You are on page 1of 8

Tugas

:

HUKUM PIDANA

Disusun Oleh :
Zainal Abidin

11401241025

Dwi Astuti Setiawan 11401241025
Sapta Risnanto
Setyo Dwi Nugroho

JURUSAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN HUKUM
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2014

hingga Cimanggu. Dari tangan tersangka. Dalam beraksi. (A99/A-88)*** . oleh tersangka hanya dijual Rp 200 ribu Tersangka pelaku pencurian masing-masing TS (43) asal Kabupaten Tasikmalaya dan WW (37) asal Kabupaten Ciamis. Ke 10 sekolah dasar yang sudah disatroni pelaku tersebar di Kecamatan Majenang. Selasa (11/11/2014). (PRLM). gergaji besi. linggis. "Dalam pengakuannya mereka hanya mencuri di sekolah dasar di wilayah perbatasan Jateng-Jabar. TS berperan sebagai pengambil barang curian sedangkan WW siaga di dalam mobil Daihatsu Xenia yang diperoleh dari sebuah rental mobil. lanjut dia. Contoh Kasus Kejahatan Polres Cilacap Ringkus Spesialis Pencurian di Sekolah Asal Jabar CILACAP. Bintoro di Mapolres Cilacap.1. Pelakunya adalah pendatang dari Jawa Barat. Jawa Barat. Wanareja.Polres Cilacap Jawa Tengah berhasil meringkus komplotan pencuri komputer sekolah. namun kita tidak langsung percaya pengakuan mereka. Kini para pelaku mendekam sel di Mapolres Cilacap. Mereka bakal diancam dengan hukuman 7 tahun penjara sesuai pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan. Mereka dibekuk di sebuah rumah kontrakan di Desa Cigaru Kecamatan Majenang. beberapa hari lalu. 4 proyektor. Tidak menutup kemungkinan aksinya merambah wilayah lain di Cilacap. Kepada wartawan TS mengaku hanya menyasar Sekolah Dasar sebagai sasarannya. Barang curian yang harga resminya mencapai jutaan rupiah. AKBP Andry Triaspoetra didampingi Kasubbag Humas. Setiap satu monitor komputer dijual ke UM sebagai penadah seharga Rp 200 ribu rupiah dengan dalih dari pelelangan.” kata TS. dan mobil jenis Daihatsu Xenia. hampir pasti tidak ada petugas keamanan yang berjaga di SD. TS menuturkan hanya mengambil bagian monitor komputer agar mudah dibawa kabur. AKP R." kata Kapolres Cilacap. kunci T. Diduga para tersangka berperan dalam aksi pencurian di 10 sekolah di Cilacap. Karangpucung. Tersangka lain berinisial UM (41) asal Kabupaten Bandung. “Karena pengamanan sangat longgar.. Sebab kasus pencurian akan kita kembangkan. Berdasarkan catatan Polres setidaknya sudah ada 10 sekolah yang menjadi korban pencurian mereka. Barang bukti ini merupakan sisa dari hasil curian yang sudah dijual kepada penada UM di Bandung. polisi menyita barang bukti seperti 3 monitor LCD.

yaitu 7 tahun Oknum Polisi di Riau Jadi Tersangka Pembunuhan Wanita Tukang Pijat . 2. sebagai perbuatan pidana. Perbuatan yang tergolong kejahatan diatur dimuat didalam buku II KUHP pasal 104 sampai dengan pasal 488 sedangkan pada kasus di atas pelaku di ancamkan dengan pasal 363 KUHP artinya perbuatan tersebut dikategorikan kedalam kejahatan. Perbuatan pencurian meskipun tidak ditentukan dalam undang-undang. Artinya meskipun perbuatan pencurian tidak dirumuskan dalam undang-undang menjadi tindak pidana tetapi orang tetap menyadari perbuatan tersebut adalah kejahatan dan patut dipidana. telah dirasakan sebagai onrecht. Dari segi kuantitatif (soal berat atau entengnya ancaman pidana) pada kasus di atas dapat di kategorikan sebagai Kejahatan karena ancaman pidanya tergolong berat. istilahnya disebut rechtsdelict (delik hukum).Penyebab Kasus pencurian di atas dikategorikan sebagai kejahatan karena memenuhi aspek sebagai berikut: 1. 3. sebagai perbuatan yang bertentantangan dengan tata hukum.

