You are on page 1of 10

PENCEMARAN PERAIRAN

:
PENCEMARAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) PADA PERAIRAN SUNGAI
PANGKAJENE

Oleh :
Citra Nadia
Mutiara Wisni
Mung Faridah
Anastasia Sintanora E
Reinhard S. Simbolon
Musdalifah Noor

B1J013071
B1J013136
B1J013139
B1J013144
B1J013150
B1J013151

TUGAS TERSTRUKTUR EKOTOKSIKOLOGI

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS
JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2016

Aktivitas manusia yang terus meningkat akan meningkatkan jumlah logam berat di lingkungan. Sungai juga menyediakan air bagi manusia baik untuk berbagai kegiatan seperti pertanian. Hg. 2012). urbanisasi. Air sungai yang telah tercemar ini akan mengalami penurunan terutama dari segi kualitas air tersebut dan tentunya hal ini akan sangat membahayakan baik untuk dikonsumsi maupun untuk bidang usaha pertanian (Daud et al.I. Latar Belakang Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak.. Pembuangan bahan kimia maupun pencemar lain ke dalam air akan mempengaruhi kualitas air. terutama setelah melewati daerah pemukiman. Indikator yang digunakan untuk mendeteksi pencemaran air adalah cemaran logam berat didalamnya. Cd. Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup dan komponen lain yang berasal dari alamiah atau aktivitas manusia ke dalam air sehingga tidak sesuai lagi dengan peruntunannya. Namun dalam proses pengalirannya air tersebut akan menerima berbagai macam bahan pencemar (Sofia et al. terutama di ekosistem perairan. Pb. Pencemaran logam berat di ekosistem perairan meningkat hingga taraf mengkhawatirkan dan telah menjadi masalah penting di seluruh dunia. bahkan oleh semua makhluk hidup. Sungai merupakan ekosistem yang sangat penting bagi manusia.... 2008). Disebut logam berat berbahaya karena umumnya memiliki rapat massa tinggi (5 gr/cm3) dan sejumlah konsentrasi kecil dapat bersifat racun dan berbahaya. Logam berat tidak dapat terdegradasi. 1982). industri dan pertanian (Simon & Hidayat. . terasimilasi atau dimasukkan dalam air. industri. 2011). Peningkatan jumlah populasi. Catatan logam-logam baru-baru ini telah menuju pada garis depan zat berbahaya yang dapat menyebabkan bahaya kesehatan serius pada organisme manusia dan lainnya. 2011). dan membentuk sedimen pada hewan air (Baki et al.. aktivitas pertanian memperparah pencemaran. logam-logam berat tersimpan. kualitas air sungai di Indonesia sebagian besar dalam kondisi tercemar. PENDAHULUAN A. industri maupun domestik (Siahaan et al. Beberapa tahun terakhir ini. Salah satu sumber air yang banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya yaitu sungai. Cu. dan Zn adalah unsur-unsur yang paling berbahaya (Nriagu et al. Air sungai yang keluar dari mata air biasanya mempunyai kualitas yang sangat baik. 2010).

Sebagai akibatnya. (2) beracun bagi organisme air. dan ginjal merupakan bagian tubuh ikan yang paling banyak terdapat akumulasi Tembaga. Paparan Tembaga dalam waktu yang lama pada manusia akan menyebabkan terjadinya akumulasi bahan-bahan kimia dalam tubuh manusia yang dalam periode waktu tertentu akan menyebabkan munculnya efek yang merugikan kesehatan penduduk (Widowati. 2004). 2009). 2011). Oleh karena itu. Melalui berbagai perantara. Ag. polutan yang menjadi perhatian utama dalam ekosistem perairan adalah (1) diproduksi dan mencapai lingkungan dalam jumlah besar. logam berat dapat terbioakumulasi dan terbiomagnifikasi melalui rantai makanan dan akhirnya berasimilasi dengan konsumen manusia yang mengakibatkan risiko kesehatan.. Pb.. Ni. dan Zn (Palar. Kontaminasi logam berat pada sebuah badan perairan adalah salah satu masalah lingkungan pada Di antara semua unsur logam berat. Sn. ikan sering digunakan sebagai indikator kontaminasi logam berat dalam ekosistem perairan karena mereka menempati tingkat tropik yang tinggi dan merupakan sumber makanan penting.Logam berat umumnya bersifat racun terhadap makhluk hidup. apakah itu pada strata perairan. Jika keadaan ini berlangsung terus menerus. algae blooms. Tetapi sumber–sumber masukan logam Cu kedalam strata lingkungan yang umum dan diduga paling banyak adalah dari kegiatan-kegiatan perindustrian. Tembaga adalah logam yang secara jelas mengalami proses akumulasi dalam tubuh hewan seiring dengan pertambahan umurnya. Hg menduduki urutan pertama dalam hal sifat racunnya. (3) terkonsentrasi dalam organisme pada tingkat yang lebih besar daripada di lingkungan. dan gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air (Agah et al. logam tersebut dapat terdistribusi ke bagian tubuh manusia dan sebagian akan terakumulasikan. Logam Cu dapat masuk ke dalam smua strata lingkungan. walaupun beberapa diantaranya diperlukan dalam jumlah kecil. Tembaga yang masuk kedalam strata 3 lingkungan dapat datang dari bermacam-macam sumber. Menurut McIntyre & Mills (1975). As. badai. dalam jangka waktu lama dapat mencapai jumlah yang membahayakan kesehatan manusia (Daud et al. Cr. Fenomena alam seperti gunung berapi. makanan. maupun air yang terkontaminasi oleh logam berat. dan (4) terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang dan meningkatkan konsentrasi. 2004). tanah ataupun udara (lapisan atmosfer). kegiatan rumah tangga dan dari pembakaran serta mobilitas bahan-bahan bakar (Palar. 2008). seperti udara. . kemudian diikuti oleh logam berat antara lain Cd.

