You are on page 1of 23

JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN

Vol.2, No.3, hal 393 – 414, Mei 2014

ISSN: 2354-6441
http://jurnal.fkip.uns.ac.id

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAY DAN STORY
TELLING BERBANTUAN VIDEO TERHADAP KETERAMPILAN
BERBICARA BAHASA INGGRIS DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR
(Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas 8 di SMP Kecamatan Kota
Kudus, Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2013/2014)
Ana Eqi Astuti1
Sunardi 12
Joko Nurkamto 3
1

Mahasiswa Magister Teknologi Pendidikan Pascasarjana FKIP UNS
Dosen Pembimbing I Magister Teknologi Pendidikan Pascasarjana FKIP UNS
3
Dosen Pembimbing II Magister Teknologi Pendidikan Pascasarjana FKIP UNS
2

e-mail : beautyanaeqi@gmail.com
ABSTRACT
Background:English is very important to develop the human resources.
Speaking skill is the most important skill of the four language skills which
has to be improved.This research is intended to find out whether there is
difference of speaking skill achievement between the students taught by
Role Play and those by Story Telling and there is influence difference
between the students who have high motivation and those who have low
motivation.
Method: This experimental study was carried out at SMP 2 Kudus and SMP 1
Kudus. The population of this research is the students of the eighth grade in
Kecamatan Kota in Kudus, Central Java in academic year 2013/2014. This
research used cluster random sampling in taking the sample. The two
instruments were tried out to get validity and reability for the quetionnaire
and readability percentage for speaking test. Then the data was analyzed by
using multifactorial analysis of variance ANOVA 2x2 and Tukey test. Before
conducting the ANOVA test, normality and homogeneity test were
conducted.
Result: After the data were analyzed, the findings are as follow: (1) There is
difference of speaking skill achievement between the students taught by
Role Play and those by Story Telling, Fvalue = 51,512 > Ftabel 4,027. The
students who taught by using Role Play have better achievement. (2) There
is influence difference between the students who have high motivation and
those who have low motivation, Fvalue = 5,345 > Ftabel = 4,027. The
students with high motivation have better achievement. (3) There is
influence interaction between Role Play and Story Telling related to
motivation, Fvalue = 7,952 > Ftabel = 4.027.
Keyword: Role Play, Story Telling, Motivation, Speaking Skill.

PENDAHULUAN

dilakukan oleh bangsa Indonesia

Sumber daya manusia yang handal

untuk mensejajarkan sumber daya

adalah impian setiap negara di

manusianya

dunia ini. Banyak usaha yang telah

negara lain.
393

dengan

negara-

JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN

ISSN: 2354-6441
http://jurnal.fkip.uns.ac.id

Vol.2, No.3, hal 393 – 414, Mei 2014

Perubahan

intensitas

tantangan

economic, and technological
knowledge is written and
published in English, though
the writers may be Chinese,
Swedes,
or
Italians.
Publication in English ensures
the
widest
possible
readeships for few finding and
ideas.

zaman dan tuntutan kepentingan
profesionalitas

hidup

menyebabkan

perubahan

yang

sangat dinamis dalam orientasi di
semua bidang kehidupan. Untuk
mewujudkan

sumber

daya

manusia yang mampu bersaing di

Dari penjelasan di atas jelaslah

dunia internasional pembelajaran

bahwa bahasa Inggris mempunyai

bahasa Inggis sangat diperlukan.

peran penting dalam komunikasi

Bahasa asing, khususnya bahasa

internasional.

Inggris

digunakan

merupakan

strategis

dalam

sumber

daya

berbagai

cara

yang

pembangunan
dalam

digunakan

waktu

dalam

teknologi

sejarah pendidikan Indonesia.
Bahasa
bahasa

Inggris

asing

dianggap

sebagai

media

komunikasi, bahasa Inggris juga

manusia

kurun

Disamping

untuk
yang

berkembang

merupakan

pebelajar

mengontrol

terus

semakin

dan

untuk

menuntut

belajar

lebih

utama

yang

banyak lagi. Pembelajaran bahasa

penting untuk

tujuan

Inggris di Indonesia dikategorikan

pengaksesan
penyerapan

informasi,
dan

pengembangan

ilmu

pembinaan

pembelajaran

Inggris

sebagai

teknologi,

Tujuan

proses

budaya

hubungan

bahasa

asing bukan pembelajaran bahasa

pengetahuan,

pengembangan
pengenalan seni

sebagai

bahasa

kedua.

belajar

dan

mengajar

bahasa

dengan

Indonesia

adalah

dan

Inggris
agar

siswa

bangsa-bangsa lain. Bahasa Inggris

mampu

sebagai

bahasa Inggris baik lisan maupun

bahasa

memainkan

peran

internasional
yang

sangat

tertulis

berkomunikasi

di

untuk

penting dalam komunikasi dunia.

perkembangan

Brown (2003: 147) menyatakan

pengetahuan

bahwa:

dunia.

