You are on page 1of 34

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

by : WS
ASKEP KELUARGA
KELUARGA
adalah unit terkecil masyarakat, terdiri dari suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau
ibu dan anaknya. (uu. No 10, 1992)
adalah kumpulan dua orang / lebih hidup bersama dg keterikatan aturan dan emosional, dan
setiap individu punya peran masing-masing (friedman 1998)
adalah unit terkecil masyarakat, terdiri dari suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau
ibu dan anaknya. (uu. No 10, 1992)
adalah kumpulan dua orang / lebih hidup bersama dg keterikatan aturan dan emosional, dan
setiap individu punya peran masing-masing (friedman 1998)
Kesimpulan :
- unit terkecil dari masy
- dua orang / lebih
- ikatan perkawinan dan

pertalian darah

- hidup dalam satu rumah

tangga

- asuhan kepala rt
- berinteraksi
- punya peran masing2
- pertahankan suatu

CIRI-CIRI KLG :
1. Diikat tali perkawinan
2. Ada hub darah

budaya

3. Ada ikatan batin
4. Tanggung jawab masing –masing
5. Ada penagmbil keputusan
6. Kerjasama
7. Interaksi
8. Tinggal dalam suatu rumah

STRUKTUR :
1. Struktur peran klg, formal dan informal
2. Nilai/norma klg, norma yg diyakini oleh klg. Berhub. Dg kesehatan
3. Pola komunikasi klg, bgm komunikasi ortu-anak, ayah ibu, & anggota lain
4. Struktur kek. Klg, kemamp. Mempengaruhi dan mengendalikan orlain. U/ kesehatan

CIRI –CIRI STRUKTUR KLG :
1. Terorganisasi , bergantung satu sama lain
2. Ada keterbatasan ,
3. Perbedaan dan kekhususan, peran dan fungsi masing-masing

STRUKTUR KELUARGA (IKATAN DARAH) :
1. Patrilineal, klg sedarah
terdiri sanak saudara
dimana hub. Itu berasal dari jalur
ayah

sedarah dlm beberapa generasi ,

2. Matrilineal, klg sedarah
terdiri sanak saudara
dimana hub. Itu berasal dari jalur
ibu

sedarah dlm beberapa generasi ,

3. Matrilokal, suami istri tinggal pada klg sedarah istri

4. Patrilokal, suami istri tinggal pada klg sedarah suami
5. Klg kawinan, hub. Suami istri sebagai dasar bagi pembinaan klg dan sanak saudara baik
dari pihak suami dan istri

PEMEGANG KEKUASAAN
Patriakal, dominan dipihak ayah
Matriakal, dominan di pihak ibu
Equalitarian , ayah dan ibu

PERANAN KELUARGA :
1. Peranan ayah, pencari nafkah, prndidik, pelindung, rasa aman, sbg kk, anggota masy
2. Peranan ibu, mengurus rt, pengasuh/pendidik anak, pencari nafkah tambahan, anggota
masy
3. Peran anak, peran psikososial sesuai tk perkemb. Baik mental fisik sosial dan spiritual.

TYPE KELUARGA (SCR TRADISIONAL)
1. Keluarga inti (nuclear family) terdiri: ayah , ibu dan anaknya dari keturunannya atau
adopsi
2. Keluarga besar (extended family) keluarga inti + anggota klg lain yg masih ada hub.
Darah. (kakek, nenek , paman, bibi)

TYPE KELUARGA (SCR TRADISIONAL)
1. Keluarga inti (nuclear family) terdiri: ayah , ibu dan anaknya dari keturunannya atau
adopsi

Klg dg anak remaja . Darah. Seksual 1. Klg dg anak usia sekolah . hub. paman.bina hub. Klg dg anak usia pra sekolah . Dg anak baru lahir .membina hub.mendiskusikan rencana dan kelompok sosial punya anak 1.mempertahankan hub yg sehat klg intern dan luar .adaptasi klg baru .2.mempertahankan keintiman pasangan . Anak 4. (kakek. Yg meningkat 5. interaksi klg. rasa aman bersosialisasi . Intim .pembag tanggung jawab . nenek . Klg.memenuhi kebut.ulasi perkemb. Keluarga besar (extended family) keluarga inti + anggota klg lain yg masih ada hub. dg klg lain: teman . Keluarga baru menikah .persiapan mjd ortu .memberikan kebebasan seimbang dan bertanggug jawab . Anggota .memenuhi kebut.kegiatan u/ sti. bibi) TUGAS PERKEMBANGAN SESUAI DENGAN TAHAP PERKEMBANGAN (DUVAL) (SOCIOLOGICAL PERSPECTIVE) 1.membantu sosialisasi anak dg lingk luar .membantu anak u/ klg : rumah.

persiapan perub. Sistem peran 6.kek. Intim dg klg . debat. Keluarga usia tua .penghasilan pasangan masa lalu 8.meningkatkan keakraban usia pertengahan pasangan 8..pasangan.penghasilan .anaknya dan sebaya . .komunikasi terbuka : hindari. Klg usia pertengahan . . Klg mulai melepas anak sebagai dewasa .penataan kembali peran ortu 7.pertahnakan keintiman pasanagan .pertahankan keakraban .perluas jar. Individu dan pasangan .hub.pertahankan suasana saling menyenangkan -adapatasi perubahan : kehil.melakukan life review Fisik.melakukan life review pasangan masa lalu Fisik.mempertahankan hub. Keluarga usia tua . Klg dari klg inti ke extended .pertahankan keakraban .pertahankan suasana saling menyenangkan -adapatasi perubahan : kehil.pertahankan keseh.pasangan. Serasi dan memuaskan dg anak.mabantu anak u/ mandiri sbg klg baru .kek. permusuhan .

