You are on page 1of 6

Penatalaksaanaan Infeksi Jamur di Kulit

lis, Mycology Unit, Women’s and Children’s Hospital, Adelaide.

MYCOLOGY ONLINE www.mycology.adelaide.edu.au

Mikosis kulit adalah infeksi jamur superfisial pada kulit, rambut, atau kuku. Yang pada dasarnya tidak ada
hidup jaringan. Namun berbagai perubahan patologis tejadi di host karena kehadiran agen infeksi
dan/atau dengan produk metabolic. Prinsip dari etiologi agen adalah dermatophytic milik Thrichophyton
dan epidermophyton dimana menyebabkan kurap atau tinea di scalp. Kulit glabrous dan kuku. Malassezia
furfur, sebuah ragi lipofilik yang bertanggung jawab terhadap pitiriasis versicolor, pitiriasis follicular,
dermatitis seboroik dan ketombe. Dan candida albikans spesies yang terkait, menyebabkan kandidiasis
pada kulit, selaput lendir dan kuku. Penanganan yang biasanya dilakukan adalah dengan agen topical jika
memungkinkan, tetapi infeksi kuku dan rambut, dermatophytosis yang luas dan kronik dan ragi yang non
responsive; sangat baik di berikan agen antifungal secara oral. Agen topical termasuk nystatin, golongan
imidazoles seperti clotrimazole, miconazole, econazole, ketoconazole, dan bifonazole. Terbinafine dan
tolnaftate. Agen oral yaitu griseofulvin, ketoconazole, fluconazole. Itraconazole, dan Terbinafine
Pityriasis (tinea) versicolor, pityriasis follicular, dermatitis seboroik, dan ketombe
Pityriasis vesicolor adalah penyakit jamur superfisial yang kronik pada kulit yang di tandai dengan
perubahan warna putih, pink, coklat kekuningan atau coklat yang berbatas tegas. Lesi lesi ini biasanya
bergabung, dan ditutupi dengan furfuraceous scale yang tipis. Warnanya bervariasi sesuai dengan
pigmentasi normal pasien, paparan dari sinar matahari, dan keparahan dari penyakit. Lesi biasanya terjadi
pada badan, bahu, dan tangan, jarang pada leher dan wajah. Dan di bawah sinar lampu wood memberikan
warna kehijauan yang pucat. Orang dewasa lebih sering terkena, tetapi penyakit ini dapat terkena pada
anak-anak dan usia tua. Agen penyebab malassezia fufur yang hidup dengan ragi lipofilik pada kulit
adalah bagian dari flora normal kulit. Diagnose dapat di konfirmasi dengan pemeriksaan langsung
mikroskop dari kerokan kulit dengan KOH 10% dengan tinta parker untuk menunjukkan karakterstik dari
jamur yaitu sel-sel ragi bulat dan pseudohifa yang pendek yang khas pada jamur. Kultur tidak diperlukan
Pengobatan anti jamur yang paling tepat untuk pityriasis versicolor adalah dengan menggunakan topical
imidazole atau tebinafine dalam salep, gel atau sabun. Ketoconazole sampo terbukti sangat efektif.
Pengobatan alternative termasuk shampoo zinc pyrithione atau lotion selenium sulfide yang digunakan
selama 10-14 hari atau dengan propylene glycol 50% dalam air sehari dua kali selama 14 hari pada kasus
yang berat dengan lesi yang luas, atau dengan kasus dengan lesi yang resisten terhadap pengobatan
topical atau dalam kasus yang sering relaps dapat digunakan terapi oral ketoconazole (400mg single dose
atau 200 mg/hari dalam 5-10 hari. Atau itrakonazole (200mg/hari selama 5-7 hari) bisanya efektif.
Mycologically, sel-sel ragi dapat tetap terlihat pada kerokan kulit sampai 30 hari setelah terapi, sehingga
pasien harus di pantau atas dasar klinis. Pasien juga perlu diperingatkan bahwa mungkin diperlukan
waktu berbulan-bulan untuk pigmentasi kulit mereka untuk kembali normal, bahkan setelah infeksi telah

