You are on page 1of 27

Sumber

:
http://desentralisasi-kesehatan.net/index.php?
option=com_content&view=article&id=985:01-april-2013-tugas-dokter-puskesmas-makinberat&catid=39:diskusi-2013
Apr 1, 2013 1:57 pm

"Billy N." <billy@mediator.web.id>;

http://www.pikiran-rakyat.com/node/229209
Tugas Dokter Puskesmas Makin Berat
Dokter di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tugasnya diperluas dan makin berat. Mereka
tidak sebatas melayani pemeriksaan kesehatan warga, juga ditugaskan untuk mengubah perilaku
warga. Tugas sosial tersebut sebagai ikhtiar lebih menciptakan kesehatan masyarakat dari sisi
perilaku sehat sehari-hari.
Utusan Khusus Presiden RI bidang Millennium Development Goals (MDGs) Prof Dr Nila F
Moeloek mengatakan perluasan cakupan tugas dokter dan Puskesmas masuk Program Pencerah
Nusantara, difokuskan pada daerah prioritas yang memiliki karakter khusus di bidang kesehatan
warga dan kependudukan, misalnya warga hidup berpindah-pindah atau nomaden, minim
fasilitas penunjang kesehatan keluarga dan sejenisnya.
Menurut dia pemerintah melalui Departemen Kesehatan menunjuk tujuh puskesmas sebagai
percobaan dan percontohan “pencerah nusantara”, yaitu Puskesmas di Mentawai, Karawang
Barat, Pasaman Timur, Berau, Lindu, Ogotua, Pulau Ende. Sebagai contoh, tugas puskesmas
mengubah pola hidup warga yang nomaden di Berau menjadi hidup menetap. Saat pidato pada
milad ke-40 Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada, Senin
(1/4/2013), dia menyatakan peran sosial dokter dan puskesmas sebagai tuntuntan peningkatan
kesehatan wara maupun problem sosial dan penyakit yang makin rumit.
Dia mengungkapkan, dari 240 juta penduduk Indonesia, sebanyak 26,73 persen usia anak-anak
yang bermasalah gizi kesehatan, 5,63 persen lansia memerlukan pelayanan kesehatan, 67,64

persen penduduk membutuhkan lapangan kerja, pencegahan HIV/AIDS dan penyakit nondegeneratif lain. Dengan terjadinya perluasan jangkauan kerja dokter dan puskesmas, menurut
Nila F Moeloek, maka visi pendidikan kedokteran bukan sebatas meluluskan dokter. Para
mahasiswa kedokteran harus dididik masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Calon dokter
juga diajarkan bagaimana menjadi dokter yang tidak sepenuhnya berorientasi kepentingan
kapitalisasi profesi, bagaimana kepedulian sosial menjadi sangat penting sejalan perubahan
tantangan dalam masyarakat sejalan dengan meningkatnya penduduk, jenis penyakit dan
problem sosial, misalnya, pengendalikan populasi penduduk, pendidikan warga, ekonomi warga.
Peran ini penting untuk perwujudan target Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) 2015, yang
targetnya antara lain tingkat pendidikan tinggi, kemiskinan menurun, perempuan makin besar
perannya, baik dalam tugas memberantas kemiskinan maupun menciptakan kepemimpinan.

PDF PEMEKARAN : http://www.undp.or.id/pubs/docs/pemekaran_id.pdf

mulai dari obat-obatan. preventif. dan semua pasien yang dtang dilayani sendiri bersama 2 dokter lainnya di puskesmas putih-putih tersebut. dan laboratorium canggih pun sudah disiapkan. Dr. sangat tidak menerima “teguran” dari Camat Melati yang mengesankan dia tidak bekerja dengan baik sehingga DBD bisa menjadi endemic di wilayah kerja Puskesmasnya. bahkan 2 hari yang lalu telah ada warga yang meninggal dunia di RSUD karena DBD ini. Dr.com/2011/07/skenario. Indah merasa telah menjaga nama baik fungsi Puskesmas Putih-putih. Indah mengadakan pertemuan di Puskesmas Putih-putih yang dipimpinnya sejak 3 tahun terakhir ini. Indah sebagai penanggung jawab kesehatan pada wilayah Puskesmasnya tentnag pentingnya upaya kesehatan secara keseluruhan (promotif. Indah yang merasa telah melakukan tugas dengan baik. Dr. alat-alat kesehatan.Oleh : Oden Mahyudin Sumber : http://asromedika. dan rehabilitative) serta konsep pendidikan kesehatan dalam mempercepat penurunan mortalitas dan morbiditas DBD di Kecamatan Melati tersebut. Pertemuan di Puskesmas ini dikhususkan utnuk membahas keluhan camat pimpinan wilayah kecamatan Melati tentang banyakknya warga yang terkena Demam Berdarah Dengue. Dr. Dan dr. dr. Indah pun telah mengajukan penambahan staf medis untuk emmbantu melayani warganya yang semakin lama semakin banyak yang berobat di Puskesmas Putih-putih tersebut. Indah pun lupa bahwa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang sangat dipengaruhi oleh faktor perilaku (behavior causes) dan faktor si luar perilaku (non behavior causes). Indah pun lupa bahwa dia diharapkan bukan hanya sebagai dokter pelayan kesehatan yang mampu mengobati penyakit tapi juga sebagai “Dokter Masa Depan – 5 star doctor” yang . 27 Juli 2011 SKENARIO SKENARIO Setelah melakukan “Rakorbang” di Kecamatan Melati. Tidak pernah terpikirkan oleh dr.blogspot. tidak pernah absen. kuratif.html Rabu.

