You are on page 1of 12

CONTOH PROPOSAL KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISIT

)
PROPOSAL KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISIT)

A.

IDENTITAS KLIEN

Inisial klien

: Tn. B

Usia

: 24 Tahun

Nomor CM

: 01.85.80

Masuk RSJDL

: 28-10-2013

Nama Penanggung Jawab

: Tn. Suyanto ( Saudara )

: Jl. Imam Bonjol Gg. Bayur Persada No. 83 Bandar Lampung
Tanggal kunjungan

: 16 November 2013

Diagnosa Keperawatan

: Perilaku Kekerasan

B.

TUJUAN KUNJUNGAN RUMAH

1. Tujuan Umum
Keluarga dapat menerima dan merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
dan menjadi sistim pendukung yang efektif.
2. Tujuan Khusus
a.

Memberikan informasi kepada keluarga tentang perkembangan kondisi klien selama di
Rumah Sakit

b. Memvalidasi data dan melengkapi data yang diperoleh dari klien dan data sekunder (rekam
medik) mengenai:





Alasan masuk atau dirawat di Rumah Sakit
Faktor predisposisi dan presipitasi
Genogram keluarga
Persepsi keluarga terhadap penyakt yang diderita klien
Support sistem dalam keluarga
Tindakan yang telah dilakukan keluarga

3. Mengkaji pengetahuan keluarga tentang perawatan klien gangguan jiwa di rumah dikaitkan
dengan 5 fungsi keluarga, yaitu :
a.

Keluarga dapat mengenal masalah yang menyebabkan klien kambuh

b. Keluarga dapat mengambil keputusan dalam melakukan perawatan terhadap klien
c.

Keluarga dapat merawat klien di rumah

d. Keluarga dapat memodifikasi lingkungan yang terapeutik dalam merawat klien
e.

Keluarga dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat untuk merawat
kesehatan klien.

f.

Memberikan pendidikan kepada keluarga sesuai dengan masalah yang ditemukan saat
pengkajian.

g. Memotivasi keluarga untuk melanjutkan perawatan di rumah.
C.

SETRATEGI KOMUNIKASI TINDAKAN KEPERAWATAN

1.

Fase Orientasi

a. Salam dan Perkenalan
“Selamat pagi Ibu, perkenalkan saya M. Desta Palisthin, mahasiswa Universitas
Malahayati yang merawat bapak Beni di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung
selama lima hari sebagai pasien binaan saya. Nama ibu siapa? Saya ditugaskan dari Rumah
Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung bertujuan untuk menjelaskan pada keluarga tentang
kondisi yang dialami oleh bapak Beni selama di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi
Lampung.
b. Kaji & Validasi Informasi Tentang Klien
“Selain ibu siapa saja yang tinggal di rumah ini? Kapan ibu terakhir membesuk bapak
Beni? Apakah ibu mengetahui perubahan yang terjadi pada anak ibu selama di rawat di
Rumah sakit, Bagaimana pandangan ibu tentang keadaan yang di alami anak ibu saat ini?”.
c.

Kontrak
“Baiklah bu, Sesuai dengan tugas yang diberikan dari Rumah Sakit Jiwa Daerah
Provinsi Lampung saya akan menjelaskan tentang masalah yang terjadi pada bapak Beni.
Yaitu mengenai risiko perilaku kekerasan. Saya akan menjelaskannya sekarang, di ruangan
ini tidak lama kurang lebih 30 menit saja.
2.

Fase Kerja
“Baiklah, kita mulai saja sekarang. Bisakah ibu ceritakan alasan bapak Beni dibawa

ke RSJD Lampung? perilaku apa yang dilakukan pak beni terakhir sehingga anak ibu dibawa
ke RSJD Lampung? Bisa ibu ceritakan tentang bapak beni sehari harinya dalam berinteraksi
dengan orang lain?

