You are on page 1of 5

Nama : Aziz’s Nurulhuda

NIM

: 131411123068

Kelas : B.17 AJ-2

Resume T-3 dan T-4

Advokasi dalam Promosi Kesehatan
A. Pengertian
Suatu usaha sistematik & terorganisasir untuk mempegaruhi dan mendesak terjadinya
perubahan dalam kebijakan publik secara bertahap maju & semakin baik.
Bukan revolusi, lebih merupakan suatu usaha perubahan sosial melalui semua saluran dan
piranti demokrasi perwakilan, proses-proses politik & legislasi yang terdapat dalam sistem
yang berlaku

B. Peran Komunitas Dalam Advokasi
1.
2.
3.
4.
5.

Jelas
Benar
Kongkret
Lengkap
Ringkas

6. Meyakinkan
7. Konsektual
8. Berani
9. Hati-hati
10. Sopan

C. Metode dan Teknik Advokasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Lobi politik
Seminar, Presentasi
Media
Perkumpulan
Lobi
Negoisasi
Mediasi

D. Unsur-unsur Advokasi
1.
2.
3.
4.
5.

Penetapan Tujuan
Pemanfaatan riset untuk advokasi
Identifikasi khalayak
Pengembangan pesan
Penyampaian pesan

8. Dialog
9. Petisi-Resolosi
10. Mobilisasi
11. Seminar
12. Jajak pendapat
13. Debat
14. Selebaran kel peduli

festifal. MOU. event olah raga. fatwa. naskah kerjasama bidang kesmas. himbauan. Adanya peningkatan anggaran untuk kegiatan sikda. email. Secara langsung: komunikasi langsung dalam rapat. telekonferensi. sistem pembiayaan. Pesan harus menyentuh akal dan rasa. sekutu/kelompok F. reuni. manajemen SDM. pelaksanaan dalam bidang kesehatan masyarakat 5. Presentasi persuasif 8. manajemen strategik dari DPRD dan direalisasikan di APBD tahunan 3. 2. sederhana & jelas serta relevan 3. Dana 9. pertemuan keluarga dll. konferensi. Pesan harus mendorong penentu kebijakan untuk bertindak G. keluarga. Penempatan Advokasi Tatanan formal : rapat. Perubahan kebijakan. Pesan harus konsisten 6. P2KT. Buatlah pesan yang mudah. intruksi. Perbaikan status kesehatan masyarakat (jangka panjang) Pemberdayaan Promosi Kesehatan A. dll Secara tdk langsung: komunikasi melalui kolega. pemantauan & penilaian antar DPRD dan Pemda 4. Kembangkan satu isu/ide 2. Pengertian . Evaluasi E. Indikator Keberhasilan Advokasi 1. surat edaran. semiloka. fax. Adanya SK. seminar.6. membangkitkan kebutuhan nyata 7. telepon. Kriteria Pesan Advokasi 1. Tindakan yang dilakukan harus memberi keuntungan bagi penentu kebijakan 5. teman. Membangun koalisi 7. Pesan dapat dipercaya (data dan fakta akurat) 4. Tatanan informal : pertemuan umum dan khusus. di rumah. arisan. surat. kesepakatan/kebulatan tekad. Adanya jadwal koordinasi (termasuk pertemuan reguler/teratur).