2. Manager. V. dan sendi. otot. 1. IDENTIFIKASI MASALAH dr. sakit tenggorokan serta kadang-kadang disertai erupsi kulit. III. ANALISIS MASALAH Apa peran dan fungsi pimpinan puskesmas? Apa peran dan fungsi dokter puskesmas? Bagaimana standar pelayanan puskesmas? Mengapa terjadi kejadian luar biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue? Bagaimana 5. 3. Communicator. Endemic : Penyakit yang selalu ada di dalam komunitas tertentu. masyarakat? Apa saja faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat? IV. Preventif : Bersifat mencegah 6. Decision Maker. mengatasinya? Bagaimana siklus hidup nyamuk vektor DBD? Bagaimana hubungan konsep pendidikan kesehatan dengan derajat kesehatan 7. Kuratif : Bersifat mengobati 7. KLARIFIKASI ISTILAH Rakorbang : Rapat koordinasi pembangunan Demam Berdarah Dengue : Penyakit virus di daerah tropis dengan infeksi. 3. ditularkan oleh nyamuk Aedes. Mortalitas : Angka kematian 9. 1. dan ditandai dengan nyeri hebat pada kepala. Morbiditas : Angka Kesakitan 10. Indah dianggap tidak professional sebagai pimpinan puskesmas. 1. demam. SINTESIS 1. 2. mata. HIPOTESIS Derajat kesehatan masyarakat (tingginya angka kejadian DBD) dipengaruhi oleh profesionalitas seluruh jajaran dan pimpinan puskesmas. Rehabilitatif : Tahap pemulihan dari kondisi sakit 8. 4. erupsi.harus memiliki keahlian sebagai Care Provider. I. Puskesmas . 6. Promotif : Promosi kesehatan 5. Community Leader. 4. Five star doctor : dokter bintang lima menurut kriteria WHO II.

. dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas. Tujuan: Mendukung tercapainya pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran.Definisi Puskesmas ialah suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan. - Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan Berupaya menggrakkan lintas sector dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan yang berwawasan kesehatan. Memelihara dan meningkatkan mutu. keluarga. Aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya. pertama yang terpadu. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah - kerjanya. kemauan. pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan serta pusat menyelenggarakan pelayanan kegiatannya kesehatan secara tingkat menyeluruh. dan masyarakat beserta lingkungannya. Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten atau kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di datu atau sebagian wilayah kecamatan. pemerataan. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan. Misi: - Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya. dan keterjangkauan pelayanan - kesehatan yang diselenggarakan. Visi: Tercapainya kecamatan sehat menuju terwujudnya indonesia sehat 2010. dan berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu. Fungsi: a.

kemauan. keluarga. meliputi: Upaya Promosi Kesehatan Upaya Kesehatan Lingkungan Upaya Kesehatan Ibu & Anak Serta Kb Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat Upaya Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit Menular Upaya Pengobatan Upaya Kesehatan Pengembangan Adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan puskesmas. dan - masyarakat: Memiliki kesadaran.regional dan global serta mempunyai daya ungkit tinggi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyrakat. - kepentingan kesehatan termasuk kesehatan. Upaya ini harus diselenggarakan oleh setiap puskesmas yang ada di b. Ikut menetapkan. terpadu. dan memantau pelaksanaan program c. Ada 2 Upaya : a. dan kemampuan melayani diri sendiri dan - masyarakat untuk hidup sehat. Indonesia. Upaya kesehatan Wajib Adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmern nasional.b. - Upaya kesehatan ini meliputi: UpayaKesehatanSekolah UpayaKesehatanOlahraga UpayaKesehatanKesehatanMasyarakat UpayaKesehatanKerja UpayaKesehatanGigidanMulut UpayaKesehatanJiwa . dan berkesinambungan. menyelenggarakan. Berperan aktif dalam memperjuangkan - pembiayaan. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh. Pusat pemberdayaan masyarakat Berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat. Pelayanan kesehatan perorangan Pelayanan kesehatan masyarakat Upaya Kesehatan Puskesmas bertangung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan masyarakat. Mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan.

Petugas Medis : a. pustu. puskesmas berupaya melibatkan masyarakat dalam menyelenggarakan program kerjanya. Dokter Gigi :Melaksanakan pelayanan medis di poli gigi. puskel. . puskel. Asas peran serta masyarakat Artinya. b. pustu. Dokter Umum : Melakukan pelayanan medis di poli umum. puskesmas bertanggung jawab atas semua masalah kesehatan yang terjadi di wilayah kerjanya. Asas keterpaduan  lintas program  lintas sektoral Asas rujukan  rujukan medis  rujukan kesehatan masyarakat - Stuktur Organisasi Puskesmas - Kepala Puskesmas - Unit Tata Usaha - Unit Pelaksana Teknis Fungsional  Upaya Kesehatan Masyarakat  Upaya Kesehatan perorangan - Jaringan Pelayanan  Puskesmas pembantu  Puskesmas Keliling  Bidan di Desa/Komunitas Fungsi Petugas Puskesmas 1. posyandu.- - UpayaKesehatanMata UpayaKesehatanusialanjut UpayaPembinaanPengobatanTradisional Asas Pengelolaan Asas pertanggungjawaban wilayah Artinya.

3. pelaksana asuhan keperawatan umum. Sarjana Kesehatan Masyarakat :Pelayanan administrasi. pelaksana asuhan kebidanan. b. Perawat Gizi: Pelayanan penimbangan dan pelacakan masalah gizi masyarakat. Perawat Umum : Pendamping tugas dokter umum. Petugas Keamanan: Menjaga keamanan pelayanan khususnya ruangan rawat inap. misalnya : dokter ahli anak. Sarjana Farmasi: Pelayanan kesehatan obat dan perlengkapan kesehatan. penyuluhan. pelaksana asuhan keperawatan gigi. 2. pencegahan dan pelacakan masalah kesehatan masyarakat. b. kandungan dan penyakit dalam. Administrasi :Pelayanan administrasi pencatatan dan pelaporan kegiatan puskesmas.c. d. Petugas Non Medis : a. f. Dokter Spesialis Khusus untuk puskesmas rawat inap bagus juga adakunjungan dokter spesialis sebagai dokter konsultan. Sanitarian : Pelayanan kesehatan lingkungan pemukiman dan institusi lainnya. c. g. Perawat Gigi : Pendamping tugas dokter gigi. . Petugas Kebersihan: Melakukan kegiatan kebersihan ruangan dan lingkungan puskesmas. d. Petugas Para Medis : a. Petugas Dapur :Menyiapkan menu masakan dan makanan pasien puskesmas perawatan. e. Bidan : Pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA). c.