“Apakah bapak beni memiliki gangguan seperti kelemahan fisik, ketidakberdayaan,
keputusasaan, percaya diri yang kurang, dan apakah bapak beni pernah mendapatkan hinaan
atau kritikan dari keluarga atau orang lain. Apakah bapak beni sebelumnya pernah mengalami
kehilangan seseorang yang di cintai atau pekerjaan? Apa saja yang dapat keluarga lakukan
jika pak beni mangalami gangguan/kambuh? Bagaimana cara ibu merawat anak ibu? Sejauh
mana keluarga mempersiapkan lingkungan dalam perawatan dirumah? Dan jika keluarga
tidak mampu merawat, apakah keluarga meminta bantuan/mambawa kemana?
Baiklah bu bila pak beni di rumah apakah ada masalah dalam merawat anak ibu?”.
“Sebelumnya apakah ibu mengetahui apa itu perilaku kekerasan? Baiklah saya
jelaskan tentang pengertian, tanda dan gejala serta proses terjadinya perilaku kekerasan.
Perilaku kekerasan adalah perilaku individu yang dapat membahayakan orang, diri sendiri.
baik secara fisik, emosional maupun sexual. (Nanda 2005). Sekarang akan saya jelaskan
tentang tanda dan gejala yang dialami bapak beni yaitu pertama emosi: tidak adekuat, tidak
aman, rasa terganggu, marah (dendam) dan jengkel. Yang kedua yaitu fisik :muka merah,
pandangan tajam, nafas pendek, berkeringat, tekanan darah meningkat. Yang ketiga
intelektual yaitu : mendominasi, berdebat, bawel,dan meremehkan, kemudian yang keempat
yaitu spiritual :kemahakuasaan, kebenaran diri, keraguan, tidak bermorl, kebejatan, kreatifitas
terhambat. Dan yang terakhir yaitu sosial: menarik diri, pengasingan, penolakan. Ejekan dan
humor. Dan terakhir saya akan menjelaskan tentang bagaimana marah itu bisa terjadi .
penyebab kemarahan biasanya bisa terjadi karena stres yang di alami oleh bapak beni yang
menimbulkan perasaan tidak menyenangkan dan terancam. Kecemasan tersebut yang nemicu
terjadinya perilaku kekerasan, respon terhadap marah dapat di ekspresikan secara eksternal
dan internal. Secara eksternal dapat berupa perilaku kekerasan dan internal berupa perasaan
depresi dan penyakit fisik”.
“Nah..sekarang saya akan menjelaskan bagaimana merawat seseorang dengan risiko
perilaku kekerasan.(penjelasan dari lefleat) yaitu pertama ibu harus mengetahui penyebab
yang mungkin membuat anak ibu marah, agar ibu bisa menasehatinya. Yang kedua yaitu
mencegah rasa marah secara fisik yaitu dengan menyalurkan kemarahan tersebut pada benda
yang tidak mudah rusak seperti kasur atau bantal. Yang kedua yaitu dengan cara menarik
napas dalam pada saat rasa marah datang. Yang ketiga yaitu ajarkan cara mengungkapkan
kemarahan dengan cara yang asertif maksudnya secara baik baik, cara meminta atau menolak
sesuatu dengan cara baik baik. Kemudian yang ke empat yaitu secara spiritual dimana yang
pertama dalah membaca istighfar, kemudian berwudhu yang diharapkan akan mendinginkan

dari hawa yang panas, kemudian ajarkan untuk sholat sunah dan berdoa supaya diberi
kesabaran dalam mengontrol rasa marah. Dan yang terakhir yaitu dengan patuh minum obat
karena bila anak ibu tidak minum obat maka tidak bisa mengontrol rasa marahnya kembali.
Baikalah ibu, apakah ibu ada pertanyaan? (memberikan lefleat kepada keluarga mengenai
semua masalah yang terjadi pada klien). Saat ini keadaan anak ibu yaitu anak ibu sudah tidak
pernah melakukan perilaku kekerasan kembali karena sudah kami ajarkan dalam terapi
aktivitas kelompok yaitu mencegah perilaku kekerasan dan saya sudah mengevaluasinya.
Anak ibu juga sekarang sudah mampu berinteraksi dengan kami selama di rumah sakit.
Kemudian sering berkumpul kumpul dengan temanya, anak ibu juga sekarang sudah saya
ajarkan tentang bagaiman cara melakukan perawatan diri yang baik sehingga kebersihanya
selalu terjaga.
“Saya rasa sudah cukup penjelasan yang saya berikan tadi, waktu yang telah kita
sepakati juga sudah habis. sekarang saya harus pamit pulang. Selamat siang bu...”.

a.