Factor host termasuk predesposisi genetic. dan tangan bagian atas. dan kulit sering disebabkan oleh sekelompok jamur yang terkait dikenal sebagai dermatofit yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan keratin sebagai sumber nutrisi. kaki . Relapse sering ditemukan dan retreatment bila butuhkan adalah pengobatan yang sederhana untuk pengelolaan jangka panjang Dermatophytosis (tine atau ringworm) pada scalp. dan kuku Dermatophytosis pada scalp. dikombinasikan dengan multifactor factor host yang juga penyebab langsung dari dermatitis seboroik. Infeksi zoofilik biasanya mendapatkan respon host yang kuat dan pada kulit dimana kontak dengan binatang infektif telah terjadi yaitu lengan. terutama ketoconazole yang telah terbukti sebagai obat yang paling efektif. dermatofita adalah satu-satunya jamur yang mengembangkan ketergantungan terhadap infeksi ke manusia atau binatang untuk pertahanan hidup dan penyebaran spesies mereka. alis. Namun pasien dengan lesi yang luas sering membutuhkan pengobatan oral dengan ketoconazole atau itraconazole. Pasien degan penyakit safar seperti parkinson’s disease dan orang-orang dengan AIDS umumnya terkerna. terutama pada manusia bersifat parasitic. Faktanya. dengan ketombe menjadi manifestasi paling ringan. Sekali lagi. Beberapa spesies dapat menyebabkan infeksi pada binatang dan manusia setelah kontak dengan tanah. Di sisi lain. mereka memiliki kapasitas enzim yang unik. perubahan kuantitas dan komposisi sebum (peningkatan ester lilin dan pergesaran dari triglyserida ke asam lemak rantai pendek). dada. kadang-kadang di leher. kulit. Jenis dan keparahan dari respon host sering terkait dengan spesies dan strain dermatofit menyebabkan infeksi. Rasa gatal dan sering muncul setelah terpapar matahari. .berhasil dilakukan. spesies anthropophilic yang umum terlihat di Australia (table 1). telinga dan badan bagian atas. komponen emosional (mungkin endokrin atau dimediasi factor neurologi). Mereka tidak mampu berkolonisasi binatang lain dan mereka tidak memiliki sumber lingkungan lainnya.furfur. Proses penyakit pada dermatofitosis unik untuk dua alasan: Pertama. tidak ada jaringan hidup yang menginvasi stratum korneum keratin hanya terkolonisasi. penggunaan imidazole topical dianjurkan. kulit glabrous. dan lebih jarang pada wajah. Les berwarna merah dan ditutupi dengan sisik berminyak dan gatal sering ditemukan di scalp. tubuh atau wajah. spesies geophilic biasanya hidup di tanah dimana mereka dapat menguraikan keratin. peningkatan alkalinitas kulit (karena ekrin berkeringat) dan factor eksternal seperti oklusi. Spesies zoofilik yang bersifat parasitic di binantang dan infeksi dapat ditularkan ke manusia dengan kontak dengan host binatang (Tabel1). kehadiran jamur biasanya menginduksi respon eczematous alergi dan inflamasi pada host. Manifestasi klinik yang di tandai dengan eritema dan skuama di area yang kaya dengan suplai kelenjar sebasea di scalp. wajah. Sebagian besar kasus berespon baik dengan terapi imidazole topical. pengobatan prophylactic sekali atau dua kali seminggu wajib untuk mencegah kekambuhan Bukti saat ini menunjukkan M. Kerokan kulit dan biopsy spesimen menunjukkan ragi dari follicules yang terinfeksi. Kedua. Namun. Relapse adalah kejadian biasa dan pengobatan profilaksis dengan agen topical sekali atau dua kali dalam seminggu sering diperlukan untuk menghindari rekuren Pitiriasis folikulitis di tandai dengan papul folikular dan pustule yang berlokasi di belakang. Sekali lagi. Gambaran klinis yang khas dan kerokan kulit untuk diagnosis laboratorium tidak diperlukan.