A great
scientific,

deal

of world’s
commercial,
394

menghadapi
ilmu

di

dalam

era

dan

globalisasi

bahasa Inggris untuk menjadikan bermakna. 395 berbahasa Inggris . Dari Jelaslah ke empat keterampilan tersebut. read at home and even write English at home but most of them have few opportunities to speak English at home. sebagai mereka alat keterampilan Inggris mereka.3.ac. each of them Oleh sebab itu pebelajar bahasa Inggris harus sering mengevaluasi keberhasilan mereka. The children can listen to English at home. practice and practice. empat keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa dalam mempelajari bahasa tersebut. Sebagai siswa berbicara di dalam kelas dan di lingkungan siswa membutuhkan banyak kesempatan berbicara kesempatan bahwa menyatakan bahasa kompetensi Menurut pendapat Inggris Bygate (2007.id Vol. No.uns. mengajarnya sehingga untuk Menuirut bahwa antara waktu adalah mengatasi dapat pembelajaran metode bermanfaat. Menurut Richards (2008: 1) mengembangkan komunikasi O’Malley lisan.2. They need to practice.76): bahwa penguasaan berbicara adalah sebuah bahasa prioritas untuk pebelajar bahasa Inggris. menjadi materi dan empat Pierce keterampilan penting yang tanggung harus jawab siswa-siswanya yang guru mampu berkomunikasi yang dalam bahasa Inggris. (1991:63) pembelajaran lingkungan belajar di buatan.fkip.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal. saat ini keterampilan sedang menjadi Kurangnya untuk perhatian. otentik dan untuk kompetensi Inggris siswa. pembelajaran bahasa dikuasai oleh siswa dan hal ini menyediakan yang dengan berbahasa. keterampilan berbicara terbatas masalah tersebut guru diharapkan untuk seseorang (1996:57) menyatakan bahwa di adalah dan umumnya menggunakan Hammerly kelas keterampilan berkomunikasi bahasa menyatakan komunikasi. If we want children to learn to speak English. karena kurangnya berbicara menggunakan berbicara adalah sangat penting dianggap penyebab berlatih bahasa Inggris mereka. Mei 2014 Dalam bahasa Inggris terdapat must have many opportunities to speak during our lessons. hal 393 – 414.

berbicara. keterampilan. Disamping motivasi berhubungan pencapaian sangatlah erat dengan mereka juga belajar bahasa. Smaldino (2005: 6) pembelajaran menyatakan bahwa pembelajaran Mereka merasa bahwa berbicara adalah menggunakan perkembangan dari bahasa hal bahasa Inggris.fkip.ac. Mei 2014 Dalam proses mengajar dominan siswa belajar faktor yang paling adalah faktor respon terhadap sangat tinggi respon terhadap pembelajaran oleh siswa. kosakata.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal. Dalam pelaksanaan menakutkan yang bagi mereka mereka. Para guru masih sering melakukan sesuatu. Ur (1997:274) menyatakan menyatakan sebuah bahwa pembicaraan. No.3. contoh-contoh kurang riil topik itu mendapat dari guru Motivasi adalah alasan seseorang mereka.uns. Hal ini disebabkan oleh khususnya berbicara pembelajaran (speaking) adalah penguasaan keterampilan yang sangat sulit dan kesalahan ketika pengucapan.id Vol. Ketika siswa- menggunakan bahasa Indonesia di siwa dalam belajar mempunyai bahasa. Semakin dienggani dalam mereka atau berkomunikasi Inggris meskipun kesulitan berbahasa mereka telah semakin belajar bahasa Inggris bertahun- bagus prestasi belajar yang akan tahun. Banyak siswa menyatakan mereka capai. hadapi dalam berbicara bahasa Inggris proses adalah rasa takut bila nanti mereka pembelajaran bahasa Inggris di membuat kelas. hal 393 – 414. bahwa mereka pasif dan enggan Saat ini para guru dihadapkan pada kenyataan atau motivasi bahwa untuk untuk respon berbicara bahasa Inggris karena mereka tidak mempunyai berbicara ide-ide untuk diekpresikan dan bahasa Inggris para siswa sangat mereka kurang percaya diri untuk rendah. Inggris pengetahuan. Banyak siswa masih mempunyai kendala-kendala pembelajaran. atau adalah suatu hal yang mustahil sikap yang baru karena dan individu berinteraksi setiap dengan Masalah informasi dan lingkungan.2. alasan mereka untuk kelas kurang sehingga menciptakan ini atmosfir melakukannya. pemilihan kata dan tata 396 .

Mereka mempunyai minat. Sesuai dengan prinsip-prinsip belajar bila mereka harus berkomunikasi yang dikemukakan oleh dalam Slameto ( Riyanto: 63) bahwa ada bahasa disebabkan kesulitan nyata Inggris.uns.id Vol. umum serta minimnya tujuan instruksional pembelajaran variasi metode pembelajaran yang sehingga dapat menarik perhatian digunakan juga dan menimbulkan motivasi siswa. Guru harus pandai menggunakan berpengaruh oleh guru dalam Beberapa guru teknik maupun hal menggunakan metode metode secara menggunakan bervariasi media dan sesuai pembelajaran yang konvensional dengan tujuan belajar dan materi dan Pengajaran yang diajarkan. ini Penelitian situasi dengan berbicara atau percakapan yang dilaksanakan tujuan untuk (1) untuk mengetahui 397 ini apakah terdapat .2. Dengan demikian berbicara telah dilakukan dengan diharapkan dengan menggunakan memberikan siswa contoh-contoh metode pembelajaran yang tepat percakapan dan akan mendorong motivasi siswa untuk yang akan meningkatkan prestasi monoton. Pengajaran tidak yang memberikan semacam siswa belajar bahasa Inggris.fkip. dunia Siswa mereka mengalami nantinya.3.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal.ac. meminta atau dialog mereka memperagakannya di depan kelas. No. Mei 2014 bahasa yang anggap riil dan alami dimana mereka harus belum dapat menjadi modal untuk berinteraksi dengan orang lain di berbicara. berbahasa Inggris yang mereka satunya dapat dari sekolah meskipun masih setiap siswa dalam dapat berpartisipasi taraf komunikasi yang yang adalah dalam harus salah belajar diusahakan aktif dan sederhana se-tingkat SMP. mereka memperagakan Hal ragu ini untuk beberapa keterampilan prasyarat diperlukan untuk belajar. ini. sehingga untuk takut dan malu bila bahasa Inggris mencapai mereka nanti akan ditertawakan penting bagi seorang guru untuk oleh Kurangnya memikirkan perilakunya terhadap mereka berlatih untuk berbicara di siswa dalam merencanakan dan muka melaksanakan rekan mereka. hal 393 – 414.