b. membantu seluruh kegiatan pelayanan puskesmas keliling di luar gedung puskesmas. Peranan Kepala Puskesmas a. e. Peran Dan Fungsi Kepala Puskesmas Kepala Puskesmas merupakan seorang dokter atau sarjana bidang Kesehatan. Kepala Puskesmas mempunyai tugas memimpin. situasi dan kinerja puskesmas. Sopir: Mengantar. Menggalang kerjasama pelayanan puskesmas . Mengatur pelayanan puskesmas Menata apa saja jenis kegiatan program pelayanan. Dokter Kepala Puskesmas Sebagai Seorang Manajer Organisasi Tatalaksana Bimbingan Teknis dan Supervisi Hubungan Kerja antar Instansi Tingkat Kecamatan Dokter puskesmas sebagai penggerak pembangunan di wilayah kerjanya. Dokter Kepala Puskesmas sebagai Seorang Dokter. Mengevaluasi kinerja puskesmas Menelaah hasil pencapaian program puskesmas secara terpadu dengan instansi terkait. masih kurang ataukah banyak yang belum beres. kemudian menentukan perencanaan kegiatannya. Dokter kepala puskesmas sebagai tenaga ahli pendamping camat Tugas Kepala Puskesmas: a. Menggerakkan pegawai puskesmas Mendorong segenap komponen pelayanan puskesmas untuk melaksanakan tugas pokok sesuai fungsinya dalam pelayanan kepada masyarakat d. Membuat perencanaan puskesmas Menganalisa kondisi. b. siapa saja yang akan menjalankannya bersama seluruh staf puskesmas c. c.e. mengkoordinasikan pelaksanaan pelayanan upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat dalam wi1ayah kerjanya. apakah sudah baik. sebagai pedoman untuk menentukan perencanaan pelayanan puskesmas. mengawasi.

aparat. . sebagai pedoman untuk menentukan perencanaan pelayanan puskesmas. Fungsi Sebagai seorang dokter Sebagai seorang manajer Kegiatan Pokok Melaksanakan Fungsi Manajerial Melakukan pemeriksaan dan pengobatan penderita.Menjalin kerjasama internal puskesmas dan eksternal puskesmas. siapa saja yang akan menjalankannya bersama seluruh staf puskesmas 3. 2. khususnya diwilayah kerja puskesmas Peranan Dokter di Puskesmas Tugas Pokok Mengusahakan agar fungsi Puskesmas dapat diselenggarakan dengan baik dan - dapat memberi manfaat kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Membuat perencanaan Puskesmas :menganalisa kondisi. Menerima rujukan dan konsultasi. Mengevaluasi kinerja Puskesmas :menelaah hasil pencapaian program puskesmas secara terpadu dengan instansi terkait. masih kurang ataukah banyak yang belum beres. Menggerakkan pegawai Puskesmas : mendorong segenap komponen pelayanan puskesmas untuk melaksanakan tugas pokok sesuai fungsinya dalam pelayanan kepada masyarakat 4. pegawai. situasi dan kinerja puskesmas. tokoh masyarakat. pejabat. dan yang lainnya. petugas. apakah sudah baik. Mengatur pelayanan Puskesmas : menata apa saja jenis kegiatan program pelayanan. Mengkoordinir pembinaan peran serta masyarakat melalui pendekatan PKMD Kegiatan Lain: Menerima konsultasi dari semua kegiatan Puskesmas Tabel 1 Kemampuan Manajerial Kepala Puskesmas Lima tugas utama seorang manajer atau kepala puskesmas. kemudian menentukan perencanaan kegiatannya. untuk menjalankan prinsip manajemen puskesmas berikut ini: 1. antara staf. kader kesehatan.

seorang dokter hendaknya: Dapat menempatkan diri sehingga mendapatkan kepercayaan masyarakat Mampu menemukan kebutuhan kesehatan bersama individu serta masyarakat Mampu melaksanakan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat e. Standar layanan puskesmas KONSEP DASAR: SE MENDAGRI NO. tokoh masyarakat. petugas. hendaknya: Mampu mempromosikan gaya hidup sehat Mampu memberikan penjelasan dan edukasi yang efektif Mampu memberdayakan individu dan kelompok untuk dapat tetap sehat d. 100/756/OTODA Pengertian Standar Pelayanan Minimal (SPM) SPM adalah suatu standar dengan batas-batas tertentu untuk mengukur kinerja penyelenggaraan kewajiban daerah yang berkaitan dengan pelayanan dasar kepada masyarakat (benchmark) yang mencakup jenis pelayanan. dalam lingkup pelayanan kesehatan.5. Mampu memanfaatkan data-data kesehatan secara tepat dan berhasil guna. pejabat. Menggalang kerjasasam pelayanan Puskesmas: menjalin kerjasama internal puskesmas dan eksternal puskesmas. Community leader Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. khususnya diwilayah kerja puskesmas Five star doctor WHO menerapkan batasan bahwa dokter masa depan wajib memenuhi criteria sebagai berikut: Care Provider Dalam memberikan pelayanan medis. menyeluruh. Manager Dalam manajerial. aparat. dan yang lainnya. Communicator Seorang dokter dimanapun ia berada dan bertugas. antara staf. kader kesehatan. berkelanjutan. Decision Maker Seorang dokter diharapkan memiliki: Kemampuan memilih teknologi Penerapan teknologi penunjang secara etik Cost effectiveness c. dan manusiawi Dilandasi hubungan jangka panjang dan saling percaya b. seorang dokter hendaknya: Memperlakukan pasien secara holistic Memandang individu sebagai bagian integral dari keluarga dan komunitas Memberikan pelayanan yangbermutu. seorang dokter hendaknya: Mampu bekerja secara harmonis dengan individu dan organisasi di luar dan di a. pegawai. sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasien - dan komunitas. indikator dan nilai .

