You are on page 1of 14

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1
Latar Belakang Masalah
Kewajiban negara dalam rangka menjaga kelangsungan kedaulatan negara
(pemerintah) dan meningkatkan kemakmuran masyarakat, mencakup:
mempersiapkan, memelihara, dan melaksanakan keamanan negara, menyediakan
dan memelihara fasilitas untuk kesejahteraan sosial dan perlindungan sosial,
termasuk fakir miskin, jompo, yatim piatu, masyarakat miskin, pengangguran,
menyediakan dan memelihara fasilitas kesehatan, menyediakan dan memelihara
fasilitas pendidikan. Sebagai konsekuensi pelaksanaan kewajibannya, pemerintah
perlu dana yang memadai, dianggarkan melalui APBN/APBD, dan pada saatnya
harus dikeluarkan melalui Kas Negara/Kas Daerah. Dalam APBN, pengeluaran
Pemerintah Pusat dibedakan menjadi Pengeluaran untuk Belanja dan Pengeluaran
untuk Pembiayaan. Pengeluaran untuk belanja terdiri dari: Belanja Pemerintah
Pusat seperti Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal, Pembayaran
Bunga Utang, Subsidi, Belanja Hibah, Bantuan Sosial, Belanja Lain-lain, dan
Dana yang dialokasikan ke Daerah seperti Dana Perimbangan, Dana Otonomi
Khusus dan Penyesuaian. Sedangkan Pengeluaran untu Pembiayaan tediri dari
Pengeluaran untuk Obligasi Pemerintah, Pembayaran Pokok Pinjaman Luar
Negeri, dan Pembiayaan lain-lain. Adapun jenis-jenis Pengeluaran Negara
menurut sifatnya terdiri dari Pengeluaran Investasi, Pengeluaran Penciptaan
Lapangan Kerja, Pengeluaran Kesejahteraan, Pengeluaran untuk Penghematan
Masa Depan, dan Pengularan Lainnya. Pengeluaran Investasi merupakan
pengeluaran yang ditujukan untuk menambah kekuatan dan ketahanan ekonomi
di masa datang, misalnya, pengeluaran untuk pembangunan jalan tol, pelabuhan,
bandara, satelit, peningkatan kapasitas SDM, dll. Pengeluaran Penciptaan
Lapangan Kerja merupakan pengeluaran untuk menciptakan lapangan kerja, serta
memicu peningkatan kegiatan perekonomian masyarakat. Pengeluaran
Kesejahteraan Rakyat merupakan pengeluaran yang mempunyai pengaruh
langsung

A. Pengeluaran Rutin Pemerintah
Pengeluaran rutin adalah segala bentuk pengeluaran pemerintah untuk
membayar kebutuhan sehari-hari pemerintah. Pengeluaran rutin dimaksudkan
sebagai pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang dialokasikan untuk membiayai
kegiatan rutin pemerintahan. Tujuan pengeluaran rutin agar pemerintah dapat
menjalankan misinya dalam rangka menjaga kelancaran penyelenggaraan
pemerintah, kegiatan operasional dan pemeliharaan asset negara, pemenuhan kewajiban
pemerintah kepada pihak ketiga, perlindungan kepada masyarakat miskin dan kurang mampu,
serta menjaga stabilitas perekonomian.