Inggris antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran Role Play dan siswa yang diajar dengan menggunakan Story Telling. hal 393 – 414. prestasinya. No. prestasi belajar.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal. (2) untuk mengetahui apakah Play dan bahkan ilmu pengetahuan. ada interaksi yang Play ini untuk dapat pelatihan profesional atau pelatihan di dalam kelompok kelas untuk pemahaman sastra. siswa yang memiliki Mengetahui mana yang kompleks. Mei 2014 perbedaan prestasi belajar bahasa exploring the issue involved in complex social situation.3. Mengetahui kelompok siswa mana yang lebih Role baik terdapat pengaruh antara rendah. Role Play pembelajaran menguasai melalui adalah metode dengan bahan cara pelajaran pengembangan daya Role imajinasi dan penghayatan siswa.ac. Menurut pendapat menyatakan Adam Blatner (2009) menyatakan: bahwa Role Play adalah sejenis permainan gerak “Role Playing. (3) untuk mengetahui apakah isu-isu Role digunakan motivasi lebih dari terlibat dalam situasi sosial yang yang memiliki motivasi tinggi dengan siswa turunan mengeksplorasi perbedaan siswa atau sosiodrama adalah metode untuk prestasinya.Jill Hadfield (dalam Santoso.2. and even science”.fkip. 2011) beberapa siswa. is a method for yang 398 didalamnya ada tujuan. history. siswa minimal melibatkan kegiatan memberikan peran pada Pengembangan daya imajinasi dan penghayatan Play satu atau lebih anggota kelompok tersebut dan dengan cara memerankan tokoh memberikan partisipan tertentu dan dimainkan oleh oleh tujuan yang harussampaikan. . a derivative of a sociodrama.id Vol.uns. pengaruh Menurut pendapat Brown penggunaan metode pembelajaran (2001) menyatakan bahwa: Role Play dan Story Telling dengan motivasi dalam kaitannya dengan “Role-play minimally involves (a) giving a role to one or more members of a group and (b) assigning an objective or purpose that participants must accomplish”. It may be used for the training of professionals or in a classroom for the understanding of literature. baik sejarah.

3. 2). membagi tanpa sang 2007: Tellingmerupakan perlu anak. kelas dan memainkan peran orang lain (Basri Syamsu. suatu Story proses kreatifitas pada anak-anak yang 399 . dapat jawab Dapat dengan menghayati peristiwa yang berlangsung dengan mudah. Mei 2014 aturan dan sekaligus melibatkan tanggung unsur senang. 2000).ac. sebaik- dan (Asfandiyar. hal 393 – 414. Siswa melatih dirinya untuk wajah dan gerakan memahami dan lain-lain. Siswa akan berlatih tubuh.id Vol. Bakat yang terdapat pada siswa bergabung dapat dimensi waktu yang sama. buku. Play 8. dilakukan menggurui 5. Selain itu. Di dalam Story Telling dan mengingat isi bahan yang akan diperankan. No. berinisiatif dan berkreatif. 2. memungkinkan kelas menjadi dinamis dirinya seolah-olah berada di luar Story Telling atau mendongeng Role adalah aktivitas bercerita dengan play menurut Djamarah dan Zain menggunakan (2002) Media mempunyai dan penuh antusias. dipupuk diharapkan tumbuh bibit sehingga akanmuncul seni drama seni dan bercerita yang dapat menanamkan nilai-nilai pada anak yang baiknya.2. Kerjasama antar pemain dapat untuk yang atau sekolah. keterampilan 7. Bahasa lisan siswa dapat dibina menggunakan menjadi bahasa yang lebih baik bahasa Inggris. boneka. Siswa memperoleh kebiasaan dan tempat digunakan sebagai sarana untuk ditumbuhkan dan dibina dengan menerima dalam Story Tellingmerupakan sebuah dari 4.uns. ada elemen-elemen yang meliputi untuk cerita. pendengar/audiens 3. temannya. berupa manfaat sebagai berikut: wayang. gambar. Sangat beberapa berbagai tersebut bisa media. Role agar mudah dipahami orang lain.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal. ekspresi 1. pendongeng. para siswa situasi Dalam Role Play dikondisikan dengan tertentu untuk mempraktekkan berbicara dengan 6.fkip. sering kali sebagai suatu dimana siswa dimaksudkan bentuk aktivitas sehingga membayangkan menarik bagi siswa.

seni.uns. kehalusan sebagian besar anggota diskusi mengutamakan setuju bahwa pada umumnya Story kemampuan otak kiri tetapi juga Telling otak kanan. one of its purposes may be that of entertainment. with or without musical. Mei 2014 dalam senantiasa perkembangannya mengaktifkan mendengarkan. hanya aspek intelektual saja tetapi Dari juga aspek kepekaan. Elemen–elemen penting 400 . Dalam kegiatan penting karena dari proses inilah nilai nyata. No.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal. Pada penyerapan dari cerita saat proses Story pengetahuan yang disampaikan pendongeng kepada karena audiens. Proses inilah yang menjadi pengalaman seorang anak dan menjadi tugas gurulah untuk tetapi mereka juga mengoleksinya. ada cerita yang berada di tempat dan anak.id Vol.fkip. pendongeng adalah menampilkan dari menyenangkan menonton. as performed or led by one person before a live audience. emosi. tidak membaca.ac.3.2. the stories narrated may be spoken. Definisi ini lebih diterima oleh profesional pendengar. chanted. kesan pada saat bercerita. face. printed or mechanically recorded sources. biasanya sebagai berikut: saling berhadapan atau face to The art or craft of narration of stories in verse/ and or prose. dan lain sebagainya. or sung. daya berfantasi. pengalaman pesan Telling berlangsung terjadi sebuah menceritakan cerita-cerita tersebut berasal atau tersebut dapat disampaikan pada beberapa dari mereka tidak hanya itu Story Telling. proses bercerita menjadi sangat ahli para ahli cerita rakyat dan Cerita-cerita dan dimensi waktu yang sama. Dengan demikian poin dari storytelling pendongeng. and or other accompaniment and may be learned from oral. pictorial. hal 393 – 414. Anne Pellowski (1997) Story tentang Telling (Larkin:1997) menyatakan dan imajinasi anak yang bukan mendefinisikan diskusi bagaimana mendefinisikan Story budi. hanya sebuah didefinisikan sebagai sebuah seni berbagi cerita atau Telling pengalaman secara lisan.

