You are on page 1of 5

LAPORAN TERAPI KELUARGA

A.

Kondisi kelurga
1. Keadaan geografis
Keluarga / rumah klien

jauh dari keramaian dan terletak di wilayah

pedusunan dimana jarak rumah satu dengan yang lainnya cukup dekat
sehingga cukup memungkinkan terjadinya hubungan / interaksi dengan
para tetangga di sekitarnya.
2. Keadaan ekonomi
Rumah klien rusak akibat gempa dan kini keluarga tinggal ditenda
B. Diagnosa
Ketidak

mampuan

merawat/menolong

anggota

keluarga

yang

sakit

sehubungan dengan kurang pengetahuan tentang kondisi / sifat penyakit
pasien.
C. Tujuan khusus
1. Keluarga mampu mengenal jenis gangguan jiwa psien.
2. Keluarga mampu menjelaskan gejala yang menyertai serta masalah/efek
yang dapat terjadi atasnya.
3. Keluarga mampu merawat klien dengan riwayat halusinasi dan menarik
diri selama dirumah.
D. Fase Orientasi.
Mahasiswa

: “Selamat sore Bu…/Pak…”

Keluarga

: “Selamat sore, Mas . ada apa ya?

Mahasiswa

: “saya Tomi mahasiswa yang praktek di RS Grhasia dan saat
ini saya sedang bertugas merawat anak ibu atau bapak

Keluarga

: “Oh.. gitu.”

Mahasiswa

: maksut kedatangan saya kesini mau sedikit berbincangbincang dengan bapak atau ibu, mengenai masalah atau
penyakit yang di derita Sdr “S”, untuk itu saya mohon
kesediaan bapak ibu untuk menyediakan waktu untuk

mas anak saya itu minta motor tapi kami salah emmbelikan terus dia marah. orang lain dan juga lingkungan.oh iya anak saya juga minta nikah tapi bapaknya tidak membolehkan. diakan pernah masuk rumah sakit jiwa 2 kali ini mas. Mahasiswa : “terus usaha bapak dan ibu saat putra ibu seperti itu apa ? Keluarga : “ya kami sekeluarga hanya bias diam saja soalnya bapaknya juga kalah kalau melawan trus kami kemarin dibantu pamannya karena ank saya kalau sama pamannya manut mas.. dia memukul ayahnya dengan batu sampai berdarah dan juga mengganggu pengungsi lain dan juga dia sebelum masuk rumah sakit mukul saya dulu. Yang dimaksutkan dengan perilaku kekrasan yaitu apabila seseorang melakukan penyerangan yang dapat merugikan diri sendiri.. Anak saya juga malu berhubungan dengan orang lain soalnya kata anak saya dia malu dengan penyakitnya itu. Fase Kerja. Maunya bapaknya besok kalau sudah sembuh betul Mahasiswa : “baiklah pak bu jadi ananda sakit jiwa dengan kategori dalam perilaku kekerasan dan harga diri rendah. Mahasiswa : “apakah sebelum Sdr “S” marah-marah ada kemaunan yang tidak dipenuhi ?? Keluarga : “Iya. Untuk tanda-tandanya seperti yang dilakukan anak ibu yaitu sering memukul.membahas keadaan Sdr “S” kira-kira saya butuh waktu 45 menit Kelaurga : ya mas kami bersedia E. sebenarnya ada masalah apa kok anak ibu sampai dibawa ke rumah sakit Keluarga : “anak saya itu dirumah mengamuk mas. Nah kalau harga diri rendah itu dimana seseorang tidak percaya diri terhadap apa yang sedang dialami dan biasanya seseorang degnan harga diri . mengganggu orang lain dan biasanya membanting barang-barang. Mahasiswa : “langsung saja bapak dan ibu.