Kecamatan Bangkalan. Provinsi Sumatera Utara. tersangka masih ditahan di Mapolres Rohil. Penyebab . Tonny menjelaskan. korban sebelum ditemukan tewas bersama JR yang menjabat Kanit Reskrim Polsek Sinaboi. Kapolres Rohil." kata Tonny. seorang wanita bernama Eka yang berusia antara 40-50 tahun ditemukan tewas di tepi jalan di Kecamatan Sinaboi. Dusun I Aek Nabara. Labuhan Batu. "Memang tersangka sampai saat ini tidak mengakui perbuatan tersebut. Rohil pada Kamis (30/10/2014) lalu. "Tersangka kita ancam dengan pasal 338 KUHP terkait pembunuhan. AKBP Tonny Hermawan mengungkapkan hal itu kepada detikcom. Dia menjelaskan. Rabu (12/11/2014). Sejumlah saksi menyebutkan. kuat dugaan oknum tersebut yang melakukannya. Sebelumnya. oknum polisi itu berinisial JR yang diduga membunuh seorang wanita berprofesi tukang pijat. Tulang lehernya patah karena diduga dicekik. oknum polisi ini sempat menghilang." kata Tonny. Kendati tidak mengakui dan membantah mengenal korbannya. Namun dari sejumlah saksi yang kita periksa. Dalam kasus ini kita sudah gelar perkara dan secepatnya akan kita limpahkan ke jaksa.Pekanbaru . Dia lari ke Sumatera Utara dengan alasan ada urusan keluarga. namun pengumpulan bukti masih terus dilakukan. Hasil visum menunjukan kepala korban mengalami luka bekas benda tumpul. Namun tersangka tetap membantah melakukannya. Sejauh ini belum diketahui apa motof di balik pembunuhan tersebut. Usai jasad korban ditemukan. Tersangka akhirnya bisa ditangkap di Jalan Lintas Negeri Alam. JR juga baru hitungan sebulan pindah dari Sulawesi.Polres Rokan Hilir (Rohil) Riau menetapkan oknum polisi sebagai tersangka dugaan kasus pembunuhan seorang wanita.

Perbuatan pembunuhan termasuk Rechtdelicten artinya yang perbuatan tersebut bertentangan dengan keadilan. 3. 2. Artinya meskipun perbuatan pembunuhan tidak dirumuskan dalam undang-undang menjadi tindak pidana tetapi orang tetap menyadari pembunuhsan adalah kejahatan dan patut dipidana. meskipun tidak ditentukan dalam undang-undang. sebagai perbuatan yang bertentantangan dengan tata hukum. jadi yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat sebagai bertentangan dengan keadilan. Perbuatan yang tergolong kejahatan diatur dimuat didalam buku II KUHP pasal 104 sampai dengan pasal 488 sedangkan pada kasus di atas pelaku di ancamkan dengan pasal 338 KUHP artinya perbuatan tersebut dikategorikan kedalam kejahatan. yaitu 15 tahun 2. telah dirasakan sebagai onrecht. terlepas apakah perbuatan itu diancam pidana dalam suatu undang-undang atau tidak. 4.1. istilahnya disebut rechtsdelict (delik hukum). Dari segi kuantitatif (soal berat atau entengnya ancaman pidana) pada kasus di atas dapat di kategorikan sebagai Kejahatan karena ancaman pidanya tergolong berat. Contoh Kasus Pelanggaran Pelanggaran Terhadap UU ITE . sebagai perbuatan pidana.

Pelanggaran pers pada kasus Obor Rakyat. Prita Mulyasari adalah seorang ibu rumah tangga. Karena Undang-undang tersebut sangat berbahaya dan telah membatasi kebebasan berekspresi (mengeluarkan pendapat) seseorang. Akibatnya. Dalam pasal tersebut tertuliskan bahwa: Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/ atau mentransmisikan dan/ atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan /atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/ atau pencemaran nama baik." . Dan waktu itupun Prita sempat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang sejak 13 Mei 2009 karena dijerat pasal pencemaran nama baik dengan menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pihak rumah sakit tidak memberikan keterangan yang pasti mengenai penyakit Prita. pihak Rumah Sakit Omni Internasional marah. Nyaris berbulan-bulan kasus ini mendapat sorotan masyarakat lewat media elektronik. Rumusan tersebut tidak hanya menjangkau pembuat muatan tetapi juga penyebar dan para moderator milis. maupun individu yang melakukan forward ke alamat tertentu. dan merasa dicemarkan. serta pihak Rumah Sakitpun tidak memberikan rekam medis yang diperlukan oleh Prita. Lalu RS Omni International mengadukan Prita Mulyasari secara pidana. Saat dirawat di Rumah Sakit tersebut Prita tidak mendapat kesembuhan namun penyakitnya malah bertambah parah. media cetak dan jaringan sosial seperti facebook dan twitter. mantan pasien Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra Tangerang. Ibu Prita Mulyasari divonis Bebas oleh Pengadilan Negeri Tangerang. Pada tanggal 29 Desember 2009. Kemudian Prita Mulyasari mengeluhkan pelayanan rumah sakit tersebut melalui surat elektronik yang kemudian menyebar ke berbagai mailing list di dunia maya. Selain itu beberapa aliansi menilai : bahwa rumusan pasal tersebut sangatlah lentur dan bersifat keranjang sampah dan multi intrepretasi. Kasus ini kemudian banyak menyedot perhatian publik yang berimbas dengan munculnya gerakan solidaritas “Koin Kepedulian untuk Prita”. kasus Prita Mulyasari merupakan kasus pelanggaran terhadap UU ITE yang mengemparkan Indonesia.Seperti yang kita ketahui. "Penyidik harus lebih cermat dalam melihat kasus ini. Analisis: Contoh kasus di atas merupakan contoh kasus mengenai pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 pasal 27 ayat 3 tahun 2008 tentang UU ITE. Sejak awal Dewan Pers sudah menolak keras dan meminta pemerintah dan DPR untuk meninjau kembali keberadaan isi dari beberapa pasal yang terdapat dalam UU ITE tersebut. Sebelumnya Prita Mulyasari sudah diputus bersalah dalam pengadilan perdata. bukan sekadar melihatnya dari delik pers.