Faktor agen yaitu virus dengue dan nyamuk Ae. 4. biasanya tidak melebihi jarak 500 meter dari rumah. Kejadian Luar Biasa dijelaskan sebagai timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. tahun). Status Kejadian Luar Biasa diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Tempat perindukan nyamuk Tempat perindukan utama Aedes aegypti adalah tempat-tempat berisi air bersih yang berdekatan letaknya dengan rumah penduduk. c. 2. Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal. Definisi KLB KLB (Kejadian Luar Biasa) adalah salah satu status yang diterapkan di Indonesia untuk mengklasifikasikan peristiwa merebaknya suatu wabah penyakit. Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam. dan faktor musim pancaroba yang menyebabkan vektor nyamuk dapat banyak berkembang biak. dan lingkungan. hari.aetypti .2. dipengaruhi faktor lingkungan yang padat. minggu. agen. minggu). Mengapa terjadi KLB DBD ? KLB DBD dapat terjadi akibat ketidakseimbangan antara host. Peningkatan kejadian penyakit/kematian 2 kali lipat atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam. bulan. banyak tempat penampungan air yang terbuka. suatu kejadian dinyatakan luar biasa jika ada unsur: 1. Menurut aturan itu. 949/MENKES/SK/VII/2004. serta faktor host yang kurang menjaga kebersihan lingkungan dan pencegahan terhadap DBD serta imunitas yang rendah. hari. Tempat perindukan tersebut berupa: . 3. b. Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan 2 kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya. KLB DBD a.

dan lubang pohon yang berisi air hujan. sepanjang nyamuk tersebut hidup akan tetap mengandung virus dengue dan setiap saat dapat ditularkan kepada orang lain melalui gigitannya pula (menggigit pada siang hari). d. b. Siklus kehidupan Nyamuk Aedes Aegypti Nyamuk betina meletakkan telurnya diatas permukaan air dalam keadaan menempel pada dinding tempat perindukannya → seekor nyamuk betina dapat meletakkan rata-rata sebanyak 100 butir telur tiap kali bertelur → setelah kira-kira 2 hari telur menetas menjadi larva lalu mengadakan pengelupasan kulit sebanyak 4 kali → tumbuh menjadi pupa→ akhirnya menjadi dewasa.00) dan sebelum matahari terbenam (15. .00). Apabila terdapat tetangga Anda yang menderita DBD dan lokasi rumahnya berada tidak jauh dari rumah Anda.00-17. dan lain-lain. tonggak bambu. seperti: tempayan/gentong tempat penyimpanan air minum. Nyamuk dewasa betina menghisap darah manusia pada siang hari yang dilakukan baik di dalam rumah ataupun di luar rumah.a. hanya nyamuk betina saja yang dapat menjadi perantara pembawa virus Dengue . dan jangkauan terbang maksimal sejauh 100 m.00-10. tempurung kelapa. hal ini karena kemampuan terbang nyamuk tersebut +40 m. pisang). Telur kering dapat tahan 6 bulan. bak mandi. jambangan/pot bunga. ban mobil yang terdapat di halaman rumah atau di kebun yang berisi air hujan Tempat perindukan alamiah seperti kelopak daun tanaman (keladi. Sedangkan umur nyamuk betina tersebut 2-3 bulan. kaleng. sarung. tempat istirahat Aedes Aegypti berupa semak-semak atau tanaman rendah termasuk rerumputan yang terdapat di halaman/kebun/pekarangan rumah. Diantara telur nyamuk yang menetas. botol. maka perlu diwaspadai akan keberadaan nyamuk Aedes aegypti. Selain itu. Karena nyamuk yang menggigit orang yang darahnya mengandung virus dengue. Walaupun nyamuk ini berumur pendek yaitu kira-kira sepuluh hari tetapi dapat menularkan virus dengue yang masa inkubasinya antara 3-10 hari. Penghisapan darah dilakukan dari pagi sampi petang dengan dua puncak waktu yaitu setelah matahari terbit (08. Telur akan menjadi jentik setelah sekitar 2 hari Pertumbuhan dari telur sampai menjadi dewasa memerlukan waktu kira-kira 9 hari. drum. juga berupa benda-benda yang tergantung di dalam rumah seperti pakain. Tempat perindukan buatan manusia.

Untuk mendapatkan darah yang cukup. Virus berkembang pada jaringan dekat titik inokulasi atau Lymph node 3.Siklus hidup penyebaran virus Dengue dapat terjadi melalui beberapa tahap. Nyamuk lain menggigit dan tertular 6. Nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi dengue menggigit manusia 2. A. Setelah kawin. Nyamuk betina menghisap darah manusia setiap 2 – 3 hari sekali 3. sehingga diharapkan akan dicapai Pemberantasan Sarang Nyamuk dan jentik Nyamuk Aedes Aegypti yang tepat.00 – 17. Virus berkembang di kelenjar ludah 8. Virus keluar dari sel darah putih dan bersirkulasi di darah 5. istirahat dan berkembang biak. B. nyamuk betina memerlukan darah untuk bertelur 2. Umur nyamuk betina dapat mencapai sekitar 1 bulan. Menghisap darah pada pagi hari sampai sore hari. Jarak terbang nyamuk sekitar 100 meter 6. nyamuk betina sering menggigigt lebih dari satu orang 5. Perilaku istirahat . Virus keluar dari jaringan ini dan menyebar melalui darah untuk menginfeksi selsel darah putih 4. yaitu : 1.00 dan jam 15. Sistem kekebalan tubuh merusak sel-sel yang terinfeksi Perilaku Nyamuk Aedes Aegypti Untuk dapat memberantas nyamuk Aedes Aegypti secara efektif diperlukan pengetahuan tentang pola perilaku nyamuk tersebut yaitu perilaku mencari darah.00 4. Perilaku mencari darah 1. Virus berkembang di perut nyamuk 7.00 – 12. dan lebih suka pada jam 08.

