan gandum ( beras. gandum. Pada anak lebih besar makanan yang direkomendasikan meliputi tajin ( beras. dan sereal). Sehingga dalam menangani diarenya juga perlu diperhatikan penyakit penyerta yang ada. Namun bila terdapat intoleransi laktosa yang berat dan berkepanjangan tetap diperlukan susu formula bebas laktosa untuk waktu yang lebih lama. infeksi sistemik lain (sepsis. Juga makanan tinggi lemak yang sulit ditoleransi karena karena menyebabkan lambatnya pengosongan lambung. maka intoleransi lemak pada diare akut sifatnya sementara dan biasanya tidak terlalu berat sehingga tidak memerlukan formula khusus. Pemberian susu rendah laktosa atau bebas laktosa diberikan pada penderita yang menunjukkan gejala klinik dan laboratorium intoleransi laktosa.

Kapita Selekta Kedokteran. Triatmodjo. 2008. http://www.files.kalbe. 2001. Jilid I.com/2007/08/patofisilogi-diare.html 4.wordpress. FKUI: Jakarta 3.pdf 25 . Pola Kuman Penyebab Diare Akut pada Neonatus dan Anak. Putra.DAFTAR PUSTAKA 1.id/files/cdk/files/08PolaKuman086. http://www. A. Anonim. Patofisiologi Diare. Cetakan IV.rocky. 2008. Diare Akut pada Anak. Pudjarwoto.com/layoutartikel-kesehatan/42-diare-akut-pada-anak 2.co. Deddy Satriya. http://cnennisa. Edisi III. dkk.pdf/08PolaKuman086.dr. 2007. Mansjoer.

33:S36-9 26 . Cyber nurse. http://nursingbegin. 2001.5. Sandhu. Pratical guideline for the Management of Gastroenteritis in Children J Ped Gastroenterol Nutr. BK. Gastroenteritis. 2009.com/asuhan-keperawatan-padaklien-dengan-gastroenteritis/ 6.