interaksi lingk. PRASEJATERA.pakain berbeda tiap keperluan . ber kb.KELOMPOK KLG. belum dapat memenuhi salah satu /lebih kesehatan atau klg indikator ks tahap i 1. sandang.kesehatan (idem) . pendidikan.daging/ telur minimal 1 kali seminggu kesarana keseh.makan 2 kali sehari . . kb. KS II indikator .ibadah (anggota klg) sesui agama .lantai bukan tanah .ibadah sesuai agama . belum dpt memenuhi kebut dasar minimal : pengajaran agama. Dasar 1. Dasar scr minimal. papan. indikator : .kesehatan : anak sakit.makan 2 kali sehari . KELUARGA SEJAHTRA (KS I) telah dapat memenuhi kebut. pus dibawa 3. tetapi blm dapat sosial psikologis. pangan.lantai bukan tanah .pakaian berbeda .belum dapat menabung . DI INDONESIA Berdasar sosek dan kebut.

KS III indikator : - belum berkontribusi pd masyarakat - ibadah sesuai agama - pakain berbeda tiap - lantai bukan tanah - kesehatan idem - anggota melaks.Anak hidup 2 /lebih .Umur 10 – 60 th dapat baca tulis . Ibadah… - daging/telur seminggu - memperoleh pakaian baru dalam satu th terakhir - luas lantai 8 m2 perorang - anggota klg sehat dalm 3 - klg berumur 15 th punya penghasilan - baca tulis latin 10 –60 th - usia 7-15 bersekolah keprluan sekali bl terakhir tetap . Klg masih pus saat ini berkontrasepsi 4.Anggota yg berumur 15 tahun keatas punya penghasilan tetap .Umur 7-15 th bersekolah .Luas lantai 8 m 2 per orang ..Sehat 3 bulan terakhir .Pakaian baru setahun sekali .

Masyarakat - rekreasi 6 bl sekali - informasi dari mass media - menggunakan transportasi 5.pengembangan. KS TAHAP III PLUS - dpt memenuhi seluruh pd masy. satu stel /tahun - Lantai mayoritas tanah - Lantai kurang dari 8 meter persegi untuk setiap penghuni - Tdk ada anggota umur 15 tahun berpenghasilan tetap - Anak sakit/pus ingin kb tak mampu ke yankes . kontribusi - indikator ks iii + (ditambah) - memberikan sumb. Secara teratur pd masy - aktif sbg pengurus yayasan / panti Indicator gakin : - Tak bisa makan 2 kali sehari atau lebih - Tdk daging/ikan /telur / minggu sekali - Tdk pakaian beda tiap aktifitas - Tdk pakain baru. sosial.- anak hidup 2/ lebih. pus saat ini ber kb - upaya meningk agama - klg punya tabungan - makan bersama sehari sekali - ikut keg. kebutuhannya : dasar.

Reproduksi. Ekonomi. Asih. perawatan agar selalu sehat fisik mental spiritual 3. ETEOLOGI MASALAH) 1. Religius 8. KESEHATAN (SBG. merupakan tugas klg mempertahankan keadaan sehat 6. mempertahankan generasi. Peraw. Memutuskan tind keseh. Pendidikan anak. kebut. Klg 5. memenuhi kebut. Asah.- Anak 7-15 tahun tak berekolah KESIMPULAN FUNGSI DIATAS : 1. Asuh. mengajarkan segala sesuatu u/ persiapan klg berhub. U/ menjamin keseh. Yg tepat bagi klg 3. 4. 7. Memodifikasi ling. Kesehatan. kasih sayang . untuk masa depan FUNGSI KLG : 1. Di sekitarnya . Pendidikan. Mengenal masalah keseh. Rekreasi TUGAS KELUARGA DIBID. Klg. meningkatk. Klg 2. kelangsungan hidup 4. Dg orlain. Afektif. 2. Sosialisasi mengembangkan + berkehidupan sosial sbl meninggalkan rumah 3. Yankes. perhatian. rasa aman kegangatan pd anggota klg shg dapat tumbang sesuai usia 2. penghasilan 5. Merawat klg yg mengalami gangg keseh.. Memanfaatkan fas.

Out put. hasil berupa perilaku : sosial. anggota klg. pengontrol perilaku keluarga KARAKTERISTIK KLG SEBAGAI SISTEM 1. fungsi. aturan. Tind. Saling berhub dan ketergantungan 3. Unit terkecil dari masy. Proses. agama. kurang punya kesempatan. 4. budaya. Dan tergantung antar individu Alasan klg sbg sistem : 1. Klg punya subsistem : anggota. peran aturan . Sekitar STANDAR PRAKTIK KLG PPNI : 1. Input. fungsi. agama 2. kurang mau menerima /memberi perhatian pada lingk. . budaya 2. Standar praktik profesional stndar i : pengkajian standar ii : diagnosis standar iii : perencanaan standar iv : pelaks. Sbg suprasistem Komponen sistem keluarga 1. ling. Feedback. proses pelaksanaan fungsi klg 3. Sekitar 2. Sistem tertutup. Sistem terbuka.KELUARGA SBG SISTEM klg merupakan sistem sosial yg terdiri kumpulan 2 /lebih yg punya peran sosial yg berbeda dengan ciri saling berhub. kesh. sistem yg punya kesempatan dan mau menerima / memperhatikan lingk. struktur.