Misalnya : Sampah yang menumpuk. dimana penyelesaian masalah menggunakan birokrasi. Model Pemberdayaan Masyarakat 1. Kelompok masyarakat dengan kebutuhan khusus kesehatan (Ibu. Organisasi masyarakat (LSM. 7. 2.dll). Social Planning Prinsip : Hanya para ahli yang terlibat dalam mengidentifikasi. Localty Develompent Prinsip : Masyarakat terlibat langsung. 4. Menimbulkan kemampuan masy untuk mendukung terwujudnya tindakan / perilaku sehat D. Masyarakat umum di desa (kelurahan).Suatu proses pemberian dukungan yang terus-menerus dalam hal mendidik masyarakat sehingga mereka mampu untuk mengidentifikasi masalahnya (esp. berpartisipasi aktif menyelesaikan masalah dan mengembangkan ketrampilan individu/ kelompok dalam pemecahan masalah secara mandiri. 2. kelompok. Tujuan Pemberdayaan Promosi Kesehatan 1. dll). 5. Balita. secara mandiri dan gotong-royong. baik formal maupun informal. melayani sendiri. pengetahuan. Peran Perawat : Pendukung. di kota dan di pemukiman khusus C. Lansia. fasilitator dan educator.kesehatan). B. & masy. 6. 3. Keluarga. Remaja. Sasaran Utama Pemberdayaan Promosi Kesehatan 1. menyusun prioritas & melakukan upaya-upaya untuk menyelesaikan masalahnya tersebut dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia. & pemahaman akan kes individu. Peran Perawat : . TOMA. 3. 2. memprioritaskan dan menyelesaikan masalah. Menimbulkan kemauan yg merupakan kecenderungan utk melakukan suatu tindakan atau sikap untuk meningkatkan kes mereka. Menumbuhkan kesadaran.

3. 5. Misalnya. Tahap Pemberdayaan Komunitas 1. Community Fund: Dana sehat atau Jaminan Pemeliharaan Kes Masy (JPKM) yg dikembangkan dengan prinsip gotong royong sebagai salah satu prinsip pemberdayaan masy. Menjalin kemitraan. Misalnya. Menumbuhkembangkan potensi masy. Fase Akhir F. Mengembangkan gotong-royong masy. 2. menganalisa & melaksana-kan program. dan lainnnya merupakan potensi yang dapat dijadikan mitra kerja dalam upaya pemberdayaan masy 3. Camat. Fase Edukasi dan Latihan 4. kepala adat. 4. lurah. 2. majlis taklim. Desentralisasi. Menggali kontribusi masy. Fase Pengorganisasian 3. karang taruna. dengan mengangkat isu-isu aktual. pengumpul data. ustad. Fase Kordinasi Intersektoral 6. Prinsip Empowerment 1. E. Social Action Prinsip : Menggunakan konfrontasi antara masyarakat korban dgn pengambil keputusan sebagai teknik penyelesaian masalah. Fase Persiapan 2. penggerak dan negosiator Fokus : Tujuan tercapai. desa dekat kali penghasil pasir . Community leader: petugas kesehatan melakukan pendekatan kepada tokoh masy atau pemimpin terlebih dahulu.Fasilitator. Ciri Empowerment 1. G. Fokus : Mencari cara penyelesaian masalah yang cepat. 4. Fase Formasi Kepemimpinan 5. dan sebagainya. 3. Community organization: organisasi seperti PKK. Community material : setiap daerah memiliki potensi tersendiri yg dapat digunakan untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan. Peran Perawat : Aktivis.

Outcome dari empowerment mempunyai kontribusi dalam menurunkan angka kesakitan. Proses. Community knowledge: pemberdayaan bertujuan meningkatkan pengetahuan masy dengan berbagai penkes yang menggunakan pendekatan community based health education. angka kematian. meliputi SDM. Output. dilaksanakan. dana. dan angka kelahiran serta meningkatkan status gizi masy. meliputi jumlah dan jenis usaha kes yg bersumber daya masy. dan pertemuan-pertemuan yg dilaksanakan 4. Input.memiliki potensi untuk melakukan pengerasan jalan untuk memudahkan akses ke puskesmas 5. dan meningkatnya fasilitas umum di masy. jumlah anggota keluarga yg memiliki usaha meningkatkan pendapatan keluarga. 5. Indikator Hasil Empowerment 1. 6. bahan-bahan. dan alat-alat yg mendukung kegiatan empowermen 2. jumlah masy yg telah meningkatkan pengetahuan & perilakunya tentang kes. . jumlah tokoh masy yg terlibat. Community technology: teknologi sederhana di komunitas dapat digunakan untuk pengembangan program kes misalnya penyaringan air dengan pasir atau arang H. meliputi jumlah penyuluhan yg dilaksanakan. frekuensi pelatihan yg 3.