3.
Fase Terminasi
Evaluasi respon keluarga
1. Evaluasi Subjektif
“Bagaimana perasaan ibu sekarang setelah diberi penjelasan tentang pengertian, tanda
dan gejala, kemudian penyebab terjadinya perilaku kekerasan? dan bagaimana perasaan ibu
jika perawat melakukan kunjungan rumah?”.
2. Evaluasi Objektif
“Setelah saya jelaskan tadi, apakah ibu sudah memahami/mengerti tentang apa itu
perilaku kekerasan, tanda dan gejalanya, dan bagaimana proses terjadinya. Selain itu
bagaimana merawat klien ? Coba sekarang ibu jelaskan secara singkat pada saya apa yang
sudah saya jelaskan”.
3. Rencana Tindak lanjut
“Ibu walaupun pak beni saat ini berada di RSJD Lampung, keluarga sebenarnya juga
harus terlibat dalam perawatan pak beni. Yaitu dengan mengunjunginya sesering mungkin
( minimal 1 minggu sekali ). Bagaimanapun juga pak beni adalah anak ibu yang sama haknya
seperti anak anak lainya untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan membutuhkan
dukungan dan perhatian dari ibu.
4. Terminasi Akhir
“Ibu, seandainya masih kurang jelas dengan informasi yang telah saya berikan tadi, ibu
bisa datang ke RSJD Lampung untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. saya mengadakan

kunjungan rumah ini hanya satu kali, mudah-mudahan Ibu dapat menerapkan semua yang
telah kita diskusikan, terimakasih atas waktunya saya permisi Selamat siang…”

Bandar Lampung, 16 November 2013
Mahasiswa,

M. Desta Palisthin, S.Kep
NPM : 1335 0017 2013
D.

LAPORAN PELAKSANAAN KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISIT)
Inisial klien

: Tn. B

Usia

: 24 Tahun

Nomor CM

: 01.85.80

Masuk RSJDL

: 28-10-2013

Nama Penanggung Jawab

: Tn. Suyanto ( Saudara )

Alamat

: Jl. Imam Bonjol Gg. Bayur Persada No. 83 Kemiling

Bandar Lampung
Tanggal kunjungan

: 16 November 2013

Diagnosa Keperawatan

: Perilaku Kekerasan

Kegiatan kunjungan rumah dilaksanakan pada tgl 16 November 2013, pada hari sabtu
pukul 13.00 wib, dirumah Tn. Heri Ferdinand (kakak klien). Saat mahasiswa berkunjung ke
rumah kakak klien, mahasiswa diterima dengan baik dan terbuka, Keluarga menyambut
kedatangan mahasiswa dengan senang hati. Di rumah Tn. Heri tinggal bersama Ibu dan adik.
Kakak dan ibu klien sangat mengharapkan klien segera sembuh dan cepat pulang agar
berkumpul kembali dengan keluarga. Jadi penyuluhan kesehatan yang mahasiswa lakukan
didengarkan oleh kakak klien dan ibu klien. Menurut kakak klien, klien (Pak Beni) dikenal
seorang yang baik, rapi, ramah kepada setiap orang, klien baru mengalami gangguan jiwa
semenjak lulus SMA ± satu tahun yang lalu.
Awal mula menurut kakak klien, Tn. B semenjak pindah dari rumah yang berada di
teluk betung ke rumah yang sekarang di Jl. Imam Bonjol Gg. Bayur Persada Kemiling, Tn. B
selalu berdiam di kamar dan jarang berinteraksi dengan dunia luar atau orang lain selain