Standar kinerja profesional Standar i : jaminan mutu Standar ii : pendidikan Standar iii : penilaian prestasi Standar iv : kesejawatan Standar v : etik Standar vi : kolaborasi Standar vii . Keseh. Mengenal mas. yg ada (puskesmas. Memutuskan tindakan 3. Memelihara dan memodifikasi 5. Klg lingk. Memanfaatkan sumber daya Tujuan khusus askep keluarga : 1.standar v : evaluasi 2. riset Standar ix : pemnafaatan sumber PENDAHULUAN tujuan khusus adalah u/ mencapai kemampuan klg : 1. Melakukan tindakan 4. Mengenal mas kes klg 2. posyandu) .

Pengkajian 2. Pembaharu 7. Memodifikasi lingk. Pengelola PERSIAPAN : 1. Diagnosis keperawatan 3. Peraw. Pd anggota yg sakit sesuai kemampuan 4. Advokat 4. Melakukan tind. Buat jadwal kunjungan . Implementasi 5.2. Sbg. Memmutuskan tind. posyandu. Pendidik 3. Evaluasi PERAN DAN FUNGSI PERAWAT DALAM ASKEP KLG : 1. Perencanaan 4. Keseh klg 3. Memanfaatkan sumber daya di masy. … ASKEP KELUARGA 1. Yg tepat u/ ngatasi mas. Keseh. Pemberi askep 2. Klg 5. Koordinator 5. Kolaborator 6. Menetapkan klg sasaran 2. : puskesmas.

perkemb. Pengk. .lingk .alat bantu penyuluhan PENGKAJIAN : Tahap yg perlu dilakukan : 1.stress dan koping keluarga keluarga .struktur dan fungsi . Bhsp .fisik . Awal : terfokus 3.jelaskan tujuan kunjungan 2. Siapkan perlengkapan lap. Keluarga 2.family folder .3.demografi. Berkaitan dg keluarga .phn kit . Berkaitan dg indiv sbg anggota .perkenalkan . .maslah klien dan klg . Pengkajian lanjut (thp ke 2) pengkajian lengkap PENGKAJIAN : 1.

Resiko pk 16. Gg. Pemeliharaan rumah 11. Peran 5. Nutrisi kurang /lebih 4.sosial .emosi DIAGNOSIS : Berdasar “ nanda “ 1. Duka berkepanjangan 8.spiritual . Gg.. Resiko [perub peran 14. Gg. Ketidak berdayaan . Sanitasi kurang 7. Pemeliharaan kesehatan 3. Manaj. Hambatan interaksi 12. Keput 9. Kurang penget.mental . Konflik pengamb. Proses klg 2. 13. Gg. Pola eliminasi 6. Koping klg inadekuat 10. Resiko trauma 15.

Kep (baylon –maglaya) Prioritas diranking Contoh : “ resiko jatuh lansia di klg bapak rr b/d. Kerusakan penatalaksanaan rumah (kebersihan) 2. Struktur komunikasi 1. Resiko cedera 3. Kerusakan komunikasi . Aman” DIAGNOSIS PERENCANAAN PELAKSANAAN EVALUASI (LIHAT DI FORMAT) DAFTAR DIAGNOSIS KEP KLG NANDA: A.17. Ketidakmamp[uan menyediakan lingk. Resiko infeksi B. Dll SCORING : Diag. Lingkungan 1. Isolasi sosial 18.

Ketidak patuhan 8. Struktur peran 1. Perub pemel. Isolasi sosial 2. Gangg. Perilaku mencari pertol kesh 2. Berduka disfungsional 4. Ketidak efektifan penatalaks. Isolasi sos 7. Afektif 1. Potensial pening mjd ortu 5. Perub. Koping klg tak efektif E. Fungsi perawat klg 1. Citra tubuh D.C. Konflik peran ortu 3. Kes 2. Dlm proses klg (ada yg sakit) 3. Perub proses keluarga 3. Perub penamp. Kurang penget 6. Perilaku mencari bant. Gangg identitas pribadi F. Perub pertukem 4. Sosial 1. Terapeutik klg . Kesh 5. Resiko tindakan kekerasan 2. Peran 6.

com… o ppnilumajang.blogsome. Strategi koping 1.com  Klik tertinggi o lowongancpns. Resiko penyebaran infeksi G. Koping klg tak efektif 3.wordpr… 1 8 15 22 29 2 9 16 23 30 3 10 17 24 4 11 18 25 . Potensial peningk koping klg 2.3.files. Resiko tindakan kekerasan  foto -foto More Photos  S S R September 2011 K J S M « Nov 5 12 19 26 6 13 20 27 7 14 21 28  daftar nama anggota  Blogroll o WordPress.

files.wordpr… o ppnilumajang.wordpr…  Tulisan Terkini o PERMOHONAN SIK  Blog Stats o 87.239 hits  Halaman o PROGRAM KERJA DIVISI PPNI LUMAJANG o SEJARAH PERKEMBANGAN PPNI o VISI MISI KEPERAWATAN o REDAKSI o ANGGARAN RUMAH TANGGA PPNI o SUSUNAN PENGURUS PPNI KABUPATEN LUMAJANG o DAFTAR ANGGOTA PPNI LUMAJANG o PPNI LUMAJANG MENDUKUNG HKN KE 43 o SITUS LINK o ANGGARAN DASAR PPNI o FORMULIR APLIKASI PENGAKUAN KOMPETENSI TERKINI (PKT) o DASAR-DASAR STATISTIK KEPERAWATAN o ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA o CONTOH FORMAT ASKEP KELUARGA o KOORDINATOR PERAWAT INSTANSI .files.o ppnilumajang.