Belanja pemerintah pusat menurut jenis belanja. dan pertahanan keamanan. budaya. pertahanan. Besar kecilnya anggaran pengeluaran atau konsumsi pemerintah akan sangat bergantung pada sikap dan keputusan-keputusan politik. kesehatan. baik hutang luar dan dalam negri Subsidi daerah otonom Pengeluaran rutin lainnya adalah subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Anggaran untuk pendidikan. seperti perlengkapan dan peralatan kantor Cicilan hutang. serta perlindungan sosial. Pengeluaran Tidak Rutin Pemerintah Pengeluaran pembangunan (pengeluaran tidak rutin) yaitu pengeluaran yang bersifat modal masyarakat dalam bentuk pembangunan fisik dan non fisik. ketertiban dan keamanan. Belanja pemerintah pusat menurut organisasi atau bagian anggara 2. ekonomi. seperti perbaikan pendapatan aparatur pemerintah. Contoh pengeluaran rutin pemerintah sebagai berikut : Belanja pegawai. dan pengalihan subsidi agar lebih tepat sasaran. seperti sumbangan bagi korban bencana alam dan bantuan biaya proyek untuk pembangunan sarana fasilitas umum. termasuk gaji pegawai negri dan TNI Belanja barang.pariwisata.penghematan pembayaran bunga utang. pendidikan. agama. B. Belanja Negara dan daerah menurut organisasi disesuaikan dengan susunan kementerian Negara atau lembaga pemerintahan pusat. Belanja pemerintah pusat menurut fungsi. kesehatan. Pos pengeluaran pembangunan diantaranya untuk bantuan rupiah. Rincian belanja negara dan daerah menurut fungsi. terdiri atas pelayanan umum. Pengeluaran Pemerintah Pusat Belanja Negara dan daerah dipergunakan untuk keperluan penyelenggaraan tugas pemerintahan pusat dan daerah serta pelaksanaan perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. perumahan. dan fasilitas umum.1) 2) 3) 4) 5) 6) Besarnya pengeluaran rutin dipengaruhi oleh berbagai langkah kebijakanyang ditempuh pemerintah dalam rangka pengelolaan keuangan negara dan stabilitas perekonomian. Jenis-Jenis Pengeluaran Pemerintah Pusat dan Daerah a.lingkungan hidup. meliputi: . Belanja pemerintah pusat dikelompokkan sebagai berikut: 1. 3.

honorarium. kontribusi sosial dan lain-lain yang berhubungan dengan pegawai. Contoh : pemeliharaan tanah. Belanja barang ini terdiri dari belanja pengadaan barang dan jasa. . langganan daya dan jasa. belanja pemeliharaandan belanja perjalanan. pengadaan kantor yang nilainya tidak memenuhi syarat nilai kapitalisasi minimum yang diatur Pemerintah Pusat dan pengeluaran jasa nonfisik (contoh biaya pelatihan dan penelitian). Belanja barang dikelompokan menjadi tiga ketegori:   Belanja pengadaan barang dan jasa : Merupakan pengeluaran yang antara lain dilakukan untuk membiayai keperluan kantor sehari-hari. b) belanja barang Belanja barang adalah pengeluran untuk menampung pembelian barang dan jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang dan jasa yang dipasarkan maupun yang tidak dipasarkan serta pengadaan barang yang dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada masyarakat dan belanja perjalanan. lembur. lain-lain pengeluaran untuk membiayai pekerjaan yang bersifat non-fisik dan secara langsung menunjang tugas pokok fungsi Kementerian/Lembaga. rumah dinas. pengadaan/penggantian peralatan kantor.a) belanja pegawai Belanja Pegawai adalah kompensasi baik dalam bentuk uang maupun barang yang diberikan kepada pegawai pemerintah. pengadaan barang yang habis pakai seperti Alat Tulis Kantor (ATK). baik yang bertugas di dalam maupun di luar negeri sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan. kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal PNS dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal. Contoh : gaji. belanja pemeliharaan dan belanja perjalanan. Belanja ini terdiri belanja barang dan jasa. pemeliharaan gedung dan bangunan kantor. tunjangan. Belanja Pemerintahan : Adalah pengeluaran yang dimaksudkan untuk mempertahankan asset tetap atau asset lainnya yang sudah ada ke dalam kondisi normal tanpa memperhatikan besar kecilnya jumlah belanja.

