You are on page 1of 12

LAPORAN

PENDEDERAN IKAN LELE Clarias sp.

Disusun oleh:
Fadhila Maharani Putri
C14120055

DEPARTEMEN BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016

120 ton. batu aerasi. pada tahun 2013 mencapai produksi 543. selang aerasi. Permintaan yang terus meningkat. Pemeliharaan ikan lele dengan padat tebar yang tinggi dan manajemen pakan yang kurang baik akan memperburuk kondisi lingkungan. timbangan.811 ton. jumlah ini meningkat pada tahun 2011 menjadi 337. dan kematian.) dapat dikelompokkan dalam beberapa tahap. Institut Pertananian Bogor. tahap pendederan bertujuan untuk menghasilkan benih yang siap jual. METODOLOGI Waktu dan Tempat Kegiatan pendederan ikan lele (Clarias sp. penggaris. pendederan. Tahap pembenihan bertujuan untuk menghasilkan telur dan larva. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Pemahaman lebih lanjut mengenai pendederan ikan lele tersebut dapat dikaji dalam praktikum ini.5x2x1m). Pemeliharaan ikan lele (Clarias sp. dan pembesaran. sementara tahap pembesaran pbertujuan untuk menghasilkan ikan ukuran konsumsi (Sumpeno 2005). Kegiatan ini umumnya berlangsung selama 1 – 2 bulan.) dilakukan di bak beton. Kegiatan pendederan ikan lele umumnya dimulai dari panjang 2 – 4 cm. Tujuan Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari teknik pendederan ikan lele yang baik dan benar dan memproduksi benih ikan lele yang baik untuk pembesaran. dan pada tahun 2014 mencapai produksi 613. pengukuran kebutuhan pakan.) dilaksanakan pada 1 Oktober 2015 sampai 5 November 2015. Kegiatan budidaya ikan lele ini diperlukan guna memenuhi permintaan produksi yang terus meningkat.774 ton.217 ton. seser. blower. Budidaya Perikanan. dan memiliki kandungan oksigen terlarut 5 – 8 mg/l. dan . permintaan ikan lele pada tahun 2010 sebesar 242. menurunnya nafsu makan. akibat penumpukan zat organik didasar perairan.PENDAHULUAN Pendahuluan Budidaya ikan lele (Clarias sp. timbulnya berbagai macam penyakit. pH 7. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah bak beton (4. yakni tahap pembenihan.5 – 8. dan pengukuran kualitas air dilakukan setiap hari Senin. mendorong pem-budidaya untuk memproduksi ikan lebih banyak dengan meningkatkan ke-intensifan kolam atau wadah yang digunakan. Sementara kegiatan sampling.557 ton. hingga mencapai panjang 8 – 9 cm (Widiyantara 2009). Dampak dari kualitas lingkungan yang buruk adalah menimbulkan gejala stress. Adapun kondisi lingkungan yang baik untuk pemeliharaan ikan lele adalah suhu 26 – 32oC. yakni dengan meningkatkan padat tebar. Menurut KKP (2014). pada tahun 2012 produksi ikan lele sebesar 441.