M. Follow Ikuti Blog ini Get every new post on this blog delivered to your Inbox.Kes o ASPEK LEGAL FORMAL TENAGA PERAWAT-BIDAN o TATA CARA PERIJINAN PRAKTIK PERAWAT-BIDAN o DRAFT RUU KEPERAWATAN o FOTO 2 BCLS PPNI LUMAJANG o ANALISA STATISTIK o URAIAN TUGAS PENGURUS o FILM o FOTO KEGIATAN DENGAN TRANSMIGRAN o LOWONGAN KERJA o SOSIALISASI ASSESOR . Enter email subscribe 1671199 4f603f8179 /asuhan-keperaw Daftar! http://ppnilumajan loggedout-follow .com. PPNI JATIM o SOSIOLOGI DALAM KEPERAWATAN Theme: Ocadia by Beccary · Blog pada WordPress. Koeswandono.o PERAWAT – BIDAN Oleh: dr.

. clamida. alergi atau iritasi dengan bahan-bahan kimia.com ASKEP KONJUNGTIVITIS Label: Perkuliahan A PENGERTIAN. jamur. Suatu peradangan konjungtiva yang disebabkan oleh bakteri.Powered by WordPress. virus.

Konjungtivitis Purulen. Tear film mengandung beta lysine. margo palpebra bleparitis dengan segala akibatnya. Tanda klinik: Palpebra tak bengkak. disertai dengan sekret yang purulen. kemosis dapat ditemukan pseudomembran pada infeksi pneumokok. Pengertian : Konjungtivitis yang hiperakut dengan sekret purulen yang disebabkan oleh Neisseria . Konjungtiva bulbi injeksi konjungtival banyak. dsb. meningokok. dan lain-lain. Ig A. Konjungtiva palpebra sedikit merah. Sebagai lanjutan konjungtivitis kataral akut atau disebabkan kuman koch weeks. Tanda klinik: Palpebra edema. Pertahanan konjungtiva terutama oleh karena adanya tear film. stafilokok. konjungtiva palpebra merah kasar. tak ada blefarospasme dan secret cair. Konjungtiva berhubungan dengan dunia luar kemungkinan konjungtiva terinfeksi dengan mikro organisme sangat besar. Apabila ada kuman pathogen yang dapat menembus pertahanan tersebut sehingga terjadi infeksi konjungtiva yang disebut konjungtivitis. morax axenfeld. 2. Penyebab: Koch Weeks. C PEMBAGIAN / KLASIFIKASI MENURUT GAMBARAN KLINIK. Disebut juga konjungtivitis mukopurulenta. streptokok.B PATOFISIOLOGI. stafilokok aureus. stafilokok aureus. streptokok viridan. Penyebab: Sebagai lanjutan konjungtivitis akut atau oleh virus hemofilus influenza. Konjungtivitis Katarak Kronik. seperti beledru karena ada edema dan infiltrasi. Dapat Disebabkan : Gonorrhoe dan Nongonorrhoe akibat pneumokok. pneukok. Konjungtiva bulbi injeksi konjungtiva positif. “pink eyes”. konjungtivitis akut simplek. lysozyne. Konjungtivitis Kataral Sub Akut. Konjungtivitis Kataral. kadang-kadang hypertropis seperti beledru. pada permukaan konjungtiva yang berfungsi melarutkan kotoran dan bahan-bahan yang toksik kemudian mengalirkan melalui saluran lakrimalis ke meatus nasi inferior. Konjungtivitis Kataral Akut. Konjungtiva bulbi injeksi konjungtiva ringan. Konjungtiva palpebra hiperemi tak begitu infiltratif. Ig G yang berfungsi menghambat pertumbuhan kuman. licin. E. Colli atau disebabkan juga obstruksi duktus naso lakrimal. Tanda Klinik : Konjungtivitis akut. 1. Tanda klinik: Pada palpebra edema.