bersifat sukarela dengan . barang. termasuk untuk biaya terkait dengan pengelolaan utang 5) subsidi Pengertian Subsidi Subsidi adalah sebuah pembayaran oleh pemerintah untuk produsen . tidak secara terus-menerus. Bantuan keuangan dalam bentuk subsidi bisa datang dari suatu pemerintahan. pemerintah daerah khususnya pinjaman dan/atau hibah luar negeri yang diterushibahkan ke daerah yang tidak perlu dibayar kembali. dan subsidi untuk mendorong perluasan produksi pertanian dan mencapai swasembada produksi pangan. Subsidi dapat dianggap sebagai suatu bentuk proteksionisme atau penghalang perdagangan dengan memproduksi barang dan jasa domestik yang kompetitif terhadap barang dan jasa impor. d) pembayaran bunga utang belanja Pemerintah Pusat yang digunakan untuk membayar kewajiban atas penggunaan pokok utang baik utang dalam negeri maupun luar negeri. subsidi di beberapa bahan pangan untuk mempertahankan biaya hidup. Subsidi dapat mengganggu pasar dan memakan biaya ekonomi yang besar. lembaga/organisasi internasional. namun istilah subsidi juga bisa mengarah pada bantuan yang diberikan oleh pihak lain. Aset tetap tersebut dipergunakan untuk operasional kegiatan sehari-hari suatu satuan kerja bukan untuk dijual. khususnya di wilayah perkotaan. bersifat tidak wajib dan tidak mengikat. c) belanja modal belanja modal merupakan pengeluaran anggaran yang dugunakan dalam rangka memperoleh atau menambah aset tetap dam aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi serta melebihi batasan minimal kapitalisasi aset tetap atau aset lainnya yang ditetapkan pemerintah. seperti perorangan atau lembaga non-pemerintah. yang dihitung berdasarkan ketentuan dan persyaratan dari utang yang sudah ada dan perkiraan utang baru. kendaraan bermotor dinas. 6) belanja hibah belanja Pemerintah Pusat dalam bentuk uang. dan lain-lain sarana yang berhubungan dengan penyelenggaraan pemerintaha Belanja Pengeluaran : Merupakan pengeluaran yang dilakukan untuk membiayai perjalanan dinas dalam rangka pelaksanaan. distributor dan konsumen bahkan masyarakat dalam bidang tertentu Contohnya adalah subsidi untuk mendorong penjualan ekspor. atau jasa dari Pemerintah kepada BUMN. pemerintah negara lain.

belanja modal. Adapun pengeluaran pembiayaan. yaitu pembelanjaan yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu.  Belanja modal. yaitu belanja rutin.pengalihan hak dan dilakukan dengan naskah perjanjian antara pemberi hibah dan penerima hibah 7) bantuan social Bantuan Sosial yaitu transfer uang atau barang yang diberikan kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya risiko sosial. Pembelanjaan yang termasuk dalam posisi. keagamaan. terdiri atas belanja aset tetap dan belanja asset lainnya. C. kesehatan. Pengeluaran Pemerintah Daerah .dan belanja tidak terduga. dan bagi hasil pendapatan lainnya kekabupaten/kota. penyertaan modal pemerintah. belanja investasi permanen. dan pangan. Bantuan sosial dapat langsung diberikan kepada anggota masyarakat atau lembaga kemasyarakatan di bidang pendidikan. dan Belanja operasional lainnya. di antaranya: Belanja pegawai Belanja barang dan jasa Belanja pemeliharaan Belanja perjalanan dinas Belanja pinjaman Belanja subsidi Belanja hibah Belanja bantuan social. bagi hasil retribusi kekabupaten/kota.bagi hasil kedaerah yang menjadi otoritasnya. tidak diperkirakan Bagi hasil pendapatan ke daerah yang menjadi otoritas dilakukan melalui tiga hal antaranya: Bagi hasil pajak kekabupaten/kota. Belanja terdiri atas tiga macam: pengeluaran. Pengeluaran Pemerintah Negara Pengeluaran pemerintah Negara terdiri atas pengeluaran belanja.  Adapun belanja tidak terduga. yaitu pengeluaran yang sebelumnya.  Pengeluaran rutin.dan pemberian pinjaman jangka panjang. di antaranya untuk pembayaran pinjaman. B. dan pembiayaan.

antara lain dengan variabel jumlah penduduk dan luas wilayah yang ada di setiap masing-masing wilayah/daerah. Dana dari Anggaran Alokasi Khusus (DAK). Dana Alokasi Umum (DAU) adalah sejumlah dana yang dialokasikan kepada setiap Daerah Otonom (provinsi/kabupaten/kota) di Indonesia setiap tahunnya sebagai dana pembangunan. 4. Selain itu. a. Dalam Undang-Undang tersebut dimuat pengaturan mengenai Bagi Hasil penerimaan Pajak penghasilan (PPh) pasal 25/29 Wajib Pajak Orang Pribadi dalam Negeri dan PPh Pasal 21 serta sektor pertambangan panas bumi sebagaimana dimaksudkan dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. 2. Pengaturan DBH dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Pemerintahan Daerah merupakan penyelarasan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 17 Tahun 2000. Dana Alokasi Umum untuk Daerah Provinsi 2. Dana Bagi Hasil (DBH) adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah berdasarkan angka persentase tertentu untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi. Dana Bagi Hasil bersumber dari pajak dan sumber daya alam. Tujuan DAU adalah sebagai pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk mendanai kebutuhan Daerah Otonom dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Belanja Daerah. Dana Alokasi Umum terdiri dari: 1. Belanja Pemerintah Daerah meliputi: Dana Bagi Hasil Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Otonomi Khusus. dialihkan menjadi DBH. dan ini diatur secara mendetail dalam Peraturan Pemerintah. adalah alokasi Pendapatan dan Belanja Negara kepada . DAU merupakan salah satu komponen belanja pada APBN. b. c. Besaran DAU dihitung menggunakan rumus/formulasi statistik yang kompleks. Dana Alokasi Umum untuk Daerah Kabupaten/Kota Jumlah Dana Alokasi Umum setiap tahun ditentukan berdasarkan Keputusan Presiden. Setiap provinsi/kabupaten/kota menerima DAU dengan besaran yang tidak sama. dan menjadi salah satu komponen pendapatan pada APBD. adalah belanja yang dibagi-bagi ke Pemerintah Daerah. untuk kemudian masuk dalam pendapatan APBD daerah yang bersangkutan. dana reboisasi yang semula termasuk bagian dari DAK. 3.1.