Dalam proses memperoleh pelepasan emosional fiktif sesuai seseorang dan atau ketertarikan oleh (Asfandiyar 2007: 98). dan yaitu: kejujuran dalam bercerita. 1. bersimulasi baru. 3. dan . Boltman sebagai keinginan menggunakan dan meningkatkan keahlian berbahasa untuk Inggris.fkip.3. Lebih dalam siswa dan keinginan siswa untuk aspek-aspek (pengetahuan). anak-anak memperoleh pelepasan emosional melalui perkembangan kosakata. sosial. sosial. Story Telling memperkaya merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan kognitif (perasaan). seperti halnya orang pemahaman. Story Telling membantu pengalaman fiktif yang tidak pernah mereka alami dalam kehidupan Story Tellingternyata pengembangan menulis. 6. pengembangan membaca. Mei 2014 dalam Story Telling meliputi Story Telling dari berbagai sumber. melalui meningkatkan pandangan kognitif motivasi termasuk faktor seperti (2001) kebutuhan menambahkan beberapa manfaat beraktivitas. berpartisipasi belajar mengajar motivasi siswa yang kehidupan keinginan kegiatan tertentu. 2.id Vol. penggunaan perasaan. afektif Brown (2000: 145) menjelaskan aspek bahwa konatif (penghayatan) anak-anak. konatif (penghayatan) anak-anak.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal. dan afektif aspek Motivasi secara alami adalah melakukan Menurut Josette Frank yang dikutip untuk halnya orang dewasa. 4. seperti pengalaman memberikan kesenangan dan hiburan. No. anak-anak didefinisikan tidak pernah mereka alami dalam nyata. Story Telling mengembangkan Menurut Josette Frank yang keterampilan berbicara siswa. Story Telling aspek-aspek (pengetahuan). dan belajar. hal 393 – 414.ac. 7. Story Telling dewasa. kurikulum. lanjut. Story Telling mendukung nyata. pengetahuan 401 bereksplorasi. Story Tellingternyata merupakan salah satu cara yang mengembangkan kognitif efektif (perasaan).2. Story Telling membantu dikutip oleh (Asfandiyar 2007: 98). 5. cinta.uns.

disamping itu kebutuhan.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal. konsekuen belajar bahasa keefektifitasan bahasa oral (spoken yang paling sering digunakan oleh pemakai bahasa dalam kemampuan menggunakan sebuah sistem sebagai secara bahasa Berbicara didefinisikan sebagai adalah adalah language) merupakan kemampuan belajar bahasa Inggris.3. Sebagai contoh sistem. bunyi digunakan untuk oleh dapat Bahasa yang berkembang berdasarkan dalam pidato. Kemampuan salah Motivasi adalah semacam enam penggerak berbeda. pengetahuan. yang yang dimiliki. ada dan Inggris. kebutuhan berbicara penting dalam peningkatan yaitu adaptasi. utama mempunyai bahasa Pembelajar dan harga elemen sebagai sebuah prioritas untuk pembelajar psikologis.uns. suatu 402 bentuk debat.ac. No. ataupun percakapan. beragumentasi.fkip. Menurut Richard (2008:1). yaitu: manipulasi. mereka siswa tujuan bahasa secara ujaran yang berkomunikasi bahasa bahasa asing.id Vol. dan ego. Pembicaraan tersebut Bahasa lambang berkomunikasi diskusi. penguasaan kompetensi berbicara stimulasi.2. baik sebagainya. yaitu seperangkat aturan banyak pusat yang dipatuhi oleh pemakainya. hal 393 – 414. dan kontrol diri sendiri. eksplorasi. aktifitas. Mei 2014 peningkatan ego. retelling Pemakai dan bahasa . berdialog masyarakat pemakainya. dengan orang lain. rasa hirarki kebutuhan sayang kebutuhan Juga bahasa Inggris kedua maupun diri. sesuatu dengan tujuan agar dapat mencapai Inggris secara dalam maupun beberapa penghargaan dan penguatan yang mendorong dalam dari sering mengevaluasi kesuksesan aktualisasi diri. bahasa bahasa Kemampuan menggunakan melakukan dalam peran Inggris mereka. kebutuhan keamanan. satu komunikasi penggerak dari dalam yang terdiri dari integrasi lisan. kebugaran dengan tujuan mereka Bahasa sendiri berfungsi sebagai mendapatkan bentuk tubuh yang sarana komunikasi serta sebagai indah sarana orang pergi sesuai yang ke diharapkan untuk meningkatkan ego mereka. storytelling.