ibunya. Kakak klien mengatakan Tn. B jarang berbicara jika ada masalah atau keinginan yang
ia inginkan dank lien hanya diam. Klien pernah marah-marah tanpa sebab dan memukuli
pintu serta membanting televisi, tambah kakak klien. Klien selalu berkelahi dengan kakak
lien jika Tn. B berada di rumah, potong ibu Hayati sapaan ibu Tn. B. dan tidak hanya itu saja
tambah ibu hayati, klien sering berbicara tanpa lawan bicara. Semenjak itu klien jadi sering
menyendiri di kamar dan jarang berkomunikasi merasa minder dan malu dengan orang lain.
Kakak dan Ibu Tn. B sangat berharap agar Tn. B bisa berubah dan tidak kambuh lagi dengan
penyakit yang dialaminya.
Dari penjelasan yang mahasiswa sampaikan tentang pengertian dan gejala perilaku
kekerasan serta pemberian leaflet kepada pada keluarga Tn. B, mereka sudah dapat
memahami apa yang disampaikan dan terbukti bahwa pertanyaan yang diajukan mahasiswa
Ibu hayati mampu menjawab dengan benar. Berdasarkan kriteria penilaian keberhasilan,
maka penyuluhan dikatakan berhasil. Dan ibu klien akanberusaha mengawasi klien untuk
minum obat dan menerapkan cara-cara mengatasi marah jika Tn. B sudah pulang ke rumah.
Agar tidak putus obat dan marah-marah tanpa sebab lagi. Keluarga ingin Tn. B tetap di
Rumah Sakit dulu sementara waktu, agar Tn. B sembuh total dan tidah kambuh lagi.
Setelah semua bincang-bincang selesai dan tujuan home visit tercapai yaitu
memberikan Pennyuluhan kepada keluarga, mahasiswa pamitan untuk pulang, kaka dan ibu
Tn. B mengatakan ucapan terima kasih telah memberikan pengetahuan ke keluarga tentang
penyakit Tn. B dan sampai ke rumahnya dan serta mau bersilaturahmi dengan keluarga.

PROPOSAL KUNJUNGAN RUMAH

A. IDENTITAS KLIEN
Nama

: Tn.S

No .CM

: ................

Tanggal masuk

: 22 oktober 2008

Umur

: 28 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Alamat

: .........................

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: Tidak bekerja

Agama

: Islam

B. TUJUAN KUNJUNGAN RUMAH
1.

Memfalidasi data tentang perkembangan klien sebelum dirawat di Rumah Sakit

Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor, sehingga keluarga dapat berpartisipasi dalam memberikan
perawatan sesuai dengan gangguan yang dialami klien yaitu Risiko Perilaku Kekerasan.
2.

Memberikan informasi tentang perubahan klien selama dirawat di Rumah Sakit

Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
3. Mendapat data dan informasi dari keluarga tentang :
· Alasan masuk rumah sakit
· Factor pencetus klien masuk rumah sakit
· Kebiasaan keluarga atau sikap keluarga terhadap klien
· Pandangan keluarga tentang gangguan jiwa
· Harapan keluarga tentang klien

· Keadaan lingkungan rumah keluarga klien
· Keadaan sosial ekonomi keluarga

4. Melakukan implementasi keperawatan
· Keluarga mampu mengenal tentang masalah risiko perilaku kekerasan
· Keluarga mampu merawat klien dengan risiko perilaku kekerasan
· Keluarga dapat memodifikasi lingkungan dalam merawat klien
·

Keluarga dapat memanfaatkan fasilitas pelayaanan kesehatan yang ada untuk
merawat klien

C. SETRATEGI KOMUNIKASI TINDAKAN KEPERAWATAN
1. Orientasi
a.

Salam dan perkenalan
“Selamat pagi Ibu, perkenalkan saya Niken yuniar, mahasiswa STIKes
BINAWAN yang merawat bapak Sugestian di RSMM Bogor selama lima hari
sebagai pasien binaan saya. Nama ibu siapa? saya ditugaskan dari Rumah Sakit
Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor bertujuan untuk menjelaskan pada keluarga tentang
kondisi yang dialami oleh bapak sugestian selama di Rumah Sakit Dr.H.Marzoeki
Mahdi Bogor,

b.