Bagaimana kualitas perairan Sungai Pangkajene berdasarkan kandungan logam berat tembaga (Cu)? 2. Perumusan Masalah 1. Memberi informasi kepada pihak berwenang terkait pengelolaan sungai Pangkajene yang baik. 2. 4. Mengetahui kualitas perairan Sungai Pangkajene berdasarkan kandungan logam berat tembaga (Cu). Bagaimana mekanisme pencemaran tembaga (Cu) di Sungai Pangkajene? 3. Mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran logam tembaga (Cu) di Sungai Pangkajene. Memberi pengetahuan tentang kualitas perairan dan penyebab pencemaran logam berat tembaga (Cu) di perairan. 2. 3. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui mekanisme pencemaran logam berat tembaga (Cu) dalam mencemari perairan. Apa dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran logam berat tembaga (Cu) di Sungai Pangkajene? 4. Memberi pengetahuan tentang dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran logam berat tembaga (Cu) di lingkungan perairan. Bagaimana solusi untuk menanggulangi masalah pencemaran logam berat tembaga (Cu) di Sungai Pangkajene? C. Mengetahui solusi untuk menanggulangi masalah pencemaran logam berat tembaga (Cu) di Sungai Pangkajene.B. D. Memberi pengetahuan tentang mekanisme pencemaran logam berat tembaga (Cu) di perairan. 1. . Manfaat Manfaat dalam pembuatan makalah ini adalah : 1. 3.

serta solusi yang dapat ditawarkan untuk menanggulangi masalah tersebut. . dampaknya bagi lingkungan sekitar. Ruang Lingkup Ruang lingkup dalam makalah ini adalah pencemaran logam berat tembaga (Cu) di Sungai Pangkajene.E.

dan referensi pendukung lain yang berkaitan dan sesuai dengan materi yang dibahas. . C. yaitu : a. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam makalah ini merupakan data sekunder hasil kajian pustaka yang berasal dari sumber-sumber yang berkaitan baik itu jurnal ilmiah. Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep. b. buku teks.II. B. D. Mencari alternatif pemecahan masalah yang timbul dari objek yang dibahas. Metode Analisis Metode analisis yang dipakai dalam makalah ini adalah metode deskriptif analisis. Dasar Pemilihan Objek Dasar pemilihan objek yang digunakan dalam makalah ini adalah status Sungai Pangkajene yang kritis karena toksisitas logam berat Tembaga (Cu) dan dampak yang ditimbulkan akibat pencemaran di Sungai Pangkajene. Objek Penulisan Objek penulisan makalah ini adalah keberadaan logam berat tembaga (Cu) di Sungai Pangkajene. METODE PENULISAN A. internet. Mengidentifikasi permasalahan berdasarkan fakta dan data yang diperoleh. c. laporan penelitian. Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep. Menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung yang diperoleh.