faktorial dilaksanakan kegiatan menegaskan ada adalah 2 x 2.id Vol. dari penyerahan pelaksanaan pembuatan memahaminya dan mengerti apa Hipotesis dan ini Menurut Suharsimi Arikunto adalah: (1990. perasaaanya. hasil ini tentang yang untuk mengetahui hasil. menyatakan 1. orang lain pikirannya agar dengan orang dapat dan penyerahan Jenis penelitian ini adalah eksperimen.2. No. Penelitian atau bukti-bukti meyakinkan 3. Terdapat perbedaan pengaruh kelompok pembanding yang tidak antara menerima perlakuan. Rancangan penelitian yang Penelitian ini dilaksanakan di yang variable tidaknya pengaruh atau hubungan METODOLOGI PENELITIAN 2013 pengaruh terhadap lain. Terdapat perbedaan pengaruh hal 272) bahwa eksperimen metode adalah prosedur antara metode pembelajaran Role penelitian yang dilakukan untuk Play dengan Story Telling terhadap mengungkapkan hubungan sebab prestasi akibat antara kelompok yang diberi belajar keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa.uns. Mei 2014 menggunakan bahasa oral untuk penyusunan menyatakan proposal. yang diutarakan.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal. Tidak ada perbedaan pengaruh antara menyelidiki pembelajaran dan motivasi siswa.ac. dimana berbicara bahasa Inggris. perlakuan dengan satu atau lebih 2. rancangan dengan dua variabel bebas. yaitu dua jenis selama 5 bulan. metode satu pembelajaran dengan motivasi rendah terhadap prestasi belajar keterampilan variable Melakukan adalah mengadakan kelas VIII di lima SMP di wilayah yang digunakan Kecamatan Kota Kabupaten Kudus. penelitian serta laporan. mulai bulan Mei metode 2013 sampai dengan September dimulai eksperimen antar variabel yang diteliti. Metode eksperimen bertujuan antara motivasi tinggi dengan motivasi rendah terhadap prestasi belajar untuk keterampilan mendapatkan berbicara bahasa Inggris. serta satu variabel dari 403 .fkip.3. hal 393 – 414. keinginannya.

harus keterbacaan mengecek instrumen. yaitu mengemukakan bahwa metode tes peneliti dan dua orang lain yang adalah menguasai bagaimana menilai tes yang cara (2003: Untuk pengumpulan data menghadapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan atau suruhan-suruhan penelitian. diajar menggunakan Role Play dan skor yang lebih obyektif. peneliti dilakukan Inggris Tes melalui yang judge berbicara skor analisa. yaitu keterampilan peneliti berbicara bahasa Inggris. Tes Populasi dari penelitian ini keterbacaan atau readability test adalah lima SMP Negeri di wilayah adalah untuk mengetahui tingkat Kecamatan Kota Kabupaten Kudus. keterampilan Budiono mendapatkan berbicara hasil siswa 54) dilakukan oleh tiga orang. hal 393 – 414. peneliti terlebih diadakan pemilihan sampel secara dahulu menerapkan instrumen tes random terpilihlah SMP 2 Kudus berbicara sebagai kelas eksperimen dan SMP Kemudian 1 Kudus sebagai kelas kontrol.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal.3. Sebelum dimana lima elemen keterampilan melakukan tes berbicara lisan tersebut. menggunakan tes lisan. tingkat Dengan keterbacaan. siswa. Peneliti .ac. Mei 2014 terikat.2. 404 diberi skor. (inter-rater technique) dalam hal ini mereka adalah guru- subjek Untuk berbicara berbicara guru bahasa bertindak sebagai colaborator. pemahaman Dalam teknik pengumpulan pada pertanyaan untuk mengetahui tingkat motivasi dengan siswa dan memeriksa Tes berbicara untuk mendapatkan data keterampilan berbicara untuk mengecek peneliti beberapa yang tes ujicoba.uns. keterbacaan tes berbicara yang Teknik Pengambilan Sample adalah telah dengan diterapkan menggunakan Cluster ditetapkan di sebelum kelas eksperimen Random Sampling dimana setelah dan kelas kontrol. data kepada mendapatkan kompetensi keterampilan siswa.id Vol. nilai peneliti akan mengetahui apakah yang isi tes terlalu mudah atau terlalu diperoleh siswa setelah mereka sulit. membagikan data Peneliti menggunakan angket kelas daftar berhubungan berbicara. No. penilaian Story Telling.fkip..

pengumpulan adalah data (dengan uji Bartlet) tertulis (Budiono. No.ac. terhadap suatu indikator soal yang meliputi Pronunciation.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal.fkip.05. Content Untuk dengan range skor 1-4. Metode mandiri memenuhi asumsi dalam teknik ANAVA atau sebelum cara dilanjutkan ke uji hipotesis. angket maupun akibat- variabel terikat. Mei 2014 mendesain skala meliputi lima analisa yang kategori dan (2000:395) analisis mengatakan varians bahwa adalah metode deskripsi dari empat level yang statistik yang menganalisis akibat- berbeda pada setiap kategori. Hasil terlebih dilakukan pada di kelas diterapkan eksperimen dan Dalam penelitian angket digunakan memperoleh data metode di uji Role normalitas yang Siswa dengan Play pada dengan Motivasi tinggi siswa diperoleh kelas nilai Lo = 0.127 nilai tersebut lebih ini kecil dari angka batas penolakan untuk pada taraf signifikansi 5% yaitu mengenai 0. sehingga dapat disimpulkan motivasi siswa.3. dan uji Homogenitas responden. hal.id Vol. 2008 : 61). Fluency.2. 2003. Grammar. Untuk mengecek validitas dan instrumen reabilitas angket ini dahulu diujicobakan ujicoba sebelum kelas kontrol.uns. hal 393 – 414. Ke akibat empat kategori tersebut kemudian akibat interaktif dari dua variabel menjadi bebas atau lebih. angket.47). Angket yang digunakan oleh HASIL peneliti berjumlah 45 soal dengan PENELITIAN DAN PEMBAHASAN range skor 1-4. 2005 : 261). signifikansi α = 0.224. data Prestasi belajar Siswa dengan Untuk menganalisis data dalam metode penelitian ini dipergunakan teknik dengan analisis varians (Anava) pada taraf berdistribusi normal. Vocabulary. tertulis kepada subjek penelitian. Karlinger 405 Role Play pada motivasi siswa tinggi . atau sumber data dan Varians jawabannya diberikan pula secara (Sudjana. maka melalui dilakukan uji normalitas (dengan pengajuan pertanyaan-pertanyaan uji Chi Kuadrat ( 2)) (Sugiyono.