seperti kamar mandi. kelambu.  Telur diletakkan menempel pada dinding penampungan air.  Setiap kali bertelur. bak menara (Tower air) yang tidak tertutup.  Pupa nyamuk masih dapat aktif bergerak didalam air. .  Jentik nyamuk setelah 6 – 8 hari akan tumbuh menjadi pupa nyamuk. vas bunga. drum air. Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari : bak mandi. Di dalam rumah seperti baju yang digantung.  Telur ini di tempat kering (tanpa air) dapat bertahan sampai 6 bulan . tempayan.  Telur akan menetas menjadi jentik setelah sekitar 2 hari terendam air. Perilaku berkembang biak  Nyamuk Aedes Aegypti bertelur dan berkembang biak di tempat penampungan air bersih seperti : 1. nyamuk betina perlu istirahat sekitar 2 – 3 hari untuk mematangkan telur. tirai 3. dapur. WC 2. pot bunga. tetapi tidak makan dan setelah 1– 2 hari akan memunculkan nyamuk Aedes Aegypti yang baru. Di luar rumah seperti pada tanaman hias di halaman rumah C. sedikit di atas permukaan air. botol.7 mm per butir. Setelah kenyang menghisap darah. Wadah yang berisi air bersih atau air hujan : tempat minum burung. ban bekas. WC. nyamuk betina dapat mengeluarkan sekitar 100 butir telur dengan ukuran sekitar 0. tempat pembuangan air di kulkas dan barang bekas lainnya yang dapat menampung air meskipun dalam volume kecil. Tempat-tempat yang lembab dan kurang terang. kaleng. sumur gali 2.  Tempat istirahat yang disukai : 1. potongan bambu yang dapat menampung air.

sekali. dan tempat-tempat c. Menutup TPA 2. Selain karena tempat jentiknya yang jelas. 10 hari di daerah yang terkena wabah di daerah endemi DHF Pendidikan kesehatan masyarakat melalui ceramah agar rakyat dapat memelihara kebersihan lingkungan dan turut secara perseorangan memusnahkan tempattempat perlindungan Ae. (abatisasi) Melakukan fogging dengan malathion setidak-tidaknya 2 kali dengan jarak waktu f. penggunaan repellent pada saat berkebun Pembuangan atau penguburan benda-benda di pekarangan atau di kebun yang dapat menampung air hujan seperti kaleng. pot bunga. Menguras TPA seminggu sekali dan terus menerus 3. yakni di Tempat Penampungan Air (TPA). ban mobil.aegypti (man made breeding places) Mengganti air atau membersihkan tempat-tempat air secara teratur tiap minggu d. Bagaimana cara mengatasi DBD? Kuratif Promotif dan preventif Pengendalian spesies nyamuk ini dilakukan dengan berbagai cara: a. tidur dengan kelambu. cara terefektif adalah melalui PSJN (Pemberantasan Sarang Jentik dan Nyamuk). yakni : 1. .aaegypti di sekitar rumah. PSJN merupakan cara paling ‘mujarab’ untuk menekan angka kasus DBD. tempayan dan bak mandi Pemberian abate ke dalam tempat penampungan air/penyimpanan air bersih e. Sehingga dari itu cara yang untuk menurunkan populasi nyamuk Aedes aegypti adalah melalui cara yang telah dikenal oleh masyarakat yakni melalui 3 M. Perlindungan perseorangan untuk mencegah terjadinya gigitan Aedes aegypti yaitu dengan memasang kawat kasa di lubang-lubang angin di atas jendela atau pintu. lain yang menjadi tempat perindukan Ae. penyemprotan dinding rumah dengan insektisida dan b. botol. Mengubur barang-barang bekas yang menjadi TPA Akhir-akhir ini pencegahan dan pemberantasan DBD tidak hanya dapat ditempuh melalui 3M.e.

sebelum dilakukan fogging masyarakat sekitar harus dilakukan penyuluhan dan Penyelidikan Epidemologi (PE). Termasuk tempat-tempat umum di dalam radius sekurang-kurangnya 100 meter. Tindaklanjut . Persyaratan tersebut antara lain. Pemberdayaan masyarakat dengan pembinaan ratusan Kader Wamantik (Siswa Pemantau Jentik) dan Bumantik (Ibu Pemantau Jentik). dengan syarat dan persetujuan dari Rumah Sakit sekitar Umumnya kebanyakan orang terparadigma dengan pemberantasan DBD melalui fogging atau penyemprotan. Sehingga kalau suatu ketika dilakukan fogging maka nyamuk bisa jadi akan mati semua ( dengan syarat fogging dilakukan dengan benar) tetapi selang 1 – 10 hari kemudian akan muncul nyamuk Aides aegyti yang baru dari hasil menetasnya telur-telur tadi. larva atau jentik yang ada di dalam air tidak mati. Abatesasi (temephos) 4. Fogging.juga karena jentik merupakan awal fase hidup nyamuk. nyamuk dewasa akan mati bila terkena asap fogging tersebut tetapi telur. Ikanisasi 3. Selain tidak begitu effektif penanggulangan dengan cara ini juga membutuhkan biaya yang mahal. Ketika dilakukan fogging. Oleh karenanya fogging tidak perlu dilakukan kalau memang tidak sangat mendesak. yang bertugas memantau 10 rumah di sekitarnya menyangkut keberadaan jentik di rumah mereka. Berdasarkan alasan inilah Dinas Kesehatan memberlakukan persyaratan khusus untuk wilayah yang akan dilakukan fogging. Dan upaya dalam menerapkan PSJN ini ditempuh dengan beberapa cara diantaranya adalah melalui : 1. Dari penjelasan di atas mestinya sudah bisa diambil penanggulangan demam berdarah dengan cara fogging kesimpulan bahwa memang tidak effektif apabila tidak diikuti dengan Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) atau dengan ABATISASI. Tidak lupa juga memberikan penyuluhan 2. Penyelidikan epidemilogi adalah kegiatan pencarian penderita DBD atau tersangka DBD lainya dan pemeriksaan jentik nyamuk penular DBD di tempat tinggal penderita dan rumah/ bangunan sekitarnya.