750 ekor/kolam. kemudian pada minggu ke – 3 turun menjadi 7%. Jika tidak ada kebocoran. Prosedur Kerja Persiapan wadah Persiapan wadah diawali dengan pengeringan kolam. DO.00 WIB. Aklimatisasi bertujuan untuk menyetarakan kondisi lingkungan dan kondisi wadah. Kolam yang sudah kering kemudian diisi ½ bagian untuk melihat kebocoran. Institut Pertanian Bogor. Pada saat pemanenan kolam disurutkan hingga ¼ volume wadah. dan TAN. agar ikan dapat tumbuh dengan optimal. Penebaran benih Benih yang digunakan berukuran 4 – 5 cm. Penambahan terigu juga bertujuan untuk meningkatkan kadar karbohidrat pakan. Wadah yang telah diisi. Penambahan tepung terigu pada pakan. hingga menjadi 6% pada akhir pemeliharaan. nitrit. Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah benih ikan lele. guna mencegah kematian ikan akibat perubahan kondisi lingkungan yang drastis. Pengukuran air bertujuan untuk mengontrol kondisi lingkungan wadah budidaya. berasal Dejee Fish Farm. Cisaat. Manajemen kesehatan ikan Pengamatan kesehatan ikan dilakukan setiap hari. Departemen Budidaya Perairan. Feeding rate yang digunakan pada awal pemeliharaan adalah 8%. Ikan yang sakit atau memiliki tanda – tanda sakit. Pakan diberikan dengan metode restricted. dan 16. Adapun parameter yang diukur antara lain suhu. pH. Manajemen kualitas air Pengukuran kualitas air dilakukan setiap satu minggu sekali. untuk diberi perawatan dengan garam ikan dengan salinitas 10 ppm Pemanenan benih Pemanenan benih dilakukan pada 5 Oktober 2015.00 WIB. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. atau tidak diberi makan untuk mencegah terjadinya kematian pada saat transportasi. Air kemudian didiamkan. Sebelum dilakukan pemanenan.bak. Penebaran diawali dengan proses aklimatisasi ikan terlebih dahulu. Adapun padat tebar ikan lele yang digunakan adalah 852 ekor/m3 atau 5. atau sesuai dengan biomassa. 13. pellet PF 1000 dan PF 781 – 1. akan dipisahkan ke bak lain. Penurunan volume wadah bertujuan untuk mempermudah proses . Manajemen Pemberian pakan Pakan yang digunakan dalam pemeliharaan benih ikan lele adalah pellet PF – 1000 dan PF 781 – 1 yang telah ditaburi tepung terigu. Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari dengan waktu pemberian pukul 07. Sukabumi. kemudian diaerasi kencang untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut.00 WIB. dilakukan guna meningkatkan kadar karbon (C) organik pada perairan. Pengukuran dilaksanakan di Laboratorium Lingkungan. guna mengendapkan partikel – partikel terlarut dalam air. ikan diberok. air kebali ditambahkan hingga mencapai ¾ volume wadah.

Pemanenan dilanjutkan dengan pemindahan ikan dari wadah budidaya ke wadah grading. Parameter Survival Rate Survival rate atau kelangsungan hidup ikan dilakukan setiap hari dimulai dari awal pemeliharaan. Laju pertumbuhan dapat diukur dengan rumus berikut. wt − wo GR = t Keterangan : GR : Growth Rate (g/ hari) Wo : Berat rata-rata awal ikan (g) Wt : Berat rata-rata akhir ikan (g) t : Lama pemeliharaan (hari) Spesific Growth Rate Specific Growth Rate atau laju pertumbuhan spesifik dapat diukur dengan rumus berikut (Sumpeno 2005).×100% *)" Wo % -. dalam kurun waktu tertentu.pemanenan. Adapun rumus jumlah pakan yang dibutuhkan adalah JPYD = FR × Biomassa   Keterangan: JPYD = Jumlah pakan yang dibutuhkan (kg) FR = Feeding rate (%) . dapat diukur dengan mengukur selisih berat rataan awal dan akhir. dapat dihitung menggunakan biomassa total ikan dengan feeding rate yang digunakan. Keterangan: SGR = Laju pertumbuhan spesifik Wt = Bobot akhir (g) Wo = Bobot awal (g) T = Waktu penelitian (minggu) Jumlah Pakan yang Dibutuhkan Jumlah pakan yang dibutuhkan. (! Wt $ + SGR = *# t & −1. Penghitungan kelangsungan hidup dapat dilakukan menggunakan rumus : ! Nt $ SR = # & x 100% " No % Keterangan: No = Jumlah ikan di awal SR = Kelangsungan Hidup ( % ) pemeliharaan (ekor) Nt =Jumlah ikan di akhir pemeliharaan (ekor) Growth Rate Growth rate atau laju pertumbuhan ikan. Grading berguna untuk memisahkan ikan berdasarkan ukurannya.

al (2014). Nilai FCR yang rendah akan menyebabkan nilai EPP meningkat.Feed Convertion Ratio Menurut Arief et. Adapun rumus efisiensi pakan adalah sebagai berikut: Bt + Bo − Bm EPP = ×100% ΣPakan Keterangan: FCR = Rasio konversi pakan ΣPakan = Jumlah pakan yang diberikan (g) Bt Bo Bm = Biomassa akhir (g) = Biomassa awal (g) = Biomassa mati (g) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Rataan Bobot Akhir Pertambahan bobot dapat dilihat dari selisih bobot pada dua masa pemeliharaan. Feed Conversion Ratio berbanding terbalik dengan efisiensi pakan (EPP). Rataan bobot akhir pemeliharaan benih ikan lele . Nilai efisiensi pakan dihitung berdasarkan selisih biomassa ikan diahir masa penenlitian dengan biomassa ikan diawal masa penelitian. Adapun grafik pertambahan bobot ikan lele adalah Gambar 1. Adapun perhitungan rasio konversi pakan adalah: ΣPakan FCR = Bt + Bo − Bm Keterangan : FCR = Rasio konversi pakan Bt = Biomassa akhir (g) ΣPakan = Jumlah pakan yang Bo = Biomassa awal (g) diberikan (g) Bm = Biomassa mati (g) Efisiensi Pakan Menurut Arief et al. (2014). kemudian dibagi dengan berat padan yang diberikan.