Indikator yang biasa digunakan dalam pemeriksaan pencemaran air adalah pH. Parameter fisika. sungai pangkajene juga digunakan sebagai tempat pembuangan limbah dari berbagai kegiatan manusia (Bugis et al. Suhu. ANALISIS PERMASALAHAN Sungai merupakan jalan air alami yang mengalir menuju samudera. Beberapa karakteristik atau indikator kualitas air yang disarankan untuk dianalisis sehubungan pemanfaatan sumberdaya air untuk berbagai keperluan. TSS) dan Padatan Terlarut Total (Total Dissolved Solid. b. Padatan Tersuspensi Total (Total Suspended Solid. konsentrasi oksigen terlarut (DO). dan suhu saat pengukuran. kimia dan biologi (Effendi. . valensi konsentrasi relatif ion. Adanya masukan limbah yang merupakan bahan asing bagi perairan alami akibat aktifitas manusia. sungai akan megalami penurunan daya gunanya apabila pengaruh lingkungan yang ditimbulkan oleh aktifitas manusia dan industri yang terlalu berat. antara lain: a. dan kebutuhan oksigen kimiawi (COD). Semakin tinggi konduktivitasnya. air akan terasa payau sampai asin. c. Sebagai sumber daya alam. 2012). 2003). danau. Kenaikan suhu air dapat mengakibatkan jumlah oksigen terlarut di dalam air menurun. Daya Hantar Listrik. dapat mengganggu atau bahkan membunuh organisme akuatik yang tidak toleran terhadap suhu tinggi.III. Indonesia memiliki sungai yang tersebar diseluruh nusantara. meningkatkan kecepatan reaksi kimia. dan biologi pada perairan tersebut (Ermaya.. Salah satu sungainya yaitu Sungai Pangkajene di Kabupaten Pangkep. konsentrasi ion. Sulawesi Selatan. Kemampuan ini tergantung pada keberadaan ion. Sungai Pangkajene merupakan sumber air utama bagi masyarakat Pangkajene terutama pada saat musim kemarau. merupakan bilangan yang menyatakan kemampuan larutan cair untuk menghantarkan arus listrik. Beberapa parameter yang digunakan dalam melakukan uji kualitas perairan antara lain: 1. laut ataupun mengalir ke sungai yang lainnya. kebutuhan oksigen biokimia (BOD). kimia maupun biologi. Sungai Pangkajene merupakan salah satu sungai di Kabupaten Pangkep yang digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat. kimia. antara lain parameter fisika. Penurunan daya guna ini dapat bersifat fisik. akan menyebabkan pencemaran perairan yang mengakibatkan perubahan sifat fisik. TDS). 2012).

d. Kebutuhan Oksigen Biokimia (BOD). contohnya H2S yang bersifat toksik banyak ditemui di perairan dengan nilai pH rendah. Kebutuhan Oksigen Kimia (COD).0. Syarat kadar tembaga (Cu) dalam perairan sungai sesuai dengan peraturan menteri kesehatan R. b. Oksigen Terlarut (DO). luas permukaan air terbuka. Derajat Keasaman (pH). (2013) menunjukkan kandungan logam tembaga (Cu) berkisar antara 0. yaitu 1. Tingginya kekeruhan dapat menyulitkan usaha penyaringan dan mengurangi efektivitas desinfeksi pada proses penjernihan air. salah satunya adalah bakteri dari golongan koliform. 2. Kekeruhan dan kecerahan. Parameter kimia. c. baik yang dapat didekomposisi secara biologis maupun tidak. Terbatasnya kelarutan oksigen dalam air menyebabkan kemampuan air untuk membersihkan dirinya juga terbatas. Phosphat (PO4).0 mg/l. Parameter Biologi. 3. Nilai BOD akan semakin tinggi jika derajat pengotoran limbah semakin besar. antara lain: a. Perairan dengan nilai BOD yang tinggi mengindikasikan bahwa air tersebut tercemar oleh bahan organik. merupakan gambaran jumlah ion hidrogen dalam air.I NO : 416/MENKES/IX/1990 tentang Pengolahan Kuaitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.0060 . Faktor yang mempengaruhi kelarutan oksigen adalah suhu. Pengamatan parameter ini dilakukan dengan mengamati organisme yang ada di perairan tersebut. Organisme yang biasa digunakan sebagai indikator tercemarnya suatu perairan adalah bakteri. Oksigen bebas dalam air dapat berkurang jika di dalam air banyak terdapat kotoran atau limbah organik yang degradable. Kekeruhan didefinisika sebagai intensitas kegelapan di dalam air yang disebabkan oleh benda-benda yang melayang.0527 . e. salinitas. BOD merupakan salah satu indikator pencemaran organik pada suatu perairan. d. Limbah buangan industri dan rumah tangga dapat mempengaruhi nilai pH perairan dan nilai pH juga dapat mempengaruhi spesiasi senyawa kimia dn toksisitas dari unsur-unsur yang terdapat di perairan. Penentuan nilai COD dianggap paling baik dalam menggambarkan keadaan bahan organik. dan plankton yang ada. Berdasarkan hasil penelitian Daud et al. ketinggian tempat.