sehingga tidak salah langkah dalam melakukan tindakan menanggulangi penyakit yang sudah banyak memakan korban ini. Satu hal yang perlu ditekankan berulang kali adalah mencegah lebih baik dari pada mengobati. 2 siklus dengan interval 1 minggu. input adalah sasaran pendidikan ( individu. Larvasidasi. dan pendidik (pelaku pendidkan) b. maka dilakukan penggerakan masyarakat dalam PSN DBD. . Apabila tidak ditemukan jentik maka yang dilakukan hanya PSN DBD. f.hasil PE tersebut bila ditemukan penderita DBD lainya ( 1 atau lebih) atau ditemukan 3 atau lebih tersangka DBD dan ditemukan jentik (>5%) dari rumah/ bangunan yang diperiksa. Larvasidasi dan penyuluhan. cara mencegah yang benar adalah gaya hidup bersih dan sehat dengan PSN teratur di rumah masing-masing. atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan pelaku pendidikan. sehingga perlu diusulkan untuk menyediakan alat fogging apalagi daerah itu adalah daerah endemik DBD. output (melakukan apa yang diharapkan atau perilaku). Definisi Pendidikan Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu. masyarakat). Dari batasan ini tersirat unsur-unsur pendidikan: a. 3. kelompok. Apakah alat fogging ada? Jika alat fogging di Puskesmas tidak ada maka untuk pemberantasan nyamuk pun tidak bisa walaupun peralatan lain yang ada di Puskesmas sudah canggih. kelompok. Penyuluhan dan pengasapan (Fogging) dengan insektisida di rumah penderita DBD dan rumah/ bangunan sekitar dengan radius 200 meter. proses (upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain) c. Hubungan konsep pendidikan kesehatan dengan derajat kesehatan masyarakat a. Cara inilah yang paling effektif menanggulangi DBD bukan dengan melakukan Fogging. Pemahaman ini harus tertanam di masyarakat.

Dari uraian-uraian di atas. perubahan perilaku Perubahan perilaku-perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesehatan menjadi perilaku yang sesuai dengan perilaku kesehatan. 2. Hasil atau output yang diharapkan dari suatu pendidikan kesehatan disini adalah perilaku kesehatan. Definisi Pendidikan Kesehatan pendidikan kesehatan adalah aplikasi atau penerapan pendidikan di dalam bidang kesehatan. artinya masyarakat yang sudah mempunyai perilaku hidup sehat (healthy life style) tetap dilanjutkan atau dipertahankan. dapat disimpulkan bahwa : 1. Secara operasional. agar melaksanakan perilaku hidup sehat. . pendidikan kesehatan adalah upaya yang mempengaruhi. 2. pendidikan kesehatan adalah semua kegiatan untuk memberikan dan atau meningkatkan pengetahuan. pengembangan perilaku Pengembangan perilaku sehat ini terutama ditujukan untuk membiasakan hidup sehat bagi anak-anak.b. dan praktek masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. pembinaan perilaku Pembinaan disini terutama ditujukan kepada perilaku masyarakat yang sudah sehat agar dipertahankan. baik individu. karena kebiasaan perawatan terhadap anak termasuk kesehatan yang diberikan oleh orang tua akan langsung berpengaruh kepada perilaku sehat anak selanjutnya. atau dari perilaku negatif menjadi perilaku yang positif. atau perilaku untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang kondusif. dan atau mengajak orang lain. Perilaku sehat pada anak seyogyanya dimulai sedini mungkin. Secara konsep. kelompok masyarakat. 3. Perubahan perilaku yang belum kondusif ke perilaku kondusif mengandung hal-hal berikut ini: 1. sikap.

Pendidikan kesehatan dalam faktor-faktor “enabling” Karena faktor-faktor pemungkin (enabling) ini berupa fasilitas atau sarana dan prasarana kesehatan. pendidikan kesehatan dalam faktor-faktor predisposisi dalam hal ini pendidikan kesehatan ditujukan untuk mengubah kesadaran dari memberikan atau meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan baik bagi dirinya sendiri. memberikan arahan. maka bentuk pendidikan kesehatannya adalah memberdayakan masyarakat agar mereka mampu mengadakan sarana dan prasarana kesehatan bagi mereka. Bentuk pendidikan ini antara lain: penyuluhan kesehatan. pendidikan kesehatan dalam faktor “reinforcing” karena faktor ini menyangkut sikap dan perilaku tokoh masyarakat dan tokoh agama serta petugas termasuk petugas kesehatan maka pendidikan kesehatan yang paling tepat adalah dalam bentuk pelatihan-pelatihan bagi tokoh agama. maupun masyarakatnya. Di samping itu dalam konteks ini pendidkan kesehatan juga memberikan pengertian-pengertian tentang tradisi. iklan-iklan layanan kesehatan. billboard. Bentuk pendidikan yang sesuai dengan prinsip ini antara lain: pengembangan dan pengorganisasian masyarakat (PPM).keluarganya. Tujuan utama pelatihan ini adalah agar sikap dan perilaku dapat . upaya peningkatan pendapatan keluarga (income generating). b. bimbingan koperasi dan sebagainya yang memungkinkan tersedianya polindes. spanduk. Hal ini bukan berarti memberikan sarana dan prasarana kesehatan dengan cuma-cuma. Pemberian fasilitas ini dimungkinkan hanya sebagai percontohan (pilot project). dan petugas kesehatan sendiri. bukan memberikan ikannya).Sesuai dengan tiga faktor penyebab terbentuknya perilaku tersebut diatas (Green 1980). dsb c. tetapi memberikan kemampuan dengan cara bantuan tekhnik (pelatihan dan bimbingan). kepercayaan masyarakat dan sebagainya. tokoh masyarakat. baik yang merugikan maupun yang menguntungkan kesehatan. but not give man a fish” (memberikan pancingnya untuk memperoleh ikan. dan caracara mencari dana untuk pengadaan sarana dan prasarana. dana sehat. pameran kesehatan. dsb. maka seyogyanya kegiatan pendidikan kesehatan juga ditujukan kepada tiga faktor berikut: a. pos obat desa. Prinsip pendidikan kesehatan dalam kondisi seperti ini adalah “give a man to fish.