Stadium Konvalesen (Penyembuhan) Hypertropi Papil. tidak infiltrat. Konjungtiva palpebra hiperemi. Patofisiologi : Proses peradangan hiperakut konjungtiva dapat disebabkan oleh Neisseria Gonorrhoika. Sekret campur darah. Berlangsung 2-3 minggu. Pemeriksaan Laboratorium : Kerokan konjungtiva atau getah mata yang purulen dicat dengan pengecatan gram dan diperiksa dibawah mikroskop. bengkak. Keluhan utama : mata merah. Dimana palpebra bengkak. Pada Konjungtiva bulbi terdapat injeksi konjungtiva yang hebat. Bleparospasme masih ada. Berlangsung selama 2-3 minggu. Topikal : Salep mata Tetrasiklin HCl 1 % atau Basitrasin yang diberikan minimal 4 kali sehari pada neonatus dan diberikan sedikitnya tiap 2 jam pada penderita dewasa. kemotik. keluar terus menerus apabila palpebra dibuka yang khas adalah sekret akan keluar dengan mendadak (memancar muncrat) oleh karena itu harus hati-hati bila membuka palpebra. Dibedakan Atas 3 Stadium. gram ngatif yang sering menjadi penyebab uretritis. Diagnosis : Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik. tegang. hiperemi. sekret sereus kadangkadang beradarah. Gejala-gejala tak begitu hebat lagi. Kokus gram negatif yang berpasang-pasangan seperti biji kopi yang tersebar diluar dan didalam sel. Sebelum memberikan salep mata. tetapi tak begitu tegang. hiperemis. Gejala / Gambaran Klinis : Penyakit gonoblenore dapat terjadi secara mendadak. jangan sampai mengenai mata pemeriksa. . dilanjutkan sampai 5 kali sehari sampai terjadinya resolusi. bleparospasme. sekret jauh berkurang. bengkak dengan sekret seperti nanah yang kadang-kadang bercampur darah. Pengobatan : Gonoblenore Tanpa Penyulit Pada Kornea. yaitu kuman bukan yang berbentuk kokkus.Gonorrhoika. injeksi konjungtiva masih nyata. infiltrat mungkin terdapat pseudomembran diatasnya. pada pria dan vaginitis atau bartolinitis pada wanita. Palpebra sedikit bengkak. Yaitu : Stadium Infiltrat. tidak kemotik. Masa inkubasi dapat terjadi beberapa jam sampai 3 hari. Palpebra masih bengkak. konjungtiva palpebra hiperemi. Didapatkan sel-sel polimorfonuklear dalam jumlah banyak sekali. Stadium Supuratif atau Purulenta. Injeksi konjungtiva bulbi. Gejala tak begitu hebat lagi. Berlangsung selama 1-3 hari. mata harus dibersihkan terlebih dahulu. Infeksi ini dapat terjadi karena adanya kontak langsung antara Neisseria Gonorrhoika dengan konjungtiva.

Penyebab : alergi terhadap o Tuberkulo protein. tripanosomiasis. sekret hampir tak ada . Ditandai dengan adanya masa putih atau kekuning-kuningan. Sistemik : Pengobatan sistemik diberikan seperti pada gonoblenore tanpa ulkus kornea. pneumokok. Didapat pada : • Difteri primer atau sekunder dari nasopharynx. Keluhan : Lakrimasi. Konjungtivitis Kum Flikten. Tanda radang tak jelas. Merupakan peradangan terbatas dari konjungtiva dengan pembentukan satu atau lebih dari satu tonjolan kecil. Pada neonatus dan anak-anak diberikan injeksi Penisillin dengan dosis 50. Konjungtivitis Membran / Pseudo Membrane.8 juta IU intra muskuler dalam dosis tunggal ditambah dengan Probenesid 1 gram per-oral. • Streptokokus beta hemolitik eksogen maupun endogen. Konjungtivitis Flikten.Sistemik : Pada orang dewasa diberikan Penisillin G 4. Gonoblenore Dengan Penyulit Pada Kornea. sekret mukos. bleparospasme. fotofobia. Konjungtivitis 2 macam : Konjungtivitis Flikten.5 gram peroral. tenggorokan dan traktus urogenital. selama penyebabnya masih ada di dalam tubuh. o Infeksi fokal : gigi. . Topikal : Dapat dimulai dengan salep mata Basitrasin setiap jam atau Sulbenisillin tetes mata. maka cepat sembuh tetapi cepat kambuh kembali. berwarna kemerahan yang disebut flikten. • Steven Johnson Syndrome. yang menutupi konjungtiva palpebra bahkan konjungtiva bulbi. Konjungtiva palpebra : hiperemi dengan membrane diatasnya. biasanya karena infeksi sekunder pada konjungtivitis flikten.0000 IU/Kg BB. stafilokok. Gejala klinik : Palpebra bengkak. hanya terbatas pada tempat flikten. 4. Oleh karena dasarnya alergi.0000 – 100. telinga. o Virus : herpes simpleks. disamping itu diberikan juga Penisillin konjungtiva. o Toksin dari moluskum kontagiosum yang terdapat pada margo palpebra. o Cacing : ascaris. o Jamur pada kandida albikans. o Infeksi bakteri : koch weeks. hidung. mukopurulen. Konjungtiva bulbi : injeksi konjungtiva (+). pada penyakit TBC. 3. atau Ampisillin dalam dosis tunggal 3. mungkin ada membrane. streptokok. Kadang-kadang ada ulkus kornea. Tanda radang jelas.

Penyebab virus dari golongan P. 5. sekret atau getah mata dan edema konjungtiva. Folikulosis. ASUHAN KEPERAWATAN .5 %.05 %) atau kortikosteroid (misalnya dexametazone 0. inclusion konjungtivitis. o Keratokonjungtivitis herpetika. Ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan laboratorium. yang disebabkan oleh virus termasuk golongan ini adalah : o Inclusion konjungtivitis. 6. chlorampenicol 0.L.5 %). Konjungtivitis Vernal. F PENGOBATAN. E DIAGNOSIS. Konjungtivitis karena bakteri dapat diobati dengan sulfonamide (sulfacetamide 15 %) atau antibiotika (Gentamycine 0. Dinamakan psring catarh karena banyak ditemukan pada musim bunga di daerah yang mempunyai empat musim. o Konjungtivits hemoragik akut. konjungtivitis karena alergi di obati dengan antihistamin (antazidine 0. Dibagi lagi menjadi : Konjungtivitis folikularis akut.T (Psittacosis Lympogranuloma Tracoma) D PEMERIKSAAN LABORATORIUM. Pengobatan spesifik tergantung dari identifikasi penyebab. Konjungtivitis Folikularis Nontrakoma. terutama berada pada lapangan terbuka yang panas terik. Konjungtivitis karena jamur sangat jarang sedangkan konjungtivitis karena virus pengobatan terutama ditujukan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder. akibat gonokok.1 %). rapazoline 0.Konjungtivitis pseudomembrane umumnya terdapat pada semua konjungtivitis yang bersifat hiperakut atau purulen seperti konjungtivitis gonore. 7. epidemik keratokonjungtivitis. Konjungtivitis Folikularis Trakoma. Keluhannya mata sangat gatal.3 %. Pada konjungtivitis yang disebabkan alergi pada pengecatan dengan giemsa akan didapatkan selsel eosinofil. o Demam faringokonjungtiva. Konjungtiva folikularis toksika / alergika. Pada pemeriksasan klinik di dapat adanya hiperemia konjungtiva. o Keratokonjungtivitis epidemika. o Konjungtivitis new castle. Sering menunjukkan alergi terhadap tepung sari dan rumput-rumputan. Konjungtiva folikularis kronika. Pemeriksaan secara langsung dari kerokan atau getah mata setelah bahan tersebut dibuat sediaan yang dicat dengan pengecatan gram atau giemsa dapat dijumpai sel-sel radang polimorfonuklear.