ac. Taraf belajar Siswa dengan metode Story signifikansi yang digunakan adalah Telling pada siswa dengan Motivasi adalah 95% (α = 0.101.fkip.54 sedangkan harga χ2 tabel = 7. Hasil dilakukan uji pada populasi yang homogen.224. Prestasi karena penolakan signifikansi pada 5% belajar yaitu Siswa dengan χ2hitung<χ2 nilai tabel . item nilai tersebut lebih kecil dari angka yang diberikan kepada responden/siswa anggota sampel 406 .118.3.224. batas taraf diperoleh nilai χ2hitung sebesar = 0.id Vol. No.05). penolakan signifikansi pada 5% yaitu taraf 0. tinggi diperoleh nilai Lo = 0. metode Story Telling pada siswa sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan setiap kelompok memiliki varians Motivasi tinggi berdistribusi normal.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal.05. 4. Uji belajar homogenitas dilakukan mengetahui apakah Prestasi belajar populasi-populasi metode Role dengan Play pada siswa Motivasi dilakukan uji rendah normalitas pada data penelitian mempunyai variansi yang sama (homogen) berdistribusi normal. Hasil rendah ini untuk dengan dengan Motivasi sehingga dapat disimpulkan data Siswa Siswa yang Prestasi atau tidak.2. normalitas data yang Motivasi Prestasi Data motivasi belajar siswa belajar Siswa dengan metode Story diperoleh Telling pada siswa dengan Motivasi dari hasil angket motivasi belajar yang berjumlah 45 rendah diperoleh nilai Lo = 0. Untuk menguji homogenitas varians populasi dilakukan dengan mengadakan uji Bartlet . hal 393 – 414.142.uns.81 sehingga dapat disimpulkan data pada taraf signifikansi α = 0. metode Story Telling pada siswa nilai tersebut lebih kecil dari angka dengan batas berdistribusi normal. Berdasarkan hasil perhitungan uji nilai tersebut lebih kecil dari angka homogenitas dengan uji Bartlet. Mei 2014 Hasil dilakukan uji normalitas pada data yang batas Prestasi penolakan signifikansi pada 5% yaitu taraf 0.224 belajar Siswa dengan metode Role sehingga dapat disimpulkan data Play pada siswa dengan Motivasi Prestasi rendah diperoleh nilai Lo = 0.

53 407 dengan motivasi jumlah skor . Sedangkan mempunyai motivasi belajar yang pada tergolong rendah dan 14 siswa rendah lainnya 2102 rata-rata 77. Dari Inggris 27 tinggi siswa dalam kelas Kontrol siswa dengan motivasi menunjukkan jumlah skor dengan metode Story Telling 2475 dengan rata-rata 88.55.uns. Data dalam Prestasi belajar keterampilan berbicara kelas Eksperimen dengan metode bahasa Inggris antara Siswa Role Play terdapat 14 siswa yang dengan Motivasi Tinggi dan mempunyai motivasi belajar yang Rendah tergolong rendah dan 14 siswa Data hasil prestasi belajar lainnya keterampilan berbicara bahasa mempunyai motivasi belajar yang tergolong tinggi. Berdasarkan data hasil penelitian diketahui dari 28 siswa Story Telling diperoleh b.39. dengan menggunakan T skor Prestasi belajar berbicara bahasa Inggris dikelompokkan motivasi Story Telling keterampilan Kontrol.3. Sedangkan (< 50) termasuk dalam kategori hasil prestasi belajar siswa dengan motivasi rendah dan siswa dengan metode skor lebih dari 50 (>50) termasuk jumlah skor 2200 dengan rata-rata dalam 81. sampel diperoleh deviasi 6.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal.88 dan standar deviasi 5.98.88 dan siswa dengan skor kurang dari 50 standar deviasi 9.85 dan standar mempunyai motivasi belajar yang tergolong tinggi. Data Hasil Metode Role Play dengan Telling. kategori dan dan Metode untuk dan kelas tersebut menjadi kelas responden Eksperimen responden Data metode Data hasil prestasi belajar siswa dengan di mana Role Play menunjukkan jumlah skor 2377 dengan metode rata-rata 84. hal 393 – 414.id Vol. kategori motivasi tinggi.ac. No. Story masing-masing sebanyak kelas 28 untuk dua tinggi Terhadap 27 rendah.2. Mei 2014 pada kelas Eksperimen dengan Prestasi Belajar Keterampilan menggunakan Role Play dan kelas Berbicara Bahasa Inggris Kontrol a.fkip.39 dan terdapat 13 siswa yang standar deviasi 5.

Mei 2014 c. Rangkuman hasil uji Two- diperoleh Way Anova 408 .3. Data Prestasi keterampilan bahasa belajar rata-rata 84. prestasi belajar siswa pada siswa dengan metode Story Telling pada siswa motivasi tinggi Tabel 1.uns.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal. hal 393 – 414.fkip. Data hasil pada sampel penelitan mempunyai variansi yang homogen.64 dan pada sampel berbicara dengan motivasi rendah diperoleh Inggris antara rata-rata sebesar 78.id Vol. setelah diketahui bahwa data pada siswa dengan metode Role hasil Play keterampilan dengan penelitian motivasi tinggi tes Prestasi belajar berbicara bahasa menunjukkan rata-rata skor 92.ac.08.2. Metode Role Play dan Story Pembahasan Telling Uji dengan pada Kelas Sampel Motivasi tinggi dan hipotesis menggunakan Motivasi rendah analisis Two-Way Anova dengan formulasi anova 2 x Data hasil prestasi belajar siswa 2.14 Inggris sedangkan mempunyai distribusi yang normal motivasi sampel rendah rata-rata skor dengan menunjukkan dan 77. No.62.