terutama dinegara-negara berkembang. ternyata faktor pendukung atau sarana-prasarana tidak mendukung masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. Agar maksud dan tujuan dari pendidikan kesehatan dapat tercapai maka pendidikan kesehatan harus mencakup upaya perubahan perilaku individu dan masyarakat serta perubahan perilaku lingkungan (fisik dan sosial budaya. Upaya Kesehatan Pendidikan Dari pengalaman bertahun-tahun pelaksanaan pendidikan ini. tetapi apabila tidak didukung oleh fasilitas yaitu tersedianya jamban sehat. air bersih. pelayanan kesehatan dan sebagainya. Sebagai perwujudan dari perubahan konsep pendidikan kesehatan secara oganisasi struktural. yakni awal tahun 2000 Departemen Kesehatan RI baru dapat menyesuaikan konsep WHO ini dengan mengubah Pusat Penyuluhan Kesehatan Mayarakat (PKM) menjadi direktorat Promosi kesehatan. politik. contoh. yakni Hambatan mewujudkan yang paling perilaku besar hidup dirasakan sehat adalah bagi faktor pendukungnya (enabling faktor). masyarakatnya. imunisasi. acuan bagi masyarakat tentang hidup sehat (berperilaku hidup sehat). Sekitar 16 tahun kemudian. Di samping itu upaya-upaya agar pemerintah. kelurahan) mengeluarkan undang-undang atau peraturan yang dapat menunjang perilaku hidup sehat bagi masyarakat.kabupaten. Dari penelitian-penelitian yang ada terungkap. baik dinegara maju maupun negara berkembang mengalami berbagai hambatan dalam rangka pencapaian tujuannya. Setelah dilakukan pengkajian oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). meskipun kesadaran dan pengetahuan masyarakat sudah tinggi tentang kesehatan.menjadi teladan. pelayanan kesehatan dan sebagainya) sudah tinggi. namun praktek (practice) tentang kesehatan atau perilaku hidup sehat masyarakat masih rendah. d. maka mereka sulit untuk mewujudkan perilaku tersebut. ekonomi dan sebagainya ) sebagai penunjang atau pendukung perubahan perilaku tersebut. fasilitas imunisasi. Misalnya : meskipun kesadaran dan pengetahuan orang atau masyarakat tentang kesehatan (misalnya : sanitasi lingkungan. makanan yang bergizi. dan sekarang berubah . baik pusat maupun daerah (propinsi. kecamatan. maka pada tahun 1984. Divisi promosi dan pendidikan kesehatan (Division on Health Promotion and Education). gizi.

Keadaan biologis manusia itu sendiri 2. 4. L ingkungan 3. Kondisi genetik ini. perilaku (50% memepengaruhi status kesehatan seseorang) seseorang atau masyarakat tentang kesehatan. Status Ekonomi 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat J. Lingkungan 1.menjadi Pusat Promosi Kesehatan. tetapi juga disertai upaya-upaya memfasilitasi perubahan perilaku. Promosi kesehatan bukan hanya proses penyadaran masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan saja. Terdapat sistem tatanan yang mengatur secara dinamis . Pelayanan Kesehatan Keadaan biologis Sangat ditentukan oleh kondisi genetik yang dihasilkan pada saat konsepsi (bersatunya sifat genetik dari kedua orang tua). dengan segala kondisinya yang harmonis. PARK: 1. Pandangan Hidup 4. Dengan pendidikan kesehatan. Oleh karena itu. Jadi dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan merupakan revitalisasi pendidikan kesehatan pada masa lalu. jaringan. organ dan sistem organ. Lingkungan internal Keseluruhan komponen. salah satunya ditentukan oleh pengetahuan dan sikap dari seseorang atau masyarakat yang bersangkutan. tidak akan dapat dirubah lagi setelah periode konsepsi dilalui.E. diharapkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sehingga akan merubah prilaku mereka untuk hidup sehat. secara konservatif.

ini masih harus dibandingkan dengan hasil diskusi para ahli kesehatan Amerika. Tidak ada keraguan sedikitpun yang menyatakan bahwa lingkungan eksternal ini memainkan peran yang penting untuk terjadinya keadaan sehat-sakit. Blum: 1. biasanya akan diikuti dengan tingginya angka kematian. khususnya kematian anak. 2. Perilaku (50%) . Negara-negara yang memiliki pendapatan per kapita yang rendah.agar setiap keadaan menjadi seimbang secara fisiologis. dan angka kematian bayi . Kondisi ini dikenal sebagai keadaan keseimbangan fisiologis yang homeostatis. Terdapat korelasi yang erat antara pendapatan per kapita sebuah negara dengan kalori per hari. Setiap kondisi yang merusak keadaan ini. Pandangan Hidup Kebiasaan dan perilaku yang berhubungan dengan pengetahuan akan hidup sehat. Status Ekonomi Status ekonomi merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam kesehatan masyarakat. Ladonde & H. Melalui pelayanan kesehatan pada seluruh lapisan individu dan masyarakat maka proteksi dan promosi kesehatan dapat dijalankan. akan menimbulkan pengaruh terhadap kesehatan individu. Lingkungan external Sekumpulan dan semua kondisi ekstemal yang melingkupi segala aspek perkembangan dan kehidupan manusia. meliputi semua factor faktor perseorangan dapat yang mempengaruhi kondisi kesehatan. Pelayanan Kesehatan Tindakan medis dan pelayanan kesehatan dapat mempengaruhi angka prevalensi dan angka insidensi penyakit-penyakit tertentu.

Sejauh mana kegiatan tersebut bisa merubah perilaku masyarakat akan sangat dipengaruhi oleh faktor -faktor lain yang ikut berperan dan saling berkaitan dalam proses perubahan perilaku itu sendiri. Lingkungan (20%) 3. Bentuk pasif atau covert behaviour adalah respon internal yang terjadi di dalam diri manusia dan tidak secara langsung bisa dilihat orang lain. Genetik (20%) 4. Menurut Lawrence Green ( 1980 ) . misalnya berpikir. sikap atau pengetahuan. pelayanan kesehatan dan keturunan. Salah satu usaha yang sangat penting di dalam upaya merubah perilaku adalah dengan melakukan kegiatan pendidikan kesehatan atau yang biasa dikenal dengan penyuluhan. Misalnya seorang ibu yang tahu bahwa membawa anak untuk diimunisasi dapat mencegah penyakit tertentu akan tetapi 2. baik kesehatan individu maupun kelompok sangatlah besar. dia tidak membawa anaknya ke puskesmas atau posyandu. Faktor Penentu ( Determinan ) Perilaku Perilaku kesehatan seperti halnya perilaku pada umumnya melibatkan banyak faktor. Bentuk aktif atau overt behaviour . Respon ini berbentuk dua macam yaitu : 1. Pelayanan Kesehatan (10%) Derajat kesehatan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perilaku. lingkungan. Diantara faktor – faktor tersebut pengaruh perilaku terhadap status kesehatan . apabila perilaku ini jelas bisa dilihat.2. Bentuk Perilaku Secara operasional perilaku dapat diartikan sebagai respon organisme terhadap rangsangan tertentu dari luar subyek. tanggapan. Misalnya pada contoh di atas si ibu membawa anaknya ke posyandu atau puskesmas untuk diimunisasi.