di samping Dana Alokasi Umum (DAU). sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas UndangUndang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua menjadi Undang-Undang dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. yaitu alokasi DAK dilakukan melalui dua 1. Penentuan daerah tertentu yang menerima DAK dan 2.421. Mekanisme Pengalokasian DAK  Kriteria Pengalokasian DAK. Kriteria Khusus. dan kriteria teknis.  Alokasi DAK per daerah ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan. Dana otonomi khusus adalah dana yang dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan otonomi khusus suatu daerah. kriteria khusus.provinsi/kabupaten/kota tertentu dengan tujuan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan Pemerintahan Daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. Dana otonomi khusus tahun anggaran 2011 direncanakan sebesar Rp10. dirumuskan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan otonomi khusus dan karakteristik daerah. DAK termasuk Dana Perimbangan. yang disusun berdasarkan indikator-indikator yang dapat menggambarkan kondisi sarana dan prasarana. Dasar Hukum   UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 2. Penghitungan tahapan.000. d. yaitu: 1. serta pencapaian teknis pelaksanaan kegiatan DAK di daerah. dan 3.  Belanja aparatur daerah .  Besaran alokasi DAK masing-masing daerah ditentukan dengan perhitungan indeks berdasarkan kriteria umum.993. dan kriteria teknis.00 (sepuluh triliun empat ratus dua puluh satu miliar tiga ratus dua belas juta sembilan ratus sembilan puluh tiga ribu rupiah). Penentuan besaran alokasi DAK masing-masing daerah  Penentuan Daerah Tertentu harus memenuhi kriteria umum. dirumuskan berdasarkan kemampuan keuangan daerah yang tercermin dari penerimaan umum APBD setelah dikurangi belanja PNSD.312. kriteria khusus. dan PP Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. Kriteria Umum. Kriteria Teknis.

Belanja Administrasi Umum Menurut Halim (2004 : 70).” Jenis belanja barang dan jasa untuk bagian belanja aparatur daerah terdiri atas objek belanja berikut : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Biaya bahan pakai habis kantor Biaya jasa kantor Biaya cetak dan penggandaan keperluan kantor Biaya sewa kantor Biaya makanan dan minuman kantor Biaya pakaian dinas Biaya bunga utang Biaya depresiasi gedung (operasional) Biaya depresiasi alat angkutan (operasional) Biaya depresiasi alat kantor dan rumah tanggak) Biaya depresiasi alat studio dan alat komunikasi (operasional) Jenis belanja ini untuk bagian belanja pelayanan publik terdiri atas objek belanja berikut ini : a) b) c) d) e) f) g) h) Biaya bahan pakai habis kantor Biaya jasa kantor Biaya cetak dan penggandaan keperluan kantor Biaya sewa kantor Biaya makanan dan minuman kantor Biaya pakaian dinas Biaya bunga utang Biaya depresiasi gedung (operasional) . belanja perjalanan dinas dan belanja pemeliharaan. “belanja administrasi umum adalah semua pengeluaran pemerintah daerah yang tidak berhubungan secara langsung dengan aktivitas atau pelayanan publik dan bersifat periodik”. yaitu: belanja pegawai/ personalia. Jenis belanja pegawai/ personalia untuk belanja aparatur daerah meliputi objek belanja : a) Gaji dan tunjangan kepala daerah/ wakil kepala daerah b) Gaji dan tunjangan pegawai c) Biaya perawatan dan pengobatand) Biaya pengembangan sumber daya manusia Jenis belanja pegawai/ personalia untuk bagian belanja pelayanan publik meliputi objek belanja : a) b) c) d) e) Belanja tetap dan tunjangan pimpinan dan anggota DPRD Gaji dan tunjangan kepala daerah/ wakil kepala daerah Gaji dan tunjangan pegawai daerah Biaya perawatan dan pengobatan Biaya pengembangan sumber daya manusia Menurut Halim (2004 : 71). Kelompok belanja administrasi umum terdiri atas 4 jenis belanja. belanja barang dan jasa.1. “jenis belanja barang dan jasa merupakan belanja pemerintah daerah untuk penyediaan barang dan jasa.