027).3.02 Signifikan belajar Interaks 236.32 1 236.05 baik daripada 4.345 7 4.2. berikut adalah diambil hipotesis kesimpulan nol yang bahwa menyatakan penjelasan dari ketiga hipotesis bahwa ”siswa yang diajar dengan penelitian : menggunakan metode pembelajaran Role Play memiliki Hipotesis Pertama: Perbandingan antara Role Play dan Metode prestasi belajar yang tidak lebih Metode baik daripada Story Telling. Hasil perhitungan ANOVA siswa yang diajar dengan menggunakan Telling” ditolak.ac.7 menyatakan bahwa” Siswa yang menunjukkan bahwa harga Fh = diajar 51.85 1 8 158.uns.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol.id Ft Keteranga Motivasi 1530. diperoleh harga sebesar dengan menggunakan siswa yang diajar Dengan demikian harga F dengan menggunakan hitung lebih besar dari F tabel Telling” diterima.512 sedangkan Ft dengan dk = metode pembelajaran Role Play (1) (52) pada taraf signifikansi = memiliki prestasi belajar yang lebih 0.02 n Signifikan Siswa Metode 8 158.29 8 Berdasarkan hasil penelitian dan (51.02 Signifikan i 7 (Motiva si x metode belajar) Galat 1530.8 51.027. hal 393 – 414.85 2 5.51 4. 409 Story karena . sehingga dapat pengujian hipotesis.512 > 4.3 52 510.8 3 Total 8 1545.8 1 1530. Mei 2014 Sumber JK Dk RK Fh ISSN: 2354-6441 http://jurnal.952 7 4. No.32 7.fkip. hipotesis Story Sebaliknya alternatif yang seperti tampak pada tabel 4.

345.027. terbukti motivasi karena dalam . karena bahwa siswa yang diajar dengan berbicara 52. sehingga nol Hipotesis Kedua: Perbandingan antara dan dapat diambil kesimpulan bahwa Inggris lebih baik daripada siswa bahasa dan Fh itung = 4. ini kemudian Ftabel dengan pembelajaran Role Play memiliki prestasi belajar berbicara bahasa Inggris sebesar 84. Hal ini juga dapat mean kelompok menggunakan Fh itung jalan. bahasa lebih baik siswa yang memiliki ditolak. 1 signifikansi 0.2.05 diperoleh Dengan demikian hal ini berarti Play = = Telling dengan rata-rata sebesar 81.ac. Role DK pembilang dengan memiliki motivasi prestasi yang rendah keterampilan kebenarannya bahasa Inggris digunakan analisis varians 410 berbicara tinggi belajar bahasa lebih baik daripada rendah terhadap prestasi belajar berbicara motivasi memiliki "diterima. hal 393 – 414. metode perhitungan dikonsultasikan = 5. diperoleh yang Hasil responden pada siswa yang diajar dengan Berdasarkan hasil perhitungan analisis varians dua ditunjukkan dengan perbandingan antara way. alternatif yang menyatakan bahwa "Siswa Untuk menguji Hipotesis yang yang memiliki menyatakan siswa yang memiliki memiliki motivasi tinggi memiliki prestasi keterampilan belajar yang lebih baik daripada Inggrisyang siswa siswa yang Ftabel menyatakan Inggris tinggi Ftabel > memiliki memiliki prestasi keterampilan yang yang keterampilan siswa taraf 4.fkip. Mei 2014 kebenarannya terbukti dalam two penelitian ini.88 lebih baik DK penyebut daripada siswa yang diajar dengan menggunakan Story memiliki prestasi keterampilan berbicara bahasa atau 5.3.id Vol.027.uns. "Siswa tinggi Inggris motivasi yang belajar belajar berbicara yang tidak memiliki motivasi rendah" Sebaliknya hipotesis dan motivasi prestasi daripada rendah.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal.345 > hipotesis yang diajar dengan Story telling. No.48.

kaitannya dengan prestasi belajar varians two way. digunakan analisis dikonsultasikan Inggris interaksi interaksi antara metode pembelajaran dan jalan.05 diperoleh 88.85. hal 393 – 414.952. Hasil 4. Dengan demikian hal ini berarti bahwa siswa yang dan Story Telling dengan motivasi Interaksi belajar pembelajaran bahasa Ketiga: metode yang Untuk menguji hipotesis yang menyatakan terdapat belajar terhadap keterampilan "ada metode motivasi dalam keterampilan berbicara bahasa Inggris diterima.027.952 > tidak ada interaksi penggunaan bahasa Inggris lebih baik daripada antara Ftabel hipotesis nol yang menyataka " berbicara memiliki taraf dapat diambil kesimpulan bahwa memiliki motivasi tinggi memiliki yang Fh itung = 7.952. karena " terbukti dalam penelitian ini.3.id Vol.uns. Berdasarkan hasil perhitungan hipotesis Telling dengan hasil berbicara Fh itung " berbicara pembelajaran Role Play dan Story bahasa Inggris. motivasi 7. tinggi diperoleh hasil rata-rata sebesar prestasi = penggunaan pembelajaran Ftabel bahwa dengan ada metode motivasi dalam kaitannya dengan prestasi 411 .ac. No.39 lebih baik daripada rata-rata keterampilan 52. sehingga dalam kaitannya dengan prestasi Hipotesis belajar Ftabel metode pembelajaran Role Play motivasi rendah.2.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal. disimpulkan interaksi kemudian dengan alternatif bahwa penggunaan kebenarannya perhitungan analisis varians dua ini menyatakan ditolak. Mei 2014 penelitian ini.fkip. diperoleh keterampilan Sebaliknya dan motivasi. Hal ini juga dapat DK pembilang dengan = 1 dan ditunjukkan dengan perbandingan DK penye but antara rata-rata kelompok siswa dengan tingkat motivasi rendah yang diperoleh rata-rata atau sebesar 77. Dari uraian di atas dapat = 7. karena kelompok dengan tingkat motivasi siswa dan signifikansi 0.