Orang sakit jiwa itu salah satu terapi yang digunakan adalah dengan minum obat. Keluarga :”jadi anak saya kemarin kumat seperti itu bias karena tidak teratur minum obat juga ya mas selain kemauan dia tidak kami penuhi. Nah sebaiknya bapak atau ibu menyediakan waktu khusus untuk mendampingi anak ibu untuk minum obat agar akan ibu tidak telat dan jangan samapi tidak minum obat. nah gini ya pak. Saya kemarin di rumah sakit berbincang-bincang dengan anak ibu dia katanya dirumah malu karena tdiak boleh menikah.” Mahasiswa :”jadi gitu ya pak. Jadi kalau Sdr “S” minum obatnya tidak teratur nantikemungkinan besar akan kumat lagi. terus bagaimana caranya agar anak saya mau bergaul dengan tetangga mas. Keluarga :“oh jadi gitu to mas.” Mahasiswa :”benar buk Keluarga :”terus anak saya itukan kalau dirumah malu dengan tetangganya jadi hanya didalam kamar terus.” Mahasiswa :“sekarang maksut kedatangan saya kesini akan membantu ibu dan keluarga dalam merwat apabila anak ibu pulang kerumah Keluarga :”iya mas terima kasih sebelumnya. .” Mahasiswa :”nah saya kemarin dengan anak ibu sudah membicarakan tentang kemampuan anak ibu yang dapat dgunakan sehingga ia merasa menjadi anak yang dapat bekerja? Sebenarnya anak ibu itu ingin sekali dapat membantu orang tuanya dalam bekerja.” Mahasiswa :”oh iya pak gimana Sdr “S” dalam minum obat saat dirumah Keluarga :”ya seingat saja mas kadang-kadang minum kadang-kadang tidak.rendah hanya berfikir bahwa dirinya seseorang yang memalukan dan tidak berguna. malu dengan tetangga karena penyakitnya dan dia sebenarnya ingin bekerja agar tidak dibilang anak yang tidak berguna.

kedengaranya pekerjaan itu kurang berarti bagi orang normal tetapi untuk orang yang sudah seperti anak ibu ( harga diri rendah ) sangat bermanfaat untuk meningkatkan keprcasyaan dirinya. Keluarga :”jadi anak saya itu butuh pekerjaan ya mas?. Untuk itu saya minta bantuan ibu dan bapak agar nanti kalau Sdr “:S” pulang agar diajak bekerja sesuai dengan kemampuanya dan kalau habis bekerja jangan lupa diberi pujian untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.nah kemarin saya sudah bertanya apa saja yang ia bias. dan mengganggu program dlam meningkatkan harga diri Sdr “S”?” Keluarga :”iya mas nanti kalau anak saya sudah saya akan mengajak dia ke sawah agar ia tidak sendiri dirumah?” Mahasiswa :”nah itu tadi untuk meningkatkan rasa percaya diri anak ibu dirumah. Ada 3 cara untuk melampiaskan marah dan saya minta saat anak ibu nanti pulang ibu dan bapak selalu mengingatkan agar anak ibu berlatih marah yang akan saya ajarkan ini soalnya anak ibu sudah belajar salh satuny dari 3 macam tadi. nanti kalau melebihi kemampuan bias-bisa membuat Sdr “S” merasa orang yang lemah.” Mahasiswa :”iya tapi sesuai dengan kemampuannya buk. Sekarang saya akan mencontohkan cara marah yang baik yaitu dengan nafas dalam. Keluarga :”ia mas . selanjutnya saya akan mnegajari ibu dan bapak bagaimana caranya agar saat marah anak ibu tidak memukul atau membanting barang. Ibu dapat melihat : pertama tarik nafas lewat hidung panjang-panjang kemudian tahan ebentar kira-kira 3 detik setelah itu lepaskan lewat mulut pelan-pelan. Terus anak ibu menjawab salah stunya ia bias mencangkul dan mencuci. lakukan itu 3 kali. insyaalloh nanti akan merasa lebih baik.

dan akan saya sarankan agar melakukan teknik seperti tadi. Bu untuk pertemuan kali ini kita cukupkan sampai disini. 3. Evaluasi Objektif Nah saya mau bertanya lagi bapak-ibu apa yang sudah kita bicarakan tadi. Fase Terminasi 1. besok kalau pulang saya akan mencoba mengingatkan anak saya kalau mau marah agar tdiak memukul orang. F. “ kleuarga mengatakan “ kita sudah membicarakan bagaimana agar anak saya tidak minder lagi dan bagaimana caranya marah yang baik yaitu dengan nafas dalam. Evaluasi Subjektif Terimaksih bapak-ibu sudah emluabngkan waktu untuk saya. 2.Mahasiswa :”terimaksih bapak-ibu. bapak dapat menjemput anaknya kok dia sudah diberi ijin untuk pulang oleh dokter Keluarga : iya mas besok akan kami jemput. jadi seperti yang saya bilang tadi bahwa anak ibu mengalami penurunan kepercayaan diri karena penyakit yang diderita dan dia merasa tidak dapat bekerja. untu selanjutnya apabila anak bapak ibu sudah dirawat di rumah kami sarankan untuk tetap mengontrolkan secara teratur sesuai saran dari RSJ. . Baiklah Pak. dan kalau ada apa-apa jangan segan untuk menghubungi petugas RSJ. saya anggap bapak sekeluarga sudah tau bagaimana cara merawat Sdr “S” kalau pulang. Rencana Tindak Lanjut.