b.” (Halim. uang lembur c. Belanja Operasi dan Pemeliharaan Menurut Halim (2004 : 72). “Jenis belanja perjalanan dinas dan jenis belanja pemeliharaan memiliki klasifikasi yang sama dengan klasifikasi jenis belanja ini pada kelompok belanja administrasi umum. insentif Jenis belanja barang dan jasa baik untuk bagian belanja aparatur daerah maupun pelayanan publik meliputi objek belanja : a) b) c) d) e) f) g) Biaya bahan/ material Biaya jasa pihak ketiga Biaya cetak dan penggandaan Biaya sewa Biaya makanan dan minuman Biaya bunga utang Biaya pakaian kerja. baik untuk bagian belanja aparatur daerah maupun pelayanan publik. kelompok belanja ini meliputi jenis belanja : a. “belanja perjalanan dinas merupakan jenis belanja pemerintah daerah untuk biaya perjalanan pegawai dan dewan. c. jenis belanja pegawai/ personalia untuk bagian belanja aparatur daerah maupun pelayanan publik meliputi objek belanja berikut a. “belanja operasi dan pemeliharaan merupakan semua belanja pemerintah daerah yang berhubungan dengan aktivitas atau pelayanan publik. “belanja modal merupakan belanja pemerintah daerah yang manfaatnya melebihi satu tahun anggaran dan akan menambah asset . Belanja Modal Menurut Halim (2004 : 73). 2004 : 73) 3.i) j) k) l) m) n) o) p) Biaya depresiasi alat-alat besar (operasional) Biaya depresiasi alat angkutan (operasional) Biaya depresiasi alat bengkel dan alat ukur (operasional) Biaya depresiasi alat pertanian (operasional) Biaya depresiasi alat kantor dan rumah tangga Biaya depresiasi alat studio dan alat komunikasi (operasional) Biaya depresiasi alat-alat kedokteran (operasional) Biaya depresiasi alat-alat laboratorium (operasional) Menurut Halim (2004 : 71). belanja pegawai/personalia belanja barang dan jasa belanja perjalanan dinas belanja pemeliharaan.” Menurut Halim (2004 : 72).” 2. honorarium/ upah b. d. Menurut Halim (2004 : 72).

gubernur pada tingkat provinsi melaporkan hasil perkembangan kinerja pelayanan publik masing-masing kepada dewan perwakilan rakyat daerah provinsi dan menteri dan bupati pada tingkat kabupaten. dan pimpinan lembaga lainnya terhadap pimpinan lembaga negara dan pimpinan lembaga komisi negara atau yang sejenis yang dibentuk berdasarkan undangundang. pimpinan lembaga komisi negara atau yang sejenis. pimpinan kementerian. jasa. walikota pada tingkat kota wajib melaporkan hasil perkembangan kinerja pelayanan publik masing-masing kepada dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten/kota. baik untuk bagian aparatur daerah maupun pelayanan publik : a) Belanja modal tanah b) Belanja modal jalan dan jembatan c) Belanja modal bangunan air (irigasi) d) Belanja modal instalasi e) Belanja modal jaringan f) Belanja modal bangunan gedung g) Belanja modal monument h) Belanja modal alat-alat besar i) Belanja modal alat-alat angkutan j) Belanja modal alat-alat bengkel k) Belanja modal alat-alat pertanian l) Belanja modal alat-alat kantor dan rumah tangga m) Belanja modal alat-alat studio dan alat-alat komunikasi n) Belanja modal alat-alat kedokteran o) Belanja modal alat-alat laboratorium p) Belanja modal buku/ perpustakaan q) Belanja modal barang bercorak kesenian. kebudayaan r) Belanja modal hewan. serta tanaman s) Belanja modal alat-alat persenjataan/ keamanan. ternak. atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan public.”Kelompok belanja ini mencakup jenis belanja berikut. Pembina dalam penyelenggaraan pelayanan publik dilakukan oleh pimpinan lembaga negara.atau kekayaan daerah dan selanjutnya akan menambah belanja yang bersifat rutin seperti biaya pemeliharaan pada kelompok belanja administrasi umum. melakukan evaluasi penyelenggaraan . pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian. gubernur dan penanggung jawab mempunyai tugas untuk mengoordinasikan kelancaran penyelenggaraan pelayanan publik sesuai dengan standar pelayanan pada setiap satuan kerja.  Belanja pelayanan public Pelayanan publik merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundangundangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang.