04%.06 gram. Berikut grafik pertambahan panjang ikan lele.80 cm. .00 cm. Sementara panjang terendah terdapat pada bak ke – 4 dengan panjang 6. Survival Rate Adapun kelangsungan hidup selama pemeliharaan pada masing – masing bak adalah: Gambar 3. diketahui bahwa rataan bobot tertinggi terdapat pada bak ke – 8 yakni 5.Berdasarkan Gambar 1.73%.73 – 99. Pertambahan panjang diketahui dengan mengukur panjang total ikan lele. Panjang Rata-Rata Akhir Pertambahan panjang dapat diketahui dengan kegiatan sampling yang dilakukan setiap minggu. Nilai kelangsungan hidup tertinggi berada pada bak ke – 4 dengan nilai 99.94% dan kelangsungan hidup terendah pada bak ke – 7 dengan nilai 42.36 gram. diketahui bahwa panjang akhir tertinggi terdapat pada bak ke – 7 dengan nilai 8. Sementara nilai rataan bobot terendah terdapat pada bak ke – 4 dengan nilai rataan 2. Kelangsungan hidup masing – masing bak pemeliharaan Berdasarkan Gambar 3. diketahui nilai kelangsungan hidup pada akhir pemeliharaan berkisar antara 42. Panjang rata – rata bobot akhir ikan lele Berdasarkan Gambar 2. Gambar 2.

terdapat pada bak ke – 4 dengan nilai 3.35. Sementara bak dengan FCR terendah terdapat pada bak ke – 8. 9 – 10 cm (super). yaitu benih ukuran 2 – 3 cm (sedotan). Gambar 4. dengan nilai 0. 7 – 8 cm (A).875%. Pembahasan Pendederan adalah kegiatan pembesaran benih hasil pembenihan hingga ukuran pembesaran. 3 – 4 cm (mild). 4 – 5 cm (C). 11 – 12 cm (pentolan). Spesific Growth Rate Specific growth rate atau laju pertumbuhan spesifik dapat dilihat pada grafik berikut: Gambar 5. ≥ 12 cm (bledungan). Pembagian ini berdasarkan pakan. Grafik specific growth rate pemeliharaan ikan lele Berdasarkan Gambar 5.Feeding Convertion Ratio Konversi pakan ikan lele (Clarias sp. padat tebar.) selama masa pemeliharaan dapat dilihat pada grafik berikut.56%. diketahui nilai FCR tertinggi terdapat pada bak – 1 dengan nilai 0. Sementara laju pertumbuhan spesifik terendah. Feed convertion ratio pada akhir pemeliharaan ikan lele Berdasarkan Gambar 4. 5 – 6 cm (B).75. diketahui bahwa laju pertumbuhan spesifik tertinggi. terdapat pada bak ke – 5 dengan nilai 7. Pendederan ikan lele dapat dibagi menjadi beberapa fase. dan lingkungan (Widiyantara .