Kaji & validasi informasi tentang klien dan
kontrak
“ Selain ibu siapa saja yang tinggal di rumah ini? Kapan ibu terakhir membesuk
bapak S. Apakah ibu mengetahui perubahan yang terjadi pada anak ibu selama di

rawat di Rumah sakit, Bagaimana pandangan ibu tentang keadaan yang di alami
anak ibu saat ini. .

c.

Kontrak
Baiklah bu, Sesuai dengan tugas yang diberikan dari Rumah Sakit Dr.H.Marzoeki
Mahdi Bogor saya akan menjelaskan tentang masalah yang terjadi pada bapak
sugestian. Yaitu mengenai risiko perilaku kekerasan. Saya akan menjelaskannya
sekarang, di ruangan ini tidak lama kurang lebih 30 menit saja.

2. Kerja
. Baiklah, kita mulai saja sekarang. Bisakah ibu ceritakan alasan bapak sugestian dibawa ke
RSMM Bogor ? perilaku apa yang dilakukan pak Sugestian terakhir sehingga anak ibu
dibawa ke RSMM Bogor ? Bisa ibu ceritakan tentang bapak sugestian sehari harinya dalam
berinteraksi dengan orang lain?
Apakah bapak sugestian memiliki gangguan seperti kelemahan fisik, ketidakberdayaan,
keputusasaan, percaya diri yang kurang, dan apakah bapak sugestian pernah mendapatkan
hinaan atau kritikan dari keluarga atau orang lain. Apakah bapak sugestian sebelumnya
pernah mengalami kehilangan seseorang yang di cintai atau pekerjaan? Apa saja yang dapat
keluarga lakukan jika pak sugestian mangalami gangguan/kambuh? Bagaimana cara ibu
merawat anak ibu? Sejauh mana keluarga mempersiapkan lingkungan dalam perawatan
dirumah? Dan jika keluarga tidak mampu merawat,

apakah keluarga meminta

bantuan/mambawa kemana?
Baiklah bu bila pak sugestian di rumah apakah ada masalah dalam merawat anak ibu?
Sebelumnya apakah ibu mengetahui apa itu perilaku kekerasan ? Baiklah saya jelaskan
tentang pengertian, tanda dan gejala serta proses terjadinya perilaku kekerasan.perilaku
kekerasan adalah perilaku individu yang dapat membahayakan orang, diri sendiri. baik secara
fisik, emosional maupun sexual(Nanda 2005). Sekarang akan saya jelaskan tentang tanda dan
gejala yang dialami bapak sugestian yaitu pertama emosi: tidak adekuat, tidak aman, rasa
terganggu,marah(dendam) dan jengkel. Yang kedua yaitu fisik :muka merah, pandangan