D. seperti nafas dalam dan teratur. suku / bangsa. RIWAYAT KESEHATAN . panas dan kemerahan disekitar mata. Berikan kompres hangat pada mata yang nyeri. Riwayat Kesehatan Keluarga. Raut muka /wajah klien terlihat kesakitan (ekspresi nyeri). ditandai dengan : Klien mengatakan ketidaknyamanan (nyeri) yang dirasakan. pendidikan. Riwayat Kesehatan Yang Lalu. panas. gatal. aman dan tenang. PEMERIKSAAN FISIK.PADA KLIEN DENGAN KONJUNGTIVITIS A. B. Dalam keluarga terdapat penderita penyakit menular (konjungtivitis). epipora. tanggal MRS. nyeri daerah meradang menjalar ke daerah mana. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman. alamat. rasa ngeres (seperti ada pasir dalam mata). Subjektif : Nyeri. 3. BIODATA. Mata merah. sekret banyak keluar terutama pada konjungtivitis purulen (Gonoblenorroe). alergi obat. Rasionalisasi : . edema konjungtiva. Kriteria hasil: Nyeri berkurang atau terkontrol. RMK. No. C. 1. DIAGNOSA KEPERAWATAN. 2. Keluhan Utama : Nyeri. Keluhan Yang Menyertai : Apakah pandangan menjadi kabur terutama pada kasus Gonoblenorroe. agama. 1. Klien pernah menderita penyakit yang sama. waktu keluhan timbul pada siang malam. rasa ngeres (seperti ada pasir dalam mata) gatal. riwayat operasi mata. jenis kelamin. epipora mata dan sekret. Riwayat Kesehatan Sekarang. Perubahan kenyamanan (nyeri) berhubungan dengan peradangan konjungtiva. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgesic. umur. Sifat Keluhan : Keluhan terus menerus. hal yang dapat memperberat keluhan. tidur tentu keluhan timbul. Intervensi : Kaji tingkat nyeri yang dialami oleh klien. pekerjaan. banyak keluar terutama pada konjungtiva. Data Fokus : Objektif : VOS dan VOD kurang dari 6/6. Tanggal wawancara. purulen / Gonoblenorroe. penanggung jawab. trauma mata. Ajarkan kepada klien metode distraksi selama nyeri. Nama. status perkawinana.

Evaluasi : Mendemonstrasikan pengetahuan akan penilaian pengontrolan nyeri. o Pemberian antibiotik diharapkan penyebaran infeksi tidak terjadi. ditandai dengan : Klien mengatakan tentang kecemasannya. 4. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang proses penyakitnya. Menunjukkan perasaan rileks. o Meningkatkan pemahaman klien tentang proses penyakitnya o Memberikan perasaan tenang kepada klien. o Berguna dalam intervensi selanjutnya.o Dengan penjelasan maka klien diharapkan akan mengerti. Klien terlihat cemas dan gelisah. Evaluasi : Mendemonstrasikan penilaian penanganan adaptif untuk mengurangi ansietas. Mendemonstrasikan pemahamaan proses penyakit. o Diharapkan tidak terjadi penularan baik dari pasien ke perawat atau perawat ke pasien. Kriteria hasil : Klien mengatakan pemahaman tentang proses penyakitnya dan tenang. Rasionalisasi : o Dengan membersihkan mata dan irigasi mata. o Menghilangkan nyeri. Intervensi : Bersihkan kelopak mata dari dalam ke arah luar (k/p lakukan irigasi). Kriteria hasil : Penyebaran infeksi tidak terjadi. Pertahankan tindakan septik dan aseptik. Beri penjelasan tentang proses penyakitnya. 3. Intervensi : Kaji tingkat ansietas / kecemasan. Beri dukungan moril berupa do’a untuk klien. Mengalami dan mendemonstrasikan periode tidur yang tidak terganggu. maka mata menjadi bersih. Evaluasi : Tidak terdapat tanda-tanda dini dari penyebaran penyakit. 2. Resiko terjadi penyebaran infeksi berhubungan dengan proses peradangan. Berikan antibiotika sesuai dosis dan umur. Gangguan konsep diri (body image menurun) berhubungan dengan adanya perubahan pada . Rasionalisasi : o Bermanfaat dalam penentuan intervensi. karena memblokir syaraf penghantar nyeri. o Merupakan suatu cara pemenuhan rasa nyaman kepada klien dengan mengurangi stressor yang berupa kebisingan.