ah pemeriksaan mikroskop secara langsung sebaiknya dilakukan kurang dari 24 jam. terutama di daerah perbatasan. interdigitale dan Epidermophyton floccosum biasanya melalui kaki. mentagrophytes var. Dalam kasus tenia pedis vesicular. Substrat seperti karpet dan tikar dapat menyimpan sisik kulit membuat vector dengan sangat baik. Setiap puing-puing dari keratin putih yang bagian bawah bebas dari tepi kuku sebaiknya di kumpulkan. transmisi dermatofit seperti Trichophyton rubrum. biasanya pangkal pada atau kulit. Pada pasien suspek dermatofitosis pada kuku (onychomycosisi) kuku sebaiknya dikupas atau dikerok dengan skapel yang tumpul sampai bagian yang putih runtuh. Oleh karena itu transmisi dapat terjadi secara kontak tidak langsung lama setelah puing-puing infektif telah ditumpahkan. Hal ini juga harus diakui bahwa individu dengan infeksi kaki web kronis atau subklinis adalah pembawa dan merupakan risiko kesehatan masyarakat dengan populasi umum. Dengan demikian.infeksi oleh anthropophilic dermatophytes biasanya di sebabkan oleh penumpahan dari sisik kulit yang mengandung hyphal elements (arthroconidia) yang menular dari jamur. dapat mengikis lesi dengan tegas. puncak dari vesikel yang masih baru sebaiknya di pindahkan karena jamur sering di temukan banyak pada atap vesikel. Yang sering dilakukan ada. dokter harus memperhatikan kebutuhan untuk menghasilkan jumlah yang cukup dari bahan klinis yang sesuai. Walaupun kultur memerlukan beberapa minggu (Tabel 2). bahwa mereka terus-menerus mencurahkan sisik kulit menular. Kebutuhan laboratorium memerlukan specimen yang cukup untuk melaksanakan microscopy dan kultur. Specimen kulit dan kuku yang terlepas langsung di letakkan ke kartu hitam dimana dapat . Pada pasien suspek dermatofitosis pada kulit (tinea atau ringworm) setiap salep atau aplikasi local lainnya harus dibersihkan dengan alcowipe terlebih dahulu. banyak specimen yang dilaporkan tidak memadai atau tidak adekuat dalam membuat diagnosis yang definitive. Menggunakan skapel yang tumpul. Untuk diagnosis laboratorium. Hal ini penting untuk mengenali bahwa ruang web kaki merupakan reservoir utama pada tubuh manusia untuk jamur ini dan oleh karena itu tidak praktis untuk mengobati infeksi di bagian lain tanpa pengobatan bersamaan dari ruang web kaki. Pada bagian infeksi ini sering berjalan kronis dan dapat tetap subklinis untuk bertahun-tahun hanya untuk mennjadi jelas ketika menyebar ke bagian lain. Sayangnya. pinset atau bone curette. T. Deskuamasi sisik kulit mungkin tetap manular pada lingkungan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Hal ini penting jika "penyembuhan" ingin dicapai.