tajam, nafas pendek, berkeringat, tekanan darah meningkat. Yang ketiga intelektual yaitu :
mendominasi, berdebat, bawel,dan meremehkan, kemudian yang keempat yaitu spiritual
:kemahakuasaan, kebenaran diri, keraguan, tidak bermorl, kebejatan, kreatifitas terhambat.
Dan yang terakhir yaitu sosial: menarik diri, pengasingan, penolakan. Ejekan dan humor. Dan
terakhir saya akan menjelaskan tentang bagaimana marah itu bisa terjadi . penyebab
kemarahan biasanya bisa terjadi karena stres yang di alami oleh bapak sugestian yang
menimbulkan perasaan tidak menyenangkan dan terancam. Kecemasan tersebut yang nemicu
terjadinya perilaku kekerasan.respon terhadap marah dapat di ekspresikan secara eksternal
dan internal. Secara eksternal dapat berupa perilaku kekerasan dan internal berupa perasaan
depresi dan penyakit fisik.
Nah..sekarang saya akan menjelaskan bagaimana merawat seseorang dengan risiko perilaku
kekerasan.( penjelasan dari lefleat) yaitu pertama ibu harus mengetahui penyebab yang
mungkin membuat anak ibu marah,agar ibu bisa menasehatinya. Yang kedua yaitu mencegah
rasa marah secara fisik yaitu dengan menyalurkan kemarahn tersebut pada benda yang tidak
mudah rusak seperti kasur atau bantal. Yang kedua yaitu dengan cara menarik napas dalam
pada saat rasa marah datang. Yang ketiga yaitu ajarkan cara mengungkapkan kemarahan
dengan cara yang asertif maksudnya secara baik baik, cara meminta atau menolak sesuatu
dengan cara baik baik. Kemudian yang ke empat yaitu secara spiritual dimana yang pertama
dalah membaca istigfar, kemudian berwudhu yang diharapkan akan mendinginkan dari hawa
yang panas, kemudian ajarkan untuk sholat sunah dan berdoa supaya diberi kesabaran dalam
mengontrol rasa marah. Dan yang terakhir yaitu dengan patuh minum obat karena bila anak
ibu tidak minum obat maka tidak bisa mengontrol rasa marahnya kembali, Baikalah ibu,
apakah ibu ada pertanyaan? (memberikan lefleat kepada keluarga mengenai semua masalah
yang terjadi pada klien). Saat ini keadaan anak ibu yaitu anak ibu sudah tidak pernah
melakukan perilaku kekerasan kembali karena sudah kami ajarkan dalam terapi aktivitas
kelompok yaitu mencegah perilaku kekerasan.dan saya sudah mengevaluasinya. Anak ibu
juga sekarang sudah mampu berinteraksi dengan kami selama di rumah sakit. Kemudian
sering berkumpul kumpul dengan temanya, anak ibu juga sekarang sudah saya ajarkan
tentang bagaiman cara melakukan perawatan diri yang baik sehingga kebersihanya selalu
terjaga.
“ saya rasa sudah cukup penjelasan yang saya berikan tadi, waktu yang telah kita sepakati
juga sudah habis. sekarang saya harus pamit pulang. Selamat siang bu...

Terminasi
· Evaluasi respon keluarga terhadap kunjungan rumah ( Subjective )
Bagaimana perasaan ibu sekarang setelah diberi penjelasan tentang pengertian,
tanda dan gejala , kemudian penyebab terjadinya perilaku kekerasan? dan
bagaimana perasaan ibu jika perawat melakukan kunjungan rumah?
· Evaluasi kemampuan keluarga dalam merawat klien ( objective )
Setelah saya jelaskan tadi, apakah ibu sudah memahami/mengerti tentang apa itu
perilaku kekerasan, tanda dan gejalanya, dan bagaimana proses terjadinya. Selain
itu bagaimana merawat klien ? coba sekarang ibu jelaskan secara singkat pada saya
apa yang sudah saya jelaskan.

· Tindak lanjut
Ibu walaupun pak sugestian saat ini berada di RSMM, keluarga sebenarnya juga
harus terlibat dalam perawatan pak sugestian. Yaitu dengan mengunjunginya
sesering mungkin ( min 1 minggu sekali ). Bagaimanapun juga pak sugestian
adalah anak ibu yang sama haknya seperti anak anak lainya untuk mendapatkan
perlakuanyang sama dan membutuhkan dukungan dan perhatian dari ibu.

· Rencana pertemuan berikutnya
Ibu, seandainya masih kurang jelas dengan informasi yang telah saya berikan tadi,
ibu bisa datang ke RSMM untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Ibu bisa
datang kapan saja, jika tidak ada saya diruangan, ibu bisa bertanya kepada perawat
ruangan yang sedang bertugas pasti mereka akan dengan senang hati menerima
kedatangan ibu.
Baiklah ibu sekarang saya izin pulang dulu, terima kasih atas waktunya dan
selamat siang.

Jakarta, 6 Desember 2008
Mahasiswa

Niken yuniar sari