Dari faktor – faktor di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku seseorang atau masyarakat tentang kesehatan ditentukan oleh pengetahuan. Faktor pendorong ( reinforcing factor ) yang terwujut di dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan maupun petugas lain . sikap. tokoh yang semuanya bisa menjadi kelompok referensi dari perilaku masyarakat. Selanjutnya perilaku itu sendiri dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : 1. tradisi dari orang yang bersangkutan. tersedia atau tidak tersedianya fasilitas dan sarana kesehatan. Karena perubahan perilaku merupakan tujuan dari pendidikan kesehatan atau penyuluhan kesehatan sebagai penunjang program kesehatan lainnya. sumber 3. kepercayaan.kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh dua hal pokok yaitu faktor perilaku dan di luar perilaku. Upaya Perubahan Perilaku Kesehatan Hal yang penting di dalam perilaku kesehatan adalah masalah pembentukan dan perubahan perilaku. nilai – nilai dan lain sebagainya Faktor pendukung ( enabling factor ) yang terwujut dalam lingkungan fisik. keyakinan. Disamping itu ketersediaan fasilitas kesehatan dan perilaku petugas kesehatan juga mendukung dan memperkuat terbentuknya perilaku.. sikap. teman. kepercayaan. 2. Seseorang yang tidak mau mengimunisasikan anaknya . Perubahan yang dimaksud bukan hanya sekedar covert behaviour tapi juga overt behaviour. Maka sudah selayaknya kalau kita ingin merubah perilaku kita harus memperhatikan faktor – faktor tersebut di atas. Model di atas dengan jelas menggambarkan bahwa terjadinya perilaku secara umum tergantung faktor intern ( dari dalam individu ) dan faktor ekstern ( dari luar individu ) yang saling memperkuat . Faktor pembawa ( predisposing factor ) didalamnya termasuk pengetahuan. daya.atau karena jarak posyandu dan puskesmas yang jauh dari rumahnya ( enabling factor ) sebab lain bisa jadi karena tokoh masyarakat di wilayahnya tidak mau mengimunisasikan anaknya ( reinforcing factor ). dapat disebabkan karena dia memang belum tahu manfaat imunisasi ( predisposing factor ). .

2. Sebagai contoh adanya perubahan di masyarakat untuk menata rumahnya dengan membuat pagar rumah pada saat akan ada lomba desa tetapi begitu lomba / penilaian selesai banyak pagar yang kurang terawat. Diskusi partisipatif Cara ini merupakan pengembangan dari cara kedua dimana penyampaian informasi kesehatan bukan hanya searah tetapi dilakukan secara partisipatif. agar diperoleh perubahan perilaku yang sesuai dengan norma – norma kesehatan diperlukan usaha – usaha yang konkrit dan positip. Cara ini memakan waktu yang lebih lama dibanding cara kedua ataupun pertama akan tetapi pengetahuan kesehatan sebagai dasar perilaku akan lebih mantap dan mendalam sehingga perilaku mereka juga akan lebih mantap. Misalnya dengan peraturan – peraturan / undang – undang yang harus dipatuhi oleh masyarakat. pemeliharaan kesehatan . Selanjutnya diharapkan pengetahuan tadi menimbulkan kesadaran masyarakat yang pada akhirnya akan menyebabkan orang berperilaku sesuai pengetahuan yang dimilikinya. Hal ini berarti bahwa masyarakat bukan hanya penerima yang pasif tapi juga ikut aktif berpartisipasi di dalam diskusi tentang informasi yang diterimanya. Cara ini menyebabkan perubahan yang cepat akan tetapi biasanya tidak berlangsung lama karena perubahan terjadi bukan berdasarkan kesadaran sendiri. Menggunakan kekuatan / kekuasaan atau dorongan Dalam hal ini perubahan perilaku dipaksakan kepada sasaran sehingga ia mau melakukan perilaku yang diharapkan. . Beberapa strategi untuk memperoleh perubahan perilaku bisa dikelompokkan menjadi tiga bagian: 1. Perubahan semacam ini akan memakan waktu lama tapi perubahan yang dicapai akan bersifat lebih langgeng.Di dalam program – program kesehatan. 3. cara menghindari penyakit dan sebagainya akan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Pemberian informasi Adanya informasi tentang cara mencapai hidup sehat.

Riketsia.lrc-kmpk. dan Bakteri.Daftar pustaka Djakaria. Jakarta. Gaya Baru.surabaya-ehealth.gif http://www.us/images/smilies/s_sm_maho.org/dkksurabaya/berita/demam-berdarah-denguecara-mencegah-dan-menanggulanginya http://puskesmaskarangrejo..blogspot. Soedarto..jogjakota. 2006.doc http://www. Surabaya : Airlangga University Press.com/ hukum.puskel.go. Ilahude.11_supardi_01_09. Halaman 235-237. 2004. Parasitologi Kedokteran. Indonesia.pdf http://surabaya-eHealth. S. Vektor Penyakit Virus.ac. http://www.id/id/UP-PDF/_working/No.com/5-tanggung-jawab-utama-tugas-manajer-puskesmas/ . Spiroketa. (Editor). Dalam : Gandalhusada. Srisasi.id/upload/3%201999. Wita Pribadi.ugm.org http://www. Herry D. Sinopsis Virologi Kedokteran.kaskus.