parapsilosis. paru-paru. Kandidiasis kulit. Mereka biasanya tetap tenang dan mudah merespon perawatan. Hasil mikroskop positif menunjukkan hifa jamur dan / atau arthroconidia umumnya cukup untuk diagnosis dermatofitosis. namun pengobatan topikal kulit kepala dan infeksi kuku sering tidak efektif dan terapi sistemik biasanya dibutuhkan untuk menyembuhkan kondisi ini. kuku. atau terapi transplantasi. C.Infeksi Candida biasanya terjadi karena gangguan fungsi epitel yang terhambat dan terjadi pada semua kelompok usia. Sebagai contoh mudahnya lesi kulit tunggal dapat cukup diobati dengan agen antijamur topikal. rubrum kering yang melibatkan telapak dan punggung kaki biasanya juga membutuhkan terapi sistemik. Pengobatan dermatofitosis sering tergantung pada pengaturan klinis. tetapi yang paling umum pada bayi yang baru lahir dan orang tua. dan mereka yang menerima pengobatan kanker agresif. Kandidiasis sistemik biasanya terlihat pada pasien dengan sel-dimediasidefisiensi imun. Candida albicans danjarang C. C. endokarditis dan meningitis. kulit kepala. vagina. atau menjadi sistemik seperti pada septikemia. C. Pilihan pengobatan oral untuk dermatofitosis tercantum dalam Tabel 4. . membran mukosa dan kuku.mempermudah melihat seberapa banyak material yang telah terkumpul dan menyediakan kondisi yang ideal untuk transportasi ke laboratorium Harus ditekankan bahwa sampai 30% dari bahan mencurigakan yang dikumpulkan dari spesimen kuku mungkin negatif baik dari mikroskop langsung atau pemeliharaan. tetapi tidak memberikan indikasi spesies jamur yang terlibat. subakut atau kronis episodik. pengumpulan ulang harus selalu dipertimbangkan dalam kasus dugaan dermatofitosis dengan laporan laboratorium negatif. tenggorokan. terutama C. Idealnya. Semua nya umum dan terjadi secara alami pada manusia. (Torulopsis) glabrata. Infeksi dermatofit yang kronis atau meluas. bronkus. C. pemeliharaan seringkali lebih handal dan memungkinkan spesies jamur yang terlibat untuk diidentifikasi secara akurat. kulit.Manifestasi klinis dapat terdiri dari akut. Kandidiasis adalah infeksi mikotik primer atau sekunder yang disebabkan oleh anggota genus Candida. kehadirannya dapat berada di mulut.albicans yang diakui sebagai komensal pada saluran pencernaan. krusei. kefyr (C. guilliermondii. konfirmasi mikologi dari diagnosis klinis harus diperoleh sebelum pengobatan antijamur sistemik dimulai. Pada individu yang sehat. tropicalis. jari. atau gastrointestinal saluran. tinea inflamasi akut dan "Moccasin" atau infeksi T. imunosupresi. pseudotropicalis)dan C. paling sering. Beberapa spesies Candida dapat menjadi agen etiologi.

Paronychia dari kuku jari dapat berkembang pada orang yang tangannya terkena basah terus menerus. eritema dan dispareunia dengan duh berwana putih krem. Gejalanya termasuk vulva yang gatal secara intens. kekurangan gizi. Dalam kasus-kasus infeksi kronis dapat berlanjut menyebabkan onikomikosis dengan pelepasan total kutikula dari lempeng kuku. sering dikaitkan dengan gangguan imunologi parah akibat diabetes mellitus. Dalam kasus balanitis. Lesi mengandung kelembapan. Penggunaan steroid. neutropenia dan infeksi HIV di mana ia ada sebagai prediktor pengembangan klinis untuk AIDS. namun obesitas. Gejalanya termasuk eritema. Gejalanya mungkin tidak ada ataupun dapat berupa mulut terasa terbakar atau kering. selangkangan. gusi. pruritus dan vesiculopustules pada . hipoparatiroidisme. pembengkakan eritematosa kuku yang terinfeksi. perendaman air hangat atau oklusi pada kulit dan penggunaan antibiotik spektrum luas adalah faktor lainnya. leukemia. panas. terkait dengan kandidiasis oral. Kandidiasis refraktori vagina kronis.bagian interdigital. Penggunaan antibiotik spektrum umum. seperti terbakar. disfungsi tiroid. langit-langit atau faring. keganasan. obat sitotoksik. Kandidiasis vulvovaginal adalah kondisi umum pada perempuan. ruam eritematosa makula dengan lingkaran khas lesi hadir pada kulit yang sehat di sekitarnya. diabetes mellitus harus tidak dimasukkan dan harus melakukan penyelidikan ke rekan seksualnya untuk vulvovaginitis.Kandidiasis oral akut jarang terlihat pada orang dewasa yang sehat tetapi dapat terjadi pada lebih dari 5% bayi baru lahir dan 10% dari orang tua. Sekali lagi karakteristik lesi eritematosa dengan erosi dan pustula satelit yang dihasilkan. lipatan intergluteal. vulva dan seluruh daerah inguinal. diabetes mellitus. gesekan dan maskerasi dari kulit adalah faktor prinsip predisposisi pada pasien normal. dan rasa sakit saat menelan. aktifitas seksual dan oral kontrasepsi mungkin juga faktor yang dapat memberikan kontribusi dan infeksi dapat meluas ke perineum. hilangnya indera perasa. antibiotik dan antimitotics mungkin juga faktor yang berkontribusi. sering dikaitkan dengan penggunaan anti biotiksprektum luas. trimester ketiga kehamilan. Kandidiasis popok umumnya pada bayi dalam kondisi tidak higienis yang kelembaban kronis dan local maserasi kulit berhubungan dengan iritasi ammonitic karena tidak teratur mengganti popok yang kotor. Kelembaban. terutama dengan gula atau kontak dengan tepung. limfoma.adalah dengan keterlibatan yang menonjol dari lipatan kulit. pH vagina yang rendah dan diabetes mellitus. Secara klinis. lipatan dan antar submamary. dan terapi radiasi juga faktor predisposisi. yang macerates pada lipatan kuku dan kutikula. Candida onikomikosis kronis sering menyebabkan kehancuran total jaringan kuku dan terlihat pada pasien dengan kandidiasis mukokutan kronis atau faktor lain yang mempengaruhi baik Status hormonal atau kekebalan manusianya. plak putih yang menyerupai bentuk dadih susu pada mukosa bukal dan kurang umum berada di lidah. mungkin juga akibat dari infeksi HIV atau AIDS. kortikosteroid. dan umbilikus. kesulitan pencernaan dan berbagai penyakit berbahaya. hal ini termasuk diabetes mellitus. Penyakit Addison. Kandidiasis intertriginosa yang paling sering terlihat di aksila. Lesi ditandai dengan perkembangan menyakitkan. Namun.