serta hasil koordinasi. suatu badan usaha yang modal pendiriannya sebagian atau seluruhnya bersumber dari kekayaan negara dan kekayaan daerah yang dipisahkan Skala kegiatan pelayanan publik didasarkan pada ukuran besaran biaya tertentu yang digunakan dan jaringan yang dimiliki dalam kegiatan pelayanan publik untuk dikategorikan sebagai penyelenggara pelayanan publik yaitu tindakan administratif pemerintah yang diwajibkan oleh negara dan diatur dalam peraturan perundang-undangan dalam rangka mewujudkan perlindungan pribadi. pariwisata. Belanja Operasi dan Pemeliharaan. pekerjaan dan usaha. pelanggaran. martabat. jaminan sosial. pelayanan publik ini meliputi pelayanan barang publik dan jasa publik serta pelayanan administratif yaitu pendidikan. membuat peringkat kinerja penyelenggara secara berkala dan dapat memberikan penghargaan kepada penyelenggara dan seluruh bagian organisasi penyelenggara bertanggung jawab atas ketidakmampuan. sumber daya alam. manfaat (benefit). keluarga. lingkungan hidup. Belanja Operasi dan Pemeliharaan. pengajaran.pelayanan publik dan melaporkan kepada pembina pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan publik di seluruh satuan kerja unit pelayanan public.  Belanja Pelayanan Publik adalah bagian belanja berupa : Belanja Administrasi Umum. Undang-Undang Pelayanan Publik (secara resmi bernama Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik) adalah undang-undang yang mengatur tentang prinsip-prinsip pemerintahan yang baik yang merupakan efektifitas fungsi-fungsi pemerintahan itu sendiri. komunikasi dan informasi. dan dampaknya (impact) secara langsung dinikmati oleh masyarakat (publik). tempat tinggal. manfaat (benefit). serta Belanja Modal/Pembangunan yang dialokasikan pada atau digunakan untuk membiayai kegiatan yang hasil (outcome). energi. dan dampaknya (impact) tidak secara langsung dinikmati oleh masyarakat (publik). kehormatan. melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik dengan mengumumkan kebijakan nasional tentang pelayanan publik atas hasil pemantauan dan evaluasi kinerja. dan kegagalan penyelenggaraan pelayanan. dan harta benda termasuk tindakan administratif oleh instansi nonpemerintah yang diwajibkan oleh negara dan diatur dalam peraturan perundang-undangan serta diterapkan berdasarkan perjanjian dengan penerima pelayanan. serta Belanja Modal/Pembangunan yang dialokasikan pada atau digunakan untuk membiayai kegiatan yang hasil (outcome). Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara bertugas merumuskan kebijakan nasional tentang pelayanan publik. 2. memfasilitasi lembaga terkait untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi antarpenyelenggara yang tidak dapat diselesaikan dengan mekanisme yang ada. perbankan. Belanja administrasi umum  Belanja Aparatur Daerah adalah bagian belanja berupa : Belanja Administrasi Umum. kesehatan. perlayanan publik yang . Pelayanan atas jasa publik merupakan penyediaan jasa publik oleh instansi pemerintah yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara dan anggaran pendapatan dan belanja daerah. perhubungan.

