You are on page 1of 5

VIII.

Analisis dan Pembahasan
a. Pembuatan elektroda amalgam
Pembuatan elektroda amalgam Cu-Hg dibuat dengan memotong
kabel listrik yang mengandung Cu dengan diameter 1,2 mm dan
panjang 10 cm dengan jarak atas 2 cm dan jarak bawah 1 cm. Setelah
itu kabel listrik diasah dengan kertas amplas hingga rata. Hal ini
bertujuan untuk memperbesar kontak antara kabel Cu dengan analit.
Kawat listrik kemudian dimasukkan ke dalam larutan campuran
Hg(NO3)2 jenuh yang dapat dibuat dengan melarutkan Hg padat dalam
aquades secukupnya, kawat dicelupkan selama 1 menit sehingga kawat
tembaga menjadi putih mengkilap. Warna putih tersebut menunjukkan
bahwa elektroda amalgam telah terbentuk. Tujuan dari pencelupan
kawat listrik ini adalah untuk membuat amalgam Cu-Hg, kemudian
dicuci dengan aquades untuk menghilangkan sisa-sisa pengotor dan
dikeringkan dengan kain.
Setelah membuat elektroda Cu-Hg, kemudian elektroda ini
digunakan untuk menganalisis larutan K4Fe(CN)6 dengan berbagai
konsentrasi yaitu 10 ppm; 5 ppm; 2,5 ppm; 1 ppm; 0,5 ppm, serta
terhadap larutan sampel. Dianalisis menggunakan voltametri dengan
elektroda kerja Cu-Hg, elektroda pembanding Ag/AgCl, dan elektroda
pembantu Pt, dengan metode siklik voltametri. Digunakan elektroda
pembantu Pt agar potensialnya lebih rendah dan tidak dapat
mempengaruhi reaksi redoks yang terjadi pada larutan. Digunakan
elektroda Ag/AgCl karena jika ada arus yang mengalir pada elektroda
Ag/AgCl, maka konsentrasi Cl- akan berubah dan potensial pun akan
berubah. Hal ini menyebabkan pengertian elektroda pembanding tidak
terpenuhi. Agar potensial elektrodapembanding tetap, digunakan
elektroda pembantu yang memiliki hambatan lebih kecil daripada
elektroda Ag/AgCl. Akibatnya, arus yang mengalir ke elektroda
pembanding sangat kecil atau dianggap nol dan arus yang diukur
adalah arus pada rangkaian antara elektroda kerja dan elektroda
pembantu.

Banyaknya zat yang mengalami reaksi oksidasi reduksi akan meningkatkan arus yang dihasilkan. 3x10-3 M.b. 2x10-3 M. dimana semakin tinggi konsentrasi analit maka arus yang dihasilkan juga semakin tinggi. 4x10-3 M. 5x10-3 M serta terhadap larutan sampel air sumur. didapatkan grafik sebagai berikut: Grafik larutan standar . Dari hasil analisis voltametri siklik menggunakan elektroda amalgam Cu-Hg terhadap larutan K4Fe(CN6) dengan berbagai konsentrasi yaitu 10-3 M. Arus yang dihasilkan adalah akibat dari reaksi oksidasi reduksi analit. Semakin banyak zat terlarut di dalam analit maka semakin banyak juga zat yang terelektrolisis pada permukaan elektroda. Dimana elektroda yang mampu menghasilkan arus paling besar pada setiap konsentrasilah yang memiliki keefektifan paling besar. Keefektifan elektroda Cu-Hg Keefektifan elektroda Cu-Hg dapat ditentukan dengan membuat kurva atau grafik antara konsentrasi larutan dengan arus maksimum yang dihasilkan pada saat analisis.

5 1 1.0022329 3×10-3 0.Grafik Potensial vs Arus 0 0 0 Arus (I) -2 -1.5 0 0.5 2 0 0 0 Potensial (E) Berdasarkan grafik masing-masing larutan standart yang telah dibuat dapat diketahui arus maksimum dari masing-masing konsentrasi larutan standart.0023207 4×10-3 0.0031072 5×10-3 0.5 -1 0 -0.0020296 2×10-3 0. seperti pada tabel dibawah ini: Konsentrasi 10-3 Arus Maksimum 0.0029937 Dari data tersebut dibuat grafik antara konsentrasi dengan arus maksimum dari masing-masing larutan standart sehingga dapat diketahui persamaan linier dari grafik yang akan digunakan untuk menentukan kadar dari larutan sampel yang digunakan. Berikut adalah grafik yang dihasilkan: .

2..x = ......x10-2 M Dari perhitungan diatas maka diketahui kadar dari larutan sampel sebesar ................x10-2 M.. = ........Berdasarkan grafik larutan standar tersebut didapatkan persamaan y= ............... Kesimpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: 1...................... … … …......x+. x = .. dan kadar larutan sampel yang didapatkan adalah ........ seperti perhitungan berikut ini: y = ......... x= … … … … … … .............. ....... dengan R2=... Dalam pembuatan elektroda Cu-Hg dapat menggunakan kawat listrik yang terbuat dari tembaga (Cu) dan larutan Hg(NO 3)2 jenuh untuk pembentukan amalgam.x10-2 M...........x + ..... Dari arus maksimum tersebut dapat diketahui kadar dari larutan sampel menggunakan persamaan linier dari grafik larutan standar antara konsentrasi dengan arus maksimum............x + ... XI..... Dari percobaan didapatkan arus maksimum pada sampel sebesar........ Keefektifan elektroda yang telah dibuat dapat ditentukan dengan cara membuat kurva atau grafik antara konsentrasi dengan arus tertinggi yang dihasilkan pada saat analisis.. . Persamaan linier yang dihasilkan adalah y = .........x+....... ....