2 gram/hari. atau meningkat 2 – 4 cm dari panjang awal.7 gram. Jika diketahui bobot awal berkisa antara 0. Adapun kebutuhan protein yang baik bagi ikan lele berkisar antara 20 – 30% (Tahira. Menurut Shafrudin.35 – 0. Sehingga pemeliharaan benih ikan lele dengan padat tebar 852 ekor/m3 masih dikategorikan baik.5x2x1m).73 – 99. et al. (2006) padat tebar yang baik bagi pemeliharaan benih ikan lele adalah 400 – 1.2 – 1. . Pada kegiatan pendederan ini digunakan benih ukuran 4 – 5 cm. Menurut Mulia (2007) penyebab kematian dapat berupa penyakit. Emboli gas mungkin terjadi di bagian bawah kulit atau pembuluh darah (Kristanto 2005). Nilai rasio pakan juga berbanding terbalik dengan nilai efisiensi pakan. Laju pertumbuhan spesifik ikan lele selama pemeliharaan (Gambar 5. 2011) Jumlah kebutuhan atau konsumsi pakan ini merupakan salah satu faktor penentu rasio pakan. Adapun padat tebar pemeliharaan sebanyak 852 ekor/m3. Berdasarkan Gambar 1.06 – 5. kandungan nutrisi. Kualitas air juga mempengaruhi keberhasilan pemeliharaan ikan.35 – 0. Gas bubble disease atau emboli gas merupakan kondisi dimana gas jenuh dalam perairan. maka pertambahan bobot berkisar antara 1. Pemeliharaan dilakukan selama 35 hari atau satu bulan. Sementara panjang akhir rata – rata ikan berkisar antara 6 – 8.36 – 4.) berkisar antara 3. suhu optimum yang baik bagi ikan lele adalah 25 – 30oC. ataupun stress.87%.) diketahui FCR ikan lele berkisar antara 0. di dalam bak beton (4. Angka kematian akibat penyakit ini dapat mencapai 51%. Namun nilai pakan tersebut masih sulit ditemukan.94%. kualitas air. Kematian pada kegiatan pembesaran diperkirakan akibat ikan terserang penyakit gas bubble disease. (2006) pertambahan bobot rata – rata ikan lele per harinya berkisar antara 0. Kelangsungan hidup merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya. (Monk et al. diketahui bahwa rataan bobot akhir ikan lele berkisar antara 2.75 gram pakan.80 cm.56 – 7. memasuki dan membentuk emboli gas dalam tubuh ikan.36 gram.66 gram.5 – 0.2009). diketahui bahwa kelangsungan hidup ikan berkisar antara 42. Berdasarkan Gambar 3.200 ekor/m3. Rasio pakan yang baik adalah yang memiliki nilai ≤ 1. 1997). Kesesuaian pertumbuhan ikan diperkirakan karena padat tebar yang baik dan kebutuhan nutrisi ikan yang terpenuhi.5 – 8 (Mahyuddin 2008). untuk mendapatkan 1 gram daging ikan diperlukan 0. Berdasarkan hasil pengamatan (Gambar 4.75. Hal ini menunjukkan. dan nilai pH 6. dengan nilai kandungan oksigen terlarut ≥ 3 mg/l. Faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan budidaya adalah pertambahan bobot ataupun laju pertumbuhan. Menurut Shafrudin et al. hingga mencapai ukuran 6 – 7 cm.

ikan masih dapat tumbuh dengan baik. nilai laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 3. dan sebagainya.000. 1. Berdasarkan hasil pengamtan diketahui dengan pada tebar 852 ekor/m3.5 – 8.80 cm. 1. .56 – 7. Kualitas air juga mempengaruhi keberhasilan pemeliharaan ikan. pendederan.SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Kegiatan budidaya ikan lele meliputi pembenihan.75.500.87%.36 gram.000 ekor/m3 utuk mengetahui batas padat tebar yang baik untuk pertumbuhan ikan. dan nilai FCR antara 0. dengan nilai kandungan oksigen terlarut ≥ 3 mg/l. Pendederan ikan lele dapat dibagi menjadi beberapa fase. Hal ini ditunjukkan dengan pertambahaan bobot akir menjadi 2. Panjang rataan akhir 6 – 8. suhu optimum yang baik bagi ikan lele adalah 25 – 30oC. dan nilai pH 6. seperti: 500. dan 2. 3 – 4 cm (mild).06 – 5.35 – 0. Saran Pendederan ikan lele dilakukan dengan padat tebar yang berbeda. Pendederan dalam kegiatan ini dilakukan mulai dari ukuran ikan 4 – 5 cm hingga 7 – 8 cm dalam jangka waktu 1 bulan. pembesaran. yaitu benih ukuran 2 – 3 cm (sedotan). 4 – 5 cm (C).