Kriteria ini tidak banyak digunakan oleh para ahli non ekonomi. Bila dalam penyusunan APBD mengalami kesulitan memahaminya khususnya pada Susunan Belanja. bijak dalam pemanfaatan sumber daya alam. meningkatkan perlindungan lingkungan. Kenapa disebut wajar karena dari pengertiannya saja. karena adanya kesalahpahaman tentang konsep efisiensi yang digunakan oleh para ahli ekonomi yang berorientasi pada kebendaan seperti misalnya meminimkan biaya. mengurangi kemiskinan. jadi kata tidak itu saja kunci perbedaannya. apabila kebijakan pemerintah itu lebih baik dan . Dilain pihak sebagian masyarakat dan aparatur daerah beranggapan bahwa Belanja Aparatur itu adalah Belanja Rutin. wajar-wajar saja.dilakukan oleh pemerintahan atau koporasi yang efektif dapat memperkuat demokrasi dan hak asasi manusia. kohesi sosial. Apa Bedanya ? Kedua pengertian diatas dikutif dari Lampiran VIII Kepmendagri No. memperdalam kepercayaan pada pemerintahan dan administrasi publik. Secara kasar dapat dikatakan bahwa efisiensi ekonomi ada. tapi kalau dicermati menjelang akhir kalimat terdapat perbedaannya yaitu “tidak secara langsung” dan “secara langsung”. memaksimumkan keuntungan. 29 Thn 2002 <1>. sulit dibedakan dan sangat kurang penjelasannya. mempromosikan kemakmuran ekonomi.Berorientasi pada pengertian efisiensi diartikan dalam kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat. Suatu analog sederhana dan keliru dapat menimbulkan salah faham E. Pengertian Efisiensi Efisiensi ekonomi sering disebut juga Pareto Optimality yaitu sebagai suatu kriteria yang sangat banyak digunakan oleh para ahli ekonomi untuk kebijakan pemerintah. Sedangkan Belanja Publik (demikian sering disebut) adalah Belanja Pembangunan. sepintas keduanya tidak berbeda. dan sebagainya. dianalogkan dengan Sistem Anggaran yang lalu.

produsen-produsen mampu menerapkan teknik-teknik produksi dengan biaya-biaya produksi yang termurah. Efektif berarti bahwa output yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai keluaran tertentu. atau dapat dilaksanakan secara optimal. Secara lebih hati-hati pengertian efisiensi ini dapat dipertegas yaitu kalau suatu perekonomian itu sudah tidak mungkin lagi mengadakan alokasi sumber-sumber yang menyebabkan disatu pihak akan lebih makmur dan pihak lain merugi.Pelaksanaan kebijakan pemerintah seharusnya diupayakan untuk menghindari pemborosan. Seringkali efisiensi diartikan dalam kaitannya dengan kegiatan pemerintah yang dilaksanakan tanpa pemborosan atau dengan kehematan yang sebesar-besarnya. meningkatkan kehematan. Menurut Kepmendagri Nomor 13 Tahun 2006. efisiensi berarti menciptakan kesejahteraan masyarakat. Menurut Adisasmita R. Efisien adalah pencapaian keluaran yang maksimum dengan masukan tertentu atau penggunaan masukan terendah.memperhatikan pengaruh ekonomi terhadap kesejahteraan sejauh mungkin. Efisiensi adalah input yang digunakan. Dalam suatu sistem persaingan yang sehat. hingga output dapat diproduksi dengan biaya termurah. sehingga tercapailah efisiensi. Efisiensi berarti pemanfaatan sumber daya ekonomi dengan cara-cara paling efektif.Namun kenyataannya . Efisien dapat diartikan pula bahwa segala input dialokasikan sedemikian rupa. dan menciptakan kesejahteraan masyarakat. dialokasikan secara optimal dan baik untuk mencapai output yang menggunakan biaya terendah. (2006).Dilihat dari kepentingan masyarakat.

yaitu keadaan yang lebih parah. maka biaya produksinya lebih tinggi. melalui pembuatan kebijakan dan peraturan perundang-undangan. diharapkan agar pemerintah tetap waspada akan kemungkinan kegagalan pemerintah. yang berarti tidak efisien. .Banyak pabrik dan industri telah menimbulkan pencemaran udara dan pencemaran air yang menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat sekitarnya. Dalam upaya mengatasi dampak ekonomi yang negatif tersebut. maka terdapat peluang bagi pemerintah untuk mengatasi dampak negatif yang ditimbulkannya.Terjadinya ketidakefisienan dan polusi tersebut adalah akibat dari kegagalan pasar. meliputi semua sektor/instansi yang terkait.banyak produsen tidak mengetahui sehingga tidak mampu menggunakan teknik produksi yang paling murah. berupa kerusakan kesehatan dan harta benda. Penanganan dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegagalan pasar harus dilaksanakan secara terpadu dan komprehensif.