Polutan antropogenik. dan sebagai lokasi tambak. Adanya perubahan penggunaan lahan tersebut. yaitu: 1.. industri. mengairi sawah.0. merupakan polutan yang masuk secara alami dan sukar dikendalikan. Biasanya disebabkan oleh bencana alam. dan lainlain) akan meningkat dengan cepat. perkembangan kawasan untuk berbagai pemenuhan kebutuhan (sarana pemukiman. perhubungan. 2013). Keberadaan logam berat Cu juga diduga berasal dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia yang menghasilkan limbah-limbah yang mengandung cat dan berbahan metal (Agustina et al. pasar memiliki peningkatan yang tidak jauh berbeda yang tidak mengakibatkan besarnya kandungan logam berat tembaga (Cu) pada air sungai. 2012). 2. . merupakan polutan yang masuk ke dalam lingkungan perairan karena aktivitas manusia. Apabila air sungai selalu digunakan untuk mengairi sawah maka tidak menutup kemungkinan padi yang ditanam di sekitar sungai Pangkajene juga akan tercemar oleh logam berat tembaga (Cu). 2012). baik yang menyangkut pola distribusi aliran sungai maupun perubahan kualitas sumber daya air sungai (Agustina et al.0170 .. perkantoran. Dari hasil pengujian laboratorium yang dilakukan diperoleh kadar tembaga (Cu) pada pagi hari dan sore hari pengambilan sampel air masih memenuhi syarat. Air sungai Pangkajene digunakan masyarakat sekitar untuk keperluan air bersih.0601 mg/l pada sore hari. perdagangan dan industri.mg/l pada pagi hari dan 0. Seiring dengan usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat. Logam tembaga (Cu) akan mengendap di dalam tsanah dan diserap oleh padi kemudian logam tembaga (Cu) akan terakumulasi di dalam padi yang kemudian dikonsumsi oleh masyarakat sekitar dan akhirnya mengendap dalam tubuh manusia (Fadirubun et al. Hal ini disebabkan karena pada saat pagi hari hingga sore hari aktifitas pemukiman.. pariwisata. Mekanisme masuknya zat pencemar ke dalam lingkungan perairan dibagi menjadi 2. implikasinya adalah adanya perubahan perilaku sungai. Polutan alamiah.

157 pp. Kajian Kualitas Air dan Status Mutu Air Sungai Metro di Kecamatan Sukun Kota Malang.D.. African Journal of Biotechnology. A. 2008. & Baeyens W. S. S..O. Vol. Jawa Barat Banten.DAFTAR PUSTAKA Agustina. 2011.B. H . Soedharma.. Dkhil. A... B. Environ. Simon. The Study of Ciprum (Cu) Concentration of Water and Cork Fish in Pangkajene River Pangkep Regency.Yogyakarta: Penerbit Andi. Saudi Arabia. Jurnal Ilmu Lingkungan. & Al-Quraishy. N.. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat . 1982. Tontowi. Elskens M. 16 pp. 111-124. 6. Jurnal Sumber Daya Air. 2004 . 2009. 2012. Analysis Of Pollution Load Index By Means Of Heavy Parameter In Siak River Of Pekanbaru City. Bugis. Pecegahan dan Penanggulangan . 1975. 2012. A. New York: McIntyre and Mills CF (eds) Ecological Toxicology Research. Prasetyo. Widowati. Jurnal Penetitian. dan L. H. Y. & S. & Mangku.. Plenum Press. Nriagu.. Penelitian Pengolahan Air Sungai Yang Tercemar Oleh Bahan Organik. Monit. Jurnal Ilmiah Sains. J. S. Leermakers M. A.. & Syamsuar. 6(2): 162-172. B. 2010. Kualitas Air Sungai Cisadane. 2011. Soemarno. Ontario: Environ Sci Technol. Fadirubun.. & Mills C.. Assess. Ali. 13(2) pp. Jurnal Bumi Lestari. 112 Daud. Palar. W. & Coker R. B. 265-27.. Y. & R. A.M. 10(13): 2541-2547.. Rahayu. Anwar. Hidayat. 2013.. Accumulation of Trace Metals In The Muscles And Liver Tissues Of Five Fish Species From The Persian Gulf. 2013. 4. 499-514. M. & Thamrin. 268-273. 145-160. Efek Toksik logam pencemaran. H. Anwar. 11. & Agus. D. Dewi..D. Baki. A. Fatemi S. M. 2011.K. Wong H. S.R. R. Study of Heavy Metal Content of Chromium VI (Cr VI) in Pangkajene River Water and Sediments in the Pangkep District. & Agus. 551580. Pengendalian Pencemaran Sumber Air Dengan Ekoteknologi (Wetland Buatan).. Deposition and Chemistry of Pollutant Metals in Lakes Around the Smelter at Sudbury. Jurnal Sumber Daya Air. 2008.. Aspects of Heavy Metals and Organohalogen Pollution in Aquatic Ecosystems. Sofia.. Amin.. McIntyre.. Makassar: Bagian Kesehatan Lingkungan FKM Unhas. Indawan. Bioaccumulation of some heavy metals in tilapia fish relevant to their concentration in water and sediment of Wadi Hanifah.. D. Agah.. Jakarta : Rineka Cipta Siahaan. D.F.T. P. B..