Resiko tinggi cedera berhubungan dengan keterbatasan penglihatan. 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. RSU Sutomo. SUMBER 1. Intervensi : Batasi aktivitas seperti menggerakkan kepala tiba-tiba. Catat jika ada tingkah laku yang menyimpang. Nana. Cetakan V. 1994. o Mengontrol kegiatan pasien dan menurunkan bahaya keamanan. Surabaya. Jakarta. Ilmu Penyakit mata. Mengubah lingkungan sesuai indikasi untuk meningkatkan keamanan. Jakarta. Carpenito. Lab / UPF Ilmu Penyakit Mata. Evaluasi : Mendemonstrasikan respon adaptif perubahan konsep diri. Ajak klien mendiskusikan keadaan. Wijana. Mengekspresikan kesadaran tentang perubahan dan perkembangan ke arah penerimaan. Edisi 8. o Mencegah cedera. Penerbit: EGC. 1990. Orientasikan pasien terhadap lingkungan. by Khaidir muhaj di 08:51 . dekatkan alat yang dibutuhkan pasien ke tubuhnya. Jelaskan perubahan yang terjadi. Evaluasi : Menyatakan pemahaman faktor yang terlibat dalam kemungkinan cedera. Intervensi : Kaji tingkat penerimaan klien. jauhkan benda-benda yang dapat menimbulkan kecelakaan. Awasi / temani pasien saat melakukan aktivitas. Kriteria hasil : Cedera tidak terjadi. Menunjukkan perubahan prilaku. 2. 3. Pedoman Diagnosis dan Terapi.kelopak mata (bengkak / edema). Atur lingkungan sekitar pasien. Lynda Juall. o Meminimalkan resiko cedera. Rasionalisasi : o Menurunkan resiko jatuh (cedera). menggaruk mata. membungkuk. memberikan perasaan aman bagi pasien. 5. Berikan kesempatan klien untuk menentukan keputusan tindakan yang dilakukan. meningkatkan kemandirian. pola hidup untuk menurunkan faktor resiko dan melindungi diri dari cedera.

100% Berhasil Asuransi Kesehatan Terbaik DAPATKAN S.com .000/hari dapat tanah perumahan Investasi 300rb/Bln dpt tanah 180m2 di Baturaja Su INVESTASI HANYA 25RB 1X SEUMUR HIDUP Perhari 1jt dengan INVESTASI HANYA 30RB 1X SEUMUR INVESTASI HANYA 30RB 1X SEUMUR HIDUP TAMBAH UKURAN PENIS TANPA OBAT INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN. MAU ? Perhari 1jt dengan INVESTASI HANYA 30RB 1X SEUMUR Perbesar ALAT VITAL dan TAHAN LAMA hanya 169rb TERLARIS! OBAT OLES KHUSUS PRIA TANPA MATI RASA KumpulBlogger. 30JUTA/BLN! SISTEM&ALAT SIAP PAKAI Perbesar ALAT VITAL dan TAHAN LAMA hanya 169rb Investasi cerdas 10.D.Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda 0 komentar: Poskan Komentar Sistem Anti Gagal .

. dan jangan lupa sebagai tanda persahabatan & terimakasih isilah buku tamu. semoga yang teman cari ada disini. Tapin. dgn menyertakan atau tdk menyertakan sumbernya.[Make Your Own] by Khaidir Muhaj | [Close] Selamat Datang !! selamat berkunjung di blog saya yang sederhana ini. Unit Kerja Puskesmas Lokpaikat . Alumnus Politeknik kesehatan Banjarmasin program khusus PKM Rantau. Seorang PNS PemKab.Rantau Kalsel . silahkan copy paste artikel dalam blog ini. DHIVA & DHIKA Alumni SPK Kesdam VI/TPR Banjarmasin.

karena saya juga dalam proses pembelajaran dan terus akan belajar.com TERIMA KASIH Telah berkunjung. mohon maaf jika terdapat kekurangan dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan tidak dapat memenuhi permintaan & pertanyaan teman teman. dan seandainya artikel ini bermanfaat itu .com My Twitter Khaidir Muhaj Blog'site.Yang Sedang Berkunjung Anda Pengunjung Yang Ke Ads Powered by:KumpulBlogger.

semata-mata hanya karena Allah SWT guna tercapainya keperawatan yang profesional. Konjungtivitis dapat menyerang pada semua tingkat usia. Konjungtivitis akut viral. semoga sukses! Pengikut KONJUGTIVITIS Posted on Maret 9. Konjungtivitis adalah inflamasi konjungtiva dan ditandai dengan pembengkakan dan eksudat. konjungtivitis folikuler. terutama konjungtivitis. serta jangan lupa isi buku tamu. mis: keratokonjungtivitis epidemik. . Pada konjungtivitis mata tampak merah. demam faringokonjungtiva. ETIOLOGI Pembagian konjungtivitis berdasarkan penyebabnya : Konjungtivitis akut bacterial. konjungtivitis kataral. 2008 by harnawatiaj KONSEP DASAR Infeksi system penglihatan merupakan kelainan gangguan system penglihatan. konjungtivitis gonore. konjungtivitis difteri. sehingga sering disebut mata merah. mis: konjungtivitis blenore.