H. Pada padat penebaran 35.B. Skripsi. Webster.M. New York (US): CABI Publishing.. T. Absolon. R. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.. 2009. Panduan Lengkap Agribisnis Lele. 100%. Widiyantara. Iskandar. 40.) terhadap Produksi pada Sisitem Budidaya dengan Pengendalian Nitrogen melalui Penambahan Tepung Terigu. Mahyuddin K. 2011. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. 2006. Shafrudin. Jakarta (ID): Penebar Swadaya Monk. 2012. C. Jurnal Perikanan dan Kelautan. Analisis efisiensi produksi dan pendapatan usaha pembesaran lele dumbo (studi kasus: CV Jumbo Bintang Lestari).. Pengaruh Kepadatn Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias sp.D. Kurniawati. Tahira.P. D. 2008. Nutrient Requirement and Feeding of Finfish for Aquaculture.H. E. Skripsi. Dawley.DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Pemberian Probiotik Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) pada Pendederan II. Lim. Setiawati. Skripsi. dan 150% per hari. Artikel. 2011. 2002. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Washington (US): Northwest Fisheries Science Center – National Oceanic and Atmospheric Administration.. Yuniarti. . 3(4): 99-107 Finanda. A. 1997. Kinerja produksi pendederan lele sangkuriang (Clarias sp. Jurnal Akuakultur Indonesia 5(2): 137 – 147. N. dan 50 ekor/liter dengan ketinggian media 30 cm. Kinerja produksi pendederan lele sangkuriang Clarias sp. 45. I. T. Penguasaan Teknologi Budidaya untuk Menghasilkan Benih Ikan Air Tawar. H. G.) melalui penerapan teknologi pergantian air 50%. Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia XXVII: 109 – 115. Kristanto. Changes in Gas Bubble Disease Signs and Survival of Migrating Juvenile Salmonids Experimentally Exposed to Supersaturated Gasses. B.F. M. C.

8% SR = 5. Jika biomasa ikan mati diketahui 0. 76% *)" 20 % -. Adapun pemberian pakan dilakukan sebanyak 3 kali sehari dengan feeding rate 8%. 32 − 3. dengan biomassa mati sejumlah 200 gram.400gram = 1. bobot rata – rata ikan meningkat menjadi 35 gram.750 ekor.49 kg dan pakan selama pemeliharaan 1. 04 kg hari t 10hari Specific growth rate (! Wt $ + SGR = *# t & −1. Maka FCR pemeliharaan sebesar: 1. Jumlah kebutuhan pakan JPYD = FR × Biomassa = 8%×1.000gram JPYD = 80 gram hari = 800 gram 10hari .×100% = 5. Growth rate b. Jumlah kebutuhan pakan Jawab : Growth rate Bt = Wt × Nt = 35gram × 40ekor = 1. Setelah pemeliharaan selama 10 hari.×100% *)" Wo % -. 49)kg Diketahui biomassa ikan pada awal pemeliharaan 1kg dengan jumlah penebaran ikan 50 ekor. Jumlah ikan yang mati pada 10 hari pemeliharaan adalah 10 ekor. 4kg −1.1 kg. 0kg   = = 0. 54 (5.LAMPIRAN Contoh Perhitungan : Survival rate Jumlah ikan awal pemeliharaan adalah 5.74 kg. Setelah 7 hari pemeliharaan biomassa ikan meningkat menjadi 5.32 kg. 4kg GR = Bt − Bo 1. pada minggu ke – 2 ikan mati sebanyak 873 ekor. Maka nilai kelangsungan hidup ikan adalah: (5. (! 35 $ + SGR = *#10 & −1.750 − 873) ×100% = 84. 74 + 0. Tentukan: a.750 Feed conversion ratio Diketahui biomassa awal pemeliharaan 3. Specific growth rate c.1kg FCR = = 0.

00 5 8.52 Tabel 3.29 2 80. Rataan bobot akhir ikan lele Bak keRataan bobot akhir (gram) 1 3.875 6 7.075 .88 4 6.465 2 7.56 5 7.60 3 0.24 4 99.35 4 3.06 5 4.36 3 4.22 2 4.87 Tabel 4.071 8 7.64 3 74.73 8 84.67 6 8.68 2 7.72 Tabel 2.90 6 5.03 7 42.41 Tabel 5.58 5 0. Panjang rataan akhir ikan lele Bak kePanjang rataan akhir (cm) 1 6.71 7 8.55 6 0. Kelangsungan hidup ikan lele Bak keSR(%) 1 85.098 3 7.66 4 0.08 6 95.36 3 6.40 8 5.58 4 2.80 8 8.27 7 4.48 7 0.75 2 0.53 8 0.Tabel 1.94 5 79.792 7 7. Feed conversion ratio ikan lele Bak keFCR 1 0. Specific growth rate ikan lele Bak keSGR (%) 1 5.