id Vol.fkip. dan belajar berbicara pada bahasa kelas Kontrol dengan metode Story kelas kontrol dengan metode Story Prestasi berbicara antara dengan bahasa Eksperimen Role belajar mempunyai motivasi belajar tinggi belajar keterampilan prestasi Inggris yang prestasi keterampilan yang keterampilan disimpulkan sebagai berikut : Telling. Berdasarkan simpulan impilkasi yang saran belajar yang dapat penulis kemukakan. Terdapat yang Eksperimen Prestasi Inggris mengunakan metode metode keterampilan metode pembelajaran Role Play menggunakan siswa kelas Telling.ac. Terdapat motivasi siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran di yang kelas agar dapat meningkatkan belajar keterampilan belajar berbahasa Inggris mereka dan mendapatkan prestasi bahasa bahasa Inggris yang lebih bagus. Berdasarkan 3. Mei 2014 belajar keterampilan berbicara mempunyai bahasa Inggris. Terdapat analisis perbedaan berbicara Inggris pada kelas dengan metode dan Play Inggris dengan pada signifikan prestasi keterampilan berbicara Role Story mempunyai rendah. hal 393 – 414. motivasi Prestasi keterampilan Inggris siswa berbicara pada siswa dan belajar bahasa mengunakan dengan baik dibandingkan menggunakan Play pada motivasi siswa metode dengan motivasi rendah.2. perbedaan Role metode pembelajaran Story Telling bahasa lebih baik dibandingkan dengan 2. diantaranya : bahasa 1.3. perbedaan signifikan dan pembahasan uji hipotesis dapat signifikan belajar rendah.uns. No. Saran Bagi Siswa Hendaknya mempunyai motivasi belajar tinggi kelompok siswa dengan Inggris pada kelompok siswa yang dan Play berbicara dengan rendah lebih Telling.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441 http://jurnal. yang Dengan mempunyai motivasi belajar tinggi menggunakan metode Role Play diharapkan siswa dapat lebih baik dibandingkan siswa yang meningkat prestasinya dan mampu 412 . SIMPULAN DAN SARAN 1.

No.uns.3. Saran Bagi Guru Mata Pelajaran Hendaknya guru dapat menentukan metode pembelajaran yang tepat dan dapat memberikan dorongan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Mei 2014 berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan baik dan lancar.2.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol.fkip.id . 3. 2.ac. Saran Bagi Peneliti Lain Peneliti berharap dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan memperdalam memperluas lingkup dan penelitian dengan mengembangkan metode pembelajaran yang lainnya yang lebih inovatif mempertimbangkan dan variabel bebas lainnya yang mempengaruhi prestasi belajar siswa 413 ISSN: 2354-6441 http://jurnal. hal 393 – 414.

J. Yatim. Language Assessment: Principles and Classroom Practices. Tes Prestasi. Jack C.Diakse s dari http://www.ac. Role Playing. 1977. 2003. Jakarta: Prenada Media Djamarah. Philadelphia: Multilingual matters Ltd. Andi Yudha.org//wiki//Ro leplaying diunduh 1 Juni 2013. AddisonWesley Publishing Company Boltman. Inc. PP.1993. hal 393 – 414. Broker Brown. Michael.uns.K. National StorytellingAsssociation.psu. 2011. Bygate. No.2. The World of Storytelling.id Hadfield. M.net/net/roo s/st_defn htm Asfandiyar. 2005.1992. 414 . http://en.1991.edo/ 563253. M. 2001. Blatner. Statistik Untuk Penelitian. Budiyono. 2008. 2007. Rumus dan Data dalam Analisis statistika. 1996.110113. Language Learning and Teaching: Issue and Trends. New Jersey: PearsoN Education. Surakarta: Sebelas Maret University Press. 2000. H. New York: R. Byram (ed.wikipedia. Universitas Negeri MalangP. Angela. Sardiman. Fungsi Pengembangan dan Pengukuran Prestasi Belajar.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol. Cara Pintar Mendongeng. 2008.http://itiseer. Fluency and Accuracy: toward balance in language Teaching and Learning. Hammerly. Interaksi dan motivasi Belajar Mengajar. Syaiful Bahri dan Aswan Zain.A. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Adam. Jakarta: Mizan.) Routledge Encyclopedia of language Teaching and Learning. Clevedon. Richards. and Rodgers Theodore S. Children’s Storytelling Technologies: Differences inEllaboration and Recall. 2009. 1997. Strategi Belajar Mengajar Jakarta: Rineka Cipta Saifudin Azwar. Paradigma Baru Pembelajaran. Approaches and Methods in Language Teaching. London: Routledge Riyanto. 2010. M. Jakarta: PT. AM. Second Edition. Suharsimi.Classroom Dynamics.1st. Speaking. Authentic Assesment for English Language Learners: Practical Approaches for Teachers. Bandung: Alfabeta. 2003.html Pellowski.H Douglas.fkip. Raja Grafindo Persada. C. Melbourne: Cambridge University Press. Mei 2014 Jill DAFTAR PUSTAKA Arikunto. 2002. Oxford: OUP Resource Books for Teachers Larkin. Riduwan & Akdon. ISSN: 2354-6441 http://jurnal.3.eldrbarry. O’Malley. Anne.

2. Ur. Metode Penelitian Pendidikan.fkip.JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol. Mei 2014 ISSN: 2354-6441 http://jurnal. Bandung: Tarsito. 415 Penny. Sudjana.id Sugiyono. A Course in Language teaching Practice and Theory. 2005. . 2010. 2008. Bandung: CV Alfabeta Slameto. hal 393 – 414. 1997.ac. Melbourne: Cambridge University Press.3. Metode Statistik. No. Jakarta: Rineka Cipta.uns. Belajar & FaktorFaktor Yang Mempengaruhi.