"Salah satunya. Taufik Basari dkk menilai. Akan diperiksa Senin depan." kata Taufik. Dari apa yang ditampilkan oleh tabloid Obor Rakyat. Sebelumnya tim advokasi Joko Widodo-Jusuf Kalla telah melaporkan pengelola tabloid Obor Rakyat ke Bareskrim sejak 16 Juni lalu. Yang penting kita sudah mampu menjerat keduanya. Semua itu wajib dimuat di dalam masthead redaksi. Jumat. "Berpolitik dengan cara kotor seperti ini bisa berdampak buruk pada keutuhan bangsa Indonesia. dikatakan Taufik. Tentang ancaman pelanggaran UU Pers bukan berupa kurungan badan atau penahanan. dan antar golongan (SARA). Jumat 4 Juli 2014. ”Ya memang sementara ini pakai UU Pers dulu. mestinya penyidik Bareskrim Mabes Polri bisa menggunakan pasal-pasal di undang-undang lain secara lebih luas.Jakarta . penerbitan media cetak seharusnya mengumumkan nama.Anggota tim advokasi Joko Widodo-Jusuf Kalla. 40/1999 tentang Pers karena Obor Rakyat tidak memiliki badan hukum. Penyidik Pidana Umum Bareskrim Polri akhirnya menetapkan dua pengelola tabloid Obor Rakyat. Polri seharusnya melihat kasus Obor Rakyat dari spektrum yang lebih luas. ras. menebar kebencian dan mengedepankan sentimen suku. ”Benar. Menurut Taufik.” katanya. "Penyidik harus lebih cermat dalam melihat kasus ini. Kalau memakai Pasal 310-311 Kitab Undang-undang Hukum Pidana kita masih berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan kalau memakai UU No. 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden sudah dinyatakan kadaluarsa oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sementara ini memang disangka dengan UU Pers dulu dan masih kita kembangkan. ya hanya diancam denda. Jika tidak ditindak tegas maka akan semakin banyak orang yang memilih menggunakan cara-cara kotor dalam berpolitik.com." tegas Taufik Basari. melalui tulisantulisannya tabloid Obor Rakyat Setiyardi dan Darmawan diangap melanggar Pasal 310 dan . 3 Juli 2014. “Setiap Perusahaan Pers harus berbentuk badan hukum Indonesia” dan atas pelangaran atas ketentuan tersebut diancam denda paling banyak Rp 100 juta sebagaimana diatur dalam ketentuan pidana Pasal 18 ayat (3) UU No 40/1999 tentang Pers. Kepada Beritasatu. Suhardi menjawab diplomatis. alamat. yang mengatur tentang pelanggaran badan hukum perusahaan pers. Setiyardi (pemimpin redaksi) dan Darmawan Sepriyossa (penulis) sebagai tersangka.com. kami akan mempertimbangkan untuk melakukan audiensi dengan pimpinan Polri agar kasus ini tidak berhenti pada penggunaan undang-undang pers. Bunyi pasal tersebut adalah. Seperti diberitakan Beritasatu. alamat percetakan. Aspek inilah yang mestinya dilihat oleh Polri. 40 Tahun 1999. agama. 7 Juli 2014. Berbekal kesimpulan yang sudah dikeluarkan Dewan Pers bahwa Obor Rakyat bukanlah produk jurnalistik. Untuk menyikapi perkembangan terbaru atas ditetapkannya Setiyardi dan Darmawan Sepriyossa sebagai tersangka dalam kasus tabloid Obor Rakyat.” kata dia. masyarakat disuguhi praktik politik kotor bahwa untuk meraih kemenangan harus dicapai dengan cara-cara fitnah. bukan sekadar melihatnya dari delik pers. Setiyardi Budiono dan Darmawan Sepriyossa menggunakan Pasal 9 ayat (2) Undang-Undang Pers No. Taufik Basari kecewa Mabes Polri hanya menjerat pengelola tabloid Obor Rakyat. keduanya disangka dengan menggunakan Pasal 9 ayat (2) UU No. tim advokasi Jokowi-JK akan menyiapkan sejumlah langkah." kata Taufik Basari melalui sambungan telepon. dan penanggungjawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan. Kabareskrim Komjen Suhardi Alius membenarkan jika dua petinggi Obor Rakyat telah ditetapkan sebagai tersangka dan akan dipanggil Senin besok. Di samping tidak memiliki badan hukum.

serta Pasal 214 UU 42/2008 terkait pelanggaran larangan kampanye. Pasal 156 dan 157 KUHP tentang penyebaran kebencian. (skj) (Advertorial) . Pasal 16 UU No.40/1999 tentang kebencian berdasarkan diskriminasi ras dan etnis.311 KUHP tentang penghinaan dan fitnah.