oleh karena itu strategi kunci dalam mencegah penularan adalah untuk memperbaiki kondisi dasar predisposisi yang memungkinkan Candida untuk menyebabkan infeksi. Nistatin tetes atau tablet hisap juga dapat digunakan. Namun. albicans. orang yang sehat tidak mendapatkan kandidiasis. pengobatan dengan Fluconazole [150-300 mg / minggu] juga diperlukan. Flukonazol oral [100-400 mg / hari selama 1-2 minggu] saat ini menjadi obat pilihan untuk mengendalikan kandidiasis oropharangeal pada pasien AIDS. Pada dasarnya. Wanita dengan kandidiasis vagina berulang juga mungkin memerlukan pengobatan profilaksis intermiten untuk mencegah gejala lanjutan.glan penis atau preputium. Kadang-kadang ini juga diberikan dalam kombinasi dengan steroid topikal seperti hidrokortison. Pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa Amfoterisin B lozenges gel lisan miconazole [pada interval 6 jam] direkomendasikan. Di mana hal ini tidak mungkin. Untuk kandidiasis vagina. maka kekambuhan hanya dapat dicegah dengan profilaksis. . Untuk kontrol kandidiasis kulit dari kelembaban yang berlebihan. namun banyak pasien lebih memilih untuk menggunakan pengobatan dosis tunggal dengan flukonazol [150 mg] yang telah terbukti manjur dalam hingga 95% dari kasus. Untuk kandidiasis oral di bayi. Infeksi lebih sering terlihat pada pria yang tidak disunat dan kebersihan yang buruk mungkin juga menjadi faktor. panas dan gesekan yang menyebabkan maserasi kulit lokal dan pengobatan dengan senyawa imidazol topikal biasanya efektif. Langkah pertama dalam pengelolaan kandidiasis harus dengan memperbaiki kondisi yang mendasarinya yang dapat memungkinkan Candida untuk menjajah kulit atau mukosa yang berfungsi mengembalikan fungsi normal pelindung epitel. terutama yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Nistatin suspensi [100. 000 unit / ml] dimasukkan ke mulut pada interval 4-6 jam setelah makan. yaitu pada pasien AIDS. Ketika merawat pasien imunosupresi sering tidak mungkin untuk memperbaiki kondisi predisposisi dasar yang akan mencegah kandidiasis dan biasnaya dapat menyebabkan infeksi lebih parah dan umumnya tidak merespon dengan baik terhadap pengobatan topikal imidazol. namun mereka memiliki rasa pahit dan kepatuhan pasien rendah. dan dosis tergantung pada gejala sekarang telah dianjurkan untuk mencegah Munculnya strain resisten Flukonazol dari C. azole supositoria dan krim sering digunakan karena hasil yang baik.