pasien harus diajari bagaimana cara menghindari kontaminasi mata yang sehat atau mata orang lain. Konjungtivitis akut jamur Konjungtivitis akut alergik Konjungtivitis kronis. Tapi tergantung pada penyebabnya. apabila pengeluaran cairan berlebihan akan meningkatkan tekanan intra okuler yang lama kelamaan menyebabkan saluran air mata atau kanal schlemm tersumbat. iritatif (bahan kimia. nutrisi kurang vitamin A. edema. Personal hygiene dan kesehatan lingkungan yang kurang. Bila konjugtivits disebabkan oleh mikroorganisme. untuk mencuci tangan setelah setiap kali memegang mata yang sakit. Perawat dapat memberikan instruksipada pasien untuk tidak menggosok mata yang sakit kemudian menyentuh mata yangs ehat. klien mengatakan matanya terasa nyeri. dan sapu tangan baru yang terpisah ASUHAN KEPERAWATAN PENGKAJIAN Pada pemeriksaan ini yang perlu diperhatikan adalah kelopak mata dan sekitarnya ada udem. irigasi mata. dan menggunakan kain lap. pembersihan kelopak mata. Pelebaran pembuluh darah disebabkan karena adanya peradangan ditandai dengan konjungtiva dan sclera yang merah. jamur). handuk. terutama konjungtivitis vernal Sel polimorfonuklear leukosit. karena mata menjadi kering sehingga terjadi iritasi menyebabkan konjungtivitis. alergi. Kelainan lapang pandang yang disebabkan kurangnya aliran air mata sehingga pandangan menjadi kabur dan rasa pusing PENATALAKSANAAN Konjungtivitis biasanya hilang sendiri. seperti: Sel eosinofil umumnya merupakan akibat atopi . atau kompres hangat. listrik. Pemeriksaan kultur dan sitologik secret konjungtiva untuk mengetahui kemungkinan penyebab infeksi. suhu. Sel limfosit. bahan alergen. keadaan kornea hiperemis dan ada peradangan. Data subjektif. iritasi menyebabkan kelopak mata terinfeksi sehingga kelopak mata tidak dapat menutup dan membuka sempurna. gatal dan rasa ada benda asing. dan iritatif menginfeksi kelenjar air mata sehingga fungsi sekresi juga terganggu menyebabkan hipersekresi. terapi dapat meliputi antibiotika sistemik atau topical. PATOFISIOLOGI Mikroorganisme (virus. mis: trakoma. dan adanya secret mukopurulent. rasa nyeri.keratokonjungtivitis herpetic. merupakan gambaran karakteristik infeksi akibat virus atau suatu infeksi kronis Sel epitel dengan multinukleus dengan atau tanpa badan inklusi intraseluler. radiasi ultraviolet). merupakan akibat infeksi bakteri atau chlamydia. merupakan gambaran yang dapat ditemukan pada infeksi virus . Aliran air mata yang terganggu akan menyebabkan iskemia syaraf optik dan terjadi ulkus kornea yang dapat menyebabkan kebutaan. bahan allergen. Akibat jangka panjang dari konjungtivitis yang dapat bersifat kronis yaitu mikroorganisme. bakteri. Pada konjungtivitis ditemukan lakrimasi. juga merupakan etiologi dari konjungtivitis. keadaan konjungtingva hiperemis dan ada secret mukopurulen. bahan antiinflamasi.

d proses peradangan Intervensi : Kaji tingkat nyeri R/ mengetahui tingkat nyeri untuk memudahkan intervensi selanjutnya Jelaskan penyebab nyeri R/ untuk menambah pengetahuan pasien Kompres mata dengan air hangat R/ untuk mengurangi rasa nyeri Mata istirahatkan R/ menurunkan radang. mengurangi aktivitas Kolaborasi dalam pemberian obat mata (AB) R/ menghilangkan peradangan Gangguan pola tidur b.d nyeri Intervensi : Ciptakan lingkungan yang tenang R/ Klien dapat beristirahat Kurangi rasa nyeri dengan mengompres mata R/ Klien dapat beristirahat H.d tidak menerima kondisi matanya Intervensi : Jalin hubungan baik dengan klien R/ agar klien tidak merasa asing Jelaskan kondisi/gangguan yang terjadi pada matanya R/ klien akan menerima keadaannya.d penurunan ketajaman penglihatan Intervensi : Orientasikan lingkungan dan situasi lain R/ untuk meningkatkan pengenalan tempat sekitar Anjurkan klien untuk mempelajari kembali ADL R/ meningkatkan respon stimulus dan semua ketergantungannya Anjurkan klien/keluarga meletakkan peralatan yang dibutuhkan pada tempat yang mudah .d kelainan lapang pandang Intervensi : Kaji kemampuan melihat R/ untuk mengetahui sejauh mana kemampuan melihat Mengorientasikan pasien terhadap lingkungan dan aktifitas Menjelaskan terjadinya gangguan persepsi penglihatan R/ untuk meningkatkan pemahaman dan mengurangi ansietas pasien Dorong pasien untuk melakukan aktivitas sederhana Anjurkan pasien untuk memakai kacamata redup Gangguan interaksi social . menarik diri b.E kebutuhan tidur berhubungan dengan penyembuhan penyakit R/ klien tahu tentang fungsi tidur berhubungan dengan proses penyembuhan. Gangguan persepsi penglihatan b.DIAGNOSA DAN INTERVENSI KEPERAWATAN Nyeri b. Libatkan dengan kegiatan lingkungan R/ klien akan merasa punya teman dalam lingkungan. Resiko injury b.

dijangkau. R/ mengurangi pecahnya alat yang dapat mencederai klien Like this: Suka Be the first to like this p .